Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH PELATIHAN LARI 800 M DAN LARI 1500 M TERHADAP VOLUME OKSIGEN MAKSIMAL (VO2MAKS) ., I Putu Astrawan; ., I Gst Lanang Agung Parwata,S.Pd, M.Kes; ., dr. Made Budiawan, S.Ked.
Jurnal Ilmu Keolahragaan Undiksha Vol. 2 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jiku.v2i1.2659

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pelatihan lari 800 m dan lari 1500 m terhadap VO2Maks pada siswa putra ekstrakurikuler atletik SMA Negeri 3 Singaraja tahun pelajaran 2013/2014. Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu dengan rancangan the nonrandomized control group pretest posttest design. Subyek penelitian ini adalah siswa putra ekstrakurikuler atletik yang berjumlah 30 orang. VO2Maks diukur dengan test bleeps (MFT). Data dianalisis dengan uji anava satu jalur taraf signifikansi α = 0,05 bantuan komputer program SPSS 16,0. Hasil analisis data menggunakan uji anava satu jalur pada variabel VO2Maks diperoleh nilai signifikansi lebih kecil dari nilai α = 0,05 sebesar 0,00 sehingga hipotesis terdapat perbedaan pengaruh antara pelatihan lari 800 m dan lari 1500 m terhadap peningkatan VO2Maks, diterima. Berdasarkan hasil uji LSD, pelatihan lari 800 m berpengaruh terhadap peningkatan VO2Maks dengan mean difference 0,76, pelatihan lari 1500 m berpengaruh terhadap peningkatan VO2Maks dengan mean difference 1,75, dan pelatihan lari 1500 m mempunyai pengaruh lebih baik daripada lari 800 m terhadap peningkatan VO2Maks dengan mean difference 0,99. Dari hasil analisis data dan pembahasan disimpulkan bahwa; pelatihan lari 800 m dan lari 1500 m berpengaruh terhadap peningkatan VO2Maks, terdapat perbedaan pengaruh antara pelatihan lari 800 m dan 1500 m terhadap peningkatan VO2Maks, dan pelatihan lari 1500 m lebih baik pengaruhnya dibandingkan lari 800 m terhadap peningkatan VO2Maks. Kata Kunci : pelatihan lari 800 m, pelatihan lari 1500 m, VO2Maks. This study was to investigated the effect of 800 m and 1500 m running maximum oxygen volume (VO2Max) of male students who join athletic extracurricular in SMA Negeri 3 Singaraja in the academic year of 2013/2014. This research was designed quasi-experimentally in which the nonrandomized control group pretest posttest design was used. 30 male students who joined athletic extracurricular were selected as the sample of this study. VO2Max was measured by using bleeps test (MFT). The data was analyzed by using one way anova in which the significant level is (α) = 0.05 which then was analyzed by using SPSS 16.0. The result of data analysis which employed one way anova test on VO2Max variable was obtained the significant value is 0.00 which was less than (α) = 0.05 so that the hypothesis which stated that there was different effect between 800 m and 1500 m running training on the improvement of VO2Max could be accepted. Based on the result of LSD test, 800 m running training affected the improvement of VO2Max which the mean difference was 0.76. Also, 1500 m running training affected the improvement of VO2Max which the mean difference was 1.75. However, 1500 m running training affected better rather than 800 running training toward the improvement of VO2Max which the mean difference was 0.99. Based on the result of data analysis and the discussion, it can be concluded that 800 and 1500 m running training affect the improvement of VO2Max. However, there is a different effect between run 800 and 1500 m running training toward the improvement of VO2Max. 1500 m running training affect better rather than 800 m running training. keyword : 800 m running training, 1500 m running training, VO2Max.
PENGARUH PELATIHAN MEDICINE BALL SCOOP TOSS 3 KG DAN 4 KG TERHADAP KEKUATAN OTOT LENGAN ., Yuni Lestari; ., I Gst Lanang Agung Parwata,S.Pd, M.Kes; ., dr. Ni Putu Dewi Sri Wahyuni, S.Ked.
Jurnal Ilmu Keolahragaan Undiksha Vol. 2 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jiku.v2i1.2833

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui pengaruh pelatihan medicine ball scoop toss dengan berat 3 kg terhadap kekuatan otot lengan, (2) mengetahui pengaruh pelatihan medicine ball scoop toss dengan berat 4 kg terhadap kekuatan otot lengan, (3) mengetahui perbedaan antara pelatihan medicine ball scoop toss dengan berat 3 kg dan 4 kg terhadap kekuatan otot lengan, Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu dengan rancangan the non-randomized control goup pre-test post test design. Subjek penelitian adalah siswa putra ekstrakurikuler bola voli SMAN 1 Melaya Jembrana tahun pelajaran 2013/2014 sebanyak 33 orang. Data dianalisis dengan uji Anava dengan program SPSS 16,0. Dilanjutkan dengan uji LSD untuk memperoleh perbandingan pelatihan medicine ball scoop toss dengan berat 3 kg dan 4 kg. Hasil penelitian adalah (1) pelatihan medicine ball scoop toss dengan berat 3 kg berpengaruh terhadap peningkatan kekuatan otot lengan, (2) pelatihan medicine ball scoop toss dengan berat 4 kg berpengaruh terhadap peningkatan kekuatan otot lengan, (3) pelatihan medicine ball scoop toss dengan berat 4 kg lebih baik dari pelatihan medicine ball scoop toss dengan berat 3 kg terhadap peningkatan kekuatan otot lengan. Kata Kunci : Kata-kata kunci: Pelatihan medicine ball scoop toss 3 kg dan 4 kg, Kekuatan otot lengan The purpose of this research were to know (1) the effect of 3 kilograms medicine ball scoop toss toward of arm muscle strength, (2) the effect of 4 kilograms medicine ball scoop toss toward of arm muscle strength, (3) the differences between 3 kilograms and 4 kilograms medicine ball scoop toss toward of arm muscle strength. The type of this research was quasi experimental with a non-randomized control goup the pre-test post test design. The subjects were 33 students of SMAN 1 Melaya Jembrana 2013/2014 who joining volleyball extracurricular. The data were analyzed by Anava test using SPSS 16.0. Then, using LSD test to obtain comparison of 3 kilograms and 4 kilograms medicine ball scoop toss. The result of research were (1) there was an effect of 3 kilograms medicine ball scoop toss toward of arm muscle strength, (2) there was an effect of 4 kilograms medicine ball scoop toss toward of arm muscle strength, (3) the 4 kilograms medicine ball scoop toss was better than 3 kilograms toward of arm muscle strength. keyword : Key words : Training 3 kg and 4 kg of medicine ball scoop toss, Strength muscular arms
PENGARUH PELATIHAN LARI AMPLOP DAN LARI BOLAK BALIK TERHADAP KELINCAHAN ., Kadek Ari Sujana; ., I Gst Lanang Agung Parwata,S.Pd, M.Kes; ., Gede Doddy Tisna, M.S., S.Or.
Jurnal Ilmu Keolahragaan Undiksha Vol. 2 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jiku.v2i1.2835

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pelatihan lari amplop dan lari bolak balik terhadap kelincahan. Jenis penelitian adalah penelitian eksperimen dengan rancangan The modified non-randomized control group pretest posttest design. Subjek penelitian sebanyak 30 orang yang ditentukan dengan teknik Simple Random Sampling. Kelincahan diukur dengan tes Zig Zag Run, selanjutnya data dianalisis dengan uji anova pada taraf signifikansi (α) 0,05 dengan bantuan program SPSS 19.0. Hasil analisis data pada kelompok perlakuan lari amplop terjadi peningkatan sebesar 1,18, pada kelompok perlakuan lari bolak balik terjadi peningkatan sebesar 2,23, pada kelompok kontrol terjadi penurunan sebesar 1,44. Hasil uji anova kelincahan antara kelompok perlakuan dan kelompok kontrol didapat Fhitung sebesar 4,152 dan signifikasi 0,027. Berdasarkan hasil uji LSD kelompok pelatihan lari bolak balik (2,23) lebih baik dibandingkan dengan pelatihan lari amplop (1,18) terhadap peningkatan kelincahan. Disimpulkan bahwa; (1) pelatihan lari amplop berpengaruh terhadap peningkatan kelincahan pada siswa peserta ekstrakurikuler futsal SMP Negeri 3 Sawan Tahun Pelajaran 2013/2014. (2) pelatihan lari bolak balik berpengaruh terhadap peningkatan kelincahan pada siswa peserta ekstrakurikuler futsal SMP Negeri 3 Sawan Tahun Pelajaran 2013/2014. (3) terdapat perbedaan pengaruh pelatihan lari amplop dan lari bolak balik terhadap peningktan kelincahan pada siswa peserta ekstrakurikuler futsal SMP Negeri 3 Sawan tahun pelajaran 2013/2014.Kata Kunci : Kata-kata kunci: pelatihan lari amplop, lari bolak balik, kelincahan This study aims to determine the effect of run training envelope and run back and forth to agility. This type of research is experimental research with a modified design of the non-randomized control group pretest-posttest design. Research subjects as many as 30 people were determined by simple random sampling technique. Agility Run Zig Zag measured by tests, then the data were analyzed by ANOVA test at a significance level (α) of 0.05 with SPSS 16.0. The results of the data analysis in the treatment group run envelopes in an increase of 1.18, run on alternating treatment group increased by 2.23, in the control group decreased by 1.44. The results of ANOVA test of agility between the treatment and control groups obtained F value of 4.152 and significance of 0.027. Based on the results of LSD test training group ran back and forth (2.23) is better than running training envelope (1.18) to increased agility. It was concluded that: (1) training run envelopes affect the increased agility in student extracurricular participants futsal SMP Negeri 3 Sawan Academic Year 2013/2014. (2) training run back and forth to affect the increased agility in extracurricular participants futsal students of SMP Negeri 3 Sawan Academic Year 2013/2014. (3) there are differences in the effect of run training envelope and run back and forth to peningktan agility on student extracurricular participants futsal SMP Negeri 3 Sawan school year 2013/2014.keyword : Key words: training to play badminton overhead clear drill, strenght, endurance, arm muscle
PENGARUH CIRCUIT TRAINING TERHADAP KAPASITAS VITAL PARU DAN KECEPATAN ., Kadek Budiantara; ., I Gst Lanang Agung Parwata,S.Pd, M.Kes; ., I Nyoman Sudarmada, S.Or.
Jurnal Ilmu Keolahragaan Undiksha Vol. 2 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jiku.v2i1.3668

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh circuit training terhadap kapasitas vital paru dan kecepatan. Jenis penelitian yang digunakan adalah eksperimen semu (quasi experimental) dengan menggunakan rancangan penelitian “the non-randomized control group pretes-posttest design”. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa putra peserta ekstrakurikuler futsal SMPN 1 Amlapura tahun pelajaran 2013/2014 yang berjumlah 40 orang siswa. Instrumen penelitian untuk tes kapasitas vital paru adalah spirometer dengan validitas tes 0,96 dan reliabilitas tes 0,96. Sedangkan instrument untuk tes kecepatan adalah sprint 50 meter dengan reliabilitas tes 0,94. Data dianalisis dengan uji-t independent pada taraf signifikansi 0,05 dengan bantuan program SPSS 16. Hasil analisis data pada kelompok perlakuan untuk kapasitas vital paru terjadi peningkatan sebesar 505,00 mililiter, pada kelompok kontrol terjadi peningkatan sebesar 170,00 mililiter, pada kelompok perlakuan untuk kecepatan terjadi peningkatan sebesar 0,368 detik, pada kelompok kontrol terjadi peningkatan sebesar 0,186 detik. Berdasarkan hasil analisis data penelitian, dengan menggunakan uji-t independent untuk data kapasitas vital paru diperoleh nilai signifikansi hitung lebih kecil dari nilai α (Sig < 0,05) yaitu sebesar 0,000. Sedangkan untuk data kecepatan diperoleh nilai signifikansi hitung lebih kecil dari nilai α (Sig < 0,05) yaitu sebesar 0,000. Dengan demikian hipotesis penelitian circuit training berpengaruh terhadap kapasitas vital paru dan kecepatan dapat diterima. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan circuit training berpengaruh terhadap kapasitas vital paru dan kecepatanKata Kunci : Circuit Training, Kapasitas Vital Paru, Kecepatan This study aims to determine the effect of circuit training on lung vital capacity and speed. This type of research is a quasi experimental (quasi-experimental) study design using "the non-randomized control group pretest-posttest design". Subjects in this study were participants of extracurricular student son futsal SMPN1 Amlapura academic year 2013/2014, amounting to 40 students. Research instrument to test lung vital capacity was 0.96 spirometer to test the validity and reliability of tests 0.96. While the instrument to test speed is 50 meter sprint to test reliability of 0.94. Data were analyzed by independent t-test at a significance level of 0.05 with SPSS 16. Results of the analysis of the data in the group treated for lung vital capacity an increase of 505.00 milliliters, in the control group there was an increase of 170.00 milliliters, the group treatment for an increase in speed of 0.368 seconds, the control group increased by 0.186 seconds. Based on the analysis of research data, using independent t-test to the data obtained in lung vital capacity calculated significance value smaller than the value of α (Sig
PENGARUH PELATIHAN LONCAT KELINCI TERHADAP KELINCAHAN DAN KECEPATAN ., I Kadek Suantara; ., I Gst Lanang Agung Parwata,S.Pd, M.Kes; ., dr. Ni Luh Kadek Alit Arsani, S.Ked.
Jurnal Ilmu Keolahragaan Undiksha Vol. 2 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jiku.v2i1.3670

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pelatihan loncat kelinci terhadap kelincahan dan kecepatan. Jenis penelitian adalah eksperimen sungguhan dengan rancangan the modified randomized pre-test post-test control group design. Sampel penelitian sebanyak 36 orang yang ditentukan dengan teknik proportional random sampling. Kelincahan diukur dengan menggunakan tes lari bolak balik (shuttle run) dan kecepatan dengan tes lari 50 m, selanjutnya data dianalisis dengan menggunakan uji-t independent dengan bantuan program SPSS 16.0. Berdasarkan hasil uji-t independent data kelincahan diperoleh nilai signifikansi 0,000 pada taraf signifikansi 5% (α = 0,05), sehingga hipotesis pengaruh pelatihan loncat kelinci terhadap kelincahan diterima. Sedangkan hasil uji-t independent data kecepatan diperoleh nilai signifikansi 0,000 pada taraf signifikansi 5% (α = 0,05), sehingga hipotesis pengaruh pelatihan loncat kelinci terhadap kecepatan diterima. Dari hasil analisis data dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa; (1) Pelatihan loncat kelinci berpengaruh terhadap kelincahan pada siswa putra kelas VIII SMP N 3 Bebandem. (2). Pelatihan loncat kelinci berpengaruh terhadap kecepatan pada siswa putra kelas VIII SMP N 3 Bebandem. Berdasarkan hasil penelitian ini, hal-hal yang dapat disarankan yaitu : (1) Bagi pembina olahraga, pelatih olahraga, guru penjasorkes dan atlet serta pelaku olahraga lainya disarankan dapat menggunakan pelatihan loncat kelinci sebagai salah satu alternatif dalam meningkatkan kelincahan dan kecepatan. (2) Bagi peneliti lain yang ingin melakukan penelitian sejenis disarankan untuk penggunakan variabel dan sampel penelitian yang berbeda.Kata Kunci : pelatihan loncat kelinci, kelincahan, kecepatan This research was aims to determine the effect of the rabbit jump training agility and speed. This type of research was a true experiment which used the modified randomized pre-test post-test control group design. 36 samples are determined by proportional random sampling technique. Agility was measured by shuttle run and the speed Was measured by sprint test 50 meters, then the data were analyzed using independent t-test with SPSS 16.0. Based on the results of the independent t-test agility of data obtained significance value of 0.000 at a significance level of 5% (α = 0.05), so the hypothesis of the influence of a rabbit jumping agility training received. While the results of the independent t-test speed data obtained significance value of 0.000 at a significance level of 5% (α = 0.05), so the hypothesis of the influence of rabbits on speed jump training received. Based on independent t-test results obtained tcount = 16.35 with a significance value of 0.000 at significance level α = 0.05, so the hypothesis of the influence of the rabbit jump training diterima. From the results of the data analysis and explanation above, it could be concluded that; (1) The rabbit jump training has an effect on men's agility in class VIII students of SMP N 3 Bebandem. (2). The rabbit jump training has an effect on men’s speed in class VIII students of SMP N 3 Bebandem. Based on these results, the things that can be suggested, namely: (1) For sports coaches, sports coaches, teachers and athletes and other sports people are advised to use a rabbit jump training as an alternative to improve agility and speed. (2) For other researchers who want to conduct similar research is recommended for the use of variables and different sample.keyword : The rabbit jump training, agility, speed
PENGARUH PELATIHAN ALTERNATE LEG BOUND TERHADAP KECEPATAN DAN POWER OTOT TUNGKAI ., I Wayan Darmawan; ., I Gst Lanang Agung Parwata,S.Pd, M.Kes; ., I Nyoman Sudarmada, S.Or.
Jurnal Ilmu Keolahragaan Undiksha Vol. 2 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jiku.v2i1.3870

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pelatihan alternate leg bound terhadap kecepatan dan power otot tungkai siswa lelas VIII SMP Negeri 3 Petang. Jenis penelitian adalah eksperimen semu dengan rancangan “The Pre-test Post-test Control Group Design”. Subyek penelitian ini siswa putra kelas VIII SMP N 3 Petang dengan jumlah 28 siswa. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini lari 50 meter untuk tes kecepatan dan tes vertical jump untuk mengukur power otot tungkai. Data dianalisis dengan uji-t independent pada taraf signifikansi () 0,05 dengan bantuan program SPSS 16.0. Berdasarkan hasil analisis data penelitian ini, dengan menggunakan uji-t independent untuk data kecepatan diperoleh nilai signifikansi hitung lebih kecil dari nilai α (Sig < 0,05) yaitu sebesar 0,022. Sedangkan untuk data daya ledak otot tungkai diperoleh nilai signifikansi hitung lebih kecil dari nilai α (Sig < 0,05) yaitu sebesar 0,000. Dengan demikian hipotesis penelitian pelatihan alternate leg bound berpengaruh terhadap peningkatan kecepatan dan power otot tungkai dapat diterima. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pelatihan alternate leg bound berpengaruh terhadap kecepatan dan power Otot Tungkai Siswa Putra Kelas VIII SMP Negeri 3 Petang. Kata Kunci : Kata-kata kunci: pelatihan alternate leg bound, kecepatan, power Otot Tungkai. Abstract This study aims to determine the effect of training the alternate leg bound to the speed and limb muscle power blistered VIII students of SMP Negeri 3 Petang . This type of research is a quasi experimental design with " The pre-test post -test control group design " . The subjects of this study son eighth grade students of SMP N 3 Petang with 28 students . The instrument used in this study ran 50 meters to test the speed and vertical jump test to measure leg muscle power . Data were analyzed by independent t-test at a significance level (α) of 0.05 with SPSS 16.0 . Based on the results of the data analysis of this study , using independent t-test for significance values obtained speed data count is less than the value of α ( Sig < 0.05 ) is equal to 0.022 . As for the leg muscle explosive power of data obtained significance count value is smaller than the value of α ( Sig < 0.05 ) is equal to 0.000 . Thus the research hypothesis alternate leg bound training effect on improvement of muscle power and leg speed is acceptable . From the results of this study concluded that training the alternate leg bound to the speed and power Limb Muscle Men Eighth Grade Students of SMP Negeri 3 Petang . keyword : alternate leg bound of training to the speed and limb muscle power .
PENGARUH PELATIHAN 30 SECOND BOX DRILL DAN 60 SECOND BOX DRILL TERHADAP DAYA LEDAK OTOT TUNGKAI Andriani, Luh Mastia; Parwata, I Gst Lanang Agung; Arsani, Ni Luh Kadek Alit
Jurnal Ilmu Keolahragaan Undiksha Vol. 7 No. 1 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jiku.v7i1.4097

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pelatihan 30 second box drill dan 60 second box drill terhadap peningkatan daya ledak otot tungkai. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu (quasi) dengan rancangan the non-randomized pretest posttest control groups design. Subjek penelitian sebanyak 30 orang. Daya ledak otot tungkai diukur dengan vertical jump test dan data dianalisis dengan uji-t independent, uji anava satu jalur dan uji least significant difference (LSD) pada taraf signifikansi (α) 0,05 dengan bantuan SPSS 16,0. Berdasarkan hasil uji hipotesis antara gaint-score kelompok pelatihan 30 second box drill, 60 second box drill dan kelompok kontrol pada variable daya ledak otot tungkai, hasil analisis data menggunakan uji-t independent menunjukkan bahwa pelatihan 30 second box drill dan 30 second box drill berpengaruh terhadap peningkatan daya ledak otot tungkai dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 dan 0,000 (SigKata Kunci : pelatihan 30 second box drill, pelatihan 60 seond box drill, daya ledak otot tungkai This study aimed to know the effect of 30 second box drill training and 60 second box drill training toward the increase of explosive power of leg muscle. This study is quasi experiment research with thenon-randomized pretest posttest control groups design. Subjects of this study were 30 people. The explosive power of leg muscle was measured by vertical jump test and analyzed by independent t-test, one lane anava test and test of least significant difference (LSD) in the significant standard (α) 0,05 by using SPSS 16,0. Based on the result of hypothesis between gaint-score on training group of 30 second box drill, 60 second box drill and control group on the variable of explosive power of leg muscle, result of analysis by using independent t-test showed that 30 second box drill training and 30 second box drill training influenced the explosion power of leg muscle in the significant value of 0,000 and 0,000 (Sigkeyword : 30 second box drill, 60 second box drill,explosive power
Pengaruh Pelatihan Knee Tuck Jump dan Double Leg Bound terhadap Power Otot Tungkai ., I Md Septian Marta y; ., I Gst Lanang Agung Parwata,S.Pd, M.Kes; ., I Nyoman Sudarmada, S.Or.
Jurnal Ilmu Keolahragaan Undiksha Vol. 6 No. 1 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jiku.v4i3.7901

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengatahui pengaruh pelatihan knee tuck jump dan double leg bound terhadap peningkatan power otot tungkai. Rancangan penelitian the non-randomized control group pretest posttest design. Subjek penelitian adalah siswa putra peserta ektrakurikuler sepak bola SMA Negeri 2 Singaraja berjumlah 39 orang, hasil pretest dilakukan ordinal pairing, yaitu 13 orang diberikan pelatihan knee tuck jump, 13 orang diberikan pelatihan double leg bound, dan 13 orang kelompok kontrol. Power otot tungkai diukur dengan test vertical jump. Data dianalisis dengan uji F (one way anova) pada taraf signifikansi (α) = 0,05 dengan bantuan program SPSS 16.0. Hasil analisis data pada kelompok perlakuan knee tuck jump terjadi peningkatan power otot tungkai sebesar 58,77, kelompok perlakuan double leg bound sebesar 56,31 dan pada kelompok kontrol sebesar 44,31. Hasil uji one way anova variabel power otot tungkai antara kelompok perlakuan dan kelompok kontrol didapat Fhitung sebesar 8,912 dan signifikasi 0,001 yaitu terjadi perbedaan pengaruh antara pelatihan knee tuck jump dan double leg bound terhadap power otot tungkai. Berdasarkan hasil uji LSD, kelompok pelatihan knee tuck jump lebih baik pengaruhnya dibandingkan pelatihan double leg bound terhadap peningkatan power otot tungkai. disimpulkan; (1) pelatihan knee tuck jump dan double leg bound berpengaruh terhadap peningkatan power otot tungkai. (2) terdapat perbedaan pengaruh antara pelatihan knee tuck jump dan double leg bound terhadap peningkatan power otot tungkai. (3) pelatihan knee tuck jump lebih baik dari pada double leg bound terhadap peningkatan power otot tungkai.Kata Kunci : pelatihan knee tuck jump, pelatihan double leg bound, power otot tungkai This research to know effect of knee tuck jump and double leg bound to increase leg muscle power. Design with the non-randomized control group pretest posttest design. The subject were 39 male student participants of football extracurricular SMAN 2 Singaraja, then from pretest to get ordinal pairing, 13 male students given knee tuck jump training, 13 male students given training in double leg bound, and 13 male students as control group. Leg muscle power was measured by vertical jump test. Can be analyzed by F test (one way ANOVA) at a significance level (α) = 0.05 with SPSS 16.0. The results of analysis showed a changes in the average value of the leg muscle power variable. In the treatment group of knee tuck jump showed an increase of leg muscle power much as 58,77, group double leg bound much as 56,31 and in the control group much as 44,31. The test results of Fmeasure of one way ANOVA of leg muscle power between the group and the control group was obtained 8,912 and the significance is 0.000, which means there is a difference between the effects of knee tuck jump and double leg bound to the leg muscle power. Based on the test results of LSD, the repetition sprint training group have better influence than knee tuck jump and double leg bound to increase leg muscle power as much as 13.533. From the results of data analysis in the discussion it can be concluded that; (1) training repetition sprint and skipping rope effecting the increase in leg muscle power. (2) There is a difference between the effects of sprint training repetition and skipping rope to increase leg muscle power. (3) The repetition sprint training is better than skipping rope to increase leg muscle powerkeyword : Double leg bound, knee tuck jump, leg muscle power
PENGARUH PELATIHAN SIDE JUMP SPRINT DAN DODGING RUN TERHADAP KECEPATAN ., I Ketut Wiradana; ., I Gst Lanang Agung Parwata,S.Pd, M.Kes; ., dr. Ni Putu Dewi Sri Wahyuni, S.Ked.
Jurnal Ilmu Keolahragaan Undiksha Vol. 4 No. 2 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jiku.v4i2.7902

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pelatihan side jump sprint dan dodging run terhadap kecepatan siswa ekstrakurikuler sepak bola. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan rancangan the non-randomized control group pretest posttest design. Subjek penelitian sebanyak 39 siswa ekstrakurikuler sepak bola. Kecepatan diukur dengan Sprint 60 Meter dan data dianalisis dengan uji-F, uji one way anova, dan uji least significant difference (LSD) pada taraf signifikansi (α) 0,05 dengan bantuan SPSS 16,0. Hasil uji one way anova data kecepatan lari diperoleh nilai Fhitung sebesar 21.327 dengan nilai signifikansi sebesar 0,000. Nilai signifikansi 0,000
MOTIVASI MENGIKUTI PEMBELAJARAN PENDIDIKAN JASMANI, OLAHRAGA DAN KESEHATAN PESERTA DIDIK SMA/SMK DI KECAMATAN RENDANG DI MASA PANDEMI COVID-19 Kustria, Kadek Satria; Agung Parwata, I Gusti Lanang; Spyanawati, Ni Luh Putu
Jurnal Ilmu Keolahragaan Undiksha Vol. 8 No. 3 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jiku.v8i3.30646

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui motivasi mengikuti pembelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan peserta didik SMA/SMK di Kecamatan Rendang di masa pandemik covid-19. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dan metode dalam penelitian ini adalah metode survei. Populasi dalam penelitian ini seluruh peserta didik di SMA/SMK di Kecamatan Rendang dengan jumlah populasi 1.257 orang dan di pilih kelas secara random sampling. Sampel penelitian ini berjumlah 253 orang. Data dianalisis menggunakan statistik dengan persentase. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa motivasi mengikuti pembelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan peserta didik SMA/SMK di Kecamatan Rendang di masa pandemik covid-19 yaitu berada dalam kategori tinggi yaitu 78 orang (30,83%). Disarankan bahwa agar kedepannya guru Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan dapat mengemas proses pembelajaran di masa pandemik covid-19 lebihbaik dan bervariatif dalam melaksanakan proses pembelajaran daring. Kata Kunci: motivasi, pembelajaran PJOK, pandemi covid-19.
Co-Authors ., Agus Mahardika ., AYU M ARSAVIANINGSIH ., Bayu Cahya Buana Putra ., Dejus Julyantara ., dr. I Made Kusuma Wijaya, S.Ked., M.Kes. ., Gede Mertha Ary Pratama ., Gede Yogi Sastra ., I Gusti Agung Bayu Sastra Wibawa ., I Gusti Putu Partayoga Pratama ., I KADEK BUDIARTA ., I Kadek Suantara ., I Ketut Arta Aryawan ., I Ketut Wiradana ., I Komang Darma Santiawan ., I Made Andy Kurniawan ., I Made Harys Kusuma Wardana ., I Made Yudhi Purbadi ., I Made Yudi Parmadi ., I Md Septian Marta y ., I Nym Gd Oka Wahyuna ., I Nyoman Agus Adi Kesuma ., I PT OFAN PATHYA S ., I Putu Beni Pradika ., I Putu Pande Somiantara ., I Putu Sudana ., I Wayan Adnyana Putra ., I Wayan Darmawan ., Ida Bagus Made Kusuma Putra ., Jeki Juirawan Saputra ., Kadek Budiantara ., Kaoka Wisnawa ., Lalu Muh Supriadi w ., Luh Geni Selia Febri ., Nengah Sudirga ., Ni Kadek Ayu Herlina Santika Putri ., Ni Luh Karmila ., Ni Made Wida Ariasih ., Putu Aggy Ambarsari ., Putu Agus Wipra Sanjaya ., PUTU JUNI KUSUMA P ., Suciarta I Gede ., Yuli Setiawan Adnyana Putra Adnyana, I Komang Sukrata Agus Mahardika . Almawardhi . Anak Agung Istri Ngurah Marhaeni Andriani, Luh Mastia Artanayasa, Wayan Artayasa, I Kadek Astika, I P Widhi AYU M ARSAVIANINGSIH . Bagus Pangestu Bangun, Andreo Bayu Cahya Buana Putra . Chandra, Gusti Kade adi Daindo Milla Decky Florentana . Decky Florentana ., Decky Florentana Dejus Julyantara . Dewi Lestari, Luh Kd Giri Alvia Dian Anggraini Dian Anggraini DIPA PRATAMA, DIPA dr. Adnyana Putra, S.Ked. . dr. I Made Kusuma Wijaya, S.Ked. . dr. I Made Kusuma Wijaya, S.Ked., M.Kes. . dr. Made Suadnyani Pasek, S.Ked. . dr. Putu Adi Saputra, S.Ked. . Gede Doddy Tisna MS Gede Mertha Ary Pratama . Gede Sepiade . Gede Yogi Sastra . Giri Cahya, I Kt. B.P Candra Habibi, Baiq Azmi Sukroyanti, Lovy Herayanti, Wirawan Putrayadi, dan Bq. Rina Amalia Safitri I Dewa Ayu Made Budhyan I Dewa Ayu Made Budhyani I Dewa Gede Buda Wisnawa . I Gede Eka Saputra I Gede Ratnaya I Gede Sudirtha I Gede Suwiwa I Gusti Agung Bayu Sastra Wibawa . I Gusti Putu Agus Yogaswara . I Gusti Putu Partayoga Pratama . I KADEK BUDIARTA . I Kadek Mustika Jaya I Kadek Pegi Kristiawan I Ketut Arta Aryawan . I Ketut Iwan Swadesi I Ketut Yoda I Komang Darma Santiawan . I Komang Oky Trisna Adiputra . I Komang Subrata . I Komang Sukarata Adnyana I Komang Wisnu Budi Wijaya I Kt. B.P Candra Giri Cahya I Made Andy Kurniawan . I Made Harys Kusuma Wardana . I Made Satyawan I Made Tegeh I Made Yudhi Purbadi . I Made Yudi Parmadi . I Nengah Suastika I Nym Gd Oka Wahyuna . I Nyoman Agus Adi Kesuma . I Nyoman Dana Gunantara I Nyoman Jampel I Nyoman Kanca I Nyoman Sudarmada I Nyoman Tos Pasek Wiguna I PT OFAN PATHYA S . I Putu Astrawan . I Putu Beni Pradika . I Putu Panca Adi I Putu Pande Somiantara . I Putu Suardika . I Putu Sucipta . I Putu Sudana . I Wayan Adnyana Putra . I Wayan Arimbawa . I Wayan Artanyasa I Wayan Dedy Hariyanta . I Wayan Lenu Jumata . I Wayan Somenada Ida Bagus Gede Angga Widyanatha . Ida Bagus Gede Indra Mahaditya Ida Bagus Made Kusuma Putra . Ida Bagus Putu Arnyana Jeki Juirawan Saputra . Kadek Ari Sujana . Kadek Oka Satrya Wibawa Kadek Sri Setiawati Kadek Sri Setiawati . Kadek Yogi Parta Lesmana Kaoka Wisnawa . Kapriyadi, I Wayan Januarta Kustria, Kadek Satria Kusuma, I Putu Harya Dana Kusuma Lalu Muh Supriadi w . Luh Dewi Wisuendri Luh Geni Selia Febri . Luh Kd Giri Alvia Dewi Lestari M.Or. S.Pd. I Ketut Semarayasa . Made Agus Dharmadi Made Agus Wijaya Made Budhyana, I Dewa Ayu Made Kurnia Widiastuti Giri Mahaditya, Ida Bagus Gede Indra Maikel Khristy Surbakti Molo, Valerianus Mujiburrahman Mujiburrahman Nengah Sudirga . Ni Kadek Ayu Herlina Santika Putri . Ni Ketut Widiartini Ni Luh Kadek Alit Arsani Ni Luh Karmila . Ni Luh Puspita Sari . Ni Luh Putu Lindiana Oktaviyanti Utami Ni Luh Putu Spyanawati Ni Made Sri Mertasari Ni Made Wida Ariasih . Ni Putu Dewi Sri Wahyuni Ni Putu Diah Yeni Rahayu Ni Putu Dwi Sucita Dartini Ni Wayan Murni Nilasari . Ni Wayan Tirtawati Nurhasanah, Enung Ostavianei, Bernadeth Grace Ostaviani, Bernadeth Grace Pangestu, Bagus Pasek Wiguna, I Nyoman Tos Pratiwi, Kadek Santhi Prengki Gito Sudarsono Putu Aggy Ambarsari . Putu Agus Wipra Sanjaya . PUTU JUNI KUSUMA P . S.Ked. dr. I Made Kusuma Wijaya . S.Ked. dr. Made Budiawan . S.Ked. dr. Made Suadnyani Pasek . S.Ked. dr. Ni Made Sri Dewi Lestari . S.Ked. dr. Putu Adi Saputra . S.Pd. M Kes I Ketut Sudiana . Salma Hasna Hamiydah Sawitri, Ni Luh Sembiring, Andre Pranata Setiawati, Kadek Sri Suciarta I Gede . Suratmin Syarif Hidayat UNDIKSHA . Valerianus Molo Wadi, Hairil Wahjoedi Widiadnyana, I Komang Adi Wiguna, I Gusti Lanang Agung Pratama Wiraguna, I Nengah Yudaparmita, Gusti Ngurah Arya Yuli Setiawan . Yuni Lestari .