Claim Missing Document
Check
Articles

POPULASI WALANG SANGIT (Leptocorisa oratorius F) DAN TINGKAT PARASITASI TELURNYA PADA BEBERAPA VARIETAS PADI DI LAHAN TADAH HUJAN ANDI, ANDI; RAMADHAN, TRIS HARIS; HENDARTI, INDRI
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 7, No 2 (2018): April 2018
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (784.413 KB)

Abstract

POPULASI WALANG SANGIT (Leptocorisa oratorius F) DAN TINGKAT PARASITASI TELURNYA PADA BEBERAPA VARIETAS PADI DI LAHAN TADAH HUJANAndi(1), Tris Haris Ramadhan(2), Indri Hendarti(2)(1) Mahasiswa dan (2) Staf PengajarProgram Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas TanjungpuraABSTRAKWalang sangit (Leptocorisa Oratorius F) merupakan hama utama yang menyerang tanaman padi. Kerusakan yang ditimbulkan oleh serangan walang sangit mengakibatkan penurunan hasil dan gabah menjadi hampa. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari serangan walang sangit pada beberapa varietas padi serta jenis dan potensi parasitoid yang menyerang telur walang sangit. Penelitian ini dilaksanakan di lahan percobaan BPP Tekarang dengan tahapan pembibitan, penanaman dengan jarak 20 cm X 10 cm sistem jarwo, pemeliharaan tanaman meliputi penyiangan gulma dan penyulaman, pengambilan sampel, dan panen. Pengambilan sampel dimulai setelah tanaman padi berumur satu bulan setelah tanam kemudian diamati setiap seminggu sekali, setiap telur yang didapat dimasukkan ke dalam kantong plastik. Selain pengamatan telur dilakukan juga perhitungan populasi walang sangit pada tiap-tiap petak contoh, sampai padi mendekati panen. Telur yang telah diambil dari lapangan kemudian dipelihara di Petridish, Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Populasi walang sangit mulai muncul pada saat masa primordia dan populasi tertingggi pada varietas Situ Bagendit serta pada varietas Inpara 2 mengalami lonjakan populasi pada minggu terakhir. Jumlah telur walang sangit tertinggi pada varietas Inpara 2 dan pada varietas Situ Bagendit tidak ditemukan telur walang sangit. Persentase rerata bulir hampa tertinggi pada varietas Situ Bagendit dan terendah varietas Inpago 8. Rerata Berat 1000 biji tertinggi pada varietas Inpago 8 dan terendah varietas Situ Bagendit. Hasil panen tertinggi pada varietas Inpara 2 dan terendah pada varietas Situ Bagendit.Kata kunci : Lahan Tadah Hujan, padi, Parasitoid Telur, Walang Sangit.
BIOLOGI Spodoptera litura F Pada Kondisi Stres Pakan Buatan Di Laboratorium. azwan, azwan; Ramadhan, Tris Haris; Rahayu, Sri
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 9, No 2 (2020): April 2020
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

BIOLOGI Spodoptera litura F Pada Kondisi Stres Pakan Buatan Di Laboratorium. Azwan (1), Tris Haris Ramadhan (2), Sri Rahayu (2) (1) Mahasiswa Fakultas Pertanian dan (2) Staf Pengajar Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak ABSTRAK Spodoptera litura Fabricius merupakan hama penting pada tanaman karena mempunyai kisaran inang yang luas. Larva S. litura yang mengakibatkan kerugian pada petani sehingga diperlukan pengkajian lebih mendalam tentang biologi serangga Spodoptera litura. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui siklus hidup, nisbah seks (sex ratio), serta keperidian (fekunditas) serangga S. litura pada kondisi stres pemberian pakan buatan di Laboratorium. Penelitian dilaksanakan selama ±4 bulan di Laboratorium Hama Tanaman S. litura dipelihara dalam gelas plastik (kap es). Pakan yang digunakan ialah pakan yang berbahan Phaseolus vulgaris L. Rancangan penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen berupa rancangan acak lengkap 1 faktor yaitu terdiri dari 5 perlakuan pemberian pakan buatan dan 50 kali diulang. Hasil penelitian pada pakan buatan Phaseolus vulgaris L dengan jumlah yang berbeda menunjukkan kecenderungan semakin banyak pakan yang dimakan akan memperpendek masa hidup artinya dengan semakin tercukupinya pakan fase hidup serangga cenderung lebih cepat. Pada nisbah sex ratio keadaan makanan tercukupi maka perbandingan antara jantan dan betina akan seimbang, tetapi ketika makanan tidak tercukupi maka perbandingan kelamin pada keadaaan itu hampir seluruhnya terdiri atas serangga jantan. Fekunditas S. litura dipengaruhi faktor kuantitas makanan yang dikonsumsi serangga terhadap proses reproduksinya, semakin banyak jumlah makanan yang dikonsumsinya akan menghasilkan kelompok telur dan jumlah telur yang banyak. Rata rata berat larva menunjukkan masa hidup larva setiap instar yang tercukupi makanannya masa hidupnya semakin cepat. Kata kunci : Biologi, Pakan buatan, Phaseolus vulgaris L., S. litura. (1)Mahasiswa Fakultas Pertanian dan (2)Staf Pengajar Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak
PERSISTENSI CENDAWAN Metarhizium anisopliae (Metsch.) PADA TANAH GAMBUT SERTA TINGKAT PATOGENISITASNYA TERHADAP LARVA Tenebrio molitor (Linn.) di LABORATORIUM Simamora, Cico Jhon K; Ramadhan, Tris Haris; Hendarti, Indri Hendarti
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 2, No 1: April 2013
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Metarhizium anisopliae (Metsch.) merupakan agen hayati yang sering digunakan untuk mengendalikan serangga Coleoptera, akan tetapi belum banyak informasi tentang kemampuan konidia untuk bertahan di tanah gambut dan tetap mampu mengendalikan hama. Penelitian bertujuan untuk mengetahui daya persistensi cendawan M. anisopliae (Metsch.) di tanah gambut, terhadap serangga hama Tenebrio molitor. Pengujian meliputi uji pendahuluan pengembalian daya virulensi cendawan, dilanjutkan perlakuan menggunakan suspensi 9,056x107 konidia/ 1ml yang dilakukan untuk melihat persistensinya dengan lama perlakuan inkubasi 1, 3, 5, 7, 10, 14, dan hari ke 21. Setiap perlakuan diulang 3 kali, dengan jumlah larva uji 90 ekor per perlakuan. Aplikasi M. anisopliae (Metsch.) dengan cara menyemprotkan suspensi konidia ke gambut steril, untuk selanjutnya diinkubasi. Kemudian larva uji dimasukkan ke dalam toples yang berisi media gambut sesuai hari perlakuan. Variabel pengamatan meliputi persentase kematian larva, pupa dan imago yang dihasilkan, jumlah konidia yang tumbuh setelah masa inkubasi, kadar air media, nilai LT50, dan waktu paruh dari M. anisopliae. Data mortalitas dianalisis dengan rumus kematian terkoreksi Abbot, dan analisis probit serta regresi linear untuk menentukan LT 50 % dan waktu paruh. Hasil penelitian menunjukkan pada perlakuan inkubasi suspensi hari ke- 14 dan 21 hari mortalitasnya menurun dengan persentase kematian hanya 90% dan 82,2%, dibandingkan inkubasi hari ke 1 hingga hari ke 10 yang persentase mortalitasnya 100%. Makin lama masa inkubasi konidia pada media, maka persentase mortalitas makin menurun, sedangan pupa dan imago yang dihasilkan makin tinggi, selain itu jumlah konidia yang tumbuh semakin rendah seiring dengan semakin tingginya kehilangan air. Nilai LT50% suspensi konidia 9,056x107/ml adalah 32,78 hari, sedangkan waktu paruhnya adalah 83,035 hari. Kata Kunci : Metarhizium anisopliae (Metsch.), tanah gambut, persistensi, Tenebrio molitor (Metsch.).
Pengaruh Jenis Mangsa dan Suhu pada Perkembangan Menochilus sexmaculatus Fabricius (Coleoptera: Coccinellidae) dan Peranannya dalam Pengendalian Diaphorina citri Kuwayama (Hemiptera: Psyllidae) Tris Haris Ramadhan; Y. Andi Trisyono; Eddy Mahrub; Arman Wijonarko; Siti Subandiyah; George Andrew Charles Beattie
Jurnal Perlindungan Tanaman Indonesia Vol 14, No 1 (2008)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (111.486 KB) | DOI: 10.22146/jpti.11874

Abstract

Diaphorina citri Kuwayama (Hemiptera: Psyllidae) is the vector of citrus greening (Huanglongbing) bacterium and the most serious impediment to citrus culture. Classical biological control of this psyllid vector should contribute to suppress their population. This research was conducted to determine the performance of Menochilus sexmaculatus Fabricius (Coleoptera: Coccinellidae) when they were fed with D. citri. The larval performance index of M. sexmaculatus on D. citri compared with Aphis craccivora Koch (Hemiptera: Aphididae) diet was 1.3.M. sexmaculatus fed with D. citri had lower fitness than those fed with A. craccivora as shown by longer larval stadium, lower adult dry weight, less number of egg produced and lower percentage of egg hatched. M. sexmaculatus grew best at the temperature of 27oC. Employing the exclusion procedure under field condition,M. sexmaculatus could reduce the population of D. citri up to 90%. These findings showed that theM. sexmaculatus could be a potential predator in reducing D. citri, particularly when the more preferred prey A. craccivora was not present.
PENGARUH PEMBERIAN KAPUR DAN PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN JAGUNG (Zea mays L.) PADA TANAH PODSOLIK MERAH KUNING Petrus Boni; Tris Haris Ramadhan; Tatang Abdurrahman
Jurnal Ilmiah Hijau Cendekia Vol 5 No 2 (2020): Jurnal Ilmiah Hijau Cendekia
Publisher : Universitas Islam Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32503/hijau.v5i2.1144

Abstract

Lahan kering PMK akan mampu menyediakan air dan hara yang cukup bagi tanaman bila ada perbaikan pada struktur dan kimia tanah. Penelitian ini dilakukan untuk mempelajari dan mengetahui interaksi pengaruh pemberian kapur dan pupuk NPK terhadap pertumbuhan dan hasil jagung di lahan kering serta diperolehnya dosis kapur dan pupuk NPK yang tepat dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil jagung di lahan kering. Penelitian dilaksanakan di Desa Amboyo Inti, Kecamatan Ngabang, Kabupaten Landak, Kalimantan Barat. Waktu pelaksanaan penelitian pada bulan Februari 2020 – Juni 2020. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen lapangan dengan pola Rancangan Acak Kelompok Faktorial yang terdiri dari 2 faktor dengan 3 ulangan. Faktor pertama adalah dosis kapur (K) sebanyak 3 taraf yaitu 1 ton/ha, 2 ton/ha dan 3 ton/ha dan faktor kedua adalah dosis pupuk NPK (P) sebanyak 3 taraf yaitu 175 kg/ha, 350 kg/ha dan 525 kg/ha. Pengamatan tanaman meliputi 1). komponen pertumbuhan seperti tinggi tanaman, luas daun, indeks luas daun, laju pertumbuhan tanaman, 2). Komponen hasil meliputi indeks panen, bobot 100 biji , Panjang tongkol dan bobot kering biji jagung per petak. Komponen pertumbuhan yaitu tinggi tanaman, luas daun, indeks luas daun, laju pertumbuhan tanaman terjadi interaksi antara perlakuan dosis kapur dan dosis pupuk NPK. Komponen pertumbuhan generatif perlakuan kapur dan dosis NPK terjadi interaksi pada variabel bobot biji per petak dan bobot biji per tanaman sedangkan panjang tongkol, bobot 100 biji dan indeks panen tidak terjadi interaksi. Perlakuan dosis kapur 2 ton/ha dengan kombinasi pupuk NPK 350 kg/ha memberikan hasil tertinggi terhadap bobot biji kering jagung per petak sebesar 2139,67 gram. Kata Kunci : Kapur, NPK, Jagung, Podsolik Merah Kuning
TANGGAP LAJU PERTUMBUHAN RELATIF DAN LAJU ASIMILASI BERSIH TANAMAN PADI PADA PENGATURAN KADAR AIR TANAH YANG BERBEDA DENGAN PEMBERIAN MIKORIZA Mahmudi Mahmudi; Iwan Sasli; Tris Haris Ramadhan
Agros Journal of Agriculture Science Vol 24, No 2 (2022): edisi Juli
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v24i2.2090

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk mengkaji peran mikoriza dalam meningkatkan laju pertumbuhan relatif dan laju asimilasi bersih tanaman padi pada berbagai kadar air tanah yang berbeda. Percobaan dilakukan di dalam green house dan bertempat di Kabupaten Mempawah Kalimantan  Barat dari bulan Februari-Mei 2022. Percobaan disusun menggunakan rancangan petak terbagi (splitplot), petak utama adalah perlakuan mikoriza dengan 2 taraf (tanpa mikoriza dan menggunakan mikoriza) serta anak petak adalah pengaturan ketersediaan kadar air tanah dengan 3 taraf (60%, 80%, dan 100%), setiap kombinasi perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Hasil penelitian diperoleh bahwa pengaplikasian mikoriza pada kadar air tanah 60%, 80%, dan 100% berperan dalam mempengaruhi laju pertumbuhan relatif dan laju asimilasi bersih tanaman padi. Selanjutnya penerapan mikoriza pada kadar air tanah hingga 60% tersedia mampu meningkatkan laju pertumbuhan relatif dan laju asimilasi bersih tanaman padi yang sama baiknya dengan kadar air tanah 100% tersedia, sedangkan pada tanaman padi tanpa mikoriza dan kadar air tanah 60% dan 80% diperoleh nilai laju pertumbuhan relatif dan laju asimilasi bersih yang sangat rendah. 
Improved properties of Pepper (Pepper nigrum L.) using Mutagen Ethyl Methane Sulphonate (EMS) Iman Suswanto; Indri Hendarti; Tris Haris Ramadhan
Jurnal Agroqua: Media Informasi Agronomi dan Budidaya Perairan Vol 20 No 2 (2022): Jurnal Agroqua
Publisher : University of Prof. Dr. Hazairin, SH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32663/ja.v20i2.3023

Abstract

The study aimed to determine the LC50 using EMS on pepper and obtain a better mutant than the parents. The material used was Indian variety pepper, and the chemical mutagen was Ethyl Methane Sulphonate (EMS). Two hundred Indian Cultivar pepper seeds obtained from community gardens were treated with EMS mutagen at a concentration of 0; 0.2; 0.4; 0.6; 0.8, and 1.0% with 3 hours of immersion. Observations consisted of germination, mutagen damage and agronomic characters. The LC50 calculation was obtained from the regression relationship of dead sprouts with several doses of EMS application which had the best fitting curve with the highest determination value (R2). The results showed that pepper germination was relatively low (62%). The impact of using EMS mutagens causes growth inhibition or even death of sprouts. The higher the concentration, the higher the mortality rate. The relationship between the concentration of mutagens and the mortality rate follows the polynomial equation y = 188.45x – 97.21x2 + 2.71 with a determination value of 99%. Based on the regression model, the LC50 value is 0.3%. In this study, the EMS concentration of 0.2% succeeded obtaining a better mutant pepper than the parental. indicated by increasing the length and width of the cotyledons, respectively, 20 and 24% greater than the control.
EKSPLORASI DAN UJI ANTAGONISME Trichoderma sp. ISOLAT LOKAL KECAMATAN PARINDU KABUPATEN SANGGAU TERHADAP Rigidoporus lignosus PENYEBAB PENYAKIT JAMUR AKAR PUTIH PADA TANAMAN KARET Hendro Muntarjo; Fadjar Rianto; Tris Haris Ramadhan
Agros Journal of Agriculture Science Vol 25, No 2 (2023): edisi April
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v25i2.2866

Abstract

The study aims to obtain local isolates of Trichoderma in the rhizosphere of rubber plant and to identify the antagonism of R. lignosus that causes white root disease caused by Trichoderma sp. The research was carried out by taking soil from the rhizosphere of rubber plant in Parindu District, Sanggau Regency, West Kalimantan. Then exploration and antagonism test were carried out at the Laboratory of Plant Diseases Agriculture Faculty Tanjungpura University. Antagonism test was carried out using a completely randomized design and repeated 5 times. The results showed that there were 44 isolates of Trichoderma sp. namely the species T. harzianum; T. koningii; T. viride; and T. aurioviridae with an average antagonistic power to R. lignosus that causes white root disease on rubber plant ranging from 37.4-89.4%, and Trichoderma sp. Local isolates from Parindu District, Sanggau Regency have faster growth potential and higher competitive ability compared to  R. lignosus colony growth. INTISARIPenelitian bertujuan untuk mendapatkan isolat lokal Trichoderma pada rhizosfer tanaman karet dan mengidentifikasi antagonisme R. lignosus penyebab penyakit jamur akar putih yang disebabkan oleh Trichoderma sp. Pelaksanaan penelitian dilakukan dengan pengambilan tanah pada rhizosfer tanaman karet di Kecamatan Parindu Kabupaten Sanggau Kalimantan Barat, selanjutnya dilakukan eksplorasi dan uji antagonisme di Laboratorium Penyakit Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura. Uji antagonisme dilakukan menggunakan rancangan acak lengkap dan diulang sebanyak 5 kali. Hasil penelitian diperoleh bahwa terdapat 44 isolat Trichoderma sp. yaitu spesies T. harzianum; T.koningii; T. viride; dan T. aurioviridae dengan rata-rata daya antagonisme terhadap R. lignosus penyebab penyakit jamur akar putih pada tanaman karet berkisar antara 37,4-89,4%, serta Trichoderma sp. isolat lokal Kecamatan Parindu Kabupaten Sanggau memiliki daya tumbuh yang lebih cepat dan kemampuan kompetisi lebih tinggi dibanding dengan pertumbuhan koloni R. lignosus.
RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN MENTIMUN JEPANG AKIBAT PEMBERIAN BOKASHI LIMBAH SAYUR DAN PUPUK NPK PADA TANAH ALUVIAL Warganda Warganda; Maulidi Maulidi; Tatang Abdurrahman; Tris Haris Ramadhan; Rizkyo Yoga Afrilien
Agros Journal of Agriculture Science Vol 26, No 1 (2024): Januari
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v26i1.3813

Abstract

Japanese cucumber (Cucumis sativus var japonese) is one of the crops with high economic value, but cucumber production in West Kalimantan tends to be low. In an effort to increase Japanese cucumber production on alluvial soils have several problems in the physical properties of the soil that is not good. Bokashi aims to improve the physical properties of soil and NPP fertilizer as a fulfillment of nutrient needs in planting media. This study aims to be the best interaction between bokashi vegetable waste and NPP fertilizer. This research was conducted in Pontianak Tenggara District, Pontianak City. The design used in this study is a factorial Complete Randomized Design consisting of 2 treatment factors. The first factor is bokashi vegetable waste (B) which consists of 3 treatment levels b1 = 10 tons/ha, b2 = 20 tons/ha, b3 = 30 tons/ha while the second factor is NPP fertilizer (P) which consists of 3 treatment levels p1 = 350 kg/ha, p2 = 450 kg/ha, p3 = 550 kg/ha. Each treatment was repeated 3 times with each repetition consisting of 4 sample plants. The variables observed in this study were root volume, dry weight of plants, number of fruits by plant, fruit length, fruit diameter, fruit weight by fruit and fruit weight by plant. The observational data were analyzed statistically using variance analysis (F test at level 5%), if test F showed real difference then continued test Real Honest difference at level 5%. The results showed that the interaction of bokashi vegetable waste 30 tons/ha and NPP fertilizer 550 kg/ha gave the best results on the variables of root volume, dry weight of plants, number of fruits by plant, fruit length, fruit diameter, fruit weight by fruit and fruit weight by plant. Key-words : Alluvial soil, Bokashi Vegetable waste, Japanese cucumber, NPP fertilizer. INTISARIMentimun jepang (Cucumis sativus var japonese) adalah salah satu tanaman yang bernilai ekonomi tinggi, akan tetapi produksi mentimun di Kalimantan Barat cenderung rendah. Dalam usaha peningkatan produksi mentimun jepang pada tanah aluvial memiliki beberapa permasalahan pada sifat fisik tanah yang kurang baik. Pemberian bokashi bertujuan memperbaiki sifat fisik tanah dan pupuk NPK sebagai pemenuh kebutuhan unsur hara pada media tanam. Penelitian ini bertujuan menjadi interaksi terbaik antara bokashi limbah sayur dan pupuk NPK. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Pontianak Tenggara, Kota Pontianak. Rancangan yang digunanakan dalam penelitian ini yaitu Rancangan Acak Lengkap faktorial yang terdiri dari 2 faktor perlakuan. Faktor pertama yaitu bokashi limbah sayur (B) yang terdiri dari 3 taraf perlakuan b1 = 10 ton/ha, b2 = 20 ton/ha, b3 = 30 ton/ha sedangkan faktor kedua yaitu pupuk NPK (P) yang terdiri dari 3 taraf perlakuan p1 = 350 kg/ha, p2 = 450 kg/ha, p3 = 550 kg/ha. Setiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali dengan setiap ulangan terdiri dari 4 tanaman sampel. Variabel yang diamati pada penelitian ini yaitu volume akar, berat kering tanaman, jumlah buah per tanaman, panjang buah, diameter buah, berat buah per buah dan berat buah per tanaman. Data hasil pengamatan dianalisis secara statistik dengan menggunakan analisis varians (uji F pada taraf 5%), apabila uji F menunjukan berbeda nyata maka dilanjutkan uji Beda Nyata Jujur pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukan bahaw interaksi bokashi limbah sayur 30 ton/ha dan pupuk NPK 550 kg/ha memberikan hasil terbaik pada variabel volume akar, berat kering tanaman, jumlah buah per tanaman, panjang buah, diameter buah, berat buah per buah dan berat buah per tanaman. Kata kunci : Bokashi Limbah Sayur, Mentimun jepang, Pupuk NPK, Tanah Aluvial
UJI PATOGENISITAS NEMATODA PATOGEN SERANGGA (NPS) Steinernema carpocapsae ISOLAT TANAH GAMBUT TERHADAP MORTALITAS Plutella xylostella L. LILI LILI; INDRI HENDARTI; TRIS HARIS RAMADHAN
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 7, No 1 (2018): Februari 2018
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v7i1.22322

Abstract

UJI PATOGENISITAS NEMATODA PATOGEN SERANGGA (NPS) Steinernema carpocapsae ISOLAT TANAH GAMBUT TERHADAP MORTALITAS Plutella xylostella L.Lili(1), Indri Hendarti(2), dan Tris Haris Ramadhan(2)ABSTRAKNematoda patogen serangga (NPS) merupakan salah satu agens hayati yang berpotensi dalam mengendalikan hama tanaman, contohnya seperti P. xylostella. Tujuan penelitian ini untuk melihat pengaruh patogenisitas NPS isolat tanah gambut terhadap mortalitas P. xylostella . Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Hama Tumbuhan, Fakultas Pertanian, Universitas Tanjungpura Pontianak. Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) terdiri dari 6 perlakuan ( 0 Ji/ml (kontrol), 50 Ji/ml, 100 Ji/ml, 200 Ji/ml, 400 Ji/ml dan 800 Ji/ml) dengan 5 kali ulangan. Pengujian dilakukan menggunakan larva P. xylostella instar III. Efektivitas suspensi NPS diukur berdasarkan mortalitas, periode letal dan virulensi, jumlah NPS yang keluar, jumlah pupa dan jumlah imago yang terbentuk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi penambahan konsentrasi NPS maka semakin tinggi mortalitas P. xylostella. Konsentrasi 800 Ji/ml memiliki nilai mortalitas tertinggi yaitu 94 % sedangkan konsentrasi 50 JI/ml memiliki nilai mortalitas terendah yaitu 40 %. Periode letal yang dihasilkan NPS dalam membunuh serangga uji rata - rata 3 hari setelah infeksi. Rerata jumlah NPS yang keluar menunjukkan bahwa semakin tinggi konsentrasi NPS yang diberikan maka jumlah NPS yang keluar semakin banyak. Rerata NPS keluar per ekor pada konsentrasi 800 Ji/ml 1170,60 ekor dan konsentrasi 50 Ji/ ml 422,00 ekor. Suspensi NPS sangat mempengaruhi perkembangan P. xylostella sehingga pupa dan imago yang dihasilkan tidak sempurna.Kata Kunci : Mortalitas, NPS isolat tanah gambut, Periode letal, P. xylostella, Virulensi
Co-Authors . Supriyanto A.A. Ketut Agung Cahyawan W Alifia, Wina Rizky Amelia Amelia Amira, Lola Andi Andi Andi Andi Ardianti, Wiwik Ari Paster Arman Wijonarko Armiyarsih Astrid Sebayang Ayu Puspita Azis Azis Azwan Azwan Cico Jhon K Simamora Dewi, Gabrilliani Puspita Dini Anggorowati Dwi Andriyani Dwi Fitriyani Eddy Mahrub Edy Syahputra Elfidia Simanjuntak Elsy Nandung Fadjar Rianto Febriana Febriana, Febriana George Andrew Charles Beattie Gilang, Kornelius Habiburrahman Habiburrahman, Habiburrahman Hendro Muntarjo Heru - Iman Suswanto Iman Suswanto Indri Hendarti Indri Hendarti Indri Hendarti Indri Hendarti Hendarti Ir. SARBINO, MP Ir. SARBINO, MP Ir.Indri Hendarti,M.Sc Ir.Indri Hendarti,M.Sc Iwan Sasli Jaya, Ya’ Subahan Kartini Kartini Kukuh Hernowo Lili Lili Madjidi, Madjidi Mahmudi Mariono, Dominikus Dino Maulidi Maulidi Maya Maya MONIKA MONIKA Mubarok, Muhammad Syahri Mulyadi, Adi Tegar Ngateman, Ngateman Ningrum, Ajeng Maula Pertiwi, Fitri Dewi Petrus Boni prasetyo, puguh Radian Radian RAMADHANIA, RAHMI Reski, Silvanus Ridi, Egidius Erido Rini Susana Rizkyo Yoga Afrilien Ryan Harjuno, Ryan Sahbandi, Sahbandi Sarbino Sarbino Sarbino Sarbino Sarniati Sarniati SRI RAHAYU Subandi Sudarwadi - Sulistia Ningsih, Sulistia Surachman Surachman Suryanti, Widya Aini Tantri Palupi Tatang Abdurrahman Tatang Abdurrahman Tatang Abdurrahman, Tatang Teleng, Andry Stevanus Tomiko Tomiko vera vera, vera Warganda Warganda WASI'AN, WASI'AN wasian wasian, wasian Wasi’an widya astuti Wuri Handayani Y. Andi Trisyono Zakiatulyaqin Zakiatulyaqin