Claim Missing Document
Check
Articles

Correlation Between Foot Posture and Genu Valgum Incidence in Children Aged 9 – 12 Years in Elementary Schools Throughout Denpasar Putu Ayu Wulan Purnama Dewi; Anak Ayu Nyoman Trisna Narta Dewi; Ni Komang Ayu Juni Antari; Agung Wiwiek Indrayani
Bali Anatomy Journal Vol 3 No 2 (2020): Bali Anatomy Journal (BAJ)
Publisher : Department of Anatomy, Medical Faculty, Universitas Udayana, Bali-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36675/baj.v3i2.44

Abstract

Background: Pronated foot posture to over pronated foot posture are an indication of the incidence of genu valgum which is a deformity of the lower limbs where the soles of the feet are pronated and far from each other while the knees are in a close position until they are attached. Children at the age of three to eight years will experience genu valgum physiologically. Aim: The purpose of this study was to find out the general description and to prove the correlation between foot posture and the incidence of genu valgum in elementary schools children throughout Denpasar. Methods: This study was an analytic observation method with cross-sectional study design with total sample was 77 participants and used simple random sampling method. This study was conducted from January to February 2020 at 18th Pemecutan Elementary School, 26th Dangin Puri Elementary School, 9th Sesetan Elementary School, and 10th Dauh Puri Elementary School. Results: The results showed out of 77 samples analyzed, concluded 45 (58.4%) male and 32 (41.6%) female participants. There were 37 (48.1%) participants indicated genu valgum and 40 (51.9%) participants with normal foot. Total were 36 participants indicated with pronated foot posture and 41 participants with normal foot posture. Based on the Mann-Whitney U test results obtained p value of the left and right foot posture of <0.001 which means there is a correlation between the left and right foot with incidence of genu valgum. Conclusion: This study concluded that there is a correlation between foot posture and the incidence of genu valgum in elementary schools children throughout Denpasar.
POSISI DUDUK DAN BERAT BEBAN TAS TERHADAP KEJADIAN SKOLIOSIS PADA ANAK SEKOLAH MENENGAH PERTAMA Desak Made Dwi Kesumayanti; Indira Vidiari Juhanna; Anak Ayu Nyoman Trisna Narta Dewi; I Wayan Gede Sutadarma
Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia Vol 11 No 1 (2023): Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia
Publisher : Bachelor and Profession of Physiotherapy Study Program, Faculty of Medicine, Udayana University in collaboration with Indonesian Physiotherapy Association (IPA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MIFI.2023.v11.i01.p03

Abstract

Pendahuluan: Skoliosis disebabkan oleh beberapa faktor yaitu gender atau jenis kelamin, usia, antopometri tubuh anak, lifestyle atau kebiasaan posisi duduk, kesesuaian peralatan sekolah dengan posisi ergonomis tubuh. Posisi duduk yang salah dan berat beban tas yang berlebih dapat mengakibatkan adanya peningkatan deviasi pada tulang belakang. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan posisi duduk dan berat beban tas dengan kejadian skoliosis pada anak Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Banjarangkan, Klungkung. Metode: Studi observasional analitik dengan pendekatan potong lintang ini berlangsung pada April 2021. Jumlah sampel studi 182 (84 laki-laki, 98 perempuan) yang diambil dengan teknik purposive sampling. Variabel independen adalah posisi duduk dengan alat ukur Questionnaire on Body Awareness of Postural Habits in Young People (Q-BAPHYP) dan berat beban tas dengan alat ukur timbangan gantung digital. Variabel dependen adalah skoliosis yang diukur dengan test Adam’s Forward bending test dan plumb line test. Hasil: Hasil uji antara posisi duduk atau kebiasaan postur duduk yang diuji dengan kuisioner Q-BAPHYP dengan kejadian skoliosis menunjukkan nilai p=0,000 atau p<0,05 yang artinya adanya hubungan yang signifikan antara kedua variabel. Ada hubungan yang signifikan yang dihasilkan pada penelitian ini dengan nilai p=0,000 dimana ada hubungan yang signifikan antara berat beban tas dengan kejadian skoliosis. Ada hubungan yang signfikan antara berat tas dengan kejadian scoliosis (p<0,05) pada sampel perempuan dan berbanding terbalik (p>0,05) pada sampel laki-laki. Simpulan: Terdapat hubungan antara posisi duduk dan kejadian skoliosis pada siswa laki-laki dan perempuan, serta ada hubungan antara berat tas dengan skoliosis pada laki-laki sedangkan pada siswa perempuan terdapat hubungan yang signifikan.
Efektivitas Mobilisasi Sendi dan Pelatihan Stabilisasi Lumbopelvis pada Non-Specific Low Back Pain Made Hendra Satria Nugraha; Ni Komang Ayu Juni Antari; Anak Ayu Nyoman Trisna Narta Dewi
Jurnal Kesehatan Vokasional Vol 7, No 4 (2022): November
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkesvo.70447

Abstract

Latar Belakang: Non-specific low back pain merupakan tipe nyeri muskuloskeletal yang sering dilaporkan. Permasalahan yang biasanya menyertai non-specific low back pain di antaranya adalah keterbatasan gerak sendi lumbopelvis, nyeri, serta disabilitas punggung bawah. Terdapat beberapa penanganan yang dapat diberikan untuk memperbaiki gerak dan fungsi pada non-specific low back pain,yaitu melalui pemberian modalitas elektroterapi, terapi latihan, serta manual terapi.Tujuan: Membandingkan efektivitas penambahan mobilisasi sendi dan pelatihan stabilisasi lumbopelvis (Mostab) pada penanganan standar fisioterapi berupa intervensi ultrasound therapy (UST) dan pelatihan peregangan dalam menurunkan disabilitas punggung bawah.Metode: Penelitian ini adalah penelitian eksperimental dan peserta penelitian dibagi secara acak ke dalam 2 kelompok. Kelompok kontrol (n=12) diberikan UST + pelatihan peregangan, sedangkan kelompok perlakuan (n=12) diberikan UST + pelatihan peregangan + Mostab. Alat ukur evaluasi terapi yang digunakan adalah modified oswestry disability index versi Indonesia (MODI).Hasil: Hasil uji komparasi antar kelompok didapatkan nilai yang signifikan (p=0,000) antarkedua kelompok. Penambahan Mostab pada intervensi ultrasound therapy dan pelatihan peregangan lebih signifikan daripada kombinasi ultrasound therapy dan pelatihan peregangan saja dalam menurunkan disabilitas pungggung bawah pada non-specific low back pain.Kesimpulan: Mostab efektif dalam menurunkan disabilitas pungggung bawah pada non-specific low back pain.
AKTIVITAS FISIK BERHUBUNGAN DENGAN KESEIMBANGAN STATIS DAN DINAMIS LANSIA-SEBUAH STUDI POTONG LINTANG Ni Komang Artini Yanti; Anak Ayu Nyoman Trisna Narta Dewi; I Nyoman Adi Putra; I Gusti Ayu Artini
Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia Vol 11 No 1 (2023): Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia
Publisher : Bachelor and Profession of Physiotherapy Study Program, Faculty of Medicine, Udayana University in collaboration with Indonesian Physiotherapy Association (IPA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MIFI.2023.v11.i01.p04

Abstract

Pendahuluan: Keseimbangan memiliki peranan penting dalam melakukan kegiatan sehari-hari. Menurunnya kontrol neuromukuler, perubahan sendi, serta sistem lainnya menyebabkan kemampuan lansia untuk memjaga keseimbangan tubuh menurun, sehingga risiko jatuh pada lansia meningkat. Aktivitas fisik diperlukan untuk kualitas hidup lansia yang baik, jika selama bertahun-tahun lansia mengalami penurunan tingkat aktivitas fisik, akan dapat berdampak negatif pada kesehatan lansia termasuk gangguan keseimbangan statis dan dinamis. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan antara aktivitas fisik terhadap keseimbangan statis dan dinamis lansia di Banjar Taman Griya Desa Adat Jimbaran. Metode: Penelitian ini menggunakan jenis penelitian observasional analitik dengan desain cross-sectional yang menggunakan teknik simple random sampling, dengan jumlah sampel yaitu 41 lansia yang sesuai dengan kriteria inklusi, eksklusi dan drop out yang telah ditentukan. Data dikumpulkan dengan mengukur aktivitas fisik menggunakan GPAQ, keseimbangan statis menggunakan Functional Reach Test dan keseimbangan dinamis dengan Time Up and Go Test. Hasil: Hasil uji analisis non parametrik spearman rho dari aktivitas fisik dengan keseimbangan statis yaitu nilai p=0,000 (p<0,05) dan r=0,665, sedangkan hasil uji analisis non parametrik spearman rho dari aktivitas fisik dengan keseimbangan dinamis didapatkan nilai p=0,000 (p<0,05) dan r=0,716. Simpulan: Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara aktivitas fisik terhadap keseimbangan statis dan dinamis lansia di Banjar Taman Griya Desa Adat Jimbaran.
The Effect of Puzzle-playing on Fine Motor Development in Preschool Children Ni Kadek Dian Arisanti; Anak Ayu Nyoman Trisna Narta Dewi; Agung Wiwiek Indrayani
Physical Therapy Journal of Indonesia Vol. 3 No. 2 (2022): July - December 2022
Publisher : Universitas Udayana dan Diaspora Taipei Medical University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51559/ptji.v3i2.55

Abstract

Background: Development is developing human maturity and psychological processes that cannot be measured, such as increasing skills. The development speed in children is influenced by various factors such as the environment, health, nutrition, stimulation, and the role of parents. Fine motor development can be improved by applying the learning process and playing with interesting media, so children do not get bored easily. The media should be educative, like a puzzle game. Physiotherapy plays a role in preventing and reducing further complications that do not occur in children who experience fine motor delays. This research aims to determine the effect of giving puzzle games on fine motor development in preschool children. Methods: The method applied is a literature study by looking for theoretical references related to the research carried out. This literature review uses secondary data and information from journals collected from the Google Scholar, PubMed, and ScienceDirect databases over the last ten years as data sources. Results: Four studies discuss the impact of puzzle games on the fine motor development of preschool children. According to all journals, puzzle games impact the fine motor development of preschool-aged children. On average, about 25 children participate in each study. Conclusion: The findings obtained based on the literature that has been reviewed and the discussion state that giving puzzle games affects fine motor development in preschool children. The findings of this research can be used as a basis for puzzle therapy in children and are expected to be used to improve children's fine motor development through other games. There isn’t any clinical implication from this literature review.
PENGGUNAAN GADGET TERHADAP PERKEMBANGAN ANAK USIA 4-6 TAHUN DI TK DHARMA WANITA SULAWESI SELATAN Selvi Sihabuddin; Anak Agung Gede Eka Septian Utama; Made Hendra Satria Nugraha; Anak Ayu Nyoman Trisna Narta Dewi
Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia Vol 11 No 3 (2023): Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia
Publisher : Bachelor and Profession of Physiotherapy Study Program, Faculty of Medicine, Udayana University in collaboration with Indonesian Physiotherapy Association (IPA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MIFI.2023.v11.i03.p02

Abstract

Pendahuluan: Gadget adalah alat elektronik yang memiliki banyak kegunaan dikalangan masyarakat. Saat ini gadget dapat dijumpai dimanapun baik itu pada orang dewasa, remaja, dan anak di bawah umur. Anak usia 4-6 tahun adalah anak yang berada dalam fase pertumbuhan dan perkembangan. Dilihat dari perkembangan zaman, saat ini banyak anak menggunakan gadget sebagai alat bermain sehari-hari. Hal ini dapat mangganggu psikologis anak sehingga menjadi kecanduan dan akan memberikan dampak negatif terhadap perkembangannya. Perkembangan terdiri dari 4 item diantaranya, motorik kasar, motorik halus, bahasa, dan personal sosial yang diukur dengan menggunakan Denver Development Screening Test DDST. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan pendekatan cross-sectional yang dilakukan pada bulan Desember 2021. Pengambilan subjek dilakukan dengan teknik consecutive sampling dan jumlah subjek penelitian yaitu 40 anak usia 4-6 di TK Dharma Wanita. Kuesioner yang digunakan untuk mengukur tingkat bermain gadget yaitu kuesioner bermain gadget, dan untuk mengukur tingkat perkembangan yaitu dengan menggunakan Denver Development Screening Test DDST. Teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis bivariat yang menggunakan uji spearman rho . Hasil: Hasil analisis data membuktikan terdapat hubungan penggunaan gadget pada perkembangan anak usia 4-6 di TK Dharma Wanita Sulawesi Selatan dengan nilai p= 0,000. Simpulan: Ada hubungan antara penggunaan gadget pada tingkat perkembangan anak usia 4-6 di TK Dharma Wanita Sulawesi Selatan pada tahun 2021. Apabila anak terlalu sering menggunakan gadget dapat berpengaruh pada tumbuh kembangnya, sehingga perlu dibatasi penggunaannya. Kata Kunci: anak usia 4-6 tahun, DDST, gadget, perkembangan anak
PERMAINAN SHUTTLE RUN MENINGKATKAN KELINCAHAN PADA ANAK USIA 5-6 TAHUN DI RA ALAM JAMUR DENPASAR BARAT Dewi Hana Putri; Ni Luh Putu Gita Karunia Saraswati; Luh Made Indah Sri Handari Adiputra; Anak Ayu Nyoman Trisna Narta Dewi
Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia Vol 11 No 3 (2023): Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia
Publisher : Bachelor and Profession of Physiotherapy Study Program, Faculty of Medicine, Udayana University in collaboration with Indonesian Physiotherapy Association (IPA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MIFI.2023.v11.i03.p10

Abstract

Pendahuluan: Perkembangan motorik kasar anak usia dini pada aspek kelincahan perlu ditingkatkan agar tidak mengalami keterlambatan tumbuh kembang. Untuk melatih kelincahan pada anak usia 5-6 tahun dengan mengajak anak bergerak aktif agar kelincahan berkembang secara maksimal. Stimulasi untuk melatih kelincahan adalah latihan kelincahan dengan shuttle run yang telah dimodifikasi dalam sebuah permainan disesuaikan dengan karakteristik anak usia dini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh permainan shuttle run terhadap peningkatan kelincahan pada anak usia 5-6 tahun di RA Alam Jamur Denpasar Barat. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian pra-experiment one group pre-test and posttest yang dilakukan pada bulan Januari-Maret 2022. Pengambilan sampel menggunakan teknik simple random sampling. Subjek penelitian sebanyak 22 orang yang merupakan siswa-siswi usia 5-6 tahun RA Alam Jamur Denpasar Barat. Tingkat kelincahan diukur dengan shuttle run agility test. Analisis yang digunakan adalah analisis bivariat dengan uji paired t test. Hasil: Penelitian ini menunjukkan hasil nilai p = 0,000, yang berarti hipotesis kerja (Ha) diterima. Nilai korelasi (r) = 0,576 yang menunjukkan terdapat korelasi yang kuat antar variable penelitian. Simpulan: Terdapat pengaruh yang signifikan dalam meningkatkan kelincahan anak usia 5-6 tahun di RA Alam Jamur Denpasar Barat dengan permainan shuttle run. Kata Kunci: kelincahan, shuttle run, otot ekstremitas bawah
FLEKSIBILITAS HAMSTRING DAN DAYA LEDAK OTOT TUNGKAI BERHUBUNGAN TERHADAP KEMAMPUAN TENDANGAN C PADA PESILAT UKM PSHT UNIVERSITAS UDAYANA Andi Hamid Junior; Anak Ayu Nyoman Trisna Narta Dewi; I Nyoman Adi Putra; Made Widnyana
Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia Vol 11 No 1 (2023): Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia
Publisher : Bachelor and Profession of Physiotherapy Study Program, Faculty of Medicine, Udayana University in collaboration with Indonesian Physiotherapy Association (IPA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MIFI.2023.v11.i01.p07

Abstract

Pendahuluan: Pencak Silat adalah seni belaadiri dari Indonesia yang sedang berkembang pesat hingga kancah internasional, sehingga perlu dilestarikan, dan dikembangkan oleh masyarakat Indonesia. Teknik dasar serangan pencak silattsalah satunyaaadalah Tendangan C. Tendangan C merupakan tendangan yang memiliki poin sebanyak 2 poin. Terciptanya Tendangan C yang cepat dan tepat agar memperoleh tendangan dengan poin maksimal, memerlukan peran dari fleksibilitas hamstring dan dayaaledak ototttungkai. Metode: Penelitian ini adalah penelitian observasional analitik yang menggunakan desain cross sectionalldimana setiap subjekkhanyaadiobservasii satuukali dan pengukurannvariabelnya pun dilakukan padaasaat pemeriksaan. Pengambilan subjek dilakukan dengannpurposive sampling dengannjumlah subjekksebanyak 60 pesilat berusia 18-21 tahun. Penelitian ini memiliki tiga buah variabel, dua variabel bebas yaitu fleksibilitas hamstring dengan pengukuran sit and reach test, kemudian daya ledak otot tungkaii menggunakan pengukuran vertical jump test dan variabel terikattyaitu kemampuan Tendangan C menggunakan pengukuran tes kemampuan Tendangan C. Hasil: Berdasarkan ujiianalisissnon parametrikkspearman rho didapatkannhubungannyangssedang danssignifikan antaraffleksibilitas hamstring terhadap kemampuanTTendangan C dengannnilaiPp=0,015 (p<0,05), serta didapatkan pula hubungan yang sedang dannsignifikannantara daya ledakkotot tungkai terhadappkemampuan TendangannC dengan nilaiip=0,001 (p<0,05). Uji analisissregresi linier bergandaadilakukan guna mengetahui hubungan fleksibilitas hamstring dan daya ledak ototttungkai terhadap kemampuan Tendangan C didapatkannnilaii p=0,0000(p<0,05)ddan nilai korelasiR(R) sebesar00,48 yang artinya terdapatthubungan yang sedang antara variabel bebassdannterikat. Simpulan: Berdasarkannhasil penelitian dapat disimpulkannbahwa terdapat hubungan antara fleksibilitas hamstring dan daya ledakkotot tungkai terhadap kemampuan Tendangan C pada pesilat UKM PSHT Universitas Udayana. Kata Kunci: pencak silat, tendangan c, fleksibilitas hamstring, daya ledak otot tungkai
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KECEPATAN, KEKUATAN, DAN DAYA LEDAK TERHADAP TENDANGAN PADA ATLET TAEKWONDO Ni Koman Gorin Sabatini; Made Hendra Satria Nugraha; Anak Ayu Nyoman Trisna Narta Dewi
Jurnal Pendidikan Olah Raga Vol. 8 No. 2 (2019): Jurnal Pendidikan Olah Raga (December)
Publisher : IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/jpo.v8i2.1120

Abstract

Taekwondo merupakan olahraga bela diri asal negeri ginseng atau Korea dan telah popular di dunia sejak tahun 2000 sebagai olimpiade olahraga. Pertandingan taekwondo mengizinkan dua teknik yaitu fist teknik (teknik pukulan) dan foot teknik (teknik menendang). Kekuatan, daya ledak dan kecepatan diperlukan untuk menghasilkan ketepatan tendangan taekwondo. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi kekuatan atau daya ledak otot serta kecepatan tendangan pada atlet taekwondo. Desain penelitian ini menggunakan jenis studi literatur review dengan pengambilan data sekunder. Berdasarkan hasil tinjauan pustaka, didapatkan bahwa faktor yang mempengaruhi kecepatan, meliputi: jenis target, jenis kelamin, latihan dengan target fisik akurasi kontrol, berat badan, jarak eksekusi, tinggi eksekusi, dan pengalaman atlet. Faktor yang mempengaruhi kekuatan, meliputi: akurasi kontrol, kontrol motoric, arthrokinematika, aktivasi otot, berat badan, jarak eksekusi, Nomor Poomsae dan Kyorugi. Faktor yang mempengaruhi daya ledak, meliputi: metode latihan dan latihan dengan target fisik.
Activity Daily Living Berhubungan dengan Kualitas Tidur Lansia I Gusti Ayu Shanti Dewi; Anak Ayu Nyoman Trisna Narta Dewi; I Dewa Gede Alit Kamayoga; I Dewa Ayu Inten Dwi Primayanti
Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia Vol 12 No 2 (2024): Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia
Publisher : Bachelor and Profession of Physiotherapy Study Program, Faculty of Medicine, Udayana University in collaboration with Indonesian Physiotherapy Association (IPA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/mifi.2024.v12.i02.p03

Abstract

Pendahuluan: Proses penuaan pada lansia mengakibatkan timbulnya masalah kesehatan. Penurunan kemampuan fisik mengakibatkan lanjut usia tidak mandiri saat melaksanakan Activity Daily Living (ADL) sehingga menimbulkan ketergantungan pada orang lain. Lanjut usia yang memiliki permasalahan pada ADL akan sulit tidur, kerap terbangun, dan sulit tertidur kembali. ADL sering dikaitkan dengan kualitas tidur pada orang lanjut usia. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan ADL dengan kualitas tidur pada lansia di Desa Guwang Gianyar. Metode: Metode penelitian yang digunakan ialah analitik observasional menggunakan pendekatan cross sectional. Penelitian ini diselenggarakan pada bulan April-Mei 2022. Subjek diambil dengan teknik purposive sampling. Jumlah subjek pada penelitian ini sejumlah 59 orang lansia yang berusia 60-80 tahun. Kuesioner yang digunakan untuk mengukur ADL yaitu Barthel Indeks dan kualitas tidur dengan Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI). Hasil: Berdasarkan hasil uji Chi Square ditemukan perolehan nilai p sejumlah 0,001 dengan p<0,05, berarti terdapat hubungan yang signifikan antara ADL dengan Kualitas Tidur. Didapatkan hasil yang menunjukkan sebagian besar subjek mandiri dalam melakukan ADL yaitu sejumlah 42 orang (71,2%) dan sejumlah 33 orang (55,9%) subjek mempunyai kualitas tidur yang baik. Simpulan: Ada hubungan yang signifikan antara ADL dengan kualitas tidur pada lansia di Desa Guwang Gianyar. Kata Kunci: activity daily living, kualitas tidur, lansia
Co-Authors Adhitya, I Putu Gde Surya Agung Wiwiek Indrayani Alifia Dwi Lestari Alit Triwahyuni Anak Agung Gede Angga Puspa Negara Anak Agung Gede Eka Septian Utama Andi Hamid Junior Ari Wibawa Aria Wibawa Baiq Leny Suhartati Crisanty, Putu Aristya Desak Made Dwi Kesumayanti Dewa Ayu Diah Agung Maheswari Dewa Ayu Kadek Ari Purnama Dewi Dewi Hana Putri Dian Arisanti, Ni Kadek Diana Putri Maharani Gede Denny Wiradarma Govinda Vittala I Dewa Ayu Inten Dwi Primayanti I Dewa Gede Alit Kamayoga I Dewa Gede Alit Kamayoga I Gusti Ayu Artini I Gusti Ayu Dea Rarassanti I Gusti Ayu Dea Rarassanti I Gusti Ayu Dwita Wahyu Laksmi I Gusti Ayu Putu Armayanthi I Gusti Ayu Rea Vera Wijaya I Gusti Ayu Shanti Dewi I MADE MULIARTA . I Made Niko Winaya I Nyoman Adi Putra I Nyoman Adi Putra I Putu Adiartha Griadhi I Putu Meika Semara Putra I Wayan Gede Sutadarma I Wayan Gede Sutadarma I Wayan Sugiritama Ida Ayu Dewi Wiryanthini Ida Ayu Eka Pradnya Paramita Dewi Paramita Dewi Ida Ayu Harnum Febry Wiguna Ika Pradipta Dewi Indah Pramita Indira Vidiari Juhanna Jovanka Rayhan Susilo Kadek S Prima Dewi S Kamayoga, I Dewa Gede Alit Komang Githa Pradnyamitha Dewi Komang Sri Mirawati Laili Nuriya Istiani Luh Made Indah Sri Handari Adiputra Luh Made Indah Sri Handari Adiputra Luh Putu Ratna Sundari M Widnyana Made Dwipa Maha Indra Made Eva Nata Putri Made Hendra Satria Nugraha Made Sri Ambarawati Made Widnyana Made Widnyana Nacha Najabilubaba Ni Kadek Citra Patmala Ni Kadek Dian Arisanti Ni Koman Gorin Sabatini Ni Koman Gorin Sabatini Ni Komang Artini Yanti Ni Komang Ayu Juni Antar Ni Komang Ayu Juni Antari Ni Luh Nopi Andayani Ni Luh Putu Gita Karunia Saraswati Ni Made Ida Kristina Dewi Ni Made Maya Risna Ayu Ni Made Nuari Diahputri Ni Nyoman Ayu Dewi Ni Putu Diah Asyana Putri Ni Putu Nirarya Putri Ni Wayan Bintang Mida Suputri Ni Wayan Tianing Nila Wahyuni Nila Wahyuni Pradnyadewi, Putu Premanatara Putra, Dewa Gede Gangga Kusuma Putra, I Putu Yudi Pramana Putri Miucin Putu Ayu Meka Raini Putu Ayu Sita Saraswati Putu Ayu Wulan Purnama Dewi Putu Hemma Pardana Putri Putu Mulya Kharismawan Putu Rama Adhityadharma Ruma, I Made Winarsa Sabatini, Ni Koman Gorin Saraswati, Ni Luh Putu Gita Karunia Sayu Aryantari Putri Thanaya Selvi Sihabuddin Surya Adhitya P.Gd Susy Purnawati Tirza Nanda Kristanti Trisna Damayanti wahyu, I Made Wahyu Pranatha Putra Wati, Putu Erna Sintya Widyaswari, Ni Made Arindra Yudi Pramana