Claim Missing Document
Check
Articles

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF STAD MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR TEKNIK DASAR PASSING BOLA VOLI ., I Putu Juniarta; ., Prof. Dr. I Nyoman Kanca, MS; ., dr. Adnyana Putra, S.Ked.
Jurnal Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan Undiksha Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjp.v5i1.9450

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar teknik dasar passing bola voli melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas kualitatif yang dilaksanakan dalam dua siklus, yang terdiri dari rencana tindakan, pelaksanaan tindakan, observasi/evaluasi dan refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas IX A SMP Muhammadiyah 2 Singaraja tahun pelajaran 2016/2017, yang berjumlah 20 orang (13 laki-laki, 7 perempuan). Data dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif. Hasil analisis data aktivitas belajar secara klasikal didapatkan pada observasi awal 5,3 (cukup aktif) dan meningkat pada siklus I menjadi 7,62 (aktif) dan pada siklus II meningkat yaitu 8,18 (aktif). Sedangkan untuk analisis persentase ketuntasan belajar secara klasikal pada observasi awal 20% (tidak tuntas) pada siklus I terjadi peningkatan yaitu mencapai 75% (tuntas). Pada siklus II terjadi peningkatan hasil belajar yaitu mencapai 100% (tuntas). Dapat disimpulkan bahwa aktivitas dan hasil belajar teknik dasar passing bola voli meningkat melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD pada siswa kelas IX A SMP Muhammadiyah 2 Singaraja tahun pelajaran 2016/2017. Disarankan kepada guru penjasorkes menglimplementasikan model pembelajaran kooperatif tipe STAD pada pembelajaran teknik dasar passing bola voli karena dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar.Kata Kunci : pembelajaran kooperatif, aktivitas belajar, hasil belajar, bola voli This research aimed to improve the activity and result of learning the basic techniques of passing volleyball through the implementation of cooperative learning model type STAD. This research was a classroom action qualitative research conducted in two cycles, which consists of a plan, action, observation / evaluation and reflection. The subjects were students of class IX A SMP Muhammadiyah 2 Singaraja in academic year 2016/2017, in total 20 students (13 boys, 7 girls). Data were analyzed using descriptive statistical analysis. The results of the analysis of classical learning activity data obtained at the initial observation 5,3 (quite active) and increased in the first cycle to 7,62 (active) and the second cycle increased, to 8,18 (active). As for the analysis of classical learning completeness percentage at 20% on initial observations (not finished) in the first cycle increased, reaching 75% (complete). In the second cycle increased learning outcomes which reached 100% (complete). It can be concluded that the activities and results of learning the basic techniques of passing the volleyball increased through the implementation of cooperative learning model STAD in class IX A SMP Muhammadiyah 2 Singaraja in academic year 2016/2017. It is recommended to physical education teachers to apply cooperative learning model type STAD in learning the basic techniques of passing the volleyball because it can increase the activity and results of learning.keyword : cooperative learning, learning activities, learning outcomes, volleyball
PENGARUH MODEL PELATIHAN PRAKTIK PADAT DAN PRAKTIK TERDISTRIBUSI TERHADAP KETEPATAN SERVIS ATAS PADA SISWA PESERTA EKSTRAKURIKULER BOLA VOLI SMP NEGERI 1 ABANG TAHUN 2014 ., I Kadek Suta Adi Adnyana; ., Prof. Dr. I Nyoman Kanca, MS; ., I Kd. Happy Kardiawan, S.Pd.
Jurnal Pendidikan Kepelatihan Olahraga Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpko.v2i1.4266

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) pengaruh model pelatihan praktik padat terhadap ketepatan servis atas, (2) pengaruh model pelatihan praktik terdistribusi terhadap ketepatan servis atas, (3) perbedaan pengaruh model pelatihan praktik padat dan praktik terdistribusi terhadap ketepatan servis atas. Penelitian dilaksanakan dengan metode eksperimen dengan rancangan the modified group pre-test post-test design. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 1 Abang. Jumlah subjek yang digunakan dalam penelitian ini 38 orang. Teknik pengumpulan data penelitian ini diperoleh dari pengukuran variabel terikat yaitu ketepatan melakukan servis. Teknik analisis data mengunakan uji-t independen dangan taraf signifikansi α = 0,05. Hasil analisis data (1) model pelatihan praktik padat berpengaruh terhadap ketepatan servis atas, dengan hasil thit = 33,026 > ttab = 2,101, (2) model pelatihan praktik terdistribusi berpengaruh terhadap ketepatan servis atas, dengan hasil thit = 51,776 > ttab = 2,101, (3) Terdapat perbedaan perbedaan pengaruh model pelatihan praktik padat dan praktik terdistribusi terhadap ketepatan servis atas, dengan hasil thit = 19,463 > ttab = 2,028. Dari hasil analisis data dan pembahasan disimpulkan; (1) Model pelatihan praktik padat berpengaruh terhadap peningkatan ketepatan servis atas, (2) Model pelatihan praktik terdistribusi berpengaruh terhadap peningkatan ketepatan servis atas, (3) terdapat perbedaan pengaruh antara model pelatihan praktik padat dan praktik terdistribusi terhadap peningkatan ketepatan servis atas, dimana model pelatihan praktik terdistribusi lebih baik dari pada model pelatihan praktik padat terhadap peningkatan ketepatan servis atas.Kata Kunci : pelatihan, praktik padat, praktik terdistribusi, ketepatan, bola voli This study aims to determine (1) the effect of massed praktice training methods on the acurate top service, (2) the effect of distributed praktice training methods on the acurate top service, (3) the difference effect of massed praktice training methods and distributed praktice on the acurate top service. This study was done by experimental design The Modified Group Pre-Test-Post-Test Design. This study was done in SMP Negeri 1 Abang. The subjects were 38 students. The data collection was obtained by counting dependent variable to the accurate servis. The data analysis used teknik -t independen test at significant level α = 0, 05. The result of analysis data that (1) there was an effect of massed praktice training methods on the acurate top service, in which thit = 33,026 > ttab = 2,101, (2) there was an effect of distributed praktice training methods on the acurate top service, in which thit = 51,776 > ttab = 2,101, (3) there was a difference on effect of massed praktice training methods and distributed praktice on the acurate top service, in which thit = 19,463 > ttab = 2,028. From the analysis of data and discussion concluded; (1) the massed practice training methods effect on the acurate top service,(2) the distributed practice training methods effect on the acurate top service, (3) there is a difference between the effect of massed practice training methods and distributed practice on the acurate top service,in which distributed praktice training methods is better than massed praktice training methods to increase on the accurate top service. keyword : Training, massed practice , distributed practice, accurate, volley ball
METODE PELATIHAN TAKTIS PASSING BERPASANGAN STATIS DAN PASSING SAMBIL BERGERAK TERHADAP KETERAMPILAN TEKNIK DASAR PASSING CONTROL BOLA FUTSAL ., Gede Noviada; ., Prof. Dr. I Nyoman Kanca, MS; ., Gede Eka Budi Darmawan, S.Pd., M.Or.
Jurnal Pendidikan Kepelatihan Olahraga Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpko.v2i1.3551

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui, (1) pengaruh metode pelatihan passing berpasangan statis, (2) pengaruh passing sambil bergerak, (3) perbedaan pengaruh antara metode pelatihan passing berpasangan statis dan passing sambil bergerak terhadap keterampilan passing control bola futsal. Subjek penelitian ini adalah siswa peserta ekstrakurikuler futsal SMK Negeri 1 yang berjumlah 24 orang. Metode penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan rancangan the modified group pre-test - post-test design. Tes pengumpulan data menggunakan tes passing control (passing dan stoping). Analasis data dengan menggunakan perhitungan statistik uji t (t-test) pada taraf signifikansi 5% (α = 0,05). Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa (1) metode pelatihan passing berpasangan statis berpengaruh terhadap peningkatan keterampilan teknik dasar passing control bola futsal pada siswa peserta ekstrakurikuler SMK Negeri 1 Seririt tahun 2014. (2) metode pelatihan passing sambil bergerak berpengaruh terhadap peningkatan keterampilan teknik dasar passing control bola futsal pada siswa peserta ekstrakurikuler SMK Negeri 1 Seririt tahun 2014. (3) ada perbedaan pengaruh antara metode pelatihan passing berpasangan statis dan passing sambil bergerak terhadap terhadap keterampilan teknik dasar passing control bola futsal pada siswa peserta ekstrakurikuler SMK Negeri 1 Seririt tahun 2014. Dari kedua pelatihan tersebut yang lebih baik adalah pelatihan passing berpasangan statis Kata Kunci : passing control bola futsal, pelatihan passing berpasangan. This study aims to find out, 1) the effect of static pair passing training method, 2) the effect of moving passing method, 3) the difference effect of static pair passing training method with moving passing method to the futsal ball passing control sklill. The subject of this study is the students who participate in futsal extraculicullar in SMK Negeri 1 Seririt which are 24 students. The method in this study is an experimental method with the modified group pre-test – post-test design. The data was obtained by examining passing control test (passing and stoping). The data were analyzed by using t test in the level of significance 5% (α = 0,05). The result of this study is (1) static pair passing training method gives effect on the improvement of basic skills of futsal ball control passing futsal extraculicullar in SMK Negeri 1 Seririt which are 24 students. (2) moving passing training method gives effect on the improvement of the basic skills of futsal ball passing control futsal extraculicullar in SMK Negeri 1 Seririt which are 24 students. (3) static pair passing training method gives better result than futsal ball moving passing control futsal extraculicullar in SMK Negeri 1 Seririt which are 24 students. From both a better training is training in pairs passing static keyword : futsal ball passing control, pair passing training.
PENGARUH PELATIHAN INTERVAL ANAEROB DENGAN RASIO KERJA ISTIRAHAT 1:10 DAN 1:20 TERHADAP KECEPATAN LARI 100 METER ., I Dewa Made Mudiyasa; ., Prof. Dr. I Nyoman Kanca, MS; ., I Wayan Muliarta, S.Pd., M.Or.
Jurnal Pendidikan Kepelatihan Olahraga Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpko.v2i1.4058

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) pengaruh pelatihan interval anaerob dengan rasio kerja istirahat 1:10 terhadap kecepatan lari 100 meter, (2) pengaruh pelatihan interval anaerob dengan rasio kerja istirahat 1:20 terhadap kecepatan lari 100 meter, (3) Perbedaan pengaruh pelatihan interval anaerob dengan rasio kerja istirahat 1:10 dan 1:20 terhadap kecepatan lari 100 meter. Subjek penelitian adalah siswa peserta ekstrakurikuler atletik SMP N 1 Mengwi tahun 2014 yang berjumlah 36 orang. Data kecepatan lari 100 meter diukur dengan tes lari cepat 100 meter. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan rancangan the modified group pre-test-post-test design. Analisis data menggunakan penghitungan statistik uji-t (t-test) pada taraf signifikansi 5%. Hasil analisis data (1) pelatihan interval anaerob dengan rasio kerja istirahat 1:10 berpengaruh terhadap kecepatan lari 100 meter, dengan hasil thitung= 11,18 > ttabel = 2,042 (2) pelatihan interval anaerob dengan rasio kerja istirahat 1:20 berpengaruh terhadap kecepatan lari 100 meter, dengan hasil thitung = 32,11 > ttabel = 2,042 (3) terdapat perbedaan antara pelatihan interval anaerob dengan rasio kerja istirahat 1:10 dan 1:20 terhadap kecepatan lari 100 meter, dengan hasil thitung = 5,04 > ttabel = 2,042. Pelatihan interval anaerob dengan rasio kerja istirahat 1:20 memberikan pengaruh lebih baik dibanding pelatihan interval anaerob dengan rasio kerja istirahat 1:10 terhadap kecepatan lari 100 meter, dilihat dari hasil rata-rata pelatihan interval anaerob dengan rasio kerja istirahat 1:20 adalah 15,32 dan rata-rata pelatihan interval anaerob dengan rasio kerja istirahat 1:10 adalah 15,74. Kata Kunci : pelatihan, interval anaerob, rasio kerja dan istirahat, kecepatan. This study aims to determine (1) the effect of anaerobic interval training with work and rest rasio of 1:10 to the speed of 100 meter sprint, (2) the effect of anaerobic interval training with work and rest rasio of 1:20 to the speed of 100 meter sprint, (3) the difference effect of between the anaerobic interval training with work and rest rasio of 1:10 and 1:20 to the speed of 100 meter sprint. The subjects of this research were 36 students of athletic extracurricular SMP N 1 Mengwi. This research was an experimental study, with the modified group pre-test – post-test design. The data of 100 meter sprint speed was measured by a 100 meter sprint test. The data was analyzed using statistical calculations t-test at the 5% significance level. The results of this study are (1) the anaerobic interval training with work and rest rasio of 1:10 affected to the speed of 100 meter sprint, with result thit = 11,18 > ttab = 2.042, (2) the anaerobic interval training with work and rest rasio of 1:20 affected to the speed of 100 meter sprint, with result thit = 32,11 > ttab = 2.042, (3) there was difference effect of between the anaerobic interval training with work and rest rasio of 1:10 and 1:20 to the speed of 100 meter sprint, with result thit = 5.04 > ttab = 2.042. The anaerobic interval training with work and rest rasio of 1:20 gives a better effect than the anaerobic interval training with work and rest rasio of 1:10 to the speed of 100 meter sprint, seen from the average result of the anaerobic interval training with work and rest rasio 1:20 is 15,32 and the anaerobic interval training with work and rest rasio 1:10 is 15,74. keyword : This study aims to determine (1) the effect of anaerobic interval training with work and rest rasio of 1:10 to the speed of 100 meter sprint, (2) the effect of anaerobic interval training with work and rest rasio of 1:20 to the speed of 100 meter sprint, (3) the difference effect of between the anaerobic interval training with work and rest rasio of 1:10 and 1:20 to the speed of 100 meter sprint. The subjects of this research were 36 students of athletic extracurricular SMP N 1 Mengwi. This research was an experimental study, with the modified group pre-test – post-test design. The data of 100 meter sprint speed was measured by a 100 meter sprint test. The data was analyzed using statistical calculations t-test at the 5% significance level. The results of this study are (1) the anaerobic interval training with work and rest rasio of 1:10 affected to the speed of 100 meter sprint, with result thit = 11,18 > ttab = 2.042, (2) the anaerobic interval training with work and rest rasio of 1:20 affected to the speed of 100 meter sprint, with result thit = 32,11 > ttab = 2.042, (3) there was difference effect of between the anaerobic interval training with work and rest rasio of 1:10 and 1:20 to the speed of 100 meter sprint, with result thit = 5.04 > ttab = 2.042. The anaerobic interval training with work and rest rasio of 1:20 gives a better effect than the anaerobic interval training with work and rest rasio of 1:10 to the speed of 100 meter sprint, seen from the average result of the anaerobic interval training with work and rest rasio 1:20 is 15,32 and the anaerobic interval training with work and rest rasio 1:10 is 15,74.
PENGARUH MODEL PELATIHAN PRAKTEK PADAT (MASSED PRACTICE) DAN PRAKTEK TERDISTRIBUSI (DISTRIBUTED PRACTICE) TERHADAP PASSING ATAS BOLA VOLI PUTRA PESERTA EKSTRAKURIKULER SMA NEGERI 1 GEROKGAK TAHUN 2014 ., Ni Kadek Evi Siskarini; ., Prof. Dr. I Nyoman Kanca, MS; ., I Kd. Happy Kardiawan, S.Pd.
Jurnal Pendidikan Kepelatihan Olahraga Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpko.v2i1.4265

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pelatihan praktik padat (massed practice) dan praktik terdistribusi (distributed practice) terhadap passing atas bola voli putra peserta ekstrakurikuler SMA N 1 gerokgak 2014. Jenis penelitian yang digunakan adalah “eksperimental semu (quasi exsperimental). Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah “Modifed Group Pretest-posttest Control Design”. Subjek penelitian sebanyak 30 orang siswa putra peserta ekstrakurikuler bola voli di SMA N 1 Gerokgak. Tehnik pengunpulan data ini diperoleh dari pengukuran variable terikat yaitu kemampuan melakukan passing atas. Teknik analisis data menggunakan uji-t independen dengan taraf signifikansi α = 0,05. Hasil analisis data (1) model pelatihan praktek padat berpengaruh terhadap kemampuan passing atas bola voli, dengan hasil thit= 5.782 > ttab = 2.144 (2) model pelatihan praktek terdistribusu berpengaruh terhadap kemampuan passing atas boli voli dengan hasil thit= 9.811 > ttab = 2.144. (3). Terdapat perbedaan perbedaan pengaruh model pelatihan praktik padat dan praktik terdistribusi terhadap ketepatan passing atas, dengan hasil thit = 2.750 > ttab = 2,048. Dari hasil analisis data dapat disimpulkan : (1) model pelatihan praktek padat (massed practice) dan pelatihan praktik terdistribusi (distributed practice) berpengaruh terhadap penguasaan ketrampilan passing atas bola voli. (2) terdapat perbedaan pengaruh antara dua kelompok model pelatihan praktik padat (massed practice) dan pelatihan praktik terdistribusi (distributed practice) terhadap peningkatan penguasaan ketrampilan tehnik passing atas dimana model pelatihan praktik terdistribusi (distributed practice) memiliki peningkatan yang lebih tinggi dibandingkan model pelatihan praktek padat (massed practice)Kata Kunci : pelatihan, praktik padat dan praktik terdistribusi, terhadap, passing atas, bola voli This study aimed to know the effect of massage practice and distributed practice toward passing atas on volley ball in extracurricular participants’ at SMA N 1 Gerokgak in 2014. This study was an experimental research in terms of quasi experimental. The designed that was used in this study namely, modifed group pretest-posttest design. The subjects of this study were 30 males’ students who become participants of volley ball extracurricular at SMA N 1 Gerokgak. The result of analysis data that (1) there was an effect of massed praktice training methods on the top passing skills, in which thit = 5.782 > ttab 2.144 = , (2) there was an effect of distributed praktice training methods on the top passing skills, in which thit = 9.811 > ttab = 2.144, (3) there was a difference on effect of massed praktice training methods and distributed praktice on the top passing skills, in which thit = 2.750 > ttab = 2.048. From the analysis of data and discussion concluded; (1) the massed practice training methods and distributed practice effect on the top passing skills, (2) there is a difference between the effect of massed practice training methods and distributed practice on the top passing skills, in which distributed praktice training methods is better than massed praktice training methods to increase on the top passing skills.keyword : training massed practice, distributed practice, top passing, voley ball
PENGARUH PELATIHAN PULL-UP DAN PUSH-UP TERHADAP KEKUATAN OTOT LENGAN PADA SISWA PUTRA PESERTA EKSTRAKURIKULER BOLA VOLI MADRASAH ALIYAH NEGERI PATAS TAHUN 2014 ., Imam Hambali; ., Prof. Dr. I Nyoman Kanca, MS; ., I Wayan Muliarta, S.Pd., M.Or.
Jurnal Pendidikan Kepelatihan Olahraga Undiksha Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpko.v3i1.4832

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) pengaruh pelatihan pull-up terhadap kekuatan otot lengan, (2) pengaruh pelatihan push-up terhadap kekuatan otot lengan, (3) perbedaan pengaruh pelatihan pull-up dan push-up terhadap kekuatan otot lengan. Subjek penelitian adalah siswa putra ekstrakurikuler bola voli MAN Patas berjumlah 30 orang. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan rancangan the modified group pre-test – post-test design. Tes pengumpulan data menggunakan tes expanding dynamometer. Analisis data menggunakan perhitungan statistik Nonparametrik pada taraf signifikansi 0,05. Hasil analisis data (1) pelatihan pull-up berpengaruh signifikan terhadap peningkatan kekuatan otot lengan, (2) pelatihan push-up berpengaruh signifikan terhadap kekuatan otot lengan, (3) tidak ada perbedaan kekuatan otot lengan yang signifikan antara pelatihan pull-up dan push-up. Disimpulkan bahwa (1) Pelatihan pull-up berpengaruh signifikan terhadap peningkatan kekuatan otot lengan pada siswa putra ekstrakurikuler bola voli MAN Patas tahun 2014, (2) Pelatihan push-up berpengaruh signifikan terhadap peningkatan kekuatan otot lengan pada siswa putra ekstrakurikuler bola voli MAN Patas tahun 2014, (3) Tidak terdapat perbedaan pengaruh yang signifikan antara pelatihan push-up dan pull-up terhadap peningkatan kekuatan otot lengan pada siswa putra ekstrakurikuler bola voli MAN Patas tahun 2014. Kata Kunci : pelatihan, push-up, pull-up, kekuatan, bola voli This study aims to determine (1) the influence of the pull-up training arm muscle strength , (2) the effect of the push - up training on muscle strength of arm, (3) the effect of training pull- ups and push - ups against the arm muscle strength. The subjects were male student extracurricular volleyball MAN Patas numbered 30 people. This study used an experimental method to the design of the modified group pre - test - post - test design. Test data collection using expanding test dynamometer. Analysis of data using statistical calculations Nonparametric at a significance level of 0.05. The results of data analysis (1) The pull-up training a significant effect on the increase in forearm muscle strength, (2) training of push-ups a significant effect on the arm muscle strength, (3) there was no difference in muscle strength significantly between the training arm pull-up and push-up. It was concluded that (1) Training pull-ups significant effect on the increase in muscle strength in the arm by boys volleyball extracuricular MAN Patas 2014, (2) Training of push-ups a significant effect on the increase in muscle strength in the arm by boys volleyball extracurricular MAN Patas years 2014, (3) There is no significant difference between the training of push-ups and pull-ups to increase arm muscle strength in male student extracuricular volleyball MAN Patas 2014. keyword : training , push - ups , pull- ups , strength , volleyball
PENGARUH PELATIHAN LARI SEGITIGA DAN LARI REAKSI TERHADAP KELINCAHAN PADA SISWA EKSTRAKURIKULER BULUTANGKIS SMP NEGERI 2 SINGARAJA TAHUN 2016 ., Arief Billah; ., Prof. Dr. I Nyoman Kanca, MS; ., Suratmin, S.Pd. M.Or
Jurnal Pendidikan Kepelatihan Olahraga Undiksha Vol 5, No 2 (2016):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpko.v5i2.7863

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) pengaruh pelatihan lari segitiga terhadap kelincahan bulutangkis, (2) pengaruh pelatihan lari reaksi terhadap kelincahan bulutangkis, dan (3) perbedaan pengaruh pelatihan lari segitiga dengan lari reaksi terhadap kelincahan bulutangkis. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen semu dengan rancangan the modified pretest posttest group design. Analisis data menggunakan penghitungan statistik uji-t (t-test) pada taraf signifikan 5%. Subjek penelitian adalah siswa ekstrakurikuler bulutangkis SMP Negeri 2 Singaraja dengan jumlah siswa 50 orang. Kelincahan diukur dengan menggunakan Illinois Agility Run Test. Hasil analisis data (1) pelatihan lari segitiga berpengaruh terhadap kelincahan bulutangkis, dengan hasil thitung 11.295 > ttabel 2,064. thitung lebih besar dari ttabel, sehingga hasilnya signifikan, (2) pelatihan lari reaksi berpengaruh terhadap kelincahan, dengan hasil thitung 8.761 > ttabel 2,064. Hal ini berarti, thitung lebih besar dari ttabel, sehingga hasilnya signifikan, dan (3) tidak ada perbedaan pengaruh yang signifikan dari pelatihan lari segitiga dan lari reaksi terhadap kelincahan, dilihat dari hasil rata-rata 0, 557 > 2,011. Disimpulkan bahwa (1) pelatihan lari segitiga berpengaruh signifikan terhadap kelincahan pada siswa ekstrakulikuler bulutangkis SMP Negeri 2 Singaraja tahun 2016, (2) pelatihan lari reaksi berpengaruh signifikan terhadap kelincahan pada siswa ekstrakulikuler bulutangkis SMP Negeri 2 Singaraja tahun 2016 dan (3) tidak terdapat perbedaan pengaruh yang signifikan antara pelatihan lari segitiga dengan pelatihan lari reaksi terhadap kelincahan pada siswa ekstrakulikuler bulutangkis SMP Negeri 2 Singaraja tahun 2016. Disarankan pada hasil penelitian ini (1) bagi pelatih atau guru olahraga hendaknya dapat menekankan pelatihan lari segitiga dan lari reaksi kepada siswa ekstrakulikuler bulutangkis, (2) bagi peneliti selanjutnya, dapat mengembangkan pelatihan yang berbeda untuk memperoleh kelincahan yang lebih baik, dan (3) bagi para siswa diharapkan untuk melaksanakan pelatihan fisik secara rutin sebelum melaksanakan pelatihan teknik agar kondisi fisik tetap terjaga dan optimal.Kata Kunci : Pelatihan lari segitiga, pelatihan lari reaksi, kelincahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) pengaruh pelatihan lari segitiga terhadap kelincahan bulutangkis, (2) pengaruh pelatihan lari reaksi terhadap kelincahan bulutangkis, dan (3) perbedaan pengaruh pelatihan lari segitiga dengan lari reaksi terhadap kelincahan bulutangkis. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen semu dengan rancangan the modified pretest posttest group design. Analisis data menggunakan penghitungan statistik uji-t (t-test) pada taraf signifikan 5%. Subjek penelitian adalah siswa ekstrakurikuler bulutangkis SMP Negeri 2 Singaraja dengan jumlah siswa 50 orang. Kelincahan diukur dengan menggunakan Illinois Agility Run Test. Hasil analisis data (1) pelatihan lari segitiga berpengaruh terhadap kelincahan bulutangkis, dengan hasil thitung 11.295 > ttabel 2,064. thitung lebih besar dari ttabel, sehingga hasilnya signifikan, (2) pelatihan lari reaksi berpengaruh terhadap kelincahan, dengan hasil thitung 8.761 > ttabel 2,064. Hal ini berarti, thitung lebih besar dari ttabel, sehingga hasilnya signifikan, dan (3) tidak ada perbedaan pengaruh yang signifikan dari pelatihan lari segitiga dan lari reaksi terhadap kelincahan, dilihat dari hasil rata-rata 0, 557 > 2,011. Disimpulkan bahwa (1) pelatihan lari segitiga berpengaruh signifikan terhadap kelincahan pada siswa ekstrakulikuler bulutangkis SMP Negeri 2 Singaraja tahun 2016, (2) pelatihan lari reaksi berpengaruh signifikan terhadap kelincahan pada siswa ekstrakulikuler bulutangkis SMP Negeri 2 Singaraja tahun 2016 dan (3) tidak terdapat perbedaan pengaruh yang signifikan antara pelatihan lari segitiga dengan pelatihan lari reaksi terhadap kelincahan pada siswa ekstrakulikuler bulutangkis SMP Negeri 2 Singaraja tahun 2016. Disarankan pada hasil penelitian ini (1) bagi pelatih atau guru olahraga hendaknya dapat menekankan pelatihan lari segitiga dan lari reaksi kepada siswa ekstrakulikuler bulutangkis, (2) bagi peneliti selanjutnya, dapat mengembangkan pelatihan yang berbeda untuk memperoleh kelincahan yang lebih baik, dan (3) bagi para siswa diharapkan untuk melaksanakan pelatihan fisik secara rutin sebelum melaksanakan pelatihan teknik agar kondisi fisik tetap terjaga dan optimal.keyword : Pelatihan lari segitiga, pelatihan lari reaksi, kelincahan.
IMPLEMENTASI MODEL KOOPERATIF NHT UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR PASSING BOLA VOLI ., I Nengah Subiakta; ., Prof. Dr. I Nyoman Kanca, MS; ., dr. Made Kurnia Widiastuti Giri, S.Ked
Jurnal Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjp.v2i1.2317

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar passing bola voli melalui implementasi model pembelajaran kooperatif tipe numbered head together pada siswa kelas VIII I SMP Negeri 1 Kintamani Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yaitu guru sebagai peneliti. Dilaksanakan dalam dua siklus yang terdiri dari tahapan perencanaan, tindakan, observasi/evaluasi dan refleksi. Subyek penelitian adalah siswa kelas VIII I SMP Negeri 1 Kintamani berjumlah 35 orang, terdiri dari 19 orang putra dan 16 orang putri. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif. Berdasarkan hasil analisis data untuk aktivitas belajar passing bola voli pada observasi awal 5,6 (cukup aktif), dan pada siklus I meningkat menjadi 6,48 (cukup aktif) dan 8,27 (aktif) pada siklus II. Sedangkan persentase hasil belajar passing bola voli dari observasi awal sebesar 67,70% (cukup baik), pada siklus I 79,39% (baik) dan 81,42% ( baik) pada siklus II. Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan disimpulkan bahwa aktivitas dan hasil belajar passing bola voli meningkat melalui implementasi model pembelajaran kooperatif tipe numbered head together pada siswa kelas VIII I SMP Negeri 1 Kintamani tahun pelajaran 2013/2014.Kata Kunci : NHT, aktivitas, hasil belajar, passing bola voli. This study aims to improve the activity and learning outcomes volleyball passing through the implementation of cooperative learning model numbered heads together on the first eighth grade students of SMP Negeri 1 Kintamani This research is a class act that is teacher as researcher . Conducted in two cycles consisting of stages of planning , action , observation / evaluation and reflection . Subjects were eighth grade students of SMP Negeri 1 Kintamani I numbered 35 people , consisting of 19 sons and 16 daughters . Data were analyzed using descriptive statistics .Based on the analysis of data for studying the activity of volleyball passing the initial observation 5.6 (quite active), and the first cycle increased to 6.48 (moderately active) and 8.27 (active) in the second cycle . While the percentage passing volleyball learning outcomes of preliminary observations by 67.70 % (good enough), 79.39 % in the first cycle (good) and 81.42 % (excellent) on the second cycle. Based on the analysis of data and discussion is concluded that the activity and learning outcomes passing volleyball improved through the implementation of cooperative learning model numbered heads together on the first eighth grade students of SMP Negeri 1 Kintamani academic year 2013/2014 .keyword : NHT, activities, learning outcomes, passing volleyball.
PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NHT TERHADAP HASIL BELAJAR TEKNIK DASAR PASSING SEPAK BOLA ., I Komang Edi Yasmika; ., Prof. Dr. I Nyoman Kanca, MS; ., dr. Adnyana Putra, S.Ked.
Jurnal Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan Undiksha Vol 4, No 1 (2016):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjp.v4i1.7053

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe numbered head together (NHT) terhadap hasil belajar teknik dasar passing (menggunakan kaki bagian dalam dan kaki bagian luar) sepak bola. Penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan menggunakan rancangan penelitian the pretest post-test control group design. Subjek penelitian adalah siswa kelas XI Jasa Boga SMK Pariwisata Triatma Jaya Singaraja tahun pelajaran 2015/2016 berjumlah 49 orang yang terdistribusi ke dalam dua kelas yaitu kelas XI Jasa Boga 1 dan kelas XI Jasa Boga 2. Pengundian kelompok eksperimen dan kelompok kontrol dilakukan dengan cluster random sampling. Data hasil belajar dikumpulkan melalui tes essay, observasi dan unjuk kerja. analisis data menggunakan Uji-t dengan bantuan SPSS 16.0 for Windows. Pada kelompok eksperimen diperoleh nilai rata-rata 6,62 dengan standar deviasi 2,76. Sedangkan pada kelompok kontrol diperoleh nilai rata-rata 1,85 dengan standar deviasi 2,03. Angka signifikansi yang diperoleh melalui Uji t adalah p
IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF STAD UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR PASSING CONTROL SEPAK BOLA ., Cok Bagus Aringga Putra; ., Prof. Dr. I Nyoman Kanca, MS; ., Drs.I Putu Panca Adi, M.Pd.
Jurnal Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjp.v2i1.2213

Abstract

Penelitian ini bertujuan meningkatkan aktivitas dan hasil belajar passing control sepak bola melalui implementasi model pembelajaran kooperatif tipe STAD pada siswa kelas XI IPS 2 SMA Negeri 1 Semarapura tahun pelajaran 2012/2013.Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus, yang terdiri dari rencana tindakan, pelaksanaan tindakan, observasi atau evaluasi dan refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas XI IPS 2 SMA Negeri 1 Semarapura, berjumlah 27 orang dengan rincian 14 orang putra dan 13 orang putri. Data dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif.Hasil analisis data pada siklus I aktivitas belajar passing control sepak bola secara klasikal sebesar 7,2 (aktif), dan pada siklus II sebesar 9,4 (sangat aktif). Dari siklus I ke siklus II mengalami peningkatan sebesar 2,2. Persentase hasil belajar teknik passing sepak bola secara klasikal pada siklus I sebesar 70,4% (cukup), dan pada siklus II sebesar 92,6% (sangat baik). Dari siklus I ke siklus II mengalami peningkatan sebesar 22,22%.Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan disimpulkan bahwa aktivitas dan hasil belajar passing control sepak bola meningkat melalui implementasi model pembelajaran kooperatif tipe STAD pada siswa kelas XI IPS 2 SMA Negeri 1 Semarapura tahun pelajaran 2012/2013. Disarankan kepada guru Penjasorkes dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dalam proses pembelajaran sebagai alternatif untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar pasingg control sepak bola.Kata Kunci : STAD, aktivitas, hasil belajar, passing control sepak bola. This study aims to improve the activity and learning outcomes soccer passing control through the implementation of cooperative learning model STAD in class XI IPS 2 SMA Negeri 1 Semarapura 2012/2013.Penelitian lesson this year is classroom action research was conducted in two cycles, consisting of action plan, action, observation or evaluation and reflection. The subjects were students of class XI IPS 2 SMA Negeri 1 Semarapura, totaling 27 people with the details of 14 sons and 13 daughters. Data were analyzed using statistical analysis on the data analysis deskriptif.Hasil first cycle learning activity passing football in the classical control at 7.2 (active), and the second cycle of 9.4 (very active). From cycle I to cycle II was increased by 2.2. Percentage yield learning techniques in classical passing football in the first cycle of 70.4% (enough), and the second cycle was 92.6% (very good). From cycle I to cycle II, an increase of 22.22%. Based on the analysis of data and discussion is concluded that the activity and learning outcomes passing football increased control through the implementation of cooperative learning model STAD in class XI IPS 2 Semarapura SMA Negeri 1 school year 2012/2013. Penjasorkes recommended to teachers by implementing STAD cooperative learning model the learning process as an alternative to improve the activity and learning outcomes pasingg control football.keyword : STAD, activity, learning result, soccer passing control.
Co-Authors ., Ahmad Fathan ., Arief Billah ., Dewi Citra Yunita ., dr. Adnyana Putra, S.Ked., M.Kes. ., dr. I Made Kusuma Wijaya, S.Ked., M.Kes. ., Gde Audy Wiranatha ., Gusti Ayu Nyoman Wini Arti ., Harry Fitriyanto Rahman ., I Dewa Gede Raka w ., I Gede Agus Sedana Putra ., I Gede Eka Dharma Wibawa ., I Gede Ferdi Setiadi ., I Gede Handika Putra ., I Gede Ngembon Bu ., I Gede Oka Suartama ., I Gede Satria Wiradharma ., I Gede Suartana Eka Putra ., I Gusti Putu Octavianus Sukma Wibawa ., I Kadek Mahendra Meyana ., I Ketut Bayu Japa Widnyana ., I Komang Edi Yasmika ., I Komang Hardi Pramana Arta ., I Komang Nanda Putra ., I Komang Ngurah Adnyana ., I Made Agus Ardian Nova ., I Made Arsa Wijaya ., I Made Hendra Haryadi ., I Made Semarawima Juliartha ., I Putu Ari Mahendra ., I Putu Juniarta ., I Putu Waprakeswara Putra ., I Wayan Ella Humiarta ., I Wayan Harry Darma Putra ., I Wayan Januarta ., I Wayan Kusuma Jaya ., I Wayan Suastika ., I WYN CANDRA WIJAYA ., Kadek Dian Puspita Yanti ., KD IRFAN ADI PRAMANA ., Komang Yadnya ., Luh Abdi Julia Lestari ., Luh Putu Dwi Ariesta ., Made Ary Suputra ., Made Santika ., Made Yuli Astiti ., Ni Made Febyana Widhyasari ., Ni Putu Putri Novianti ., Putu Agus Mena Setiawan ., Putu Gde Primastudiarta ., Putu Wiradamungga Adesta ., Rifky Perdana .s ., Ronaldus Made Suparta ., Tri Prihantoro ., Tri Yoga Saputra ., Tut Ria Teguh Karya Ade Mikael Ardhana Ketaren Adnyana Putra Adnyana Putra Agus Wahyu Swiartha Adi Saputra Agus Ahmad Fathan . Anak Agung Gede Sugianthara Anggis Ardianca Arimasputri, Ida Ayu Novira Megarani Artanayasa, Wayan Astini, Putu Sri Astiti Adi, Luh Putu Budiarta, Putu Buwana, I Putu Wira Tresna Cok Bagus Aringga Putra . Damayanti, Ida Ayu Kade Werdika Daniel Happy Putra Dewi Citra Yunita . Dlis, Firmansyah dr. Adnyana Putra, S.Ked. . dr. Adnyana Putra, S.Ked., M.Kes. . dr. I Made Kusuma Wijaya, S.Ked. . dr. I Made Kusuma Wijaya, S.Ked., M.Kes. . dr. Made Suadnyani Pasek, S.Ked. . dr. Ni Nyoman Mestri Agustini, S.Ked. . dr. Putu Adi Saputra, S.Ked. . Eka Prabawa, I Putu Adi Eryanto, Komang Irfan Tri Eri Firman Sinaga Fitriani, Dwi Ulin Gde Audy Wiranatha . Gede Doddy Tisna MS Gede Ginaya Gede Ginaya Gede Noviada . Gusti Ayu Nyoman Wini Arti . Harry Fitriyanto Rahman . Hendry Wijaya Kusuma Hernawan I Dewa Gede Raka w . I Dewa Made Mudiyasa . I Gede Agus Sedana Putra . I Gede Budiarsana . I Gede Eka Dharma Wibawa . I Gede Handika Putra . I Gede Juliana Putra . I Gede Ngembon Bu . I Gede Oka Suartama . I Gede Suartana Eka Putra . I Gede Suwiwa I GEDE TANGKAS DYANA JATI NEGARA . I Gst Lanang Agung Parwata I Gusti Ngurah Putra Darmaja . I Gusti Nyoman Harimbawa . I Gusti Putu Octavianus Sukma Wibawa . I Kadek ka Hendra Yoga Andika I Kadek Mahendra Meyana . I Kadek Mustika Jaya I Kadek Putra Wirasantika . I Kadek Suadnyana . I Kadek Suta Adi Adnyana . I Ketut Ardiasa I Ketut Bayu Japa Widnyana . I Ketut Iwan Swadesi I Ketut Yoda I Komang Adnyana Putra . I Komang Edi Yasmika . I Komang Hardi Pramana Arta . I Komang Kartika . I Komang Nanda Putra . I Komang Ngurah Adnyana . I Komang Sudarma I Made Adi Selamet . I Made Agus Ardian Nova . I Made Arsa Wijaya . I Made Hendra Haryadi . I Made Satyawan I Made Semarawima Juliartha . I Made Yama Ardika . I Made Yama Ardika ., I Made Yama Ardika I Nengah Subiakta . I Nengah Wijaya I Nyoman Budiarsa . I Nyoman Meirejeki I Nyoman Sastra Dwipa Udiyana . I Nyoman Sudarmada I Nyoman Sudi Cahyana . I Putu Adi Eka Prabawa I Putu Ari Darma Santika . I Putu Ari Mahendra . I Putu Artha Subiastawan . I Putu Budiarta I Putu Darmayasa I Putu Gede Winartha . I Putu Gede Winartha ., I Putu Gede Winartha I PUTU INDRAWAN . I Putu Juniarta . I Putu Panca Adi I Wayan Ardha Wira Parwata I Wayan Basi Arjana, I Wayan Basi I Wayan Benny Cuesmawan . I Wayan Ella Humiarta . I Wayan Harry Darma Putra . I Wayan Januarta . I Wayan Koyan I Wayan Kusuma Jaya . I Wayan Merta I Wayan Muliarta I Wayan Nurjaya I Wayan Nurjaya I Wayan Repiyasa . I Wayan Santyasa I Wayan Somenada I Wayan Suastika . I Wayan Sukra Warpala I Wayan Suparta . I WYN CANDRA WIJAYA . Ida Ayu Kade Werdika Damayanti Ida Bagus Ketut Suryawan . IM. Hambali JAYA, I WAYAN KUSUMA JAYA, I WAYAN KUSUMA Kadek Dian Puspita Yanti . Kadek Suta Kusuma Jaya Kadek Yogi Parta Lesmana KD IRFAN ADI PRAMANA . Ketaren, Ade Mikael Ardhana Kiabeni, Yuliana Yosefina Komang Budi Satriawan . Komang Sumerini . Komang Yadnya . Kurniawan, I Wayan Yahya Kusuma Jaya, Kadek Suta Laksono Trisnantoro Lisa Marina Lambei Luh Abdi Julia Lestari . Luh Putu Dwi Ariesta . M.Or S.Pd I Ketut Budaya Astra . M.Or. S.Pd. Gede Eka Budi Darmawan . M.Or. S.Pd. I Ketut Semarayasa . Made Agus Wijaya Made Ary Suputra . Made Dwi Widyartawan . Made Kurnia Widiastuti Giri Made Santika . marina, lisa Megawati . Megawati . Moch. Asmawi Ni Kadek Evi Siskarini . Ni Luh Putu Spyanawati Ni Made Febyana Widhyasari . Ni Made Rai Sukmawati Ni Nyoman Sri Astuti Ni Putu Ayu Sri Indah Wati . Ni Putu Dewi Sri Wahyuni Ni Putu Dwi Sucita Dartini Ni Putu Wiwiek Ary Susyarini Ni Wayan Wahyu Astuti Nyoman Dantes Parta, Ida Bagus Made Arga Pranata Sinaga, Rivento Putra Yudistira, Cokorda Gede Putu Agus Mahendra Nata . Putu Agus Mena Setiawan . Putu Ayu Bellia Wulandari . Putu Denes Asmara Jaya . Putu Gde Primastudiarta . Putu Muliawan . Putu Ngurah Agung Juliawan . Putu Panji Sulaksana Putu Wiradamungga Adesta . Rifky Perdana .s . Ronaldus Made Suparta . S.Ked. dr. I Made Kusuma Wijaya . S.Ked. dr. Made Suadnyani Pasek . S.Ked. dr. Ni Made Sri Dewi Lestari . S.Ked. dr. Ni Nyoman Mestri Agustini . S.Ked. dr. Putu Adi Saputra . S.Pd. I Kd. Happy Kardiawan . S.Pd. M Kes I Ketut Sudiana . Saktiawan, Angga Rosi Solihin Solihin Solihin Solihin Suarja, I Ketut Sukartini, Ni Wayan Sukerti, Ni Luh Sulaksana, Putu Panji Sumawidari, Ida Ayu Ketut Surahman, Hendro Budi Suratmin Susyarini, Ni Putu Wiwiek Ary Tanwisastra, I Nengah Tri Prihantoro . Tri Yoga Saputra . Tut Ria Teguh Karya . Wahjoedi Wasti Danardani Wiguna, I Gusti Lanang Agung Pratama Wijaya, I Nengah Wira Parwata, I Wayan Ardha Yasa, I Made Widarta Yasir Hidayat Yoga Andika, I Kadek ka Hendra Yuliana Yosefina Kiabeni