Claim Missing Document
Check
Articles

The Role of Coastal Upwelling in Suppressing the Warming Trend of Sea Surface Temperature along the Southern Coast of Java Himawa, Daenk; Wirasatriya, Anindya; Kunarso, Kunarso; Wetchayont, Parichat
ILMU KELAUTAN: Indonesian Journal of Marine Sciences Vol 30, No 2 (2025): Ilmu Kelautan
Publisher : Marine Science Department Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ik.ijms.30.2.289-300

Abstract

This study examines the unclear role of wind-driven upwelling through Ekman transport and pumping, along with the combined effects of the Indian Ocean Dipole (IOD) and El Niño-Southern Oscillation (ENSO) trends on the warming rate of Sea Surface Temperature (SST) along the southern coast of Java. Using data from 1940 to 2023, we investigated how IOD, ENSO, Ekman transport, and Ekman pumping influence SST trends. Our results reveal a cooling trend in SST near the coast during the upwelling period and a warming trend across the entire area during the non-upwelling period. The cooling SST weakens the easterly winds passing through the coastal areas, reducing upwelling intensity, as indicated by the weakening of Ekman transport. However, Ekman pumping, another proxy for upwelling, shows a strengthening trend. Our comparison along coastal areas suggests that the increase in Ekman pumping is more robust than the decrease in Ekman transport, leading to an overall intensification of upwelling. Additionally, we observed positive trends in IOD and ENSO during the upwelling period. These trends significantly enhance the upwelling process and are responsible for the observed cooling trend in SST. Thus, while wind-driven upwelling through Ekman transport and pumping plays a crucial role as a key process, its intensification is primarily driven by the trends in IOD and ENSO.
Modelling Migratory Pinch Points and Connectivity of Pygmy Blue Whale Using Circuit Theory: A Case Study of Savu Sea, Indonesia Jihadi, Muhammad Shulhan; Zainuri, Muhammad; Goff, Virginia Andrews-; Widiaratih, Rikha; Kunarso, Kunarso; Indrayanti, Elis
ILMU KELAUTAN: Indonesian Journal of Marine Sciences Vol 30, No 2 (2025): Ilmu Kelautan
Publisher : Marine Science Department Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ik.ijms.30.2.174-182

Abstract

Blue whale and their subspecies is an endangered whale species that needs to be conserved by protecting their important habitat and migration corridor. Research about designing and modelling blue whale habitat for marine protected area has been done many times. However, incorporation of connectivity in marine protected areas design and management has been limited due to the complexity of methods used to model connectivity, therefore the implementation among practitioners is inconsistent. An alternative method to model connectivity of pygmy blue whale habitat is discussed through a combination of maximum entropy model and circuit theory. The habitat suitability models were made using satellite-tagged pygmy blue whale data (2012-2016) and oceanographic variables, such as sea surface temperature, chlorophyll, salinity, bathymetry, and seafloor geomorphology for four season that is March-April-May (MAM), June-July-August (JJA), September-October-November (SON), and December-January-February (DJF). The habitat suitability model shows different importance of environmental variables in their preference of habitat in each season, with distance from slope as the most influential parameter during the migration season (54.4% for MAM, 37.8% for SON), mean climatological chlorophyll during winter (31%), and mean climatological sea surface temperature during summer (54.7%). Habitat suitability result were then used to model connectivity, assuming that the whales migrate during MAM and SON. The migration model from Omniscape showed some pinch point, such as Sumba-Sape strait, Alor strait, Rote strait, Ombai strait. These pinch points can be seen as corridors with high potential of pygmy blue whale migration or high connectivity, therefore this area could become priority for conservation.
Analisis Konsentrasi dan Sebaran Klorofil-A di Perairan Laguna, Pekalongan Agnadiva, Alisha Khansa; Kunarso, Kunarso; Zainuri, Muhammad
Indonesian Journal of Oceanography Vol 7, No 2 (2025): Indonesian Journal of Oceanography
Publisher : University of Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ijoce.v7i2.25532

Abstract

Pekalongan terletak di pesisir pantai Utara Provinsi Jawa Tengah, dengan aktivitas masyarakat berupa UMKM serta perikanan, yang menghasilkan limbah organik. Pembuangan limbah organik langsung ke sungai tanpa pengelolaan yang tepat, sehingga menghasilkan suplai nutrien, khususnya wilayah pantai dan laguna. Unsur nutrien tersebut akan memicu peningkatan kandungan klorofil-a sebagai indikator kesuburan perairan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi dan pola distribusi klorofil-a di perairan Laguna Pekalongan. Penelitian dilakukan pada tanggal 30 Mei 2024, pada 10 titik pengamatan yang berada di laguna secara in situ dan sampel diolah di laboratorium. Data primer sebagai variable yang diukur  secara  in situ adalah klorofil-a, sedangkan data variable sekunder meliputi angin, arus dan pasang surut. Hasil analisis kandungan klorofil-a selanjutnya diolah secara deskriptif. Sedangkan persebarannya diolah dengan cara mengoverlay hasil kandungan klorofil-a pada peta arus dengan pendekatan model MIKE-21. Kandungan klorofil-a di perairan Laguna Pekalongan, Jawa Tengah berkisar antara 4,1816 – 30,7238 mg/L dengan rata-rata sebesar 13,7224 mg/L. Nilai konsentrasi klorofil-a tersebut terkait dengan suplai nutrien di muara sungai Sengkarang dan berlanjut ke laguna sampai dengan lepas pantai. Persebaran klorofil-a secara horizontal di Laguna Pekalongan, Jawa Tengah menunjukkan nilai yang tinggi di daerah laguna dan garis pantai serta menurun di laut lepas. Hal ini sebagai pengaruh arus dengan pola dari Barat daya menuju Tenggara. Kondisi tersebut juga dipengaruhi oleh arus pasang surut dan kondisi morfologi perairan laguna.
Variasi Temporal Material Padatan Tersuspensi Menggunakan Citra Sentinel di Muara Sungai Loji Pekalongan Simatupang, Ariel Oscar Paskario; Wirasatriya, Anindya; Maslukah, Lilik; Zainuri, Muhammad; Ridarto, Arij Kemala Yasmin; Jihadi, Muhammad Shulhan; Kunarso, Kunarso
Indonesian Journal of Oceanography Vol 7, No 2 (2025): Indonesian Journal of Oceanography
Publisher : University of Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ijoce.v7i2.26247

Abstract

Material Padatan Tersuspensi (MPT) merupakan partikel yang melayang dikolom perairan dan terdiri dari berbagai komponen organik maupun anorganik. Kehadirannya menyebabkan kekeruhan air sehingga menghalangi sinar matahari yang masuk ke perairan, mengganggu proses fotosintesis dan berdampak negatif pada ekosistem. Pemantauan MPT secara temporal dapat dilakukan melalui pemanfaatkan teknologi penginderaan jauh. Nilai estimasinya sangat bergantung pada pemilihan sebuah algorithma.  Penelitian ini bertujuan untuk menguji kinerja beberapa algorithma sekaligus mengembangkan algoritma secara empiris menggunakan data MPT in situ dan nilai reflektan produk dari citra Sentinel-2 di Muara Loji. Hasil menunjukkan bahwa nilai estimasi MPT dari algorithma yang dikembangkan secara empiris pada penelitian ini menunjukkan kinerja terbaik dibanding algorithma lainnya. Algorithma yang dibangun menggunakan reflektan pada kanal hijau (B3) memiliki kinerja terbaik yang ditunjukkan dengan nilai koefisien determinasi (R²) = 0.422, RMSE = 8.93 mg/L, MAPE = 18.2%, dan Bias = 1.43.  Estimasi konsentrasi MPT lapangan memiliki rerata sebesar 39.19 mg/L, sementara hasil prediksi dengan algorithma Ajiperwata (37.88  mg/L), Wirasatriya (48.98 mg/L), Maslukah (11.54 mg/L), Laili (13.42 mg/L), dan algorithma baru memiliki nilai rerata 39.90 mg/L. Penelitian ini masih memiliki keterbatasan, karena algorithma dikembangkan berdasarkan satu kali pengambilan, yang mewakili musim peralihan, sehingga masih diperlukan pengujian atau validasi terhadap data MPT di waktu lainnya. Meskipun demikian algorithma yang dihasilkan dapat membantu dalam monitoring jangka panjang di musim yang sama. 
Analisis Karakteristik Marine Heatwaves di Wilayah Pengelolaan Perikanan 711 Saragih, Laurentia Alexandra; Ismunarti, Dwi Haryo; Kunarso, Kunarso; Hatmaja, Rahaden Bagas
Indonesian Journal of Oceanography Vol 7, No 2 (2025): Indonesian Journal of Oceanography
Publisher : University of Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ijoce.v7i2.26386

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis karakteristik MHW di WPPNRI 711 meliputi Selat Karimata, Laut Natuna, dan Laut Natuna Utara yang mana merupakan wilayah yang memiliki potensi perikanan ikan pelagis kecil dan pelagis besar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi metriks MHW yang terjadi selama 42 tahun. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data remote sensing suhu permukaan laut yang berasal dari Copernicus Marine Environtment Monitoring Service (CMEMS). Metode pendekatan yang digunakan yaitu dengan statistika deskriptif. Hasil yang ditemukan yaitu rata – rata karakteristik MHW di WPPNRI 711 yaitu frekuensi 2 – 4 kali per tahun; Rerata durasi 8 – 18 hari; dengan rerata intensitas 1oC – 1.6 oC. Tren frekuensi MHW mengalami peningkatan positif 0 – 0,2 kejadian per tahun; Tren durasi dengan rentang nilai -0,5 – 0,5 hari/tahun; Tren intensitas yaitu -0,08 oC – 0,08oC per tahun. Kejadian MHW tertinggi berdasarkan kondisi intensitas selama 42 tahun terjadi pada tahun 2016, 1998, dan 2023.
Legal Framework and Law Enforcement of Illegal Mining in Indonesia: A Normative Jurisdictional Analysis of the Implications of Environmental Law and Criminal Law Rahmawati, Diah Ayu; Haryono, Haryono; Endarto, Budi; Santoso, Bagus Teguh; Kunarso, Kunarso
West Science Law and Human Rights Vol. 3 No. 02 (2025): West Science Law and Human Rights
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/wslhr.v3i02.1865

Abstract

This paper explores the legal framework and law enforcement mechanisms regarding illegal mining in Indonesia, focusing on the implications for environmental protection and criminal accountability. The study employs a normative juridical analysis to examine the existing laws, including the Mining Law No. 4 of 2009, Environmental Law No. 32 of 2009, and the Indonesian Criminal Code (KUHP). The paper highlights the gaps in the legal system, such as weak enforcement, inadequate penalties, and the challenges posed by corruption within local authorities. It also assesses the social and environmental consequences of illegal mining, including deforestation, pollution, and the exploitation of local communities. The findings suggest that while Indonesia has a comprehensive legal framework, the effectiveness of its enforcement mechanisms remains insufficient. Based on the analysis, the paper proposes recommendations to strengthen law enforcement, improve penalties, combat corruption, and support alternative livelihoods for communities affected by illegal mining.
TRANSFORMATIONAL LEADERSHIP MANAGEMENT MI LUTHFUL ULUM IN ACHIEVING AN EXCELLENT MADRASAH Kunarso, Kunarso; Islah, Islah; Sujito, Sujito
Islamic Management: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 8 No. 02 (2025): Islamic Management: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/im.v8i02.8546

Abstract

MI Luthful Ulum's Transformational Leadership Management in Achieving Excellent Madrasa in Pati Regency. MI Luthful Ulum's Transformational Leadership Management in Achieving Superior Madrasas in Pati Regency is as follows: 1) the principal's transformational leadership can be interpreted as the form or style applied by the principal in influencing his subordinates (teachers, administrative staff, and all employees) to achieve performance and desired educational goals. 2) The main principle of transformational leaders is that they have high competence and vision to realize success, leaders can inspire subordinates to respond with great enthusiasm and commitment to achieving goals. 3) Transformational leadership will have a positive influence on the relationship between superiors and subordinates in Islamic education. With the concept of transformational leadership, subordinates will feel trust, admiration, pride, loyalty and respect for their superiors and will be motivated to do work with results that exceed the targets that have been determined together.  These positive changes such as setting an example, such as leaders showing professional behavior in the teaching and learning process, honesty, discipline (on time), ability to collaborate and relationships between students and teachers will influence teachers at Islamic Education Institutions. 4) Implementation of MI Luthful Ulum's transformational leadership management in achieving superior madrasas in the District. Pati in the picture above there are 4 descriptions of transformational leadership, such as leaders who pay attention to the needs of subordinates, leaders who raise issues of need to a higher level, leaders who listen to subordinates' problems at work, and leaders who build subordinates' self-confidence.
Studi Variabilitas Upwelling Berdasarkan Data Angin, Suhu Permukaan Laut, Dan Klorofil-A Di Laut Flores Fikra, Harizal; Wijaya, Yusuf Jati; Kunarso, Kunarso; Wisha, Ulung Jantama
Indonesian Journal of Oceanography Vol 7, No 3 (2025): Indonesian Journal of Oceanography
Publisher : University of Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ijoce.v7i3.27907

Abstract

Laut Flores merupakan salah satu perairan strategis di kawasan timur Indonesia yang memiliki potensi produktivitas laut tinggi. Fenomena upwelling yang terjadi di wilayah ini berperan penting dalam membawa massa air laut dari lapisan bawah yang kaya akan nutrien ke permukaan. Proses ini berkaitan erat dengan dinamika angin muson dan kondisi oseanografis setempat. Dalam penelitian ini, digunakan data satelit angin, suhu permukaan laut (SPL), dan klorofil-a untuk mengkaji variabilitas klimatologis upwelling secara spasial dan temporal selama periode 2008 hingga 2022. Perhitungan indeks upwelling dilakukan menggunakan pendekatan Ekman transport dan Ekman pumping guna melihat kontribusi gaya angin terhadap dinamika vertikal air laut. Wilayah studi dibagi menjadi dua transek berdasarkan sebaran geografis, dan masing-masing dianalisis menggunakan pemrograman Python serta divisualisasikan secara spasial. Hasil analisis menunjukkan bahwa fenomena upwelling dominan terjadi pada musim timur, khususnya bulan Juni hingga Agustus, yang ditandai dengan peningkatan kecepatan angin, penurunan SPL, dan lonjakan konsentrasi klorofil-a. Nilai indeks upwelling tertinggi tercatat di Transek A, sedangkan pada Transek B Ekman pumping bukan merupakan faktor dominan dalam memicu terjadinya upwelling pada wilayah tersebut.
Studi Dampak Siklon Tropis Anggrek Terhadap Unsur Cuaca dan Suhu Permukaan Laut di Laut Selatan Jawa Widodo, Dzaky Malik Putra; Kunarso, Kunarso; Wirasatriya, Anindya
Indonesian Journal of Oceanography Vol 7, No 3 (2025): Indonesian Journal of Oceanography
Publisher : University of Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ijoce.v7i3.27848

Abstract

Siklon tropis Anggrek merupakan siklon tropis yang terjadi di Samudera Hindia tanggal 16 Januari - 22 Januari 2024. Siklon tropis merupakan suatu fenomena atmosfer yang disebabkan oleh adanya perubahan tekanan yang terjadi di wilayah dengan perairan hangat yang menyebabkan timbulnya angin dengan kecepatan yang tinggi dan perubahan pada beberapa unsur cuaca. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak dari siklon tropis Anggrek terhadap unsur cuaca yakni angin, transpor uap air, dan curah hujan, serta suhu permukaan laut di laut selatan Jawa. Data yang digunakan adalah data angin dari Cross Calibrated Multi-Platform, data SPL dari Ocean Sea Surface Temperature and Ice Analysis, data kelembapan spesifik dari ECMWF ERA-5 dan data curah hujan dari Global Precipitation Measurement yang divisualisasikan menjadi pola dan kecepatan angin, suhu permukaan laut, transpor uap air dan curah hujan dalam waktu harian dan tahunan melalui perangkat lunak GrADS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siklon tropis Anggrek menyebabkan peningkatan pada kecepatan angin, transpor uap air, dan curah hujan sebesar 22%, 30% dan 12% dari kondisi sebelumnya serta menyebabkan penurunan pada suhu permukaan laut sebesar 0,93% dengan rata-rata nilai kecepatan angin mencapai 7,10 m/s, transpor uap air mencapai 90,24 kg/ms, intensitas curah hujan mencapai 24,04 mm/hari, dan suhu permukaan minimum sebesar 28,97°C. 
Pengaruh El-Niño Southern Oscillation dan Indian Ocean Dipole Terhadap Variabilitas Curah Hujan dan Suhu Permukaan Laut di Laut Banda Agfanita, Syifa; Kunarso, Kunarso; Wijaya, Yusuf Jati
Indonesian Journal of Oceanography Vol 7, No 3 (2025): Indonesian Journal of Oceanography
Publisher : University of Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ijoce.v7i3.19253

Abstract

Laut Banda terletak di kepulauan Maluku dan dilintasi oleh garis khatulistiwa. Lokasi geografis ini menarik karena dipengaruhi oleh pola Indian Ocean Dipole (IOD) dan Sirkulasi Walker yang sering kali berdampak pada curah hujan lebat dan pergeseran musim di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap pengaruh fenomena El Nino-Southern Oscillation (ENSO) dan IOD terhadap variasi curah hujan dan suhu permukaan laut (SPL) di Laut Banda. Penelitian ini dikaji menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif untuk memproses data secara klimatologi, anomali serta analisis korelasi dan determinasi selama 13 tahun (2007-2019). Data yang digunakan meliputi curah hujan dari TRMM (3B43), SPL dari AquaMODIS, serta indeks IOD dan ENSO. Hasil temuan menunjukkan bahwa ENSO dan IOD memiliki hubungan yang signifikan dengan suhu permukaan laut dan curah hujan di Laut Banda. Dampak yang paling terlihat adalah pada musim JJA (Juni, Juli, Agustus) dan SON (September, Oktober, November). Selama periode El Nino dan IOD positif, terjadi penurunan SPL dan curah hujan yang lebih rendah dari kondisi normal di Laut Banda. Hasil analisis juga mengungkapkan pengaruh yang signifikan terhadap hubungan antara ENSO-SPL (R2=0.554), IOD-SPL (R2=0.459), ENSO-curah hujan (R2=0.541), dan IOD-curah hujan (R2=0.467).
Co-Authors Aditya, Farah Adivitasari, Reska Mega Agfanita, Syifa Agnadiva, Alisha Khansa Agus Supangat Akhmad Syafik Alfi Satriadi Anastasia Rita Tisisana Dwi K. Anindya Wirasatriya Ardiansyah Desmont Puryajati Ardy Carova Tarigan, Ardy Carova Arif Mustofa Aris Ismanto Arya Muhammad Azis Rifai Aziz Rifai bagus teguh santoso, bagus teguh Bambang Harry R Baskoro Rochaddi Bima Andriantama Budi Endarto Budi Purwanto Denny Nugroho Sugianto Deskaranti, Rani Desy Setyaningrum Dharma, Andhika Mustika Dini Oktaviani Duahido, Dhamura Durmont Siahaan Dwi Haryo Ismunarti Dwi Haryo Ismunarti Eka Bathin Putra Eko Supriyadi Elia Hottua Natalia, Elia Hottua Elis Indrayanti Enita, Siti Yasmina Fannia Wahyu Ramadhanty Faridah, Idah Ferri Septia Purwadi, Ferri Septia Fikra, Harizal Firman Ramadhan Fuad Ashari Fuji Anida Gemilang, Aulia Surya Gentio Harsono Gentur Handoyo Gita Praspa Ramdhani Goff, Virginia Andrews- Graha, Dorin Satya Hakiki, Azizul Halim, M. Arief Rahman Hariadi Hariadi Hariyadi Hariyadi Harmon Prayogi, Harmon Haryono Haryono Hastuti Hastuti Hatmaja, Rahaden Bagas Heriyanto Heriyanto Hery Widijanto Heryoso Setiyono Himawa, Daenk Imam Triarso Indra Budi Prasetyawan Irfan Hafizhurrahman Islah Islah, Islah Jarot Marwoto Jarot Marwoto Jihadi, Muhammad Shulhan Johannes Hutabarat Latifah, Arlinda Lutfiana Lilik Maslukah M. Albab Al Ayubi, M. Albab Al Mahardiani Putri Naulia Batubara Malik, Kurnia Maro, Jahved Ferianto Melanie Rizky Hanuransyah Mufidah, Nuruz Zakiyatul Muh Yusuf Muh Yusuf Muh. Yusuf Muhamad Hafiz Maulavi Haban Muhammad Faiq Marwa Noercholis Muhammad Helmi Muhammad Helmi Muhammad Yafi Arfa Muhammad Zahrul Ghufron Muhammad Zainuri Mulyono S. Baskoro Munandar, Bayu Muslim Muslim Muthia, Naura Shobihatul Natalia Setyawati, Natalia Niken Dwi Prasetyarini Nining S Ningsih Nining Sari Ningsih Nugroho Agus D Nurholis Nurholis Nurindahsari Niken Larasati Oktaviano, Gregorius Parichat Wetchayount Patrick W., Fressan Paulus, James Junior Petrus Subardjo Prabowo, Dibyo Agung Prasetyo, Damar Aji Purwanto Purwanto Putra, Edi Ramawijaya Qotrunada, Yesinia Ayu Rahmadiana Andini Rahmawati, Diah Ayu Reksajaya, Puspaningtyas Mutiaraputri Resy Sekar Sari Ridarto, Arij Kemala Yasmin Ridho Tondang Rikha Widiaratih Rima Putri Pertiwi Rizki Kirana Yuniarti Rizky Aditya Rukuh Setiadi Safwan Hadi Safwan Hadi Salma Ayu Sasmita Sapardi, Sapardi Saputra, Vito Hardika Saputra, Yoanes Ryan Saragih, Laurentia Alexandra Sardiyatmo Sardiyatmo Selkofa. M, Warisatul Anbiya Seprianto, Abdal Setyaningrum, Happy Ayu Shafira, Alief Wahyu Siahaan, Jane E V Simatupang, Ariel Oscar Paskario Sri Redjeki Sri Yulina Wulandari Subekti, Puja Sujito Sujito Sumaryanto, A. Djoko Surya Risky Graharto Suryoputra, Agus Anugroho Dwi Suwarni, Iin Teguh Prayogo Teuku Fauzan Zul Aufar Tri Widya Laksana Putra Tri Wulandari Santoso Ulfani, Afifa Ulung Jantama Wisha Wali Baiq Sukoro, Wali Baiq Warsito Atmodjo Wetchayont, Parichat Widiaratih, Rikha Widiyono, Eling Widodo S. Pranowo Widodo, Dzaky Malik Putra Yeyen Novita Sari Yuhendrasmiko, Randy Yusuf Jati Wijaya Yusuf Jati Wijaya Zandika, Rendy