Claim Missing Document
Check
Articles

Tinjauan Kebutuhan Air Bersih Pada Desa Seith (Soa Seith), Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah Mahu, Muhamad Sidik; Serang, Rudi; Jakob, Juvrianto Chrissunday; Matitaputty, Apri Adam
Jurnal Penelitian Multidisiplin Bangsa Vol. 2 No. 7 (2025): Desember
Publisher : Amirul Bangun Bangsa Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpnmb.v2i6.645

Abstract

Ketersediaan air bersih merupakan kebutuhan dasar yang harus terpenuhi untuk kegiatan sehari-hari masyarakat. Di Soa Seith, ketersediaan air bersih belum mampu memenuhi kebutuhan penduduk, terutama saat musim hujan ketika aliran air terhambat akibat kerusakan atau penyumbatan pipa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kebutuhan air bersih Desa Seith (Soa Seith) Kecamatan Leihitu berdasarkan proyeksi jumlah penduduk selama 10 tahun mendatang, serta menilai apakah ketersediaan air saat ini dapat mencukupi kebutuhan tersebut. Penelitian menggunakan analisis kuantitatif dengan metode geometric untuk memproyeksikan pertumbuhan penduduk, serta teknik observasi dan studi literatur dalam pengumpulan data. Hasil analisis menunjukkan bahwa kebutuhan air bersih masyarakat Soa Seith saat ini mencapai 136,080 m³/hari, sementara ketersediaan air hanya 132,192 m³/hari, sehingga belum mencukupi kebutuhan. Proyeksi jumlah penduduk 10 tahun ke depan sebesar 2.932 jiwa menghasilkan kebutuhan air bersih 175,92 m³/hari. Dengan demikian, ketersediaan air yang ada tidak mampu memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat Soa Seith di masa mendatang.
Foklor Negeri Rutong dalam Tarian dan Ritual Jessy Juniu Hahury; Andrie Ch. Salhuteru; Juvrianto Chrissunday Jakob; Wiliam Matalatua
Journal on Education Vol. 7 No. 2 (2025): Journal on Education: Volume 7 Nomor 2 Tahun 2025 In Progress (Januari-Februari
Publisher : Mathematics Education Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joe.v7i2.8125

Abstract

This research uses qualitative methods. Qualitative methods are more relevant to use in studying interviews which are structurally in the form of writing and oral speech. To obtain a deeper analysis, the author also examines the context using interview, observation and focus group discussion (FGD) methods and ethnographic methods which aim to describe culture from the perspective of the owner of that culture. Therefore, this method is the most important and dominant method applied In this research, interviews were conducted with traditional figures, in this case figures who have royal lineages, traditional leaders, local saniri. Based on the results of the data analysis that has been obtained, it can be concluded that the Folklore of the Rutong State Community has local wisdom values ​​in it. . This matter known starting from the value of prosperity in creating peace for the people of Rutong country. There are 9 types of local welfare wisdom consisting of Discipline, Work Culture, Education, Health, Cultural Preservation and Creativity, Environmental Care, Mutual Cooperation and Gender Management. These values ​​need and deserve to be applied in everyday life, especially for the younger generation as an effort to preserve and eco-tourism Rutong
DESAIN REKAYASA DETAIL DINDING PENAHAN TANAH PADA RUAS JALAN WAISARISA KABUPATEN SERAM BAGIAN BARAT Vera Theresia Caroline Siahaya; Juvrianto Chrissunday Jakob; Jacob Johanis Lelapary
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.7174

Abstract

  Ruas Jalan Waisarisa di Kecamatan Kairatu, Kabupaten Seram Bagian Barat, mengalami kerusakan dinding penahan tanah pada STA 05+00 – 05+07 dengan tinggi 7 m dan panjang 10 m. Kerusakan ini terjadi akibat curah hujan tinggi yang menyebabkan aliran deras melalui gorong-gorong sehingga memicu erosi tanah di sekitar fondasi. Kondisi tersebut mengakibatkan longsor dengan dimensi 7 m × 6 m yang menutup sebagian badan jalan, mengganggu lalu lintas, dan menimbulkan risiko bagi pengguna jalan.Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis stabilitas serta mendesain ulang dinding penahan tanah agar memenuhi standar keamanan konstruksi. Tahapan penelitian meliputi pengujian laboratorium berupa kadar air, berat jenis, berat isi, analisis saringan, dan batas Atterberg berdasarkan SNI. Hasil klasifikasi tanah menunjukkan jenis CL (Clay of low to medium plasticity) menurut sistem USCS. Analisis stabilitas dilakukan dengan metode Rankine untuk tekanan tanah lateral dan metode Terzaghi untuk kapasitas dukung tanah.Hasil perhitungan menunjukkan bahwa dinding penahan tanah tipe kantilever dengan dimensi tinggi 7 m, tinggi tapak 1 m, lebar atas 0,3 m, lebar dasar 4,8 m, lebar kaki 1,6 m, dan panjang tumit 2,4 m dinyatakan aman. Faktor keamanan geser sebesar 2,9 ≥ 1,5, guling 3,1 ≥ 1,5, serta daya dukung dengan σmax = 695 kN/m² lebih besar dari qa = 220,17 kN/m². Estimasi anggaran biaya pembangunan dinding penahan tanah adalah Rp1.056.000.000,00 atau Rp3.142.857,00/m³. Penelitian ini menghasilkan Detail Engineering Design (DED) berupa gambar teknis, detail penulangan, dan rekapitulasi biaya yang dapat dijadikan acuan dalam perencanaan proyek sejenis.
Penggunaan Pasir Pantai (Ngur Bloat) Desa Wisata Ngilngof Sebagai Bahan Pengganti Filler Pada Campuran Aspal Beton AC-WC: Sebuah Studi Eksperimental Rahantan, Abdu Rahman; Huwae, David Daniel Marthin; Jakob, Juvrianto Chrissunday
Jurnal Penelitian Multidisiplin Bangsa Vol. 2 No. 9 (2026): Februari
Publisher : Amirul Bangun Bangsa Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpnmb.v2i9.772

Abstract

Peningkatan pembangunan infrastruktur jalan menuntut ketersediaan material konstruksi yang memadai, khususnya agregat halus sebagai penyusun campuran aspal beton. Namun ketersedian material konvensional semakin terbatas sehingga diperlukan alternatif pengganti yang bersifat lokal, ekonomis, dan ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan pasir pantai desa wisata ngilngof sebagai bahan pengganti filler pada campuran aspal beton AC-WC di tinjau dari karakteristik marshall. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen dilaboratorium dengan variasi kadar pasir misalnya, sebesar 0%, 25%, 75%, 100% sebagai filler pengganti abu batu. Pengujian dilakukan menggunakan metode marshall untuk memperoleh parameter stabilitas, flow, Marshall Quontient (MQ), kepadatan, VMA, VIM, dan VFB. Berdasarkan hasil pengujian marshall terhadap pemanfaatan pasir ngilngof sebagai bahan pengganti agregat halus pada campuran aspal beton dapat disimpulkan bahwa pengujian yang tertara diatas menggunakan aspal \penetrasi 60/70, dengan nilai karakteristik marshall yang meliputi : nilai stabilitas (Kg) : 1606,2 > 800, flow (mm) : 3,47 > 2, Density (gr/cc) :1,987, VIM (%) : 17,62 > 3, VMA (%) :29,79 > 15, VFB (%) : 40,87 > 65, Marshall Quontient (kg/mm) : 463,04 > 200. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan maka dapat di simpulkan bahwa penggunaan pemanfaatan pasir desa wisata ngilngof untuk campuran agregat halus belum bisa digunakan karena beberapa parameter pengujian belum memenuhi Spesifikasi Bina Marga 2018 Devisi 6.
Perencanaan Tebal Perkerasan Jalan Ruas Desa Laha Negeri Lima Kabupaten Maluku Tengah Haikuty, Mathias Theofilus; Hamkah, Hamkah; Jakob, Juvrianto Chrissunday
Jurnal Penelitian Multidisiplin Bangsa Vol. 2 No. 9 (2026): Februari
Publisher : Amirul Bangun Bangsa Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpnmb.v2i9.784

Abstract

Jalan merupakan bagian vital dari prasarana transportasi masyarakat, sehingga jumlah mobil yang melewati suatu ruas jalan berpengaruh terhadap daya dukungnya. Daya dukung tanah dasar sangat mempengaruhi kekuatan dan umur konstruksi perkerasan jalan. Perencanaan Tebal Perkerasan Lentur menggunakan Metode Manual Desain Perkerasan 2017 pada Ruas jalan baru Laha-Negeri Lima,di Kabupaten Malaku Tengah. Data lalu lintas harian rata-rata yang digunakan adalah data Ruas Jalan Laha – Negeri Lima Kabupaten Maluku Tengah Berdasarkan hasil survei lalu lintas yang dilaksanakan selama 3 hari yaitu, hari Senin, 15 April 2024, Rabu 17 April 2024, dan Sabtu 20 April 2024 pada dua pos pengamatan TS-1 dan TS-2. Berikut diuraikan dalam tabel-tabel data lalu lintas survei menurut golongan kendaraan hasil survei dari jam 06.00-18.00 WIT  atau selama 12 Jam, yang dibedakan menurut hari survei. Dari hasil uji lab nilai CBR rata-rata yang diperoleh pada jalan Ruas Jalan Laha – Negeri Lima di Kabupaten Maluku Tengah yaitu 8,31% dari hasil perhitungan diperoleh tebal perkerasan lentur pada Ruas Jalan Laha - Negeri Lima di Kabupaten Maluku Tengah yaitu AC-WC = 40 mm = 4 cm, AC-BC = 60 mm = 6 cm, AC Base = 70 mm = 7 cm, LPA Kelas A = 300 mm = 30 cm.
THE ANALYSIS OF CODE SWITCHING AND CODE MIXING PHENOMENON IN ENGLISH FACEBOOK GROUP OF YOUTH COMMUNITY Juvrianto Chrissunday Jakob
JETAL: Journal of English Teaching & Applied Linguistic Vol 2 No 1 (2020): September
Publisher : English Education Department at FKIP Nommensen University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36655/jetal.v2i1.190

Abstract

The phenomenon of code switching and code mixing has appeared in our daily life as an event or a trend around us. Facebook as a social media has become of code switching and code mixing phenomenon. This study aimed to analyze and to compare the kind of code switching and code mixing in Facebook group of English Youth Community. The analyzing process of code switching and code mixing in English Youth Community was taken from some comments of the members in English Youth Community where the researcher took screenshot of the members’ comments on Facebook group then analyzed the code switching and code mixing phenomenon in the comments of the members. The resarch subjects of this study are the members of English Youth Community on Facebook group. The method of this study was descriptive qualitative since the researcher intended to obtain the conversations among the members of English Youth Community on Facebook. The result of this study showed that intra essential code switching is the most widely used in some comments in English Youth Community than intra essential code switching and extra essential code switching. Code switching and code mixing phenomenon are done consciously by the members because of the change situation or the change of the topic in the English Youth Community group.