p-Index From 2021 - 2026
8.337
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

Building Fire Safety Audit at Faculty X, University of Indonesia, Year 2006 Lestari, Fatma; Panindrus, RM. Yodan Amaral
Makara Journal of Technology Vol. 12, No. 1
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Building Fire Safety Audit at Faculty X, University of Indonesia, Year 2006. Fire may cause loss of life, material and valuable assets. The objective of this study is to conduct audit for fire safety and emergency response in the building at Faculty X, University of Indonesia, Depok. The audit results on the building fire safety facilities including emergency response and preparedness are then compared to the Building Code Australia (BCA) and Indonesian regulation on the building fire safety (Kep.MenPU.No 10 and 11/KPTS/2000). The building selected are Building A, B, C, D, F and G. Building classification for A, B, D, F and G are classified as Class 5, while Building C is classified as Class 9b. Variable which are evaluated including emergency exit, building structure, fire alarm and detector, communication and fire warning system, evacuation procedure, portable fire extinguishers, hydrant, sprinkler, and emergency response preparedness. Results suggested that emergency exit is locked, and this is not comply to the regulation. Building structure has been complied to the regulation since it was made of concrete. Fire detector and alarm only provided in Building G, while other building is not available. There is no evacuation procedure available. Portable fire extinguisher has been available in all the building. Hydrant an sprinkler only available in building G. There is no emergency response preparedness in this faculty. In conclusion, the fire safety facilities in this faculty need to be improved.
KLASIFIKASI AREA BERBAHAYA PADA AREA TEMPAT PENYIMPANAN GAS HIDROGEN DI PT. XY Eky Susilowati; Fatma Lestari
Journal of Industrial Hygiene and Occupational Health Vol 7, No 1 (2022): Industrial Hygiene and Occupational Health
Publisher : Universitas Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/jihoh.v7i1.8555

Abstract

Industri farmasi tidak lepas dari risiko kebakaran dan ledakan dikarenakan penggunaan berbagai bahan kimia berbahaya, baik dalam proses pembuatan obat maupun dalam menjaga kualitasnya. Salah satu bahan kimia yang mudah terbakar yang dipakai, yaitu penggunaan gas hidrogen yang dapat menyebabkan ledakan paling parah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis klasifikasi area berbahaya di tempat penyimpanan gas hidrogen sehingga dapat dilakukan upaya mitigasi risiko untuk mengurangi peran sumber penyalaan di sekitarnya yang akan menjadi penyebab kebakaran dan ledakan. Penilaiaan klasifikasi area berbahaya menggunakan metode kuantitatif yang berpedoman pada standar International Electrotechnical Comission (IEC): IEC/EN 60079-10-1 untuk menentukan zona berbahaya pada area penyimpanan tabung gas hidrogen. Berdasarkan penilaian ini, zona penyimpanan tabung gas hidrogen termasuk ke dalam zona 2 dengan radius 2,5 meter dari sumber pelepasan. Oleh karena itu, sangat penting untuk mengontrol sumber penyalaan seperti penggunaan listrik di sekitarnya yang dapat menyebabkan insiden kebakaran dan ledakan pada area penyimpanan gas ini.Kata Kunci: hidrogem, IEC/EN 60079-10-1, klasifikasi area berbahaya
Literature Review : Analisis Penyebab Kecelakaan Kerja Pada Pekerja Di Proyek Konstruksi Devy Normalita Putri; Fatma Lestari
Journals of Ners Community Vol 13 No 1 (2023): Journals of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v13i1.2564

Abstract

ABSTRAK Pembangunan di sektor konstruksi dalam beberapa studi dan penelitian mengandung risiko kecelakan yang lebih besar dibandingkan dengan pekerjaan di sektor lain. Angka kecelakaan secara global cukup mengkhawatirkan dan secara stastistik kematian akibat kerja pertahun sebesar >2,78 juta orang dan dua per tiga (2/3) terjadi di negara Asia. Menurut data ILO pada tahun 2018, lebih dari 1,8 juta kematian terjadi di kawasan Asia dan Pasifik dan tercacat 374 juta kejadian cedera dan penyakit akibat kerja setiap tahunnya yang mengakibatkan absensi kerja. Penelitian ini menggunakan metode literature review dengan menggunakan kata kunci faktor keselamatan dan kecelakaan kerja pada pekerja lapangan melalui database elektronik. Tujuan dari penelitian untuk menganalisis faktor dan penyebab kecelakaan kerja di perusahaan konstruksi. Dari jurnal yang diperoleh, faktor penyebab kecelakaan kerja pada pekerja terdiri dan faktor internal dan eksternal, faktor eksternal adalah dari faktor lingkungan sosial (social environment), dan faktor internal kesalahan manusia (fault of person), perilaku atau kondisi tidak aman (unsafe act or condition) yang dapat menyebabkan kecelakaan (accident), dan cidera (injury), dan kematian (Fatality). Sebagian besar kecelakaan terjadi akibat dari tindakan tidak aman dan kondisi tidak aman, karena semua bahaya di tempat kerja konstruksi tidak dapat dihilangkan, hanya dapat diidentifikasi dan dicegah, seperti teori penyebab kecelakaan dan kesalahan manusia, teori yang memberikan gambaran mengapa terjadi kecelakaan kerja.
The effectiveness of the implementation of a construction safety management system for the maturity safety culture in construction SOES Bimo Prasetyo; Fatma Lestari
Riset Informasi Kesehatan Vol 12 No 1 (2023): Riset Informasi Kesehatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Harapan Ibu Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30644/rik.v12i1.724

Abstract

The construction industry is dangerous, with a high injury rate and death rate compared to other sectors. In the last decade, construction accidents in Indonesia have increased dramatically. H. W. Heinrich in his book The Accident Prevention reveals that 80% of work accidents are caused by unsafe actions and unsafe conditions. Construction safety is the safety of people who work (safe for people) in construction projects, and community safety (safe for the public). Therefore, the work safety system is a significant concern in suppressing the high number of work accidents in the construction industry. This study followed the Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses Extension for Scoping Reviews (PRISMA-ScR) guidelines. The scoping review framework was developed using PEO (Population, Exposure and Outcome). The population in question is construction workers in Indonesia, the exposure is Occupational Accident Safety, and the Outcome is the exposure and application of this work accident safety system which is the basis for researchers to determine keywords when conducting a literature Understanding hazard risks and implementing a good safety management system can change the safety culture in the company. Changes in safety culture that are getting better create a sense of security for workers and can increase work productivity. In the end, good business results will be obtained for the company. Keywords: individual characteristic; lactation support; lactation facilities; working mother; workplace
IDENTIFIKASI LEDAKAN DAN KEBAKARAN PT X SIAK DENGAN METODE Lean-FMEA, RCA, DAN KUANTIFIKASI MENGGUNAKAN DIAGRAM PARETO Dini Aulia Sari Ermal; Herto Dwi Ariesyady; Fatma Lestari; Zultiniar Zultiniar
Jurnal Sains dan Teknologi: Jurnal Keilmuan dan Aplikasi Teknologi Industri Vol 23, No 1 (2023): JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Industri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36275/stsp.v23i1.526

Abstract

Ledakan dan kebekaran merupakan kegagalan proses yang tidak diinginkan apabila terjadi pada industri minyak. Kegagalan tersebut disinyalir dapat terjadi akibat kurangnya maintanance alat dan kelalaian kerja. Perlu adanya identifikasi serta pengecekkan pada setiap alur proses pengolahan minyak, guna membantu menentukan titik terbesar kemungkinan terjadinya kegagalan tersebut. Pada penelitian ini titik lokasi identifikasi berada pada area pengumpul minyak mentah di industri X (Gathering Station). Penelitian ini dilakukan karena terdapat area produksi minyak mentah (on shore) sehingga perlu dilakukannya proses identifikasi yang akurat. Metode identifikasi yang dipilih untuk diaplikasikan dalam menemukan kegagalan ini adalah metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) dengan pengembangan konsep lean-waste serta dibantu dengan analisis penyebab kegagalan menggunakan Root Cause Analysis (RCA), serta pemberian data secara kuantitatif dengan menambahkan metoda diagram Pareto untuk memperoleh persentase kegagalan yang terjadi. Berdasarkan hasil identifikasi, diperoleh 2 jenis waste yaitu Defect dan Inappropriate processing. Defect waste terjadi pada penyambung pipa utama bocor dengan nilai Risk Priority Number (RPN) tertinggi yaitu 170,02 dan persentase Pareto adalah 17,9%, sedangkan Innapropriate processing waste terjadi pada arus listrik pendek di shipping tank dengan nilai RPN tertinggi 131,63 dan persentase Pareto sebesar 17,8%.
Literature Review : Analisis Penyebab Kecelakaan Kerja Pada Pekerja Di Proyek Konstruksi Devy Normalita Putri; Fatma Lestari
Journals of Ners Community Vol 13 No 1 (2023): Journals of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v13i1.2635

Abstract

Pembangunan di sektor konstruksi dalam beberapa studi dan penelitian mengandung risiko kecelakan yang lebih besar dibandingkan dengan pekerjaan di sektor lain. Angka kecelakaan secara global cukup mengkhawatirkan dan secara stastistik kematian akibat kerja pertahun sebesar >2,78 juta orang dan dua per tiga (2/3) terjadi di negara Asia. Menurut data ILO pada tahun 2018, lebih dari 1,8 juta kematian terjadi di kawasan Asia dan Pasifik dan tercacat 374 juta kejadian cedera dan penyakit akibat kerja setiap tahunnya yang mengakibatkan absensi kerja. Penelitian ini menggunakan metode literature review dengan menggunakan kata kunci faktor keselamatan dan kecelakaan kerja pada pekerja lapangan melalui database elektronik. Tujuan dari penelitian untuk menganalisis faktor dan penyebab kecelakaan kerja di perusahaan konstruksi. Dari jurnal yang diperoleh, faktor penyebab kecelakaan kerja pada pekerja terdiri dan faktor internal dan eksternal, faktor eksternal adalah dari faktor lingkungan sosial (social environment), dan faktor internal kesalahan manusia (fault of person), perilaku atau kondisi tidak aman (unsafe act or condition) yang dapat menyebabkan kecelakaan (accident), dan cidera (injury), dan kematian (Fatality). Sebagian besar kecelakaan terjadi akibat dari tindakan tidak aman dan kondisi tidak aman, karena semua bahaya di tempat kerja konstruksi tidak dapat dihilangkan, hanya dapat diidentifikasi dan dicegah, seperti teori penyebab kecelakaan dan kesalahan manusia, teori yang memberikan gambaran mengapa terjadi kecelakaan kerja.
Analisis Faktor-Faktor Kerentanan K3 yang Berhubungan Terhadap Keselamatan di Tempat Kerja Pada PT X Semasa Pandemi COVID-19 Muhammad Faqih Hartono; Fatma Lestari
National Journal of Occupational Health and Safety Vol 4, No 1 (2023)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59230/njohs.v4i1.7091

Abstract

PT X Unit Citeureup merupakan pabrik industri manufaktur semen terbesar di dunia. Proses industri di dalamnya melibatkan berbagai proses, bahan, serta pekerjaan berbahaya. Sehingga dengan demikian proses kerja di dalamnya banyak menyebabkan risiko keselamatan dan kesehatan kerja. Selain itu, pada saat ini PT X Unit Citeureup juga menghadapi tantangan pandemi COVID-19 sama seperti industri lainnya. Hal ini dapat berdampak negatif baik kepada pekerja ataupun manajemen PT X Unit Citeureup. Berdasarkan hal tersebut, terbentuknya keselamatan di tempat kerja merupakan hal yang harus diupayakan dan lebih dimaksimalkan. Penelitian ini mencoba untuk mengevaluasi faktor-faktor yang membentuk keselamatan di tempat kerja dengan upaya pencegahan COVID-19 dan dimensi-dimensi kerentanan K3. Dimensi-dimensi tersebut dapat digunakan sebagai dasar studi elemen psikologi organisasi dan iklim keselamatan yang mampu memprediksi keselamatan di tempat kerja. Penelitian dilakukan melalui pendekatan kuantitatif dengan desain studi cross-sectional. Pengumpulan data dilakukan secara daring melalui google form untuk mengetahui bagaimana persepsi pekerja terkait variabel-variabel yang diteliti. Pengumpulan data dilakukan pada bulan Mei dengan besar sampel yang terkumpul adalah 126 responden dari 19 divisi. Data berikutnya dianalisis dengan PLS-SEM (Partial Least Square Structural Equation Modeling). Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa faktor-faktor kerentanan K3 seperti kesadaran K3 dan partisipasi K3, serta upaya pencegahan COVID-19 berhubungan secara signifikan terhadap keselamatan di tempat kerja. Hasil ini menunjukkan bahwa intervensi terhadap peningkatan kesadaran K3, partisipasi K3, dan upaya pencegahan COVID-19 di tempat kerja dapat meningkatkan keselamatan di tempat kerja pada masa pandemi COVID-19.
KERENTANAN KEBAKARAN DAERAH PERKOTAAN: ANALISIS RISIKO DAN PEMETAAN DI JAKARTA TIMUR, INDONESIA Ridha Amini Insyania Saragih; Fatma Lestari
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 2 (2023): JUNI 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i2.15311

Abstract

Kebakaran dapat terjadi di kota-kota dan berpotensi menyebar dengan cepat ke gedung-gedung di sekitarnya. Kepadatan dan kualitas bangunan, perambatan api, dan kepadatan penduduk merupakan faktor yang meningkatkan risiko kerawanan kebakaran. Kebakaran dapat menyebabkan kerusakan pada rumah, sekolah, kendaraan, dan bangunan komersial. Analisis risiko kebakaran diperlukan untuk mengurangi tingkat keparahan, kerusakan, dan mencegah risiko serius akibat kebakaran di wilayah perkotaan. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis risiko kerawanan kebakaran dan memetakan risiko kebakaran di Jakarta Timur. Metodologi yang digunakan dalam makalah ini adalah stratified sampling dan cross-sectional dengan menggunakan kuesioner pemetaan risiko yang diberikan kepada RW dan Focus Group Discussion (FGD) di sektor terkait. Parameter yang digunakan untuk mengetahui tingkat kerawanan kebakaran perkotaan adalah kepadatan penduduk dan bangunan, kualitas bangunan dan tingkat kekumuhan, frekuensi kejadian kebakaran, luas dan kerugian, penjalaran api dan hambatan yang dihadapi oleh stasiun pemadam kebakaran. Pendataan dilakukan di 10 kecamatan dan 65 kelurahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aspek kerentanan yang paling berpengaruh terhadap risiko kebakaran di Jakarta Timur adalah kepadatan penduduk dengan skor rata-rata 4,3%, sedangkan aspek yang paling rendah pengaruhnya adalah frekuensi kejadian kebakaran dengan skor rata-rata 1,2%. Berdasarkan hasil penelitian ini, terdapat beberapa aspek yang perlu ditingkatkan sebagai strategi mitigasi risiko kebakaran perkotaan di Jakarta Timur yaitu aspek kepadatan penduduk dan kepadatan bangunan.
FAKTOR RISIKO MUSCULOSKELETAL DISORDERS (MSDS) PADA PERAWAT : LITERATURE REVIEW Wenta Chris Omega Manik; Fatma Lestari
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 2 (2023): JUNI 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i2.15734

Abstract

Musculoskeletal Disorders (MSDs)  telah menjadi salah satu masalah kesehatan paling serius yang dihadapi pekerja di berbagai industri dan pekerjaan, dan tidak hanya berdampak pada individu saja tetapi juga substansial beban ekonomi. MSDs telah diakui sebagai salah satu cedera akibat kerja yang paling umum, dan perawat di bidang pelayanan medis yang telah diidentifikasi sebagai kelompok berisiko tinggi untuk cedera tersebut. Apabila melihat persentase pekerja yang bekerja di rumah sakit, maka didapati bahwa 48% pekerja merupakan perawat sehingga apabila perawat terkena MSDs maka kinerja pelayanan, aktivitas, kualitas kerja perawat akan menurun. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi faktor risiko MSDs pada perawat.Terdapat banyak faktor risiko yang menyebabkan MSDs pada perawat. Penelitian ini menggunakan metode literature review  dengan mengakses database online dengan kata kunci “Musculoskeletal Disorder, Faktor Risiko, dan Perawat”. Selanjutnya, 5.730 diperoleh dari Google Scholar , 280 jurnal diperoleh  dari PubMed.Gov, dan 243 jurnal diperoleh dari Elsevier dengan total 6.253 jurnal. Kemudian dengan memperhatikan kriteria inklusi  dan eksklusi dalam proses screening maka diperoleh 18 jurnal yang memenuhi kriteria. Maka, berdasarkan dari jurnal yang telah terpilih diperoleh hasil mengenai faktor risiko dari MSDs adalah  postur janggal, jam kerja, masa kerja, riwayat kesehatan, umur, aktivitas fisik/olahraga, jenis kelamin, Indeks Massa Tubuh (IMT), dan psikososial. Perlu dilakukan pengendalian untuk menurunkan kejadian MSDs pada perawat seperti berolahraga dengan cukup dan melakukan peregangan ketika bekerja.
THE RELATIONSHIP OF FIRE INCIDENT AND AREA VULNERABILITY: CASE STUDY OF WEST JAKARTA MUNICIPALITY, INDONESIA Nugraha, Fajar; Lestari, Fatma; Semedi, Jarot Mulyo; Rahatiningtyas, Nurul Sri; Wibowo, Andrio A.
Jurnal Geografi Lingkungan Tropik (Journal of Geography of Tropical Environments) Vol. 6, No. 1
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fire incident has a great impact on the loss of lives and financial loss due to property damage. Areas with high population density, densely physical building conditions, and irregular building patterns commonly form congested residential slum areas are vulnerable to fire hazards. The capital city of Jakarta is the most populous city in Indonesia and the most densely populated city, with an average of 15,900 people per sq km. In 2019, there was 2,109 fire incident recorded, and nearly 20% of them occurred within the West Jakarta Municipality area. This study investigates the relationship of population density and building density, which are considered vulnerability factors of an area, to fire incidents within the West Jakarta Municipality area in 2019. This study investigates 56 villages within the eight subdistricts of West Jakarta Municipality. This study is an ecologic study, and the bivariate test used is Spearman's rank correlation. The fire incident was significantly correlated with the building density (p-value=0,0001; r=-0,533) and the population density (p-value=0,04; r=-0,276). The distribution of densely populated and high building density villages is dominant in West Jakarta Municipality's east region. In contrast, the villages with high fire incident are dominant in West Jakarta Municipality's west region.
Co-Authors Abdul Kadir Abdul Kadir Abdul Kadir Abdul Kadir Abdurrohman Aditya Rahman Adonis Muzanni Agustin, Mega Dita Ahmad Syafiq Al Azhar, Muhammad Schehan Alfiansah Rahadian Andralisa Febriani Andri Cahyadi Andri Wibowo Anisa Sukmaningtias Anisa Sukmaningtias Atta Rizky Suharto Bambang Sulistyo P Besral . Bimo Prasetyo Budi Hartono Budi Hartono Cahyandari, Safira Dadan Erwandi David Febraldo Debby Paramitasari Devy Normalita Putri Dewangga, Rahmat Satria Dihartawan, Dihartawan Dini Aulia Sari Ermal Dwi Septiana Eky Susilowati Elfrida Ratnawati Fajar Nugraha Fani Oktaviani, Fani Farma, Tri Agusti Fatiqa, Irna Anggun Fatmah Fatmah Febie Karmani Putra Febriani, Andralisa Frandy Sinatra Surbakti Hafia, Azka Hanif Bangun Nuranto Hari Suryo Utomo Hariyanto, Kusnu Hartono, Muhammad Faqih Helmi, M. Nurman Herlina J. EL- Matury Herto Dwi Ariesyady I Gusti Bagus Wiksuana Iin Pratama Sari Ika Agustina Wahyuningtias Imam Santoso Inti Sari Puspita Dewi Ira Risnawati Simanjuntak Isra, AM. Furqan Jaja Suteja Jamaludin, Maun Kamto Kamto, Kamto Kasianto Ketut Ima Ismara Khaliwa, Agra Mohamad L. Meily Kurniawidjaja Lestari, Puji Lina Yuliana Marlinda Irwanti, Marlinda Martono, Dwi Nowo Mega Sari, Dhewi Meilissa Ayu Pratiwi Meilissa Ayu Pratiwi Miranda Surya Wardhany Moh. Sidik Priadana Mohamad Reza Huzain Muhammad Faqih Hartono Muhammad Yuzar Virza Nelvy Roza Nelvy Roza Normalita Putri, Devy Novriza, Venti Octaviani, Devie Fitri Panindrus, RM. Yodan Amaral Pramudita, Revi Adib Rahatiningtyas, Nurul Sri Raldi Hendro Koestoer, Raldi Hendro Ramadhan, Dwiki Resnawati Ridha Amini Insyania Saragih Ridwansyah Ridwansyah Ridwansyah Ridwansyah RM. Yodan Panindrus RM. Yodan Panindrus, RM. Yodan Robiana Modjo Robiana Modjo Rully Rudianto Safar, Hanif Sandra Fikawati Sandra Fikawati Sari, Dhewi Mega Sasana, Wanadri Agung Sekarsari Kartika Putri Semedi, Jarot Mulyo Siregar, Ronald siti widya nazhrah, siti widya Sjahrul Meizar Nasri Sony Dwi Risvandi Sudirman, M. Iman Sunarto Sunarto Sutiadi, Alifah Komaraningsih Syalli Adha, Ridha Tri Edhi Budhi Soesilo Udi Syahnoedi Hamzah Warid Nurdiansyah Warid Nurdiansyah, Warid Wenta Chris Omega Manik Wibowo, Andrio A. Widanarko, Baiduri Widiasari, Juniatia Widya Mulya Wirawan, Mufti Wisnu Nuraga Zainal, Muhammad Isradi Zulkifli Djunaidi, Zulkifli Zultiniar Zultiniar