Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK TALK WRITE (TTW) TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWA KELAS V SD NEGERI 194 PEKANBARU Lestari, Eka; Syahrilfuddin; Antosa, Zariul
Jurnal Kiprah Pendidikan Vol. 1 No. 2 (2022): Jurnal Kiprah Pendidikan | April 2022
Publisher : Program Studi Pendididikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33578/kpd.v1i2.34

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pada saat proses pembelajaran matematika ditemukan kurangnya kemampuan siswa dalam memecahkan masalah matematika, sehingga hasil belajar mereka terbilang rendah dan tidak sesuai dengan KKM yang telah ditetapkan sekolah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dan mendeskripsikan pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe think talk write terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika siswa V. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuasi eksperimen. Bentuk kuasi design yang digunakan dalam penelitian ini adalah non-equivalent control group design. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas V SD Negeri 194 Pekanbaru sebanyak 31 siswa kelas VA dan 31 siswa kelas VB. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe think talk write terhadap kemampuan pemecahan masalah siswa kelas V SD Negeri 194 Pekanbaru. Hal ini terlihat dari hasil post test, dimana banyaknya jumlah siswa pada kelas eksperimen yang dinyatakan dalam kriteria kemampuan sangat baik dan baik lebih banyak, yaitu 9 siswadan 12 siswa dibandingkan dengan kelas kontrol yang hanya 3 siswa dengan kriteria sangat baik dan 12 siswa dalam kriteria baik. Selain itu, nilai rata-rata pada kedua kelas tersebut menunjukkan bahwa kelas eksperimen mencapai nilai lebih tinggi. Model pembelajaran kooperatif tipe think talk write memberikan pengaruh terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika siswa kelas V SD Negeri 194 pekanbaru.
Optimalisasi Kesiapan Kerja Siswa SMK di Era Digital melalui Integrasi AI dan Soft Skills Reindrawati, Dian Yulie; Bascha, Umi Farichah; Nata, Jiwangga Hadi; Suriani, Nur Emma; Suharto, Bambang; Yunardi, Riky Tri; Miladyah, Rizka; Lestari, Eka
Jurnal Abdidas Vol. 6 No. 5 (2025): Oktober 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdidas.v6i5.1238

Abstract

Dalam era digital yang berkembang pesat, kesiapan kerja siswa SMK menjadi sangat penting. SMKN 3 Bangkalan menghadapi beberapa tantangan, seperti keterbatasan akses dan pemahaman siswa terhadap teknologi AI, rendahnya soft skills, minimnya kolaborasi dengan industri, serta kurangnya pengetahuan tentang persiapan dunia kerja. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan mengoptimalkan kesiapan kerja siswa melalui pelatihan dan workshop yang mengintegrasikan penguasaan AI dan pengembangan soft skills, seperti komunikasi, kepemimpinan, dan berpikir kritis. Program ini juga memperkuat kemitraan antara sekolah dan industri untuk memastikan relevansi kurikulum dengan kebutuhan pasar kerja digital. Selain itu, siswa dibekali keterampilan praktis dalam penulisan CV elektronik, surat lamaran, dan teknik wawancara. Luaran yang diharapkan meliputi publikasi artikel nasional, peningkatan kolaborasi antara Universitas Airlangga dan mitra industri, peningkatan pengetahuan siswa, serta sertifikat pelatihan. Hasil kegiatan akan disebarluaskan melalui media online dan YouTube untuk menjangkau audiens lebih luas.
Pelatihan Keterampilan Agama Bagi Pemuda dan Remaja Masjid di Kecamatan Teluk Kabupaten Asahan Abidin, Zainal; Sutrisno, Sutrisno; Suhardi, Suhardi; Andi, Andi; Lestari, Eka
Jurnal SOLMA Vol. 12 No. 3 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: Pentingnya keterampilan agama bagi pemuda dan remaja masjid di Kecamatan Teluk Dalam Kabupaten Asahan mengingat bahwa makna keagamaan yang berarti ajaran, sistem yang mengatur tata keimanan (kepercayaan) dan peribadatan kepada Allah Swt. Tujuan dari Pengabdian ini untuk memberikan pengetahuan tentang keterampilan agama melalui pelatihan. Metode: Pengabdian masyarakat ini diperuntukkan pemuda dan remaja masjid sebanyak 40 orang peserta dan metode yang digunakan adalah metode partisipatif sebuah pendekatan yang berfokus pada upaya meningkatkan keilmuan keterampilan agama bagi pemuda dan remaja masjid yang berperan serta sebagai pengurus dan anggota secara aktif, pelatihan ini dilaksanakan dengan melakukan penyuluhan, pendampingan dan penguatan. Hasil: Hasil dari pelatihan ini menunjukkan adanya peningkatan wawasan keilmuan bagi peserta pelatihan, kegiatan terlaksana dengan baik dan peserta yang cukup antusias dibuktikan dengan pemahaman pada materi utama dan tambahan baik pada praktikum maupun pada reward via quiz. Kesimpulan: Besar harapan peserta dapat mengaplikasikan dalam kehidupan beragama di tengah-tengah masyarakat yang majemuk.
Peran Guru PIAUD sebagai Teladan Akhlak bagi Anak Usia Dini: Kajian Literatur Islami dan Psikologi Anak Anggraini, Wardah; Herdiyantika, Novi; Rohilah, Rohilah; Lestari, Eka; Sulistiara, Mila; Jamisah, Jamisah; Hikmaria, Hikmaria
ATH-THALIB: JURNAL PENELITIAN MAHASISWA Vol 2 No 1 (2024): ATH-THALIB
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Tanggamus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran guru Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) sebagai teladan akhlak dalam pembentukan karakter anak usia dini berdasarkan kajian literatur Islami dan psikologi perkembangan anak. Metode yang digunakan adalah studi pustaka dengan pendekatan kualitatif deskriptif melalui analisis literatur primer dan sekunder yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa keteladanan guru yang berlandaskan konsep uswah hasanah dalam Islam memiliki pengaruh kuat terhadap internalisasi nilai akhlak pada anak. Dari sisi psikologi, anak usia dini belajar melalui proses peniruan terhadap figur yang menjadi panutan, sehingga sikap dan perilaku guru sangat menentukan perkembangan karakter anak. Penelitian ini menegaskan pentingnya konsistensi perilaku guru dan dukungan sinergis antara guru, lembaga pendidikan, dan orang tua untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang kondusif bagi pembentukan akhlak anak. Implikasi praktisnya adalah perlunya pelatihan berkelanjutan bagi guru PIAUD dalam pengembangan kompetensi akhlak dan psikologis. Temuan ini dapat menjadi rujukan dalam meningkatkan kualitas pendidikan karakter berbasis nilai Islami pada usia dini.
UPAYA GURU DALAM MENGEMBANGKAN KEDISPLINAN ANAK USIA 5-6 TAHUN DI DI TK ANUGRAH KECAMATAN DATUK TANAH DATAR KABUPAN BATU BARA Syahrizal, Syahrizal; Lestari, Eka
Law Jurnal Vol 6, No 2 (2026)
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/lj.v6i2.8336

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui upaya guru dalam mengembangkan kedisplinan anak usia 5-6 tahun di Tk Anugrah Kecamatan Datuk Tanah Datar Kabupan Batu Bara. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research), dengan pendekatan kualitatif menggunakan metode deskriptif.Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini mengunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis datanya yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Sedangkan teknik keabsahan datanya adalah triangulasi sumber dan triangulasi teknikHasil penelitian ini adalah sebagai berikut: 1) Bentuk kedisiplinan anak usia 5–6 tahun di TK Anugrah terlihat melalui kebiasaan datang tepat waktu, mengikuti kegiatan belajar, berbaris sebelum masuk kelas, merapikan mainan, dan menaati aturan kelas. Namun, masih terdapat beberapa anak yang belum konsisten dan perlu diingatkan untuk bersikap tertib dalam kegiatan sehari-hari..; 2) Guru memberikan contoh langsung dengan bersikap disiplin, seperti datang tepat waktu dan mematuhi aturan sekolah. Selain itu, guru menerapkan pembiasaan melalui kegiatan rutin harian, seperti berdoa sebelum belajar, berbaris, dan merapikan alat belajar. Guru juga memberikan nasihat dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami anak, serta memberikan pujian sebagai bentuk penguatan ketika anak menunjukkan perilaku disiplin.; 3) terdapat faktor pendukung dan penghambat dalam pengembangan kedisiplinan anak. Faktor pendukung meliputi kerja sama antara guru dan orang tua, lingkungan sekolah yang kondusif, serta konsistensi guru dalam menerapkan aturan. Sementara itu, faktor penghambat antara lain perbedaan latar belakang keluarga, kebiasaan anak.Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa kedisiplinan anak usia 5–6 tahun di TK Anugrah sudah mulai terbentuk, meskipun belum merata pada semua anak. Guru berperan penting dalam menanamkan disiplin melalui contoh, pembiasaan, nasihat, dan pujian. Keberhasilan pengembangan disiplin dipengaruhi oleh dukungan orang tua dan lingkungan sekolah, sedangkan hambatannya berasal dari kebiasaan anak di rumah..
GERAKAN DASAWISMA TUNTAS STUNTING (GENTAS) : PENGUATAN PERAN PEREMPUAN MELALUI SEKOLAH KOMUNITAS BERBASIS KESEHATAN KELUARGA: GENTAS (Dasawisma Movement to End Stunting): Strengthening the Role of Women through a Family Health–Based Community School Model Safaat, Hairuddun; Azzahra, Azzahra; Efrianti, Evi; Huda, Nuril; Niswanda, Niswanda; Pamantung, Jumardi; Dika, Dika; Lestari, Eka; Sabri, Ananta Suis; Darwin, Darwin; P, Desy Purnamasari; Ramadhani, Fauziah; Padatau, Andini Dwi
GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026): GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes RI Jakarta I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36082/gemakes.v6i1.2811

Abstract

Stunting merupakan masalah kesehatan masyarakat yang bersifat multidimensional dan berdampak jangka panjang terhadap pertumbuhan fisik, perkembangan kognitif, dan produktivitas anak. Di Desa Tiromanda, prevalensi stunting masih tergolong tinggi, yaitu 21,8%, yang dipengaruhi oleh rendahnya literasi gizi, lemahnya pola asuh, terbatasnya keterlibatan perempuan dalam pengambilan keputusan kesehatan keluarga, minimnya pemanfaatan pangan lokal, rendahnya praktik PHBS, serta belum optimalnya sinergi Dasawisma, Posyandu, dan pemerintah desa. Untuk menjawab permasalahan tersebut, dikembangkan Gerakan Dasawisma Tuntas Stunting (GENTAS) sebagai model pemberdayaan perempuan melalui Sekolah Komunitas berbasis kesehatan keluarga dengan pendekatan edukatif-partisipatif. Program dilaksanakan secara sistematis melalui tahap persiapan berupa survei kebutuhan, FGD, pemetaan sasaran, serta penyusunan dan validasi Modul Interaktif GENTAS; tahap pelaksanaan melalui kegiatan pre-test, penyelenggaraan Sekolah Komunitas dengan metode diskusi, simulasi, dan praktik lapangan, serta pembentukan Forum Komunitas Peduli Gizi Keluarga dan Pojok Literasi Gizi; serta tahap evaluasi melalui post-test, analisis deskriptif, dan uji statistik Paired t-test atau Wilcoxon untuk menilai peningkatan pengetahuan, sikap, dan keterampilan peserta. Hasil program menunjukkan peningkatan signifikan pada pengetahuan, sikap, dan keterampilan peserta dengan nilai p<0,05, serta penurunan prevalensi stunting dari 21,28% menjadi 3,25% tanpa kasus baru. Temuan ini sejalan dengan literatur yang menegaskan bahwa pemberdayaan perempuan, edukasi gizi, dan penguatan komunitas merupakan determinan penting dalam keberhasilan intervensi stunting. GENTAS terbukti efektif sebagai model intervensi komunitas yang memperkuat kapasitas Dasawisma, meningkatkan perilaku kesehatan keluarga, serta mendukung pencapaian SDGs, khususnya Zero Hunger, Good Health and Well-being, dan Gender Equality, sehingga direkomendasikan untuk diintegrasikan ke dalam perencanaan desa sebagai strategi keberlanjutan penanggulangan stunting berbasis komunitas.