Claim Missing Document
Check
Articles

Studi Area Genangan Banjir Pasang dan Dampaknya Terhadap Penggunaan Lahan Pesisir Berdasarkan Pemodelan Geospasial di Kecamatan Genuk, Kota Semarang, Jawa Tengah Ulfani, Afifa; Helmi, Muhammad; Kunarso, Kunarso
Indonesian Journal of Oceanography Vol 6, No 2 (2024): Indonesian Journal of Oceanography
Publisher : University of Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ijoce.v6i2.16889

Abstract

Genangan akibat pasang surut air laut menjadi permasalahan yang sering terjadi dibeberapa pesisir Indonesia, salah satunya Kecamatan Genuk. Kecamatan Genuk merupakan salah satu daerah pesisir di Kota Semarang yang sering terdampak banjir rob. Banjir rob adalah bencana yang terjadi akibat masuknya air laut kedaratan akibat pasang air laut. Penurunan muka tanah dan kenaikan muka air laut menjadi beberapa faktor yang meningkatkan intensitas banjir rob. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui area genangan banjir rob dan pengaruhnya terhadap penggunaan lahan di Kecamatan Genuk, Kota Semarang. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data pasang surut bulan Mei 2022, data Sea Level Anomaly (SLA) tahun 1993-202, data Digital Elevation Model (DEM), Citra SAR Sentinel-1. Pengolahan data pasang surut menunjukkan bahwa tipe pasang di Kecamatan Genuk yaitu pasang surut campuran condong harian ganda (1,121). Selisih nilai muka air tertinggi (HHWL) dan muka air rata-rata (MSL) setinggi 62,22 cm. Laju kenaikan muka air laut sebesar 4,7 mm/tahun. Elevasi muka tanah dengan rentang 0 – 18,88 m. Laju penurunan muka tanah sebesar 1 cm/tahun hingga 14,4 cm/tahun. Pemodelan luas area genangan banjir di Kec. Genuk bulan Mei 2022 berkisar 174,2784 hektar yang menggenangi lahan  industri, tambak, pemukiman dan daerah vegetasi.
Sebaran Suhu Permukaan Laut dan Klorofil-A Kaitannya dengan Musim Ikan Kembung (Rastrelliger faughni) di Perairan Kabupaten Kendal, Jawa Tengah Setyaningrum, Happy Ayu; Kunarso, Kunarso; Yusuf, Muh
Indonesian Journal of Oceanography Vol 5, No 4 (2023): Indonesian Journal of Oceanography
Publisher : University of Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ijoce.v5i4.16845

Abstract

Ikan kembung (Rastrelliger faughni) dapat ditemukan di Indonesia, diminati masyarakat dan dominan di perairan Utara Jawa. Mayoritas masyarakat pesisir Kabupaten Kendal memiliki mata pencaharian sebagai nelayan. Parameter oseanografi seperti suhu permukaan laut (SPL) dan klorofil-a mempengaruhi variabilitas hasil tangkapan. Kondisi angin akan mempengaruhi proses mixing diperairan yang selanjutnya berpengaruh terhadap variasi nilai SPL dan suplai nutrien. Adanya kegiatan di darat dan di lingkungan pesisir itu sendiri akan mempengaruhi kesuburan perairan dan musim ikan. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan perubahan SPL dan klorofil-a terhadap catch per unit of effort (CPUE) serta penentuan musim ikan kembung di perairan Kabupaten Kendal. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan penginderaan jauh untuk mengolah data SPL, klorofil-a dan angin, penentuan musim ikan dianalisis dengan indeks musim penangkapan (IMP) menggunakan metode persentase rata-rata berdasar analisis runtun waktu selama 5 tahun (2016-2020). Hasil penelitian menunjukkan pengaruh variabilitas SPL dan klorofil-a dengan CPUE pada periode musim peralihan I dan musim timur serta musim peralihan II dan musim barat menunjukkan pengaruh R² yang besar yaitu 0,699 dan 0,704, dengan penambahan variabel angin diperoleh nilai R² yang lebih tinggi yaitu 0,789 dan 0,975. Musim penangkapan ikan kembung di Kabupaten Kendal optimal pada bulan Juni, Juli, Oktober dan November, puncak musim penangkapan terjadi pada bulan Juli dengan IMP sebesar 179%, musim paceklik tidak jelas sepanjang tahunnya.
Pengaruh Klorofil-a dan Suhu Permukaan Laut Terhadap Hasil Tangkapan Ikan Cakalang (Katsuwonus pelamis) di Perairan Selatan Yogyakarta Shafira, Alief Wahyu; Kunarso, Kunarso; Maslukah, Lilik
Indonesian Journal of Oceanography Vol 6, No 1 (2024): Indonesian Journal of Oceanography
Publisher : University of Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ijoce.v6i1.18965

Abstract

 Perairan Selatan Yogyakarta merupakan salah satu area yang memiliki potensi untuk penangkapan ikan. Identifikasi daerah upwelling atau downwelling dapat dilakukan menggunakan klorofil-a dan SPL, serta pemetaannya menggunakan data penginderaan jauh. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui pengaruh parameter klorofil-a dan suhu permukaan laut terhadap hasil tangkapan ikan cakalang (Katsuwonus pelamis) di Perairan Selatan Yogyakarta. Penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat untuk membantu nelayan dalam mengoptimalkan hasil tangkapan mereka dengan memanfaatkan kondisi oseanografi sebagai indikator. Penelitian yang dilakukan menggunakan metode deskriptif kuantitatif di Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Sadeng, Perairan Selatan Yogyakarta, Desember 2021. Data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu hasil tangkapan ikan cakalang (Katsuwonus pelamis), data angin sebagai data pendukungnya, klorofil-a, dan SPL. Nilai klorofil- a dan SPL diperoleh dari pengolahan citra satelit MODIS level 3 di bulan Desember 2021. Analisis korelasi bivariate dan regresi digunakan dalam penelitian ini. Hasil analisis bivaritae menunjukkan bahwa klorofil-a dan SPL di Perairan Selatan Yogyakarta mempunyai pengaruh yang kuat terhadap hasil tangkapan ikan cakalang. Analisis regresi menunjukkan bahwa terdapat nilai R2 sebesar 52%. Perbandingan tangkapan ikan cakalang terhadap klorofil-a menunjukkan hasil yang berbanding lurus, saat klorofil-a meningkat, hasil tangkapan ikan cakalang juga meningkat. Namun, hasil tangkapan ikan cakalang hasil yang berbanding terbalik dengan suhu permukaan laut. 
Hubungan Suhu Permukaan Laut (SPL) dan Klorofil-a Terhadap Hasil Tangkapan Yellowfin Tuna (Thunnus albacares) yang Didaratkan di Pelabuhan Tamperan, Pacitan Latifah, Arlinda Lutfiana; Wulandari, Sri Yulina; Kunarso, Kunarso
Indonesian Journal of Oceanography Vol 6, No 3 (2024): Indonesian Journal of Oceanography
Publisher : University of Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ijoce.v6i3.20575

Abstract

Ikan tuna (Thunnus sp.) merupakan salah satu sumber devisa negara dari sektor perikanan kedua setelah udang. Yellowfin tuna (Thunnus albacares) menjadi salah satu jenis ikan pelagis besar komoditi unggulan dan banyak ditangkap di PPP Tamperan, Pacitan. Kelimpahan hasil tangkapan yellowfin tuna diduga berkaitan dengan faktor oseanografi, seperti SPL dan klorofil-a. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji SPL dan klorofil-a di perairan Samudra Hindia selatan Pulau Jawa serta hubungannya terhadap hasil tangkapan yellowfin tuna yang didaratkan di Pelabuhan Tamperan, Pacitan secara musiman dan antar tahunan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis spasial sebaran SPL dan klorofil-a serta analisis statistik untuk mengetahui hubungan antar parameter oseanografi terhadap hasil tangkapan yellowfin tuna. Hasil penelitian menunjukkkan bahwa rata-rata SPL klimatologi pada wilayah kajian bernilai 26,17°C-29,57°C, serta konsentrasi klorofil-a yang berada pada rentang nilai  0,15 mg/m3-1,20 mg/m3. Sementara secara antar tahunan diperoleh SPL antara 25,01°C-29,99°C, dan klorofil-a sebesar 0,12 mg/m3-1,76 mg/m3.  Hasil perhitungan korelasi pearson menunjukkan nilai korelasi tertinggi antara SPL dan klorofil-a dengan hasil tangkapan yellowfin tuna adalah -0,935 dan 0,965. Nilai ini menujukkan korelasi yang kuat antara parameter SPL dan klorofil-a terhadap tangkapan yellowfin tuna di perairan Tamperan.
Variabilitas Antar Tahunan Suhu Permukaan Laut dan Klorofil-A Terhadap Hasil Tangkapan Ikan Kembung (Rastreligger Sp.) di Perairan Demak Graha, Dorin Satya; Kunarso, Kunarso; Zainuri, Muhammad
Indonesian Journal of Oceanography Vol 6, No 2 (2024): Indonesian Journal of Oceanography
Publisher : University of Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ijoce.v6i2.17895

Abstract

Kabupaten Demak memiliki potensi kelautan dan perikanan yang cukup besar mencakup perikanan laut dan perikanan darat dengan salah satu komoditas unggulan perikanannya adalah ikan kembung. Ikan kembung merupakan jenis ikan ekonomis penting yang banyak ditangkap maupun dikonsumsi di Indonesia khususnya di Kabupaten Demak. Parameter oseanografi seperti suhu permukaan laut (SPL) dan klorofil-a mempengaruhi variabilitas hasil tangkapan, fenomena indian ocean dipole (IOD) merupakan variabilitas iklim antar tahunan yang bisa  mempengaruhi perubahan SPL dan klorofil-a. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui variabilitas antar tahunan SPL dan klorofil-a terhadap hasil tangkapan ikan kembung di perairan Demak. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan penginderaan jauh untuk mengolah data SPL, klorofil-a, kecepatan angin, dan curah hujan. Penentuan musim ikan dianalisis dengan indeks musim penangkapan (IMP) menggunakan metode persentase rata-rata berdasar analisis runtun waktu selama 3 tahun (2018-2020). Hasil penelitian menunjukkan SPL dan klorofil-a tinggi terjadi pada musim barat dan rendah pada musim timur. Nilai DMI naik pada kondisi IOD positif, sehingga SPL menurun dan klorofil-a meningkat, sedangkan pada kondisi IOD netral SPL meningkat dan klorofil-a menurun. Keterkaitan hasil tangkapan ikan dengan SPL dan klorofil-a pada musim peralihan II hingga musim barat menunjukkan keterkaitan yang kuat negatif sebesar r=-0,889 dan r=-0,657 sedangkan pada musim peralihan I dan musim timur menunjukkan keterkaitan yang kuat positif sebesar r= 0,696 dan r= 0,711.  
Studi Pengaruh Siklon Tropis Flamboyan Terhadap Suhu Permukaan Laut Dan Klorofil-a Di Perairan Samudra Hindia Barat Daya Sumatra Selkofa. M, Warisatul Anbiya; Wirasatriya, Anindya; Kunarso, Kunarso
Indonesian Journal of Oceanography Vol 6, No 3 (2024): Indonesian Journal of Oceanography
Publisher : University of Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ijoce.v6i3.18989

Abstract

Siklon tropis flamboyan merupakan siklon tropis yang terjadi di perairan Samudra Hindia Barat Daya Sumatera tanggal 28 Aapril-3 Mei 2018. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik dari siklon tropis flamboyan berdasarkan data kecepatan angin, curl, dan Ekman Pumping berupa data komponen angin permukaan dan hubungannya dengan pola persebaran Suhu Permukaan Laut dan Klorofil-a. Data komponen angin akan digunakan sebagai data yang mengidentifikasi pola kecepatan dan arah pergerakan dari siklon tropis flamboyan. Data curl digunakan untuk menunjang identifikasi pola rotasi siklon tropis dan ekman pumping digunakan untuk mengidentifikasi adanya upwelling. Data Suhu Permukaan Laut dan Klorofil-a akan di overlay dengan parameter angin permukaan yang kemudian dianalisis hubungannya. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa ketika terjadi siklon tropis Flamboyan, kecepatan angin akan meningkat mencapai 21 m/s dan menunjukkan pola pergerakan dari arah Timur Laut ke Barat Daya, kemudian berbelok cenderung ke arah Selatan. Hubungan ketika terjadi siklon tropis Flamboyan antara pola arus dengan Suhu Permukaan Laut dan Klorofil-a ditunjukkan dengan kecepatan angin yang meningkat dan pola rotasi curl bernilai positif kuat, konsentrasi Suhu Permukaan Laut akan menurun dan konsentrasi Klorofil-a akan meningkat karena adanya upwelling  akibat mekanisme ekman Pumping kuat.
Analisis Variasi Konsentrasi Klorofil-a di Perairan Maluku Utara Pada Fenomena ENSO Modoki Tahun 2009-2010 Reksajaya, Puspaningtyas Mutiaraputri; Kunarso, Kunarso; Zainuri, Muhammad
Indonesian Journal of Oceanography Vol 5, No 3 (2023): Indonesian Journal of Oceanography
Publisher : University of Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ijoce.v5i3.16667

Abstract

Perubahan iklim dan pemanasan global selama beberapa tahun belakangan menyebabkan perbedaan dan variasi pada fenomena ENSO. Anomali fenomena ENSO yang muncul dimana terdapat kenaikan suhu pada permukaan laut di wilayah Pasifik Tengah yang dikelilingi oleh anomali lain berupa suhu rendah pada ujung wilayah Pasifik Timur dan Barat disebut sebagai El Niño Modoki. Berdasarkan beberapa kajian referensi tentang pengaruh fenomena ENSO, terutama El Niño, konsentrasi klorofil-a mengalami kenaikan sementara SPL mengalami penurunan. Hasil analisis yang dilakukan pada perairan Maluku Utara menggunakan metode Interactive Data Language yang berdasarkan kepada perangkat lunak dan pemrograman, sehingga dapat diterapkan untuk analisis data El Niño Modoki Index, konsentrasi klorofil-a, data SPL, serta angin. Analisis menunjukkan bahwa perairan Maluku Utara mengalami kenaikan konsentrasi klorofil-a yang terpusat pada Teluk Ruli dan Teluk Kao bersamaan dengan kenaikan SPL yang terpusat pada Laut Sulawesi dan Laut Halmamera pada saat terjadinya fenomena El Niño Modoki 2009-2010.
Penguatan Keterampilan Pengelolaan Wihara bagi Pengurus Wihara-Wihara di Kabupaten Lampung Timur Kunarso, Kunarso; Subekti, Puja; Sapardi, Sapardi; Putra, Edi Ramawijaya; Heriyanto, Heriyanto; Suwarni, Iin; Dharma, Andhika Mustika; Widiyono, Eling
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 6 (2024): Volume 7 No 6 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i6.14672

Abstract

ABSTRAK Keterampilan pengelolaan wihara merupakan hal yang perlu terus dilakukan bagi pengurus ataupun calon pengurus. Hal ini dikarenakan pengurus merupakan garda terdepan dalam menciptakan eksistensi sebuah organisasi. Selain itu wihara sebagai tempat ibadah juga dituntut untuk terus berkembang guna membantu masyarakat tidak hanya dalam bidang agama namun juga dibidang-bidang lainnya seperti ekonomi, sosial, ataupun kesehatan. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman terkait keterampilan pengelolaan wihara yang diharapkan akan menunjang tercapainya visi, misi, serta tujuan organisasi. Kegiatan ini dilakukan dengan menggunakan metode penyuluhan yang terbagi menjadi beberapa tahap yakni persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Kegiatan ini dilaksanakan di Wihara Buddha Dipa dengan peserta berjumlah 30 orang yang merupakan pengurus wihara di Kabupaten Lampung Timur. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mengalami peningkatan pemahaman berkaitan dengan pemahaman sebesar 87,5%. Secara keseluruhan kegiatan berlangsung dengan lancar meskipun terdapat beberapa kendala yang bersumber dari aspek internal ataupun eksternal akan tetapi dapat teratasi dengan baik. Kata Kunci: Keterampilan, Manajemen, Pengelolaan, Wihara  ABSTRACT Temple management skills are something that needs to be done continuously for administrators or prospective administrators. This is because the board is the front line in creating the existence of an organization. In addition, the temple as a place of worship is also required to continue to grow to help the community not only in the field of religion but also in other fields such as economic, social, or health. This Community Service activity aims to increase understanding of temple management skills that are expected to support the achievement of the organization's vision, mission, and goals. This activity is carried out using counseling methods which are divided into several stages, namely preparation, implementation, and evaluation. This activity was carried out at Dipa Temple with 30 participants who were temple administrators in East Lampung Regency. The results of the activity showed that participants experienced an increase in understanding related to understanding by 87.5%. Overall, the activity ran smoothly even though there were several obstacles originating from internal or external aspects, but it could be overcome properly. Keywords: Skills, Management, Management, Temple
Variasi Temporal Dinamika Upwelling di Selat Makassar Periode 2007-2021 Siahaan, Jane E V; Kunarso, Kunarso; Wijaya, Yusuf Jati
Buletin Oseanografi Marina Vol 13, No 1 (2024): Buletin Oseanografi Marina
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/buloma.v13i1.55838

Abstract

Selat Makassar merupakan lintasan utama dari Arus Lintas Indonesia (ARLINDO). Letak geografis ini menyebabkan Selat Makassar memiliki variabilitas upwelling yang tinggi. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji variabilitas musiman upwelling secara spasial dan temporal di Selat Makassar berdasarkan indeks upwelling, klorofil-a, nilai Rrs 443 dan 555, SPL (Suhu Permukaan Laut), SSHA (Sea Surface Height Anomalies) dan EMT (Ekman Mass Transport). Data yang digunakan pada penelitian ini adalah klorofil-a dari OC-CCI (Ocean Colour Climate Change Initiative), SPL dari OISST (Optimum Interpolation Sea Surface Temperature), angin dari ASCAT (Advanced Scatterometer), serta SSHA, Rrs 443, dan Rrs 555 dari situs marine Copernicus yang diolah dengan dengan metode komposit menggunakan software IDL (Interactive Data Language) dan NCL (NCAR Command Language). Puncak upwelling terjadi pada bulan Agustus (musim timur) yang ditandai dengan penurunan SPL (26.66 °C) dan SSHA (-2.27cm), EMT (5.27 ), serta peningkatan klorofil-a hingga 0.80 mg/ , dan indeks upwelling yang bernilai positif (0.948 °C). Hasil Rrs 443 dan Rrs 555 yang tergolong rendah mengindikasikan bahwa terdapat kelimpahan fitoplankton pada Selat Makassar. Musim timur (JJA) EOF1 dan PC1 sebesar 40.0 % serta EOF2 dan PC2 sebesar 10.9%. Hasil EOF1 memiliki pola yang mirip dengan peta spasial klimatologi klorofil-a. Hal tersebut dipengaruhi oleh faktor fisik seperti angin. Nilai anomali positif maupun negatif dipengaruhi fenomena iklim seperti El Nino dan La Nina yang terjadi pada tiap tahunnya. Pada hasil EOF juga didapatkan variabilitas tinggi pada daerah di sekitar 4  – 6  LS.  The Makassar Strait is the main route of the Indonesian Cross Flow (ARLINDO). This geographical location causes the Makassar Strait to have high upwelling variability. The aim of this research is to examine the seasonal variability of upwelling spatially and temporally in the Makassar Strait based on the upwelling index, chlorophyll-a, Rrs 443 and 555 values, SST (Sea Surface Temprature), SSHA (Sea Surface Height Anomalies) and EMT (Ekman Mass Transport). The data used in this research are chlorophyll-a from OC-CCI (Ocean Colour Climate Change Initiative), SST from OISST (Optimum Interpolation Sea Surface Temperature), wind from ASCAT (Advanced Scatterometer), and SSHA, Rrs 443, and Rrs 555 from the Copernicus marine site which were processed using the composite method using IDL (Interactive Data Language) and NCL (NCAR Command Language) software. The peak of upwelling occurred in August (eastern season) which was marked by a decrease in SST (26.66 °C) and SSHA (-2.27cm), EMT (5.27 ), as well as an increase in chlorophyll-a up to 0.80 mg/ , and the upwelling index is positive (0.948 °C). The results of Rrs 443 and Rrs 555 which are relatively low indicate that there is an abundance of phytoplankton in the Makassar Strait. East monsoon (JJA) EOF1 and PC1 is 40.0% and EOF2 and PC2 is 10.9%. The EOF1 results have a similar pattern to the spatial map of chlorophyll-a climatology. This is influenced by physical factors such as wind. Positive and negative anomaly values are influenced by climate phenomena such as El Nino and La Nina which occur every year. The EOF results also show high variability in the area around 4° – 6° South Latitude.
Variabilitas Thermal Front dan Keterkaitan dengan Klorofil-a di Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia 711 Zandika, Rendy; Ismunarti, Dwi Haryo; Kunarso, Kunarso; Hatmaja, Rahaden Bagas; Ayubi, M. Albab Al
Buletin Oseanografi Marina Vol 13, No 2 (2024): Buletin Oseanografi Marina
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/buloma.v13i2.60304

Abstract

memiliki potensi sumber daya kelautan yang besar yang berada pada kawasan Selat Karimata, Laut Natuna, dan Laut Natuna Utara. Penelitian mengenai variabilitas thermal front dan keterkaitan dengan klorofil-a di WPPNRI 711 menjadi informasi yang sangat penting untuk memberikan wawasan yang lebih dalam tentang bagaimana perubahan suhu dan produktivitas biologis saling mempengaruhi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui variabilitas  thermal front dan kaitannya dengan klorofil-a di WPPNRI 711. Penelitian ini menggunakan data SPL, klorofil-a, angin, curah hujan dari website marine.copernicus.eu. Data diolah mengggunakan MATLAB sehingga menghasilkan data, peta, dan grafik dari SPL, thermal front, klorofil-a, curah hujan dan angin dan dianalisis dengan mengkaitkan dengan penelitian sebelumnya menggunakan metode kuantiatif sehingga mendapatkan hasil yang obyektif. Hasil penelitian menunjukkan area thermal front di WPPNRI 711 mencapai nilai tertinggi pada musim barat dengan luas sebesar 386.263 km2 dan area thermal front mencapai nilai terendah pada musim timur dengan luas sebesar 264.058 km2. Keterkaitan klorofil-a dengan thermal front menunjukkan konsentrasi klorofil-a pada daerah thermal front di Pesisir Pulau Sumatera dan Laut Natuna lebih tinggi dengan rata-rata berturut-turut sebesar 3,49 mg/m3 dan 0,16 mg/m3 dibandingkan dengan rata-rata klorofil-a di keseluruhan area Pesisir Pulau Sumatera dan Laut Natuna dengan rata-rata berturut-turut sebesar 2,68 mg/m3 dan 0,14 mg/m3.  Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia 711 (WPPNRI 711) is a region with significant potential for marine resources located in the Karimata Strait, Natuna Sea, and North Natuna Sea. Research on the variability of thermal fronts and their connection with chlorophyll-a in WPPNRI 711 can provide additional information and deeper insights into how temperature changes and biological productivity mutually influence each other. The aim of this research is to understand the variability of thermal fronts and their correlation with chlorophyll-a in WPPNRI 711. The study utilizes secondary data on Sea Surface Temperature (SPL), chlorophyll-a, wind, and rainfall. The data is processed using MATLAB to generate SPL, thermal front, chlorophyll-a, rainfall, and wind data, as well as maps and graphs. The analysis is conducted by associating the results with previous research using quantitative methods to obtain objective findings.The research findings indicate that the thermal front area in WPPNRI 711 reaches its highest value during the west monsoon season, covering an area of 386,263 km², while the thermal front area reaches its lowest value during the east monsoon season, covering an area of 264,058 km². The correlation between chlorophyll-a and thermal fronts shows that chlorophyll-a concentration in the thermal front areas in the Coastal areas of Sumatra Island and Natuna Sea is higher, with average values of 3.49 mg/m3 and 0.16 mg/m3 respectively, compared to the overall average chlorophyll-a in the Coastal areas of Sumatra Island and Natuna Sea, with average values of 2.68 mg/m3 and 0.14 mg/m3 respectively.
Co-Authors Aditya, Farah Adivitasari, Reska Mega Agfanita, Syifa Agnadiva, Alisha Khansa Agus Supangat Akhmad Syafik Alfi Satriadi Anastasia Rita Tisisana Dwi K. Anindya Wirasatriya Ardiansyah Desmont Puryajati Ardy Carova Tarigan, Ardy Carova Arif Mustofa Aris Ismanto Arya Muhammad Azis Rifai Aziz Rifai bagus teguh santoso, bagus teguh Bambang Harry R Baskoro Rochaddi Bima Andriantama Budi Endarto Budi Purwanto Denny Nugroho Sugianto Deskaranti, Rani Desy Setyaningrum Dharma, Andhika Mustika Dini Oktaviani Duahido, Dhamura Durmont Siahaan Dwi Haryo Ismunarti Dwi Haryo Ismunarti Eka Bathin Putra Eko Supriyadi Elia Hottua Natalia, Elia Hottua Elis Indrayanti Enita, Siti Yasmina Fannia Wahyu Ramadhanty Faridah, Idah Ferri Septia Purwadi, Ferri Septia Fikra, Harizal Firman Ramadhan Fuad Ashari Fuji Anida Gemilang, Aulia Surya Gentio Harsono Gentur Handoyo Gita Praspa Ramdhani Goff, Virginia Andrews- Graha, Dorin Satya Hakiki, Azizul Halim, M. Arief Rahman Hariadi Hariadi Hariyadi Hariyadi Harmon Prayogi, Harmon Haryono Haryono Hastuti Hastuti Hatmaja, Rahaden Bagas Heriyanto Heriyanto Hery Widijanto Heryoso Setiyono Himawa, Daenk Imam Triarso Indra Budi Prasetyawan Irfan Hafizhurrahman Islah Islah, Islah Jarot Marwoto Jarot Marwoto Jihadi, Muhammad Shulhan Johannes Hutabarat Latifah, Arlinda Lutfiana Lilik Maslukah M. Albab Al Ayubi, M. Albab Al Mahardiani Putri Naulia Batubara Malik, Kurnia Maro, Jahved Ferianto Melanie Rizky Hanuransyah Mufidah, Nuruz Zakiyatul Muh Yusuf Muh Yusuf Muh. Yusuf Muhamad Hafiz Maulavi Haban Muhammad Faiq Marwa Noercholis Muhammad Helmi Muhammad Helmi Muhammad Yafi Arfa Muhammad Zahrul Ghufron Muhammad Zainuri Mulyono S. Baskoro Munandar, Bayu Muslim Muslim Muthia, Naura Shobihatul Natalia Setyawati, Natalia Niken Dwi Prasetyarini Nining S Ningsih Nining Sari Ningsih Nugroho Agus D Nurholis Nurholis Nurindahsari Niken Larasati Oktaviano, Gregorius Parichat Wetchayount Patrick W., Fressan Paulus, James Junior Petrus Subardjo Prabowo, Dibyo Agung Prasetyo, Damar Aji Purwanto Purwanto Putra, Edi Ramawijaya Qotrunada, Yesinia Ayu Rahmadiana Andini Rahmawati, Diah Ayu Reksajaya, Puspaningtyas Mutiaraputri Resy Sekar Sari Ridarto, Arij Kemala Yasmin Ridho Tondang Rikha Widiaratih Rima Putri Pertiwi Rizki Kirana Yuniarti Rizky Aditya Rukuh Setiadi Safwan Hadi Safwan Hadi Salma Ayu Sasmita Sapardi, Sapardi Saputra, Vito Hardika Saputra, Yoanes Ryan Saragih, Laurentia Alexandra Sardiyatmo Sardiyatmo Selkofa. M, Warisatul Anbiya Seprianto, Abdal Setyaningrum, Happy Ayu Shafira, Alief Wahyu Siahaan, Jane E V Simatupang, Ariel Oscar Paskario Sri Redjeki Sri Yulina Wulandari Subekti, Puja Sujito Sujito Sumaryanto, A. Djoko Surya Risky Graharto Suryoputra, Agus Anugroho Dwi Suwarni, Iin Teguh Prayogo Teuku Fauzan Zul Aufar Tri Widya Laksana Putra Tri Wulandari Santoso Ulfani, Afifa Ulung Jantama Wisha Wali Baiq Sukoro, Wali Baiq Warsito Atmodjo Wetchayont, Parichat Widiaratih, Rikha Widiyono, Eling Widodo S. Pranowo Widodo, Dzaky Malik Putra Yeyen Novita Sari Yuhendrasmiko, Randy Yusuf Jati Wijaya Yusuf Jati Wijaya Zandika, Rendy