Claim Missing Document
Check
Articles

PEMANFAATAN INTERNET OF THING UNTUK PENGEMBANGAN KEWIRAUSAHAAN UMKM GULA AREN Aliudin, Aliudin; Krisdianto, Krisdianto; Sariyoga, Setiawan
Jurnal Penyuluhan dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2024): Jurnal Penyuluhan dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : CV. Era Digital Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59066/jppm.v3i2.691

Abstract

Gula aren mememiliki prospek yang cukup baik dipasaran. Hal ini disebabkan oelh karakteristik gula aren yang sulit di tiru oleh produk gula lainnya. Tujuan dari kegiatan menyusun startegi bisnis gula aren berbasis interenet of thing pada UMKM ARENTA. Lokasi kegiatan di UMKM Arenta di Kabupaten Pandeglang. Objek kegiatan pelaku usaha, produk gula aren dan produsen gula aren. Metode penelitian yang digunakan observasi partisipatif. Sampel di tentukan secara purposive, untuk produsen gula aren 15 orang dan untuk pelakuk Usaha UMKM 3 orang. Berdasarkan hasil pengkajian menunjukkan bahwa IoT memberikan dampak positif terhadap peningkatkan pangsa pasar gula aren dan daya saing UMKM Arenta.
Iron bioaccumulation and ecological implications in the coastal swamp wetlands ecosystem of South Kalimantan: Insights from giant mudskipper fish as bioindicators Santoso, Heri Budi; Krisdianto, Krisdianto; Yunita, Rizmi
Journal of Degraded and Mining Lands Management Vol. 11 No. 3 (2024)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15243/jdmlm.2024.113.5539

Abstract

This study investigated iron (Fe) accumulation in South Kalimantan's coastal swamp wetlands ecosystem, utilizing giant mudskipper fish as indicators of heavy metal pollution. By analyzing Fe levels in water, sediment, and fish organs over time, insights into its effects on the environment and human health were gained. Furthermore, through Atomic Absorption Spectrometry, Fe concentrations in Kuala Lupak's coastal wetland were measured, revealing significant correlations between Fe levels in water, sediment, and fish tissues. These results enhance our understanding and inform better management strategies. Anthropogenic and natural sources contribute to the accumulation of heavy metals, particularly Fe, with anthropogenic pollution being the most dominant. This study presented the escalating concentrations of Fe within the Kuala Lupak estuary and raised concerns regarding the ecological and human health implications. Continuous monitoring, source identification, public awareness, regulations, remediation, and long-term exploration are essential for addressing heavy metal pollution and its ecological impact. Therefore, valuable insights are provided for environmental management and conservation efforts.
Penyuluhan Asal Usul Prasejarah Bahasa Indonesia Bagi Generasi Z Di Minggu Raya(Bagian 1) Susilo, Tanto Budi; Soesanto, oni; yunus, Rahmat; Akbar, Arief Rahmad Maulana; Hidayat, Yuyun; Rasjava, Achmad Ramadhanna'il; Krisdianto, Krisdianto
Jurnal Pengabdian ILUNG (Inovasi Lahan Basah Unggul) Vol 4, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ilung.v4i1.13296

Abstract

Abstrak Di muka bumi ini, prasejarah Sapiens merupakan jejak rekam aktifitas manusia dimulai kisaran 250-300 ribu tahun lalu dan sampai saat ini di berbagai kawasan masih berlangsung prasejarah itu, seperti suku-suku terasing di pedalaman hutan Afrika dan hutan Papua. Prsejarah Sapiens dapat dikategorikan berdasarkan prasejarah genetika, prasejarah bahasa dan prasejarah artifak. Khusus bahasa Sapiens di Nusantara (Indonesia) atau prasejarah bahasa Indonesia dimulai sejak diketemukan simbol bahasa (rock art) di Sumatra, di Kalimantan dan di Sulawesi kisaran 60-40 ribu tahun lalu dan diakhiri sejak temuan simbol bahasa (huruf) caraka dan/pallawa kisaran 7-8 M. Program kreatifitas masyarakat (PKM) ini melibatkan generasi Z. Metode structural equation modelling (SEM) digunakan untuk koleksi dan evaluasi data. Hasil uji pretest dan post test ditujukan kepada responden berumur kisaran tahun, berturut-turut sebagai berikut; sangat mengerti (0%), mengerti (77,25%), kurang mengerti (22,75%) dan tidak mengerti (0,%)  Secara umum, responden yang merumur tahun lebih mengerti, terhadap urgensi, walaupun perbedaannya tidak nyata. 
Penyuluhan Asal Usul Sejarah Bahasa Indonesia Bagi Generasi Z Di Minggu Raya (Bagian 2) Susilo, Tanto Budi; Soesanto, oni; yunus, Rahmat; Akbar, Arief Rahmad Maulana; Rasjava, Achmad Ramadhanna'il; Hidayat, Yuyun; Krisdianto, Krisdianto
Jurnal Pengabdian ILUNG (Inovasi Lahan Basah Unggul) Vol 4, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ilung.v4i1.13299

Abstract

Abstrak Austronesia merupakan induk bahasa-bahasa Asia Pasifik, termasuk 718 bahasa daerah di Nusantara. Dan Bahasa Indonesia adalah saudara kembar dengan Bahasa Melayu. Bahasa Indonesia ini merupakan bahasa yang unik, bukan karena jumlah penuturnya hampir 300 juta tetapi juga proses terbentuknya yang relatif baru, tahun 1928; sebaran yang luas dari Sabang sampai Meraoke (5000 KM) dan menyerap hampir semua bahasa daerah dan asing. Visi bahasa Indonesia koheren dengan visi berbangsa. Bahasa Indonesia telah digunakan untuk bahasa ilmiah sejak tahun 1925. Untuk Bahasa Melayu telah digunakan sebagai bahasa perdagangan (lingua franca) sejak kolonialisme Portugis, awal abad 15. Ada patron dalam berbahasa di Indonesia; dengan menguasai bahasa asing untuk menjadi manusia internasional, menjunjung tinggi bahasa Indonesia untuk menjadi manusia nasional, dan menghargai bahasa ibu/daerah untuk menjadi manusia lokal. Metode structural equation modelling (SEM) digunakan untuk mengetahui respon generasi Z. Responden generasi Z yang dilibatkan dapat dievaluasi, berikut ini; sangat mengerti (0%), mengerti (70%), kurang mengerti (30%) dan tidak mengerti (0%). Secara umum, generasi Z mengerti pentingnya sejarah Bahasa Indonesia.Kata kunci: Sejarah, Bahasa, Indonesia
Penyuluhan Asal Usul Vaksin Moderna dan Pfiser Bagi Millinneal Pasca Covid-19 Di Minggu Raya (Bagian 2) Susilo, Tanto Budi; Soesanto, Oni; Sanjaya, Rahmat Eko; Yunus, Rahmat; Akbar, Arief Rahmad Maulana; Hidayat, Yuyun; Wahyono, Sri Cahyo; sutomo, sutomo; Krisdianto, Krisdianto; Manik, Tetti Novalina
Jurnal Pengabdian ILUNG (Inovasi Lahan Basah Unggul) Vol 3, No 4 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ilung.v3i4.12003

Abstract

Kegiatan ini merupakan bagian salah satu cara sosialisasi hidup sehat era endemi atau pasca covid-19. Ulasan ringkasanya dapat disampaikan berikut ini; Pada akhir abad ke-18, Edward Jenner, seorang dokter Inggris, membuat terobosan penting dalam perkembangan vaksinasi. Jenner mengembangkan vaksin cacar pertama yang berhasil pada tahun 1796. Observasi pada para pemerah susu yang tertular/terpapar cacar sapi, yang menunjukan gejala tidak terlalu parah, dan gejala itu akibat dari terlindungi cacar sapi. Bintil-bintil cacar sapi disuntikan ulang pada seorang anak laki-laki, yang menunjukkan kekebalan terhadap cacar. Hal ini menjadi dasar bagi vaksinasi modern. Selanjutnya, Pada akhir abad ke-19, Louis Pasteur mengembangkan vaksin rabies, yang menandai tonggak sejarah lain dalam sejarah vaksin. Hasil karyanya menunjukkan bahwa vaksin dapat mencegah penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus dan/atau bakteri. Keberhasilan vaksinasi cacar menyebabkan kampanye vaksinasi yang meluas untuk membasmi cacar. Para ilmuwan terus meneliti dan mengembangkan vaksin baru untuk memerangi penyakit menular yang baru muncul dan memperbaiki vaksin yang sudah ada. Contoh penting termasuk pengembangan vaksin untuk melawan human papillomavirus (HPV), retrovirus, dan covid-19. Metode structural equation modelling (SEM) digunakan untuk mengetahui respon publik terkait tulisan ini. Evalusi uji pretest dan post test terhadap 32 responden berumur kisaran 19 tahun dan 12 responden berumur kisaran 18 tahun, berturut-turut sebagai berikut; sangat mengerti (4,32), mengerti (73,45), kurang mengerti (20,85) dan tidak mengerti (1,55); dan sangat mengerti (1,38), mengerti (75), kurang mengerti (22,22) dan tidak mengerti (1,4). Secara umum, responden yang merumur 19 tahun lebih mengerti daripada responden yng berumur 18 tahun, walaupun perbedaannya tidak terlalu berarti.Kata kunci: vaksin, cacar, rabies
Seni Musik Cajon Sebagai Media Pembelajaran Sejarah Perbudakan Di Rusunawa, Banjarbaru Susilo, Tanto Budi; Susanti, Dewi Sri; Soesanto, oni; Manik, Tetti Novalina; Hindarto, Imam; Yunus, Rahmat; Krisdianto, Krisdianto
Jurnal Pengabdian ILUNG (Inovasi Lahan Basah Unggul) Vol 4, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ilung.v4i2.13343

Abstract

Referensi: Aristo, M., Setyawan, D., Dopo, F. B., (2022), Analisis Fungsi Dan Bentuk Komposisi Gong-Gendang Sebagai Alat Musik Pengiring Tarian Caci Di Wongko Lema Desa Golo Lebo Kecamatan Elar Kabupaten Manggarai Timur, Jurnal Citra Pendidikan (JCP), http://jurnalilmiahcitrabakti.ac.id/jil/index.php/jcp/index Volume 2 Nomor 1 Tahun 2022 ISSN 2775-1589 Hal. 1-13Cahyani, Y., Wahyudiati, D., (2022), Ethnochemistry: Exploring the Potential of Samawa Local Wisdom as a Source for Learning Chemistry, Jurnal Pendidikan Kimia, Unnes Vol 11, No 4 (2023)Damaningrum, A., dan Budiarto, M. T., (2021), Etnomatematika Alat Musik Kesenian Reyog Ponorogo ditinjau dari Aspek Literasi Matematis, Jurnal Pendidikan Matematika FKIP Universitas Halu Oleo, ISSN-e 2597-352 Vol. 12, No. 1, Januari 2021, Hal: 71-82, Doi: http://dx.doi.org/10.36709/jpm.v12i1.15254Junaidi M., Wirawani, I. K., dan Lanusi, I. K.,  (2022), Kemampuan Memainkan Instrument Cajon Dalam Lagu Karena Kucinta Kau Pada Siswa Kelas Xi Ipa 1 Smak Thomas Aquino Tangeb Tahun Pelajaran 2021/2022, Batarirupa: Jurnal Pendidikan Seni Volume II, Nomor 1, April 2022, DOI: 10.5281/zenodo.7112691 54Manshur, F. M., (2019), Kajian Teori Formalisme Dan Strukturalisme, Sasdaya Gadjah Mada, Journal of Humanities Volume 3, no. 1.Medianti, A. P., dan Wahidah, A. N., (2023), Eksplorasi Etnomatematika Pada Bentuk Alat Musik Kesenian Hadrah Di Desa Parit Lengkong Kecamatan Sungai Ambawang Kabupaten Kubu Raya, Jurnal Al-‘Adad Tadris Matematika, Volume 2, Nomor 1, Juni 2023 pp. 51-63, E-ISSN : 2987-646XNursanti, Y. B., Cahyani, R. A., Regita, A. S., Ramadhani, N. D., Fikriyani, F. F., Saputra, R. Y., (2024), Systematic Literature Review: Implementasi Etnomatematika pada Alat Musik Angklung untuk Penanaman Konsep Geometri dan Pola Bilangan, Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika, Vol 8 No 2 (2024): Volume 8 Nomor 2 Tahun 2024 / ArticlesDOI: https://doi.org/10.31004/cendekia.v8i2.3169Rusunawa (2024), https://mining.ft.ulm.ac.id/asrama-mahasiswa/, diakses tanggal 16 Januari 2024Sari, A. K., R. Ningrum, A. P., dan Eliana, P., (2022), Eksplorasi Etnomatematika Pada Alat Musik Tradisional Kenong Jawa Tengah, Semiar nasional Matematikan dan Pendidikan Matematika, Vol. 7 (2022)Sari, F. L., Sari, N. H. M., Auliya, M., Damayanti, E., dan Rizqoh, M., (2023), Eksplorasi Etnomatematika Pada Alat Musik Angklung Dalam Pembelajaran Matematika, ProSandika (Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Matematika) 2022 Vol 4 No 1 (2023)  Sumarni, W., dan Sudarmin, (2022), Etnosains Dalam Pembelajaran Kimia: Prinsip, Pengembangan Dan Implementasinya, Unnes PressSusantya, P. I., Zaenuri dan Kharisudina, I., ( 2019), Eksplorasi Etnomatematika Alat Musik Gong Waning Masyarakat Sikka, Seminar Nasional Pascasarjana 2019, ISSN: 2686-6404Susilo, T. B., (2023a), Podcast Seni Sebagai Media Pembelajaran Sains: Bukti Evolusi Musik Di Desa Dukuhrejo (5000 Tahun lalu), Jurnal Ilung, Vol. 2, No. 4 Mei 2023, Hal. 783-791 DOI: https://doi.org/10.20527/ilung.v2i4  E-ISSN 2798-0065 783. Susilo, T. B., (2023c), Podcast Bagi Pemandu Eduwisata Desa Dukuhrejo: Seni Rock Art Features “Dua Manusia” Jurnal Pengabdian Ilung (Inovasi Lahan Basah Unggul) Vol. 3, No. 1 Agustus 2023, Hal. 8-16 DOI: https://doi.org/10.20527/ilung.v3i1Susilo, T. B., (2023e), Podcast Seni Sebagai Media Pembelajaran Sains: Bukti Evolusi Musik Di Desa Dukuhrejo (5000 Tahun lalu), Jurnal Pengabdian Ilung (Inovasi Lahan Basah Unggul) Vol. 2, No. 4 Mei 2023, Hal. 783-791 DOI: https://doi.org/10.20527/ilung.v2i4Susilo, T. B., dan Soesanto, O., (2022a), Fuzzy Logic (Bagian 1): Senandung Lukisan Cadas Dari Situs Bukit Bangkai Untuk Pendidikan Wisata Masyarakat, Jurnal Pengabdian Ilung, Vol. 2, No. 1 Juli 2022, Hal. 122-130 DOI: https://doi.org/10.20527/ilung.v2i1. Susilo, T. B., Irwan, A., Yunus, R., Bianchi, P. A. E,. Sugiyanto, B. S., dan Soesanto, O., (2022b), Fuzzy Logic (Bagian 2): Bersenandung Dari Lukisan Cadas Ke Taman Perguruan Tinggi Kalimantan, Jurnal Pengabdian Ilung, Vol. 2, No. 2 November 2022, Hal. 244-253 DOI: https://doi.org/10.20527/ilung.v2i2.Susilo, T. B., Krisdianto, Susanti, D. S, Thresye, dan Manik, T. N., (2024a), Seni Musik Tifa Sebagai Media Pembelajaran Sejarah AfrikaPapua Di Rusunawa Banjarbaru, Jurnal Pengabdian Ilung, Vol. 3, No. 3 Februari 2024, Hal. 623-632 DOI: https://doi.org/10.20527/ilung.v3i3 E-ISSN 2798-0065 623 . Susilo, T. B., Paula A. E., Bianchi, Sugiyanto, B., Merry dan Soesanto, O.,(2020), Analisis rock art mirip burung enggang, dari situs Bukit Bangkai, Proseeding Seminar Internasional Lahan Basah, ULM.Susilo, T. B., Soesanto, O., and Hendarto, I., (2023f), Fuzzy Logic of Formation Early of Language: Analysis of Specstroscopy-Pneumatics Hb and H. sapiens of Psyches in Cave LB1, The 6th International Conference on Science and Technology (ICST), SEMIRATA BKS PTN Barat Bidang MIPA 2023.Susilo, T. B., Soesanto, O., Wahjono, S. C., Susanti, D. S., Krisdianto, Fahrudin, A. E., Suhartono, E., Soendjoto, M. A., dan Hidayat, Y., (2024b), Penyuluhan Asal Mula Teknologi Polymerase Chain Reaction Bagi Komunitas Minggu Raya (Bagian 2), Jurnal Ilung, Vol. 3, No. 3 Februari 2024, Hal. 504-515 DOI: https://doi.org/10.20527/ilung.v3i3, E-ISSN 2798-0065 504 . Susilo, T. B., Yunus, R., Sanjaya, R. E., Soesanto, O., Akbar, A. R. M., dan Hidayat, Y., (2023b), Bimteks Bagi Pemandu Eduwisata: Rock Art Features “Kotak-kotak dan titik” dari Desa Dukuhrejo, Jurnal Ilung Vol. 3, No. 1 Agustus 2023, Hal. 27-36 DOI: https://doi.org/10.20527/ilung.v3i1. Susilo, T. B., Yunus, R., Sanjaya, R. E., Soesanto, O., Akbar, A. R. M., Hidayat, Y., (2023d) Podcast Bimteks Pemandu Wisata: Seni Rock Art Features “Jukung” dari Desa Dukuhrejo, Jurnal Pengabdian Ilung (Inovasi Lahan Basah Unggul) Vol. 3, No. 1 Agustus 2023, Hal. 17-26 DOI: https://doi.org/10.20527/ilung.v3i1
Asal Usul Campus di Perguruan Tinggi: Mengapa Campus (Bisa) Mengalami Kemunduran? Susilo, Tanto Budi; Soesanto, Oni; yunus, Rahmat; Akbar, Arief Rahmad Maulana; Krisdianto, Krisdianto; Hindarto, Imam; Utami, Umi Baroroh Lili
Jurnal Pengabdian ILUNG (Inovasi Lahan Basah Unggul) Vol 4, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ilung.v4i2.13347

Abstract

AbstraksProgram kreatifitas masyarakat (PKM) ini, dilakukan melalui penyuluhan asal usul (geneology) campus di Nusantara (Indonesia). Tujuannya untuk memahami dinamika kampus dalam memproduksi ilmu pengetahuan. Sejarah mencatat bahwa Kampus Nalanda (India, 5 M) dan Kampus Muaro Jambi (era Sriwijaya, 7 M) telah berkontribusi dalam mengasah dan mengasuh intelektual Buddhisme mulai dari Asia Selatan, Timur hingga Tenggara. Pengalaman historis tersebut perlu untuk ditemukan ulang (reinventing) dan dirumuskan ulang (reformulation) guna mendukung kurikulum pendidikan yang kompatible dan kongruen dengan visi bernegara. Pengalaman tersebut juga dapat menjadi pedoman etika pengajaran -- memberi rasa asah, rasa asih, dan rasa asuh -- sebagai geneology etis yang merepresentasikan karakter pengajar di negeri ini. Kampus Muaro Jambi sebagai contoh historis yang unggul pada pengajaran dan pendidikan di era jamannya, memberikan karya tercerahkan bagi Buddhadharma, dan berpengaruh luas pada Buddhisme sejak abad ke-7 masehi hingga sekarang. Artikel ini membahas persepsi mahasiswa ULM yang tinggal di Asrama Rusunawa. Metode yang digunakan adalah Structural Equation Modelling (SEM) dengan membuat kategorisasi pemahaman; sangat mengerti (2,77%), mengerti (38,34%), kurang mengerti (36,68%) dan tidak mengerti (23,32%) dengan 12 responden. Diharapkan bahasan penyuluhan asal usul campus ini menginspirasi civitas academika untuk reinventing dan reformulation nilai-nilai pendidikan yang kualitas.Kata Kunci: Muaro Jambi, pendidikan, pengajaran, campus 
Realtime and Spatial Data Analysis-based Monitoring System for Proboscis Monkey Habitat Health to Enhance Conservation Area Management Effectiveness Nurliani, Anni; Krisdianto, Krisdianto; Rezeki, Amalia; Munsyi, Munsyi
Journal of Applied Data Sciences Vol 5, No 4: DECEMBER 2024
Publisher : Bright Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47738/jads.v5i4.334

Abstract

The conservation of proboscis monkeys (Nasalis larvatus), an endemic primate species of Borneo, faces significant threats due to habitat degradation and declining populations. This study aims to develop a real-time and spatial data analysis-based monitoring system to improve the management of conservation areas for the species’ natural habitats. Conducted in the wetland ecosystems of Curiak Island, South Kalimantan, the research integrates remote sensing, Geographic Information Systems (GIS), and Internet of Things (IoT) technologies to monitor key environmental parameters such as vegetation health, land surface temperature (LST), and others. Indices like the Normalized Difference Vegetation Index (NDVI), Vegetation Health Index (VHI), Vegetation Condition Index (VCI), Temperature Condition Index (TCI), and Environmental Critical Index (ECI) are utilized to assess habitat conditions. Initial results showed poor vegetation health, with an NDVI of 0.6085, high LST of 20.41°C, and considerable environmental stress, reflected by an ECI of 74. Restoration efforts, however, improved conditions, with the NDVI rising to 0.7288, LST decreasing to 20.75°C, and the ECI lowering to 53 in the restoration area, signaling recovery. Though the ECI still suggests moderate environmental stress, the trend is positive. IoT sensors provided continuous real-time data, including CO levels at 0.2 PPM, CO2 at 34,045 PPM, O2 at 20.4% Vol, temperatures ranging from 33.155°C to 33.185°C, humidity between 67.45% and 67.65%, and pH at 6.8. Data on dissolved oxygen, total dissolved solids (TDS), and turbidity were also collected, providing dynamic insights into environmental conditions. The integration of community-based approaches ensures sustainable conservation efforts through local participation. This comprehensive monitoring system supports both proboscis monkey conservation and broader ecological objectives like biodiversity preservation, climate change mitigation, and ecosystem service provision, emphasizing adaptive management in conservation strategies.
Bimbingan Teknis Pembuatan dan Cara Memainkan Jimbe Bagi Komunitas Himpunan Mahasiswa Susilo, Tanto Budi; Susanti, Dewi Sri; Soesanto, Oni; Manik, Tetti Novalina; Krisdianto, Krisdianto; Az Zahra, Aisyah Nur; Thresye, Thresye
Jurnal Pengabdian ILUNG (Inovasi Lahan Basah Unggul) Vol 4, No 3 (2025)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ilung.v4i3.13529

Abstract

Abstrak Tifa atau jimbe adalah alat musik perkusi tradisional yang berasal dari West Afrika, terkenal karena kemampuannya menghasilkan berbagai suara yang kaya dan dinamis. Pembuatan jimbe melibatkan beberapa tahapan krusial, dimulai dengan pemilihan kayu berkualitas tinggi seperti kayu balau atau kayu mahoni untuk tubuh drum. Proses pembuatan termasuk pemotongan, pembentukan, dan pengeringan kayu, serta pemasangan kulit hewan yang direntangkan pada bagian atas drum. Teknik penyempurnaan meliputi penyetelan kulit dengan tali atau karet untuk mencapai ketegangan yang tepat dan menghasilkan resonansi yang optimal. Cara memainkan jimbe melibatkan teknik memukul permukaan drum dengan tangan, menggunakan teknik dasar seperti slap, tone, dan bass untuk menciptakan variasi suara. Teknik slap menghasilkan suara tajam dan pendek, sementara tone memberikan nada yang lebih penuh, dan bass menghasilkan suara rendah yang mendalam. Pemain jimbe juga harus menguasai teknik kompleks seperti flam dan roll untuk menambah kompleksitas ritme. Latihan dan pemahaman terhadap struktur ritme serta koordinasi tangan sangat penting untuk memainkan jimbe dengan efektif. Jimbe tidak hanya berfungsi sebagai alat musik, tetapi juga sebagai elemen penting dalam budaya dan upacara Afrika, menyatukan komunitas melalui musik dan tarian. Kegiatan program kreativitas masyarakat (PKM) ini adalah bimbingan teknis (bimteks) membuat dan memainkan tifa. Metode structural equation modelling (SEM) digunakan untuk evaluasi pembuatan dan memainkan tifaoleh 15 responden. Hasil tanggapan responden, sebagai berikut;sangat mengerti (33,35%), mengerti (38,35%), kurang mengerti (14,75%) dan tidak mengerti (13,34%). Ringkasnya hasil pembuatan dan memainkan panting menyatakan bahwa komunitas mahasiswa himpunan merasa terhibur dengan memainkan tifa secara estetik.Kata kunci: jimbe; resonansi; budaya
Penyuluhan Evolusi Budaya Berpuasa Bagi Generasi Muda di Rusunawa: Studi Kasus Autofagi Susilo, Tanto Budi; Susanti, Dewi Sri; Soesanto, oni; Manik, Tetti Novalina; Rasjava, Achmad Ramadhanna'il; Krisdianto, Krisdianto; Hindarto, Imam; Thresye,, Thresye,; Kristanto, Budi; Akbar, Arief Rahmad Maulana
Jurnal Pengabdian ILUNG (Inovasi Lahan Basah Unggul) Vol 4, No 3 (2025)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ilung.v4i3.13506

Abstract

Puasa merupakan praktik universal yang melintasi berbagai zaman dan budaya, termasuk dalam konteks prasejarah, sejarah global, dan spesifik di Nusantara. Pada masa prasejarah, puasa mungkin berfungsi sebagai ritual spiritual dan strategi bertahan hidup, dengan indikasi dari temuan arkeologis yang menunjukkan adanya praktik menahan diri sebagai bagian dari upacara religius atau sebagai adaptasi terhadap kekurangan makanan. Di tingkat global, puasa dipraktikkan dalam berbagai bentuk di berbagai agama, seperti puasa Ramadan dalam Islam, puasa Yom Kippur dalam Yahudi, dan puasa Upawasa dalam Hindu, menunjukkan betapa pentingnya puasa dalam kehidupan spiritual dan sosial manusia. Di Nusantara, puasa menggabungkan elemen-elemen tradisi lokal dengan ajaran agama, seperti puasa Ramadan di kalangan Muslim, Upawasa di Bali, dan puasa adat di berbagai suku. Selain dimensi spiritual dan budaya, puasa juga memiliki mekanisme biologis yang signifikan. Autofagi, proses seluler di mana sel memecah dan mendaur ulang komponen internalnya, meningkatkan kesehatan dan ketahanan sel. Integrasi antara aspek historis, budaya, dan mekanisme biologis puasa menunjukkan kompleksitas dan pentingnya praktik ini dalam berbagai konteks. Program kreatifitas masyarakai (PKM) ini menyoroti evolusi budaya berpuasa dan manfaatnya untuk bertahan hidup. Berdasarkan uraian pada evolusi budaya berpuasa dan dielaborasi dengan metode structural equation modelling (SEM), tanggapan 31 responden menunjukan sebagai berikut ini; sangat mengerti (2,3 %), mengerti (66,9 %), kurang mengerti (27,9 %) dan tidak mengerti (2,9 %). PKM ini dapat dimanfaatkan sebagai informasi untuk menjelaskan bagaimana manusia bisa bertahan hidup dengan berpuasa. Kata kunci: puasa; prasejarah; agama; autofagi; hidup