Claim Missing Document
Check
Articles

Hubungan Perokok dan Riwayat Keluarga dengan Kejadian Hipertensi Pada Pasien di Poli Penyakit Dalam Rumah Sakit Tingkat II Iskandar Muda Banda Aceh Yusmaniar, Yusmaniar; Safitri, Faradilla
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 8, No 2 (2022): OKTOBER 2022
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v8i2.2314

Abstract

Hipertensi menjadi masalah kesehatan the silent killer karena tidak terdapat terdapat tanda-tanda atau gejala yang dapat dilihat dari luar dan merupakan penyebab utama dari kematian kardiovaskular. Berdasarkan data Poli Penyakit Dalam Rumah Sakit Umum Tingkat II Iskandar Muda pada tahun 2020 jumlah pasien yang mengalami hipertensi sebanyak 562 kasus dan tahun 2021 yaitu sebanyak 602 kasus. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Hubungan Perokok dan Riwayat Keluarga dengan Kejadian Hipertensi Pada Pasien Di Poli Penyakit Dalam Rumah Sakit Tingkat II Iskandar Muda Banda Aceh. Metode penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional, populasi penelitian diperoleh pada saat pengumpulan data penelitian sebanyak 89 orang dan sampel dengan yang sesuai kriteria diambil secara accidental sampling sebanyak 68 orang. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner dengan cara wawancara. Pengumpulan data penelitian ini telah dilaksanakan dari tanggal 6 - 10 Juni 2022 di Poli Penyakit Dalam Rumah Sakit Tingkat II Iskandar Muda Banda Aceh. Analisis data secara univariat bivariat. Hasil penelitian analisis univariat diperoleh dari 68 responden yang mengalami hipertensi sebanyak 51 (75.0%), responden yang merokok sebanyak 52 (76.4%) dan responden yang memiliki riwayat keluarga mengalami hipertensi sebanyak 53 (77.9%). Analisis bivariat variabel perokok (p-value = 0.024), dan riwayat keluarga (p-value = 0.000). Kesimpulan penelitian ini ada hubungan yang signifikan antara perokok dan riwayat keluarga dengan kejadian hipertensi pada pasien Di Poli Penyakit Dalam Rumah Sakit Tingkat II Iskandar Muda Banda Aceh. Saran bagi petugas kesehatan dapat memberikan penanganan secara tepat bagi pasien penderita hipertensi dan memberikan edukasi kepada seluruh pasien yang berkunjung ke poli penyakit dalam tentang bahaya hipertensi dan merubah kebiasaan tidak baik menjadi perilaku hidup bersih dan sehat agar terhindar dari penyakit hipertensi.Kata Kunci    : hipertensi, perokok, riwayat keluargaHypertension is a health problem, the silent killer because there are no signs or symptoms that can be seen from the outside and is the main cause of cardiovascular death. Based on data from the Internal Medicine Poly Hospital of Iskandar Muda Level II, in 2020 the number of patients with hypertension was 562 cases and in 2021 there were 602 cases. The purpose of this study was to determine the relationship between smokers and family history with the incidence of hypertension in patients at the Internal Medicine Polyclinic, Iskandar Muda Hospital, Banda Aceh. Analytical research method with a cross sectional approach, the research population obtained at the time of collecting research data as many as 89 people and samples with the appropriate criteria were taken by accidental sampling as many as 68 people. The research instrument used a questionnaire by means of interviews. The data collection of this research was carried out from 6 - 10 June 2022 at the Internal Medicine Polyclinic of the Iskandar Muda Hospital, Banda Aceh. Data analysis was univariate bivariate. The results of the univariate analysis were obtained from 68 respondents who had hypertension as many as 51 (75.0%), respondents who smoked as many as 52 (76.4%) and respondents who had a family history of hypertension as many as 53 (77.9%). Bivariate analysis of smoking variables (p-value = 0.024), and family history (p-value = 0.000). The conclusion of this study is that there is a significant relationship between smokers and family history with the incidence of hypertension in patients at the Internal Medicine Polyclinic, Iskandar Muda Hospital, Banda Aceh. Suggestions for health workers can provide appropriate treatment for patients with hypertension and provide education to all patients who visit the internal medicine clinic about the dangers of hypertension and change bad habits into clean and healthy living behavior to avoid hypertension.Keywords: hypertension, smoker, family history
Transportation Management in Universitas Indonesia Kiswanto, Gandjar; Hanzen, Denni; Safitri, Faradilla; Febrianty, Farizha
Journal of Sustainability Perspectives Vol 1, No 3 (2021)
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (414.989 KB) | DOI: 10.14710/jsp.2021.12567

Abstract

Transportation management is one of the supports for a green and healthy campus. The increasing number of campus population has an impact on the number of vehicles entering the campus environment. So that in order to reduce the number of incoming vehicles, transportation management in the Universitas Indonesia is needed. In addition to regulating the transportation system on campus, transportation management also regulates the prohibition of the UI Civitas Academica from bringing private vehicles into the campus environment. To limit the vehicles that enter the campus environment, UI takes strategic steps such as making policies, building support facilities and planning that have been prepared and will be explained in this paper. to reduce and limit vehicles in the campus environment One of the steps taken by the Universitas Indonesia is to provide Zero Emissions Vehicle (ZEV) transportation such as buses, bicylce, and scooters as a means of transportation that can be used for free by the UI Civitas Academica. To reduce and restrict private vehicles, UI is building a Highway Distribution to facilitate pedestrians, building a BORR (Bikers Outer Ring Road) lane for motorbikes, implementing a gate parking system at every entrance to the UI campus, In addition, UI also enforces various policies such as reducing the parking area, and prohibiting semester 1 and 2 students from bringing private vehicles into the campus environment, this is done by UI to reduce vehicles entering the UI campus
EDUKASI TENTANG ISU PERMASALAHAN KESEHATAAN DI INDONESIA UNTUK CALON TENAGA KESEHATAN MASYARAKAT DI PROVINSI ACEH PERSPEKTIF TANTANGAN Fauziah Andika; Nur Afriza; Faradilla Safitri
Jurnal Dinamika Sosial dan Sains Vol. 1 No. 3 (2024): Jurnal Dinamika Sosial dan Sains
Publisher : CV.Sentral Bisnis Manajemen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60145/jdss.v1i3.67

Abstract

Masalah kesehatan masyarakat masih menjadi prioritas pemerintah. Masalah kesehatan di Indonesia pada tahun 2021 menjadi bagian dari agenda nasional. Enam kegiatan prioritas tersebut meliputi Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang bertugas menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) yang bertugas mencegah stunting, meningkatkan pengendalian penyakit menular dan tidak menular, serta meningkatkan ketahanan kesehatan di masa pandemi. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) yang juga bertugas meningkatkan sistem kesehatan nasional. Pemahaman masyarakat terhadap pentingnya kesehatan masih kurang. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 21 Desember 2021 melalui Zoom dengan jumlah peserta sebanyak 74 orang. Hasil dari kegiatan ini adalah meningkatnya pengetahuan dan pemahaman tentang masalah kesehatan serta pengendalian dan pencegahan penyakit yang akan terjadi pada tahun 2021.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI CAKUPAN IMUNISASI DASAR PADA BAYI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS LAMPASEH KOTA BANDA ACEH Mawardy, Mawardy; Safitri, Faradilla; Sakdah, Nurul
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 11, No 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v11i2.5408

Abstract

Cakupan imunisasi global turun dari 86% pada 2019, 84% pada 2020, menjadi 81% pada 2021, sekitar 94,9%, pada tahun 2022 sebesar 94,6% anak-anak Indonesia telah diimunisasi, untuk Provinsi Aceh sendiri hanya tahun 2019 sebesar 49%, 40% tahun 2020 dan sebesar 38% anak yang diimunisasi pada tahun 2021 dan tahun 2022 sebesar 38%. cakupan Imunisasi di Kota Banda Aceh Tahun 2017-2021 mengalami fluktuasi dan terjadi penurunan sangat signifikan pada tahun 2022 yaitu 44 % jauh dibawah target Renstra Nasional dan cakupan imunisasi di Puskesmas Lampaseh Pada Tahun 2020 sebesar 20%, 2021 sebesar 19% dan 2022 adalah 18% sangat rendah sekali. Tujuan untuk mengetahui faktor pengetahuan, sikap dan dukungan keluarga dengan cakupan imunisasi dasar pada bayi di wilayah kerja Puskesmas Lampaseh Kota Banda Aceh. Jenis penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional, populasi penelitian sebanyak 78 orang ibu yang memiliki bayi dan sampel diambil secara total populasi. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner dengan cara wawancara. Penelitian telah dilaksanakan tanggal 7 Agustus – 16 Agustus 2023 di Wilayah Kerja Puskesmas Lampaseh Kota Banda Aceh. Pengolahan data dengan langkah editing, coding, data entry, tabulating, dan analisis data secara univariat bivariat. Hasil Penelitian analisis univariat diperoleh dari 44 (56.4%) cakupan imunisasi dasar tidak lengkap, 41 (52.6%) ib u berpengetahuan tinggi, 40 (51.3%) ibu bersikap positif terhadap imunisasi dan 46 (59.0%) tidak mendapatkan dukungan dari keluarga. Hasil analisis bivariat diperoleh variabel pengetahuan (p-value = 0.000), sikap (p-value = 0.000), dan dukungan keluarga (p-value = 0.000). Kesimpulan ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan, sikap dan dukungan keluarga dengan cakupan imunisasi dasar pada bayi di wilayah kerja Puskesmas Lampaseh Kota Banda Aceh. Bagi petugas kesehatan dapat memberikan dan memberikan edukasi kepada seluruh masyarakat agar mau membawa anaknya untuk mendapatkan imunisasi.
Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Stunting Pada Anak Usia 2-5 Tahun di Puskesmas Darussalam Kabupaten Aceh Besar Rahmi, Nuzulul; Husna, Asmaul; Andika, Fauziah; Safitri, Faradilla
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 8, No 1 (2022): APRIL 2022
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v8i1.1937

Abstract

Kasus stunting secara global pada tahun 2020 meningkat dibandingkan dengan tahun 2019 yaitu sebesar 21,3% (WHO,2020). Indonesia sudah menghadapi masalah gizi yang tinggi. Saat ini, lebih dari dua juta anak menderita gizi buruk dan lebih dari tujuh juta anak di bawah usia 5 tahun mengalami stunting. Berdasarkan data Kemenkes (2020) di provinsi Aceh, balita yang mengalami stunting yaitu sebesar 17,4%, ini merupakan persentase yang termasuk tinggi jika dibandingkan dengan Provinsi lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting pada anak usia 2-5 tahun Di Wilayah Kerja Puskesmas Darussalam Kabupaten Aceh Besar. Penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan desain crosssectional study, populasi berjumlah 188 orang dengan tehnik pengambilan sampel menggunakan Accidental Sampling sehingga sampel menjadi 65 orang. Penelitian dilakukan dari tanggal 04 Oktober s/d 30 Oktober 2021. Analisa data ini menggunakan uji statistik Chi Square dengan bantuan komputerisasi nilai kemaknaan (a) 0,05 dengan nilai keyakinan 0,95. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan antara ASI Eksklusif (p value 0,013) dan status imunisasi (p value 0,000) dengan kejadian stunting pada anak usia 2-5 tahun Di Puskesmas Darussalam Kabupaten Aceh Besar. Tidak ada hubungan antara berat badan lahir dengan kejadian stunting pada anak usia 2-5 tahun (p value 0,615) Di Puskesmas Darussalam Kabupaten Aceh Besar. Puskesmas dan petugas kesehatan diharapkan dapat membuat program untuk untuk mengurangi risiko stunting pada balita seperti memberikan penyuluhan pada masyarakat tentang pencegahan stunting dan program-program lainnya yang dapat menurunkan angka kejadian stunting.Kata Kunci: Stunting anak, Asi ekslusif, Status imunisasi, Berat badan lahir Global stunting cases in 2020 increased compared to 2019 which was 21.3% (WHO, 2020). Indonesia is already facing a high nutritional problem. Currently, more than two million children suffer from malnutrition and more than seven million children under the age of 5 are stunted. Based on data from the Ministry of Health (2020) in Aceh province, children under five who experience stunting are 17.4%, this is a high percentage compared to other provinces. Research objective is to find out about the factors related to the incidence of stunting in children aged 2-5 years in the working area of the Darussalam Public Health Center, Aceh Besar District. This research is descriptive analytic with a cross-sectional study design, a population of 188 people with a sampling technique using Proportional Sampling so that the sample is 65 people. The study was conducted from October 4 to October 30, 2021. The data analysis used Chi Square statistical test with the help of computerized significance value (a) 0.05 with a confidence value of 0.95. Research results there is a relationship between exclusive breastfeeding (p value 0.013) and immunization status (p value 0.000) with the incidence of stunting in children aged 2-5 years in the working area of the Darussalam Public Health Center, Aceh Besar District. There is no relationship between birth weight and the incidence of stunting in children aged 2-5 (p value 0.615) in the Darussalam Public Health Center, Aceh Besar District. Puskesmas and health workers are expected to create programs to reduce the risk of stunting in children under five, such as providing education to the public about stunting prevention and other programs that can reduce the incidence of stunting.Keywords: Child stunting, exclusive breastfeeding, immunization status, birth weight
Korelasi Antara Tingkat Stress dan Kebiasaan Minum Kopi dengan Kejadian Dispepsia pada Pasien Rawat Jalan di RSU Bhayangkara Kota Banda Aceh Andika, Fauziah; Safitri, Faradilla
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 9, No 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v9i1.2841

Abstract

Latar Belakang: Menurut World Health Organization (WHO), populasi penderita dispepsia di dunia mencapai 15 – 30% setiap tahun. Di Indonesia, angka kejadian dyspepsia mencapai 40-50% dan Dispepsia termasuk 10 besar penyakit tertinggi di Indonesia. Indonesia menduduki peringkat ketiga setelah Amerika Serikat dan Inggris dengan jumlah penderita dyspepsia terbanyak. Pada Tahun 2019 jumlah pasien menderita penyakit dyspepsia di RSU Bhayangkara sebanyak 620 pasien (89.8%), Tahun 2020 meningkat sebanyak 634 orang (92%) dan pada tahun 2021 semakin meningkat menjadi 663 orang (92.1%). Tujuan Penelitian: Tujuan Umum pada penelitian ini adalah ingin Mengetahui korelasi antara stress dan kebiasaan minum kopi dengan kejadian Dispepsia di Rumah Sakit Bhayangkara Kota Banda Aceh. Metode Penelitian: Penelitian yang dilakukan menggunakan rancangan penelitian crossectional dengan jumlah sampel 48 orang. Pengumpulan data dilaksanakan pada tanggal 20 Desember 2022 s.d 05 Januari 2023. Analisa data penelitian menggunakan analisa univariate dan bivariate dengan menggunakan uji Chi-Square dengan nilai CI (Confident Interval) 95%. Hasil Penelitian: hasil penelitian ini menunjukkan bahwa korelasi antara kejadian dyspepsia dengan  kebiasaan minum kopi (p value : 0, 091) dan stress (p value: 0, 000). Kesimpulan: Ada korelasi antara stress dengan kejadian dyspepsia dan tidak ada korelasi antara kebiasaan minum kopi dengan kejadian dyspepsia. Diharapkan  petugas kesehatan  untuk  selalu  memberikan informasi kepada masyarakat tentang dyspepsia dan masyarakat untuk mengkonsumsi makanan sehat.Kata Kunci: Kejadian Dyspepsia, Stress dan kebiasaan minum kopiBackground: According to the World Health Organization (WHO), the population with dyspepsia in the world reaches 15-30% every year. In Indonesia, the incidence of dyspepsia reaches 40-50% and dyspepsia is one of the top 10 highest diseases in Indonesia. Indonesia is ranked third after the United States and the United Kingdom with the highest number of dyspepsia sufferers. In 2019 the number of patients suffering from dyspepsia at Bhayangkara General Hospital was 620 patients (89.8%), in 2020 it increased by 634 people (92%) and in 2021 it increased to 663 people (92.1%). Research Objectives: The general objective of this study was to determine the correlation between stress and coffee drinking habits with the incidence of dyspepsia at Bhayangkara Hospital, Banda Aceh City. Research Methods: The research was conducted using a cross-sectional research design with a total sample of 48 people. Data collection was carried out from 20 December 2022 to 05 January 2023. Analysis of research data used univariate and bivariate analysis using the Chi-Square test with a CI (Confident Interval) value of 95%. Research results: the results of this study indicate that there is a correlation between the incidence of dyspepsia and the habit of drinking coffee (p value: 0.091) and stress (p value: 0.000). Conclusion: There is a correlation between stress and the incidence of dyspepsia and there is no correlation between drinking coffee and the incidence of dyspepsia. It is expected that health workers will always provide information to the public about dyspepsia and the public to consume healthy food.Keywords: Dyspepsia, Stress and coffee drinking habits
Efektivitas Kombinasi Ekstrak Etanol Daun Seledri (Apium Graveolens L.) Dan Ekstrak Daun Kemangi (Ocimum Bacilicum L.) Sebagai Antihiperuricemia Akmadia, Nur; Meilina, Rulia; Kulla, Periskila Dina Kali; Safitri, Faradilla
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 9, No 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v9i2.3363

Abstract

Asam urat merupakan penyakit yang menyerang persendiaan tubuh, seperti jari tangan, tumit, jari kaki, lutut, hingga pergelangan tangan. Penyakit timbul karena adanya penumpukan zat purin yang kemudian berubah menjadi asam urat. Tumbuhan seledri dan kemangi berpotensi sebagai obat tradisional dalam menurunkan kadar asam urat. Karena tumbuhan tersebut mengandung senyawa flavonoid yang berpotensi sebagai antihiperurisemia dalam menurunkan kadar asam urat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek pemberian kombinasi ekstrak etanol daun seledri dengan daun kemangi dan dosis efektif terhadap penurunan kadar asam urat. Metode penelitian ini eksperimental laboratorium. Kelompol pengujian terdiri dari kelompok perlakuan kontrol negatif (Na-CMC 5%), kontrol positif (allopurinol), kelompok 1dosis 75:25mg/kgBB, kelompok 2 dosis 50 : 50 mg/kg BB dan kelompok 3 dosis 25 : 75 mg/kg BB. Analisis menggunakan kompurisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi ekstrak etanol daun seledri dan daun kemangi mampu menurunkan kadar asam urat pada mencit. Perlakuan kombinasi ekstrak etanol daun seledri dan daun kemangi menunjukkan penurunan kadar asam urat sejak H-9 hingga H-15. Kombinasi ekstrak etanol daun seledri dan daun kemangi berpengaruh secara signifikan terhadap penurunan kadar asam urat mencit karena nilai sig > 0,05. Kesimpulan kombinasi ekstrak etanol daun seledri dan daun kemangi efektif dalam menurunkan kadar asam urat sekitar 21 % hingga 27% dan dosis yang paling efektif yaitu kombinasi dosis 50 : 50 mg/kg BB.Kata Kunci : Asam Urat, Antihiperurisemia, Allopurinol, Kemangi, SeledriGout is a disease that attacks the body's joints, such as the fingers, heels, toes, knees and wrists. The disease arises due to a buildup of purine substances which then turn into uric acid. Celery and basil plants have potential as traditional medicines for lowering uric acid levels. Because this plant contains flavonoid compounds which have the potential to act as antihyperuricemia in reducing uric acid levels. This study aims to determine the effect of giving a combination of ethanol extract of celery leaves with basil leaves and the effective dose on reducing uric acid levels. This research method is laboratory experimental. The testing group consisted of negative control treatment group (Na-CMC 5%), positive control (allopurinol), group 1 dose 75: 25 mg/kg BW, group 2 dose 50: 50 mg/kg BW and group 3 dose 25: 75 mg/kg BW. Analysis using compurization. The research results showed that the combination of ethanol extract of celery leaves and basil leaves was able to reduce uric acid levels in mice. The combination treatment of ethanol extract of celery leaves and basil leaves showed a decrease in uric acid levels from D-9 to D-15. The combination of ethanol extract of celery leaves and basil leaves had a significant effect on reducing uric acid levels in mice because the sig value was > 0.05. The conclusion is that the combination of ethanol extract of celery leaves and basil leaves is effective in reducing uric acid levels by around 21% to 27% and the most effective dose is a combination dose of 50:50 mg/kg BW.Keywords :Antihyperuricemia Apium graveolens, Ocimum bacilicum
Hubungan Dukungan Keluarga dan Pemberian Asi dengan Status Gizi Pada Bayi Umur 0-6 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Jeuram Kabupaten Nagan Raya Husna, Asmaul; Safitri, Faradilla
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 8, No 2 (2022): OKTOBER 2022
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v8i2.2321

Abstract

Pemberian ASI eksklusif pada bayi selama 6 bulan pertama kehidupannya dapat mencegah terjadinya gizi kurang. Dimana ASI mengandung segala kebutuhan bayi seperti karbohidrat berupa laktosa, lemak yang banyak mengandung polyunsaturated fatty acid  (asam lemak tak jenuh ganda), protein utama  lactalbumin yang mudah dicerna, kandungan vitamin dan mineral yang mengandung rasio kalsium fosfat sebesar 2:1 yang merupakan kondisi yang ideal bagi penyerapan kalsium (Yuliarti, 2014).Masyarakat dan petugas kesehatan  perlu memahami pentingnya praktek-praktek pemberian ASI pada bayi yang tepat untuk dapat meningkatkan status gizi pada bayi, keluarga seringkali tidak memiliki pengetahuan tentang ASI, pengetahuan yang tidak memadai dan praktek-praktek yang tidak tepat dapat menghambat peningkatan gizi pada bayi (UNICEF, 2016). Perilaku ibu dalam pemberian ASI kepada bayi merupakan salah satu faktor yang berhubungan dengan kejadian gangguan gizi pada bayi. Hasil penelitian terhadap ibu diperoleh fakta bahwa yang dapat member ikan ASI eksklusif selama 6 bulan hanya sekitar 5% padahal 98% ibu-ibu tersebut menyusui. Dari penelitian juga didapatkan bahwa 37,9% dari ibu-ibu tersebut tidak pernah mendapatkan informasi dan 70,4% pernah mendapatkan informasi tentang ASI eksklusif. Kebiasaan menyusu dapat memenuhi kebutuhan gizi bayi serta meningkatkan daya tahan tubuh sehingga membantu pertumbuhan bayi (Roesli, 2016).Untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dan pemberian ASI dengan status gizi pada bayi 0-6 bulan di wilayah kerja puskesmas jeuram kabupaten nagan raya. Peneltian ini dilakukan pada tanggal pada tanggal 20-27 Juni 2022. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh ibu yang memiliki bayi 0-6 bulan di di wilayah kerja puskesmas jeuram kabupaten nagan. Jadi jumlah total sampel penelitian ini adalah 46 ibu yang mempunyai bayi 0-6 bulan. Hasil analisis bivariat di dapat bahwa Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan maka penelitian dapat menyimpulkan hasil dari penenelitian sebagai berikut terdapat ada hubungan antara dukungan keluarga dengan status gizi bai 0-6 bulan dengan nilai P= 0.000 dan ada hubungan antara dukungan keluarga dengan status gizi bai 0-6 bulan dengan nilai P=0.001. Kata kunci : Dukungan Keluarga dan Pemberian ASI Exclusive breastfeeding for infants during the first 6 months of life can prevent malnutrition. Where breast milk contains all the baby's needs such as carbohydrates in the form of lactose, fat that contains a lot of polyunsaturated fatty acids (polyunsaturated fatty acids), the main protein lactalbumin which is easily digested, vitamins and minerals containing a calcium phosphate ratio of 2:1 which is a condition that ideal for calcium absorption (Yuliarti, 2014). The community and health workers need to understand the importance of proper breastfeeding practices for infants to improve nutritional status in infants, families often do not have knowledge about breastfeeding, inadequate knowledge and practices Improper nutrition can hinder the improvement of nutrition in infants (UNICEF, 2016). The behavior of mothers in breastfeeding their babies is one of the factors associated with the incidence of nutritional disorders in infants. The results of the research on mothers obtained the fact that only 5% of the mothers were able to exclusively breastfeed for 6 months, whereas 98% of the mothers were breastfeeding. From the research it was also found that 37.9% of these mothers never received information and 70.4% had information about exclusive breastfeeding. The habit of breastfeeding can meet the nutritional needs of babies and increase body resistance so as to help the baby's growth (Roesli, 2016). This research was conducted on 20-27 June 2022. The population of this study were all mothers who had babies 0-6 months in the working area of Jeuram Public Health Center, Nagan Regency. So the total number of samples in this study were 46 mothers who had babies 0-6 months. The results of the bivariate analysis show that Based on the results of the research that has been carried out, the study can conclude the results of the research as follows: there is a relationship between family support and good nutritional status 0-6 months with a P value = 0.000 and there is a relationship between family support and good nutritional status 0-6 months with a P value = 0.001.Keywords: Family Support and A giving
Analisis Faktor Yang Mempengaruhi Kejadian Premestrual Syndrome Pada Remaja Putri di Gampong Kampong Pukat Kecamatan Pidie Kabupaten Pidie Husna, Asmaul; Rahmi, Nuzulul; Safitri, Faradilla; Andika, Fauziah
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 8, No 1 (2022): APRIL 2022
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v8i1.1938

Abstract

Menurut World Health Organization (WHO) terdapat lebih dari separuh penduduk dunia berusia dibawah 25 tahun dan 80% dari mereka tinggal di Negara berkembang. Prevalensi penderita premenstrual syndrome di dunia menurut penelitian Fatimah (2019) di negara Libanon sebesar 54,6% dan di negara Srilanka sebesar 65,7%. Kemudian prevalensi premenstrual syndrome di negara Iran sebesar 98,2%, di negara Brazil sebesar 39%, di negara Australia sebesar 44% dan di negara Jepang sebesar 34% (Alvionita, 2019). Berdasarkan data dari jurnal Archieves of Internal Medicine, studi yang dilakukan terhadap 3000 wanita didapatkan hasil sekitar 90% perempuan mengalami premenstrual syndrome sebelum menstruasi (Susanti et al, 2017). Masalah kesehatan reproduksi di Indonesia perlu mendapat perhatian yang cukup karena masalah kesehatan reproduksi juga masalah kesehatan yang akan berdampak pada kesehatan lainnya. Masalah kesehatan reproduksi salah satunya termasuk pada kaum remaja. Masa remaja merupakan suatu fase perkembangan yang dinamis dalam kehidupan seorang individu. Remaja termasuk dalam kelompok penduduk yang perlu mendapat perhatian terhadap kesehatan reproduksi. Remaja perlu mengenal tubuh dan organ reproduksi, perubahan fisik dan psikologis, agar dapat melindungi diri dari resiko yang mengancam kesehatan dan keselamatan fungsi organ reproduksinya (Aryani, 2017). Untuk mengetahui pengaruh pola, aktivitas fisik dan usia menarche dengan kejdian premenstrual syndrome. Penelitian ini dilakukan di gampong Kampong Pukat Kecamatan Pidie Kabupaten Pidie pada tanggal pada pada tanggal 13-18 Desember 2021. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh remaja putri di Gampong Kampong Pukat Kecamatan Pidie Kabupaten Pidie yang berjumlah 57 remaja. Jadi sampel dalam penelitian ini adalah seluruh populasi dijadikan sampel yang berjumlah 57 remaja putri di Gampong Kampong Pukat Kecamatan Pidie Kabupaten Pidie. Hasilanalisis bivariat di dapat bahwa Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan maka penelitian dapat mennyimpulkan  hasil dari penenelitian sebagai berikut tedapat ada pengaruh Ada pengaruh pola makan dengan kejadian pre menstrual syndrome pada remaja putri di Gampong Kampong Pukat Kecamatan Pidie Kabupaten Pidie dengan hasil nilai p-value 0,000, Ada pengaruh aktivitas fisik dengan kejadian pre menstrual syndrome pada remaja putri di Gampong Kampong Pukat Kecamatan Pidie Kabupaten Pidie dengan hasil nilai p-value 0,000, Tidak ada pengaruh usia menarche dengan kejadian pre menstrual syndrome pada remaja putri di Gampong Kampong Pukat Kecamatan Pidie Kabupaten Pidie dengan hasil nilai p-value 0,147.Kata Kunci : Pola Makan, Aktivitas Fisik, Usia MenarcheAccording to the World Health Organization (WHO) there are more than half of the world's population under the age of 25 years and 80% of them live in developing countries. According to Fatimah's research (2019), the prevalence of premenstrual syndrome sufferers in the world is 54.6% in Lebanon and 65.7% in Sri Lanka. Then the prevalence of premenstrual syndrome in Iran is 98.2%, in Brazil it is 39%, in Australia it is 44% and in Japan it is 34% (Alvionita, 2019). Based on data from the journal Archives of Internal Medicine, a study conducted on 3000 women found that around 90% of women experienced premenstrual syndrome before menstruation (Susanti et al, 2017). Based on data from the journal Archives of Internal Medicine, a study conducted on 3000 women found that around 90% of women experienced premenstrual syndrome before menstruation (Susanti et al, 2017). Reproductive health problems in Indonesia need sufficient attention because reproductive health problems are also health problems that will have an impact on other health. One of the reproductive health problems, including adolescents. Adolescence is a dynamic phase of development in the life of an individual. Adolescents are included in the population group that needs attention to reproductive health. Adolescents need to know the body and reproductive organs, physical and psychological changes, in order to protect themselves from risks that threaten the health and safety of their reproductive organ functions (Aryani, 2017). To determine the effect of pattern, physical activity and age of menarche with the incidence of premenstrual syndrome. This research was conducted in Kampong Pukat Village, Pidie District, Pidie Regency on December 13-18, 2021. The population of this study was all young women in Kampong Pukat Village, Pidie District, Pidie Regency, totaling 57 teenagers. So the sample in this study was the entire population as a sample, amounting to 57 young women in Gampong Kampong Pukat, Pidie District, Pidie Regency. The results of the bivariate analysis showed that Based on the results of the research that has been done, the research can conclude the results of the research as follows: There is an effect of eating patterns with the incidence of premenstrual syndrome in adolescent girls in Gampong Kampong Pukat, Pidie District, Pidie Regency with p-value results 0.000, There is an effect of physical activity with the incidence of premenstrual syndrome in adolescent girls in Gampong Kampong Pukat, Pidie District, Pidie District with a p-value of 0.000, There is no effect of age at menarche with the incidence of premenstrual syndrome in adolescent girls in Gampong Kampong Pukat, Pidie District, District Pidie with a p-value of 0.147.Keywords: Diet, Physical Activity, Age of Menarche
Formulasi Ekstrak Kulit Buah Jambu Biji (Psidium Guajava L.) Sebagai Lotion untuk Mencerahkan Kulit Astryna, Syarifah Yanti; Fazira, Cut Intan; Meilina, Rulia; Safitri, Faradilla; Nurhayati, Nurhayati
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 9, No 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v9i2.4200

Abstract

Kulit segar, bersih dan sehat bisa menjadi milik semua orang jika perawatan dilakukan dengan tepat dan teratur, salah cara satu perawatan kulit yaitu dengan menggunakan sediaan lotion. Kulit buah jambu biji mengandung senyawa flavonoid yang memiliki kemampuan dalam menghambat tirosinase yaitu polifenol yang dapat mencerahkan kulit. Tujuan penelitian ini adalah untuk memformulasikan ekstrak kulit jambu biji sebagai lotion dan untuk mengetahui efektivitas pencerah kulit dari ekstrak kulit jambu biji. Penelitian dilakukan dengan cara maserasi dengan menggunakan pelarut etanol, ekstrak yang diperoleh dibuat formulasi sediaan lotion. Sediaan lotion tersebut dibuat variasi konsentrasi yaitu F1, F2 dan F3, selanjutnya dilakukan beberapa uji, diantaranya ujifitokimia, uji iritasi, uji kesukaan dan uji kecerahan. Hasil yang diperoleh yaitu sediaan lotion F3 memiliki tingkat kecerahan kulit yang lebih tinggi daripada sediaan pembanding, hal ini disebabkan oleh pengaruh konsentrasi ekstrak kulit buah jambu biji yang mengandung senyawa flavonoid lebih tinggi.. Kesimpulan penelitian ini adalah ekstrak kulit buah jambu biji dapat diformulasikan dalam bentuk lotion sebagai sediaan pencerah kulit. Formulasi sediaan lotion Ekstrak kulit buah jambu biji memiliki efek untuk mencerahkan.Kata Kunci: Lotion, Kulit buah Jambu biji, Flavonoid, Senyawa pencerah kulitFresh, clean and healthy skin can belong to everyone if care is done properly and regularly, one way to treat skin is by using lotion preparations. Guava skin contains flavonoid compounds which have the ability to inhibit tyrosinase, namely polyphenols which can brighten the skin. The purpose of this study was to formulate guava peel extract as a lotion and to determine the effectiveness of skin lightening from guava peel extract. The research was carried out by maceration using ethanol solvent, the extract obtained was made into a lotion formulation. The lotion preparations were made in various concentrations, namely F1, F2 and F3, then several tests were carried out, including phytochemical tests, irritation tests, preference tests and brightness tests. The results obtained were that the F3 lotion had a higher skin brightness level than the comparison preparation, this was due to the effect of the higher concentration of guava peel extract which contained flavonoid compounds. The conclusion of this study was that guava peel extract can be formulated in the form lotion as a skin lightening preparation. Lotion preparation formulation Guava peel extract has a brightening effect.Keywords: Lotion, Guava Peel, Flavonoid, Skin Lightening Compound
Co-Authors Aisyah Aisyah Aja Marjulita Akmadia, Nur Alfitri Wahyuni Alvionida, Fitra Amriansyah Amriansyah Andika, Fauziah Aningsih, Dewi Fitri Anwar, Chairanisa Asmaul Husna Asmaul Husna Ayuni Safira Azkia, Naura Chairanisa Anwar Cut Asiah Desi Desi Dhirah, Ulfa Husna DYAH AYU PUSPITASARI Ermayana Ermayana Eva Rosdiana Fadil Irfan Faizin, Wilda Num Fania Ayunda Putri Fauziah Andika Fazira, Cut Intan Febrianty, Farizha Fikransyah, Raja Fina Chairani Finaul Asyura Fithri Nazs Fitria Fitria Grece Winda Hafizhathifa, Fathin Hafizhathifa, Fatin Hanzen, Denni Hayati, Ulfa Herman Sudiman Hery Widijanto Irma Suryani Irwan Syahputra Iskandar Iskandar Ismail Ismail Izzah, Nuril Jamaliah Jamaliah Julaida Br Bancin Kasmanila Kasmanila Kesumawati, Kesumawati Leni Erlinda Lestari, Widya Lia Lajuna Lilis Suryani Linda Rahmi M. Dzaky Arkan Marniati Marniati Marniati Marniati Marniati Marniati, Marniati Masruri, Jasri Mawardy Mawardy Mawardy, Mawardy Meilina, Rulia Mimosa, Rizka Miranda Miranda Miswari Miswari Mizan Jalinan Mufdalina Mufdalina Mukhlis Mukhlis Mukhtar Mukhtar Ningsih, Yustika Wirda Novita Novita Novita Novita Nur Afriza Nurhayati Nurhayati Nurul Sakdah Nuzulul Rahmi, Nuzulul Nyak Gus Delviani Periskila Dina Kali Kulla Puteri, Ade Dita Putri, Rizka Amalia Rahmat Akbar Ratna Wilis ratna willis Raudhatun Nuzul ZA, Raudhatun Rauzatun Sakdiah Rauzhatus Salmah. Nst Rezeki, Sahbainur Rizka Amalia Putri Rizki, Geubrina Rosdiana, Eva Rossi Aulia Pratiwi Sahbainur Rezeki Sakdah, Nurul Savia, Novita Siti Aisyah Siti Samaniyah Sri Yanti Syafriadi Syafriadi Syarifah Yanti Astryna Ulfa Husna Dhirah Wahyuni, Alfitri Yeltisa Melani Yuniwati, Cutyuniwati Yusmaniar Yusmaniar Zulia Ananda