Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

PENERAPAN PHBS PADA KOMUNITAS DALAM PENCEGAHAN PENYAKIT DBD DI PUSKESMAS KOTA PALEMBANG Alkhusari; Dani Prasetyo; Cici Nabila
Jurnal Pengabdian Indonesia (JPI) Vol. 2 No. 1 (2026): Vol. 2 No. 1 Edisi Januari 2026
Publisher : PT. Jurnal Center Indonesia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/jpi.v2i1.2031

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit demam akut yang bersifat endemik, namun pada periode tertentu dapat menimbulkan kejadian luar biasa hingga epidemi.. MMD dihadiri oleh 15 orang yang terdiri dari masyarakat, petugas kesehatan dan dosen beserta mahasiswa dalam diskusi, peserta memberikan masukan terkait upaya pencegahan penyakit menular, terutama DBD yang sudah pernah dialami oleh beberapa warga. Pelaksanaan penyuluhan dilakukan pada hari sabtu di Puskesmas pada saat posyandu Kegiatan ini dilakukan oleh kelompok mahasiswa pada pukul 10.00 WIB dan dihadiri oleh masyarakat, petugas kesehatan, mahasiswa dan dosen. MMD dihadiri oleh 15 orang yang terdiri dari masyarakat, petugas kesehatan dan dosen beserta mahasiswa dalam diskusi, peserta memberikan masukan terkait upaya pencegahan penyakit menular, terutama DBD yang sudah pernah dialami oleh beberapa warga. Kader kesehatan akan melakukan kunjungan rumah secara berkala untuk memberikan edukasi mengenai kebersihan rumah dan lingkungan, serta memfasilitasi pemanfaatan fasilitas kesehatan seperti puskesmas dan posyandu
IDENTIFIKASI BAKTERI ESCHERICHIA COLI DAN STAPHYLOCOCCUS AUREUS PADA JAJANAN DI AREA BENTENG KUTO BESAK KOTA PALEMBANG Puspitasari, Nanda; Prasetyo, Dani; Hardiyanti, Trirahmi
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 1 (2026): MARET 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i1.54884

Abstract

Makanan jajanan yang dijual di area terbuka berisiko tinggi terkontaminasi oleh bakteri yang dapat menyebabkan penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi keberadaan bakteri Escherichia coli dan Staphylococcus aureus pada jajanan yang dijual di area Benteng Kuto Besak Kota Palembang. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif eksperimental dengan pengambilan sampel secara purposive sampling. Sampel berupa sosis, cireng, pempek, risol, bakso pedas, dan telur gulung dipilih karena banyak dikonsumsi masyarakat serta dijual dalam kondisi terbuka sehingga berisiko terkontaminasi. Proses pengenceran dilakukan menggunakan NaCl 0,9% kemudian ditanam pada media selektif, yaitu EMBA untuk identifikasi Escherichia coli dan MSA untuk identifikasi Staphylococcus aureus, dilanjutkan dengan uji biokimia IMViC, katalase, dan koagulase. Hasil pada media EMBA menunjukkan seluruh sampel menghasilkan koloni hijau metalik yang mengindikasikan adanya Escherichia coli meskipun hasil uji biokimia tidak sepenuhnya sesuai dengan ciri khas bakteri tersebut. Pada media MSA, semua sampel menunjukkan reaksi positif pada uji katalase, sedangkan uji koagulase memberikan hasil positif lemah pada sampel sosis dan telur gulung yang mengindikasikan kemungkinan adanya Staphylococcus aureus. Secara keseluruhan, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa jajanan di area terbuka berpotensi tercemar bakteri yang dapat menimbulkan risiko terhadap kesehatan konsumen.
PELATIHAN PENULISAN ARTIKEL ILMIAH BERBANTU APLIKASI MENDELEY DAN TURNITIN UNTUK PUBLIKASI INTERNASIONAL TERINDEKS SCOPUS Dani Prasetyo; Made Susilawati; Siti Aisyah Hanim; Ika Fitrianita; Akhmad Haqiqi Ma’mun; Zuhad Ahmad
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 6 (2024): Vol. 5 No. 6 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i6.37345

Abstract

Kegiatan pelatihan "Penulisan Artikel Ilmiah Berbantu Aplikasi Mendeley dan Turnitin Untuk Publikasi Internasional Terindeks Scopus" ini dilaksanakan sebagai respons terhadap kebutuhan akademisi untuk meningkatkan kemampuan penulisan artikel ilmiah yang memenuhi standar publikasi internasional. Tantangan yang dihadapi akademisi seringkali terkait dengan pengelolaan referensi dan menjaga orisinalitas tulisan agar tidak mengandung unsur plagiarisme. Aplikasi Mendeley dan Turnitin menjadi alat bantu yang efektif dalam mengatasi kedua tantangan tersebut, namun banyak penulis yang belum memahami penggunaannya secara optimal. Metode pelatihan ini meliputi pemaparan teori, sesi praktikum, dan diskusi interaktif yang dilakukan secara daring melalui platform Zoom dengan jumlah peserta sebanyak 28 orang. Hasil dari pelatihan menunjukkan peningkatan pemahaman dan keterampilan peserta dalam menggunakan Mendeley untuk manajemen referensi dan Turnitin untuk pemeriksaan kemiripan teks. Peningkatan pemahaman ini diharapkan dapat memperbesar peluang peserta dalam mempublikasikan karya ilmiah mereka pada jurnal internasional bereputasi. Kesimpulannya, pelatihan ini memberikan dampak positif dalam meningkatkan kualitas penulisan ilmiah di kalangan akademisi dan berpotensi meningkatkan kontribusi akademisi Indonesia di tingkat global.
Formulasi dan Evaluasi Sediaan Masker Peel Off Ekstrak Daun Salam (Syzigium polyanthum) Amelia Soyata; Dani Prasetyo; Nyayu Tarisa
JURNAL LENTERA ILMIAH KESEHATAN Vol. 3 No. 1 (2025): Jurnal Lentera Ilmiah Kesehatan
Publisher : CV. Q2 Lantera Ilmiah Institut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52120/jlik.v3i1.119

Abstract

Daun Salam (Syzygium polyanthum (wight) Walp).Merupakan salah satu tanaman yang mengandung senyawa antioksidan yaitu flavonoid yang dapat mencegah atau mengurangi radikal bebas. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan dan mengevaluasi sediaan masker peel off ekstrak daun salam (Syzygium polyanthum. Masker peel-offdiformulasi dalam 4 formula dengan perbedaan konsentrasi ekstrak daun salam yaitu dengan F0 0%, F1 2%, F2 2,5%,F3 4%. Evaluasi yang dilakukan adalah uji organoleptis, homogenitas, pH, daya sebar, Stabilitas, dan uji iritasi. Hasil penelitian menunjukkan sediaan masker peel-off F0,F1,F2, dan F3. Ketiga formula sediaan memiliki fisik yang baik ditandai dengan tidak adanya pengendapan, kekeruhan dan nilai pH yang baik untuk kriteria sediaan. Untuk selanjutnya dilakukan uji iritasi dan didapatkan hasil uji yang tidak mengiritasi dan stabil pada penyimpanan selama 14 hari. Formula 3 dengan konsentrasi 4% ekstrak adalah formula terbaik
Gambaran Waktu Tunggu Resep Rawat Jalan di Puskesmas Nagaswidak Palembang Tahun 2025 Occa Putri; Dani Prasetyo; Hilda Muliana; Nia Azzahra
JURNAL LENTERA ILMIAH KESEHATAN Vol. 3 No. 2 (2025): Jurnal Lentera Ilmiah Kesehatan
Publisher : CV. Q2 Lantera Ilmiah Institut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52120/jlik.v3i2.128

Abstract

Waktu tunggu pelayanan resep merupakan salah satu indikator mutu pelayanan kefarmasian di fasilitas kesehatan tingkat pertama Waktu tunggu yang lama dapat menurunkan kepuasan pasien, menghambat kepatuhan penggunaan obat, serta mencerminkan rendahnya efisiensi pelayanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran waktu tunggu pelayanan resep rawat jalan di Puskesmas Nagaswidak Kota Palembang. Penelitian ini menggunakan desain kualitatif deskriptif dengan pendekatan observasional. Sampel penelitian sebanyak 94 resep yang masuk selama periode bulan juni 2025 ditentukan dengan rumus Slovin Data dikumpulkan melalui observasi langsung terhadap proses pelayanan resep dan dianalisis secara univariat untuk menghitung rata-rata waktu tunggu serta distribusinya berdasarkan jenis resep, jumlah tenaga farmasi, dan ketersediaan obat. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas resep rawat jalan adalah non racikan (74,2%), sedangkan racikan sebesar 25,8%. Jumlah tenaga farmasi terdiri dari 1 apoteker (33,4%) dan 2 tenaga teknis kefarmasian (66,6%). Ketersediaan obat tercatat 100%, sehingga seluruh resep dapat dilayani. Rata-rata waktu tunggu resep non racikan adalah 3,7 menit (standar ≤10 menit), sedangkan racikan 12,1 menit (standar ≤15 menit). Kesimpulan penelitian ini adalah waktu tunggu pelayanan resep di Puskesmas Nagaswidak Kota Palembang masih sesuai dengan standar yang ditetapkan Kementerian Kesehatan. Faktor yang mendukung efisiensi pelayanan meliputi dominasi resep non racikan, ketercukupan tenaga farmasi, serta ketersediaan obat yang optimal.
Formulation and Evaluation of Anti-Dandruff Hair Mask from Lime Peel Extract (Citrus aurantifolia): Antibacterial Activity, Stability, and Safety Assessment Andini Putri Maharani; Eriska Agustin; Dani Prasetyo
Jurnal Kesehatan dan Kedokteran Vol. 5 No. 1 (2026): Februari: Jurnal Kesehatan dan Kedokteran
Publisher : Asosiasi Dosen Muda Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56127/jukeke.v5i1.2528

Abstract

Dandruff is a common scalp condition caused by Staphylococcus aureus, leading to itching, irritation, and reduced self-confidence. Natural alternatives, such as lime peel (Citrus aurantifolia), which contains antibacterial compounds like flavonoids and saponins, show potential as an effective anti-dandruff agent. Objective: This study aimed to formulate a hair mask using lime peel extract as an anti-dandruff agent and evaluate its physical quality, safety, and antibacterial activity. Methods: A quantitative experimental approach was used, preparing three formulations with 5%, 10%, and 15% lime peel extract. Evaluations included organoleptic, homogeneity, pH, spreadability, stability, irritation, and antibacterial activity tests against Staphylococcus aureus. Results: Formulations F0, F1, and F2 remained stable for 28 days, while F3 showed phase separation from days 21 to 28. All formulations had pH values within the safe range (4.5–6.5). Spreadability was acceptable, and irritation tests revealed that only F3 caused irritation. F3 showed the largest inhibition zone in antibacterial tests, indicating the highest antibacterial efficacy. Implications: This study suggests that higher concentrations of lime peel extract enhance antibacterial efficacy but may compromise stability and cause irritation. Further optimization is needed to improve safety and stability while maintaining effectiveness. Originality: This research contributes original insights into the use of lime peel extract for anti-dandruff treatments, offering a natural alternative to synthetic agents. The study provides valuable data for developing safer and more effective cosmetic formulations.
Evaluasi Interaksi Obat Pasien Hipertensi Dengan Komplikasi Diabetes Melitus Pada Pasien Lansia Di Rsud Lahat Anggy Utama Putri; Devi Regianti; Dani Prasetyo
Jurnal Kesehatan Farmasi Vol 8 No 1 (2026): Jurnal Kesehatan Farmasi
Publisher : Jurusan Farmasi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jkpharm.v8i1.3615

Abstract

Latar Belakang: Hipertensi dengan komplikasi diabetes melitus merupakan salah satu permasalahan kesehatan yang sering dialami oleh pasien lanjut usia. Kondisi ini terjadi karena pasien lanjut usia umumnya memiliki beberapa penyakit kronis yang membutuhkan terapi kombinasi, sehingga meningkatkan risiko interaksi obat yang dapat memengaruhi efektivitas maupun keamanan terapi. Karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi dan mengevaluasi bentuk serta mekanisme interaksi obat yang terjadi, serta menilai hubungan antara jenis kelamin, usia, jumlah obat, jenis dan golongan obat antihipertensi, obat antidiabetik, serta kombinasi obat dengan kejadian interaksi obat pada pasien lanjut usia di RSUD Lahat. Metode: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif retrospektif berdasarkan data rekam medis pasien rawat inap di RSUD Lahat periode Januari–Desember 2024. Sempel sebanyak 40 pasien yang memenuhi kriteria inklusi. Data yang dianalisis mencakup karakteristik pasien (jenis kelamin dan usia), jumlah obat yang digunakan, serta jenis dan golongan obat antihipertensi dan antidiabetes untuk mengidentifikasi potensi interaksi berdasarkan mekanisme farmakodinamik dan farmakokinetik. Tingkat keparahan interaksi serta hubungan antara jumlah, jenis, dan kombinasi obat terhadap kejadian interaksi diuji menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa 22 responden laki-laki (55%) dan 18 perempuan (45%) dengan kelompok usia terbanyak 60–69 tahun 16 responden (40%), diikuti 70–79 tahun 15 responden (36%) dan 80–90 tahun 9 responden (23%). Sebagian besar menggunakan dua obat 23 responden (58%), diikuti tiga obat 14 responden (35%) dan empat obat 3 responden (8%), dengan Amlodipin 14 responden (35%) serta Candesartan 10 responden (25%) sebagai antihipertensi, dan Metformin 21 responden (52,5%) sebagai antidiabetes utama. Kombinasi Amlodipin–Metformin 9 responden (22,5%) paling sering menimbulkan interaksi, diikuti Candesartan–Insulin Aspart 7 responden (15%) serta Furosemide–Glimepiride 4 responden (10%). 23 responden (58%) mengalami interaksi obat dengan mekanisme farmakodinamik 17 responden (73,9%) dan farmakokinetik 6 responden (26,1%), seluruhnya pada tingkat keparahan sedang (moderate). Uji Chi-Square menunjukkan adanya hubungan signifikan antara jumlah obat (p = 0,003), jenis/golongan obat (p < 0,001), dan kombinasi obat (p < 0,001) terhadap kejadian interaksi, sedangkan usia (p = 0,408) dan jenis kelamin (p = 0,318) tidak memiliki hubungan signifikan. Kesimpulan: Di RSUD Lahat, interaksi obat pada pasien lansia yang menderita hipertensi dan diabetes melitus sangat tinggi, dan ini dipengaruhi oleh jumlah dan kombinasi obat yang diberikan.
OPTIMASI FORMULASI SEDIAAN SERUM DARI EKSTRAK DAUN KELOR (Moringa Oleifera) SEBAGAI ANTIOKSIDAN : OPTIMASI FORMULASI SEDIAAN SERUM DARI EKSTRAK DAUN KELOR (Moringa Oleifera) SEBAGAI ANTIOKSIDAN Nyimas Rahma Komariah; Yovi Pranata; Dani Prasetyo; Meliasi Nora Pratamarta
Jurnal Ilmu Kesehatan MAKIA Vol 16 No 1 (2026): Jurnal Ilmu Kesehatan MAKIA
Publisher : LPPM ISTeK ICsada Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37413/v6dtz359

Abstract

Telah dilakukan penelitian Optimasi Formulasi Sediaan Serum Dari Ekstrak Daun Kelor (Moringa Oleifera) Sebagai Antioksidan Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan formulasi sediaan serum dari ekstrak daun kelor (Moringa oleifera) yang optimal sebagai antioksidan Metode ekstraksi yang digunakan adalah maserasi dengan pelarut etanol 96%, dilanjutkan dengan pembuatan sediaan serum dalam beberapa variasi konsentrasi ekstrak (7%, 9%, dan 11%). Evaluasi mutu sediaan dilakukan melalui uji organoleptik, homogenitas, pH, daya sebar, dan viskositas. Aktivitas antioksidan diuji menggunakan metode DPPH (2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl) secara in vitro untuk menentukan nilai IC50. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh formula memenuhi persyaratan mutu fisik yang baik, dengan pH berkisar 5–6, daya sebar ±5 cm, dan viskositas dalam rentang standar. Uji aktivitas antioksidan menunjukkan bahwa semua formula memiliki aktivitas sangat kuat dengan nilai IC50 F1 sebesar 62,5 ppm, F2 sebesar 62,9 ppm, dan F3 sebesar 63,6 ppm sedangkan, vitamin C sebagai pembanding memiliki nilai IC50 sebesar 37,5 ppm. Uji ANOVA menunjukkan adanya perbedaan signifikan (p < 0,05) antar formula. Formula terbaik berdasarkan stabilitas dan aktivitas antioksidan adalah formula dengan konsentrasi ekstrak 11%. Dengan demikian, ekstrak daun kelor berpotensi sebagai bahan aktif dalam sediaan serum antioksidan
Potensi Partisi Ekstrak Daun Pandan (Pandanus amaryllifolius Roxb.) Sebagai Kandidat Alami Face mist Spray: Evaluasi Kandungan Fenolik, Aktivitas Antioksidan, dan Aktivitas Antimikroba Fitri Fitri; Despan Dinata; Alodia Salsabila; Utari Ramadani; Amelia Soyata; Mauritz Marpaung; Nia Azzahra; Dani Prasetyo; Trirahmi Hardayanti
JURNAL ILMIAH FARMASI SIMPLISIA Vol. 6 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Jurusan Farmasi, Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/jifs.v6i1.1202

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memformulasi dan mengevaluasi sediaan face mist spray dari partisi air daun pandan (Pandanus amaryllifolius Roxb.) sebagai inovasi perawatan kulit alami. Tahapan penelitian meliputi maserasi daun pandan menggunakan etanol 96%, yang dilanjutkan dengan partisi bertingkat menggunakan pelarut n-heksana, etil asetat, dan air. Hasil skrining fitokimia menunjukkan adanya senyawa aktif seperti flavonoid, fenolik, saponin, dan tanin. Uji aktivitas antimikroba dan antioksidan (metode DPPH) mengonfirmasi bahwa partisi air memiliki aktivitas terbaik dalam menangkal radikal bebas dengan nilai IC50 sebesar 79,590 ppm, serta kuat dalam menghambat bakteri Cutibacterium acnes, Staphylococcus aureus, dan jamur Candida albicans. Partisi air tersebut kemudian dikembangkan menjadi sediaan face mist dengan variasi konsentrasi 1%, 3%, dan 5%. Evaluasi fisik menunjukkan bahwa formula 1% dan 5% memenuhi standar mutu kosmetik yang baik, meliputi uji organoleptis, homogenitas, daya semprot, bobot jenis, waktu kering, dan pH yang sesuai dengan kulit manusia (4,5–6,5), serta stabil selama masa penyimpanan. Di antara semua variasi, Formulasi 1% (F1%) ditetapkan sebagai formula terbaik karena menghasilkan aktivitas antioksidan terbesar. Kesimpulannya, sediaan face mist partisi air daun pandan ini sangat berpotensi untuk dikembangkan sebagai produk kosmetik komersial yang aman dan efektif.