p-Index From 2021 - 2026
7.682
P-Index
This Author published in this journals
All Journal PIPS Jurnal Antropologi: Isu-Isu Sosial budaya Jurnal Counsellia AGASTYA: JURNAL SEJARAH DAN PEMBELAJARANNYA Jurnal Pendidikan Media Penelitian Pendidikan : Jurnal Penelitian dalam Bidang Pendidikan dan Pengajaran AL ISHLAH Jurnal Pendidikan Gondang: Jurnal Seni dan Budaya Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Jurnal Psikologi Al-Madrasah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah Citizenship Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan Gulawentah:Jurnal Studi Sosial Jurnal Pendidikan Al-Mada: Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya Budapest International Research and Critics Institute-Journal (BIRCI-Journal): Humanities and Social Sciences Jurnal Paradigma ASANKA: Journal of Social Science And Education Jurnal Abdimas Ilmiah Citra Bakti (JAICB) Jurnal Kependidikan: Jurnal Hasil Penelitian dan Kajian Kepustakaan di Bidang Pendidikan, Pengajaran dan Pembelajaran Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI) SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Jurnal PkM (Pengabdian kepada Masyarakat) InEJ: Indonesian Engagement Journal Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Proceeding International Seminar of Islamic Studies PTK: Jurnal Tindakan Kelas Cakrawala: Jurnal Pendidikan Wewarah: Jurnal Pendidikan Multidisipliner Journal of Scientech Research and Development Communio: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Jurnal Pendidikan Indonesia (Japendi) Abdimas Mandalika Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Society Prosiding Konferensi Ilmiah Dasar Jurnal Abdimas Ilmiah Citra Bakti
Claim Missing Document
Check
Articles

Kehidupan Sosial-Ekonomi Masyarakat Samin Kabupaten Bojonegoro dan Potensinya Sebagai Sumber Belajar Sejarah Lokal Marga Bayu Kurniawan; Novi Triana Habsari; Muhammad Hanif
AGASTYA: JURNAL SEJARAH DAN PEMBELAJARANNYA Vol 10, No 2 (2020)
Publisher : UNIVERITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/ajsp.v10i2.6809

Abstract

Kebudayaan masyarakat Samin tidak mengajarkan anak cucu mereka untuk bekerja di luar dari desa, karena takut melupakan kultur budayanya. Suasana kehidupan ini berpengaruh terhadap kehidupan sosial ekonomi masyarakat Samin. Penelitian bertujuan menungkap kehidupan sosial ekonomi masyarakat Samin Kabupaten Bojonegoro. Metode penelitian menggunakan  kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dengan wawancara, observasi dan dokumentasi dengan analisis interaktif. Hasil penelitian menunjukkan  interaksi sosial masyarakat di Desa Meduri masih terjaga seperti gotong royong dan kekeluargaan hingga saat ini. Akses jalan masih berbatu dan tempat tinggal di dalam hutan semakin terisolasi. Sehingga terpengaruh pada ekonomi yang berdampak pada anak-anak yang belum menempuh pendidikan. Kehidupan ekonomi pengrajin dan pencari bonggkahan bonggol jati berada di lapiasan bawah karena upah yang diterima tidak terlalu besar dan menentu. Kehidupan sosial ekonomi masyarakat Samin ini berpotensi sebagai sumber pembelajaran sejarah lokal. Berdasarkan kurikulum 2013 edisi revisi pada kelas X mata pelajaran sejarah, terdapat KD 3.6 Menganalisis perkembangan kehidupan masyarakat, pemerintahan, dan budaya pada masa kerajaan-kerajaan Hindu dan Buddha di Indonesia serta menunjukkan contoh bukti-bukti yang masih berlaku pada kehidupan masyarakat Indonesia masa kini yang sesuai dengan penelitian ini. Dengan mempelajari kehidupan sosial ekonomi masayarakat Samin secara langsung, mahasiswa dapat menambah wawasan kebangsaan tentang tradisi masa lampau yang tetap dilestarikan sebagai pemersatu bangsa.
Dongeng/Cerita Dalam Perspektif Pendidikan Muhammad Hanif
Jurnal Pendidikan Vol 16, No 1 (2010)
Publisher : Jurnal Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (76.279 KB)

Abstract

Folktales which had become favourable choice for children to enjoy mainly before sleep are now undergoing degradation, even they become strange things and of ignorance for them. They do not need them anymore in the replacement of play stations, VCD players, and the likes. Inspite of children’s ignorance against folktales, they fully contain moral values which are needed for our next generation to manage themselves better in leading the world. For this reason, folktales educationally need to be transformed and nurtured to children. In line with the progress of information technology, folktales can be packed in such a way to attract youngsters still in regard to the essence of their moral contents. The package of folktales can be in the forms of novels, comic-strips, film-strips, pictures, or electronic cinema which in turn can be served for children through educational centres, suveniers, students’ stationaries. The role of the government is not to mention important in support of the implementation of them to children through its budget or legal hands to in-built curriculum.
PENGEMBANGAN MEDIA TIGA DIMENSI UNTUK MENINGKATKAN LIFE SKILLS MAHASISWA PENDIDIKAN SEJARAH IKIP PGRI MADIUN Muhammad Hanif
Jurnal Pendidikan Vol 14, No 1 (2008)
Publisher : Jurnal Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

One out of some objectives  of carrying  out the scholarship  of the History Study  Program  of IKIP   PGRI Madiun  is to enhance:  (1) teachers  who have sufficient  competence   in their teaching  skill, (2) teachers  who are sensitive  towards  the progress  of the history and all social process within the society, 3) teachers  who are flexible  against the development   of history  of Indonesia    by  having  the historical awareness  as front-liners  of educational   conducts.  The competence copes  with competence   and qualification   at the cognitive,  affective and psychomotor  domains.  Such a competence   leads the learners  to life-skill    that   students  should   cope   with.  Among   some   ways developing  the lecturers competence  at the three domains  mentioned above  in generating   the, students   life-skill,   it  is  suggestible   that lecturers develop  teaching  method. Three-dimension   teaching  media is one  method  that  is presumptively   able  to develop  the lecturers' competence  in generating  the students'  life-skill. This research serves an analysis on the significance  of the use of three-dimension  teaching media  on  the  students’ life skill.  This  research,   then,  proposes objectives  as to identify the significance  of three-dimension   teaching media towards  the students'  life-skill.The research  method  applied  in this research  is Research  and Development  coping with three stages, i.e.: (1) exploration  under qualitative  descriptive  method, (2) development  under single one shot case study, (3) experimentation   method. The subjects of the study are all of the students of the History Study Program of IKIP PGRI Madiun.The research lasts in drawing conclusion  that the development of three-dimension   teaching  media can analytically  improve life skill of the students of History Study Program of IKIP PGRI Madiun. Then the hypothetic model as shown in figure 1 is attested already as it is shown in figure 2 and 3 under attested consistence and validity in generating the life-skill of the students of History Program of IKIP PGRI Madiun.
Peningkatan Prestasi Belajar IPS Melalui Model Pembelajaran STAD Berbantuan Media Kartu Bergambar pada Siswa Kelas IV Sekolah Dasar Rina Rusita; Muhammad Hanif; Sudarmiani Sudarmiani
Media Penelitian Pendidikan : Jurnal Penelitian dalam Bidang Pendidikan dan Pengajaran Vol 14, No 2 (2020)
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/mpp.v14i2.6227

Abstract

This study aims to improve students’ social sciences learning achievement for fourth-grade students at the state elementary school of Campursari, Sambit, Ponorogo regency in the academic year 2019/2020. The subject lesson on students’ tasks through the STAD learning model (student teams-achievement divisions) assisted by pictorial card media. The research design was used as a qualitative-quantitative method or mixed-method. This type of research commonly called classroom action research which consisted of three cycles. The research subjects were 20 students from fourth-grade students. The instruments were used conducting observation, tests, and documentation techniques. To collect the data, I used observation sheets of STAD model learning implementation, student activity observation sheets, group activity widths, and post-test questions. The results showed that the use of the STAD learning model assisted by the pictorial card media definitely can improve the students’ social sciences learning achievement of fourth-grade students. This enhancement is witnessed by the increasing of the average score of pre-cycle learning achievement from 60 increased to 73.50 in the first cycle, then increased 85.25 in the second cycle, finally increased up to 88.75 in the third cycle. The percentage of pre-cycle learning achievement from 40% increased to 75% in the first cycle, then increased to 85.25% in the second cycle, finally increased again until 100% in the third cycle. The writer states that the application of the STAD learning model assisted by the pictorial card media absolutely can improve the students’ social sciences learning achievement.
PENINGKATAN KETERAMPILAN BERCERITA JURU PELIHARA SITUS SEJARAH MADIUN MELALUI METODE BERCERITA BERPASANGAN Muhammad Hanif; Nur Samsiyah; Endang Sri Maruti
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 4, No 1 (2020): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (357.69 KB) | DOI: 10.31764/jpmb.v4i1.2772

Abstract

ABSTRAKSitus sejarah banyak mengandung cerita dan peninggalan sejarah, untuk itu situs dan peninggalan sejarah perlu dipelihara dan dilestarikan. Pemeliharaan dan pelestarian situs dan peninggalan sejarah perlu partisipasi banyak pihak, salah satunya yaitu dengan melibatkan para juru pelihara atau juru kunci. Pada umumnya juru pelihara maupun juru kunci memiliki dedikasi yang luar biasa dalam menjaga, merawat, dan memilihara situsnya. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan keterampilan para juru pelihara situs dalam bercerita tentang situs sejarah yang dipeliharanya melalui metode bercerita berpasangan. Kegiatan pelatihan diikuti oleh 11 juru kunci dari 11 situs sejarah di Madiun. Kegiatan pelatihan bercerita sejarah bagi para juru pelihara, meliputi (1) sosialisasi program, (2) pengayaan situs peninggalan sejarah Madiun, (3) pendalaman teknik bercerita secara ilmiah dan menarik, (4) pembagian kelompok selanjutnya pengkajian situs sejarah, (5) pertukaran informasi dengan saling berpasangan, (6) penceritaan kembali informasi yang diperoleh dari pasangannya di depan seluruh juru pelihara situs. Hasil pelatihan menunjukkan bahwa ada peningkatan keterampilan berkomunikasi terutama dalam hal kemampuan bercerita sejarah para juru pelihara situs, cerita sejarah menjadi tidak membosankan, dan cerita menarik untuk disimak. Peningkatan keterampilan itu juga berdampak pada peningkatan jumlah pengunjung situs. Kata kunci: situs sejarah; juru pelihara; keterampilan bercerita sejarah; metode cerita berpasangan. ABSTRACTHistorical sites contain a lot of stories and historical relics, for that sites and historical relics need to be preserved and preserved. The maintenance and preservation of sites and historical relics requires the participation of many parties, one of which is by involving caretakers or caretakers. In general, caretakers and caretakers have extraordinary dedication in maintaining, maintaining and maintaining the site. The purpose of this activity is to improve the skills of site maintainers in telling stories about historical sites that they maintain through the pair storytelling method. The training activity was attended by 11 caretakers from 11 historical sites in Madiun. Historical storytelling training activities for carers, including (1) socialization of the program, (2) enrichment of Madiun's historical heritage sites, (3) deepening of scientific and interesting storytelling techniques, (4) group division and further study of historical sites, (5) exchange information in pairs, (6) retelling of information obtained from their partners in front of all site maintainers. The results of the training show that there is an increase in communication skills, especially in the ability to tell the history of the site maintainers, historical stories are not boring, and interesting stories to listen to. Increasing those skills also has an impact on increasing the number of site visitors. Keywords: historical sites; caretakers; historical storytelling skills; the pair story method.
Peningkatan Kemampuan Beternak Melalui “Akon-Akon Kambing” Bagi Warga Retradasi Mental Muhammad Hanif; Raras Setyo Retno; Andista Candra Yusro
Jurnal PkM Pengabdian kepada Masyarakat Vol 3, No 3 (2020): Jurnal PkM: Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/jurnalpkm.v3i3.6262

Abstract

Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan warga retardasi mental Dusun Sidowayah, Sidoharjo, Jambon, Ponorogo, Jawa Timur dalam beternak kambing. Program ini dilaksanakan mulai bulan April-November 2019. Sedangkan metodenya menggunakan akon-akon kambing. Metode ini merupakan teknik pemeliharaan kambing milik orang lain dan dianggapnya miliknya sendiri, bagi hasil dan pengelolaan bergulir. Hasilnya  pelaksanaan kegiatan akon-akon ini, warga retardasi mental termotivasi dan keterampilannya beternak menjadi meningkat. Peningkatannya ditunjukan memberi perlakuan awal pada kambing peliharaannya sebesar 29,55%, memberi perlakuan harian 11,93%, memberi perlakuan musiman 20,5%, dan memberi perlakuan akhir 22,5%. Investasi program ini dalam 151 hari telah kembali modal dan mendapatkan keuntungan dalam bentuk anak kambing dan uang dari penjualan.
NILAI-NILAI BELA NEGARA DALAM KELUARGA PERSILATAN KI AGENG PANDAS ALAS Muhammad Hanif; Nurhadji Nugraha; Parji Parji
Citizenship Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (218.823 KB) | DOI: 10.25273/citizenship.v8i1.6507

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan menjelaskan nilai-nilai bela negara yang terkandung dalam Keluarga Persilatan Ki Ageng Pandan Alas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif etnografis. Dilaksanakan di Madiun mulai bulan Januari-April 2020. Sumber data yang digunakan bersifat primer dan skunder. Teknik pengambilan datanya dengan wawancara, observasi, dan pecatatan dokumen. Sedangkan validitas datanya menggunakan teknik triangulasi sumber dan analisis datanya menggunakan teknik Coding Model Strauss dan Corbin. Hasil penelitian menggambarkan bahwa falsafah dan perwujudannya dalam lambang, tembang, program kerja dan implementasinya mengandung nilai-nilai bela negara, diantaranya; (1) mencintai, menjaga dan melestarikan lingkungan, (2) menjaga nama baik bangsa dan negara, (3) disiplin dan bertanggung jawab, (4) menghargai dan menghormati keanekaragaman SARA, (5) rukun dan berjiwa gotong royong, (6) menjalankan hak dan kewajiban sesuai peraturan perundangan yang berlaku, (7) meyakini Pancasila dan menjadikannya sebagai asas, dan tujuan, (8) rela berkurban untuk bangsa dan negara, (9) memiliki kemampuan awal bela negara, dan (10) semangat dan bekerja keras untuk meningkatkan kesejahteraan diri, keluarga, dan masyarakat.
PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM MEMBERDAYAKAN WARGA RETARDASI MENTAL DENGAN MODEL ASANTI EMOTAN (STUDI KASUS DI SIDOHARJO JAMBON PONOROGO) Muhammad Hanif
Gulawentah:Jurnal Studi Sosial Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (151.189 KB) | DOI: 10.25273/gulawentah.v1i1.26

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah menganalisis tingkat, bentuk, dan faktor yang mempengaruhi partisipasi masyarakat dalam pelaksanaan Model Asanti Emotan. Metode penelitian menggunakan kuantitatif deskriptif. Subjek penelitiannya adalah warga masyarakat normal di lingkungan sekitar warga retardasi mental yang diberi perlakuan dan sampelnya ditentukan secara proposional random. Teknik penggumpulan data menggunakan kuesioner dan dokumentasi. Analisis data menggunakan statistik deskriptif. Hasil penelitian menggambarkan bahwa partisipasi masyarakat dalam pelaksanaan Model Asanti Emotan dalam kategori cukup aktif. Bentuk partisipasi masyarakat berupa bantuan tenaga (96,8%), harta benda (15%), pikiran (9%), dan uang (5%). Faktor-faktor yang mempengaruhi partisipasi masyarakat dimulai dari rangking tertinggi yaitu membudayanya adat gotong-royong, keyakinan warga retardasi mental sebagai ujian, perilaku tokoh masyarakat, pengetahuan tentang retardasi mental, mata pencaharian hidup, dan jenis kelamin
Kesenian Teledek Dalam Upacara Minta Hujan di Lembeyan Magetan (Kajian Nilai Budaya dan Potensinya Sebagai Sumber Belajar Sejarah) Nungky Iwana; Muhammad Hanif
Gulawentah:Jurnal Studi Sosial Vol 4, No 1 (2019)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (463.094 KB) | DOI: 10.25273/gulawentah.v4i1.5032

Abstract

Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan eksistensi dan latar belakang Kesenian Taledek dalam Upacara Minta Hujan di Lembeyan Magetan dan potensinya sebagai sumber belajara sejarah. Lokasi penelitian di Desa Lembeyan Wetan Kecamatan Lembeyan Kabupaten Magetan.Penelitian ini merupakan jenis deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik keabsahan data adalah trianggulasi sumber, dan analisis data menggunakan model interaktif. Kesenian Taledek merupakan seni hiburan tradisional yang dipentaskan oleh sinden (waranggana) dengan iringan alat musik jawa seperti kendang, gong, kempul, saron, centi, dan gamelan. Dalam kesenian taledek terdapat beksan (orang yang menari bersama sinden) dan memberikan  saweran kepada sinden yang dimasukkan dalam wadah (baskom). Masyarakat Lembeyan Wetan Magetan saat ini masih melaksanakan upacara minta hujan pada bulan Sura dan hari Jumat legi. Masyarakat percaya akan ada hal buruk jika tidak melaksanakan upacara tersebut dan akan ada bencana di desa, aliran sungai menjadi tidak lancar, dan hasil panen berkurang. Biasanya taledek dimainkan di rumah pamong desa seperti kamituwo. Nilai budaya dalam Kesenian Taledek adalah nilai rekreatif atau hiburan, nilai religius, dan nilai sosial budaya. Upacara adat minta hujan mempunyai potensi sebagai sumber belajar sejarah yakni sebagai materi tambahan dalam pembelajaran mata pelajaran sejarah Indonesia Zaman Hindhu-Buddha.Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan eksistensi dan latar belakang Kesenian Taledek dalam Upacara Minta Hujan di Lembeyan Magetan dan potensinya sebagai sumber belajara sejarah. Lokasi penelitian di Desa Lembeyan Wetan Kecamatan Lembeyan Kabupaten Magetan.Penelitian ini merupakan jenis deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik keabsahan data adalah trianggulasi sumber, dan analisis data menggunakan model interaktif. Kesenian Taledek merupakan seni hiburan tradisional yang dipentaskan oleh sinden (waranggana) dengan iringan alat musik jawa seperti kendang, gong, kempul, saron, centi, dan gamelan. Dalam kesenian taledek terdapat beksan (orang yang menari bersama sinden) dan memberikan  saweran kepada sinden yang dimasukkan dalam wadah (baskom). Masyarakat Lembeyan Wetan Magetan saat ini masih melaksanakan upacara minta hujan pada bulan Sura dan hari Jumat legi. Masyarakat percaya akan ada hal buruk jika tidak melaksanakan upacara tersebut dan akan ada bencana di desa, aliran sungai menjadi tidak lancar, dan hasil panen berkurang. Biasanya taledek dimainkan di rumah pamong desa seperti kamituwo. Nilai budaya dalam Kesenian Taledek adalah nilai rekreatif atau hiburan, nilai religius, dan nilai sosial budaya. Upacara adat minta hujan mempunyai potensi sebagai sumber belajar sejarah yakni sebagai materi tambahan dalam pembelajaran mata pelajaran sejarah Indonesia Zaman Hindhu-Buddha.
MAKNA SIMBOLIK TARI PENTUL MELIKAN DI TEMPURAN PARON NGAWI Harmin Etikasari Karimah; Muhammad Hanif
Gulawentah:Jurnal Studi Sosial Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (504.822 KB) | DOI: 10.25273/gulawentah.v2i1.1360

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan makna simbolik Tari Pentul Melikan di Tempuran Paron Ngawi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Sumber data yang digunakan berupa sumber data primer dan sekunder. Teknik pengumpulan datanya  menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Validasi data menggunakan triangulasi sumber, dan dianalisis dengan kualitatif model interaktif. Hasil penelitian menggambarkan bahwa Tari Pentul Melikan memiliki makna yang dalam. Hal tersebut terlihat dari gerakannya yaitu: (1) gerakan rangkaian tangan maknanya manusia harus saling membantu satu sama lain, (2)  jari mengembang ke hidung maknya setiap perbuatan manusia  harus tetap sesuai dengan ajaran dari Tuhan, (3) gerak tangan yang menengadah ke atas sambil mengucapkan kata “ maju bung” maknanya ajakan untuk semua agar tetap bersemangat untuk maju, (4) gerak tangan siku- siku kemudian serong ke kiri sambil mengucapkan kata “selalu” maknanya kejadian di dunia ini selalu berubah, (5) gerakan jari telunjuk mengacung maknanya Tuhan itu satu, bumi itu satu dan terus berputar, (6)  jari jempol mengacung sambil mengucapkan “sudah jadi“ maknanya manusia harus dapat mengendalikan diri sendiri dari hawa nafsu, (7) gerakan tangan  terbuka ke atas sambil mengucapkan kata “aku suka” maknanya kegembiraan seseorang karena telah berhasil mencapai sesuatu yang telah menjadi tujuan. 
Co-Authors Afifah, Dian Ratnaningtyas Afifatimah, Oktafirdayanti Ahmad Amarudin Anik Puji Rahayuningsih Anis Nuryani Anita Setyowati Anjar Mukti Wibowo Anjassari, Risma Vitrinovita Bambang Eko Hari Cahyono Dahlia Novarianing Asri, Dahlia Novarianing Dhimas Ardian Priambodo Dhinar Ayu Maharani Dwi Rohman Soleh Endang Kusumawati Endang Sri Maruti Erry Yulia Susanto Ferrian Bima Cahyono Putro Fida Chasanatun Hafid Didik Nasruri Hamam Saeroji Harmin Etikasari Karimah Haryaningtyas, Haryaningtyas Hemy Kiswinarso Hermawan Purwo Sasmito Ibadullah Malawi Indah Lestari Intan C, Tiara Intania Rahma Dewanti Isti Nur Afifa Jeffry Handhika Lufiyanti, Leni Luky Purwaningsari Lutfi Fransiska Risdianawati Lutfi Fransiska Risdianawati, Lutfi Malawi, Ibadulah Marga Bayu Kurniawan Marheny Lukitasari Miftahul Mujib Moh. Ayat Efendi Moh. Khoironi Muhammad Rifai Muhammad Rifai Munif Wajdi Muryanto Muryanto Nanda Cahyo Setiaji Novi Triana Habsari Nungky Iwana Nur Huda Nur Samsiyah, Nur Nurhadji Nugraha Nurhadji Nugraha, Nurhadji Nurul Hidayati nurul khotimah Parji Parji Parji Patih Rinto Abadi Patih Rinto Abadi, Patih Prasetyowati, Etik Pribadi, Dwi Bambang Tulus Putri Kartika Sari R Rukun Raras Setyo Retno Retno Diah Kusuma Ningrum Rifa’i, Muhammad Rina Rusita Riyanto, Aris Joko Salsabila Khoirun Nisa Sapuntoro, Yunarmono Hantang Serviana Mintartik Setiono, Moch Agus Shabrina Sabila El Haq Siti Samsiyah Sri Budyartati Sri Wahyuni Sudarmiani Sudarmiani Sudarmiani Sudarmiani Sudarmiani Sudarmiani Sudarmiani Sudarmiani, Sudarmiani Supri Wahyudi Utomo Suwarni Suwarni Suwarni Suwarni Suyatni, Anik Utamaji V Teguh Suharto Wahyu Kusuma Wahyu W, Endah Warsini Wasilatul Murtafiah Winda Seyra Martina Ayu Yeti Ika Nur Hayati Yudi Hartono Yusro, Andista Candra Zulianti Zulianti