Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

PENGARUH KONSUMSI BUAH NAGA TERHADAP PERUBAHAN TRIGLISERIDA DAN HDL PADA GURU SEKOLAH MENENGAH DI MAKASSAR Ihsan, Nur Fitri; Jafar, Nurhaedar; Nurlinda, Andi
Diagnosis Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 14 No. 2 (2019): Diagnosis: Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : STIKES Nani Hasanuddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan kolesterol dan lipid darah yang tidak normal meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh konsumsi buah naga terhadap perubahan trigliserida dan HDL pada guru sekolahmemngah di Makassar. Penelitian ini merupakan jenis penelitian quasi eksperimen dengan rancangan pertest dan posttest control grup “Two group pretest-posttest, jumlah sampel sebanyak 13 orang yang di bagi 2 kelompok. Instrumen yang digunakan adalah buah naga, timbangan buah, pemeriksaan trigliserida dan HDL oleh Lab Prodia, lembar kuesioner dan Foof recall. Buah naga yang diberikan untuk dikonsumsi 150-250gram dan dikonsumsi 1 kali perhari. Data dianalisis menggunakan program SPSS dengan uji stastistik Wilcoxon Signed Ranks Test, uji Independent test dan uji mann whitney tingkat kemaknaan ρ Value < 0,05. Berdasarkan hasil analisis perubahan HDL pada laki-laki sebelum dan sesudah konsumsi buah naga diperoleh nilai ρ= 0,255 sedangkan HDL perempuan ρ= 1,00 tidak ada perubahan signifikan antara HDL laki-laki dan perempuan sebelum dan setelah perlakuan. Perubahan pada variable Trigliserida nilai p= 0,717 berarti tidak ada perbedaan yang signifikan sebelum dan setelah perlakuan. Sedangkan pada uji perbandingan variable HDL pretest kelompok intervensi dan control diperoleh nilai ρ= 0,088 dan posttest diperoleh nilai ρ= 0,077 tidak ada perbedaan yang signifikan antara kelompok intervensi dan control. Sedangkan pada variable Trigliserida pretest diperoleh nilai ρ= 0,965 dan post test diperoleh nilai ρ= 0,689 berarti tidak ada perbedaan yang signifikan kelompok intervensi dan control. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah tidak ada perubahan yang signifikan terhadap HDL dan Trigliserida pada kelompok intervensi sebelum dan sesudah konsumsi buah naga.
Pengaruh Antara Pengawasan, Kondisi Fisik dan Prosedur Kerja Dengan terjadinya kecelakaan kerja perawat di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Umum Bahagia Makassar Tahun 2020 angriai, yayu; Jafar, Nurhaedar; Muchlis , Nurmiati
Journal of Aafiyah Health Research (JAHR) Vol. 1 No. 1 (2020): JANUARY- JUNE
Publisher : Postgraduate Program in Public Health, Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (218.602 KB) | DOI: 10.52103/jahr.v1i1.109

Abstract

Latar Belakang: Rumah sakit merupakan salah satu tempat kerja yang berpotensi menimbulkan bahaya bagi pekerjanya. Kasus yang sering terjadi adalah terkilir, tertusuk jarum suntik, tertusuk jarum abocath, terpeleset, tergores tutup ampul, sakit pinggang, tertimpa benda, terkena arus listrik. Rumah Sakit Bahagia Makassar terdapat beberapa kasus kecelakaan kerja pada perawat seperti terkilir, tertusuk jarum suntik, tertusuk jarum abocath, terpeleset, tergores tutup ampul, sakit pinggang. Metode: penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunaka metode deskriptif korelasional melalui pendekatan cross sectional. Analisis data dengan menggunakan uji Regresi Logistik. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah total sampling dengan jumlah sampel 45 perawat pelaksana. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukan sebesar 87% perawat mengalami kecelakaan kerja yang terdiri dari terkilir (47%), tertusuk jarum suntik (67%), tertusuk jarum abacoth (56%), terpeleset (62%), tergores tutup ampul (60%), sakit pinggang (58%). Hasil uji statistic dengan menggunakan uji Regresi Logistik didapati bahwa dari ke tiga variabel yaitu pengawasan diperoleh nilai koefisien regresi sebesar 3.163 dengan sig. 0,004 (sig <0,05), kondisi fisik fisik diperoleh nilai koefisien regresi sebesar 2.251 dengan sig. 0,008 (sig<0,05) dan prosedur kerja diperoleh nilai koefisien regresi sebesar 2.588 dengan sig. 0,002 (sig <0,05) memiliki pengaruh yang signifikan dengan kecelakaan kerja perawat. Kesimpulan: penelitian ini menunjukan Adanya pengaruh yang signifikan antara pengawasan, kondisi Fisik dan Prosedur kerja dengan terjadinya kecelakaan kerja perawat di ruang rawat inap Rumah Sakit Umum Bahagia Makassar.
Factors Related to Community Behaviors in Rural Area in Preventing The Covid-19 Juradi, Nurul Wahyuni; Arman, Arman; Jafar, Nurhaedar
Journal of Aafiyah Health Research (JAHR) Vol. 2 No. 2 (2021): JULY-DECEMBER
Publisher : Postgraduate Program in Public Health, Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (254.198 KB) | DOI: 10.52103/jahr.v2i2.738

Abstract

Background: Coronavirus Disease 2019 or Covid-19 is a new disease that can cause respiratory problems and pneumonia. This disease caused by infection with Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-CoV-2). Based on the visible symptoms, Covid-19 infection can interfere with acute breathing, such as fever, cough, and shortness of breath. The average incubation period is 5-6 days, with the most extended incubation period being 14 days. Aim: To find out the factors related to community behavior in preventing the Covid-19 pandemic. Method: The research method is a quantitative method with cross -sectional study approach. The research location is in Baebunta District, North Luwu, and the research time is in February-August 2021. Data collection by distributing questionnaires with a sample of 395 people. Data analysis using chi-square test through SPSS Version 23. Results: The results of the study show that there is a relationship between gender and Education regarding the behavior of each community with P-value = 0.017 < 0.05 and Pvalue = 0.011 < 0.05 while employment, knowledge, and government policies have no significant value with P-Value respectively 0.374, 0.993 and 0.957 > 0.05. Conclusion: Education and gender have correlation on people's behavior, while, occupation, knowledge, and government policies were not.
Analisis Faktor-faktor yang mempengaruhi Kualitas hidup Pasien Penyakit Jantung Koroner di RSUD Andi Djemma kabupaten Luwu Utara: Analysis of factors that influence the quality of life of coronary heart disease patients at Andi Djemma Regional Hospital, North Luwu district Ahmad, Riska Zulfiah; Jafar, Nurhaedar; Patimah, Sitti
Journal of Aafiyah Health Research (JAHR) Vol. 4 No. 2 (2023): JULY-DECEMBER
Publisher : Postgraduate Program in Public Health, Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52103/jahr.v4i2.1558

Abstract

Latar belakang: Penyakit Jantung Koroner (PJK)  adalah Penyait jantung yang terjadi akibat penyempitan pembuluh darah koroner di jantung yang dapat menyebabkan serangan jantung. Saat ini PJK masih berkontribusi sebagai penyakit jantung terbanyak di seluruh dunia dan menyebabkan tingkat morbiditas dan mortalitas cukup tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas hidup Pasien penderita jantung Koroner. Method: Jenis penelitian ini menggunakan design Cross sectional. Wawancara langsung dilakukan pada 96 pasien penderita jantung koroner yang tercatat direkam medis tahun 2023 Dengan metode convienence Sampling. Analisis data dengan menggunakan analisis univariat, bivariat dan multivariat. Hasil :     Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien PJK yang memiliki kualitas hidup rendah sebanyak 58,3%. Faktor yang berhubungan dengan kualitas hidup pasien PJK yaitu Gaya hidup (p=0,001). Dan faktor risiko yang tidak berhubungan dengan kualitas hidup pasien PJK yaitu Riwayat DM (p=0,210) Kesimpulan: Dan faktor risiko yang tidak berhubungan dengan kualitas hidup pasien PJK yaitu Riwayat DM (p=0,210). Untuk itu pentingnya menjaga gaya hidup yang sehat,  Selain itu, gaya hidup yang baik akan menurunkan risiko terjadinya kardiovaskular serta membantu pasien untuk meningkatkan kualitas hidup
Faktor Risiko Tuberculosis Paru Di Wilayah Kecamatan Masamba Kabupaten Luwu Utara : Risk Factors for Pulmonary Tuberculosis in Masamba District, North Luwu Regency, Indonesia S, Lukman; Jafar, Nurhaedar; Patimah, Sitti
Journal of Aafiyah Health Research (JAHR) Vol. 4 No. 2 (2023): JULY-DECEMBER
Publisher : Postgraduate Program in Public Health, Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52103/jahr.v4i2.1565

Abstract

Latar Belakang: Tuberculosis paru disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Tahun 2012 Indonesia menduduki peringkat kedua di dunia dengan jumlah kasus 969 ribu dan kematian 93 ribu per tahun. Di Luwu Utara kasus terduga TBC 1.167 kasus. Kecamatan Masamba 177 Kasus dengan konfirmasi kasus TB positif sebanyak 62 kasus. Penelitian ini bertujuan Melakukan analisis Spasial dan analisis Faktor Risiko Kejadian Tuberkulosis Paru di Kecamatan Masamba Tahun 2023. Metode: Jenis penelitian observasional analitik, design studi case control. Populasi penelitian pasien yang berobat dan terdiagnosis awal sebagai terduga TB, terdata dalam SITB Puskesmas. Sampel sebanyak 110 responden (55 kasus). Teknik pengambilan sampel non probability sampling dengan metode Purposive sampling. Uji statistik digunakan Uji Chi square dan regresi logistic. Hasil: Faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian TB Paru adalah Pekerjaan (p-value 0.023), Pendidikan (p-value 0.036), Perilaku merokok ( p-value 0.021), penyakit diabetes (p-value 0.005), Kepadatan Hunian (p-value 0.032), Suhu Rumah (p-value 0.029), yang tidak berhubungan adalah Variabel Umur (p-value 0.614), Jenis Kelamin (p-value 0,701), Luas Ventilasi (p-value 0,071), Jenis Dinding (p-value 0,233), Jenis Lantai (p-value 0,787). Uji regresi logistik menunjukkan variabel suhu rumah menjadi faktor risiko yang paling dominan terhadap kejadian Tuberculosis di Kecamatan Masamba Tahun 2023. Peta Spasial menunjukkan sebaran kasus di 14 desa/kelurahan yang dibagi ke dalam 3 wilayah berdasarkan jumlah kasus yang kemudian dihubungkan dengan variabel yang berpengaruh signifikan dengan kejadian TB paru positif. Kesimpulan: Pada penelitian ini terdapat 4 faktor Host yang berhubungan dengan kejadian TB paru yaitu Pendidikan.pekerjaan, perilaku merokok, penyakit Diabetes dan 2 faktor lingkungan yang berpengaruh terhadap kejadian TB paru yaitu Tingkat kepadatan hunian dan suhu rumah (p-value <0,05). Analisis spasial menunjukkkan bahwa daerah dengan Tingkat kepadatan penduduk tinggi memiliki jumlah temuan kasus TB paru juga tinggi. Saran bagi masyarakat perlu meningkatkan perilaku hidup sehat dan bersih, dirumah maupun lingkungan kerja, agar faktor resiko kejadian TB Paru dapat ditekan seminimal mungkin. ABSTRACT Background: Pulmonary tuberculosis is caused by the bacteria Mycobacterium tuberculosis. In 2012, Indonesia was ranked second in the world with 969 thousand cases and 93 thousand deaths per year. In North Luwu there are 1,167 suspected TB cases. Masamba District 177 cases with confirmed positive TB cases totaling 62 cases. This research aims to carry out spatial analysis and analysis of risk factors for the incidence of pulmonary tuberculosis in Masamba District in 2023. Method: Type of analytical observational research, case control study design. The research population of patients who received treatment and were initially diagnosed as suspected TB, were recorded in the SITB Puskesmas. The sample was 110 respondents (55 cases). Non-probability sampling technique using purposive sampling method. Statistical tests used Chi square test and logistic regression. Results: Risk factors associated with the incidence of pulmonary TB are employment (p-value 0.023), education (p-value 0.036), smoking behavior (p-value 0.021), diabetes (p-value 0.005), residential density (p-value 0.032 ), House Temperature (p-value 0.029), which are not related are the variables Age (p-value 0.614), Gender (p-value 0.701), Ventilation Area (p-value 0.071), Wall Type (p-value 0.233) , Floor Type (p-value 0.787). The logistic regression test shows that the variable house temperature is the most dominant risk factor for the incidence of Tuberculosis in Masamba District in 2023. The spatial map shows the distribution of cases in 14 villages/kelurahan which are divided into 3 regions based on the number of cases which are then linked to variables that have a significant effect on incidence of positive pulmonary TB. Conclusion: In this study, there were 4 host factors that were related to the incidence of pulmonary TB, namely education, employment, smoking behavior, diabetes and 2 environmental factors that influenced the incidence of pulmonary TB, namely the level of residential density and house temperature (p-value <0.05). Spatial analysis shows that areas with high population density have a high number of pulmonary TB cases. Suggestions for the community need to improve healthy and clean living habits, homes and work environments, so that the risk factors for the incidence of pulmonary TB can be reduced to a minimum.
Hubungan Perilaku Masyarakat Dan Peran Petugas Kesehatan Terhadap Pencegahan Rabies Di Desa Ta’binjai Kec. Tombolo Pao Kab. Gowa Tahun 2024 Pratiwi, Atika Rezky; Jafar, Nurhaedar; Arman, Arman
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 4 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i4.15032

Abstract

Rabies adalah salah satu penyakit infeksi akut susunan saraf pusat pada manusia dan hewan yang disebabkan oleh virus rabies, yang termasuk genus Lyssavirus dari family Rhabdoviridae (Ferri, 2020). angka kematian tertinggi di afrika sebesar 56%. diperkirakan terdapat 35.172 kematian akibat rabies yang ditularkan oleh anjing (59,6%). India tercatat sebagai negara dengan jumlah kematian akibat rabies terbesar di Asia (59,9%) dan secara global (35%). Di Asia Tengah, diperkirakan terdapat 1.875 kematian akibat rabies yang ditularkan oleh anjing dan sedangkan di Timur Tengah dilaporkan terjadi 229 kematian akibat penyakit ini. Di Afrika, diperkirakan terdapat 21.476 kematian akibat rabies yang ditularkan oleh anjing (36,4%). Jenis penelitian ini menggunakan penelitian observasional analitik desain cross sectional study dengan besar sampel sebanyak 124 orang, analsis bivariat menggunakan uji chi square dan multivariat menggunakan regresi logistik. Hasil analisi bivariat variabel pengetahuan nilai p (0.000) lebih kecil dari nilai α (0.005), sikap nilai p (0.000) < nilai α (0.005), peran petugas kesehatan hewan nilai p (0.943) > nilai α (0.005), peran petugas kesehatan nilai p (0.286) > nilai α (0.005). hasil analisis multivariat pengetahuan niali p (0.006) sikap (0.001). Secara parsial variabel pengetahuan dan sikap memiliki hubungan dengan tindakan pencegahan rabies sedangkan variabel petugas kesehatan dan hewan dan peran petugas kesehatan tidak memilik hubungan dengan tindakan pencegahan rabies. Secara multivairiat pengetahuan (p : 0.006) diantara semua variabel dengan nilai Exp B 6.743. Kata Kunci: Pengetahuan, Sikap, Peran Petugas Kesehatan Hewan, Petugas Kesehatan, Rabies.