Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

IMPLEMENTASI MODEL KOOPERATIF TIPE STAD PADA MATERI IPAS ASPEK SOSIAL UNTUK MENINGKATKAN KERJASAMA KELAS IV Risda, Syifaur; Kusumawati, Dian; Primadoni, Ade Bagus
Jurnal Wawasan Pendidikan Vol 6, No 1 (2026): FEBRUARI 2026
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Persatuan Guru Republik Indonesia Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jwp.v6i1.25823

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan kerja sama siswa kelas IV SD Muhammadiyah Kranggan melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Division (STAD) pada materi IPAS aspek sosial. Latar belakang penelitian ini berangkat dari permasalahan rendahnya partisipasi dan keterlibatan siswa dalam kerja kelompok, di mana aktivitas belajar masih didominasi oleh siswa berkemampuan tinggi sementara siswa lain cenderung pasif. Kondisi tersebut berdampak pada kurang optimalnya interaksi sosial dan keterampilan kolaboratif siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, mencakup tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Data dikumpulkan melalui observasi aktivitas siswa, wawancara dengan guru dan peserta didik, serta dokumentasi hasil kerja kelompok. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam kemampuan kerja sama siswa, dengan skor rata-rata meningkat dari 44,93 pada siklus I menjadi 83,93 pada siklus II. Peningkatan terlihat pada aspek partisipasi aktif, komunikasi, tanggung jawab, kedisiplinan, dan kekompakan kelompok. Selain itu, penerapan model STAD menciptakan suasana belajar yang lebih menyenangkan, menumbuhkan rasa percaya diri, dan mendorong siswa untuk saling menghargai serta membantu teman. Guru juga mengalami peningkatan kemampuan dalam mengelola pembelajaran kolaboratif dan memfasilitasi interaksi positif antar siswa. Hasil ini menunjukkan bahwa penerapan STAD tidak hanya berdampak pada peningkatan sosial siswa, tetapi juga memperkuat profesionalitas guru dalam menerapkan model pembelajaran inovatif di sekolah dasar. Dengan demikian, model pembelajaran kooperatif tipe STAD terbukti efektif dalam membangun interaksi sosial positif, kerjasama, mengembangkan karakter kolaboratif, dan meningkatkan kualitas proses pembelajaran di sekolah dasar.
IMPLEMENTASI PEMBIASAAN KARAKTER DISIPLIN MELALUI ANALISA KONSEP HABITUS DAN ARENA PIERRE BOURDIEU PADA SISWA SEKOLAH DASAR Anjarwati, Dwi; Kusumawati, Dian; Muslim, Rachmat Imam
Jurnal Wawasan Pendidikan Vol 6, No 1 (2026): FEBRUARI 2026
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Persatuan Guru Republik Indonesia Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jwp.v6i1.25887

Abstract

This study aims to analyze the implementation of habituation of discipline character in grade V students of SDN Kalisari through the concept of habitus and arena Pierre Bourdieu. A qualitative approach with phenomenological design is used to delve deeply into the experiences of principals, teachers, and students towards the habituation practices that take place. Data was collected through observation, interviews, and documentation, then analyzed inductively based on the Miles and Huberman steps. The results of the study showed that routinely habitual practices such as morning prayers, Asmaul Husna readings, dhuha and dzuhur prayers, flag ceremonies, gymnastics, and class pickets succeeded in forming an automatic pattern of disciplined behavior. This process occurs through the gradual internalization of values so that the discipline evolves from external obedience to internal awareness. The difference in the level of discipline between students is influenced by variations in initial habitus, especially family support and home environment. Habituation has proven to be more effective than the reward-punishment approach because it is able to instill values, strengthen self-regulation, and reproduce cultural capital through the example of teachers and the structure of school activities. The novelty of this research lies in the use of Pierre Bourdieu's concept of habitus and arena as an analytical framework to explain the process of internalizing the character of discipline through habituation in elementary schools which has been studied more normatively and descriptively.