Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Strengthening Organizational Culture through Total Quality Management: A Moderated Model of Transformational Leadership Herlina Tri Wulandari; H Harsono; I Indri
Proceeding ISETH (International Summit on Science, Technology, and Humanity) 2025: Proceeding ISETH (International Summit on Science, Technology, and Humanity)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study has a purpose to analyze the influence of the application ofTotal Quality Management (TQM) in strengthening organizational culture in vocational education, with transformational leadership as a mod-erating variable. This study was motivated by the challenges faced by SMK Negeri 4 Klaten in developing a culture of caring, contributing, and collaborating to improve school performance and graduate readiness. Employing a quantitative cross-sectional design, data were accumulated from 307 respondents consisting of teachers, staff, and students through a structured questionnaire that measured Total Quality Manage-ment (TQM), organizational culture, also transformational leadership. Structural Equation Modeling (SEM) with AMOS was utilized to appraise the direct and moderating effects, preceded by validity and reliability testing utilizing Confirmatory Factor Analysis, Composite Reliability, also Average Variance Extracted. The results showed that the application of Total Quality Management (TQM) significantly and positively influ-enced organizational culture, and transformational leadership also unfolded a significant positive effect. Furthermore, transformational leadership strengthened the relationship between Total Quality Management (TQM) and organizational culture, confirming its moderating role in internalizing quality values throughout the school environment. This study adds to the treatise on quality management in education by integrating Total Quality Management (TQM) and transformational leadership in the realm of vocational schools. Practically, the findings offer recommendations for school leaders to enhance quality improvement efforts by strengthening leadership capacity and instilling a culture of caring, contribution, and collaboration. These concepts are valuable for policymakers in designing quality assurance strategies that combine managerial systems with leadership-driven cultural development.
Pemanfaatan Teknologi Augmented Reality Sebagai Media Pembelajaran Inovatif Di Sanggar Bimbingan SB Ikaba Imaba 2 Malaysia Harsono; Arif Setiawan; Rini Muslikha Ningrum
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi Rafflesia Vol. 7 No. 3 (2024): Desember: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Bumi Raflesia
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan pendidikan bagi anak-anak Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Malaysia menjadi isu penting, terutama terkait keterbatasan akses ke sekolah reguler akibat status imigrasi, dokumen pribadi, dan keterbatasan fasilitas. Sanggar Bimbingan (SB) IKABA IMABA 2 merupakan salah satu solusi pendidikan informal bagi anak-anak TKI, namun masih menghadapi kendala dalam menyediakan media pembelajaran yang memadai. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memperkenalkan teknologi Augmented Reality (AR) sebagai alternatif media pembelajaran yang interaktif dan inovatif. Pelatihan dan sosialisasi dilaksanakan sebagai bagian dari program KKN Kemitraan Internasional Muhammadiyah. Peserta kegiatan terdiri dari 22 siswa dari tiga kelompok belajar (PAUD/TK, SD tingkat dasar, dan SD tingkat tinggi) serta dua guru pengajar. Materi yang diberikan meliputi instalasi aplikasi Assemblr EDU dan cara penggunaannya. Kelompok PAUD/TK dan SD dasar mempelajari pengenalan mata uang dan alat musik tradisional Indonesia, sementara kelompok SD tingkat tinggi mempelajari materi sejarah dan pengetahuan umum. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penggunaan AR mampu meningkatkan antusiasme siswa dan memperbaiki kualitas pembelajaran di SB IKABA IMABA 2. Guru dan siswa memperoleh pengetahuan baru tentang pemanfaatan teknologi digital dalam pembelajaran. Secara keseluruhan, program ini berhasil memberikan pengalaman belajar yang baru dan mendorong optimalisasi teknologi digital untuk pendidikan anak-anak TKI di Malaysia.
Tantangan dan Strategi Implementasi Desain Kuantitatif dalam Penelitian Pendidikan Abad ke-21 Definka Puan Shalika Abdillah; Nourma Ayu Sulistiyowati; Harsono Harsono; Sutama Sutama
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.5458

Abstract

Penelitian kuantitatif merupakan pendekatan yang banyak digunakan dalam penelitian pendidikan karena kemampuannya menghasilkan data yang objektif, terukur, dan dapat dianalisis secara statistik sebagai dasar pengambilan keputusan berbasis bukti. Namun demikian, implementasi desain penelitian kuantitatif dalam konteks pendidikan abad ke-21 menghadapi berbagai tantangan metodologis yang semakin kompleks, seiring dengan dinamika perubahan kebijakan pendidikan, perkembangan teknologi digital, serta meningkatnya tuntutan akuntabilitas dan transparansi data. Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan secara sistematis berbagai tantangan yang dihadapi dalam penerapan desain penelitian kuantitatif, sekaligus mengkaji strategi-strategi yang dapat digunakan untuk memperkuat implementasinya dalam penelitian pendidikan kontemporer. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan menelaah artikel jurnal nasional dan internasional yang relevan, yang diterbitkan dalam rentang lima tahun terakhir (2020–2025). Teknik analisis dilakukan secara deskriptif-analitis untuk mengidentifikasi pola permasalahan dan solusi metodologis yang dominan. Hasil kajian menunjukkan bahwa tantangan utama meliputi permasalahan validitas dan reliabilitas instrumen penelitian, keterbatasan desain kuantitatif dalam menangkap kompleksitas fenomena pendidikan, kendala dalam penentuan dan representativitas sampel, serta keterbatasan kompetensi peneliti dalam menerapkan analisis statistik lanjutan. Adapun strategi yang dapat diterapkan meliputi perencanaan desain penelitian yang sistematis dan berbasis teori, pengembangan dan validasi instrumen yang teruji, pemanfaatan perangkat lunak statistik modern, serta penyesuaian desain penelitian dengan karakteristik dan kebutuhan pendidikan abad ke-21. Artikel ini diharapkan dapat menjadi referensi metodologis bagi peneliti pendidikan dalam meningkatkan kualitas, relevansi, dan kredibilitas penelitian kuantitatif.