Claim Missing Document
Check
Articles

HUBUNGAN FLEKSIBILITAS LUMBAL DENGAN KESEIMBANGAN DINAMIS PADA LANSIA YANG MENGIKUTI SENAM LANSIA DI DESA SUMERTA KELOD DENPASAR TIMUR Made Eva Nata Putri; Anak Ayu Nyoman Trisna Narta Dewi; Ni Wayan Tianing; I Made Niko Winaya
Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia Vol 8 No 3 (2020): Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia
Publisher : Bachelor of Physiotherapy and Physiotherapy Profession Study Program, Faculty of Medicine, Udayana University in collaboration with Indonesian Physiotherapy Association (IPA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MIFI.2020.v08.i03.p04

Abstract

Latar belakang : Seiring bertambahnya usia, terdapat berbagai perubahan fisiologis yang mempengaruhi tubuh, organ, sistem, dan penurunan fungsional sehingga dapat mengubah fungsi dan kemampuan tubuh yang akhirnya mengganggu aktivitas, kemandirian dan kualitas hidup. Penurunan aktivitas fisik lansia akan menyebabkan berkurangnya range of motion (ROM) dan kekuatan otot sehingga terjadi penurunan efektivitas dan fleksibilitas gerakan yang berdampak terhadap keseimbangan pada lansia. Senam lansia menjadi salah satu aktifitas olahraga yang diterapkan guna membantu menghambat penuaan yang kemudian berdampak pada kemampuan mobilitas lansia dalam menjaga keseimbangannya. Apabila fleksibilitas lumbal menurun, maka akan terjadi perubahan postural alignment pada pusat gravitasi tubuh yaitu adanya kompensasi pada pergeseran berat tubuh ke arah vertikal kedepan tumit sehingga tidak berada pada landasan penunjang. Keseimbangan dinamis merupakan kemampuan dalam menjaga postur tubuh tetap stabil ketika center of gravity (COG) mengalami perubahan yang memerlukan interaksi yang kompleks antara faktor pusat dan perifer seperti penglihatan, somatosensasi, output motorik, sensasi vestibular, dan otot-otot. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan antara fleksibilitas lumbal dengan keseimbangan dinamis pada lansia yang mengikuti senam lansia. Metode : Penelitian ini adalah penelitian observasional analitik menggunakan desain cross sectional. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling. Sampel sebanyak 36 sampel lansia usia antara 60-74 tahun dan telah dipilih berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil : Berdasarkan hasil uji statistik menggunakan Chi Square, nilai Asymptotic Significance (2-sided) atau p diperoleh sebesar 0,000. Simpulan : Terdapat hubungan antara fleksibilitas lumbal dengan keseimbangan dinamis pada lansia usia 60- 74 tahun yang mengikuti senam lansia di Desa Sumerta Kelod Denpasar Timur. Kata kunci : fleksibilitas lumbal, keseimbangan, dinamis, senam lansia
PERBANDINGAN EFEKTIVITAS SPORT MASSAGE DENGAN WORKPLACE STRETCHING-EXERCISE DALAM MENURUNKAN KELELAHAN DAN KELUHAN MUSKULOSKELETAL PADA PENJAHIT DI GARMEN PT. ULUWATU Ni Made Ida Kristina Dewi; Anak Ayu Nyoman Trisna Narta Dewi; I Made Muliarta
Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia Vol 6 No 3 (2018): Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia
Publisher : Bachelor of Physiotherapy and Physiotherapy Profession Study Program, Faculty of Medicine, Udayana University in collaboration with Indonesian Physiotherapy Association (IPA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (460.434 KB) | DOI: 10.24843/MIFI.2018.v06.i03.p06

Abstract

ABSTRACTFatigue was the reduce in efficiency and endurance of body condition while working with data collection toolssuch as 30 fatigue item questionnaire. Musculoskeletal Disorder was the disorder of musculoskeletal pain in upper or lower extremity with data collection tools such as Nordic Body Map questionnaire. This study was an experimental study with the design was Pretest and Posttest Two Group Design, and the amount of sample were 24 people separated into 2 Group with the sport massage and workplace stretching-exercise (WSE) technique in PT. Uluwatu Gament. Data analysis was performed by Paired sample T-test and independent t-test. The result indicated that sport massage could reduce the fatigue and musculoskeletal disorder with the result p=0,000 and WSE could reduce fatigue and musculoskeletal disorder with the result p= 0,001 and p= 0,023; the sport massage better at reduced the fatigue (p<0,05) instead of WSE, and they were both better at reduce musculoskeletal disorder (p>0,05). Keyword : tailor, fatigue, musculoskeletal disorder, sport massage, workplace stretching-exercise(WSE)
HUBUNGAN HUBUNGAN LAMA DURASI PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL DENGAN KUALITAS TIDUR PADA USIA 19-22 TAHUN Baiq Leny Suhartati; Anak Ayu Nyoman Trisna Narta Dewi; Ari Wibawa; I Made Niko Winaya
Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia Vol 9 No 1 (2021): Majalah Ilimiah Fisioterapi Indonesia
Publisher : Bachelor of Physiotherapy and Physiotherapy Profession Study Program, Faculty of Medicine, Udayana University in collaboration with Indonesian Physiotherapy Association (IPA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MIFI.2021.v09.i01.p06

Abstract

Media sosial meningkatkan konektivitas antar individu sehingga memberikan peluang untuk memperoleh dan berbagi informasi. Pengguna internet tahun 2017 didominasi oleh usia 19-34 tahun dan merupakan masa mengembangkan diri dengan memperluas relasi sosial. Penggunaan media sosial yang intens dapat menyebabkan penggunanya merasakan kesenangan hingga tercandu dan membuat durasi penggunaan media sosial semakin lama sehingga menyebabkan terganggunya pengaturan hormon melatonin saat malam hari dan menyebabkan jam tidur lebih lama sehingga mempengaruhi kualitas tidur individu. Penelitian ini merupakan penelitian cross sectional analitik yang dilakukan pada bulan April hingga Mei 2019. Sampel penelitian diambil dengan teknik purposive dengan jumlah 46 sampel. Sampel mengisi kuesioner identitas dan data subyek serta kuesioner Pittsburg Sleep Quality Index (PSQI) untuk mengetahui durasi penggunaan media sosial perharinya dan kualitas tidur sampel. Analisis yang digunakan adalah analisis bivariat dengan uji spearman. Hasil analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan yang signifikan (p=0,037), tingkat kekuatan hubungan korelasi sedang (r=0.308), dan hubungan bersifat searah (r=0,308) antara durasi penggunaan media sosial dengan kualitas tidur. Penggunaan internet dan kecanduan media sosial dipengaruhi oleh keyakinan metakognitif tentang pemikiran dan pengaturan diri seseorang. Penggunaan media sosial yang intens dan kebiasaan membawa smartphone ketempat tidur membuat durasi penggunaan media sosial semakin lama sehingga menyebabkan terganggunya pengaturan hormon melatonin dan menyebabkan jam tidur lebih lama serta memengaruhi kualitas tidur individu. Simpulan dari penelitian ini adalah adanya hubungan lama durasi penggunaan media sosial dengan kualitas tidur pada usia 19-22 tahun yang mana semakin tinggi durasi penggunaan media sosial maka semakin buruk kualitas tidur pengguna. Kata Kunci: durasi, kualitas tidur, media sosial
HUBUNGAN KOORDINASI MATA TANGAN DENGAN KEBERHASILAN MELAKUKAN FREE THROW PADA PEMAIN BASKET SMA DI DENPASAR Putu Rama Adhityadharma; Made Widnyana; Anak Ayu Nyoman Trisna Narta Dewi; Ida Ayu Dewi Wiryanthini
Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia Vol 9 No 3 (2021): Majalah Ilimiah Fisioterapi Indonesia
Publisher : Bachelor of Physiotherapy and Physiotherapy Profession Study Program, Faculty of Medicine, Udayana University in collaboration with Indonesian Physiotherapy Association (IPA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MIFI.2021.v09.i03.p05

Abstract

Basket dimainkan oleh lima orang pemain dengan menggabungkan beberapa gerakan yang sangat komplek seperti koordinasi, kelincahan, ketepatan, dan kelentukan. Kemampuan koordinasi dalam permainan basket sangat diperlukan khususnya koordinasi mata tangan, karena inti permainan basket adalah memasukkan bola kedalam keranjang sebanyak-banyaknya. Koordinasi mata tangan berpengaruh dalam menentukan target kemudian memasukkan bola kedalam keranjang. Kesempatan penting seperti free throw juga sangat membutuhkan koordinasi mata tangan. Penelitian ini dillaksanakan untuk mengetahui pengaruh koordinasi mata tangan dengan kemampuan free throw. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan metode potong lintang, yang artinya dalam melaksanakan penelitian ini dilakukan observasi hanya satu kali dan juga mengukur variabel penelitian dilakukan saat pemeriksaan. Penelitian dilakukan di SMAN 3 Denpasar pada bulan Maret 2020. Pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah non-probability sampling dengan metode purposive sampling yaitu peneliti memilih berdasarkan responden yang datang pada saat penelitian berlangsung dan memenuhi untuk kriteria inklusi dengan jumlah sampel sebanyak 47 sampel. Hasil uji chi-square menunjukkan adanya hubungan antara koordinasi mata tangan dengan kemampuan free throw dengan nilai p=0,016 (p<0,05) dengan nilai r=0,48 yang menyatakan adanya hubungan dengan kekuatan cukup dan searah. Koordinasi mata tangan memiliki hubungan dengan keampuan free throw dengan nilai p=0,016 dan memiliki kuat hubungan cukup dan searah dengan nilai r=0,48. Hubungan ini akibat korteks visual primer mengintegrasikan arah dan jarak dan efektor akan menyesuaikan dengan kekuatan lemparan sesuai jarak dan apa yang menjadi imput korteks sehinggan bisa dilakukan free throw. Kata kunci: basket, koordinasi mata tangan, free throw
POSISI DUDUK MENGEMUDI DENGAN KEJADIAN FORWARD HEAD POSTURE PADA SOPIR BUS RAPID TRANSIT DI PROVINSI BALI Jovanka Rayhan Susilo; Anak Ayu Nyoman Trisna Narta Dewi; Ni Komang Ayu Juni Antari; Sayu Aryantari Putri Thanaya
Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia Vol 10 No 2 (2022): Majalah Ilimiah Fisioterapi Indonesia
Publisher : Bachelor of Physiotherapy and Physiotherapy Profession Study Program, Faculty of Medicine, Udayana University in collaboration with Indonesian Physiotherapy Association (IPA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MIFI.2022.v10.i02.p06

Abstract

Pendahuluan: Pengoperasian transportasi umum khususnya bus membutuhkan sopir yang berkompeten dalam menjalankan tugasnya demi menjamin keamanan dan keselamatan penumpangnya. Faktor penting yang seharusnya menunjang dalam melakukan aktivitas pekerjaan sebagai seorang sopir adalah untuk tetap menjaga posisi duduk mengemudi secara ergonomis agar tidak terjadi permasalahan pada postur yang mengganggu. Salah satu akibat dari tidak ergonomisnya posisi duduk mengemudi pada sopir adalah Forward Head Posture (FHP). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adakah hubungan posisi duduk mengemudi dengan kejadian forward head posture pada sopir Bus Rapid Transit. Metode: Penelitian ini adalah penelitian observasional analitik dengan desain cross sectional yang dilakukan pada bulan Maret - April 2021. Sampel penelitian adalah sopir bus Trans Sarbagita dan Trans Metro Dewata dengan jumlah 54 sampel yang dipilih melalui teknik consecutive sampling. Peneliti melakukan anamnesis dan pemeriksaan sesuai kriteria inklusi dan eksklusi, lalu mengukur posisi duduk mengemudi menggunakan Rapid Upper Limb Assessment (RULA), dan forward head posture dengan mencari nilai Craniovertebral Angle (CVA). Hasil: Analisis yang digunakan adalah analisis bivariat dengan uji chi square. Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa adanya hubungan yang signifikan (p=0,001), antara posisi duduk mengemudi dengan FHP pada sopir Bus Rapid Transit di Provinsi Bali. Simpulan: Terdapat hubungan antara posisi duduk mengemudi dengan kejadian forward head posture pada sopir Bus Rapid Transit di Provinsi Bali. Kata Kunci: posisi duduk mengemudi, FHP, sopir bus
PENAMBAHAN CAWTHORNE COOKSEY EXERCISE PADA SENAM LANSIA MENURUNKAN RISIKO JATUH LANSIA DI KARANG LANSIA MELATI PUTIH JEMBRANA I Gusti Ayu Putu Armayanthi; Anak Ayu Nyoman Trisna Narta Dewi; Putu Ayu Sita Saraswati; I Made Muliarta
Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia Vol 9 No 2 (2021): Majalah Ilimiah Fisioterapi Indonesia
Publisher : Bachelor of Physiotherapy and Physiotherapy Profession Study Program, Faculty of Medicine, Udayana University in collaboration with Indonesian Physiotherapy Association (IPA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MIFI.2021.v09.i02.p08

Abstract

Penuaan pada lansia akan menurunkan kemampuan fungsional lansia. Salah satu penuaan pada lansia adalah keseimbangan yang akan meningkatkan risiko jatuh lansia. Senam lansia merupakan salah satu intervensi yang dapat diberikan untuk menurunkan risiko dan masih ada komponen keseimbangan yang lain yang bisa ditingkatkan dengan latihan lain seperti Cawthorne Cooksey Exercise (CCE). Tujuan penelitian ini adakag untuk mengetahui penambahan Cawthorne Cooksey Exercise (CCE) pada senam lansia untuk menurunkan risiko jatuh pada lansia. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan rancangan penelitian Pre and Post Test Two Group Desgin. Sampel dibagi menjadi 2 kelompok, masing-masing kelompok terdiri dari 12 responden. Teknik pengambilan sample menggunakan simple random sampling. Pengukuran risiko jatuh diukur menggunakan kuesioner Berg Balance Scale (BBS). Pemberian latihan pada kedua kelompok dilakukan selama 9 minggu. Dari analisis data menggunakan uji Paired sample t-test pada kelompok perlakuan dan kelompok kontrol didapatkan nilai p sebesar (p=0,000) dan uji independent sample t-test pada skor BBS sesudah penelitian didapatkan nilai p sebesar (p=0,02). Hasil penurunan risiko jatuh pada kelompok perlakuan yaitu dari 36,83 menjadi 43,17, sedangkan pada kelompok kontrol yaitu dari 35,83 menjadi 40,33. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa penambahan CCE pada senam lansia lebih efektif dalam menurunkan risiko jatuh dibandingkan senam lansia pada lansia di Karang Lansia Melati Putih Jembrana. Kata Kunci: cawthorne cooksey exercise, senam lansia, risiko jatuh, lansia
PERBEDAAN GAIT PARAMETER TERHADAP TIPE ARKUS PEDIS (NORMAL FOOT, FLAT FOOT DAN CAVUS FOOT) PADA ANAK SEKOLAH DASAR USIA 10-12 TAHUN DI DENPASAR BARAT Komang Githa Pradnyamitha Dewi; Anak Ayu Nyoman Trisna Narta Dewi; Ni Komang Ayu Juni Antari; Agung Wiwiek Indrayani
Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia Vol 8 No 2 (2020): Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia
Publisher : Bachelor of Physiotherapy and Physiotherapy Profession Study Program, Faculty of Medicine, Udayana University in collaboration with Indonesian Physiotherapy Association (IPA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (224.271 KB) | DOI: 10.24843/MIFI.2020.v08.i02.p11

Abstract

Pertumbuhan dan perkembangan pada anak-anak penting untuk diperhatikan. Salah satunya ialah perkembangan berjalan. Beberapa orang tua kerap merasa khawatir apabila pola berjalan anak terlihat tidak normal, salah satunya dapat disebabkan oleh adanya kelainan struktur arkus pedis. Tipe arkus pedis terdiri dari normal foot, flat foot, dan cavus foot. Tipe arkus pada pedis dapat mempengaruhi berjalan yang dapat diukur dengan gait parameter. Dasar gait parameter yang paling sering digunakan ialah cadence, stride length, step length, dan speed. Tujuan penelitian ini ialah untuk dapat menganalisis adanya perbedaan gait parameter pada masing-masing tipe arkus pedis pada anak sekolah dasar usia 10-12 tahun di Denpasar Barat. Metode yang digunakan ialah cross sectional analitik yang dilakukan pada bulan Maret 2019. Penelitian ini diikuti 113 orang (58 laki-laki, 55 perempuan) usia 10-12 tahun. Variabel independen yang diamati ialah tipe arkus pedis dengan melakukan footprint, dan pengkategorian tipe arkus menggunakan Clarke’s Angle. Pengukuran variabel dependen yaitu gait parameter dilakukan dengan cara yang berbeda-beda. Cadence diukur dengan meminta subjek berjalan selama satu menit lalu dihitung jumlah langkah dalam satu menit. Pengukuran stride length dan step length dengan melakukan footprint pada kertas panjang sehingga akan terlihat sidik pedis. Speed dihitung menggunakan rumus dari hasil cadence dan stride length. Uji normalitas data menggunakan Kolmogorov Smirnov Test dan uji homogenitas menggunakan Levene’s Test. Setelah itu dilakukan uji beda dengan uji Kruskal Wallis menunjukan beda signifikan antara ketiga kelompok (p=0,001). Pada penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan gait parameter terhadap tipe arkus pedis (normal foot, flat foot, dan cavus foot) pada anak sekolah dasar usia 10-12 tahun di Denpasar Barat. Kata Kunci : gait parameter, normal foot, flat foot, cavus foot, anak-anak
Proprioceptive Neuromuscular Facilitation versus Sensory Motor Training in Non-Specific Low Back Pain Made Hendra Satria Nugraha; Ni Komang Ayu Juni Antari; Anak Ayu Nyoman Trisna Narta Dewi
Jurnal Keterapian Fisik Jurnal Keterapian Fisik Volume 6 Number 1 Year 2021
Publisher : Poltekkes Kemenkes Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37341/jkf.v0i0.260

Abstract

Background: Non-specific low back pain is a type of pain that is located in spine area and does not radiate to the legs. Non-specific low back pain can limit daily activities and cause inability to do work. The aim of this study is to compare the effectiveness of proprioceptive neuromuscular facilitation (PNF) versus sensory motor training (SMT) in the treatment of ultrasound therapy (UST) and kinesio tape (KT) insertion in non-specific low back pain. Methods: This research is an experimental with a randomized pre-test and post-test control group design, in which the study participants were divided into two groups randomly. The control group (n = 10) is given UST+PNF+KT combination, while the treatment group (n = 10) is given UST+SMT+KT combination. Therapeutic evaluation measures include: pain scale with a numeric rating scale, range of motion with a goniometer, and lower back disability with the Indonesian Version of Oswestry Disability Index. The intervention is given 3 times per 1 week for 3 weeks. Results: The results showed improvement in pain, range of motion, and lower back disability in each group (p<0.05). However, there were no significant differences when compared between groups. Conclusion: Based on these results, it can be concluded that the UST+PNF+KT combination has the same good results as the UST+SMT+KT combination in improving pain, range of motion, and lower back disability in non-specific low back pain.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KECEPATAN, KEKUATAN, DAN DAYA LEDAK TERHADAP TENDANGAN PADA ATLET TAEKWONDO Ni Koman Gorin Sabatini; Made Hendra Satria Nugraha; Anak Ayu Nyoman Trisna Narta Dewi
Jurnal Pendidikan Olah Raga Vol 8, No 2 (2019): Jurnal Pendidikan Olah Raga
Publisher : IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/jpo.v8i2.1120

Abstract

Taekwondo merupakan olahraga bela diri asal negeri ginseng atau Korea dan telah popular di dunia sejak tahun 2000 sebagai olimpiade olahraga. Pertandingan taekwondo mengizinkan dua teknik yaitu fist teknik (teknik pukulan) dan foot teknik (teknik menendang). Kekuatan, daya ledak dan kecepatan diperlukan untuk menghasilkan ketepatan tendangan taekwondo. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi kekuatan atau daya ledak otot serta kecepatan tendangan pada atlet taekwondo. Desain penelitian ini menggunakan jenis studi literatur review dengan pengambilan data sekunder. Berdasarkan hasil tinjauan pustaka, didapatkan bahwa faktor yang mempengaruhi kecepatan, meliputi: jenis target, jenis kelamin, latihan dengan target fisik akurasi kontrol, berat badan, jarak eksekusi, tinggi eksekusi, dan pengalaman atlet. Faktor yang mempengaruhi kekuatan, meliputi: akurasi kontrol, kontrol motoric, arthrokinematika, aktivasi otot, berat badan, jarak eksekusi, Nomor Poomsae dan Kyorugi. Faktor yang mempengaruhi daya ledak, meliputi: metode latihan dan latihan dengan target fisik.
Providing of core stability exercise increase the core muscle strength of adult male Balinese vocational polytechnic volleyball athletes Alifia Dwi Lestari; Ari Wibawa; Anak Ayu Nyoman Trisna Narta Dewi; I Wayan Sugiritama
Bali Anatomy Journal Vol 3 No 1 (2020): Bali Anatomy Journal (BAJ)
Publisher : Department of Anatomy, Medical Faculty, Universitas Udayana, Bali-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (226.621 KB) | DOI: 10.36675/baj.v3i1.38

Abstract

Background: Central Management of Indonesian Volleyball Association admits that volleyball achievements have not been maximized, so they need to be improved. The core muscle have a role in each volleyball technique so that very important to increase core muscle strength which also impacts on the extremities, furthermore, the strength play a role to another biomotor and impact athlete’s performance and achievement. Aim: to prove that providing of core stability exercise increase the core muscle strength of male volleyball athletes aged 18-25 years old in the volleyball unit of student activities at Bali Vocational Polytechnic. Method: an experimental study using a one group pre-test and post-test design with 22 total samples. Core muscle strength measured using one minute sit up test. Results: Hypothesis test using paired sample T-test with p value= 0,000 (p <0.005) statistically showed a significant increase in core muscle strength. Conclusion: based on statistical tests, providing core stability exercise increase the core muscles strength of male volleyball athletes in the volleyball unit of student activities at Bali Vocational Polytechnic.
Co-Authors Adhitya, I Putu Gde Surya Agung Wiwiek Indrayani Alifia Dwi Lestari Alit Triwahyuni Anak Agung Gede Angga Puspa Negara Anak Agung Gede Eka Septian Utama Andi Hamid Junior Ari Wibawa Aria Wibawa Baiq Leny Suhartati Crisanty, Putu Aristya Desak Made Dwi Kesumayanti Dewa Ayu Diah Agung Maheswari Dewa Ayu Kadek Ari Purnama Dewi Dewi Hana Putri Dian Arisanti, Ni Kadek Diana Putri Maharani Gede Denny Wiradarma Govinda Vittala I Dewa Ayu Inten Dwi Primayanti I Dewa Gede Alit Kamayoga I Dewa Gede Alit Kamayoga I Gusti Ayu Artini I Gusti Ayu Dea Rarassanti I Gusti Ayu Dea Rarassanti I Gusti Ayu Dwita Wahyu Laksmi I Gusti Ayu Putu Armayanthi I Gusti Ayu Rea Vera Wijaya I Gusti Ayu Shanti Dewi I MADE MULIARTA . I Made Niko Winaya I Nyoman Adi Putra I Nyoman Adi Putra I Putu Adiartha Griadhi I Putu Meika Semara Putra I Wayan Gede Sutadarma I Wayan Gede Sutadarma I Wayan Sugiritama Ida Ayu Dewi Wiryanthini Ida Ayu Eka Pradnya Paramita Dewi Paramita Dewi Ida Ayu Harnum Febry Wiguna Ika Pradipta Dewi Indah Pramita Indira Vidiari Juhanna Jovanka Rayhan Susilo Kadek S Prima Dewi S Kamayoga, I Dewa Gede Alit Komang Githa Pradnyamitha Dewi Komang Sri Mirawati Laili Nuriya Istiani Luh Made Indah Sri Handari Adiputra Luh Made Indah Sri Handari Adiputra Luh Putu Ratna Sundari M Widnyana Made Dwipa Maha Indra Made Eva Nata Putri Made Hendra Satria Nugraha Made Sri Ambarawati Made Widnyana Made Widnyana Nacha Najabilubaba Ni Kadek Citra Patmala Ni Kadek Dian Arisanti Ni Koman Gorin Sabatini Ni Koman Gorin Sabatini Ni Komang Artini Yanti Ni Komang Ayu Juni Antar Ni Komang Ayu Juni Antari Ni Luh Nopi Andayani Ni Luh Putu Gita Karunia Saraswati Ni Made Ida Kristina Dewi Ni Made Maya Risna Ayu Ni Made Nuari Diahputri Ni Nyoman Ayu Dewi Ni Putu Diah Asyana Putri Ni Putu Nirarya Putri Ni Wayan Bintang Mida Suputri Ni Wayan Tianing Nila Wahyuni Nila Wahyuni Pradnyadewi, Putu Premanatara Putra, Dewa Gede Gangga Kusuma Putra, I Putu Yudi Pramana Putri Miucin Putu Ayu Meka Raini Putu Ayu Sita Saraswati Putu Ayu Wulan Purnama Dewi Putu Hemma Pardana Putri Putu Mulya Kharismawan Putu Rama Adhityadharma Ruma, I Made Winarsa Sabatini, Ni Koman Gorin Saraswati, Ni Luh Putu Gita Karunia Sayu Aryantari Putri Thanaya Selvi Sihabuddin Surya Adhitya P.Gd Susy Purnawati Tirza Nanda Kristanti Trisna Damayanti wahyu, I Made Wahyu Pranatha Putra Wati, Putu Erna Sintya Widyaswari, Ni Made Arindra Yudi Pramana