Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

ANALISIS FAKTOR PENYEBAB RENDAHNYA KEMAMPUAN LITERASI (MEMBACA) SISWA KELAS V SD NEGERI REBAN DI ERA DIGITAL Sriwahyuni, Indah; Wuryani, Meilan Tri; Kusumawati, Dian
Jurnal Gentala Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 1 (2026): Jurnal Gentala Pendidikan Dasar
Publisher : Department of Primary School Teacher Education, Faculty of Teacher Training and Education, Jambi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/gentala.v11i1.53280

Abstract

Reading literacy is a fundamental skill that plays a crucial role in supporting the learning success of elementary school students, particularly in the digital era. Although technological advances facilitate access to information, this does not always translate into increased interest and reading habits. This study examines the internal and external factors contributing to low reading literacy skills in students at Reban Public Elementary School and the relationship between digital media use and reading literacy skills. This study aims to analyze the factors contributing to low reading literacy skills in fifth-grade students at Reban Public Elementary School in the digital era. The study used a descriptive qualitative approach with a case study method. The subjects consisted of 10 fifth-grade students, one homeroom teacher, and parents. Data were collected through interviews, observation, and documentation, then analyzed using the Miles and Huberman model with source triangulation. The results indicate that students' reading skills are technically quite good, but their interest and reading habits are still low, and some students are not fluent in reading and understanding the content. Low reading literacy is influenced by internal factors (physiological conditions, motivation and interest in reading, habits, concentration) and external factors (family, teachers, and community) and reading literacy in the digital era.
KETIMPANGAN KOMPOSISI GENDER DALAM PARTISIPASI AKADEMIK SISWA KELAS V SD Suprikhatin, Okta; Kusumawati, Dian; Primadoni, Ade Bagus
Jurnal Wawasan Pendidikan Vol 6, No 1 (2026): FEBRUARI 2026
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Persatuan Guru Republik Indonesia Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jwp.v6i1.25824

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan perbedaan partisipasi akademik antara siswa laki-laki dan siswa perempuan di kelas V SD Muhammadiyah Limpung yang memiliki komposisi gender tidak seimbang, serta menganalisis persepsi guru dan strategi pedagogis yang digunakan untuk menciptakan pemerataan keterlibatan siswa. Melalui pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui observasi berulang, wawancara mendalam, dan dokumentasi nilai semester yang memberikan gambaran objektif mengenai capaian akademik siswa. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa siswa perempuan menunjukkan dominasi verbal dan inisiatif yang lebih tinggi dalam diskusi, presentasi, dan kerja kelompok, sementara siswa laki-laki lebih pasif meskipun memiliki kemampuan akademik yang setara. Ketimpangan ini dipengaruhi oleh tekanan psikososial sebagai kelompok minoritas, rasa kurang percaya diri, dan norma kelas yang terbentuk berdasarkan gaya interaksi mayoritas perempuan. Guru memandang kondisi tersebut sebagai tantangan yang perlu ditangani, sehingga menerapkan strategi responsif gender seperti pengelompokan heterogen, pembagian peran bergilir, penguatan positif, aturan pemerataan kesempatan berbicara, serta aktivitas pra-diskusi untuk mendukung kesiapan siswa laki-laki. Berbagai intervensi tersebut terbukti mampu meningkatkan keberanian dan partisipasi verbal siswa laki-laki, sekaligus menciptakan proses pembelajaran yang lebih inklusif dan seimbang. Temuan ini menegaskan bahwa ketimpangan partisipasi bukanlah akibat perbedaan kemampuan, melainkan fenomena sosial-pedagogis yang dapat diatasi melalui desain pembelajaran yang sensitif gender dan konsisten.
IMPLEMENTASI MODEL KOOPERATIF TIPE STAD PADA MATERI IPAS ASPEK SOSIAL UNTUK MENINGKATKAN KERJASAMA KELAS IV Risda, Syifaur; Kusumawati, Dian; Primadoni, Ade Bagus
Jurnal Wawasan Pendidikan Vol 6, No 1 (2026): FEBRUARI 2026
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Persatuan Guru Republik Indonesia Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jwp.v6i1.25823

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan kerja sama siswa kelas IV SD Muhammadiyah Kranggan melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Division (STAD) pada materi IPAS aspek sosial. Latar belakang penelitian ini berangkat dari permasalahan rendahnya partisipasi dan keterlibatan siswa dalam kerja kelompok, di mana aktivitas belajar masih didominasi oleh siswa berkemampuan tinggi sementara siswa lain cenderung pasif. Kondisi tersebut berdampak pada kurang optimalnya interaksi sosial dan keterampilan kolaboratif siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, mencakup tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Data dikumpulkan melalui observasi aktivitas siswa, wawancara dengan guru dan peserta didik, serta dokumentasi hasil kerja kelompok. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam kemampuan kerja sama siswa, dengan skor rata-rata meningkat dari 44,93 pada siklus I menjadi 83,93 pada siklus II. Peningkatan terlihat pada aspek partisipasi aktif, komunikasi, tanggung jawab, kedisiplinan, dan kekompakan kelompok. Selain itu, penerapan model STAD menciptakan suasana belajar yang lebih menyenangkan, menumbuhkan rasa percaya diri, dan mendorong siswa untuk saling menghargai serta membantu teman. Guru juga mengalami peningkatan kemampuan dalam mengelola pembelajaran kolaboratif dan memfasilitasi interaksi positif antar siswa. Hasil ini menunjukkan bahwa penerapan STAD tidak hanya berdampak pada peningkatan sosial siswa, tetapi juga memperkuat profesionalitas guru dalam menerapkan model pembelajaran inovatif di sekolah dasar. Dengan demikian, model pembelajaran kooperatif tipe STAD terbukti efektif dalam membangun interaksi sosial positif, kerjasama, mengembangkan karakter kolaboratif, dan meningkatkan kualitas proses pembelajaran di sekolah dasar.
IMPLEMENTASI PEMBIASAAN KARAKTER DISIPLIN MELALUI ANALISA KONSEP HABITUS DAN ARENA PIERRE BOURDIEU PADA SISWA SEKOLAH DASAR Anjarwati, Dwi; Kusumawati, Dian; Muslim, Rachmat Imam
Jurnal Wawasan Pendidikan Vol 6, No 1 (2026): FEBRUARI 2026
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Persatuan Guru Republik Indonesia Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jwp.v6i1.25887

Abstract

This study aims to analyze the implementation of habituation of discipline character in grade V students of SDN Kalisari through the concept of habitus and arena Pierre Bourdieu. A qualitative approach with phenomenological design is used to delve deeply into the experiences of principals, teachers, and students towards the habituation practices that take place. Data was collected through observation, interviews, and documentation, then analyzed inductively based on the Miles and Huberman steps. The results of the study showed that routinely habitual practices such as morning prayers, Asmaul Husna readings, dhuha and dzuhur prayers, flag ceremonies, gymnastics, and class pickets succeeded in forming an automatic pattern of disciplined behavior. This process occurs through the gradual internalization of values so that the discipline evolves from external obedience to internal awareness. The difference in the level of discipline between students is influenced by variations in initial habitus, especially family support and home environment. Habituation has proven to be more effective than the reward-punishment approach because it is able to instill values, strengthen self-regulation, and reproduce cultural capital through the example of teachers and the structure of school activities. The novelty of this research lies in the use of Pierre Bourdieu's concept of habitus and arena as an analytical framework to explain the process of internalizing the character of discipline through habituation in elementary schools which has been studied more normatively and descriptively.