p-Index From 2021 - 2026
11.061
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Language and Education Journal RETORIKA: Jurnal Ilmu Bahasa Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora LITE: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Budaya Diglossia LINGUAL: Journal of Language and Culture English Review: Journal of English Education KEMBARA Celt: A Journal of Culture, English Language Teaching & Literature Jurnal Bakti Saraswati IDEAS: Journal on English Language Teaching and Learning, Linguistics and Literature E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat PRASASTI: Journal of Linguistics Dinamisia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Journal of Applied Studies in Language Kandai SPHOTA: Jurnal Linguistik dan Sastra LINGUISTIK : Jurnal Bahasa dan Sastra WIDYABHAKTI Jurnal Ilmiah Populer International Journal of Community Service Learning JPPM (Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat) Sang Pencerah: Jurnal Ilmiah Universitas Muhammadiyah Buton International Journal for Educational and Vocational Studies Yavana Bhasha : Journal of English Language Education Pioneer: Journal of Language and Literature JPKMI (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia) Ethical Lingua: Journal of Language Teaching and Literature Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Journal of Humanities, Social Science, Public Administration and Management (HUSOCPUMENT) Kulturistik : Jurnal Bahasa dan Budaya Cendikia : Media Jurnal Ilmiah Pendidikan TRAVERSE - Journal of Language and Applied Linguistics Linguistic, English Education and Art (LEEA) Journal Austronesian: Journal of Language Science & Literature Jurnal Abdi Dharma Masyarakat Yavana Bhasha: Journal of English Language Education Elysian Journal : English Literature, Linguistics, and Translation Studies LOKATARA SARASWATI Seminar Nasional Aplikasi Iptek (SINAPTEK) JAKADARA: JURNAL EKONOMIKA, BISNIS, DAN HUMANIORA SPHOTA: Jurnal Linguistik dan Sastra Fakultas Bahasa Asing Universitas Mahasaraswati Denpasar Joong-Ki Litera : Jurnal Bahasa dan Sastra International Journal of Instructions and Language Studies Joong-Ki
Claim Missing Document
Check
Articles

Verbal and Non-verbal Signs of “Scream” Movie Posters Ni Putu Mirah Handayani; Desak Putu Eka Pratiwi; I Gusti Ayu Vina Widiadnya Putri
Austronesian: Journal of Language Science & Literature Vol. 1 No. 2 (2022): Austronesian: Journal of Language Science & Literature
Publisher : CV Wahana Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (277.954 KB) | DOI: 10.59011/austronesian.1.2.2022.94-102

Abstract

This study aims to analyze the verbal and non-verbal signs and to figure out the meaning of verbal and non-verbal signs in Scream movie posters. An observation method was used to collect the data. The data were taken from two Scream movie posters downloaded from https://m.imdb.com. The method used is a qualitative approach. To analyze verbal and non-verbal signs, researchers used Saussure's semiotic theory, while to analyze the meaning, researchers used the theories of Barthes and Cerrato. As a result, the researchers found eight verbal and five non-verbal signs in these Scream movie posters. The creator's message is usually conveyed implicitly, requiring the viewers to interpret the meaning of the movie posters. The presence of both verbal and non-verbal signs in the movie poster serves to highlight the creator's message to the audience. Furthermore, a movie poster tends to promote a movie, provide information, and persuade the audience to watch the movie.
The Analysis of Illocutionary of Main Character’s Utterances in Alladin Movie Ni Luh Putu Nevik Meilasari; I Gusti Ayu Vina Widiadnya Putri
Austronesian: Journal of Language Science & Literature Vol. 2 No. 3 (2023): Austronesian: Journal of Language Science & Literature
Publisher : CV Wahana Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59011/austronesian.2.3.2023.156-166

Abstract

This research presents a description of the speech act. This research identifies the types of illocutionary acts used by the main characters. This research uses a qualitative method—the data obtained from the Alladin movie. The analysis was presented in a formal and informal presentation. Several steps were taken to analyze the data. First, the researcher watches the movie from beginning to end. Second, the researcher takes note of the illocutionary act in the conversation. The last one is the researcher classifying the data based on the types of illocutionary acts. As a result, five illocutionary acts were discovered in the utterances of the main characters in Alladin’s movie. Those are declarative, representative, expressive, directive, commissive. The researcher found five types: directive 3 data or 23%, expressive 3 data or 23%, representative 2 data or 15%, commissive 1 data or 8%, and declarative 4 data or 31% used in the Alladin movie. The most frequent type used was declarative.
Words, Sense, and Denotation Meaning in Pupuh Ginanti “Saking Tuhu Manah Guru” Widiadnya Putri, I Gusti Ayu Vina; Santika, I Dewa Ayu Devi Maharani; Winartha, Ida Bagus Gde Nova
SPHOTA: Jurnal Linguistik dan Sastra Vol. 16 No. 1 (2024): SPHOTA: Jurnal Linguistik dan Sastra
Publisher : Fakultas Bahasa Asing (FBA) Universitas Mahasaraswati Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36733/sphota.v16i1.7068

Abstract

This study aims to analyze words, sense, and denotation in Pupuh Ginanti, entitled "Saking Tuhu Manah Guru". Pupuh is one of the Balinese poem that is still preserved nowadays. This pupuh has a moral value that needs to be conveyed to listeners. The message is conveyed through the form of the words that compose it. Every word or sentence in a literary work has meant that unknowingly, so an analysis of the word, sense, and meaning of denotation in Pupuh Ginanti needs to be discussed more deeply. Data was initially categorised for this study using some kind of word classification. Start data coding after categorization. By analysing text-based data, data analysis techniques employ qualitative methods.  The researcher also employed documentation strategies to obtain the data. The theory used in this study is (Allan, 2014) to analyze sense meaning and supported by theory from (Kreidler, 2002) to analyze denotation meaning. This study uses a descriptive qualitative approach. The result of this research is that the meaning of the poem in Pupuh Ginanti entitled "Saking tuhu manah guru" has a denotative meaning and sense meaning in each line. Sense meaning in this poem was used to clarify the message to be conveyed by the author.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DESA DENGAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN LITERASI KEUANGAN DALAM UPAYA OPTIMALISASI MODAL USAHA DI DESA ADAT LEBAH I Gusti Ayu Vina Widiadnya, Putri; Ida Bagus Gde Nova, Winarta; I Putu Ade, Pratama
LOKATARA SARASWATI Vol 1 No 2 (2022): Lokatara Saraswati: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Fakultas Bahasa Asing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (591.298 KB)

Abstract

Covid-19 adalah penyakit yang disebabkan oleh virus severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2) dan ditetapkan sebagai pandemi pada bulan maret 2020 (Jewell, T. 2020). Semenjak ditetapkannya sebagai pandemi, banyak dampak buruk yang terjadi silih berganti. Tidak hanya kesehatan, hampir seluruh aspek dirugikan oleh adanya virus ini. Dikarenakan pemberlakuan kebijakan protokol kesehatan di seluruh dunia, salah satu bidang yang dapat dikategorikan sebagai salah satu yang sangat terdampak adalah bidang Pariwisata. Bali sebagai pulau dengan mayoritas penduduknya yang bekerja di bidang pariwisata sangatlah terpukul dengan situasi ini. Situasi yang terus memaksa masyarakat mencari terobosan-terobosan baru ini membuat kebingungan dalam upaya menunjang terbentuknya terobosan baru tersebut. Berdasarkan pada hasil observasi yang dilakukan dengan metode wawancara secara langsung kepada warga atau masyarakat di lingkungan Desa Adat Lebah pada tanggal 23 Februari 2021, ditemukanlah beberapa masalah yang timbul akibat dari wabah Covid-19 ini yaitu keterbatasan kemampuan untuk memperoleh dana tambahan sebagai modal usaha dan keterbatasan pengetahuan literasi keuangan khususnya perihal pinjaman dana serta pengelolaannya sebagai modal usaha. Keterbatasan modal usaha baik materi maupun pengetahuan ini menjadi hambatan dalam memulai langkah inovasi sehingga patut dipertimbangkan dengan bijak guna menghindari kemungkinan terburuk yang mungkin dapat terjadi dikemudian hari.
MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR BERBAHASA INGGRIS ANAK PANTI ASUHAN KRISTEN 400 BAITH-EL MELALUI PENYAMPAIAN MATERI TENSES DAN GAMES BERBAHASA INGGRIS Komang Dian Puspita, Candra; I Komang, Sulatra; I Gusti Ayu Vina Widiadnya, Putri; Ni Kadek, Nefiari; Ni Kadek Indah Setya, Dewi
LOKATARA SARASWATI Vol 2 No 2 (2023): Lokatara Saraswati: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Fakultas Bahasa Asing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36733/lokasaraswati.v2i2.8490

Abstract

Pengabdian masyarakat sangat penting untuk dilakukan, berdasarkan hal tersebut HimpunanMahasiswa Program Studi Sastra Inggris, Fakultas Bahasa Asing, Universitas Mahasaraswati Denpasar mengadakan kegiatan Charity week yang dilaksanakan di Panti Asuhan Kristen 400 Baith-El. Kegiatan CharityWeek memiliki tujuan untuk berbagi kasih sayang kepada saudara-saudara kami yang membutuhkan. Selain itujuga bertujuan untuk memotivasi anak-anak Panti Asuhan Kristen 400 Baith-El untuk belajar berbahasa Inggris.Bentuk pengabdian masyarakat yang dilakukan yaitu memberikan pengajaran dan game berbahasa inggris. Dari kegiatan yang berlangsung, anak – anak panti asuhan Kristen 400 Baith-El memiliki semangat yang tinggi untuk mengikuti pembelajaran.. Adapun materi yang disampaikan yaitu cara mengucapkan salam dalam Bahasa Inggris (Greeting) dan Simple Present Tense. Selain itu juga diadakan sesi games untuk menambah antusiasanak-anak dalam mengikuti kegiatan dan juga menambah motivasi ana-anak dalam mempelajari Bahasa Inggris. Dari hal tersebut dapat disimpulkan bahwa pengajaran dengan metode pemberian games kepada anakanak Panti Asuhan Kristen 400 Baith-El dapat mempengaruhi cepat tangkap anak dalam mempelajari Bahasa Inggris. Dengan menggunakan metode pembelajaran dengan menggunakan Games, anak menjadi cepat untuk menangkap materi dan lebih tertantang dalam mempelajari Bahasa Inggris. Selain itu suasana belajar menjadilebih menyenangkan dengan antusias anak-anak.
Upaya Promosi Peningkatan Hasil Usaha Laklak Sebagai Jajanan Tradisional Bali Putri, I Gusti Ayu Vina Widiadnya; Pratiwi, Ni Putu Jenny
WIDYABHAKTI Jurnal Ilmiah Populer Vol. 6 No. 1 (2023): Nopember
Publisher : Direktorat Penelitian, Pengabdian Masyarakat, dan HKI Institut Teknologi dan Bisnis STIKOM Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30864/widyabhakti.v6i1.397

Abstract

Pengaruh pandemi virus Covid-19 memberikan dampak yang sangat signifikan utamanya di bidang ekonomi bagi Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang ada di Bali. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan di Desa Sudimara, Kecamatan Tabanan, Kabupaten Tabanan yang menyasar masyarakat pelaku UMKM Laklak Bali. Permasalahan yang dihadapi mitra adalah rendahnya hasil usaha yang didapatkan. Peristiwa ini berkaitan dengan rendahnya pengetahuan pedagang mengenai media promosi produk jajanan laklak Bali secara online. Ditinjau dari aspek manajemen, usaha jajanan laklak Bali ini belum memiliki pencatatan keuangan untuk mencatat pemasukan dan pengeluaran, sehingga aktifitas usaha kurang tidak teratur. Hasil dari pengabdian masyarakat ini adalah mitra dapat menggunakan media sosial untuk memasarkan dan mempromosikan produknya sebagai upaya peningkatan hasil usaha. Selain itu, mitra dapat melakukan pencatatan keuangan secara rutin di setiap aktifitas usahanya.
Directive Illocutionary Act Produce by the Characters in Cruella Movie Febriola, Ni Kadek Nia; Maharani, Putu Devi; Putri, I Gusti Ayu Vina Widiadnya
LITE: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Budaya Vol. 18 No. 2 (2022): September
Publisher : Universitas Dian Nuswantoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33633/lite.v18i2.5834

Abstract

AbstractThis study aims to determine the types of the directive act and its function found in the American Disney movie Cruella, released in 2021. The study was conducted with the observation method and analyzed using quantitative and qualitative methods. The researcher collected the data through several steps, such as watching the movie several times, taking note of the utterance indicated as a directive act, and classifying the utterance into the types of the directive. The theory proposed by Searle (1979) was applied to analyze the data. Therefore, this study found that 51 utterances were considered directive acts. The data is divided into five types, including ask (16), suggest (10), forbid (7), order (9), and request (3). From the total data, asking became the most frequent frequency in the movie since the character frequently used the question to get the hearer to give an answer or the information. The occurrence of suggestions on the second rank of total data found follows it. The speaker produces the type of suggestion to suggest the hearer do an action. AbstrakTindak Ilokusi Directif yang Diucapkan oleh Tokoh pada Film Cruella Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menemukan tipe tindak ilokusi direktif dan fungsinya pada film produksi Disney, Amerika yang berjudul Cruella yang tayang di tahun 2021. Penelitian ini dilakukan dengan metode observasi dan dianalisis menggunakan metode kuantitatif dan kualitatif. Peneliti mengumpulkan data melalui berbagai tahapan, seperti menonton film Cruella beberapa kali, mencatat ucapan yang terindikasi sebagai tindak ilokusi direktif, dan mengklasifikasikan ucapan tersebut kedalam tipe-tipe tindak ilokusi direktif. Teori yang dicetuskan oleh Searle (1979) diaplikasikan untuk menganalisis data. Dengan demikian, hasil penelitian menunjukan terdapat 51 ujaran yang dianggap sebagai tindak tutur direktif. Data dibagi menjadi lima tipe yaitu pertanyaan (16), saran (10), larangan (7), perintah (9), permintaan (3). Dari total data, tipe pertanyaan menjadi tipe yang paling sering muncul di film karena tokoh pada film sering menggunakan pertanyaan untuk membuat pendengar memberikan jawaban atau informasi. Jumlah tipe pertanyaan diikuti oleh penggunaan dari tipe saran yang berada pada posisi kedua sebagai tipe yang paling sering muncul dari total data. Pembicara menyampaikan sesuatu dengan saran untuk menyarankan pendengar dalam melakukan sesuatu.
POLA STRATEGI KESANTUNAN DALAM INTERAKSI PERDAGANGAN DI WARUNG TRADISONAL (Politeness Strategy Patterns in Trade Interactions in Traditional Stalls) Andriyani, Anak Agung Ayu Dian; Raharjo, Yusuf Muflikh; Putri, I Gusti Ayu Vina Widiadnya
Kandai Vol 19, No 1 (2023): KANDAI
Publisher : Kantor Bahasa Provinsi Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/jk.v19i1.3986

Abstract

This study aims to find politeness strategy patterns in Trade Interactions in Traditional Stalls n the interaction between sellers and buyers in traditional stalls. This study used a qualitative descriptive method, a pragmatic equivalent approach by paying attention to the context of the situation in each dialogue that occurs in traditional stalls in Denpasar City and Badung Regency. The method used in this study is the observation method with data collection techniques, namely, recording, listening, and taking notes, as well as interviewing traders. The results showed that there were implementations of positive and negative politeness strategies. Although traders prefer silence, there is no interaction by speaking verbally, when serving consumers, nonverbal interactions occur between speech participants. However, it does not reduce the value of politeness and the form of service from the seller to the buyer. This is due to the same background knowledge among the speech participants and the crowded context of the situation so that buyers understand this condition. Interactions in the trading domain in traditional stores predominantly use short, concise, straightforward speech, and when the shop is crowded, buyers speak more dominantly than sellers. This study implies that the politeness strategy used by the seller to the buyer is largely determined by the context of the situation when the interaction occurs. Although the speech is short, the service is fast, and according to the wishes of consumers, buying and selling interactions can run harmoniously. The contribution of this study can add to the treasures in the study of linguistic politeness. In addition, it is a guideline for language learners that the context of the situation has an important role in determining language politeness strategies. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan pola strategi kesantunan dalam interaksi perdagangan di warung tradisional pola kesantunan berbahasa pada interaksi antara penjual dan pembeli di warung tradisional. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, pendekatan padan pragmatik dengan memperhatikan konteks situasi dalam setiap dialog yang terjadi di warung tradisional di Kota Denpasar dan Kabupaten Badung. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasi dengan teknik pengumpulan data yaitu, merekam, menyimak dan mencatat, serta mewawancarai para pedagang. Hasil penelitian menunjukkan adanya implementasi dari strategi kesantunan positif dan negatif. Meskipun pedagang lebih banyak memilih diam tidak terjadi interaksi dengan menuturkan secara lisan, ketika melayani konsumen, tetapi terjadi interaksi secara nonverbal di antara peserta tutur. Meskipun demikian, tidak mengurangi nilai kesantunan dan wujud pelayanan dari penjual kepada pembeli. Hal ini disebabkan oleh background knowledge di antara peserta tutur sama dan konteks situasi ramai sehingga pembeli memaklumi kondisi ini. Interaksi dalam domain perdagangan di warung tradisional secara dominan menggunakan tuturan pendek, singkat, tidak bertele-tele, dan ketika warung dalam kondisi ramai, pembeli lebih dominan bertutur dibandingkan penjual. Penelitian ini memberikan implikasi bahwa strategi kesantunan yang digunakan penjual kepada pembeli sangat ditentukan oleh konteks situasi saat terjadinya interaksi. Meskipun tuturan singkat, tetapi pelayanan yang cepat sesuai keinginan konsumen interaksi jual beli dapat berjalan harmonis. Adapun kontribusi dari hasil penelitian ini dapat menambah khazanah dalam kajian kesantunan berbahasa. Di samping itu, menjadikan suatu pedoman bagi pembelajar bahasa bahwa konteks situasi memiliki peran penting dalam menentukan strategi kesantunan berbahasa.
EXTERNAL CONFLICT FACED BY THE MINOR CHARACTER IN “THE MARTIAN” MOVIE Kadek Dwi Darmawan Sutrisna Putra; I Gusti Ayu Vina Widiadnya Putri; Ida Bagus Gde Nova Winarta
Journal of Humanities, Social Science, Public Administration and Management (HUSOCPUMENT) Vol. 3 No. 4 (2023): October: Journal of Humanities, Social Science, Public Administration and Manag
Publisher : ID Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51715/husocpument.v3i4.203

Abstract

This study focus on the external conflict the minor character faces in “The Martian” movie. External conflict occurs between the character and something outside of himself. External conflict are divided into three: a conflict between a man, a conflict between man and society, and a conflict between man and nature. This study aims to find out what external conflict the minor character face in the movie faces and how they resolve the conflict. The data for this study were taken from the movie "The Martian" and the screenplay using note-taking techniques. The data was analyzed using qualitative research methods. The theory used is from Kenney (1966) and Rahim (2002). Based on the analysis, found man against man happens mostly in the movie. Furthermore, for handling conflict that the main character found mostly is dominating, from 5 types of conflict management: Integrating, obliging, dominating, avoiding, and compromising.
FIGURATIVE LANGUAGE IN MICHAEL BUBLE’S SELECTED SONG LYRICS Hadisaputra, Andreas Avellino; Putri, I Gusti Ayu Vina Widiadnya; Juniartha, I Wayan
Journal of Humanities, Social Science, Public Administration and Management (HUSOCPUMENT) Vol. 3 No. 4 (2023): October: Journal of Humanities, Social Science, Public Administration and Manag
Publisher : ID Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51715/husocpument.v3i4.218

Abstract

This study analyzes the figurative language used in song lyrics of Michael Buble’s song lyrics. The song lyric was analyzed based on the theory proposed by Knickerbocker and Reninger (1963) to find out the types of figurative language in the song lyrics and the theory of meaning based on theory proposed by Leech (1981) to find out the meaning of each figurative language. The study aims to provide a better understanding of the figurative language types and the meaning of figurative language on Michael Buble’s song lyrics. This study used qualitative method to collect data. The types of figurative found in Michael Buble’s song consist of 11 types, they are simile, metaphor, personification synecdoche, metonymy, imagery, symbol, allusion, paradox, hyperbole, and irony. Meanwhile, the types of meanings of figurative language found were only 5 out of 7 types, they are conceptual meaning, connotative meaning, collocative meaning, affective meaning and thematic meaning
Co-Authors Abrahams, Ivana Victorya Maharani Adriana Sara Anak Agung Ayu Dian Andriyani Anone, Nanda Jesica Natalia Yuliani Arisuta, Putu Yudi Arundati, Ni Luh Made Usha Ayuningsih, Ni Luh Kade Dewi Sri Cahyani Putri Utami, Ni Putu Desak Putu Eka Pratiwi Desak Putu Eka Pratiwi, Desak Putu Dewi, Ni Komang Nira Dewi, Ni Nyoman Pipin Purnama Dewi, Putu Diah Puspita Dewi, Sang Ayu Kadek Pitria Dharmayanti, Ni Nyoman Trisna Dika Putri Kartikasasi Dika Putri Kartikasasi Febriola, Ni Kadek Nia Gede Irwandika . Habriani, Nana Murti Hadisaputra, Andreas Avellino I Dewa Ayu Devi Maharani Santika I Dewa Ayu Devi Maharani Santika I Dewa Ayu Devi Maharani Santika I Dewa Ayu Md A Wahyu Linda Dewi I G B Wahyu Nugraha Putra I Gusti Bagus Niko Ari Putra I Gusti Bagus Wahyu Nugraha Putra I Gusti Bagus Wahyu Nugraha Putra I Gusti Ngurah Anom I Gusti Ngurah Pedi Pradjana I Kadek Aditya Dinata I Komang Sulatra I Komang Sulatra I Made Dwiaji Darmana I Made Tamba I Putu Ade, Pratama I Putu Andri Permana I Putu Yudi Pranata I Wayan Juniartha Ida Ayu Mela Tustiawati Ida Ayu Putri Gita Ardiantari Ida Bagus Gde Nova Winarta Ida Bagus Gde Nova Winarta Ida Bagus Gde Nova Winarta Ida Bagus Gde Nova, Winarta Ida Bagus Gede Nova Winarta Ida Bagus Gede Nova Winarta Ida Bagus Putra Yadnya Kadek Dwi Darmawan Sutrisna Putra Katarina Ade Kusuma, Katarina Kendran, Ni Kadek Kendran Damayanti Ketut Endang Sri Utami Komang Dian Puspita Candra Komang Dian Puspita Candra Komang Dian Puspita Candra, Komang Dian Puspita Komang Dian Puspita, Candra Larasati, Kadek Dwi Lis Julianti Luh Sintia Herianti Made Henra Dwikarmawan Sudipa Made Suarjana Maharani, Putu Devi Meilasari, Ni Luh Putu Nevik Mete, Aloysius Andelo Miun, Erasmus Roberto Ni Kadek Ardianti Ni Kadek Ayu Pratiwi Anjani Ni Kadek Dwi Safitri Ni Kadek Indah Setya, Dewi Ni Kadek Intan Permata Sari Dewi Ni Kadek Lili Anto Nela Ni Kadek Misiantari Ni Kadek, Nefiari Ni Komang Trisna Arisedani Ni Luh Putu Nevik Meilasari Ni Made Sutariani Ni Made Verayanti Utami Ni Nyoman Sri Cintya Parmita Ni Putu Ayu Diantari Ni Putu Ayu Diantari Ni Putu Belina Putri Ni Putu Eva Kharismayanti Ni Putu Mirah Handayani Ni Wayan Meidariani NI WAYAN SUASTINI Nova Winarta, Ida Bagus Gede Nugraha, Luh Putu Natasya Dewi Pandini, Komang Tria Pratama Putra, Komang Yoshika Pratiwi, Ni Putu Jenny Prizelia , Devya Ayu Putra, I Gusti Bagus Wahyu Nugraha Putra, I Gusti Ngurah Bagus Wahyu Nugraha Putu Nur Ayomi Putu Subakthiasih Putu Yudi Arisuta Raharjo, Yusuf Muflikh Rifaldo Antonio Nicholas Vianey Robert Kristian Adinata Sang Ayu Kadek Pitria Dewi Santika, I Dewa Ayu Maharani Sara, Adriana Savitri, Ni Luh Gede Retno Setiawati, Yunita Pingky Siut, Afrilasiana Sri Rwa Jayantini, I Gusti Agung Sudiyono, Boyke Adimas Triyogo Syamsiar, Syamsiar System, Administrator Wayan Nurita Widiadnya, I Gusti Ngurah Bagus Yoga Winarta, IB Gde Nova Winarta, Ida Bagus Gde Nova Winartha, Ida Bagus Gde Nova Yesika Cindhe Puspa Yohanes Kapistrano Agung Yundari, Yundari