p-Index From 2021 - 2026
7.621
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Tahkim (Jurnal Peradaban dan Hukum Islam) Edukasi JURNAL KEPEMIMPINAN DAN PENGURUSAN SEKOLAH Jurnal Manajemen Pendidikan DINAMIKA: Jurnal Kajian Pendidikan dan Keislaman JURNAL PENDIDIKAN GLASSER Jurnal Pendidikan Islam Iqra' GUIDENA: Jurnal Ilmu Pendidikan, Psikologi, Bimbingan dan Konseling Journal on Education JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Kalam: Jurnal Agama dan Sosial Humaniora JURNAL PENELITIAN Al-MUNZIR International Journal for Educational and Vocational Studies Titian: Jurnal Ilmu Humaniora Alim | Journal of Islamic Education Genta Mulia : Jurnal Ilmiah Pendidikan MANAGERE : Indonesian Journal of Educational Management Jurnal Surya Kencana Dua: Dinamika Masalah Hukum & Keadilan Indonesian Journal of Instructional Media and Model Muqoddima: Jurnal Pemikiran dan Riset Sosiologi MAQASHID : Jurnal Hukum Islam JIEBAR : Journal of Islamic Education: Basic and Applied Research Tadarus Tarbawy : Jurnal Kajian Islam dan Pendidikan Jurnal Kajian Agama Hukum dan Pendidikan Islam (KAHPI) Al-Hasanah : Jurnal Pendidikan Agama Islam Jurnal Abdimas Indonesia : Jurnal Abdimas Indonesia International Journal of Engagement and Empowerment (IJE2) Dawuh Guru: Jurnal Pendidikan MI/SD Attadrib: Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Majalah Ilmiah Tabuah: Ta`limat, Budaya, Agama dan Humaniora Mimbar Agama Budaya At-Tajdid: Jurnal Ilmu Tarbiyah Tarbiyah Wa Ta'lim: Jurnal Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Jurnal Konsepsi Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora TARBIYATUNA : Jurnal Kajian Pendidikan, Pemikiran dan Pengembangan Lembaga Pendidikan Islam Managere: Indonesian Journal of Educational Management HIKMATUNA: Journal for Integrative Islamic Studies Jurnal Penelitian Riwayat: Educational Journal of History and Humanities JSE: Jurnal Sharia Economica Hikmatuna Journal of Islamic Studies and Civilization Indonesian Journal of Islamic Religious Education (INJIRE) Attadrib: Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Jurnal Manajemen, Pendidikan dan Pemikiran Islam Tamadduna: Jurnal Peradaban Journal of Islamic Studies and Civilization Journal of Asian Islamic Educational Management Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat ALMURTADO: Journal of Social Innovation and Community Service
Claim Missing Document
Check
Articles

PROSPEK PENGEMBANGAN PONDOK PESANTREN KECAMATAN MALANGKE KABUPATEN LUWU Yunus Yunus
Jurnal Ilmiah Iqra' Vol 12, No 2 (2018)
Publisher : IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (332.847 KB) | DOI: 10.30984/jii.v12i2.894

Abstract

AbstrakPola Strategi pengembangan Pondok Pesantren di Malangke, strategi pengembangan pesantren adalah cara atau srategi yang digunakan oleh wadah atau tempat guna proses suatu perubahan berencana yang memerlukan dukungan semua pihak, anatara lain Kepala, staff, guru, dan siswa dengan perubahan-perubahan itu diharapkan dapat mengembangkan dan meningkatkan lembaga pendidikan, yang memerlukan usaha jangka pendek, menengah, dan panjang guna menghadapi perubahan yang akan terjadi pada masa mendatang. Peluang dan tangan pengembangan Pesantren di Luwu Utara,  terdapat Undang-undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, yang beberapa pasalnya menekankan penyelenggaraan pendidikan keagamaan, seperti, pasal 30 ayat (1) dan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 55 Tahun 2007 tentang Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan pada pasal 1 ayat (2) tentang Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan yang didalamnya secara tegas dikemukakan bahwa pondok pesantren menyelenggarakan pendidikan diniyah pada tingkat dasar dan menengah, tergolong dalam sub sistem pendidikan Nasional di Indonesia yang bertujuan untuk mencerdaskan bangsa, menjadikan manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menajdi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Sedangkan tantangan ada beberapa hambatan 1)Sistem kurikulum yang lebih modern, sehingga pesantren ketinggalan jauh dari sekolah umum, 2) Kurangnya anggaran dan sumber pendanaan disebabkan oleh kurang siswa. 3) adanya sebagian orang tua tidak tertarik menyekolahkan anak di sekolah Pesantren.Kata kunci:      Pengembangan, Pondok Pesantren As’addiyah.  AbstractThe pattern of the development of Islamic boarding schools in Malangke, the strategy of developing pesantren is the method or strategy used by the place or place for the process of planning changes that require the support of all parties, among others, the Head, staff, teachers and students are expected to develop and improving educational institutions, which require short, medium and long-term efforts to deal with changes that will occur in the future. Opportunities and hands for the development of Islamic boarding schools in North Luwu, there is Law Number 20 of 2003 concerning the National Education System, some of which emphasize the implementation of religious education, such as article 30 paragraph (1) and Government Regulation (PP) Number 55 of 2007 concerning Education Religion and Religious Education in Article 1 paragraph (2) concerning Religious Education and Religious Education in which it is expressly stated that Islamic boarding schools conduct early childhood education at the elementary and secondary levels, belonging to the national education sub-system in Indonesia which aims to educate the nation, make humans who have faith and devotion to the Almighty God, are noble, healthy, knowledgeable, capable, creative, independent and become a democratic and responsible citizen. While the challenges are several obstacles 1) A more modern curriculum system, so that pesantren lag far behind public schools, 2) The lack of budgets and funding sources is caused by lack of students. 3) there are some parents who are not interested in sending their children to school in Islamic boarding schools.Keywords:        Development, As'addiyah Islamic Boarding School.
NILAI-NILAI PENDIDIKAN ISLAM DALAM MODEL PEMBELAJARAN BUDAYA Yunus Bayu
Al-Hasanah : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 6 No 2 (2021): Al-Hasanah : Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : STAI Pelabuhan Ratu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (641.82 KB) | DOI: 10.51729/6238

Abstract

This study aims to determine the value of Bugis culture in Islamic education at Tana Luwu higher education institutions in Palopo City, namely Andi Djemma University, IAIN Palopo. This study uses a qualitative method with an ethnopedagogical approach. Building religious harmony in the value of local wisdom education is still very relevant to be applied by all students. This is reflected in the attitude of students through discipline and responsibility. Discipline and responsibility of students to maintain self-esteem, dignity. A reflection of plurality which functions as a student's spirit in the process of values ​​education. The concept of cultural learning in Islamic religious education provides respect for values ​​such as Sipakatau (giving each other information), Sipakalebbi (Mutual respect), Sipakingge (Reminding each other), Sipakatou (Sharing each other). Appreciate peace, happy to help others, especially if they are fellow human beings. So that Bugis cultural education is in line with the plurality values ​​that grow and develop in Indonesia
THE ROLE OF SOCIAL MEDIA IN THE ERA OF DIGITAL TRANSFORMATION AS A MEANS OF COMMUNICATION KARANG TARUNA COMMUNITY KAMPUNG PARUNG SERAB CILEDUG Yunus Yunus; Slamet Raharjo; Murni Handayani; Natasya Arifah; Rafli Rafli; Nuraini Sitepu; Allam Ramzy; Widuri Indana Saleha
International Journal of Engagement and Empowerment Vol. 1 No. 1 (2021): International Journal of Engagement and Empowerment
Publisher : Yayasan Education and Social Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53067/ije2.v1i1.1

Abstract

Social media is where the communication tool is by the user in the social process. At the same time, digital transformation uses technology to transform analog processes into digital. We have digitalization in all areas of our lives, from smartwatches to artificial intelligence-enabled household assistants. The role of social media in the era of transformation in the village serab ciledug is still not maximal in social media use, therefore Kewan then the community conducted in the organization of taruna taruna kampung parung serab is to provide education or direction in social media in the current digital transformation era. So that when the organization of taruna taruna kampung parung serab ciledug in the direction of activities in the organization area, can return information which of the community perseverance activities (PKM) this. So by means of the way then the activities of salting this community can stretch the coral taruna kampung parung serab ciledug to be able to increase efficiency and efficiency in social media. So that by also can be dikung far coral activities taruna kampung parung serab ciledug
Integrasi Konsep Ta’dib Al-Attas dalam Pembinaan Karakter Peserta Didik pada Masa Pandemi Nurul Anifah; Yunus Yunus
Dawuh Guru: Jurnal Pendidikan MI/SD Vol 2 No 1 (2022): Februari 2022
Publisher : Mafapress bekerja sama dengan Prodi PGMI Fakultas Tarbiyah IPMAFA Pati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35878/guru.v2i1.304

Abstract

Pada masa pandemi, dunia pendidikan harus mampu beradaptasi dengan tetap melakukan pembelajaran sesuai situasi dan kondisi. Penelitian ini mengambarkan Konsep Ta’dib Muhammad Naquib Al-Attas dalam Pengembangan Karakter Peserta Didik. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang menggunakan pendekatan pedagogis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep Ta’dib menurut Muhammad Naquib Al-Attas, konsepTa’dib titik tekan pada penguasaan ilmu yang benar dalam diri seseorang agar menghasilkan kemantapan amal dan tingkah laku yang baik yang berlandaskan keimanan. Konsep Ta’dib, pertama, sebagai kompetensi moral (akhlak) yang harus dimiliki oleh pendidik maupun peserta didik, kedua, pembentukan kepribadian agar karakteristik psikologis seseorang yang berkaitan dengan kecendrungan untuk berhubungan sosial dengan orang lain, khususnya yang berkaitan dengan; keramahan, pengendalian diri, implementasi bisa dikatakan berhasil karena pendidikan adab yang diterapkan dalam kehidupan peserta didik, namun harus diakui juga dimasa pademik pendidikan Ta’dib mengalami sedikit kendala, seperti tingkat pendidikan, Lingkungan, Budaya, Tingkat sosial ekonomi dan pembelajaran Daring.
Membangun Kerukunan Umat Beragama melalui Model Pembelajaran PAI Berbasis Kearifan Lokal pada Penguruan Tinggi Sopyan Hadi; Yunus Bayu
Tarbiyah Wa Ta'lim: Jurnal Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran VOL 8, NO 1 (2021): TARBIYAH WA TA'LIM
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1004.888 KB) | DOI: 10.21093/twt.v8i1.3111

Abstract

Ketegangan sering terjadi karena kurangnya interaksi antar umat beragama Islam dan Kristen, pada tahun 1998 sampai 2000-an, karena Toraja dan Kota Palopo merupakan daerah perbatasan. Problem utamanya adalah masyarakat secara umum kian hari kian tergerus dari nilai-nilai menghargai keragaman, terutama keragaman beragama dan berkeyakinan. Bahkan lebih parahnya lagi, beberapa atau bahkan sebagian besar tindak kekerasan, intoleransi, terhadap orang yang berbeda agama/keyakinan itu dipraktikkan dalam institusi pendidikan. Kearifan lokal diperlukan sebagai sarana pendukung dalam usaha menciptakan solidaritas sosial, mengawetkan, serta mengalih-generasikan budaya sehingga dapat meminimalisasi konflik sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai budaya Bugis dalam pendidikan Islam di perguruan tinggi yang relevan dalam membangun pluralisme. Penelitian menggunakan pendekatanetnopedagogi dengan melibatkan beberapa tokoh dan dosen di Kota Palopo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran budaya dalam pendidikan agama Islam di perguruan tinggi sejalan dengan nilai-nilai pluralisme yang tumbuh dan berkembang di Indonesia. Beberapa nilai pluralisme dalam pendidikan kearifan lokal budaya Bugis terjelma konsep pesse seperti nilai Sipakatau, Sipakalebbi, Sipakaingge, Sipakatou. Budaya Bugis punya cinta dan kasih sayang terhadap sesama ditunjukkan dengan pepatah seperti Mali siparappe, rebba sipatokkong, malilu sipakainge. Hal ditandai adanya kerja sama di semua aspek kehidupan, baik aspek ekonomi, sosial, budaya, politik, sampai kegiatan keagamaan sudah terjalin paham toleransi dalam beragama yakni saling menghargai dan menghormati antara pemeluk agama.
PERANAN MUBALIGH DALAM MENCEGAH COVID 19 DI KOTA PALOPO Suparman Mannuhung; Yunus yunus
Genta Mulia : Jurnal Ilmiah Pendidikan Vol 12, No 2 (2021)
Publisher : STKIP Bina Bangsa Meulaboh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPenelitian bertujuan untuk mengetahui peranan mubaligh dalam memobilisasi masyarakat untuk mencegah covid-19. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, teknik pengumpulan datanya melalui wawancara, informan yang diwawancarai para mubaligh sejumlah anggota Muballigh 115 orang dan berasal dari beberapa kalangan organisasi seperti NU, Muhammadiyah, Wahdah Islamiyah, Penyuluh Kementerian Agama Kota Palopo, bahkan ada beberapa dari kalangan kampus. Hasil. Terjadinya peningkatan warga Kota Palopo meninggal akibat Covid-19 sebanyak 28 orang. Total pasien yang telah terkonfirmasi Covid-19 di Kota Palopo sebanyak 737 orang. Akibatnya, maka para mubaligh bersama-sama bersinergi pemerintah untuk memaksimalkan pencegahan covid-1 dengan memberikan edukasi kepada masyarakat cara mencegahan pandemi covid-19 dengan cara yaitu: Cuci tangan, hindari sentuh wajah, etika bersin dan batuk, memakai masker, hindari interaksi langsung, hindari berbagi barang pribadi, social distancing, cuci bahan makanan, bersihkan perabot rumah, dan tingkatkan Imun Tubuh. Para mubaligh dalam melaksanakan ibadah ritual tetap istiqomah di rumah masing-masing dan selalu menjaga kebersamaan para jamaahnya serta senantiasa mendekatkan diri kepada Allah dengan berbagai ikhtiar sebagai solusi dalam rangka pencegahan pandemi covid-19.Kata Kunci: Peranan, Mubaligh, Covid-19
NILAI-NILAI MODERASI BERAGAMA DI PONDOK PESANTREN SHOHIFATUSSHOFA NW RAWAMANGUN Masturaini Masturaini; Yunus Yunus
Tadarus Tarbawy : Jurnal Kajian Islam dan Pendidikan Vol 4, No 1 (2022): Tadarus Tarbawy : Jurnal Kajian Islam dan Pendidikan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/jkip.v4i1.6377

Abstract

Islamic boarding schools are the front line in anticipating a change. Because Islamic boarding schools are considered a source of moral and moral education both in terms of individuals and groups. History records that pesantren are not only able to survive in the face of the challenges of the times, but also experience rapid development and transformation from time to time. This research is a qualitative research that uses a phenomenological approach. Sources of data, namely primary data sourced from kiai, coaches, teachers, students. Meanwhile, secondary data were taken from documents related to the research. The instrument used in collecting data is the researcher himself whose function is to determine and select informants as data sources, analyze data, interpret data, and the instruments in collecting data are observation, interviews, and documentation. The results of the research on the work of the Shohifatusshofa Islamic Boarding School Nahdatul Wathan have brought a positive impact on plural society in South Sukamaju District. In the model of education and the development of Islamic moderation teachings in various circles and classes of society. The values are as follows; a) Tawassut (middle way); b) Tawazun; c) I'tidal; d) Tasamuh; e) Musawah; f) Shura (consultation); g) Islah; h) Tathawwur wa ibtikar; i) Tahaddur; j) Wataniyah wa muwatanah; k) Qudwatiyah. 3) Instilling the values of Islamic moderation in the Shohifatusshofa Islamic Boarding School by applying several methods, namely; first, the madrasy/formal class method, in the form of classroom education that follows the national education system with subjects arranged based on the national curriculum. Second, the halaqah method. Halaqah recitations are delivered by the kiai at the end of every sunset and dawn at the mosque by studying the yellow book. Third, the hidden curriculum is everything that affects students related to positive behavior
SIPAKATAU SIPAKALEBBI SIPAKAINGGE SIPAKATOU SEBAGAI NILAI DASAR PENDIDIKAN KARAKTER Yunus; Alfurqan; Ahmad Taufik Hidayat
Majalah Ilmiah Tabuah: Ta`limat, Budaya, Agama dan Humaniora Vol. 25 No. 1 (2021): Majalah Ilmiah Tabuah : Ta`limat, Budaya, Agama dan Humaniora
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora UIN Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (289.401 KB) | DOI: 10.37108/tabuah.v25i1.616

Abstract

The study explains the form of local wisdom of Bugis culture as a cultural value that is characteristic of the Palopo people. This type of research is qualitative. The local wisdom that develops in Palopo City is in line with the pluralistic Palopo culture that develops in Indonesia. Palopo city has local wisdom values such as humanizing (sipakatau), respecting (Sipakalebbi), remembering (Sipakingge'). These values are always preserved, so that they become the glue of religious harmony in Palopo City. The value of pluralism in the education of local wisdom, Bugis culture, embodies the concept of pesse as the value of Sipakatau, Sipakalebbi, Sipakingge, Sipakatou. Bugis culture has love and compassion for others shown by proverbs such as Mali siparappe, rebba sipatokkong, malilu sipakinge (others are swept away, helped, others fall, are helped to get up, others are out of the norm being reminded/reinforced). Palopo people value peace, love to help fellow human beings, especially if it is a fellow human being .
Education in Learning Religious Education in College Education in Palopo City Yunus Yunus
Journal on Education Vol 3 No 2 (2021): Journal On Education: Volume 3 Nomor 2 Tahun 2021
Publisher : Departement of Mathematics Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joe.v3i2.349

Abstract

Cultivating awareness of the multicultural dimension in a plural and multicultural society through education is urgent because education is a potential entry point to instill an appreciation for diversity due to ethnicity, religion, gender, and family economic background and others. college student. This study aims to describe the cultural values ​​of Bugis in Islamic education that develop in universities in Palopo City. In research using qualitative. The culture of siri 'in religious learning from students' attitude of discipline and responsibility. Discipline and student responsibility to maintain self-esteem and dignity of students which are a reflection of the culture of siri 'which functions as the spirit of students in the value education process. The concept of siri learning in education provides respectful values ​​such as Sipakatau (giving information), Sipakalebbi (Mutual Respect), Sipakaingge (Reminding each other), Sipakatou (Sharing). Bugis culture has a sense of love and affection for others which is shown by proverbs such as Mali siparappe, rebba sipatokkong, malilu sipakainge (other people are taken away, helped, some fall, are helped to wake up, others come out of the norm to be reminded / repent). Bugis people are fellow human beings, let alone fellow humans. So that Bugis cultural education is in line with the values ​​of pluralism that grow and develop in Indonesia.
ISLAM DAN BUDAYA (NILAI-NILAI ISLAM DALAM PROSES PERNIKAHAN MASYARAKAT BUGIS) yunus yunus
Titian: Jurnal Ilmu Humaniora Vol. 2 No. 1 (2018): Juni 2018
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (461.682 KB) | DOI: 10.22437/titian.v2i1.5217

Abstract

Masyarakat Bugis di Malangke sangat kental sifat kebersamaan dan rasa solidaritasnya, jika di suatu kampung ada yang melakukan acara perkawinan, maka semua masyarakat turun ikut andil agar acara tersebut berjalan dengan lancar tanpa ada halang rintangan. Di dalam proses pelamaran hanya diwakili oleh orang-orang yang dituakan bukan orang tuanya, dan bahasanya aga’ sindiran misalnya perempuan di ibaratkan bunga yang mekar di taman dan laki-lakinya sabagai kumbang yang menghampiri bunga tersebut. Kegiatan yang dibayangkan, bahkan dipercayai sebagai perwujudan ideal hubungan cinta antara dua individu dan telah menjadi urusan banyak orang atau institusi, mulai dari orang tua, keluarga besar, institusi agama sampai negara. Perkawinan tidak hanya menjadi aktivitas sosial saja tetapi juga memiliki nilai-nilai sakral. Perkawinan merupakan ikatan sosial atau ikatan perjanjian hukum antar pribadi yang membentuk hubungan kekerabatan dan yang merupakan suatu pranata dalam budaya setempat yang meresmikan hubungan pribadi. Dalam pernikahan masyarakat Bugis banyak nilai-nilai Islam diantara nilai kekerabatan, tolong menolong bahkan ada tentang mengingatkan kepada kejujuran dan Nabi Muhammad saw yang terdapat dalam mappaci. Masyarakat Bugis langsung mengajarkan dan membimbing kepada mempelai wanita tentang makna dan simbol yang terkandung dalam acara pernikahan masyarakat Bugis di Kecamatan Malangke Kabupaten Luwu Utara.