Claim Missing Document
Check
Articles

Gambaran Pengetahuan Remaja Putri Tentang Pelecehan Seksual Utari Dwisilvana; Jumaini Jumaini; Widia Lestari
SMASH: Journal of Social Management Sains and Health Vol 2, No 1 (2025): April 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/smash.v2i1.5386

Abstract

Pendahuluan: Pelecehan seksual merupakan permasalahan serius yang mengkhawatirkan bagi remaja sehingga diperlukan pengetahuan yang baik tentang pelecehan seksual untuk upaya pencegahan pelecehan seksual pada remaja putri. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui gambaran pengetahuan remaja putri tentang pelecehan seksual. Metode: Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif. Pengumpulan data menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya  terlebih dahulu. Analisis data menggunakan analisis data univariat. Sampel  penelitian ini melibatkan 77 remaja putri menggunakan teknik stratified random sampling. Hasil: Gambaran pengetahuan remaja putri tentang pelecehan seksual mayoritas dalam kategori baik (97,4%), yaitu tentang pengertian (92,3%), bentuk (100%), dampak  (96,1%) dan upaya pencegahan (66,2%). Kesimpulan: Sebagian besar remaja putri memiliki pengetahuan yang baik tentang pelecehan seksual, namun masih ada yang memiliki pengetahuan kurang khusunya pada aspek upaya pencegahan pelecehan seksual. Diharapkan kepada remaja putri untuk memperbanyak membaca literatur mengenai upaya pencegahan pelecehan seksual. Instansi pendidikan dapat meningkatkan perlindungan tehadap remaja dari ancaman pelecehan seksual. Melalui berbagai upaya pencegahan seperti penyuluhan, pendidikan seksual dini, intervensi berbasis komunitas dan promosi kesehatan dapat meningkatkan kesadaran remaja terhadap pelecehan seksual dan dapat meningkatkan perlindungan diri dari berbagai ancaman.
Efektivitas Aplikasi SafeTeens terhadap Peningkatan Literasi Kesehatan Mental Remaja: Studi Kuasi-Eksperimen Tesha Hestyana Sari; Jumaini Jumaini; Syeptri Agiani Putri; Novita Kusumarini
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.51680

Abstract

Mental health problems among adolescents continue to increase, coupled with low levels of mental health literacy, which can lead to delays in seeking professional help. Innovative technology-based efforts are needed to ensure wider access to mental health information and services. This study aims to develop and test the effectiveness of the SafeTeens app as an educational tool for improving adolescent mental health literacy. The study used a quasi-experimental design with an intervention and control group. A sample of 60 adolescents was selected based on inclusion criteria and divided proportionally into two groups. The research instrument was a mental health literacy questionnaire that had been tested for validity and reliability. Data were analyzed using the Chi-Square test to determine differences in mental health literacy levels before and after the intervention. The results showed that the intervention group experienced a significant increase in mental health literacy levels after using the SafeTeens app (χ² = 19.14; p = 0.00007), whereas the control group showed no significant change (χ² = 0.66; p = 0.719). The SafeTeens app has proven effective in improving adolescents' understanding of mental health issues, distinguishing myths from facts, and how to seek appropriate help. This study recommends further development of the SafeTeens app with gamification features and periodic reminders to increase user engagement, as well as long-term testing to assess the sustainability of improvements in mental health literacy. Furthermore, cultural and local language adaptations need to be continuously refined to make the app more relevant to Indonesian adolescents.
Hubungan Ketergantungan Smartphone dengan Prokrastinasi Akademik Remaja Desa Mita Purnama; Jumaini; Anisa Yulvi Azni
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.439

Abstract

Perkembangan teknologi digital membuat penggunaan smartphone semakin meluas, termasuk di kalangan remaja desa. Penggunaan smartphone berlebihan berisiko menimbulkan ketergantungan yang berpengaruh terhadap perilaku belajar, seperti prokrastinasi akademik. Penelitan ini bertujuan untuk mengetahui hubungan ketergantungan smartphone dengan prokrastinasi akademik remaja desa. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif korelasi dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 205 remaja desa yang dipilih berdasarkan kriteria inklusi menggunakan teknik random sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner hasil modifikasi Smartphone Addiction Scale Short Version (SAS-SV) dan kuesioner Prokarstinasi Akademik yang telah di uji validitas dan reliabilitas. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil penelitian sebagian besar remaja memiliki ketergantungan smartphone kategori tinggi yaitu 108 remaja (52,7%), sedangkan prokrastinasi akademik sebagian besar remaja di kategori sedang yaitu 106 remaja (51,7%). Hasil uji statistic lebih lanjut terdapat hubungan yang signifikan antara ketergantungan smartphone dengan prokrastinasi akademik pada remaja desa (p value = 0.000 < 0,05). Penggunaan smartphone yang berlebihan berpotensi meningkatkan prokrastinasi akademik pada remaja desa, diharapkan kepada remaja desa untuk menggunakan smartphone secara bijak agar tidak menghambat tanggung jawab dan prestasi akademik.
Hubungan Tingkat Stres Akademik dengan Kualitas Tidur Mahasiswa yang Menjalani Perkuliahan Menggunakan Metode Case Based Learning Tasya Rosa; Jumaini; Niken Yuniar Sari
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.495

Abstract

Case Based Learning (CBL) merupakan metode pembelajaran berbasis kasus yang mendorong mahasiswa untuk berpikir kritis dan aktif. Penerapan metode ini dapat menjadi bagian dari beban akademik yang kompleks, sehingga berpotensi menimbulkan stres akademik dan gangguan kualitas tidur pada mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat stres akademik dengan kualitas tidur mahasiswa Fakultas Keperawatan yang menjalani perkuliahan menggunakan metode CBL. Desain penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 254 mahasiswa yang dipilih secara simple random sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner stres akademik yang dimodifikasi dari Perception of Academic Stress Scale (PASS) dan telah dilakukan uji validitas dan reliabilitas serta kuesioner Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI). Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-square. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar responden berjenis kelamin perempuan (82,3%) dan berusia 20 tahun (36,6%). Tingkat stres akademik paling banyak berada pada kategori sedang (63,0%), sedangkan kualitas tidur paling banyak berada pada kategori buruk (75,2%). Hasil uji Chi-square menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat stres akademik dengan kualitas tidur mahasiswa (p < 0,05). Perkuliahan yang menggunakan metode CBL dapat mempengaruhi tingkat stres akademik dan kualitas tidur mahasiswa, sehingga stres yang muncul perlu dikelola dengan baik agar tidak berdampak negatif terhadap kualitas tidur.   
PENINGKATAN PENGETAHUAN MASYARAKAT TENTANG ANSIETAS PADA LANSIA DENGAN HIPERTENSI DI KELURAHAN SRI MERANTI Jumaini Jumaini; Muhammad Aulia Azzam Fikri; Nanda Hakulisaniyah; Cumiara Cumiara; Delia Rizky Pertiwi; Della Oktavia Sari; Nafa Azzarah; Nida Falma Ahmad; Pelangi Pelangi; Putri Raisya Yafiza; Tirta Assyifa Ramadhani
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 6 (2024): Vol. 5 No. 6 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i6.38355

Abstract

Peningkatan pengetahuan lansia mengenai hubungan antara ansietas dan hipertensi sangat penting untuk pengelolaan tekanan darah tinggi dan kualitas hidup mereka. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman lansia di Kelurahan Sri Meranti mengenai ansietas yang berhubungan dengan hipertensi dan teknik pengelolaannya. Sebanyak 20 lansia berpartisipasi dalam kegiatan ini, yang menggunakan metode edukasi dengan media PowerPoint dan demonstrasi teknik relaksasi seperti napas dalam dan hipnosis lima jari. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan peserta, dengan skor rata-rata pre-test sebesar 52,0 yang meningkat menjadi 80,0 pada post-test. Temuan ini menunjukkan bahwa pendekatan edukasi yang interaktif dan berbasis demonstrasi efektif dalam meningkatkan pengetahuan lansia mengenai hipertensi dan pengelolaan ansietas. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi model bagi fasilitas kesehatan lainnya dalam mengelola hipertensi pada lansia dan memperbaiki kualitas hidup mereka.
UPAYA PENCAPAIAN PERKEMBANGAN MENTAL REMAJA MELALUI TERAPI KELOMPOK TERAPEUTIK Jumaini Jumaini; Sri wahyuni; Niken Yuniar Sari; Nurul Huda; Yulia Rizka
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2025): Volume 6 No. 2 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i2.44284

Abstract

Remaja merupakan tahapan usia transisi dari anak-anak menuju dewasa. Pada usia remaja, seseorang akan mengalami berbagai perubahan berkaitan dengan proses transisi menuju kedewasaan. Kemampuan berdaptasi terhadap berbagai perubahn ini sangat penting sehingga yang menunjang pencapaian perkembangan dan kesehatan mental remaja. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah memberikan terapi kelompok terapeutik kepada remaja untuk meningkatkan perkembangan mentalnya. Kegiatan dilaksanakan di Kelurahan Sri Meranti dengan rentang usia remaja 12-19 tahun. Remaja yang terlibat sebanyak 30 orang. Peserta diberikan pre test sebelum dilakukan terapi dan post test sesudah diberikan terapi. Hasil kegiatan menunjukkan skor rata-rata sebelum diberikan terapi kelompok terapeutik adalah 42 sedangkan skor rata-rata setelah diberikan terapi kelompok terapeutik adalah 59. Hal ini menunjukkan terdapat peningkatan skor perkembangan mental sebesar 17 setelah remaja mendapatkan terapi kelompok terapeutik. Dampak dari pengabdian masyarakat ini terjadi peninkatan perkembangan mental remaja dan diharapkan remaja terus beradaptasi terhadap perubahan yang dialami sehingga dapat berperilaku yang menunjukkan sebagai remaja yang sehat mental.
EDUKASI SEKOLAH TANPA BULLYING, OPTIMALKAN KESEHATAN MENTAL ANAK USIA SEKOLAH Jumaini Jumaini; Fathra Annis Nauli; Fajar Canas; Tasya Ferliana Rosa; Jeli Jeli; Malvino Prana Yuda; Inaya Putri Nashira; Gusvany Arifah
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 3 (2026): Vol. 7 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v7i3.58605

Abstract

Anak usia sekolah merupakan kelompok usia 6–12 tahun yang sedang berada pada tahap perkembangan sosial dan emosional yang pesat. Pada masa ini, anak mulai belajar berinteraksi, bekerja sama, dan membangun hubungan dengan teman sebaya. Namun, kurangnya pemahaman tentang perilaku sosial yang sehat dapat memicu terjadinya perilaku bullying di lingkungan sekolah yang berdampak pada Kesehatan mental mereka. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan anak usia sekolah tentang bullying, dampak, serta cara mencegah dan menanganinya dengan tepat. Kegiatan dilakukan di SD N 91 Kota Pekanbaru pada 63 siswa. Kegiatan diawali denagn sesi pre-test dan diakhiri dengan post-test untuk menilai peningkatan pengetahuan peserta. Media edukasi menggunakan Power Point (PPT), video edukatif, serta diskusi interaktif dan bermain peran (role play) tentang situasi bullying. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan skor pengetahuan peserta dengan rata-rata nilai pre-test sebesar 64,4 dan post-test sebesar 86,7, yang menunjukkan adanya peningkatan pemahaman setelah diberikan edukasi. Selain itu, para peserta menunjukkan antusiasme tinggi selama kegiatan, terutama pada sesi role play yang membantu peserta memahami secara langsung bentuk-bentuk bullying dan bagaimana cara menanggapinya dengan bijak. Kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran siswa untuk saling menghargai dan menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan bebas dari bullying, serta menjadi program berkelanjutan bagi pihak sekolah dalam upaya promosi kesehatan jiwa anak usia sekolah.
Hubungan Kelekatan Orang Tua dan Kelekatan Teman Sebaya dengan Perilaku Bullying pada Remaja M. Diffa Oktavian; Jumaini Jumaini; Anisa Yulvi Azni
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.473

Abstract

Pendahuluan: Bullying merupakan masalah yang banyak terjadi pada remaja di lingkungan pendidikan dan berdampak pada kesehatan mental. Fenomena ini memerlukan pemahaman lebih mendalam terkait perilaku tersebut. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan kelekatan orang tua dan teman sebaya dengan perilaku bullying pada remaja. Metode: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Sebanyak 289 siswa dipilih menggunakan teknik proportionate stratified random sampling. Instrumen yang digunakan yaitu Inventory Parent-Peer Attachment (IPPA) untuk mengukur kelekatan orang tua dan teman sebaya, serta Olweus Bullying/Victim Questionnaire (OBVQ) untuk mengukur perilaku bullying. Semua kuesioner telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Hasil: Sebagian besar responden berusia 16 tahun (52,6%), perempuan (66,8%), dan merupakan anak bungsu (33,6%). Sebagian besar ibu bekerja sebagai IRT (70,2%) dan ayah wiraswasta (56,7%), dengan pendidikan terakhir ibu dan ayah SMA (49,5%). Sebagian besar responden memiliki kelekatan ibu kategori sedang (65,7%), kelekatan ayah kategori sedang (69,6%), dan kelekatan teman sebaya kategori sedang (70,2%), sedangkan perilaku bullying berada pada kategori rendah (70,9%). Uji chi-square menunjukkan adanya hubungan signifikan antara kelekatan ibu dengan perilaku bullying (p = 0,002) serta kelekatan teman sebaya dengan perilaku bullying (p = 0,007). Namun, tidak ditemukan hubungan signifikan antara kelekatan ayah dengan perilaku bullying (p = 0,744). Kesimpulan: Kelekatan ibu dan teman sebaya memiliki peran dalam menurunkan perilaku bullying pada remaja, sehingga kualitas hubungan tersebut perlu diperkuat sebagai upaya pencegahan.
Faktor-Faktor yang Memengaruhi Prokrastinasi Akademik dalam Pengerjaan Skripsi pada Mahasiswa Keperawatan Dhea Annisa Savitri; Tesha Hestyana Sari; Jumaini
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.486

Abstract

Prokrastinasi akademik merupakan perilaku menunda tugas, termasuk penyusunan skripsi, dan banyak dialami mahasiswa tingkat akhir. Survei awal di Fakultas Keperawatan Universitas Riau memperlihatkansebagian besar responden berpotensi mengalami prokrastinasi. Beberapa faktor yang diduga berperan adalah kontrol diri, self efficacy, serta kemampuan mengatur waktu. Penelitian ini mempergunakan pendekatan kuantitatif melalui desainnya berupa deskriptif korelasional dan metode cross-sectional.Sebanyak 168 mahasiswa dijadikan sampel dengan teknik total sampling. Instrumen penelitian mempergunakan kuesioner prokrastinasi akademik, kuesioner kontrol diri, kuesioner self efficacy dan kuesioner manajemen waktu yang sudah diujikanvaliditas dan reliabilitasnya. Data dianalisis mempergunakan pengujian chi square. Penelitian ini menemukan bahwa kebanyakan mahasiswa mengalami prokrastinasi pada kategori sedang (54,2%), kontrol diri sedang (48,8%), self efficacy rendah (42,3%) dan manajemen waktu rendah (35,7%). Hasil penelitian memperlihatkan adanya hubungan signifikan antara kontrol diri dengan prokrastinasi akademik (0,000), self efficacy dengan prokrastinasi akademik (0,023), manajemen waktu dengan prokrastinasi akademik (0,017). Makin rendah kontrol diri, self efficacy dan manajemen waktu, maka tingkat prokrastinasi akademikdalam pengerjaan skripsi makin tinggi. Disarankan  mahasiswa dapat meningkatkan keteraturan dalamkegiatan akademik dengan menerapkan pengelolaanwaktu yang lebih efektif serta penerapan disiplinbelajar, sehingga kecenderungan prokrastinasi dalampenyelesaian skripsi dapat berkurang.
HUBUNGAN DUKUNGAN SOSIAL GURU DENGAN PERKEMBANGAN PSIKOSOSIAL REMAJA Pelangi Pelangi; Jumaini Jumaini; Niken Yuniar Sari
Jurnal Keperawatan Jiwa Vol 14, No 2 (2026): Mei 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkj.14.2.2026.102-110

Abstract

Masa remaja merupakan fase perkembangan yang berada pada tahap identity versus role confusion, yaitu periode krusial dalam pembentukan identitas diri di tengah perubahan fisik dan psikologis. Pada tahap ini, dukungan sosial guru menjadi salah satu faktor lingkungan sekolah yang berperan dalam perkembangan psikososial remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan sosial guru dengan perkembangan psikososial remaja. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian adalah remaja SMP sebanyak 142 responden yang dipilih menggunakan teknik random sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner dukungan sosial guru dan kuesioner perkembangan psikososial remaja. Kuesioner dukungan sosial guru telah diuji validitas dan reliabilitas pada 30 siswa di SMP Negeri 27 Pekanbaru dengan 20 item pernyataan. Hasil uji validitas menunjukkan seluruh item dinyatakan valid dengan nilai r hitung (0,593–0,424) > r tabel (0,361). Hasil uji reliabilitas menunjukkan nilai Cronbach’s Alpha sebesar 0,866 (> 0,80), sehingga instrumen dinyatakan reliabel. Selain itu, kuesioner perkembangan psikososial juga telah melalui uji validitas dan reliabilitas sebelum digunakan dalam penelitian. Analisis data menggunakan uji bivariat dengan chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memperoleh dukungan sosial guru dalam kategori cukup sebanyak 65 orang (45,8%) dan sebagian besar perkembangan psikososial remaja berada pada kategori normal sebanyak 91 orang (64,1%). Hasil uji chi-square menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan sosial guru dengan perkembangan psikososial remaja (p-value = 0,001; p < 0,05). Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan antara dukungan sosial guru dengan perkembangan psikososial remaja. Hasil ini menunjukkan adanya keterkaitan antarvariabel, namun tidak dapat diinterpretasikan sebagai hubungan sebab-akibat karena penelitian menggunakan desain cross sectional. Guru diharapkan dapat meningkatkan dukungan sosial melalui komunikasi yang baik, pemberian motivasi, serta penciptaan lingkungan belajar yang kondusif guna mendukung perkembangan psikososial remaja.
Co-Authors Agrina Agrina Agrina Agrina Agrina Agrina Agrina, Agrina Agrina, Agrina Akladiwa .S. Magribi Al Rasyid, Harun " Aminatul Fitri Anisa Yulvi Azni Annisa Biiznillah Utami Ardiah Juita Arneliwati Asmira Dewi atika ulfa safitri Ayu Anita Azahra, Rahfa Bayhakki Bayhakki Clarisa, Afdwi Cumiara Cumiara Daniel Happy Putra Darwin - Karim David Alfayed Silalahi de Laura, Diva Dede Hidayat Delia Rizky Pertiwi Della Oktavia Sari Dewi Liesnoor Setyowati Dewi, Eka Trisnawati Dhea Annisa Savitri Dilla Aulia Ella Putri Lestari Era Era Erika Erika Erika Erna Marni Erwin Erwin Fajar Canas Farza, Fadhilah Fathra Annis Nauli Fauziah Irwan Febriana - Sabrian Fira Amalia Hanifah Fitria, Rosa Gamya Tri Utami Geby Swarty Gusmeldawati Gusmeldawati Gusvany Arifah Hadini, Hikmatul Hanifa, Ummu Hellena Deli Herlina Herlina Hertin, Hilda Hirmaliza Hesti Helpiyani Ida Friyanti Sitanggang Idam Ragil Widiyanto Atmojo Ila Rifatul Mahmuda Inaya Putri Nashira Indriati, Ganis Jeli Jeli Jhodi Ibrahim Joshy Herliani Joshy Herliani Juliana Juliana Juniar Ernawaty Khairunnisa Fitri de Firda kholisoh, kholisoh Kusnul Khotimah Lara Okta Ningsih Lawolo, Yanti Elfiani Lili Sofia Lina Triwahyuni M. Diffa Oktavian Malik Ibrahim Malvino Prana Yuda Mardhotilah, Fitria Martiningsih Martiningsih Mega Ayudia Saundari Mentari, Gilang Sri Mimi Aisyah Minalita, Ega Misrawati Misrawati Mita Purnama Muhammad Aulia Azzam Fikri Nadya Shavira Nafa Azzarah Nafsah, Dzikriyatin Nanda Hakulisaniyah Nauli, Fathra Anis Nelfia, Efi " Nida Falma Ahmad Nirmala Ayu Derryanti Nisfiyati, Mazruatun Novita Kusumarini Nurcahyati Nurcahyati Nurul Amirah Nurul Huda Nurul Huda Octaviany, Deby Oktavia, Deby Oswati - Hasanah Pelangi Pelangi Putri Dwi Ayuningrum Putri Raisya Yafiza Ramadi Ramadi Rani Rahmawati Ranti Nopria Reggiana Sarastya Reni Zulfitri Riri Novayelinda Rismadefi - Woferst Rizki, Zakiyah " Rosiana, Rosiana Rustam, Murfardi Rustam, Musfardi Sadiman Sadiman Safri Safri Salsa, Avira Berlianna Saragih, Iin Rismawati Sari, Fitri Sekar Sari, Mudrikah Sari, Niken Yuniar Sari, Tesha Hestyana Sintia Adwi Pama Putri Siti Anggraini Siti Rahmalia Hairani Damanik Sofiana Nurchayati Sopar Sri Dewi Zalmi Sri Utami Sri Utami Sri Wahyuni Sri Wahyuni Sri Wahyuni Sri Wahyuni Sri Yuliani Putri Sri Yuliani Putri Stephanie Dwi Guna Sundari Sundari Suryawan, Putri Ayu Syeptri Agiani Putri Syintya Eka Putri Tampubolon, Masrina Munawarah Tasya Ferliana Rosa Tasya Rosa Tilla, Marda Tirta Assyifa Ramadhani Tri Angraini TRIANA, RIZA ' Triliani, Aliya Utari Dwisilvana Veny Elita Vivi Oktaviani Wan Nishfa Dewi Wannira, Ayu Widia Lestari Wirdatul Jannah Yesi - Hasneli Yesi Hasneli N Yulia Irvani Dewi Yulia Rizka YULIANA HUSADA Yusi Artika Zukhra, Ririn Muthia