Claim Missing Document
Check
Articles

Metode Kerja Berorientasi Ergonomi pada Proses Pengelapan Kaleng Sarden Menurunkan Keluhan Muskuloskeletal dan Kelelahan Pekerja di PT. BMP Negara, Bali Ni Luh Gede Aris Maytadewi Negara; I Dewa Putu Sutjana; Luh Made Indah Sri Handari Adiputra
Jurnal Ergonomi Indonesia (The Indonesian Journal of Ergonomic) Vol 5 No 1 (2019): Volume 5 No 1 Juni 2019
Publisher : Program Studi Magister Ergonomi Fisiologi Kerja Pascasarjana Universitas Udayana Denpasar Bekerjasama dengan Perhimpunan Ergonomi Indonesia (PEI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JEI.2019.v05.i01.p03

Abstract

Industrial activities developed from households to large-scale industries, including the development of industries in the field of canning fish. Worker health is one of the important things in a company, can be achieved by choosing the right work method. This study was conducted to determine whether ergonomic oriented working methods in the process of wiping canned sardines can reduce musculoskeletal complaints and fatigue in workers. The study design was two period cross over pre and post-test group desig). The research was conducted at PT. BMP Negara. It was held in December 2016. Total sample were 18 workers who wiping cans of sardines. The difference in conditions between before and after activities using ergonomic un-oriented working methods and ergonomic oriented working methods are compared and tested statistically. Comparison tests were carried out on scores of musculoskeletal complaints and worker fatigue. The results showed that ergonomic oriented working methods decreased of musculoskeletal complaints 17.82% (p<0.05) and fatigue score of 11.86% (p<0.05). The conclusion of this study is that ergonomic oriented working methods in the process of wiping sardine cans reduce musculoskeletal complaints and work fatigue of workers in PT. BMP Negara.
HUBUNGAN BEBAN OTOT TANGAN AKTIVITAS PENGETIKAN NASKAH BALI DENGAN KEYBOARD QWERTY TERHADAP HASIL BELAJAR I KG Suhartana; N Adiputra .; K Tirtayasa .; I Dewa Putu Sutjana
Jurnal Ergonomi Indonesia (The Indonesian Journal of Ergonomic) Vol 2 No 2 (2016): Volume 2 No 2 Desember 2016
Publisher : Program Studi Magister Ergonomi Fisiologi Kerja Pascasarjana Universitas Udayana Denpasar Bekerjasama dengan Perhimpunan Ergonomi Indonesia (PEI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JEI.2016.v02.i02.p04

Abstract

As a human tools, computer is used in various sectors of human life, for examples: writing documents, playing  multimedia  and so on.  Making document withBalinese charactersusing a computer has many obstacles such as letters, points, and sign in Balinese charactershave different forms with letters, points, and sign in alphabetic. Another difficulty is the keyboard that is commonly used is not specific to type Balinese script. This research was aimed to determine the correlation between a decrease of  hand muscles load activity typing Balinese scripts with QWERTY keyboard on the increase in learning outcomes. This research was done by using descriptive correlation. Samplesof this research were 23 students who meet the inclusion and exclusion criteria were selectedrandomly. The correlation test results showed that there is a strong correlation between a decrease hand muscle load with the learning outcomes of r xy = -0.963 and p = 0.001. This shows that there is a significant correlation between a decrease hand muscle load with increase learning outcomes with p <0.05. There is a strong correlation and significant between a decrease hand muscle load with increase learning outcomes on Balinese typing activity usingQWERTYkeyboard
MODIFICATION OF WORKSTATION REDUCE MUSCULOSKELETAL COMPLAINTS AND IMPROVE WORK PRODUCTIVITY DURING THE PROCESS CHICKEN GUT CRACKERS PACKAGING IN DENPASAR Komang Angga Prihastini; Dewa Putu Sutjana; Indah Sri Handari Adiputra; IB Alit Swamardika; Susy Purnawati; Nyoman Sutarja
Jurnal Ergonomi Indonesia (The Indonesian Journal of Ergonomic) Vol 3 No 2 (2017): Volume 3 No 2 Desember 2017
Publisher : Program Studi Magister Ergonomi Fisiologi Kerja Pascasarjana Universitas Udayana Denpasar Bekerjasama dengan Perhimpunan Ergonomi Indonesia (PEI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JEI.2017.v03.i02.p01

Abstract

Chicken gut crackers are foods that are sold in many restaurants and stalls. The process of making chicken gut crackers is through several stages, such as washing, frying and packing. In those processes, there are some ergonomic problems, especially in the packaging process. The packaging process is done by sitting on the short chair with bent body position and cause discomfort. To overcome these problems then the sitting work attitude is changed based on the anthropometry of workers that refers to the principle of ergonomics. The study was conducted in March 2017. The design of this study used the treatment by subject design involving 10 samples. Intermediate intervals before treatment and after treatment were given washing out for two days. The study was conducted in home industry located at West Teuku Umar Street. The measured data were the workload seen from the work pulse, enhancement in musculoskeletal complaints recorded with Nordic Body Map questionnaire and work productivity. The results showed that decreased of musculoskeletal complaints by 17.30% (p<0.05), and increased of the productivity by 39.35% (p<0.05). The decrease of work intensity and musculoskeletal complaints can increase the quality of workers' health and increase the workers’ productivity. Based on the discussion, it can be concluded that the use of chairs and tables according to anthropometry can reduce workload, musculoskeletal complaints, and increase work productivity. So that can be expected to the packaging workers to use the better chairs and tables can minimize the complaints caused by the work process.
ASPEK ERGONOMI DARI RISIKO PSIKOSOSIAL DI TEMPAT KERJA IDP Sutjana
Jurnal Ergonomi Indonesia (The Indonesian Journal of Ergonomic) Vol 1 No 1 (2015): Volume 1 No 1 Juni 2015
Publisher : Program Studi Magister Ergonomi Fisiologi Kerja Pascasarjana Universitas Udayana Denpasar Bekerjasama dengan Perhimpunan Ergonomi Indonesia (PEI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JEI.2015.v01.i01.p01

Abstract

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) sangat pesat beberapa dekade terakhir ini telah terbukti memberikan manfaat yang sangat besar bagi kesejahteraan masyarakat, namun tanpa disadari juga menimbulkan dampak negatif seperti meningkatnya keluhan, penyakit akibat kerja, kecelakaan kerja, maupun stres. Disamping itu di era global para pekerja menghadapi 3 C (complexity, competition, changes), sehingga dituntut selalu harus mengikuti perkembangan IPTEK, kalau tidak akan ditinggal dan pasti akan selalu  ketinggalan.  Pada kondisi demikian itu bagi  yang kurang mampu mengikuti perkembangan akan mengalami kegelisahan yang diikuti dengan stres sebagai salah satu risiko psikososial dengan segala akibatnya. Oleh karena masalah yang dihadapi makin kompleks dengan persaingan yang makin ketat maka gejala gangguan psikososial itupun makin meningkat. Gangguan psikososial akan menimbulkan berbagai keluhan yang diikuti penurunan produktivitas kerja, bahkan bisa menimbulkan kecelakaan kerja. Ergonomi sebagai pendekatan multi/interdisiplin, dimana disiplin psikologi merupakan bagian dari pendekatan ergonomi juga membahas risiko psikososial yang dihadapi pekerja. Ergonomi berupaya menciptakan kondisi kerja yang sehat, aman, nyaman, efektif dan efisien atau serasi dengan pekerja untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan pekerja. Dalam hal ini diupayakan adanya keserasian antara task, organisasi dan lingkungan kerja terhadap kemampuan, kebolehan dan batasan manusia, sehingga seseorang mampu bekerja dengan maksimal, dengan risiko yang minimal, termasuk risiko psychosocial. Jadi semua aspek ergonomi tersebut juga merupakan faktor yang bisa menimbulkan risiko psycholsosial. Komponen dari task seperti jenis pekerjaan, beban kerja, tanggung jawab merupakan aspek ergonomi, juga sebagai faktor yang dapat menimbulkan risiko psikososial. Organisasi seperti pengaturan giliran kerja, jam kerja dan jam istirahat, hubungan antara pekerja atau dengan atasan atau bawahan, sistem penggajian, penghargaan dan sangsi, demikian jugafaktor lingkungan kerja seperti faktor sosial, perbedaan ras, etnis, budaya, agama adalah aspek ergonomi yang merupakan faktor yang dapat menimbulkan risiko psychsosial. Apabila ditinjau dari pendekatan ergonomi total dimana dibahas hubungan pekerja dengan task, organisasi dan lingkungan kerja maka aspek ergonomi hampir sama dengan faktor risiko psikososial
PENERAPAN CERVICAL STABILIZATION MELALUI ACTIVE EXERCISE MENINGKATKAN KEMAMPUAN FUNGSIONAL DAN PRODUKTIVITAS KERJA PENENUN ENDEK DI INDUSTRI TENUN IKAT DENPASAR Enny Fauziah; I Dewa Putu Sutjana; Luh Made Indah Sri Handari Adiputra; Ketut Tirtayasa; I Made Sutajaya; Putu Gede Ery Suardana
Jurnal Ergonomi Indonesia (The Indonesian Journal of Ergonomic) Vol 4 No 1 (2018): Volume 4 No 1 Juni 2018
Publisher : Program Studi Magister Ergonomi Fisiologi Kerja Pascasarjana Universitas Udayana Denpasar Bekerjasama dengan Perhimpunan Ergonomi Indonesia (PEI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JEI.2018.v04.i01.p05

Abstract

Characteristics of weaver was done by sitting on a chair in front of the loom. Sitting position for ± 8 working hours, monotonous movement, shoulders slightly raised, causing workers to balance body position. Work posture cause a static contraction to the shoulder and neck muscles. This study aims to show that the application of cervical stabilization through active exercise every 2 hours after work increase functional ability seen from decreasing musculoskeletal complaints, fatigue, increasing neck disability index and productivity among workers in weaving industry. This experimental study has been done, with treatment by subject design. Period 1 subject is not treated ie weaving as usual. Period 2 subjects were treated with the application of cervical stabilization through active exercise every 2 hours after work. Between the two stages, washing out period and adaptation. Musculoskeletal complaints were measured by Nordic Body Map questionnaire, work fatigue with 30 item of rating scale, neck functional ability measured with neck disability index and productivity based on output and input ratio. Analysis of the collected data is started with the descriptive analysis and the normality data tested using Shapiro-Wilk. Further, the data that has normal distribution are analyzed using t-paired and the data that has not a normal distribution are analyzed using Wilcoxon test. This study show that the application of cervical stabilization through active exercise increase functional ability seen from decreasing of musculoskeletal complaint 17.05%, fatigue 19.78%, increasing of neck disability index 15.13% and productivity 66.67%. It can be concluded that the application of cervical stabilization through active exercise increase functional ability seen from musculoskeletal complaints, work fatigue, neck disability index and work productivity. So it is suggested to apply to weavers in the weaving industry, to increase the functional ability of workers.
HUBUNGAN INDEKS MASSA TUBUH (IMT)TERHADAP DAYA TAHAN KARDIOVASKULER MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS UDAYANA Ni Nyoman Arista Febrianti; I Dewa Putu Sutjana; I Made Krisna Dinata; I Dewa Ayu Inten Dwi Primayanti
E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 12 (2021): Vol 10 No 12(2021): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2021.V10.i12.P03

Abstract

Peningkatan indeks massa tubuh (IMT) pada mahasiswa dikarenakan rendahnya aktivitas fisik sehingga terjadi penimbunan energi berupa lemak. Meningkatnya IMT berkaitan terhadap penurunanndaya tahan kardiovaskuler yang selanjutnya berdampak terhadap kapasitas kerja fisik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuinhubungan IMT terhdap daya tahan kardiovaskuler pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. Rancangannpenelitian studi potong lintang, dilakukan Desember 2018 dengan responden mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Udayana yang memenuhi kriteria penelitian, terdiri dari 33 mahasiswa yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Pengukuran IMT berdasarkan berat badan (kg) dan tinggi badan (m2), pengukuran daya tahannkardiovaskuler dengan Cooper Test lari 2,4 Km. Analisis data dengan analisis uji normalitas Saphiro-Wilk dan uji t-independent untuk mengetahui besar hubungan antar variabel dengan p < 0,05 adalah bermakna. Hasil penelitian didapatkan jumlah kelompok responden dengan IMT tidak normal paling banyak yaitu 18 responden dan IMT normal 13 orang. Hasil penelitian ini pula didapatkan kelompok IMT normal memiliki waktu tempuh lari lebih singkat dengan rerata 13,38 ± 2,37 dan kelompok IMT tidak normal memiliki waktu tempuh lari lebih lama dengan rerata 21,51 ± 6,72. Dari hasil analisis hubungan antara IMT terhadap daya tahan kardiovaskuler, didapatkan hasil p = 0,001 (p<0,05). Dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara IMT dengan daya tahan kardiovaskuler pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. Kata Kunci : Daya Tahan Kardiovaskuler, Indeks Massa Tubuh, Aktivitas Fisik.
PEMBERIAN KAFEINA DAPAT MENINGKATKAN KONSENTRASI MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS UDAYANA Putu Sinta Diahswari Widyadari; I Dewa Putu Sutjana; I Made Krisna Dinata
E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 5 (2021): Vol 10 No 05(2021): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2021.V10.i5.P18

Abstract

ABSTRAK Minuman kopi sangat populer di kalangan mahasiswa. Mahasiswa sering mengkonsumsi kafeina seperti minuman kopi dengan tujuan memberikan stimulasi, menambah energi, dan menghilangkan rasa kantuk pada saat belajar. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui apakah kafeina yaitu minuman kopi yang biasanya diminum mahasiswa memberikan manfaat signifikan dalam memberikan stimulasi, menambah energi, dan menghilangkan rasa kantuk pada saat belajar. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan 2 kelompok sampel yaitu kelompok pertama yang diberikan kafeina berupa minuman kopi dan kelompok kedua yang diberikan minuman air putih sebagai kelompok kontrol. Tes berupa stroop test selanjutnya dilakukan untuk mendapatkan hasil reaction time dalam detik. Penelitian ini dilakukan di Fakultas Kedokteran Universitas Udayana pada bulan Oktober tahun 2019. Sampel pada penelitian ini berjumlah 40 orang yang dibagi menjadi dua kelompok yang terdiri dari 20 sampel tiap kelompok. Penelitian ini menggunakan 9 sampel laki-laki dan 31 sampel perempuan dengan usia 19-21 tahun. Analisis data uji t sampel tidak berpasangan didapatkan hasil p=0,033 pada variabel minum kafeina dan p=0,034 pada variabel minum air putih. Hasil p<0,05 didapatkan pada dua variabel; maka hasil reaction time pada kedua variabel memiliki perbedaan yang signifikan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa terdapat perbedaan pada tingkat konsentrasi mahasiswa yang diberikan kafeina yaitu minuman kopi dan minuman air putih. Kata kunci : Kafeina, konsentrasi, mahasiswa.
PENGARUH JOGGING SEBAGAI OLAHRAGA AEROBIK INTENSITAS SEDANG TERHADAP MEMORI JANGKA PENDEK MAHASISWA PROGRAM STUDI SARJANA KEDOKTERAN DAN PROFESI DOKTER UNIVERSITAS UDAYANA Bagus Andika Pramana; Susy Purnawati; I Dewa Putu Sutjana; I Made Krisna Dinata
E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 3 (2021): Vol 10 No 03(2021): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2021.V10.i3.P08

Abstract

ABSTRAK Aktivitas fisik berupa olahraga aerobik merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi fungsi kognitif yaitu memori. Mahasiswa merupakan populasi yang membutuhkan fungsi memori yang baik dalam proses belajar dan mengingat. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui adanya pengaruh jogging sebagai olahraga aerobik intensitas sedang terhadap memori jangka pendek mahasiswa Program Studi Sarjana Kedokteran dan Profesi Dokter Universitas Udayana. Penelitian ini adalah penelitian pra-eksperimental pre-test and post-test one group design. Penelitian ini dilakukan di Lapangan Korem Wirastya Denpasar pada tahun 2019. Sampel penelitian ini adalah 23 mahasiswa laki-laki Program Studi Sarjana Kedokteran dan Profesi Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Udayana angkatan 2016-2018 yang dipilih secara simple random sampling. Pengambilan data berupa data skor memori jangka pendek menggunakan SPMT (Scenery Picture Memory Test). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa rerata skor memori jangka pendek pada sampel sebelum perlakuan jogging (pre-test) yaitu 13,96 ± 1,72 dan sesudah perlakuan jogging (post-test) mengalami peningkatan sebesar 4,652 atau sekitar 33,31% yaitu menjadi 18,60 ± 1,62. Dari hasil uji t-berpasangan terhadap rerata skor memori jangka pendek pre-test dan post-test diperoleh nilai p = 0,0001 (p < 0,05). Sehingga dapat disimpulkan bahwa jogging sebagai olahraga aerobik memiliki pengaruh terhadap memori jangka pendek mahasiswa. Kata kunci : jogging, memori jangka pendek
HUBUNGAN INDEKS MASSA TUBUH (IMT)TERHADAP DAYA TAHAN KARDIOVASKULER MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS UDAYANA Ni Nyoman Arista Febrianti; I Dewa Putu Sutjana; I Made Krisna Dinata; I Dewa Ayu Inten Dwi Primayanti
E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 3 (2021): Vol 10 No 03(2021): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2021.V10.i3.P03

Abstract

ABSTRAK Peningkatan indeks massa tubuh (IMT) pada mahasiswa dikarenakan rendahnya aktivitas fisik sehingga terjadi penimbunan energi berupa lemak. Meningkatnya IMT berkaitan terhadap penurunanndaya tahan kardiovaskuler yang selanjutnya berdampak terhadap kapasitas kerja fisik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuinhubungan IMT terhdap daya tahan kardiovaskuler pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. Rancangannpenelitian studi potong lintang, dilakukan Desember 2018 dengan responden mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Udayana yang memenuhi kriteria penelitian, terdiri dari 33 mahasiswa yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Pengukuran IMT berdasarkan berat badan (kg) dan tinggi badan (m2), pengukuran daya tahannkardiovaskuler dengan Cooper Test lari 2,4 Km. Analisis data dengan analisis uji normalitas Saphiro-Wilk dan uji t-independent untuk mengetahui besar hubungan antar variabel dengan p < 0,05 adalah bermakna. Hasil penelitian didapatkan jumlah kelompok responden dengan IMT tidak normal paling banyak yaitu 18 responden dan IMT normal 13 orang. Hasil penelitian ini pula didapatkan kelompok IMT normal memiliki waktu tempuh lari lebih singkat dengan rerata 13,38 ± 2,37 dan kelompok IMT tidak normal memiliki waktu tempuh lari lebih lama dengan rerata 21,51 ± 6,72. Dari hasil analisis hubungan antara IMT terhadap daya tahan kardiovaskuler, didapatkan hasil p = 0,001 (p<0,05). Dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara IMT dengan daya tahan kardiovaskuler pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. Kata Kunci : Daya Tahan Kardiovaskuler, Indeks Massa Tubuh, Aktivitas Fisik.
HUBUNGAN DEPRESI, ANSIETAS DAN STRES TERHADAP NYERI LEHER PADA MAHASISWA ANGKATAN 2016 PROGRAM STUDI SARJANA KEDOKTERAN DAN PROFESI DOKTER UNIVERSITAS UDAYANA Bagus Budi Airlangga; Ketut Tirtayasa; Susy Purnawati; I Dewa Putu Sutjana
E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 2 (2021): Vol 10 No 02(2021): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2021.V10.i2.P12

Abstract

ABSTRAK Bagaimana beradaptasi, menjaga nilai agar selalu bagus dan memikirkan masa depan dapat menyebabkan kecemasan bahkan depresi pada mahasiswa. Selain itu, mahasiswa juga dapat mengalami stres yang bersumber dari berbagai macam hal, termasuk dalam kegiatan perkuliahan/akademik. Ketiga gangguan emosional tersebut dapat menyebabkan seseorang menderita nyeri leher. Berdasarkan penelitian, depresi dan ansietas secara signifikan berhubungan dengan peningkatan pada keluhan di leher. Orang – orang yang teridentifikasi dengan depresi dan kecemasan cenderung masuk ke dalam kelompok dengan tingkat keluhan di leher yang tinggi. Sedangkan stres dihubungkan dengan keluhan di leher diakibatkan oleh meningkatnya aktivitas listrik dalam otot yang menyebabkan otot menjadi menegang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara depresi, ansietas dan stres terhadap nyeri leher pada mahasiswa angkatan 2016 Program Studi Sarjana Kedokteran dan Profesi Dokter Universitas Udayana. Penelitian ini termasuk ke dalam jenis penelitian analitik korelasi dengan menggunakan metode cross-sectional pada 128 responden. Simpulan dari penelitian adalah terdapat hubungan yang signifikan antara depresi, ansietas dan stres terhadap nyeri leher dengan hubungan antar variabel tergolong sedang. Kata Kunci: Mahasiswa, Depresi, Ansietas, Stres, Nyeri Leher
Co-Authors A Manuaba Abdul chalik meidian Abdul Hafiz Haqqi Abdurrasyid - adiartha g Adnyana Manuaba Agung Wiwiek Indrayani Agus Sri Lestari Ariati, N.N. Bagus Andika Pramana Bagus Budi Airlangga Bagus Komang Satriyasa D A inten D.M. Ari Dwi Jayanti Dady Iskandar Daryono . . Desak Made Wihandani Dewa Putu Gede Purwa Samatra Dharmayanti, Cokorda Istri Dyah Esti Pranwengrum Elisabeth Matrona Sintia Pareira Enny Fauziah Faradilah Destyana Herta Meisatama HI Suyasning I Dewa Ayu Inten Dwi Primayanti I Gede Arya Sena I Gusti Agung Haryawan I Gusti Ayu Widianti I Gusti Ngurah Nala I Ketut Gede Juli Suarbawa I Ketut Wedarthana Aditya Prana I KG Suhartana I Made Bakta I Made Krisna Dinata I MADE MULIARTA . I Made Sutajaya I Nengah Sandi I Nyoman Adi Putra I Nyoman Mangku Karmaya I Nyoman Sucipta I Nyoman Sutarja I Putu Adiartha Griadhi I Putu Gde Surya Adhitya I Putu Gede Adiatmika I Putu Prisa Jaya . I Putu Yudi Pramana Putra I Wayan Bandem Adnyana I Wayan Parwata I Wayan Surata IB Adnyana Manuaba, IB Adnyana Ida Bagus A. Swamardika Ida Bagus Adnyana Manuaba Ida Sri Iswari Iing . ' IKG Suhartana, IKG indah adiputra Indah Sri Handari Adiputra Indrasuari, A.A Istri Diah J Alek Pangkahila, J Alek J. A. Pangkahila Jhon Roby Purba Joanne Ingrid Robot K TIRTAYASA K tirtayasa K Tirtayasa K Tirtayasa . Ketut Tirtayasa Lilik Sudiajeng Luh Made Indah Sri Handari Adiputra Luh Made Indah Sri Handari Adiputra Luh Putu Ratna Sundari Luh Putu Ratna Sundari Lukas M. Boleng Lukas Maria Boleng M Yusuf M. Ali Imron M. Ali Imron M. Irfan M. Yusuf . Maghfirotul Iffah Manuaba, I.B.P Maytadewi Negara, Ni Luh Gede Aris Moh. Ali Imron, Moh. Mohammad Syahroni Muh. Ali Imron Muh. Irfan Muh. Irfan Muhammad Ali Imron muhammad irfan Muhammad Irfan Mun Yin Yen N Adiputra N Adiputra . N ADIPUTRA, N N. Adiputra N. Adiputra Ni Luh Gde Widiantari Ni Luh Putu Gita Karunia Saraswati Ni Made Parwati Ni Nyoman Arista Febrianti Ni Nyoman Ayu Dewi Ni Wayan Muliarthini Ni Wayan Sutrisni Ni Wayan Tianing Prihastini, Komang Angga Putu Gede Ery Suardana Putu Sinta Diahswari Widyadari Robert Hutagalung S. Indra Lesmana S. Indra Lesmana S.Indra Lesmana Santoso Santoso sudaryanto - Sugijanto - Susy Purnawati Sutajaya, I.M. Syahmirza Indra Lesmana Tirtayasa, K. Tjokorda Gde Bagus Mahadewa Tri Giyanto Wahyu Susihono Wahyuddin, Wahyuddin Witri Okta Maruli Yuhana Damantalm Yuniarti N