Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH JENIS DAN DOSIS PUPUK KANDANG SERTA DOSIS PUPUK KCL TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL BAWANG MERAH DI TANAH PODSOLIK MERAH KUNING (PMK) Mubarok, Muhammad Syahri; Sasli, Iwan; Ramadhan, Tris Haris
Agros Journal of Agriculture Science Vol 24, No 2 (2022): edisi Juli
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v24i2.2128

Abstract

Bawang merah merupakan komoditas potensial dan prospektif untuk dikembangkan di tanah podsolik merah kuning (PMK) Kalimantan Barat. Penggunaan jenis dan dosis pupuk kandang, serta dosis pupuk KCl, diharapkan dapat meningkatkan hasil bawang merah di tanah (PMK). Penelitian  bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian jenis dan dosis pupuk kandang, serta dosis pupuk KCl terhadap pertumbuhan dan hasil bawang merah di tanah PMK. Penelitian ini dilakukan di IP2TP Sungai Kakap BPTP Kalimantan Barat, pada bulan November 2021 sampai Februari 2022. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak kelompok faktorial yang terdiri dari 3 faktor yaitu faktor pertama dosis pupuk KCl (k0:0 kg/ha, k1: 200 kg/ha, dan k2: 300 kg/ha), faktor kedua jenis pupuk kandang (p1: pupuk kandang ayam, p2: pupuk kandang kambing, dan p3: pupuk kandang sapi), faktor ketiga dosis pupuk kandang (d1: 5 ton/ha, d2:10 ton/ha, dan d3:15 ton/ha). Variabel pengamatan meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah umbi, diameter umbi, berat basah umbi dan berat kering umbi. Hasil: Interaksi jenis pupuk kandang dengan dosis pupuk kandang serta interaksi dosis pupuk KCl dengan jenis pupuk kandang berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman dan jumlah daun bawang merah. Pengaruh tunggal perlakuan, menunjukkan bahwa perlakuan jenis pupuk kandang dan dosis pupuk kandang memberi pengaruh beda nyata dan hasil lebih baik terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, diameter umbi, berat basah umbi dan berat kering umbi.
RESPON BEBERAPA JENIS PADI DI SUNGAI LAUR DENGAN PEMBERIAN FUNGI MIKORIZA ARBUSKULA DI TANAH ULTISOL Mariono, Dominikus Dino; Palupi, Tantri; Ramadhan, Tris Haris
Agros Journal of Agriculture Science Vol 24, No 1 (2022): edisi Januari
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v24i1.1483

Abstract

Peningkatan produksi padi pada tanah ultisol dapat dicapai dengan pemberian fungi mikoriza arbuskula yaitu dapat memperluas wilayah serapan hara di dalam tanah, serta dengan penggunaan jenis padi yang mampu beradaptasi dengan baik pada kondisi lingkungan setempat. Penelitian bertujuan untuk mempelajari pengaruh pemberian fungi mikoriza arbuskula pada beberapa jenis padi di Sungai Laur di tanah ultisol. Penelitian berlokasi di Kecamatan Sungai Laur, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, dari bulan November 2020 sampai Maret 2021. Rancangan penelitian menggunakan rancangan petak terbagi (Split plot) RAK yaitu pemberian fungi mikoriza arbuskula (FMA) sebagai petak utama (tanpa mikoriza dan pemberian mikoriza) serta perlakuan 5 jenis padi sebagai anak petak (melai, cenena, itali, ngkaman, dan cangge). Variabel yang diamati terdiri dari tinggi tanaman, jumlah anakan maksimum, jumlah anakan produktif, volume akar, jumlah gabah per malai, persentase gabah isi, bobot 1000 biji, bobot gabah per rumpun, bobot gabah per petak, dan infeksi akar oleh FMA. Fungi mikoriza arbuskula yang diaplikasikan pada tanah ultisol mampu meningkatkan produksi tanaman padi pada karakter jumlah gabah per malai, bobot 1000 biji, bobot gabah per rumpun, dan bobot gabah per petak. Penggunaan jenis padi pada tanah ultisol diperoleh hasil yang sama baiknya pada pertumbuhan dan hasil tanaman padi, kecuali pada tinggi tanaman 2 MST yaitu penggunaan jenis padi Cangge diperoleh hasil yang lebih baik. Kata kunci : fungi mikoriza arbuskula, produksi padi, tanah ultisol
PERTUMBUHAN DAN HASIL BAWANG MERAH (Allium cepa L.) DI TANAH PMK DENGAN BERBAGAI JENIS PUPUK KANDANG DAN ABU JANJANG KELAPA SAWIT Ngateman, Ngateman; Sasli, Iwan; Ramadhan, Tris Haris
Agros Journal of Agriculture Science Vol 26, No 1 (2024): Edisi APRIL
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v26i1.4680

Abstract

The application of manure and palm oil empty fruit bunch ash can physically, chemically and biologically increase soil fertility. The study aims to determine the role of manures and palm oil empty fruit bunch ash on growth and yield shallots on ultisol soil. The study was conducted in Sanggau Regency, West Kalimantan, from January to April 2023. The study used a factorial randomized block design. The first factor was the treatment of various types of manure with 4 levels (chicken manure, goat manure, cow manure and duck manure). The second factor is the treatment of palm oil empty fruit bunch ash doses with 3 levels (3.5 tons ha-1, 5 tons ha-1, 6.5 tons ha-1). The type of manure treatment plays a role in influencing plant height aged 4 and 5 WAP, plant dry weight, number of tubers per hill and weight of tubers per hill, with the best type being the use of cow manure. The dose of palm oil empty fruit bunch ash plays a role in influencing the number of tubers per clump, with the best dose being 3.5 tons ha-1.
Penggunaan beberapa cendawan endofit untuk menekan penyakit layu pada jahe (Zingiber officinale Rosc.) di lahan gambut Suswanto, Iman; Ramadhan, Tris Haris
Jurnal Agrotek Ummat Vol 9, No 1 (2022): January
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jau.v9i1.6894

Abstract

Efforts to overcome R. solanacearum which causes bacterial wilt (BW) in ginger in peatlands are through a strategy to suppress the initial population. One of the efforts is to use endophytic fungi (CE) as biological control agents. This study aims to examine the use of several endophytic fungi isolates from pepper to suppress bacterial wilt disease and improve the growth of ginger. The treatment of CE biological agents in the form of Aspergillus spp., Fusarium sp., T. harzianum, and T. viride to suppress wilt disease in vivo and the use of biological agents as biofertilizers in the field. The source of the pathogenic bacterium P. solanacearum was obtained from samples of wilted rhizomes from community ginger field isolated on NA media. This study was arranged based on a completely randomized design with five replications. The research variables were wilt disease severity, plant height, number of leaves, number of stems, stem diameter & rhizome weight. The results showed that R. solanacearum caused symptoms after an incubation period of 9 days after inoculation. The four CE isolates were able to suppress the symptoms of ginger wilt in the range of 70-80%. The use of CE isolate was also able to improve the growth of ginger, but it has not been followed by an increase in the production of ginger rhizomes. It is suggested that the use of CE as a biofertilizer needs to be increased in the frequency of its application.
A Uji Amelioran Organik Asal Limbah Pertanian pada Pertanaman Sawi Hijau (Brassica juncea L.) di Tanah Gambut Armiyarsih; Sasli, Iwan; Ramadhan, Tris Haris
Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 48 No. 3 (2020): Jurnal Agronomi Indonesia
Publisher : Indonesia Society of Agronomy (PERAGI) and Department of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, IPB University, Bogor, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (591.987 KB) | DOI: 10.24831/jai.v48i3.32997

Abstract

Penggunaan limbah pertanian sebagai bahan amelioran organik dapat mengurangi ketergantungan penggunaan pupuk kimia sintetik pada budidaya tanaman sawi hijau di tanah gambut. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh dosis kompos limbah tandan kosong kelapa sawit (TKKS) dan gedebok pisang terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil sawi hijau di tanah gambut. Lokasi penelitian bertempat di Desa Baning Kota, Kabupaten Sintang pada bulan April sampai dengan Juni 2020. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap faktorial. Faktor pertama yaitu pemberian dosis kompos TKKS 5 taraf t0 (tanpa kompos), t1(5 ton ha-1), t2 (10 ton ha-1), t3 (15 ton ha-1), dan t4 (20 ton ha-1). Faktor kedua yaitu dosis kompos gedebok pisang dengan 4 taraf p0 (tanpa kompos), p1(10 ton ha-1), p2(20 ton ha-1), dan p3(30 ton ha-1). Interaksi perlakuan secara signifikan dapat meningkatkan tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, bobot segar tanaman, bobot kering tanaman, laju asimilasi bersih, dan laju pertumbuhan tanaman. Kandungan N, P, dan K di tanah meningkat 53.85%, 409.90% dan 2,709% pada pemberian 15 ton ha-1 kompos TKKS + 30 ton ha-1 kompos gedebok pisang. Kombinasi perlakuan ini adalah yang terbaik dalam penelitian ini untuk meningkatkan produksi sawi hijau di tanah gambut, ditunjukkan dengan rata-rata bobot segar tanaman sebesar 176.71 g. Kata kunci: gedebok pisang, produksi tanaman, tandan kosong kelapa sawit
Growth and yield of rice from mycorrhizal enrichment seedlings on different soil water content Mahmudi; Sasli, Iwan; Ramadhan, Tris Haris
Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 51 No. 2 (2023): Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy)
Publisher : Indonesia Society of Agronomy (PERAGI) and Department of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, IPB University, Bogor, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24831/ija.v51i2.46201

Abstract

The growth and yield of rice in limited soil water are expected to increase through the application of mycorrhizae due to the increasing root ability to absorb water and nutrients from the soil. The study aimed to determine the role of mycorrhizae on the growth and yield of rice plants in different soil water content. The study was conducted in Mempawah District, West Kalimantan, in February-June 2022. The experiment was arranged in a split-plot randomized complete block design with main plots of mycorrhizae treatment on seedlings (without and with mycorrhizae application), and subplots of soil water content (100%, 80%, 60%). The results showed that mycorrhizae could colonize 60-80% of roots and increase phosphorus absorption at up to 60% of soil water content. Application of mycorrhizae improved plant growth up to 80% of soil water content for the maximum number of a tiller, and 60% of soil water content for the leaf area. Mycorrhizae performed better to increase yield at up to 80% soil water content on the number of productive tillers and grain index of 1,000 seeds, and it performed better at a soil water content of 100% for grain weight per hill. Keywords: microorganisms, plant resistance, rice production, root colonization
KAJIAN MUTAGEN EMS PADA KONSENTRASI SUB LETHAL UNTUK MENINGKATKAN KERAGAMAN MUTAN LADA (Piper nigrum L.) Suswanto, Iman; Ramadhan, Tris Haris; Hernowo, Kukuh
Berita Biologi Vol 23 No 3 (2024): Berita Biologi
Publisher : BRIN Publishing (Penerbit BRIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/berita_biologi.2024.4146

Abstract

Keberhasilan perakitan tanaman baru melalui mutasi telah banyak dilaporkan. Penelitian ini bertujuan memperoleh konsentrasi EMS yang menghasilkan keragaman mutan lebih tinggi sebagai alternatif menghasilkan varietas baru dan memperoleh variabel penduga yang dapat digunakan sebagai indikator dalam penyusunan mutan lada. Perlakuan penelitian berupa konsentrasi sub lethal EMS terdiri atas kontrol tanpa EMS (d0); dosis 0,15% (d1); dosis 0,2% (d2); dosis 0,25 % (d3) dan 0,3% (d4) sebagai konsentrasi LC50.  Penelitian menggunakan boks berisi media gambut dan pasir (1:1) yang disusun berdasarkan rancangan acak lengkap dengan ulangan 5 kali. Masing-masing boks diisi 40 biji sehingga total biji yang diuji sebanyak 200 butir/perlakuan. Variabel yang diamati berupa tinggi hipokotil, panjang akar, jumlah daun dan ukuran kotiledon. Analisis data dengan anova dilanjutkan dengan uji Duncan tingkat kepercayaan 0,05. Variabel data yang signifikan dilanjutkan dengan kajian sebaran data fenotipe untuk menentukan skewness (kecondongan) dan kurtosis/keruncingan puncak kurva). Pengukuran keragaman dilakukan dengan perhitungan koefisien keragaman genetik (KKG), koefisien keragaman fenotip (KKF) dan heretabilitas (h2). Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi 0,1%; 0,2% dan 0,3% menghasilkan keragaman karakter penting berupa panjang akar, panjang hipokotil dan panjang/lebar kotiledon. Keempat variabel pada fase kecambah memiliki nilai heritabilitas pada kisaran sedang (S) sampai tinggi (T) sehingga layak digunakan sebagai indikator dalam penyusunan mutan lada.  
Respons Pertumbuhan dan Hasil Sawi Pagoda (Brassica narinosa L.) Akibat Pemberian Arang Tempurung Kelapa dan Pupuk Nitrogen pada Tanah Podsolik Merah Kuning Alifia, Wina Rizky; Wasi'an, Wasi'an; Ramadhan, Tris Haris
Perkebunan dan Lahan Tropika Vol 15, No 2 (2025)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/plt.v15i2.91365

Abstract

Agriculture in Indonesia has various types of crop commodities that can be cultivated and developed for food, clothing, and medicinal needs. One such crop is pagoda mustard (Brassica narinosa L.). This study aims to determine the effect of the interaction and optimal dosages of coconut shell charcoal and nitrogen fertilizer on the growth and yield of pagoda mustard in yellow-red podzolic soil. The research was conducted in the Greenhouse of the Faculty of Agriculture, Tanjungpura University, Pontianak, from July, 2024, to September, 2024. This study employed a factorial completely randomized design (CRD) with two factors. The first factor being coconut shell charcoal (K) with two levels, and the second factor being nitrogen fertilizer (N) with three levels, each replicated four times. The first treatment factor consisted of coconut shell charcoal at two levels: 40 g/polybag and 80 g/polybag. The second treatment factor involved nitrogen application at three levels: 2.25 g/plant, 2.8 g/plant, and 3.3 g/plant. In total, there were six treatment combinations, each replicated four times, resulting in 24 experimental units. Each experimental unit contained five sample plants, leading to a total of 120 plants. The observed variables included leaf count, root volume, dry weight of the plants, and fresh weight of the plants. The results indicated an interaction between the application of coconut shell charcoal and nitrogen fertilizer on the dry weight and root volume variables. The use of 80 g/plant coconut shell charcoal combined with 3.30 g/plant nitrogen fertilizer produced the best growth and yield for pagoda mustard in yellow-red podsolic soil.
Pengaruh Pupuk Kandang Ayam dan Biostimulan Ekstrak Rumput Laut Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Bawang Merah pada Tanah Aluvial Febriana, Febriana; Surachman, Surachman; Ramadhan, Tris Haris
Sustainability Nexus: Journal of Agriculture Vol 1, No 4 (2025): December
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/snja.v1i4.99017

Abstract

Bawang merah (Allium ascalonium L.) merupakan komoditas hortikultura yang tergolong sayuran rempah memiliki banyak manfaat dan bernilai ekonomi tinggi.. Tujuan dari penelitian ini untuk mencari dosis pupuk kandang ayam dan konsentrasi biostimulan ekstrak rumput laut yang terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah di tanah alluvial. Penelitian dilaksanakan di Desa Pancaroba Jl Trans Kalimantan, Kecamatan Sungai Ambawang,Kabupaten Kuburaya,Kalimantan Barat. Penelitian dimulai pada tanggal 20 Februari 2025 sampai 25 April 2025. Penelitian ini menggunakan faktorial Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari dua faktor. faktor pertama adalah dosis Pupuk Kandang ayam (a) dan faktor kedua konsentrasi biostimulan ekstrak rumput laut dengan kode (b) yang masing-masing terdiri dari 3 taraf.Perlakuan Pupuk Kandang Ayam adalah (a1) 10 ton/ha setara 40 gram/polybag, (a2) 20 ton/ha setara 80 gram/polybag, (a3) 30 ton/ha setara 120 gram/polybag. Faktor kedua adalah konsentrasi biostimulan ekstrak rumput laut yaitu (b₁) 1 ml / liter air, (b₂) 2 ml / liter air, b₃ 3 ml / liter air. Variabel Pengamatan dalam penelitian ini antara lain :Tinggi tanaman (cm),Jumlah daun per rumpun (helai),Jumlah umbi per rumpun, Jumlah anakan per rumpun Berat umbi segar per rumpun (g) dan Berat umbi kering angin per rumpun (g). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan perlakuan pupuk kandang ayam dan biostimulan ekstrak rumput laut memberikan pengaruh nyata terhadap jumlah anakan/per rumpun, jumlah umbi/per rumpun, berat segar/per rumpun, berat kering angina/per rumpun. 17,44 Berat umbi kering/rumpun tertinggi 29,89 g meningkat 99,26% dibanding perlakuan terendah 15,00 g ,sedangkan terhadap tinggi tanaman dan jumlah daun, perlakuan tidak memberikan pengaruh yang nyata.
The Effect Of Durian Peel Extract (Durio zibethinus Murr.) Against Fall Armyworm (Spodoptera frugiperda) Abdurrasyid, Zaki Amarullah; Syahputra, Edy; Ramadhan, Tris Haris
CROPSAVER Vol 8, No 2 (2025)
Publisher : Departemen Hama dan Penyakit Tumbuhan Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/cropsaver.v8i2.62306

Abstract

Durian peel is one of the agricultural wastes that has the potential to become a valuable product if processed properly. It contains secondary metabolites such as phenols, alkaloids, tannins, and saponins. These compounds can be utilized as active ingredients in the formulation of botanical insecticides. However, there have been no reports on the use of durian rind as a base material for botanical insecticide production, thus necessitating a study to determine the effect of durian rind extract on test insects, particularly the fall armyworm (Spodoptera frugiperda). This study also aims to investigate the effects of various concentrations of durian rind extract on the mortality of S. frugiperda. The research was conducted from September 2023 to December 2024 at the Pesticide Laboratory of Universitas Tanjungpura. The study employed a leaf-dipping method using corn leaves and consisted of a preliminary test, advanced test, and antifeedant assay. The antifeedant test was carried out using both choice and no-choice methods with the following concentrations: 0% (control), 0.1% (LC10), 0.4% (LC25), 1.4% (LC50), and 4.6% (LC75). The observed variables included mortality percentage, sex ratio, average pupal weight, average larval weight, number and viability of eggs, and feeding activity of S. frugiperda. The extract at a concentration of 4.6% had a significant effect on the duration of the imago and pupal stages, total eggs per female, and the male sex ratio of S. frugiperda. Durian rind extract requires high concentrations to affect the growth and development of S. frugiperda, thus it is classified as a botanical insecticide with low toxicity.
Co-Authors . Supriyanto ., Mislan A.A. Ketut Agung Cahyawan W Abdurrasyid, Zaki Amarullah Alifia, Wina Rizky Amira, Lola Andi Andi Ardianti, Wiwik Ari Paster Arman Wijonarko Armiyarsih Astrid Sebayang Ayu Puspita Azis Azis, Azis Azwan Azwan Cico Jhon K Simamora Dewi, Gabrilliani Puspita Dini Anggorowati Dwi Andriyani, Dwi Dwi Fitriyani, Dwi Eddy Mahrub Edy Syahputra Elsy Nandung Fadjar Rianto Febriana Febriana, Febriana George Andrew Charles Beattie Gilang, Kornelius Habiburrahman Habiburrahman, Habiburrahman Hendro Muntarjo Heru - Iman Suswanto Iman Suswanto Indri Hendarti Indri Hendarti Indri Hendarti Indri Hendarti Hendarti Iwan Sasli Jaya, Ya’ Subahan Kartini Kartini Kukuh Hernowo Kurnia Sari LILI, LILI Ma'ruf, Rizky Mardiansyah Madjidi, Madjidi Mahmudi Mahmudi Mariono, Dominikus Dino Marselini, Marselini Maulidi Maulidi Maya, Maya Mubarok, Muhammad Syahri Mulyadi, Adi Tegar Ngateman, Ngateman Ningrum, Ajeng Maula Pertiwi, Fitri Dewi Petrus Boni prasetyo, puguh pregawati, olla pregawati Radian Radian RAMADHANIA, RAHMI Reski, Silvanus Ridi, Egidius Erido Rini Susana Rizkyo Yoga Afrilien Ryan Harjuno, Ryan Sahbandi, Sahbandi Sarbino Sarbino Sari, Erika Kornelia SARNIATI, SARNIATI Simanjuntak, Elfidia SRI RAHAYU Subandi Sudarwadi - Sulistia Ningsih, Sulistia Surachman Surachman Suryanti, Widya Aini Syahputra, Edy Syahputra Tantri Palupi Tatang Abdurrahman Tatang Abdurrahman Tatang Abdurrahman, Tatang Teleng, Andry Stevanus Tomiko, Tomiko vera vera, vera Warganda Warganda WASI'AN, WASI'AN wasian wasian, wasian Wasi’an widya astuti Wuri Handayani Y. Andi Trisyono Yolanda, Farisa Zakiatulyaqin Zakiatulyaqin