Claim Missing Document
Check
Articles

Pelatihan Augmented Reality (AR) Untuk Meningkatkan Kompetensi Guru di Era Digital Ashari, Hilda; Makmur, Elfira; Sari, Dessy Ana Laila; Muchtar, Akhyar; Burhan, Muhammad Iswal
TEKNOVOKASI : Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 2: Issue 1 (January 2024)
Publisher : Jurusan Teknik Informatika dan Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59562/teknovokasi.v2i1.1300

Abstract

Perkembangan bidang teknologi informasi di dunia pada saat ini mengalami perkembangan yang sangat pesat, terutama di bidang mobile phone sehingga memudahkan masyarakat dalam mendapatkan suatu informasi melalui smartphone. Pada dunai pendidikan penggunaan smartphone dapat membantu siswa dalam proses pembelajaran dengan hadirnya teknologi Augmented Reality (AR) sebagai media pembelajaran. Namun Guru-guru di UPTD SDN 72 Pakalu II belum mengenal Augmneted Reality sehingga tidak mempunyai keterampilan pembuatan Augmented Reality sebagai alternatif media pembelajaran. Oleh karena itu diperlukannya pelatihan teknologi berbasis Augmented Reality (AR) untuk pembuatan media pembelajaran. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini mempunyai tujuan yaitu guru dapat mengenali dan memahami Augmented Reality (AR) serta mempunyai keterampilan membuat media pembelajaran. Pengabdian kepada masyarakat ini menggunakan pendekatan monologis dan dialogis. Kegiatan pelatihan diikuti oleh 15 peserta guru-guru produktif di UPTD SDN 72 Pakalu II. Setelah dilakukan pelatihan, sebanyak 90% guru-guru produktif UPTD SDN 72 Pakalu II telah mengalami peningkatan keterampilan sehingga sudah mengetahui dan memahami tentang Augmented Reality (AR) dan cara pembuatan Augmented Reality (AR) sebagai alternatif media pembelajaran di dalam proses belajar mengajar.
Diagnosa Kesehatan Motor Induksi menggunakan CNNs 1D pada Sinyal Multimodal Sari, Dessy Ana Laila; Ashari, Hilda
ZETROEM Vol 7 No 1 (2025): ZETROEM
Publisher : Prodi Teknik Elektro Universitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/ztr.v7i1.5161

Abstract

Penelitian ini mengambangkan model Convolutional Neural Networks (CNNs) 1D untuk mendiagnosa kondisi Kesehatan motor induksi menggunakan data multimodal dari sensor akselerometer, mikrofon dan temperature. Model ini dirancang untuk mempelajari pola kompleks dalam data domain waktu dan mengklasifikasikan kondisi motor induksi ke dalam 2 kategori : “Sehat” atau “Rusak”. Eksperimen dilakukan dengan menvariasikan kondisi data (Unloaded dan Loaded), rasio pembagian data training dan testing (50:50, 70:30, 80:20, 90:10), serta jumlah parameter epoch (50,100, 500, 1000). Hasil menunjukkan bahwa model mencapai akurasi yang bervariasi tergantung pada kondisi parameter tersebut. Pada kondisi Unloaded, akurasi tertinggi 89.10% dicapai pada rasio data 90:10 dan 50 epoch, sedangkan pada kondisi Loaded, akurasi tertinggi 87.20% dicapai pada rasio 50:50 dan 100 epoch. Secara umum, akurasi lebih tinggi pada kondisi Unloaded, yang mengindikasikan perbedaan karakteristik data. Penelitian ini menunjukkan potensi CNNs 1D dalam diagnosis motor induksi. Namun penelitian lebih lanjut diperlukan untuk meningkatkan kinerja dan generalisasi model.
Workshop Peningkatan Kompetensi Guru dan Keamanan Digital menggunakan Deep Learning Zulfikar, Muh. Ihsan; R., Haekal Febriansyah; Budiarti, Nur Azizah Eka; Ashari, Hilda; Makmur, Elfira
DEDIKASI Vol 27, No 1 (2025): JURNAL DEDIKASI (Article in Press)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/dedikasi.v27i1.74144

Abstract

Abstrak: Workshop peningkatan kompetensi guru ini bertujuan untuk membekali guru dengan pengetahuan dan keterampilan sebagai fasilitator pembelajaran deep learning serta pemahaman terhadap keamanan digital di lingkungan pendidikan. Kegiatan ini dilaksanakan melalui pelatihan teori dan praktik yang mencakup pemahaman konsep deep learning, penerapannya dalam kegiatan belajar mengajar, serta pentingnya menjaga keamanan data digital di sekolah. Metode yang digunakan meliputi ceramah, diskusi, tanya jawab, dan praktik langsung. Hasil dari pelatihan ini menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan dan keterampilan guru dalam menerapkan pembelajaran deep learning dan menjaga keamanan digital di kelas. Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam mendukung transformasi pendidikan yang adaptif terhadap teknologi sekaligus aman secara digital. Kata kunci: peningkatan kompetensi guru, fasilitator deep learning, keamanan digital, keahlian.
Pelatihan Penguatan Kesehatan Mental di Sekolah Menuju Pendidikan Berkualitas Riska, Muhammad; Ashari, Hilda; Makmur, Elfira; Sari, Dessy Ana Laila; Burhan, Muh. Iswal
TEKNOVOKASI : Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 3: Issue 2 (May 2025)
Publisher : Jurusan Teknik Informatika dan Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59562/teknovokasi.v3i2.7411

Abstract

Community Service focuses on the importance of empowering teachers in Mental Health Education within schools, particularly in Timika, a remote area in Eastern Indonesia. The frequent and unstable power outages cause difficulties in accessing the internet, and the region’s remote location makes it challenging for school teachers in Timika to obtain information about mental health. The goal of this Community Service initiative is to provide Mental Health Training in Schools Towards Quality Education, which will be implemented to enhance teachers' competencies in handling mental health issues. The ultimate objective is for teachers to become mentally healthy and skilled. As a result of this initiative, a learning environment that supports the emotional and psychological well-being of both teachers and students is created. The method used in this program includes training on children's mental health in the digital era, developing school vision and mission to support mental well-being, conducting social research and innovation, and providing parenting education. Mental health training strengthens the prevention of negative behaviors, thereby influencing the development of quality learning. The results of this program indicate that the training successfully formed a group of teachers who are concerned about mental health. Teachers became more proactive in raising awareness of the importance of mental health in schools. Additionally, this training initiative successfully facilitated educational outreach programs for parents and the surrounding community, both individually and in groups.
Penguatan Kompetensi Guru Sekolah Menengah melalui Pelatihan Canva untuk Peningkatan Media Pembelajaran Interaktif Mahande, Ridwan Daud; Ashari, Hilda; Malago, Jasruddin Daud; Bakri, Hasrul; Mappangara, Surianto
TEKNOVOKASI : Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 3: Issue 2 (May 2025)
Publisher : Jurusan Teknik Informatika dan Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59562/teknovokasi.v3i2.8470

Abstract

Responding to the growing demand for interactive, digital-based learning environments, this community service program was designed to strengthen the capacity of secondary school teachers to design visual learning media using Canva. Many teachers in the target areas previously relied on conventional methods and lacked exposure to digital design tools, resulting in monotonous teaching delivery and low student engagement. Through structured stages—including socialization, training, technology implementation, mentoring, and sustainability efforts—participants were equipped with the knowledge and skills to produce infographics, presentations, worksheets, and other teaching materials. Observations during implementation showed increased teacher confidence and creativity, improved student responsiveness, and improved media alignment with curriculum objectives. Teachers also informed to form a peer-to-peer digital community to ensure ongoing support and resource sharing. The program successfully addressed gaps in digital literacy and instructional design, fostering a culture of innovation and collaboration among educators. The results demonstrate that scalable, context-based interventions can make a meaningful contribution to educational transformation.
Implementasi Unplugged Computational Thinking untuk Guru Mata Pelajaran Informatika se-Balikpapan Vitalocca, Dyah; Nuridayanti; Ashari, Hilda; Makmur, Elfira; Abdal, Nurul Mukhlisah
Ininnawa : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2024): Volume 02 Nomor 01 (April 2024)
Publisher : Program Studi Manajemen FEB UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/ininnawa.v2i1.2356

Abstract

Di era modern, integrasi pendidikan informatika sangat penting dalam mempersiapkan peserta didik untuk menghadapi perubahan cepat yang dibawa oleh revolusi industri 4.0 dan kemajuan teknologi. Informatika memainkan peran penting dalam kurikulum pendidikan, membekali generasi muda dengan keterampilan penting untuk berkembang di dunia yang digerakkan oleh teknologi. Namun, ada beberapa tantangan yang dihadapi di Indonesia, seperti akses teknologi yang terbatas dan pelatihan yang tidak memadai bagi para guru untuk menanamkan konsep-konsep komputasi secara efektif. Guru diharap mampu menciptakan ekosistem pembelajaran yang inovatif, lingkungan pendidikan inklusif, berkelanjutan, dan kondusif bagi perkembangan peserta didik secara menyeluruh, memastikan kesempatan yang sama bagi semua peserta didik untuk berprestasi dan berkontribusi secara bermakna bagi masyarakat. Tahapan kegiatan terdiri atas tahapan persiapan, tahapan pelaksanaan kegiatan, dan tahapan pendampingan. Dalam pelatihan ini, guru berhasil mampu (1) memperoleh kemampuan atas pemahaman konsep dasar CT seperti dekomposisi, pengenalan pola, abstraksi, dan desain algoritma; (2) menyajikan berbagai cara inovatif untuk mengajarkan CT tanpa teknologi digital, seperti permainan dan aktivitas fisik; (3) teknik mengajar yang diberikan efektif untuk CT, termasuk aktivitas hands-on, diskusi kelompok, pembelajaran berbasis proyek, dan scaffolding, (4) mampu membuat langkah-langkah terstruktur untuk merancang materi pembelajaran yang mengintegrasikan konsep Unplugged CT; dan (5) mampu menciptakan lingkungan belajar yang kondusif, mendukung kolaborasi, dan memastikan keterlibatan peserta didik.
IMPLEMENTASI SELF-REGULATED LEARNING BERBASIS INTERNET PADA MAHASISWA UNTUK MENINGKATKAN KEMANDIRIAN BELAJAR Hilda Ashari; Dyah Vitalocca; Nuridayanti Nuridayanti
Jurnal Pendidikan dan Profesi Keguruan Vol. 3 No. 2 (2024): Jurnal Pendidikan dan Profesi Keguruan
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Elektro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59562/progresif.v3i2.10356

Abstract

Penelitian ini bertujuan meningkatkan kemandirian belajar mahasiswa pada perkuliahan di Prodi S1 Pendidikan Teknik Elektro melalui penerapan self-regulated learning (SRL) berbasis internet. Secara khusus, target yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah memperoleh data peningkatan kemandirian belajar mahasiswa dengan aspek-aspek kemandirian belajar yang dikembangkan meliputi aspek Independency, Self-management, Desire for learning, dan Problem-solving melalui penerapan SRL berbasis internet. Metode penelitian yang digunakan adalah pre-experimental design dengan desain pretest-postest satu kelompok atau one-group pretest-postest design. Subjek penelitian dalam penelitian ini adalah 35 orang mahasiswa Prodi S1 Pendidikan Teknik Elektro FT UNM yang memprogramkan mata kuliah Belajar dan Pembelajaran. Hasil uji peningkatan (gain) menemukan bahwa kemandirian belajar mahasiswa dalam mata kuliah Belajar dan Pembelajaran melalui pendekatan SRL berbasis internet mengalami peningkatan. Aspek independency merupakan aspek yang mengalami peningkatan (gain) dengan kategori tinggi (0,7). Aspek yang lainnya yaitu self-management, desire for learning dan problem solving masih perlu ditingkatkan.
IMPLEMENTASI MODEL PROJECT BASED LEARNING PADA PEMBELAJARAN PRAKTIK INSTALASI LISTRIK Riana T. Mangesa; Hilda Ashari; Elfira Makmur
Jurnal Pendidikan dan Profesi Keguruan Vol. 3 No. 2 (2024): Jurnal Pendidikan dan Profesi Keguruan
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Elektro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59562/progresif.v3i2.10357

Abstract

Kajian difokuskan pada penerapan model Project Based Learning (PjBL) melalui pembelajaran praktik instalasi listrik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keefektifan penggunaan model PjBL dan untuk mendeskripsikan; (1) hasil belajar mahasiswa dengan menggunakan model PjBL; (2) aktivitas belajar kelompok eksperimen yang menggunakan model PjBL dan (3) tanggapan pengguna model PjBL. Jenis penelitian ini adalah eksperimen dengan rancangan postest only control group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh mahasiswa yang telah memilih mata kuliah praktik instalasi listrik tahun ajaran 2022-2023. Sampel ditentukan dengan menggunakan teknik proporsional random sampling. Teknik pengumpulan data adalah observasi, tes, angket dan dokumentasi. Hasil penelitian ini adalah: (1) hasil belajar mahasiswa meningkat; (2) rata-rata aktivitas belajar kelompok eksperimen sebesar 85,84% dan (3) tanggapan mahasiswa terhadap penggunaan model PjBL rata-rata sebesar 90,71%.
EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN TWO STAY TWO STRAY (TSTS) DALAM PENCAPAIAN HASIL BELAJAR MAHASISWA Hilda Ashari; Dyah Vitalocca
Jurnal Pendidikan dan Profesi Keguruan Vol. 3 No. 1 (2023): Jurnal Pendidikan dan Profesi Keguruan
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Elektro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59562/progresif.v3i1.10374

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penerapan model pembelajaran Two Stay Two Stray (TSTS) terhadap pencapaian hasil belajar mahasiswa pada mata kuliah strategi belajar mengajar Jurusan Pendidikan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Makassar. Desain Penelitian yang dilakukan menggunakan Quasy Experiments, dengan sampel 65 orang mahasiswa. Instrumen diberikan dalam bentuk observasi dan tes. Berdasarkan data yang diperoleh dari hasil penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa ada perbedaan yang signifikan antara hasil belajar pada mata kuliah strategi belajar mengajar yang menerapkan model pembelajaran tipe Two Stay to Stray (TSTS) dengan penerapan model pembelajaran konvensional. Berdasarkan hasil analisis Uji T yang diperoleh melalui Independent Sample Test menghasilkan nilai yang signifikan 0,000<0,005. Dari hasil tersebut kemudian dapat disimpulkan bahwa hasil belajar kelas eksperimen lebih baik daripada hasil belajar kelas kontrol, sehingga model pembelajaran Two Stay to Stray (TSTS) lebih efektif daripada model konvensional.
HUBUNGAN MOTIVASI BELAJAR DENGAN HASIL BELAJAR TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI SISWA SMP NEGERI 3 MAJAULENG KABUPATEN WAJO Firdaus Firdaus; Sugeng A. Karim; Hilda Ashari; Risdayanti Risdayanti
Jurnal Pendidikan dan Profesi Keguruan Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Pendidikan dan Profesi Keguruan
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Elektro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59562/progresif.v4i1.10378

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara motivasi dengan hasil belajar Teknologi Informasi dan Komunikasi SMP Negeri 3 Majauleng. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kuantitatif. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini ada tiga yaitu, angket/kuisioner, observasi dan dokumentasi. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Majauleng, Kabupaten Wajo, Provinsi Sulawesi Selatan tepatnya di SMP Negeri 3 Majauleng pada tanggal 25 September sampai 25 Oktober 2023. Sampel penelitian ini adalah siswa SMP Negeri 3 Majauleng sebanyak 60 siswa. Data yang diperoleh kemudian di analisa menggunakan korelasi PearsonProduct Moment untuk mengetahui derajat hubungan antara motivasi belajar dengan hasil belajar TIK. Berdasarkan hasil analisa data diperoleh nilai rhitung 0,406 dan rtabel sebanyak 0,258 memiliki tingkat interpretasi yang sedang atau cukupan. Maka dari itu rhitung lebih besar dari rtabel maka hipotesis alternatif (Ha) diterima dan (Ho) ditolak. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan antara motivasi belajar dengan hasil belajar TIK siswa SMP Negeri 3 Majauleng. Maka dapat ditarik kesimpulan bahwa motivasi belajar merupakan suatu kecenderungan untuk mengembangkan prestasi atau hasil belajar pada diri seorang pelajar untuk melakukan kegiatan aktif dalam pembelajaran, sehingga dapat mencapai hasil yang diinginkan dan intensitas motivasi belajar seseorang akan sangat menentukan prestasi belajarnya