Claim Missing Document
Check
Articles

HUBUNGAN INTERAKSI TEMAN SEBAYA DAN INTENSITAS PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL TERHADAP GANGGUAN MENTAL EMOSIONAL REMAJA Oktavia Oktavia; Jumaini Jumaini; Agrina Agrina
Jurnal Ilmu Keperawatan Vol 9, No 1 (2021): Jurnal Ilmu Keperawatan (JIK) Volume IX No.1 Januari-Juni 2021
Publisher : Jurnal Ilmu Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakGangguan mental emosional adalah perubahan emosional yang terjadi pada seorang individu apabila tidak diatasi dapat berkembang menjadi suatu keadaann patologis. Penelitian bertujuan untuk melihat hubungan interaksi teman sebaya dan intensitas penggunaan media sosial terhadap gangguan mental emosional remaja. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian adalah 322 responden yang diambil berdasarkan kriteria inklusi menggunakan teknik consecutive sampling. Analisis yang digunakan adalah analisis bivariat menggunakan uji chi-square. Penelitian ini terbanyak berjenis kelamin laki-laki dengan jumlah 255 orang (79,2%), dan jenis media sosial yang terbanyak digunakan adalah whatsapp dengan jumlah 307 orang (95,3%), terdapat 169 responden yang memiliki interaksi teman sebaya negatif (52,5%), 168 responden memiliki intensitas penggunaan media sosial tinggi (52,2%) dan 94 responden menunjukkan indikasi gangguan mental emosional (29,2%). Hasil uji statistik menunjukkan ada hubungan yang bermakna antara interaksi teman sebaya terhadap gangguan mental emosional (p value 0,04) alpha (0,05) dan antara intensitas penggunaan media sosial yang tinggi terhadap gangguan mental emosional (p value 0,03) alpha (0,05). Interaksi teman sebaya dan itensitas penggunaan media sosial mempunyai hubungan yang bermakna terhadap gangguan mental emosional remaja. Kata Kunci : Gangguan Mental Emosional, Intensitas Penggunaan Media Sosial, Interaksi Teman Sebaya, Remaja. AbstractMental emotional disorders are emotional changes that occur in an individual who if not addressed can develop into a pathological state. The purpose of this research is to see a relationship of peer interactions and the intensity of social media use to adolescent mental emotional disorders. The design of this research is descriptive correlation with cross sectional.  The research sample was 322 respondents who were drawn based on inclusion criteria using consecutive sampling technique. The analysis used is bivariate using the chi-square test. The results of this was mostly male 255 respondents (79.2%), and the most used type of social media was whatsapp of 307 respondents (95.3%), research showed that 169 respondents have negative peer interactions (52.5%), 168 respondents with high intensity of social media use (52,2%) and 94 respondents who suffer from mental emotional disorders (29,2%). Chi-square result shows a significant relationship between peer interaction and mental emotional disorders (p value 0,04) alpha (0,05) and between the intensity of high social media use with mental emotional disorders (p value 0,03) alpha (0,05). Peer interactions and intensity of social media use have relationship to adolescent mental emotional disorders. Keywords : Mental Emotional Disorders, Intensity Of The Social Media Use, Peer Interaction, Adolescent
GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN PERAWAT TENTANG FAMILY CENTERED CARE David Alfayed Silalahi; Hellena Deli; Jumaini Jumaini
Jurnal Ilmu Keperawatan Vol 9, No 2 (2021): Jurnal Ilmu Keperawatan (JIK) Volume IX No.2 Juli-Desember 2021
Publisher : Jurnal Ilmu Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Family centered care merupakan pendekatan yang digunakan dalam pemberian pelayanan kesehatan pada anak dengan melibatkan orang tua. Penelitian bertujuan untuk melihat gambaran tingkat pengetahuan perawat tentang family centered care. Desain penelitian ini adalah deskriptif dengan jumlah responden 72 perawat dengan teknik pengambilan sampel total sampling. Penelitian ini mengunakan kuesioner yang sebelumnya telah dilakukan uji validitas dan reliabilitas. Analisis yang digunakan ialah analisis univariat. Hasil penelitian menunjukkan umur responden mayoritas adalah dewasa awal (20-39 tahun) sebanyak 46 perawat (63,9%). Jenis kelamin responden perempuan sebanyak 68 perawat (94,4%). Tingkat pendidikan terakhir responden pada tingkat S1 sebanyak 48 perawat (52,8%). Pengalaman lama bekerja responden dengan pengalaman lama bekerja diatas 5 tahun sebanyak 52 perawat (72,2%), dan mayoritas tingkat pengetahuan perawat tentang family centered care sudah memiliki pengetahuan baik sebanyak 63 orang (87,5%) dan pengetahuan cukup sebanyak 9 orang (12,5%). Pengetahuan perawat tentang pengertian dan tujuan FCC menjawab benar terbanyak adalah 72 orang (100%) dan menjawab benar terkecil sebanyak 48 orang (66,7%). Pengetahuan perawat tentang elemen FCC menjawab benar terbanyak adalah 72 orang (100%) dan menjawab benar terkecil sebanyak 36 orang (50%). Dan hasil pengetahuan perawat tentang kebijakan FCC  menjawab benar terbanyak adalah 69 orang (95,8%) dan menjawab benar terkecil sebanyak 40 orang (55,6%). Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi data dasar untuk mengidentifikasi pengetahuan perawat tentang family centered care, sehingga pihak rumah sakit dapat merencanakan peningkatan pengetahuan perawat dengan memberikan program pelatihan keperawatan anak dan adanya pemahaman intervensi tentang family centered care dalam pemberian asuhan keperawatan pada anak. Kata kunci : family centered care, pengetahuan, perawat  Abstract Family centered care is an approach used in providing health services to children by involving parents. The research aims to see a picture of the level of knowledge of nurses about family centered care. The design of this study was descriptive with the number of respondents 72 nurses with a total sampling technique. This study used a questionnaire that had previously been tested for validity and reliability. The analysis used is univariate analysis. The results showed the age of the majority of respondents were early adulthood (20-39 years) as many as 46 nurses (63.9%). The gender of female respondents was 68 nurses (94.4%). The last education level of respondents at the S1 level was 48 nurses (52.8%). Long time experience of working respondents with long experience working over 5 years were 52 nurses (72.2%). And the majority of nurses' knowledge about family centered care already has good knowledge of 63 people (87.5%) and enough knowledge of 9 people (12.5%). Nurses' knowledge about the understanding and objectives of the FCC answered the most correct were 72 people (100%) and the smallest correct answers were 48 people (66.7%). Nurses' knowledge of the FCC elements answered the most correctly was 72 people (100%) and the smallest right answers were 36 people (50%). And the results of nurses' knowledge about the FCC policy answered the most correctly is 69 people (95.8%) and the smallest right answers as many as 40 people (55.6%). The results of this study are expected to be a basic data to identify nurses 'knowledge about family centered care, so that the hospital can plan an increase in nurses' knowledge by providing child nursing training programs and an understanding of interventions about family centered care in providing nursing care to children. Keywords: family centered care , knowledge, nurse
GAMBARAN LINGKUNGAN KELUARGA PASIEN SKIZOFRENIA: LITERATURE REVIEW Yusi Artika; Jumaini Jumaini; Sri Utami Sri Utami
Jurnal Ilmu Keperawatan Vol 9, No 1 (2021): Jurnal Ilmu Keperawatan (JIK) Volume IX No.1 Januari-Juni 2021
Publisher : Jurnal Ilmu Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Skizofrenia merupakan salah satu penyakit mental yang mempengaruhi kehidupan penderitanya. Efek dari hal tersebut dapat mempersempit lingkungan sosial penderita. Salah satu lingkungan sosial terdekat penderita skizofrenia adalah keluarga. Lingkungan keluarga dapat berperan dalam merawat dan meningkatkan keyakinan penderita akan kesembuhan dirinya. Tujuan literature review ini untuk mengetahui gambaran lingkungan keluarga pasien skizofrenia. Metode yang digunakan adalah Literature review. Dengan penelusuran artikel dalam periode 2010-2020 dengan kata kunci family environment dan schizophrenia melalui Google Scholar, Semantic Scholar, PubMed, Science Direct dan Taylor Francis Group. Kriteria inklusi meliputi gambaran lingkungan keluarga pasien skziofrenia. Hasil penelitian menunjukkan dari 6 artikel penelitian, 5 diantaranya memperlihatkan bahwa kohesi, konflik, dan kehangatan yang rendah di dalam lingkungan keluarga dikaitkan dengan risiko dan gejala skizofrenia yang lebih berat. Sedangkan 1 artikel penelitian lain memperlihatkan tidak adanya hubungan signifikan antara penyembuhan dengan persepsi dan hubungan interpersonal pasien skizofrenia dengan kerabat di lingkungan keluarga. Lingkungan keluarga berperan penting bagi penderita skizofrenia. Kerabat dengan kohesi yang rendah dan adanya konflik di lingkungan keluarga dapat menyebabkan risiko dan gejala skizofrenia yang lebih berat. Keluarga diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang baik dan kondusif bagi anggota keluarga yang menderita skizofrenia. Kata Kunci: lingkungan keluarga, skizofrenia
The Relationship between Father's Violent Behavior towards Temperament of Teenager Sri Yuliani Putri; Jumaini Jumaini; Erna Marni
Jurnal Ilmiah Keperawatan Indonesia [JIKI] Vol 3, No 1 (2019): Jurnal Ilmiah Keperawatan Indonesia [JIKI]
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/jiki.v3i1.1491

Abstract

Father's violent behavior like yelling and physical punishment is included in one of the parenting patterns which is called authoritarian. Parenting is one of the factors that influence temperament. Temperament is an individual difference in behavioral or characteristics responses that have existed since birth, but can change and develop along with  individual experience. This study aimed to determine the correlation of father's violent behavior to adolescents temperament. This research is quantitative research with a correlation method by using a cross sectional approach. The total population of this research was 596 people. The samples in this study consist of 145 respondents by using Stratified Random Sampling and simple random sampling techniques. The measuring instrument used a questionnaire. The analysis that used was bivariate analysis with chi-square statistical test. The results of this study showed that there was no significant correlation between father's violent behavior and adolescents temperament surgency p-value = 1000, effortful control p-value 0,083, negative affectivity p-value 0,370 and affiliativeness 0,550 > (α 0,05). From the results of the study it can be concluded that father's violent behavior has no influence on the adolescents temperament, this can be due to other factors that more strongly influence the temperament of adolescents such as the environment and peers. Parents are expected to provide good examples in adolescents with didn’t showing excessive anger and emotion because the environment will affect attitudes and behavior of a adolescents.Keywords: Adolescents, Father's Violence Behavior, Temperament
HUBUNGAN MOTIVASI REMAJA MASUK PESANTREN DENGAN KEMAMPUAN ADAPTASI Kusnul Khotimah; Agrina Agrina; Jumaini Jumaini
Jurnal Ners Indonesia Vol 10, No 2 (2020): MARET 2020
Publisher : Fakultas Keperawatan, Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (254.58 KB) | DOI: 10.31258/jni.10.2.194-203

Abstract

Pesantren merupakan tempat untuk belajar pelajaran agama islam. Setiap remaja yang masuk pesantren memiliki latar belakang motivasi masuk dan kemampuan adaptasi yang berbeda-beda. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya hubungan motivasi remaja masuk pesantren dengan kemampuan adaptasi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilakukan pada 121 siswa MTs Ummatan Wasathan Pesantren Teknologi Riau sebagai sampel yang dipilih menggunakan teknik stratisfied random sampling. Alat ukur yang digunakan adalah kuesioner yang telah valid dan reliabel. Analisa yang digunakan adalah analisa univariat dengan distribusi frekuensi dan analisa bivariat dengan uji Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi remaja masuk presantren mayoritas tinggi sebanyak 70 orang (57,9%) dan kemampuan adaptasi mayoritas sedang sebanyak 61 orang (50,4%). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi remaja masuk pesantren dengan kemampuan adaptasi dengan p value 0,000 < 0,05 sehingga motivasi remaja masuk pesantren dapat mempengaruhi kemampuan adaptasi remaja tinggal di pesantren. Diharapkan kepada guru dan orang tua dapat meningkatkan motivasi yang ada pada siswa MTs Ummatan Wasathan agar para siswa mempunyai kemampuan adaptasi yang lebih baik lagi kedepannya.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI STRES KELUARGA DALAM MERAWAT PENDERITA KANKER SERVIKS Sri Dewi Zalmi; Yulia Irvani Dewi; Jumaini Jumaini
Jurnal Ners Indonesia Vol 10, No 2 (2020): MARET 2020
Publisher : Fakultas Keperawatan, Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jni.10.2.145-157

Abstract

Kanker serviks merupakan pembunuh utama pada wanita setelah kanker payudara. Kanker serviks berdampak terhadap kehidupan penderita dan keluarganya, salah satu dampak yang dirasakan keluarga adalah stres selama merawat anggota keluarga yang mengalami kanker serviks. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi stres keluarga dalam merawat penderita kanker serviks. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif korelasi dengan pendekatan crossectional. Sampel penelitian berjumlah 53 responden yang diambil berdasarkan teknik accidental sampling di RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner yang telah dilakukan uji validitas dan reliabilitas. Analisis yang digunakan adalah analisis univariat menggunakan distribusi frekuensi dan bivariat menggunakan uji Chi-square. Hasil analisis bivariat menunjukkan tidak terdapat hubungan antara pengetahuan keluarga dalam merawat penderita kanker serviks p value (0,491) > α (0,05) dan terdapat hubungan antara persepsi kelarga terhadap penyakit p value (0,000) < α (0,05), biaya perawatan p value (0,003) < α (0,05), proses perawatan p value (0,004) < α (0,05) terhadap stres keluarga dalam merawat penderita kanker serviks. Direkomendasikan untuk tenaga kesehatan agar ikut serta memperhatikan kebutuhan psikososial keluarga, memberi dukungan kepada keluarga serta melakukan komunikasi terapeutik dengan keluarga pasien agar dapat mengurangi stres keluarga dalam merawat penderita kanekr serviks.
ANALISIS KONDISI BULLYING PADA ANAK USIA SEKOLAH SEBAGAI UPAYA PROMOTIF DAN PREVENTIF Fathra Annis Nauli; Jumaini Jumaini; Veny Elita
Jurnal Ners Indonesia Vol 7, No 2 (2017): Maret 2017
Publisher : Fakultas Keperawatan, Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (623.203 KB) | DOI: 10.31258/jni.7.2.11-19

Abstract

Bullying merupakan masalah serius yang harus segera diselesaikan karena memberikan dampak negatif dan trauma berkepanjangan dalam kehidupan seorang individu. Kasus bullying di sekolah banyak ditemukan di Indonesia maupun internasional. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kondisi bullying pada anak usia sekolah di Pekanbaru dengan desain penelitian deskriptif dan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian adalah 236 responden berusia 9-12 tahun yang diambil berdasarkan kriteria inklusi dengan teknik purposive sampling. Instrumen pengukuran yang digunakan adalah kuesioner “Peer interaction in primary school” terdiri dari 22 item pertanyaan dengan 12 item terkait pertanyaan korban bullying dan 10 item pertanyaan yang berkaitan dengan pelaku bullying. Data dianalisis dengan menggunakan analisis univariat distribusi frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas jenis kelamin responden laki-laki sebanyak 124 orang (52,5%), sebanyak 178 (75,4%) responden melakukan bullying kategori ringan, Sebanyak 176 orang (75,6%) responden menyatakan pelaku bullying adalah kakak kelas sebanyak 131 orang (55,5%) responden tidak menjadi pelaku bullying. Diharapkan pihak sekolah bersama dengan orang tua bekerjasama untuk melakukan upaya pencegahan bullying pada siswa, memberikan tindakan kepada siswa yang melakukan bullying dan yang menjadi korban bullying serta berupaya membentuk sekolah anti-bullying.
HUBUNGAN PERILAKU KEKERASAN AYAH TERHADAP TEMPERAMEN REMAJA Sri Yuliani Putri; Jumaini Jumaini; Erna Marni
Jurnal Ners Indonesia Vol 9, No 2 (2019): MARET 2019
Publisher : Fakultas Keperawatan, Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (518.604 KB) | DOI: 10.31258/jni.9.2.189-198

Abstract

Perilaku kekerasan ayah seperti membentak dan memberi hukuman fisik termasuk kedalam salah satu pola pengasuhan yang disebut otoriter. Pola asuh ialah salah satu faktor yang mempengaruhi temperamen. Temperamen merupakan perbedaan individu dalam respon perilaku atau karakteristik yang telah ada sejak lahir namun dapat berubah dan berkembang bersamaan dengan pengalaman yang dialami individu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan perilaku kekerasan ayah terhadap temperamen remaja. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode korelasi menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi pada penelitian ini sebanyak 596 orang. Jumlah sampel pada penelitian ini sebanyak 145 orang responden yang diambil menggunakan teknik stratified random sampling dan simple random sampling. Alat ukur yang digunakan berupa kuesioner. Analisa yang digunakan adalah analisa bivariat dengan uji statistik chi-square. Hasil penelitian yang diperoleh adalah tidak terdapat hubungan yang signifikan antara perilaku kekerasan ayah dengan temperamen remaja dengan p-value surgency = 1000, p-value effortful control = 0,083, p-value negative affectivity = 0,370 dan p-value affiliativeness = 0,550 > (α 0,05). Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa perilaku kekerasan ayah tidak berpengaruh terhadap temperamen remaja disebabkan adanya faktor lain yang lebih kuat dalam mempengaruhi temperamen remaja seperti lingkungan dan teman sebaya. Orang tua diharapkan dapat memberikan contoh perilaku yang baik pada remaja dengan tidak memperlihatkan kemarahan dan emosi yang berlebihan karena bagaimanapun lingkungan akan mempengaruhi sikap dan perilaku seorang remaja.
GAMBARAN FAKTOR RISIKO OBSTRUCTIVE SLEEP APNEA (OSA) PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 (DM TIPE 2) Lara Okta Ningsih; Gamya Tri Utami; Jumaini Jumaini
Jurnal Ners Indonesia Vol 9, No 1 (2018): SEPTEMBER 2018
Publisher : Fakultas Keperawatan, Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (164.875 KB) | DOI: 10.31258/jni.9.1.41-50

Abstract

Diabetes melitus tipe 2 (DM tipe 2) merupakan salah satu penyakit kronis yang banyak terjadi di masyarakat. Salah satu kondisi yang berhubungan gangguan tidur Obstructive Sleep Apnea (OSA) adalah DM tipe 2. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran faktor risiko OSA pada pasien DM Tipe 2 dengan desain penelitian deskriptif. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 57 orang responden DM Tipe 2 yang diambil dengan menggunakan teknik purposive sampling. Alat ukur yang digunakan adalah kuesioner Berlin unruk mengukur tingkat risiko OSA dan dan alat ukur meteran dan timbangan berat badan untuk mengukur lingkar leher dan kejadian obesitas. Analisis yang digunakan adalah analisis univariat untuk melihat distribusi frekuensi faktor risiko OSA pada pasien DM tipe 2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 35 responden yang memiliki risiko tinggi terhadap OSA, dimana proporsi responden berdasarkan usia dewasa awal (100%) dan manula (100%), proporsi responden berdasarkan indeks massa tubuh responden yang mengalami obesitas sebanyak 76,5%, proporsi responden berdasarkan jenis kelamin laki-laki (71%), proporsi responden berdasarkan lingkar leher sebanyak 71,4% responden memiliki lingkar leher besar, proporsi responden berdasarkan status merokok sebanyak 62,5% responden adalah perokok. Dari hasil penelitian ini maka diharapkan kepada masyarakat agar dapat mencegah dan mengontrol terjadinya OSA dengan mengontrol berat badan dan menerapkan gaya hidup yang sehat.
Upaya Meningkatkan Kemampuan Kognitif Membedakan Suara Melalui Media Audio Visual pada Anak Kelompok B2 TK Islam Permata Hati Jajar SurakartaTahun Ajaran 2013/2014 Jumaini Jumaini; Sadiman Sadiman; Idam Ragil Widiyanto Atmojo
Kumara Cendekia Vol 3, No 2 (2015): Kumara Cendekia
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (85.695 KB) | DOI: 10.20961/kc.v3i2.34554

Abstract

Co-Authors Agrina Agrina Agrina Agrina Agrina Agrina Agrina, Agrina Agrina, Agrina Ahmad, Nida Falma Akladiwa .S. Magribi Al Rasyid, Harun " Aminatul Fitri Anisa Yulvi Azni Annisa Biiznillah Utami Ardiah Juita Arneliwati Asmira Dewi atika ulfa safitri Ayu Anita Azahra, Rahfa Azzarah, Nafa Bayhakki Bayhakki Clarisa, Afdwi Cumiara, Cumiara Daniel Happy Putra David Alfayed Silalahi de Laura, Diva Dede Hidayat Dewi Liesnoor Setyowati Dewi, Eka Trisnawati Dilla Aulia Era Era Erika Erika Erika Erna Marni Erwin Erwin Farza, Fadhilah Fathra Annis Nauli Fauziah Irwan Febriana Sabrian Fikri, Muhammad Aulia Azzam Fira Amalia Hanifah Fitria, Rosa Gamya Tri Utami Geby Swarty Gusmeldawati Gusmeldawati Hadini, Hikmatul Hakulisaniyah, Nanda Hanifa, Ummu Hellena Deli Herlina Herlina Hertin, Hilda Hirmaliza Hesti Helpiyani Ida Friyanti Sitanggang Idam Ragil Widiyanto Atmojo Ila Rifatul Mahmuda Indriati, Ganis Jhodi Ibrahim Joshy Herliani Joshy Herliani Juliana Juliana Juniar Ernawaty Karim, Darwin Khairunnisa Fitri de Firda kholisoh, kholisoh Kusnul Khotimah Lara Okta Ningsih Lawolo, Yanti Elfiani Lili Sofia Lina Triwahyuni Malik Ibrahim Mardhotilah, Fitria Mega Ayudia Saundari Mentari, Gilang Sri Mimi Aisyah Minalita, Ega Misrawati Misrawati Nadya Shavira Nafsah, Dzikriyatin Nauli, Fathra Anis Nelfia, Efi " Nisfiyati, Mazruatun Nurcahyati Nurcahyati Nurul Amirah Nurul Huda Octaviany, Deby Oktavia Oktavia Oktavia, Deby Oswati - Hasanah Oswati Hasanah Pelangi, Pelangi Putri Dwi Ayuningrum Ramadhani, Tirta Assyifa Ramadi Ramadi Rani Rahmawati Ranti Nopria Reggiana Sarastya Reni Zulfitri Rismadefi - Woferst Rizka, Yulia Rizki, Zakiyah " Rizky Pertiwi, Delia Rosiana, Rosiana Rustam, Murfardi Rustam, Musfardi Sadiman Sadiman Safri Safri Salsa, Avira Berlianna Saragih, Iin Rismawati Sari, Della Oktavia Sari, Fitri Sekar Sari, Mudrikah Sari, Niken Yuniar Sari, Tesha Hestyana Sintia Adwi Pama Putri Siti Anggraini Siti Rahmalia Hairani Damanik Sofiana Nurchayati Sopar Sri Dewi Zalmi Sri Utami Sri Utami Sri Wahyuni Sri Wahyuni Sri Wahyuni Sri Yuliani Putri Sri Yuliani Putri Stephanie Dwi Guna Sundari Sundari Suryawan, Putri Ayu Syintya Eka Putri Tampubolon, Masrina Munawarah Tesha Hestyana Sari Tilla, Marda Tri Angraini Triliani, Aliya Veny Elita Vivi Oktaviani Wan Nishfa Dewi Wannira, Ayu Wirdatul Jannah Yafiza, Putri Raisya Yesi - Hasneli Yesi Hasneli N Yulia Irvani Dewi YULIANA HUSADA Yusi Artika Zukhra, Ririn Muthia