Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Need Analysis of English Conversation for Hawkers in Mandalika Special Economic Zone, West Nusa Tenggara Jumrah, Jumrah; Imran, Khaerani Saputri
IDEAS: Journal on English Language Teaching and Learning, Linguistics and Literature Vol. 12 No. 1 (2024): IDEAS: Journal on English Language Teaching and Learning, Linguistics and Lite
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/ideas.v12i1.4904

Abstract

The research aimed to investigate the English proficiency level, what English conversation materials are needed, and what obstacles hawkers face in Mandalika Special Economy Zone when communicating with foreign tourists. This study utilizes a qualitative research paradigm with a descriptive approach; this study paints a comprehensive picture of the language abilities of Mandalika's hawkers, the materials of English conversation needed by hawkers, and the hawkers' obstacles when communicating with foreign tourists. Methods of collecting data consist of interviews, documentation, and observation. Some steps to analyze the data collected are data condensation, data display, verification, concluding, and data validity. Findings reveal a diverse spectrum of English proficiency levels among hawkers, ranging in primary and intermediate proficiency levels. Specifically, from 20 hawkers as research subjects, 13 hawkers exhibit a basic level of proficiency, while seven hawkers demonstrate intermediate-level skills. The assessment of English proficiency level is based on three crucial aspects that the hawkers always use namely understanding of English communication, non-verbal communication strategies employed by the hawkers, and vocabulary usage. These materials vary depending on the type of goods hawkers sell, highlighting the importance of tailored language resources. This research found 4 (four) crucial materials or topics to be mastered when communicating with foreign tourists: greetings and welcoming, describing specialties, providing personal/additional information, and discussing prices and payment. Additionally, the research uncovers obstacles faced by hawkers in their communication with foreign tourists. These challenges encompass hawkers' difficulty in explaining products, the low English proficiency of most Hawkers, and also language and vocabulary constraints of hawkers.
Analisis Hasil Belajar, Aktivitas Belajar dan Respon Belajar Matematika melalui Quantum Teaching kelas VII3 SMP Negeri 1 Batulappa Andi Kamal Ahmad; Abdul Razzaq; Sitti Rahmayani; Jumrah, Jumrah; Hamdana Hamdana; Muhardi Muhardi
JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol. 14 No. 3 (2024): JURNAL PENDIDIKAN MIPA
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah, STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpm.v14i3.1733

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil belajar, aktivitas belajar dan respon pembelajaran matematika melalui quantum teaching pada siswa kelas VII3 SMP Negeri 1 Batulappa melalui quantum teaching. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas dengan langkah-langkah pelaksanaan yang meliputi: perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Indikator keberhasilan penelitian tindakan kelas ini adalah sebagai berikut: 1) Tingginya hasil belajar matematika siswa kelas VII3. Jika 85% lebih besar dari jumlah siswa, maka telah ditetapkan hasil belajar yang memenuhi KKM yaitu 75 di sekolah. 2) Aktivitas belajar matematika siswa kelas VII3 meningkat Jika aktivitas siswa meningkat atau berpartisipasi dalam pembelajaran matematika 3) Respon belajar matematika siswa kelas VII3 meningkat jika 80% dari jumlah siswa memberikan respon positif terhadap quantum teaching. Data penelitian yang diperoleh dengan menggunakan instrumen meliputi: 1) tes hasil belajar sebanyak 5 soal yang diberikan pada pertemuan terakhir siklus I dan siklus II pada materi persamaan linear dan pertidaksamaan univariat, 2) lembar kerja observasi aktivitas siswa selama 6 sesi, dan 3) Kuis Siswa Pendidikan Kuantum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pendidikan kuantum meliputi: 1) Peningkatan hasil belajar siswa kelas VII3 SMPN 1 Batulappa karena siklus I jumlah siswa yang hasil belajar matematikanya mencapai KKM adalah antara 19 siswa atau 61,3% dan siklus II jumlah siswa yang pembelajaran matematikanya mencapai KKM sebanyak 27 siswa atau 87,1%. 2) peningkatan aktivitas belajar selama pelaksanaan quantum teaching, dengan keseriusan dan perhatian siswa dalam proses pembelajaran. 3) mendapatkan respon pembelajaran sebagai respon positif terhadap penerapan quantum teaching pada 90% dari kriteria 80%.
Transformasi Digital dalam Pendidikan: Pelatihan Tools AI untuk Mendukung Pengajaran dan Administrasi Guru Rosita, Rosita; Jumrah, Jumrah; Rahmayani, Sitti; Hamdana, Hamdana
Room of Civil Society Development Vol. 3 No. 6 (2024): Room of Civil Society Development
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Masyarakat Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59110/rcsd.438

Abstract

Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan keterampilan guru dalam penggunaan teknologi AI untuk mendukung pengajaran, memberikan pendampingan terkait pemanfaatan aplikasi Copilot, Chat GPT, Gamma dan Canva serta meningkatkan efisiensi dalam pembuatan materi ajar dan administrasi pembelajaran. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan solusi atas permasalahan yang dihadapi oleh para guru dalam menghadapi perubahan teknologi. Kegiatan ini berkontribusi pada program Merdeka Belajar Kampus Mengajar, terutama pada pilar penguatan keunggulan dan kerjasama antar lembaga. Dalam hal ini, kegiatan pelatihan keterampilan digital guru dapat membantu meningkatkan kualitas dan relevansi pendidikan di lingkungan sekolah, sekaligus membantu meningkatkan kompetensi dan profesionalisme guru sebagai tenaga pendidik. Penggunaan AI dalam pengajaran memungkinkan personalisasi pembelajaran yang lebih baik), sementara dalam administrasi, AI membantu menyederhanakan proses seperti manajemen tugas, evaluasi, dan interaksi dengan siswa. Mitra dalam kegiatan ini adalah Kelompok MGMP Fisika Kabupaten Pinrang yang dilaksanakan di SMAN 11 Pinrang. Berdasarkan hasil pretest dan posttest mengenai pemahaman peserta pelatihan, diketahui bahwa terjadi peningkatan dari 70% menjadi 90%, sehingga dapat dikatakakan bahwa kegiatan pengabdian masyarakat dengan tema “Pelatihan Pengajaran dan Administrasi Mudah dengan Tools AI” dapat meningkatkan kemampuan bapak/ibu dalam menggunakan tools AI dalam pengajaran maupun administrasi pembelajaran.
Needs analysis for electronic teaching materials based on the merdeka learning pathway to enhance students' mathematical creative thinking skills Jumrah, Jumrah; Sukmawati, Sukmawati; Nasrun, Nasrun
Beta: Jurnal Tadris Matematika Vol. 18 No. 1 (2025): Beta May
Publisher : Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/betajtm.v18i1.709

Abstract

[English]: This research aims to analyze the needs and characteristics of electronic teaching materials based on the Merdeka Learning Pathway that are relevant to student conditions and capable of addressing challenges in mathematics learning. The study focuses on the analysis stage within the ADDIE development model. Data collection techniques included interviews and questionnaires, structured based on curriculum analysis, student characteristics analysis, and learning objectives analysis within the ADDIE development model. Data were analyzed using descriptive qualitative and quantitative methods to identify the needs and characteristics of the teaching materials. Findings indicate a significant gap in students' mathematical creative thinking skills. Although teachers acknowledge the role of technology, existing electronic teaching materials are insufficient in promoting creativity and independent learning. Students also expressed a need for electronic learning resources that are flexible, interactive, and contextual. Specifically, most students experienced difficulties in independent learning without systematically structured teaching materials. Therefore, the development of adaptive electronic teaching materials, integrated with interactive elements (e.g., animations, simulations), contextual problems, and exploratory activities based on the Merdeka Learning Pathway, is highly recommended to bridge this gap, support differentiated learning, and enhance students' mathematical creative thinking skills. [Bahasa]: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan dan karakteristik bahan ajar elektronik berbasis alur merdeka yang relevan dengan kondisi siswa dan mampu menjawab tantangan pembelajaran matematika. Penelitian ini berfokus pada tahap analysis dalam model pengembangan ADDIE. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara dan angket yang disusun berdasarkan hasil analisis kurikulum, analisis karakteristik siswa dan analisis tujuan pembelajaran dalam model pengembangan ADDIE. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif untuk mengidentifikasi kebutuhan serta karakteristik bahan ajar. Temuan menunjukkan adanya kesenjangan signifikan dalam keterampilan berpikir kreatif matematis siswa. Meskipun guru mengakui peran teknologi, bahan ajar elektronik yang ada belum cukup dalam mendorong kreativitas dan kemandirian belajar. Siswa juga menyatakan kebutuhan akan sumber belajar elektronik yang fleksibel, interaktif, dan kontekstual. Secara khusus, mayoritas siswa mengalami kesulitan belajar mandiri tanpa bahan ajar yang terstruktur secara sistematis. Oleh karena itu, pengembangan bahan ajar elektronik adaptif, yang terintegrasi dengan elemen interaktif (misalnya, animasi, simulasi), masalah kontekstual, dan aktivitas eksploratif berbasis Alur Merdeka, sangat direkomendasikan untuk menjembatani kesenjangan tersebut dan mendukung pembelajaran berdiferensiasi, serta meningkatkan keterampilan berpikir kreatif matematis siswa.
The Relationship between Psychosocial Stress on The Quality of Life and Self-Control in Adolescent Girls Jumrah, Jumrah; Stang, Stang; Fitriani, Nurlaila; Mumang, Andi Agus; Al Mukarramah, Mukminah
Media Kesehatan Politeknik Kesehatan Makassar Vol 20 No 2 (2025): Media Kesehatan
Publisher : Direktorat Politeknik Kesehatan Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/medkes.v20i2.1714

Abstract

Introduction: High academic pressure affects adolescents’ emotional and social well-being, resulting in a decline in their overall quality of life and impacting their self-control abilities. Objective: This study aimed to analyze the relationship between stress on the quality of life and self-control of adolescents. Methods: This was a cross-sectional study. The sample consists of 225 11th-grade female students, determined using the Lemeshow formula with an α=5% margin of error. Simple random sampling was employed. The instruments used were the Perceived Stress Scale (PSS) questionnaire, WHOQOL-BREF questionnaire, and Self-control Competency Scale questionnaire. Data were analyzed using SPSS version 16 with a chi-square test. Results: Most respondents experienced moderate stress (188 people, 83.6%), most female students had a low quality of life (160 people, 71.1%), and had moderate self-control (188 people, 83.6%). There is a significant correlation between stress and the quality of life of adolescent girls (P=0.000<0.05) and self-control (P=0.000<0.05). Conclusion: High stress is associated with low quality of life and self-control in adolescent girls.
Program SIPAPiTa : Strategi Inovasi Pengelolaan Sampah Anorganik menjadi Produk Hiasan dalam Optimalisasi Potensi Nilai Jual Produk Darmawansyah, Darmawansyah; Darhamsyah, Darhamsyah; Rosita, Rosita; Jumrah, Jumrah
Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat
Publisher : Progran Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpm.v6i2.750

Abstract

Sampah rumah tangga merupakan salah satu sumber yang memiliki peran besar dalam pencemaran lingkungan. Sampah memerlukan perhatian yang serius, karena setiap harinya akan mengalami peningkatan seiring bertambahnya jumlah penduduk. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat dan kader tentang sampah dan meningkatkan keterampilan dalam mengelola sampah. Kegiatan ini dilakukan melalui 3 bentuk kegiatan yaitu penyuluhan tentang limbah, pelatihan pembuatan ecoenzym dan pelatihan pembuatan hiasan. Peserta pada kegiatan ini Adalah masyarakat kelurahan Pattingalloang dan Kader Posyandu. Pelaksanaan kegiatan menggunakan metode ceramah interaktif, diskusi, demonstrasi dan simulasi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan pada penyuluhan meningkat rata-rata 79. Pada kegiatan kedua (Pelatihan Ecoenzym) meningkat menjadi rata-rata 83. Pada kegiatan ketiga (Pembuatan hiasan) rata-rata pengetahuan meningkat menjadi rata-rata 81. Masyarakat dan kader mengalami peningkatan pengetahuan selama pelaksanaan program SIPAPITA dan diharapkan terus berlanjut sebagai upaya pengelolaan sampah di masyarakat
GERAKAN PEMANFAATAN TANAMAN HERBAL MELALUI PELATIHAN PEMBUATAN SEDUHAN BAHAN ALAM UNTUK KESEHATAN REPRODUKSI PADA MASYARAKAT Lestari, Ayu; SR, Nurqalbi; Rusman, Rusman; Jumrah, Jumrah
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 6 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i6.35298

Abstract

Abstrak: Permasalahan mitra saat ini adalah masih tingginya Penyebab kematian paling tinggi untuk wanita lansia. Diantaranya Adalah akibat Stroke (13,6%), kemudian penyakit jantung iskemik (8,7%) dan yang paling rendah adalah akibat Diabetes Millitus (4,3%). Hasil survey Tim pengabdian didapatkan data dari 10 lansia terdapat 6 ibu mengalami penyakit degeneratif. Masalah pengetahuan anggota PKK dan masyarakat yang masih kurang terkait penyakit degeneratif dan tanaman Toga serta keterampilan mitra untuk membuat kebun Toga yang belum ada. Solusi: Melalui program pengabdian masyarakat ini akan dilakukan peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat khususnya pada masyarakat tentang pembuatan kebun tanaman obat herbal (TOGA) dan skrining kesehatan masyarakat. Metode pelaksanaan: Pelaksanaan kegiatan ini dimulai tahap persiapan (sosialisasi), pelaksanaan kegiatan melalui penyuluhan, pelatihan dengan metode demontrasi dan simulasi serta pelaksanaan evaluasi dan monitoring program melalui kuesioner berjumlah 10 pertanyaan dan lembar observasi. Peserta pada kegiatan ini berjumlah 20 orang yang merupakan kelompok PKK Desa Tanakaraeng. Hasil pretest menunjukkan bahwa pengetahuan peserta berada pada kategori Rendah (47,3%), Cukup (20%) dan Baik (6,7%) dan hasil posttest menunjukkan terjadi peningkatan signifikan yaitu pengetahuan peserta menjadi mayoritas dalam kategori baik yakni sebesar (80%), cukup (16,7%) dan kurang sebanyak (3,3%), sedangkan pada kategori keterampilan dari 20 ibu PKK sebelum intervensi semua tidak terampil, sedangkan setelah diberikan intervensi reponden mengalami peningkatan keterampilan mencapai 100%. Pelaksanaan kegiatan pengabdian ini terbukti dapat meningkatkan keterampilan peserta dalam pemanfaatan lahan kosong untuk melakukan tanaman obat keluarga.Abstract: The current partner problem is the still high cause of death for elderly women. Among them are due to stroke (13.6%), then ischemic heart disease (8.7%) and the lowest is due to Diabetes Mellitus (4.3%). The results of the community service team survey obtained data from 10 elderly people, there were 6 mothers experiencing degenerative diseases. The problem of PKK members' and community knowledge is still lacking regarding degenerative diseases and Toga plants as well as the skills of partners to create Toga gardens that do not yet exist. Solution: Through this community service program, there will be an increase in community knowledge and skills, especially in the community regarding the creation of herbal medicinal plant gardens (TOGA) and public health screening. Implementation method: The implementation of this activity begins with the preparation stage (socialization), implementation of activities through counseling, training with demonstration and simulation methods as well as implementation of program evaluation and monitoring through a questionnaire totaling 10 questions and observation sheets. Participants in this activity amounted to 20 people who are the PKK group of Tanakaraeng Village. The pretest results showed that the participants' knowledge was in the Low (47.3%), Sufficient (20%) and Good (6.7%) categories and the posttest results showed a significant increase, namely the majority of participants' knowledge was in the good category, namely (80%), sufficient (16.7%) and less as much as (3.3%), while in the skills category of 20 PKK mothers before the intervention all were unskilled, while after being given the intervention the respondents experienced an increase in skills reaching 100%. The implementation of this community service activity has been proven to improve participants' skills in utilizing empty land to grow family medicinal plants.
Analisis Komponen Hasil Jagung Pulut (Zea mays var. Ceratina) pada Beberapa Daerah di Sulawesi Selatan: Analysis of Yield Components of Waxy Corn (Zea mays var. Ceratina) in Several Regions of South Sulawesi Okasa, Andi Muliarni; Muh. Riadi; Hafizhah Al-Amanah; Jumrah, Jumrah; Indarwati, Siti
Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan Vol. 14 No. 1 (2026): Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/perbal.v14i1.7658

Abstract

Jagung pulut (Zea mays var. ceratina) adalah varietas jagung unik yang dicirikan oleh kandungan amilopektinnya yang tinggi, yang memberikan tekstur lengket saat dimasak. Jenis jagung ini populer di berbagai daerah karena rasa dan teksturnya, serta memiliki potensi signifikan dalam aplikasi makanan karena sifat fisikokimianya. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi potensi jagung pulut sebagai sumber pangan fungsional yang dapat digunakan, dengan mengarakterisasi sifat agronomik jagung pulut. Penelitian dilaksanakan di lima kabupaten, yaitu Barru, Maros, Gowa, Takalar, dan Jeneponto. Pengukuran parameter morfologi biji (bobot 1000 biji, panjang biji, lebar biji) dan tongkol (bobot per tongkol, diameter tongkol) dilakukan di laboratorium. Data morfologi dianalisis menggunakan Analisis Variansi (ANOVA) dan Uji Beda Nyata Jujur (BNJ) pada tingkat kepercayaan 95% (α = 0.05) untuk mengidentifikasi perbedaan signifikan antar lokasi. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan signifikan antar lokasi untuk semua parameter morfologi. Kabupaten Maros dan Gowa secara konsisten mencatatkan karakteristik morfologi biji dan tongkol yang superior, sedangkan Jeneponto menunjukkan performa terendah, dengan Takalar dan Barru berada di posisi menengah. Semua parameter morfologi menunjukkan korelasi positif yang sangat kuat satu sama lain (r = 0.88-0.95). Waxy corn (Zea mays var. ceratina) is a unique variety of corn characterized by its high amylopectin content, which gives it a sticky texture when cooked. This type of corn is popular in various regions for its taste and texture, and has significant potential in food applications due to its physicochemical properties. This study aimed to explore the potential of waxy corn as a functional food source by characterizing its agronomic properties. The research was conducted in five Regencies, namely: Barru, Maros, Gowa, Takalar, and Jeneponto. Measurements of seed morphological parameters (1000-seed weight, seed length, seed width) and cob parameters (cob weight, cob diameter) were carried out in the laboratory. Morphological data were analyzed using Analysis of Variance (ANOVA) and Tukey's Honestly Significant Difference (HSD) test at a 95% confidence level (α=0.05) to identify significant differences among locations. The results showed significant differences among locations for all morphological parameters. Maros and Gowa Regencies consistently recorded superior seed and cob morphological characteristics, while Jeneponto showed the lowest performance, with Takalar and Barru in intermediate positions. All morphological parameters showed a very strong positive correlation with each other (r = 0.88-0.95).
Pemberdayaan Mahasiswa Pendidikan Fisika dalam Pemilahan Sampah untuk Membuat Media Pembelajaran Ramah Lingkungan Idris, Ihfa Indira Nurnaifah; Rosita, Rosita; Jumrah, Jumrah; Rahmayani, Sitti; Jusriana, A.
Abdimas Langkanae Vol. 5 No. 2 (2025): September-Desember 2025
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/jpm.v5i2.548

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini merupakan tindak lanjut dari pelatihan pembuatan media pembelajaran berbahan limbah padat pada kegiatan sebelumnya. Tujuannya untuk 1) meningkatkan kesadaran dan keterampilan mahasiswa serta masyarakat dalam memilah sampah, (2) meningkatkan pemahaman tentang jenis sampah yang layak untuk media pembelajaran fisika, sehingga mereka dapat menyiapkan bahan yang tepat untuk digunakan dalam pembuatan media pembelajaran eco-friendly pada kegiatan selanjutnya, serta (3) membangun kolaborasi mahasiswa dan masyarakat dalam kegiatan lingkungan.  Berdasarkan beberapa penelitian, penggunaan media pembelajaran terbukti meningkatkan minat belajar anak-anak karena memberikan pengalaman belajar yang nyata, menarik, dan menyenangkan. Oleh karena itu, pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan keterampilan mahasiswa Pendidikan Fisika dalam memilah sampah sebelum dimanfaatkan sebagai media pembelajaran. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi mengenai jenis sampah organik dan anorganik, pelatihan pemilahan sampah berdasarkan karakteristiknya, serta pendampingan praktik pemilahan sampah di lingkungan kampus. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman mahasiswa tentang pentingnya memilah sampah, terutama dalam menyiapkan bahan yang aman, bersih, dan sesuai standar untuk digunakan sebagai media pembelajaran fisika. Kegiatan ini juga menumbuhkan kepedulian lingkungan pada mahasiswa dan mempersiapkan mereka untuk memanfaatkan sampah terpilah secara efektif dalam pembuatan media pembelajaran pada kegiatan selanjutnya. Luaran kegiatan ini adalah meningkatnya pengetahuan mahasiswa tentang pemilahan sampah, keterampilan memilah sampah secara tepat, serta terciptanya lingkungan kampus yang lebih bersih dan ramah lingkungan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini mengisi kesenjangan penelitian  tentang pemilahan sampah. Sebab banyak penelitian yang membahas pembuatan media ajar dari limbah, tetapi sedikit yang fokus pada tahap awal yang sangat penting, yaitu pemilahan sampah sebagai fondasi pembuatan media ajar.