Claim Missing Document
Check
Articles

INVENTARISASI DAN IDENTIFIKASI PENYAKIT PADI YANG DISEBABKAN OLEH CENDAWAN DI DESA SUNGAI ITIK KECAMATAN SUNGAI KAKAP KABUPATEN KUBU RAYA Sari, Erika Kornelia; Ramadhan, Tris Haris; Rianto, Fadjar
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 7 No. 3 (2018): AGUSTUS 2018
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v7i3.26500

Abstract

ABSTRACT Rice production in West Kalimantan often fluctuates. This is caused by various factors, one of them are caused by plant pathogen. This study aims was to identify rice disease in Sungai Itik, Sungai Kakap, Kubu Raya Districts. Plant sampling used purposive sampling method which done systematically. Identification of pathogen causes of the disease was done microscopically. The result of identification showed that there are 6 rice diseases such as narrow brown leaf spot, leaf and neck blast , stackburn, black kernel, and sheath rot and sheath blight. The result of disease severity calculations on rice leaves indicate the range of intermediate values 54.81% - 78.51%, rice stem 2.22% - 21.48%, and panicle of rice 56.66% - 71.85%. Keywords : Diseas, Identification, Rice, Severity
KEBERADAAN NEMATODA ENTOMOPATOGEN (NEP) PADA PERTANAMAN HORTIKULTURA DI LAHAN GAMBUT DENGAN FREKUENSI APLIKASI PESTISIDA YANG BERBEDA Sari, Kurnia; Hendarti, Indri; Ramadhan, Tris Haris
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 8 No. 3 (2019)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v8i3.34349

Abstract

Kurnia Sari (1) Indri Hendarti (2) Tris Haris Ramadhan (2)(1)students of Agriculture Faculty(2)Lectures of Agriculture Faculty, Tanjungpura University Pontianak Email: kurnia_sari94@yahoo.com ABSTRACT Entomopathogenic nematodes are types of biological agents that live on the ground. The population can decrease exposure to chemicals in the form of pesticides that are too frequent. This study aims to determine the population density of EPN on peat land used for horticultural agriculture with the intensity of application of low, medium, and high pesticides (PI). The design of this study uses a Completely Randomized Design (CRD) with 3 preparations, and 15 replications, so that 45 samples will be obtained. Research parameters regarding bait insect mortality, population of NEP / ml, collection of NEP morphology, biochemical collection of bacterial symbionts, and soil analysis. The results showed that the highest PI was 51.7%, the lowest NEP density was 551 JI / ml and the lowest NEP diversity was only Steinernema carpocapsae. While on medium PI land and low PI land. mortality larvae reached 80.67 % and 78.7 %, and populations of 1.112 JI /ml and 752 JI / ml. The highest diversity was found in the medium PI land with two types of NEP, namely Steinernema carpocapsae and Heterorhabditis bacteriophora. While the abundance of the population of Steinernema carpocapsae is on low PI land. Keywords: NEP, Pesticide Intensity (PI), mortality, population.
IDENTIFICATION OF FUNGI TO RED RICE IN TERIAK, BENGKAYANG, WEST BORNEO ., Mislan; Ramadhan, Tris Haris; Rianto, Fadjar
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 8 No. 2 (2019)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v8i4.35547

Abstract

Rice (Oryza sativa L.) is a common crop in Indonesia. Kalimantan Barat has a lot of rice germplasm, including local red rice. Some of obstacles that cause a decrease in rice production was plant diseases. There many kind of rice diseases was known. This study aims to determaind rice diseases on red rice in Teriak, Bengkayang. Plant samples for identification took by purposive method and randomized method used to determine the disease progress (incidence and severity). The result of identification showed that there are six diseases in red rice, such as leaf and neck blast, brown leaf spot, narrow brown leaf spot, stackburn, sheath rot and sheath blight. The disease severity calculations on rice leaves was 55,90% - 78,52%, rice stem 0% - 41,48% and panicle of rice 15,19% - 63,70%.Keyword : disease incidence, disease severity, red rice, identification
EFFECTIVITY TEST OF RICE PHYLLOSPHERE BACTERIA AGAINST Xanthomonas Oryzae AND RESPON OF Streptomycin sulfate RESISTANCE Simanjuntak, Elfidia; Suswanto, Iman; Ramadhan, Tris Haris
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 9 No. 1 (2020)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v9i1.36744

Abstract

Leaf blight is one of the crucial diseases caused by Xanthomonas oryzae pv.oryzae (Xoo) bacterial. Using of phyllosphere bacteria as biocontrol agents to againts Leaf |Blight disease has problem because can not to combination with synthetic bactericide applied. This study aims to determining potention of rice phyllosphere bacteria isolate against Xanthomonas oryzae pv.Oryzae caused of Leaf Blight Disease, and in vitro test Streptomycin sulfate resistance response. This research was conducted in Plant Disease Laboratory Faculty of Agriculture, University of Tanjungpura during 2 months. This study used 21 rice filosphere bacteria isolates. This research used paper disc method with concentrate levels 0 ppm, 50 ppm, 100 ppm, 250 ppm, 500 ppm. The result of this study showed that 6 isolates of rice filosphere bacteria have the potential to suppress the growth of Xanthomonas oryzae and are resistant to antibiotics (Streptomycin sulfate) up to 500 ppm. Key words: Leaf Blight Disease, biocontrol agent, phyllosphere, Resistance, Bactericide
ASSOSIASI SERANGGA PADA BEBERAPA VARIETAS JAGUNG ( Zea mays L. ) DI LAHAN GAMBUT Tomiko, Tomiko; Ramadhan, Tris Haris; Syahputra, Edy
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 9 No. 4 (2020)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v9i4.42678

Abstract

Jagung merupakan bahan pangan karbohidrat yang dapat membantu pencapaian dan pelestarian swasembada pangan. Saat ini petani menanam berbagai varietas jagung, dengan semakin tingginya beragam varietas mungkin serangga yang berassosiasi juga akan beragam. Penelitian bertujuan untuk menghitung populasi serangga dan serangan hama serta indeks keanekaragamannya pada berbagai varietas tanaman jagung di lahan gambut. Penelitian dilaksanakan di Desa Rasau Jaya 2, Kecamatan Rasau, Kabupaten Kuburaya dan Laboratorium Hama Tumbuhan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura. Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret 2019 hingga Juli 2019. Rancangan penelitian menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan 4 perlakukan yang diulangi sebanyak 5 kali. Adapun perlakuan ada A (varietas Pioneer-21), B (varietas Bisi-18), C (varietas Pertiwi 3), D (varietas Petro Hi-Corn). Variabel pengamatan yang diamati yaitu jenis-jenis serangga, populasi serangga, intensitas kerusakan oleh serangan hama, dan indeks keanekaragaman. Hasil penelitian menunjukkan jenis-jenis seranggga yang tertangkap terdiri dari 7 ordo, 20 famili ,dan 27 spesies. Populasi hama paling tinggi pada tanaman jagung adalah Cnaphalocrosis medinalis dari semua varietas jagung di lapangan sedangkan populasi musuh alami tertinggi yang ditemukan pada pertanaman adalah Menochilus sexmaculatus. Serangan hama pada semua varietas dimulai pada 3 MST "“ 10 MST. Hama yang meyerang yaitu Spdodoptera litura, Spodoptera frugiperda, Cnaphalocrosis medinalis, Ostrinia furnacalis, dan Helicoverpa armigera. Tingkat serangan hama termasuk kategori ringan. Nilai Indek keanekaragaman serangga Shanon-Weiner (H"™) pada areal pertanaman jagung tergolong sedang. Nilai Indek keanekaragaman tertinggi pada varietas pioneer-21 sebesar 1,88.
Studi Jenis Capung (Odonata) Di Area Persawahan pregawati, olla pregawati; Ramadhan, Tris Haris; Syahputra, Edy Syahputra
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 9 No. 4 (2020)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v9i4.42743

Abstract

Capung mempunyai peranan penting pada ekosistem persawahan, capung dapat berfungsi sebagai serangga predator, baik dalam bentuk nimfa maupun dewasa, dan memangsa berbagai jenis serangga serta organisme lain termasuk serangga hama tanaman padi seperti, penggerek batang padi (Chilo sp), wereng coklat (Nilaparvata lugens), walang sangit (Leptocorisa acuta). Penelitian ini bertujuan untuk mengumpulkan data jenis capung yang ada pada area persawahan di Desa Parit Keladi Kecamatan Sungai Kakap Kabupaten Kubu Raya. Penelitian bersifat deskriptif dengan metode survey, sampel diambil di 3 titik lokasi yaitu a) area tepian sungai, b) kawasan terbuka pada setiap jalur irigasi persawahan, c) dalam area persawahan tanaman padi. Hasil dari penelitian ini ditemukan sebanyak 9 jenis capung. 8 jenis termasuk dalam sub ordo Anisoptera, Famili Libellulidae yaitu Orthetrum sabina, Pantala flavencens,Tolymis tillarga, Brachythemis contaminata, Neurothemis ramburii, Lathrecista asiatica, Blue lilallula, Rhythemis phylis dan 1 jenis termasuk ke dalam sub ordo Zygoptera, famili Coenagrionidae yaitu Ischnura senegalensis Nilai indeks jenis capung pada area persawahan Parit Keladi Kecamatan Sungai Kakap Kabupaten Kubu Raya sebesar 0.91 termasuk kategori rendah dan nilai indeks jenis capung di 3 lokasi pengamatan masing-masing, yakni lokasi A yaitu tepian sungai 1.49, lokasi B yaitu irigasi 0.91, dan lokasi C yaitu area persawahan 0.31 seluruh lokasi pengamatan memiliki tingkat keanekaragaman jenis capung yaitu rendah.
Biologi Ostrinia furnacalis (Lepidoptera : Pyralidae) Yang Dipelihara Dengan Pakan Buatan di Laboratorium MAYA, MAYA; Ramadhan, Tris Haris; Hendarti, Indri
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 10 No. 1 (2021)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v10i1.44115

Abstract

ABSTRAKOstrinia furnacalis merupakan hama utama pada pertanaman jagung dan dapat ditemukan di Asia Tenggara, Asia Tengah, Asia Timur, dan Australia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perkembangan dan reproduksi O. furnacalis yang dipelihara dengan pakan buatan di laboratorium. Penelitian dilaksanakan di laboratorium Hama Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura yang dimulai dari bulan Maret "“ Mei 2020. O. furnacalis dipelihara dalam gelas plastik berdiameter 9 cm. Pakan yang digunakan berbahan dasar Phaseolus vulgaris L. dengan tambahan bahan-bahan pendukung lainnya menurut metode Salama (1970). Kemudian dilakukan perbanyakan serangga uji sampai mencapai F1. Selanjutnya dilakukan pengamatan kohort yang dilakukan dengan menggunakan 100 ekor instar 1 yang dipisah menjadi 10 ulangan. Satu ulangan terdiri dari 10 ekor larva dan dipisah secara individu per gelas . Variabel yang diamati adalah siklus hidup, mortalitas, nisbah sex, fekunditas, dan fertilitas telur. Hasil penelitian menunjukkan masa perkembangan O. furnacalis dari menetas sampai menjadi imago berkisar antara 25 "“ 36 hari, siklus hidup O. furnacalis dari telur sampai menghasilkan telur kembali berlangsung selama 31 "“ 37 hari rata-rata 33,90 hari, umur dari telur sampai individu mati berlangsung selama 31"“ 43 hari rata-rata 35,38 hari , stadium telur berkisar antara 3 "“ 5 hari rata-rata 4,18 hari. Larva terdiri dari 5 instar, lama stadium instar I (2 "“ 3 hari) rata-rata 2,69 hari, instar II (2 "“ 4 hari) rata-rata 3,10 hari, instar III (2 "“ 4 hari) rata-rata 3,02 hari, instar IV (3 "“ 4 hari) rata-rata 3,47 hari, instar V (6 "“ 12 hari), prapupa (1 "“ 3 hari) rata-rata 1,33 hari dan pupa (5 "“ 10 hari) rata-rata 7,23 hari. Lama hidup imago jantan berkisar antara 1 "“ 5 hari rata-rata 3,33 hari dan imago betina berkisar antara 1 "“ 9 hari rata-rata 4.44 hari. Periode pra peneluran berkisar antara 1 "“ 2 hari rata-rata 1,50 hari dan periode pasca peneluran berkisar antara 1 "“ 2 hari rata-rata 1,19 hari. Fertilitas telur dengan rata-rata 62,23%. Jumlah telur yang dihasilkan rata-rata 222. Kata Kunci : Biologi, O. furnacalis, Pakan Buatan, Phaseolus vulgaris L.
Co-Authors . Supriyanto ., Mislan A.A. Ketut Agung Cahyawan W Abdurrasyid, Zaki Amarullah Alifia, Wina Rizky Amira, Lola Andi Andi Ardianti, Wiwik Ari Paster Arman Wijonarko Armiyarsih Astrid Sebayang Ayu Puspita Azis Azis, Azis Azwan Azwan Cico Jhon K Simamora Dewi, Gabrilliani Puspita Dini Anggorowati Dwi Andriyani, Dwi Dwi Fitriyani, Dwi Eddy Mahrub Edy Syahputra Elsy Nandung Fadjar Rianto Febriana Febriana, Febriana George Andrew Charles Beattie Gilang, Kornelius Habiburrahman Habiburrahman, Habiburrahman Hendro Muntarjo Heru - Iman Suswanto Iman Suswanto Indri Hendarti Indri Hendarti Indri Hendarti Indri Hendarti Hendarti Iwan Sasli Jaya, Ya’ Subahan Kartini Kartini Kukuh Hernowo Kurnia Sari LILI, LILI Ma'ruf, Rizky Mardiansyah Madjidi, Madjidi Mahmudi Mahmudi Mariono, Dominikus Dino Marselini, Marselini Maulidi Maulidi Maya, Maya Mubarok, Muhammad Syahri Mulyadi, Adi Tegar Ngateman, Ngateman Ningrum, Ajeng Maula Pertiwi, Fitri Dewi Petrus Boni prasetyo, puguh pregawati, olla pregawati Radian Radian RAMADHANIA, RAHMI Reski, Silvanus Ridi, Egidius Erido Rini Susana Rizkyo Yoga Afrilien Ryan Harjuno, Ryan Sahbandi, Sahbandi Sarbino Sarbino Sari, Erika Kornelia SARNIATI, SARNIATI Simanjuntak, Elfidia SRI RAHAYU Subandi Sudarwadi - Sulistia Ningsih, Sulistia Surachman Surachman Suryanti, Widya Aini Syahputra, Edy Syahputra Tantri Palupi Tatang Abdurrahman Tatang Abdurrahman Tatang Abdurrahman, Tatang Teleng, Andry Stevanus Tomiko, Tomiko vera vera, vera Warganda Warganda WASI'AN, WASI'AN wasian wasian, wasian Wasi’an widya astuti Wuri Handayani Y. Andi Trisyono Yolanda, Farisa Zakiatulyaqin Zakiatulyaqin