Claim Missing Document
Check
Articles

Critical Period of Cucumber Fruit (Cucumis sativus Linn) Against Black Fruit Bug (Leptoglossus australis F.) in the field MONIKA MONIKA; Dr.Ir.Tris Haris Ramadhan,MP Dr.Ir.Tris Haris Ramadhan,MP; Ir.Indri Hendarti,M.Sc Ir.Indri Hendarti,M.Sc
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 8, No 1 (2019): Januari 2019
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v8i1.28318

Abstract

Monika (1), Tris Haris Ramadhan (2), Indri Hendarti( 3) (1) University Student of Agriculture and (2) Instructor Staf of Agriculture Faculty Tanjungpura University Pontianak  ABSTRACTLeptoglossus australis F  is one of the pests of cucumber  that reduce the quality and quantity of yield. The purpose of this research was to find out when the critical period of fruit whenever attack by L.australis can cause  damage. The research was conducted in the plant protection laboratory and on the land of the Faculty of Agriculture of Tanjungpura University for approximately 5 months. The design used was a randomized block design (RAK) with 7 treatment levels and 4 replications. The treatment use was time of infestation (M) when the different of fruit age began with one days post pollination (M1), two days after pollination (M2), three days after pollination (M3), four days after pollination (M4), five days after pollination (M5), and six days after pollination (M6) along with the control (M0). In each treatment was infested two bugs of 3rd instar with one day infestation. Before infestation, the bug fasting at 10 hours.  The damage of cucumber fruit is measured by the length of the fruit, the diameter of the fruit, and the weight of the fruit of the cucumber. The result showed that the infestation of two bug in third instar at the age of 1 day after bloom has caused the symptoms of destruction and loss of cucumber fruit.Keywords : Cucumber, Infestation, L. australis (F), Product loss.     1) University Student of Agriculture and (2) Instructor Staf of Agriculture Faculty Tanjungpura University Pontianak
POPULASI WALANG SANGIT (Leptocorisa oratorius F) DAN TINGKAT PARASITASI TELURNYA PADA BEBERAPA VARIETAS PADI DI LAHAN TADAH HUJAN Andi Andi; Tris Haris Ramadhan; Indri Hendarti
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 7, No 3 (2018): AGUSTUS 2018
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (784.413 KB) | DOI: 10.26418/jspe.v7i3.24742

Abstract

Walang sangit (Leptocorisa Oratorius F) merupakan hama utama yang menyerang tanaman padi. Kerusakan yang ditimbulkan oleh serangan walang sangit mengakibatkan penurunan hasil dan gabah menjadi hampa. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari serangan walang sangit pada beberapa varietas padi serta jenis dan potensi parasitoid yang menyerang telur walang sangit. Penelitian ini dilaksanakan di lahan percobaan BPP Tekarang dengan tahapan pembibitan, penanaman dengan jarak 20 cm X 10 cm sistem jarwo, pemeliharaan tanaman meliputi penyiangan gulma dan penyulaman, pengambilan sampel, dan panen. Pengambilan sampel dimulai setelah tanaman padi berumur satu bulan setelah tanam kemudian diamati setiap seminggu sekali, setiap telur yang didapat dimasukkan ke dalam kantong plastik. Selain pengamatan telur dilakukan juga perhitungan populasi walang sangit pada tiap-tiap petak contoh, sampai padi mendekati panen. Telur yang telah diambil dari lapangan kemudian dipelihara di Petridish, Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Populasi walang sangit mulai muncul pada saat masa primordia dan populasi tertingggi pada varietas Situ Bagendit serta pada varietas Inpara 2 mengalami lonjakan populasi pada minggu terakhir. Jumlah telur walang sangit tertinggi pada varietas Inpara 2 dan pada varietas Situ Bagendit tidak ditemukan telur walang sangit. Persentase rerata bulir hampa tertinggi pada varietas Situ Bagendit dan terendah varietas Inpago 8. Rerata Berat 1000 biji tertinggi pada varietas Inpago 8 dan terendah varietas Situ Bagendit. Hasil panen tertinggi pada varietas Inpara 2 dan terendah pada varietas Situ Bagendit.Kata kunci : Lahan Tadah Hujan, padi, Parasitoid Telur, Walang Sangit.
RESPON BEBERAPA VARIETAS PADI UNGGUL TERHADAP SERANGAN PENGGEREK BATANG AMELIA AMELIA; Ir. SARBINO, MP Ir. SARBINO, MP; Dr. Ir. TRIS HARIS RAMADHAN, MP Dr. Ir. TRIS HARIS RAMADHAN, MP
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 6, No 2 (2017): Oktober 2017
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v6i2.19703

Abstract

Penggerek batang padi merupakan salah satu hama yang dapat mengakibatkan penurunan produksi padi. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur tingkat serangan hama penggerek batang padi pada 5 varietas padi unggul yaitu Inpara 1, Inpara 2, Inpara 3, Cilosari dan Ciherang. Penelitian dilaksanakan di Desa Sungai Itik. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) terdiri dari 5 perlakuan dan 5 ulangan. Setiap perlakuan terdapat 120 rumpun padi dalam satu petak dengan  jumlah sampel yang diamati sebanyak 12 rumpun per perlakuan dengan jarak tanam 20 x 20 cm dan  menggunakan sistem jajar legowo 4:1 dengan luas setiap petakan masing-masing petakan 2 x 3 meter. Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah tingkat serangan penggerek batang padi, jumlah malai perumpun, intensitas serangan malai perumpun, berat gabah perumpun, dan jenis penggerek yang menyerang. Hasil penelitian menunjukan bahwa dari 5 varietas yang diteliti yang paling rentan terhadap serangan penggerek batang padi adalah varietas Inpara 1 dan Inpara 3. Kata kunci : Penggerek Batang Padi (PBP), Respon tanaman, Tingkat serangan
PENGARUH JUMLAH INFESTASI KEPIK LABU (Leptoglossus australis F) TERHADAP KERUSAKAN BUAH LABU AIR (Lagenaria siceraria) SARNIATI SARNIATI; INDRI HENDARTI; TRIS HARIS RAMADHAN
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 7, No 3 (2018): AGUSTUS 2018
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v7i3.26308

Abstract

PENGARUH JUMLAH INFESTASI KEPIK LABU (Leptoglossus australis F) TERHADAP KERUSAKAN BUAH LABU AIR (Lagenaria siceraria)  Sarniati (1), Indri Hendarti (2), Tris Haris Ramadhan (2)(1) Mahasiswi Fakultas Pertanian dan (2) Staf Pengajar Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianake-mail : sarniati.agro@gmail.com ABSTRAKKepik labu (L.australis F) merupakan salah satu hama yang menyerang tanaman labu air. Hama kepik labu menghisap buah tanaman labu air dan menyebabkan kualitas buahnya menurun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh populasi kepik labu (L. australis F.) terhadap gejala dan penurunan hasil buah labu air (L. siceraria). Penelitian dilaksanakan di laboratorium Hama Tanaman dan di lahan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura selama kurang lebih 4 bulan. Kepik labu diperoleh dari lapangan, kemudian diperbanyak di laboraturium hingga mendapatkan serangga instar 3 yang digunakan sebagai perlakuan. Tanaman labu air yang ditanam kurang lebih sebanyak 82 tanaman dengan penanaman secara bertahap hingga mendapatkan jumlah buah yang diinginkan yaitu sebanyak 72 buah labu air. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan 4 taraf perlakuan, 6 ulangan dan tiap ulangan terdiri dari 3 sampel. Perlakuan yang dimaksud yaitu T0 (kontrol), T1 (2 ekor kepik), T2 (4 ekor kepik), dan T3 (6 ekor kepik). Variabel yang diamati meliputi gejala serangan, diameter buah, jumlah tusukan, panjang buah, berat bauh, dan perilaku serangga selama diinfestasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kehilangan hasil terbesar yaitu pada perlakuan infestasi 6 ekor kepik labu sebesar 32,94 %, jumlah infestasi kepik labu yang sudah bisa menurunkan hasil yaitu infestasi sebanyak 2 ekor  yang sudah mampu menurunkan hasil buah labu air sebesar  17,74%.Kata kunci: Infestasi, Kehilangan hasil, L. australis (F), Labu air (L. siceraria).
AKTIVITAS INSEKTISIDA EKSTRAK DAUN Piper aduncum TERHADAP Callosobruchus maculatus (COLEOPTERA: BRUCHIDAE) Dwi Andriyani; Edy Syahputra; Tris Haris Ramadhan
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 4, No 1: April 2015
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v4i1.9657

Abstract

Callosobruchus maculatus merupakan  salah satu hama penting kacang hijau di penyimpanan yang biasanya dikendalikan dengan menggunakan insektisida sintetik. Pengendalian alternatif hama ini dengan menggunakan insektisida botani perlu dilakukan. Penelitian bertujuan mengevaluasi aktivitas ekstrak tumbuhan Piper aduncum terhadap C. maculatus. Pengujian dilaksanakan dengan metode residu pada permukaan gelas. Pengamatan mortalitas dilakukan setiap hari hingga 6 hari setelah perlakuan. Hubungan konsentrasi-mortalitas dianalisis dengan probit. Pengujian hambatan peletakan peneluran dilakukan  dengan  metode pilihan dan tanpa pilihan. Pada pengujian ini ekstrak diuji pada konsentrasi setara LC25, LC50 dan LC75.  Jumlah telur yang diletakan dihitung selanjutnya ditentukan persentase penghambatan peletakan telur. Hasil pengujian menunjukkan  bahwa  ekstrak  daun P. aduncum  memiliki aktivitas insektisida dengan LC50 sebesar 0,29%.  Ekstrak pada konsentrasi 0,18%-0,45% tidak menunjukan aktivitas penghambatan peletakan peneluran.   Kata Kunci: Aktivitas insektisida, Callosobruchus maculatus, ekstrak daun, insektisida botani, Piper aduncum
FLUKTUASI POPULASI KUTU DAUN Toxoptera citricidus (Kirkaldy) PADA TANAMAN JERUK SIAM Sudarwadi -; Indri Hendarti; Tris Haris Ramadhan
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 2, No 2: Agustus 2013
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v2i2.2493

Abstract

Pengendalian hama terpadu (PHT) adalah salah satu pengendalian hama yang lebih baik dan aman. Keberhasilan dalam PHT sangat tergantung pada pemahaman ekologi hama yang akan dikendalikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui fluktuasi populasi kutu daun T.citricidus pada tanaman jeruk siam.. Penelitian dilakukan selama dua bulan dimulai bulan September- Oktober 2012. Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan cara mengamati langsung di pertanaman jeruk di Desa Pangkalan Kongsi. Tanaman sampel yang diamati 10 % dari keseluruhan jumlah tanaman pada kebun milik petani. Pengamatan dilakukan terhadap ketersediaan sumber makanan yang ada yaitu tunas dan daun muda dan faktor lingkungan seperti suhu, kelembaban dan curah hujan serta predatornya yaitu family Coccinellidae dan Syrphidae. Berdasarkan data pengamatan yang diperoleh, dapat diketahui bahwa rerata jumlah tunas, daun muda, predator, suhu, kelembaban dan curah hujan dapat mempengaruhi kelimpahan populasi kutu daun T.citricidus. Populasi T.citricidus 637.1 ekor didapatkan pada kondisi rerata jumlah tunas 28.1, predator 28 ekor, suhu 310 C, kelembaban 75 % serta rata-rata curah hujan 253 mm/bulan. Kata Kunci : Perkembangan Populasi, T.citricidus, Faktor Lingkungan
BIOLOGI KEPIK LABU (Leptoglossus australis Fabricius, Hemiptera: Coreidae) PADA TANAMAN PERIA (Momordica charantia) DI LABORATORIUM AZIS AZIS; SARBINO SARBINO; TRIS HARIS RAMADHAN
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 7, No 1 (2018): Februari 2018
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v7i1.22325

Abstract

BIOLOGI KEPIK LABU (Leptoglossus australis Fabricius, Hemiptera: Coreidae) PADA TANAMAN PERIA (Momordica charantia) DI LABORATORIUMAzis (1), Sarbino (2), Tris Haris Ramadhan (3)(1)       Mahasiswa Fakultas Pertanian dan (2) Staf Pengajar Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak ABSTRAKKepik labu (Leptoglossus australis F.) merupakan salah satu hama yang menyerang tanaman peria. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui biologi kepik labu pada buah peria (Momordica charantia). Penelitian dilaksanakan di laboratorium Hama Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura selama 4 bulan. Kepik labu dipelihara dalam toples, toples dilubangi bagian bawah nya dan ditutup dengan kain kasa, toples digunakan secara terbalik. Buah peria diganti 2 hari sekali. Pengamatan dilakukan terhadap 100 ekor sebagai kohort yang dibagi dalam 10 toples. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : masa perkembangan L. australis F. dari menetas sampai menjadi imago berkisar antara 30-48 hari, stadium telur berkisar antara 7-10 hari. Nimfa terdiri dari 5 instar, lama stadium instar I (3-5 hari) instar II (5-23 hari) instar III (13-32) instar IV (13-35) dan instar V (16-27) hari.  Nisbah seks diperoleh perbandingan jantan : betina 3,1 : 2. Lama hidup imago jantan 5-74 hari dan imago betina 14-79 hari. Periode prapeneluran berkisar 9-35 hari(rata – rata 22,23 hari). Periode pasca peneluran berkisar 1-6 hari (rata – rata 2,16 hari). Fertilitas telur berkisar antara 81,94% - 100%. Panjang dan lebar telur berkisar antara 1,85-1,89 mm dan 1,26-1,30 mm. Jumlah telur yang dihasilkan berkisar antara 8-72 telur (rata – rata 23 telur). Mortalitas nimfa instar I (3%) instar II (9%) instar III (12%) instar IV (8%) dan instar V (17%). Pemberian pakan dengan buah peria menghasilkan siklus dan umur yang panjang pada kepik (L. australis F.). Kata kunci     : Biologi, L. australis F., Peria (Momordica charantia L.
EFFECTIVITY TEST OF RICE PHYLLOSPHERE BACTERIA AGAINST Xanthomonas Oryzae AND RESPON OF Streptomycin sulfate RESISTANCE Elfidia Simanjuntak; Iman Suswanto; Tris Haris Ramadhan
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v9i1.36744

Abstract

Leaf blight is one of the crucial diseases caused by Xanthomonas oryzae pv.oryzae (Xoo) bacterial. Using of phyllosphere bacteria as biocontrol agents to againts Leaf |Blight disease has problem because can not to combination with synthetic bactericide applied. This study aims to determining potention of rice phyllosphere bacteria isolate against Xanthomonas oryzae pv.Oryzae caused of Leaf Blight Disease, and in vitro test Streptomycin sulfate resistance response. This research was conducted in Plant Disease Laboratory Faculty of Agriculture, University of Tanjungpura during 2 months. This study used 21 rice filosphere bacteria isolates. This research used paper disc method with concentrate levels 0 ppm, 50 ppm, 100 ppm, 250 ppm, 500 ppm. The result of this study showed that 6 isolates of rice filosphere bacteria have the potential to suppress the growth of Xanthomonas oryzae and are resistant to antibiotics (Streptomycin sulfate) up to 500 ppm. Key words: Leaf Blight Disease, biocontrol agent, phyllosphere, Resistance, Bactericide
ASSOSIASI SERANGGA PADA BEBERAPA VARIETAS JAGUNG ( Zea mays L. ) DI LAHAN GAMBUT Tomiko Tomiko; Tris Haris Ramadhan; Edy Syahputra
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 9, No 4 (2020)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v9i4.42678

Abstract

Jagung merupakan bahan pangan karbohidrat yang dapat membantu pencapaian dan pelestarian swasembada pangan. Saat ini petani menanam berbagai varietas jagung, dengan semakin tingginya beragam varietas mungkin serangga yang berassosiasi  juga akan beragam. Penelitian bertujuan untuk menghitung populasi serangga dan serangan hama serta indeks keanekaragamannya pada berbagai varietas tanaman jagung di lahan gambut. Penelitian dilaksanakan di Desa Rasau Jaya 2, Kecamatan Rasau, Kabupaten Kuburaya dan Laboratorium Hama Tumbuhan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura. Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret 2019 hingga Juli 2019. Rancangan penelitian menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan 4 perlakukan yang diulangi sebanyak 5 kali. Adapun perlakuan ada A (varietas Pioneer-21), B (varietas Bisi-18), C (varietas Pertiwi 3), D (varietas Petro Hi-Corn). Variabel pengamatan yang diamati yaitu jenis-jenis serangga, populasi serangga, intensitas kerusakan oleh serangan hama, dan indeks keanekaragaman. Hasil penelitian menunjukkan jenis-jenis seranggga yang tertangkap terdiri dari 7 ordo, 20 famili ,dan 27 spesies. Populasi hama paling tinggi pada tanaman jagung adalah Cnaphalocrosis medinalis dari semua varietas jagung di lapangan sedangkan populasi musuh alami tertinggi yang ditemukan pada pertanaman adalah Menochilus sexmaculatus. Serangan hama pada semua varietas dimulai pada 3 MST – 10 MST. Hama yang meyerang yaitu Spdodoptera litura, Spodoptera frugiperda, Cnaphalocrosis medinalis, Ostrinia furnacalis, dan Helicoverpa armigera. Tingkat serangan hama termasuk kategori ringan. Nilai Indek keanekaragaman serangga Shanon-Weiner (H’) pada areal pertanaman jagung tergolong sedang. Nilai Indek keanekaragaman tertinggi pada varietas pioneer-21 sebesar 1,88.
TINGKAT KEPERIDIAN Menochilus sexmaculatus FABRICIUS BERDASARKAN PERBEDAAN JUMLAH PAKAN YANG DIBERIKAN PADA PENGUJIAN DI LABORATORIUM dwi fitriyani; Tris Haris Ramadhan; Sarbino Sarbino
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 6, No 1 (2017): April 2017
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v6i1.18596

Abstract

ABSTRAK Salah satu serangga predator adalah Menochilus sexmaculatus Fabrisius (Coccinellidae : Coleoptera) dan memiliki keperedian yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menegtahui keperidian  M. sexmaculatus dengan perlakuan jumlah pakan yang berbeda. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) terdiri dari 3 perlakuan dan 6 ulangan. Perlakuan yang diberikan berupa pemberian pakan dengan jumlah yang berbedaan yakni : 10, 40, dan 80. Penelitian dengan rancangan digunakan untuk melihat perbedaab jumlah pakan terhadap keperidian M. sexmaculatus. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan M. sexmaculatus yang dipelihara dengan pakan A. craccivoramampu berkembang dan menghasilkan telur terbanyak 138,83/hari, dengan ukuran telur paling besar pada perlakuan P3 yaitu 9,82 µm, lama peneluran/umur peneluran 8-16 hari, dan persentase telur menetas tertinggi  76,24%/hari. Pemberian pakan 80 ekor pakan menghasilkan telur sehat dan kuantitas terbaik pada M. sexmaculatus.   Kata kunci : Keperidian, M. sexmaculatus, pakan.  
Co-Authors . Supriyanto A.A. Ketut Agung Cahyawan W Alifia, Wina Rizky Amelia Amelia Amira, Lola Andi Andi Andi Andi Ardianti, Wiwik Ari Paster Arman Wijonarko Armiyarsih Astrid Sebayang Ayu Puspita Azis Azis Azwan Azwan Cico Jhon K Simamora Dewi, Gabrilliani Puspita Dini Anggorowati Dwi Andriyani Dwi Fitriyani Eddy Mahrub Edy Syahputra Elfidia Simanjuntak Elsy Nandung Fadjar Rianto Febriana Febriana, Febriana George Andrew Charles Beattie Gilang, Kornelius Habiburrahman Habiburrahman, Habiburrahman Hendro Muntarjo Heru - Iman Suswanto Iman Suswanto Indri Hendarti Indri Hendarti Indri Hendarti Indri Hendarti Hendarti Ir. SARBINO, MP Ir. SARBINO, MP Ir.Indri Hendarti,M.Sc Ir.Indri Hendarti,M.Sc Iwan Sasli Jaya, Ya’ Subahan Kartini Kartini Kukuh Hernowo Lili Lili Madjidi, Madjidi Mahmudi Mariono, Dominikus Dino Maulidi Maulidi Maya Maya MONIKA MONIKA Mubarok, Muhammad Syahri Mulyadi, Adi Tegar Ngateman, Ngateman Ningrum, Ajeng Maula Pertiwi, Fitri Dewi Petrus Boni prasetyo, puguh Radian Radian RAMADHANIA, RAHMI Reski, Silvanus Ridi, Egidius Erido Rini Susana Rizkyo Yoga Afrilien Ryan Harjuno, Ryan Sahbandi, Sahbandi Sarbino Sarbino Sarbino Sarbino Sarniati Sarniati SRI RAHAYU Subandi Sudarwadi - Sulistia Ningsih, Sulistia Surachman Surachman Suryanti, Widya Aini Tantri Palupi Tatang Abdurrahman Tatang Abdurrahman Tatang Abdurrahman, Tatang Teleng, Andry Stevanus Tomiko Tomiko vera vera, vera Warganda Warganda WASI'AN, WASI'AN wasian wasian, wasian Wasi’an widya astuti Wuri Handayani Y. Andi Trisyono Zakiatulyaqin Zakiatulyaqin