Claim Missing Document
Check
Articles

SIKLUS HIDUP SITOPHILUS ZEAMAIS PADA TIGA TINGKAT KEKERINGAN JAGUNG Dewi, Gabrilliani Puspita; Ramadhan, Tris Haris; Hendarti, Indri
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 15, No 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v15i1.97241

Abstract

Kumbang jagung (Sitophilus zeamais) merupakan salah satu hama utama pada jagung selama penyimpanan, yang menyebabkan kerugian signifikan pada kualitas dan kuantitas hasil panen. Penelitian ini bertujuan untuk memahami siklus hidup S. zeamais pada beberapa tingkat kekeringan jagung. Penelitian dilakukan di Laboratorium Hama Tanaman Universitas Tanjungpura selama empat bulan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tiga perlakuan yaitu, jagung kering panen (0 jam), jagung yang dioven selama 24 jam, dan jagung yang dioven selama 48 jam dengan suhu 70 °C. Setiap perlakuan diinfestasikan hama sebanyak satu pasang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan tanpa oven sangat rentan terhadap serangan hama, dengan perkembangan populasi hama paling cepat dan berat imago tertinggi terjadi pada perlakuan tersebut. Sedangkan, perlakuan pengeringan dengan oven selama 24 jam dan 48 jam tergolong rentan terhadap serangan hama. Perlakuan 48 jam menunjukkan perkembangan hama paling lambat dan berat imago terendah.
Respon Tanaman Buncis terhadap Pemberian Kompos Ampas Kelapa dan Pupuk K pada Tanah Podsolik Merah Kuning Teleng, Andry Stevanus; Anggorowati, Dini; Ramadhan, Tris Haris
Sustainability Nexus: Journal of Agriculture Vol 1, No 3 (2025): October
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/snja.v1i3.97698

Abstract

Buncis (Phaseolus vulgaris l.) tergolong dalam tanaman kacang-kacangan yang memiliki peran cukup besar dalam pemenuhan nutrisi masyarakat. Budidaya tanaman buncis pada lahan podsolik merah kuning menghadapi masalah pada faktor kesuburan tanah. Upaya yang dilakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut yaitu dengan pemanfaatan limbah ampas kelapa menjadi kompos dan penambahan pupuk K. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh dosis yang optimal serta melihat hubungan interaksi antara kompos ampas kelapa dan pupuk K pada pertumbuhan dan hasil buncis di lahan podsolik merah kuning. Lokasi penelitian bertempat di Jl.Parit Haji Mukshin II, Desa Sungai Raya, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, dimulai pada bulan Maret hingga Juni 2025. Metode penelitian yang digunakan yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL) dua faktor. Faktor pertama yaitu pemberian kompos ampas kelapa terdiri dari 3 taraf dengan dosis 5 ton/hektar (156 g/tanaman), 10 ton/hektar (312 g/tanaman), dan 15 ton/hektar (468 g/tanaman). Faktor kedua yakni pemberian pupuk K terdiri dari 3 taraf dengan dosis 75 kg/ha (2,3 g/tanaman), 150 kg/ha (4,6 g/tanaman) dan 225 kg/ha (7 g/tanaman). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terjadi interaksi antara kompos ampas kelapa dan pupuk K terhadap semua variabel pengamatan. Pemberian kompos ampas kelapa dengan dosis 5 ton/ha memberikan hasil tertinggi terhadap berat polong pertanaman yaitu 177,39 g/tanaman. Pemberian pupuk K menunjukkan pengaruh tidak nyata terhadap semua variabel pengamatan.
Pengaruh Abu kotoran Ayam dan Pupuk N Terhadap Hasil Kedelai Edamame Pada Lahan Gambut Mulyadi, Adi Tegar; Abdurrahman, Tatang; Ramadhan, Tris Haris
Sustainability Nexus: Journal of Agriculture Vol 1, No 3 (2025): October
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/snja.v1i3.98134

Abstract

Kedelai edamame (Glycine max L. Merill) merupakan tanaman yang tergolong dalam kelompok sayuran yang berasal dari Jepang. Pengembangan tanaman kedelai edamame pada lahan gambut dihadapkan pada sejumlah kendala kesuburan tanah, Upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi kendala tersebut adalah dengan memanfaatkan abu kotoran ayam dan pupuk N. Penelitian ini dilaksanakn untuk memperoleh dosis optimal serta melihat interaksi antara pemberian abu kotoran ayam dan pupuk N pada hasil panen kedelai edamame di lahan gambut. Lokasi penelitian ini berada di Patok 35, Dusun Banjar Sari, Desa Rasau Jaya II, Kec. Rasau Jaya, Kab. Kubu Raya, dari September hingga Desember 2024. Metode penelitian yang pakai yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan desain faktorial dua faktor. Faktor pertama adalah penambahan abu kotoran ayam dalam tiga dosis, yaitu 10 ton per hektar (2 kg/petak), 15 ton per hektar (3 kg/petak), dan 20 ton per hektar (4 kg/petak). Faktor kedua adalah dosis pupuk N yang juga terdiri dari tiga perlakuan, yakni 50 kg per hektar (21 g/petak), 100 kg per hektar (43 g/petak), dan 150 kg per hektar (65 g/petak). Hasil penelitian memperlihatkan tidak terjadi interaksi antara abu kotoran ayam dan pupuk N pada semua variabel pertumbuhan dan hasil tanaman edamame. Perlakuan abu kotoran ayam dosis 20 ton per hektar (4 kg/petak) memperoleh hasil berat polong per petak tertinggi. Pemberian pupuk N dengan dosis 150 kg per hektar (65 g/tanaman) menghasilkan jumlah polong isi tertinggi.
PENGARUH JENIS DAN DOSIS PUPUK KANDANG SERTA DOSIS PUPUK KCL TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL BAWANG MERAH DI TANAH PODSOLIK MERAH KUNING (PMK) Mubarok, Muhammad Syahri; Sasli, Iwan; Ramadhan, Tris Haris
Agros Journal of Agriculture Science Vol 24, No 2 (2022): edisi Juli
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v24i2.2128

Abstract

Bawang merah merupakan komoditas potensial dan prospektif untuk dikembangkan di tanah podsolik merah kuning (PMK) Kalimantan Barat. Penggunaan jenis dan dosis pupuk kandang, serta dosis pupuk KCl, diharapkan dapat meningkatkan hasil bawang merah di tanah (PMK). Penelitian  bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian jenis dan dosis pupuk kandang, serta dosis pupuk KCl terhadap pertumbuhan dan hasil bawang merah di tanah PMK. Penelitian ini dilakukan di IP2TP Sungai Kakap BPTP Kalimantan Barat, pada bulan November 2021 sampai Februari 2022. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak kelompok faktorial yang terdiri dari 3 faktor yaitu faktor pertama dosis pupuk KCl (k0:0 kg/ha, k1: 200 kg/ha, dan k2: 300 kg/ha), faktor kedua jenis pupuk kandang (p1: pupuk kandang ayam, p2: pupuk kandang kambing, dan p3: pupuk kandang sapi), faktor ketiga dosis pupuk kandang (d1: 5 ton/ha, d2:10 ton/ha, dan d3:15 ton/ha). Variabel pengamatan meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah umbi, diameter umbi, berat basah umbi dan berat kering umbi. Hasil: Interaksi jenis pupuk kandang dengan dosis pupuk kandang serta interaksi dosis pupuk KCl dengan jenis pupuk kandang berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman dan jumlah daun bawang merah. Pengaruh tunggal perlakuan, menunjukkan bahwa perlakuan jenis pupuk kandang dan dosis pupuk kandang memberi pengaruh beda nyata dan hasil lebih baik terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, diameter umbi, berat basah umbi dan berat kering umbi.
RESPON BEBERAPA JENIS PADI DI SUNGAI LAUR DENGAN PEMBERIAN FUNGI MIKORIZA ARBUSKULA DI TANAH ULTISOL Mariono, Dominikus Dino; Palupi, Tantri; Ramadhan, Tris Haris
Agros Journal of Agriculture Science Vol 24, No 1 (2022): edisi Januari
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v24i1.1483

Abstract

Peningkatan produksi padi pada tanah ultisol dapat dicapai dengan pemberian fungi mikoriza arbuskula yaitu dapat memperluas wilayah serapan hara di dalam tanah, serta dengan penggunaan jenis padi yang mampu beradaptasi dengan baik pada kondisi lingkungan setempat. Penelitian bertujuan untuk mempelajari pengaruh pemberian fungi mikoriza arbuskula pada beberapa jenis padi di Sungai Laur di tanah ultisol. Penelitian berlokasi di Kecamatan Sungai Laur, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, dari bulan November 2020 sampai Maret 2021. Rancangan penelitian menggunakan rancangan petak terbagi (Split plot) RAK yaitu pemberian fungi mikoriza arbuskula (FMA) sebagai petak utama (tanpa mikoriza dan pemberian mikoriza) serta perlakuan 5 jenis padi sebagai anak petak (melai, cenena, itali, ngkaman, dan cangge). Variabel yang diamati terdiri dari tinggi tanaman, jumlah anakan maksimum, jumlah anakan produktif, volume akar, jumlah gabah per malai, persentase gabah isi, bobot 1000 biji, bobot gabah per rumpun, bobot gabah per petak, dan infeksi akar oleh FMA. Fungi mikoriza arbuskula yang diaplikasikan pada tanah ultisol mampu meningkatkan produksi tanaman padi pada karakter jumlah gabah per malai, bobot 1000 biji, bobot gabah per rumpun, dan bobot gabah per petak. Penggunaan jenis padi pada tanah ultisol diperoleh hasil yang sama baiknya pada pertumbuhan dan hasil tanaman padi, kecuali pada tinggi tanaman 2 MST yaitu penggunaan jenis padi Cangge diperoleh hasil yang lebih baik. Kata kunci : fungi mikoriza arbuskula, produksi padi, tanah ultisol
PERTUMBUHAN DAN HASIL BAWANG MERAH (Allium cepa L.) DI TANAH PMK DENGAN BERBAGAI JENIS PUPUK KANDANG DAN ABU JANJANG KELAPA SAWIT Ngateman, Ngateman; Sasli, Iwan; Ramadhan, Tris Haris
Agros Journal of Agriculture Science Vol 26, No 1 (2024): Edisi APRIL
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v26i1.4680

Abstract

The application of manure and palm oil empty fruit bunch ash can physically, chemically and biologically increase soil fertility. The study aims to determine the role of manures and palm oil empty fruit bunch ash on growth and yield shallots on ultisol soil. The study was conducted in Sanggau Regency, West Kalimantan, from January to April 2023. The study used a factorial randomized block design. The first factor was the treatment of various types of manure with 4 levels (chicken manure, goat manure, cow manure and duck manure). The second factor is the treatment of palm oil empty fruit bunch ash doses with 3 levels (3.5 tons ha-1, 5 tons ha-1, 6.5 tons ha-1). The type of manure treatment plays a role in influencing plant height aged 4 and 5 WAP, plant dry weight, number of tubers per hill and weight of tubers per hill, with the best type being the use of cow manure. The dose of palm oil empty fruit bunch ash plays a role in influencing the number of tubers per clump, with the best dose being 3.5 tons ha-1.
Penggunaan beberapa cendawan endofit untuk menekan penyakit layu pada jahe (Zingiber officinale Rosc.) di lahan gambut Suswanto, Iman; Ramadhan, Tris Haris
Jurnal Agrotek Ummat Vol 9, No 1 (2022): January
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jau.v9i1.6894

Abstract

Efforts to overcome R. solanacearum which causes bacterial wilt (BW) in ginger in peatlands are through a strategy to suppress the initial population. One of the efforts is to use endophytic fungi (CE) as biological control agents. This study aims to examine the use of several endophytic fungi isolates from pepper to suppress bacterial wilt disease and improve the growth of ginger. The treatment of CE biological agents in the form of Aspergillus spp., Fusarium sp., T. harzianum, and T. viride to suppress wilt disease in vivo and the use of biological agents as biofertilizers in the field. The source of the pathogenic bacterium P. solanacearum was obtained from samples of wilted rhizomes from community ginger field isolated on NA media. This study was arranged based on a completely randomized design with five replications. The research variables were wilt disease severity, plant height, number of leaves, number of stems, stem diameter & rhizome weight. The results showed that R. solanacearum caused symptoms after an incubation period of 9 days after inoculation. The four CE isolates were able to suppress the symptoms of ginger wilt in the range of 70-80%. The use of CE isolate was also able to improve the growth of ginger, but it has not been followed by an increase in the production of ginger rhizomes. It is suggested that the use of CE as a biofertilizer needs to be increased in the frequency of its application.
A Uji Amelioran Organik Asal Limbah Pertanian pada Pertanaman Sawi Hijau (Brassica juncea L.) di Tanah Gambut Armiyarsih; Sasli, Iwan; Ramadhan, Tris Haris
Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 48 No. 3 (2020): Jurnal Agronomi Indonesia
Publisher : Indonesia Society of Agronomy (PERAGI) and Department of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, IPB University, Bogor, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (591.987 KB) | DOI: 10.24831/jai.v48i3.32997

Abstract

Penggunaan limbah pertanian sebagai bahan amelioran organik dapat mengurangi ketergantungan penggunaan pupuk kimia sintetik pada budidaya tanaman sawi hijau di tanah gambut. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh dosis kompos limbah tandan kosong kelapa sawit (TKKS) dan gedebok pisang terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil sawi hijau di tanah gambut. Lokasi penelitian bertempat di Desa Baning Kota, Kabupaten Sintang pada bulan April sampai dengan Juni 2020. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap faktorial. Faktor pertama yaitu pemberian dosis kompos TKKS 5 taraf t0 (tanpa kompos), t1(5 ton ha-1), t2 (10 ton ha-1), t3 (15 ton ha-1), dan t4 (20 ton ha-1). Faktor kedua yaitu dosis kompos gedebok pisang dengan 4 taraf p0 (tanpa kompos), p1(10 ton ha-1), p2(20 ton ha-1), dan p3(30 ton ha-1). Interaksi perlakuan secara signifikan dapat meningkatkan tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, bobot segar tanaman, bobot kering tanaman, laju asimilasi bersih, dan laju pertumbuhan tanaman. Kandungan N, P, dan K di tanah meningkat 53.85%, 409.90% dan 2,709% pada pemberian 15 ton ha-1 kompos TKKS + 30 ton ha-1 kompos gedebok pisang. Kombinasi perlakuan ini adalah yang terbaik dalam penelitian ini untuk meningkatkan produksi sawi hijau di tanah gambut, ditunjukkan dengan rata-rata bobot segar tanaman sebesar 176.71 g. Kata kunci: gedebok pisang, produksi tanaman, tandan kosong kelapa sawit
Growth and yield of rice from mycorrhizal enrichment seedlings on different soil water content Mahmudi; Sasli, Iwan; Ramadhan, Tris Haris
Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 51 No. 2 (2023): Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy)
Publisher : Indonesia Society of Agronomy (PERAGI) and Department of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, IPB University, Bogor, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24831/ija.v51i2.46201

Abstract

The growth and yield of rice in limited soil water are expected to increase through the application of mycorrhizae due to the increasing root ability to absorb water and nutrients from the soil. The study aimed to determine the role of mycorrhizae on the growth and yield of rice plants in different soil water content. The study was conducted in Mempawah District, West Kalimantan, in February-June 2022. The experiment was arranged in a split-plot randomized complete block design with main plots of mycorrhizae treatment on seedlings (without and with mycorrhizae application), and subplots of soil water content (100%, 80%, 60%). The results showed that mycorrhizae could colonize 60-80% of roots and increase phosphorus absorption at up to 60% of soil water content. Application of mycorrhizae improved plant growth up to 80% of soil water content for the maximum number of a tiller, and 60% of soil water content for the leaf area. Mycorrhizae performed better to increase yield at up to 80% soil water content on the number of productive tillers and grain index of 1,000 seeds, and it performed better at a soil water content of 100% for grain weight per hill. Keywords: microorganisms, plant resistance, rice production, root colonization
KAJIAN MUTAGEN EMS PADA KONSENTRASI SUB LETHAL UNTUK MENINGKATKAN KERAGAMAN MUTAN LADA (Piper nigrum L.) Suswanto, Iman; Ramadhan, Tris Haris; Hernowo, Kukuh
Berita Biologi Vol 23 No 3 (2024): Berita Biologi
Publisher : BRIN Publishing (Penerbit BRIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/berita_biologi.2024.4146

Abstract

Keberhasilan perakitan tanaman baru melalui mutasi telah banyak dilaporkan. Penelitian ini bertujuan memperoleh konsentrasi EMS yang menghasilkan keragaman mutan lebih tinggi sebagai alternatif menghasilkan varietas baru dan memperoleh variabel penduga yang dapat digunakan sebagai indikator dalam penyusunan mutan lada. Perlakuan penelitian berupa konsentrasi sub lethal EMS terdiri atas kontrol tanpa EMS (d0); dosis 0,15% (d1); dosis 0,2% (d2); dosis 0,25 % (d3) dan 0,3% (d4) sebagai konsentrasi LC50.  Penelitian menggunakan boks berisi media gambut dan pasir (1:1) yang disusun berdasarkan rancangan acak lengkap dengan ulangan 5 kali. Masing-masing boks diisi 40 biji sehingga total biji yang diuji sebanyak 200 butir/perlakuan. Variabel yang diamati berupa tinggi hipokotil, panjang akar, jumlah daun dan ukuran kotiledon. Analisis data dengan anova dilanjutkan dengan uji Duncan tingkat kepercayaan 0,05. Variabel data yang signifikan dilanjutkan dengan kajian sebaran data fenotipe untuk menentukan skewness (kecondongan) dan kurtosis/keruncingan puncak kurva). Pengukuran keragaman dilakukan dengan perhitungan koefisien keragaman genetik (KKG), koefisien keragaman fenotip (KKF) dan heretabilitas (h2). Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi 0,1%; 0,2% dan 0,3% menghasilkan keragaman karakter penting berupa panjang akar, panjang hipokotil dan panjang/lebar kotiledon. Keempat variabel pada fase kecambah memiliki nilai heritabilitas pada kisaran sedang (S) sampai tinggi (T) sehingga layak digunakan sebagai indikator dalam penyusunan mutan lada.  
Co-Authors . Supriyanto A.A. Ketut Agung Cahyawan W Abdurrasyid, Zaki Amarullah Alifia, Wina Rizky Amelia Amelia Amira, Lola Andi Andi Andi Andi Ardianti, Wiwik Ari Paster Arman Wijonarko Armiyarsih Astrid Sebayang Ayu Puspita Azis Azis Azwan Azwan Cico Jhon K Simamora Dewi, Gabrilliani Puspita Dini Anggorowati Dwi Andriyani Dwi Fitriyani Eddy Mahrub Edy Syahputra Elfidia Simanjuntak Elsy Nandung Fadjar Rianto Febriana Febriana, Febriana George Andrew Charles Beattie Gilang, Kornelius Habiburrahman Habiburrahman, Habiburrahman Hendro Muntarjo Heru - Iman Suswanto Iman Suswanto Indri Hendarti Indri Hendarti Indri Hendarti Indri Hendarti Hendarti Ir. SARBINO, MP Ir. SARBINO, MP Ir.Indri Hendarti,M.Sc Ir.Indri Hendarti,M.Sc Iwan Sasli Jaya, Ya’ Subahan Kartini Kartini Kukuh Hernowo Lili Lili Madjidi, Madjidi Mahmudi Mariono, Dominikus Dino Marselini, Marselini Maulidi Maulidi Maya Maya MONIKA MONIKA Mubarok, Muhammad Syahri Mulyadi, Adi Tegar Ngateman, Ngateman Ningrum, Ajeng Maula Pertiwi, Fitri Dewi Petrus Boni prasetyo, puguh Radian Radian RAMADHANIA, RAHMI Reski, Silvanus Ridi, Egidius Erido Rini Susana Rizkyo Yoga Afrilien Ryan Harjuno, Ryan Sahbandi, Sahbandi Sarbino Sarbino Sarbino Sarbino Sarniati Sarniati SRI RAHAYU Subandi Sudarwadi - Sulistia Ningsih, Sulistia Surachman Surachman Suryanti, Widya Aini Tantri Palupi Tatang Abdurrahman Tatang Abdurrahman Tatang Abdurrahman, Tatang Teleng, Andry Stevanus Tomiko Tomiko vera vera, vera Warganda Warganda WASI'AN, WASI'AN wasian wasian, wasian Wasi’an widya astuti Wuri Handayani Y. Andi Trisyono Yolanda, Farisa Zakiatulyaqin Zakiatulyaqin