p-Index From 2021 - 2026
7.682
P-Index
This Author published in this journals
All Journal PIPS Jurnal Antropologi: Isu-Isu Sosial budaya Jurnal Counsellia AGASTYA: JURNAL SEJARAH DAN PEMBELAJARANNYA Jurnal Pendidikan Media Penelitian Pendidikan : Jurnal Penelitian dalam Bidang Pendidikan dan Pengajaran AL ISHLAH Jurnal Pendidikan Gondang: Jurnal Seni dan Budaya Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Jurnal Psikologi Al-Madrasah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah Citizenship Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan Gulawentah:Jurnal Studi Sosial Jurnal Pendidikan Al-Mada: Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya Budapest International Research and Critics Institute-Journal (BIRCI-Journal): Humanities and Social Sciences Jurnal Paradigma ASANKA: Journal of Social Science And Education Jurnal Abdimas Ilmiah Citra Bakti (JAICB) Jurnal Kependidikan: Jurnal Hasil Penelitian dan Kajian Kepustakaan di Bidang Pendidikan, Pengajaran dan Pembelajaran Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI) SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Jurnal PkM (Pengabdian kepada Masyarakat) InEJ: Indonesian Engagement Journal Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Proceeding International Seminar of Islamic Studies PTK: Jurnal Tindakan Kelas Cakrawala: Jurnal Pendidikan Wewarah: Jurnal Pendidikan Multidisipliner Journal of Scientech Research and Development Communio: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Jurnal Pendidikan Indonesia (Japendi) Abdimas Mandalika Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Society Prosiding Konferensi Ilmiah Dasar Jurnal Abdimas Ilmiah Citra Bakti
Claim Missing Document
Check
Articles

SIMBOLISME GREBEG SURO DI KABUPATEN PONOROGO Muhammad Hanif; Zulianti Zulianti
AGASTYA: JURNAL SEJARAH DAN PEMBELAJARANNYA Vol 2, No 1 (2012)
Publisher : UNIVERITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (319.029 KB) | DOI: 10.25273/ajsp.v2i1.766

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran yang lebih memadai tentang nilai-nilai simbolik dalam tradisi Grebeg Suro. Penelitian ini dilakukan di Ponorogo selama enam bulan. Data diperoleh dari sumber primer, sumber sekunder dan dokumen. Teknik pengambilan data dengan observasi, wawancara dan pencatatan dokumen. Analisis datanya menggunakan analisis kualitatif model interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prosesi Grebeg Suro Ponorogo mengandung nilai-nilai simbolik religius dan budaya. Nilai-nilai religius berupa ungkapan rasa syukur dengan melakukan tirakatan (banyak berdzikir dan beramal soleh) dan kenduri (selamatan berbagi rezeki), serta menjalin silaturahmi antarwarga. Selain nuansa religi, nuansa budaya juga mewarnai pembukaan Grebeg, yaitu dengan diadakannya Tari Reyog massal yang diadakan di Alun-alun Ponorogo, kirab pusaka, pemilihan duta wisata, kakang senduk, acara Larung Risalah dan doa. Setiap perlengkapan prosesi mengandung makna simbolik untuk menyampaikan pesan-pesan kebudayaan melalui media seni.
Pengaruh Penggunaan Media Blog Terhadap Prestasi Belajar IPS-Sejarah Siswa Kelas VIII SMPN 1 Sukomoro Kabupaten Magetan Patih Rinto Abadi; Muhammad Hanif
AGASTYA: JURNAL SEJARAH DAN PEMBELAJARANNYA Vol 5, No 02 (2015)
Publisher : UNIVERITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1077.805 KB) | DOI: 10.25273/ajsp.v5i02.887

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh penggunaan media Blog terhadap prestasi belajar IPS-Sejarah siswa kelas VIII SMPN 1 Sukomoro Kabupaten Magetan. Baik pada kelompok eksperimen yang melaksanakan pembelajaran dengan diberi perlakuan maupun pada kelompok kontrol yang tidak diberi perlakuan.Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Desain penelitian menggunakan desain pos tes kelompok kontrol atau post-test only control group design. Penentuan sampel di dalam penelitian ini menggunakan sampel acak atau random sampling yaitu siswa kelas VIII B dan siswa kelas VIII C yang jumlahnya 40 siswa mendapatkan hak sama untuk dijadikan sampel. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah tes prestasi dan dokumentasi. Validitas soal mengunakan korelasi product moment serta reliabilitas menggunakan  rumus K-R  20. Dalam menganalisis data digunakan metode statistik dengan rumus t-test Separated Varians. Hasil post test didapatkan nilai prestasi belajar IPS-Sejarah siswa kelas VIII SMPN 1 Sukomoro dengan hasil nilai rata-rata kelas eksperimen sebesar 82,5 dan hasil nilai rata-rata kelas kontrol sebesar 74,5. Melalui analisis uji t (t-test) diperoleh nilai ttabel = 1,68595.  Jadi thitung = 2,930 > ttabel = 1,68595 dengan α = 5% sehingga dapat dinyatakan bahwa ada pengaruh yang signifikan penggunaan media Blog terhadap prestasi belajar IPS-Sejarah Siswa Kelas VIII SMPN 1 Sukomoro Kabupaten Magetan.
Pemanfaatan fungsi Museum Mahameru sebagai sumber pembelajaran sejarah lokal di SMA Cepu Serviana Mintartik; Muhammad Hanif; Novi Triana Habsari
AGASTYA: JURNAL SEJARAH DAN PEMBELAJARANNYA Vol 12, No 1 (2022)
Publisher : UNIVERITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/ajsp.v12i1.11957

Abstract

Pendidikan memiliki peran terpenting dalam memajukan cita-cita bangsa, karena tujuan pendidikan adalah mencerdaskan kehidupan bangsa. Demikian pula halnya dengan pendidikan sejarah, terutama pengajaran sejarah diperlukan dalam proses pembelajaran. Namun hingga saat ini masih ditemukan permasalahan yang muncul dalam pembelajaran sejarah. Salah satunya adalah kurangnya minat siswa dalam mempelajari sejarah lokal. Padahal sejarah lokal penting untuk dipelajari. Untuk menarik minat siswa dalam mempelajari sejarah lokal dapat memanfaatkan peninggalan benda sejarah sebagai sumber pembelajarannya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pemanfaatan museum Mahameru di kabupaten Blora yang nantinya akan digunakan sebagai sumber pembelajaran sejarah di SMA. Metode penelitian adalaha desktiptif kualitatif, dengan pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data terdiri atas reduksi, sajian data dan penarikan simpulan. Validitas data dengan triangulasi sumber. Hasil dari penelitian ini adalah sekolah-sekolah di Kabupaten Blora sebagian sudah memanfaatkan peninggalan benda-benda bersejarah di  museum Mahameru sebagai pendukung sumber pembelajaran sejarah lokal di SMA Cepu kabupaten Blora.
Upacara Mendhak Ki Buyut Terik (Studi Nilai Budaya Dan Potensinya Sebagai Sumber Pembelajaran Sejarah) Yeti Ika Nur Hayati; Muhammad Hanif
AGASTYA: JURNAL SEJARAH DAN PEMBELAJARANNYA Vol 9, No 1 (2019)
Publisher : UNIVERITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (757.827 KB) | DOI: 10.25273/ajsp.v9i1.3638

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan upacara mendhak Ki Buyut Terik di Desa Tlemang Kecamatan Ngimbang Kabupaten Lamongan studi nilai budaya dan potensinya sebagai sumber pembelajaran sejarah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menggunakan sumber data primer dan skunder. Informan ditentukan dengan mengunakan teknik Snowball sampling. Pengumpulan data mengunakan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Sedangkan analisis datanya dengan teknik Coding Model Strauss dan Corbin. Hasil penelitian menggambarkan bahwa upacara mendhak Ki Buyut Terik merupakan upacara tradisional yang diselenggarakan disetiap tahunya pada tangal 24-27 Jumadil Awal di dalam pelaksanaanya terdapat 4 rangkaian kegiatan yang harus dilakukan yaitu: upacara duduk sendang, upacara bersih cungkup, pagelaran wayangan dan sanggringan. Nilai budaya yang terkandung dalam upacara mendhak Ki Buyut Terik adalah nilai gotong royong, nilai kerohanian, nilai spiritual, nilai moral, nilai keadilan, dan nilai kesejahteraan. Upacara mendhak Ki Buyut Terik ini memiliki nilai budaya yang berpotensi sebagai sumber belajar sejarah mengenai zaman Islam dalam aspek budaya dalam masyarakat sekarang terutama dalam penegakkan nilai-nilai kemasyarakatan, kelestarian budaya dan nilai-nilai Islami.
Kehidupan Sosial Ekonomi Juru Pelihara Situs Cagar Budaya Di Madiun Tahun 2013 Hermawan Purwo Sasmito; Muhammad Hanif
AGASTYA: JURNAL SEJARAH DAN PEMBELAJARANNYA Vol 4, No 02 (2014)
Publisher : UNIVERITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (719.693 KB) | DOI: 10.25273/ajsp.v4i02.827

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui kehidupan sosial ekonomi yang dialami juru pelihara situs cagar budaya tahun 2013. Selain itu sejarah keberadaan juru pelihara di madiun. Juru pelihara kebanyakan berasal dari juru kunci benda cagar budaya setempat. Adapun juru pelihara terbagi menjadi juru pelihara BPCB Trowulan, Provinsi dan juru pelihara sukarela. Pada tahun 2013 kehidupan sosial juru pelihara sudah mengalami peningkatan namun juga ada sebagian dari juru pelihara masih memerlukan perhatian. Perkembangan yang terjadi saat ini juru pelihara telah mampu meningkatkan kehidupan ekonomi mereka melalui pekerjaan mandiri. Disamping itu ada juga juru pelihara yang sudah mampu mengembangkan potensi wilayahnya. Ini merupakan salah satu wujud dari kehidupan sosial yang dapat meningkatkan tperekonomian masyarakat sekitar. Selain itu contoh lain yaitu dengan diadakannya kegiatan tradisi upacara adat di sekitar benda cagar budaya yang dibantu pemerintah daerah telah mampu memberikan pengaruh dalam sendi ekonomi. Untuk pihak pemerintah khususnya pemerintah daerah setempat memang belum memberikan anggaran khusus terhadap benda cagar budaya dan juru pelihara. Namun tetap memberikan perlindungan dan pengawasan terhadap keberadaan mereka. Selain itu juga tetap memberikan bingkisan sebagai rasa terima kasih kepada juru pelihara. Kemudian dari pihak BPCB Trowulan dan pemerintah provinsi telah memberikan perhatian yang banyak kepada keberadaan juru pelihara sebagai bagian dari satuan kerja dalam bidang kebudayaan. Ini dibuktikan dengan di berikannya tunjangan secara berkala dan penyediaan kebutuhan untuk pemeliharaan benda cagar budaya
Peran Serta Perempuan Dalam Penyelenggaraan Pemerintahan Desa Banjarsari Kecamatan/Kabupaten Madiun Muhammad Hanif
AGASTYA: JURNAL SEJARAH DAN PEMBELAJARANNYA Vol 3, No 01 (2013)
Publisher : UNIVERITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (725.349 KB) | DOI: 10.25273/ajsp.v3i01.903

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran tentang peran serta perempuan dalam penyelenggaraan pemerintahan Desa  Banjarsari Kecamatan/ Kabupaten Madiun.Penelitian dilakukan selama enam bulan di Desa Banjarsari Kecamatan/ Kabupaten Madiun Provinsi Jawa Timur. Sumber datanya berupa primer dan skunder. Penentuan informannya dengan purposive sampling dan pengambilan datanya menggunakan wawancara, observasi, dan pencatatan dokumen. Data yang diperoleh dianalisa dengan analisis kualititatif model interaktif. Dari penelitian yang dilakukan diperoleh gambaran, bahwa pemerintahan desa Banjarsari memberi peluang bagi perempuan untuk dapat terlibat secara langsung namun belum banyak dimanfaatkan. Hanya 84 orang yang berperan secara aktif dalam lembaga pemerintahan desa dan 10 orang yang menjadi pengurus partai politik dari jumlah perempuan 1.538 orang. Hal tersebut dikarenakan belum adanya kesadaran kritis atas hak-haknya untuk mengaktualisasikan dirinya. Selain itu masih banyak perempuan yang beranggapan, bahwa urusan perempuan adalah soal rumah-tangga dan hanya peran skunder. Politik adalah urusan laki-laki, politik itu kotor, politik itu keras sehingga perempuan tidak perlu ambil bagian. Pandangan ini dipengaruhi oleh faktor budaya patriarkhi, beban kerja yang lebih besar dibandingkan dengan laki-laki, dan tingkat ekonominya. Walaupun sebagian kecil kaum perempuan yang berada dalam lembaga pemerintahan desa namun mereka dapat memainkan peran yang tidak kalah pentingnya bila dibandingkan dengan kaum laki-laki.
Studi Sosio Religi Wisata Alas Ketonggo Desa Babadan Kecamatan Paron Kabupaten Ngawi Anis Nuryani; Muhammad Hanif
AGASTYA: JURNAL SEJARAH DAN PEMBELAJARANNYA Vol 3, No 02 (2013)
Publisher : UNIVERITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (608.187 KB) | DOI: 10.25273/ajsp.v3i02.1464

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak wisata terhadap kehidupan sosio religi masyarakat Desa Babadan. Penelitian ini diadakan di Desa Babadan Kecamatan Paron Kabupaten Ngawi. Tepatnya objek penelitian ini berada di Dusun Nanggalan Rt. 10 Rw.02 di area perhutani RKPH Kuncen Babadan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Jenis penelitian yang digunakan yaitu jenis penelitian studi kasus. Teknik pengambilan data yaitu wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik pengumpulan sampel dengan purposive sampling. Sumber data yang dipakai yakni sumber data primer dan sumber data sekunder. Teknik keabsahan data yang digunakan untuk menguji kebenaran data yaitu trianggulasi sumber. Analisis data yang digunakan adalah analisis data model interaktif Miles dan Huberman. Hasil  penelitian menunjukkan bahwa kunjungan wisata ke Alas Ketonggo merupakan tradisi turun temuru dan sudah berakar kuat di kalangan masyarakat Jawa. Meskipun muncul kritik yang mencurigai praktek semacam itu dapat menodai tauhid ajaran agama, tetapi dalam faktanya kegiatan mengunjungi wisata religi tidak pernah pudar sama sekali bahkan cenderung makin ramai terutama setelah terbukti makin keramatnya wisata religi ini. Kepercayaan pengunjung memang mengkeramatkan beberapa tempat di Alas Ketonggo tersebut. Meskipun demikian, kepercayaan tersebut tidaklah tunggal karena sangat tergantung pada pola pikir, pemahaman keagamaan dan tradisi yang melingkupinya. Penelitian ini sampai pada kesimpulan adanya kepercayaan yang berbasis pada pola tradisional Islam, kepercayaan mistis yang berbasis pada tradisi, dan kepercayaan yang berdasar pada pemikiran-rasional belaka yang di yakini oleh masyarakat Desa Babadan dan para pengunjung. 
Peran Perempuan Dalam Tradisi Upacara Bersih Desa (Studi Kasus Di Desa Kiringan Kecamatan Takeran Kabupaten Magetan) Anita Setyowati; Muhammad Hanif
AGASTYA: JURNAL SEJARAH DAN PEMBELAJARANNYA Vol 4, No 01 (2014)
Publisher : UNIVERITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (541.513 KB) | DOI: 10.25273/ajsp.v4i01.819

Abstract

Indonesia merupakan sebuah negara yang kaya akan adat istiadat atau tradisi. Salah satu tradisi yang masih dilestarikan oleh masyarakat adalah tradisi upacara bersih desa. Di Desa Kiringan,Kecamatan Takeran, Kabupaten Magetan tradisi bersih desa rutin digelar setahun sekali. Sebuah tradisi yang merupakan wujud syukur masyarakat terhadap hasil panen, serta bertujuan untuk membersihkan desa dari segala balak atau bencana. Tradisi upacara bersih desa merupakan sebuah tradisi yang tak bisa dilepaskan dari peran kaum perempuan dalam pelaksanaannya. Anggapan bahwa perempuan itu irrasional atau emosional sehingga perempuan tidak bisa tampil sebagai pemimpin, berakibat munculnya sikap yang menempatkan perempuan pada posisi yang tidak penting. Tetapi anggapan tersebut terbantahkan. Dengan kenyataan bahwa dalam tradisi upacara bersih desa peran kaum perempuan sangat penting, sehingga keberadaan mereka tidak dapat dipandang sebelah mata. Dalam budaya dan tradisi tertentu, perempuan mendapatkan tempat yang terhormat di masyarakat Indonesia.Penelitian ini bertujuan mengungkap peran perempuan dalam tradisi upacara bersih desa. Penelitian ini dilakukan dilakukan di Desa Kiringan Kecamatan Takeran Kabupaten Magetan. Jenis penelitian deskriptif kualitatif. Data diperoleh dari sumber primer dan sekunder berupa keterangan atau fakta dari informan dan peristiwa atau aktivitas serta dokumen dan arsip lain yang relevan. Analisis data dengan analisis interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran perempuan dalam tradisi upacara bersih desa di Desa Kiringan adalah sebagai penyedia atau pembuat uborampe dan sebagai tledhek atau penari dalam kesenian Tayub.
Sikap Masyarakat Terhadap Pelaksanaan Upacara Kelahiran Adat Jawa Tahun 2009-2014 (Studi Di Desa Bringin Kecamatan Kauman Kabupaten Ponorogo) Lutfi Fransiska Risdianawati; Muhammad Hanif
AGASTYA: JURNAL SEJARAH DAN PEMBELAJARANNYA Vol 5, No 01 (2015)
Publisher : UNIVERITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (778.468 KB) | DOI: 10.25273/ajsp.v5i01.895

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap Sikap Masyarakat terhadap Pelaksanaan Upacara Kelahiran Adat Jawa Tahun 2009-2014 di Desa Bringin Kecamatan Kauman Kabupaten Ponorogo.Lokasi dari penelitian ini adalah di Desa Bringin Kecamatan Kauman Kabupaten Ponorogo. Bentuk dari penelitian ini adalah penelitian Kualitatif yaitu penelitian yang datanya tidak berbentuk angka, menekankan pada kondisi obyek yang alamiah untuk memahami dan menafsirkan makna suatu peristiwa hubungan interaksi pola tingkah laku, yang kenyataannya tidak ada rekayasa dalam aktifitas tersebut saat penelitian berlangsung. Penelitian ini dilakukan selama enam bulan yaitu antara bulan Februari sampai Juli. Pengambilan data menggunakan sumber data primer yang diperoleh dari Dokumen Desa Bringin dan bahan kepustakaan. Validasi yang dipergunakan yaitu validasi sumber. Analisis data yang digunakan adalah analisis data model interaktif Miles dan Huberman yang didalamnya terdapat tiga tahapan yaitu melalui proses reduksi data, sajian data dan verifikasi atau penarikan kesimpulan. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulankan bahwa sikap Masyarakat Desa Bringin ialah sebagian besar setuju atau menerima segala macam bentuk pelaksanaan upacara kelahiran adat Jawa. Upacara Kelahiran adat ini seperti Upacara selamatan brokohan (setelah bayi lahir), sepasaran (lima hari), selapanan (tiga puluh lima hari), telunglapan (Tiga bulan lima belas hari), mitoni (tujuh bulan), dan nyetahuni (Setahun).Berkaitan dengan adanya bentuk sikap masyarakat yang menerima keberadaan upacara adat tersebut, terdapat berbagai macam tindakan yang dilaksanakan masyarakat yaitu melaksanakan segala macam upacara kelahiran dengan berbagai perlengkapan di dalamnya yaitu sesaji. Adapun beberapa faktor yang mempengaruhi penerimaan sikap masyarakat Desa Bringin terhadap pelaksanaan upacara kelahiran yaitu faktor lingkungan, faktor kebudayaan, faktor kewibawaan seorang tokoh yang dianggap penting, faktor dalam diri sendiri, dan faktor lembaga pendidikan. Baik pendidikan yang disenggarakan oleh lembaga pendidikan desa setempat yaitu Pondok Pesantren “Darul Fikri” dan pendidikan umum maupun lembaga pendidikan yang berada di luar desa setempat.
PERANAN WANITA DESA SOCO BENDO MAGETAN DALAM MENGATASI DAMPAK PSIKOLOGI SOSIAL PASCA MADIUN AFFAIR 1948 (STUDI SEJARAH SOSIAL) Muhammad Hanif
AGASTYA: JURNAL SEJARAH DAN PEMBELAJARANNYA Vol 1, No 1 (2011)
Publisher : UNIVERITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (552.467 KB) | DOI: 10.25273/ajsp.v1i1.128

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran yang lebih memadai tentang peranan wanitia desa Soco Bendo Magetan dalam mengatasi dampak psikologi sosial pasca Madiun Affair 1948. Penelitian dilakukan selama delapan bulan. Data diperoleh dari sumber materiil berupa sumber lisan/kesaksian laporan tertulis, dan dokumen, serta dari sumber non materiil berupa lembaga sosial, etik, dan tradisi. Penentuan responden dilakukan secara snowball. Teknik pengambilan data dengan wawancara, observasi, dan pencatatan dokumen. Analisis datanya menggunakan analisis kualitatif model interaktif.Hasil penelitian menunjukkan bahwa Madiun Affait 1948 memodifikasi dan mendistorsi interaksi sosial masyarakat Soco yang hidup rukun dan saling menghargai berubah menjadi interaksi sosial yang penuh prasangka sosial dan sterotip. Dalam situasi seperti itu, kaum wanita mempunyai kemampuan mengontrol nilai-nilai dan mengkomunikasikan secara verbal maupun non verbal. Meski tidak banyak kaum wanita yang dapat mengakses simbol-simbol nilai secara komprehensif, namun simbol-simbol dan nilai-nilai hidup yang adiluhung dapat dienkulturasikan dan disosialisasikan kepada anggota keluarga, terutama anak-anak dan tetangga melalui petuah pendidikan keluarga. Kontak yang semakin intensif dalam memenuhi kebutuhan hidup dan juga perkembangan politik nasional memberi andil dalam mengeliminasi prasangka sosial dan sterotip di Soco Bendo Magetan. 
Co-Authors Afifah, Dian Ratnaningtyas Afifatimah, Oktafirdayanti Ahmad Amarudin Anik Puji Rahayuningsih Anis Nuryani Anita Setyowati Anjar Mukti Wibowo Anjassari, Risma Vitrinovita Bambang Eko Hari Cahyono Dahlia Novarianing Asri, Dahlia Novarianing Dhimas Ardian Priambodo Dhinar Ayu Maharani Dwi Rohman Soleh Endang Kusumawati Endang Sri Maruti Erry Yulia Susanto Ferrian Bima Cahyono Putro Fida Chasanatun Hafid Didik Nasruri Hamam Saeroji Harmin Etikasari Karimah Haryaningtyas, Haryaningtyas Hemy Kiswinarso Hermawan Purwo Sasmito Ibadullah Malawi Indah Lestari Intan C, Tiara Intania Rahma Dewanti Isti Nur Afifa Jeffry Handhika Lufiyanti, Leni Luky Purwaningsari Lutfi Fransiska Risdianawati Lutfi Fransiska Risdianawati, Lutfi Malawi, Ibadulah Marga Bayu Kurniawan Marheny Lukitasari Miftahul Mujib Moh. Ayat Efendi Moh. Khoironi Muhammad Rifai Muhammad Rifai Munif Wajdi Muryanto Muryanto Nanda Cahyo Setiaji Novi Triana Habsari Nungky Iwana Nur Huda Nur Samsiyah, Nur Nurhadji Nugraha Nurhadji Nugraha, Nurhadji Nurul Hidayati nurul khotimah Parji Parji Parji Patih Rinto Abadi Patih Rinto Abadi, Patih Prasetyowati, Etik Pribadi, Dwi Bambang Tulus Putri Kartika Sari R Rukun Raras Setyo Retno Retno Diah Kusuma Ningrum Rifa’i, Muhammad Rina Rusita Riyanto, Aris Joko Salsabila Khoirun Nisa Sapuntoro, Yunarmono Hantang Serviana Mintartik Setiono, Moch Agus Shabrina Sabila El Haq Siti Samsiyah Sri Budyartati Sri Wahyuni Sudarmiani Sudarmiani Sudarmiani Sudarmiani Sudarmiani Sudarmiani Sudarmiani Sudarmiani, Sudarmiani Supri Wahyudi Utomo Suwarni Suwarni Suwarni Suwarni Suyatni, Anik Utamaji V Teguh Suharto Wahyu Kusuma Wahyu W, Endah Warsini Wasilatul Murtafiah Winda Seyra Martina Ayu Yeti Ika Nur Hayati Yudi Hartono Yusro, Andista Candra Zulianti Zulianti