Mochammad Bagus Qomaruddin
Departemen Epidemiologi, Biostatistika Kependudukan Dan Promosi Kesehatan, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Airlangga

Published : 42 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Perasaan Kesepian Berhubungan dengan Depresi, Kecemasan dan Stres pada Siswa SMA Lukis Gatra Siwi; Mochammad Bagus Qomaruddin
Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Vol 11 No 4 (2021): Oktober 2021
Publisher : LPPM STIKES KENDAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32583/pskm.v11i4.1586

Abstract

Kesehatan mental merupakan komponen penting dalam mencapai status sehat. Salah satu penyebab gangguan kesehatan mental adalah kesepian. Remaja merupakan kelompok usia dengan risiko tertinggi menderita gangguan kesehatan mental serta merasakan kesepian. Gangguan kesehatan mental yang muncul pada usia remaja akan berpengaruh pada kualitas serta kesejahteraan remaja tersebut bahkan hingga dewasa. Penelitian mengenai kesehatan mental remaja penting untuk dilakukan guna mencegah gangguan kesehatan mental pada remaja. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis hubungan antara kesepian dengan depresi, kecemasan dan stres pada siswa SMA Negeri 16 Surabaya. Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan desain penelitian cross sectional. Sampel pada penelitian ini sebanyak 330 siswa yang dipilih menggunakan metode systematic random sampling. Pengambilan data dilakukan dengan mengajukan kuesioner online kepada sampel penelitian. Uji korelasi data menggunakan Uji Spearman dengan α = 0,05. Pada penelitian ini didapatkan hasil bahwa perasaan kesepian dan gangguan kesehatan mental lebih banyak diderita oleh siswa perempuan. Hasil uji korelasi menyatakan bahwa perasaan kesepian memiliki hubungan yang positif dengan depresi (p=0,000), kecemasan (p=0,000) dan stres (p=0,000) pada siswa. Seiring dengan peningkatan intensitas kesepian pada siswa maka tingkat gangguan kesehatan mental pada siswa juga meningkat, begitu pula sebaliknya.
Factors that Influence Mother’s Behavior in Fulfilling Toddler Nutrition at the Age of 12-36 Months Rifzul Maulina; Mochammad Bagus Qomaruddin; Ardhiles Wahyu Kurniawan
Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pelayanan Kesehatan Vol. 5 No. 1 (2021)
Publisher : Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pelayanan Kesehatan (Journal of Research and Development in Health Services)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/jpppk.v5i1.5461

Abstract

Abstract Improper feeding practices are the initial cause of the occurrence of nutritional problems in infants and toddlers, if this condition occurs over time, long enough, and continuously it will have an impact on the child’s growth. This study aims to the factors that influence the mother's behavior in fulfilling toddler nutrition. The design of this research is a cross-sectional approach. The sample number in this study was 238 mothers of respondents who have children aged 1-3 years. The research location is in the work area of the Tajinan Health Center. Malang Regency, East Java. The independent variables in this study were perceived susceptibility, perceived severity, perceived usefulness, perceived barrier, cues to action, and self-efficacy. The dependent variable of the study is the behavior of mothers in providing nutrition. Samples were taken using random cluster sampling. Data was collected using a questionnaire. The data were analyzed by using the chi-square test with a significance level of <0.05. The results showed that perceived vulnerability (p = 0.297), perceived seriousness (p = 0.201), perceived benefits (p = 0.197), cues to act (p = 0.068) and self-efficacy (p = 0.205) there was no relationship between behavior mother. Only perceived barriers (p=0.028) had a relationship with the mother’s behavior. Health workers at the public health center can provide audio-visual interventions to improve the behavior of mothers in providing the nutritional needs of their children. Keywords: mother’s behavior, nutritional toddlers, theory of health belief model Abstrak Praktik pemberian makan yang tidak benar merupakan penyebab awal terjadinya masalah nutrisi pada bayi dan baduta yang apabila kondisi ini terjadi dalam waktu yang cukup lama dan terus menerus maka akan berdampak pada pertumbuhan anak. Tujuan penelitian ini adalah faktor yang mempengaruhi Ibu dalam pemenuhan kebutuhan nutrisi pada anak usia balita. Desain penelitian ini adalah cross sectional. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 238 ibu responden yang memiliki anak usia 1-3 tahun. Lokasi penelitian di wilayah kerja Puskesmas Tajinan. Kabupaten Malang, Jawa Timur. Variabel independen dalam penelitian ini kerentanan yang dirasakan, keparahan yang dirasakan, manfaat yang dirasakan, persepsi penghalang, isyarat untuk bertindak dan efikasi diri. Variabel dependen penelitian adalah perilaku ibu dalam memberikan nutrisi. Sampel diambil dengan cara Cluster random sampling. Pengumpulan data menggunakan instrumen kuesioner terstruktur dengan kuesioner. Analisa data dengan uji chi square, level signifikan P value < 0,05. Hasil menunjukkan bahwa variabel-variabel : kerentanan yang dirasakan (p=0,297), keparahan yang dirasakan (p=0,201), manfaat yang dirasakan (p=0,197), isyarat untuk bertindak (p=0,068) dan efikasi diri (p=0,205) tidak ada hubungan antara perilaku ibu. Hanya hambatan yang dirasakan (p=0,028) berhubungan dengan perilaku ibu. Petugas kesehatan di Puskesmas harus memberikan intervensi secara audio visual untuk meningkatkan perilaku Ibu dalam pemenuhan kebutuhan nutrisi bagi anaknya. Kata kunci: perilaku ibu, nutrisi balita, teori health belief model
Kampanye Partisipatory Anti-Stunting dengan Menggunakan Sosial Media Tiktok di Jawa Timur Bunga Farida; Siti Rahayu Nadhiroh; Edi Dwi Riyanto; Mochammad Bagus Qomaruddin; Shrimarti Rukmini Devy; Emy Trisna Juwita
Media Gizi Indonesia Vol. 17 No. 1SP (2022): Media Gizi Indonesia (National Nutrition Journal) Special Issue: Internation
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/mgi.v17i1SP.53-57

Abstract

Paper ini menjelaskan mengenai Model Participatory Actions Research ( Penelitian Tindakan ) sebagai salah satu metode penelitian dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat dalam upaya penurunan angka stunting di Jawa Timur. Penelitian ini melibatkan Partisipasi masyarakat secara aktif berupa pembuatan video tiktok yang berisi ajakan kepada warga untuk melakukan berbagai Tindakan pencegahan stunting. Sampel yang digunakan berupa 360 video tiktok yang dibuat oleh warga desa dari 180 desa di 18 Kabupaten di Jawa Timur. Masing-masing sampel akan ditabulasi dari aspek demografis, konten video, dan sumber daya yang dibutuhkan untuk memproduksi video. Hasil tabulasi akan dianalisis dengan menggunakan model Participatory Action Research untuk menentukan tingkat partisipasi masyarakat apakah sudah sampai tingkat subyek, pelaku, atau pemimpin kampanye. Model partisipatory Action Research ini berkaitan dengan penelitian tindakan yang akan menghasilkan formula yang sesuai dengan bentuk partisipasi masyarakat dalam melakukan upaya penurunan angka stunting. Kata kunci: Participatory Action Research, kampanye, anti stunting, warga desa
Improving Knowledge, Attitudes and Skills of Wani Ngandani Cadres on Effective Communication Dissemination of Health Protocols and Continuous Monitoring (Surveillance) for Covid 19 Management in Surabaya Shrimarti Rukmini Devy; Sri Widati; Mochammad Bagus Qomaruddin; Muji Sulistyowati; Oedojo Soedirham; Santi Martini; Atik Choirul Hidajah; Isma Faridatus Sholihah; Dayu Marista; Alfi Makrifatul Azizah; Eni Purwaningsih
Jurnal Promkes: The Indonesian Journal of Health Promotion and Health Education Vol. 10 No. 2 (2022): Jurnal Promkes: The Indonesian Journal of Health Promotion and Health Educatio
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jpk.V10.I2.2022.171-178

Abstract

Background: COVID-19 preventive behavior plays a role in reducing infection rates and controlling the spread of the disease. In order to optimize the behavior of preventing COVID-19 in the Pacar Keling Sub-district, Tambaksari District, a health promotion program is needed by involving the active participation of the community, so that the community is able to overcome health problems with their existing potential. Objectives: This study aimed to determine the increase before and after being given knowledge and skills on how to communicate effectively when socializing the 5M health protocol, planning and evaluating in conducting socialization activities and how to carry out continuous surveillance on Wani Ngandani cadres as well as increasing knowledge related to health protocols during the COVID-19 pandemic for webinars. Methods: In each activity, 1-3 and RTL Webinar, Pre-test, and Post-test data are collected to measure the level of knowledge of participants. A paired t-test is used as the data analysis to determine the difference before and after being given training. The methods applied in measuring cadre skills are presentation and role play. Meanwhile, RTL activities are held online in the form of Community Service Webinars. The materials provided in training activities 1-3 are in the form of PPT materials and manuals. Results: Based on the results of the paired t-test, it is known that there were significant differences (sig <0.05) in the results of the pre-test and post-test on the four training activities. Conclusion: This program was effective and its implementation has succeeded in achieving the expected target and there has been a strengthening of knowledge in the community.
Factors Influencing Discontinuation of Long-Term Contraceptive Methods Dayu Marista; Mochammad Bagus Qomaruddin; Oedojo Soedirham
Science Midwifery Vol 10 No 5 (2022): December: Science Midwifery
Publisher : Institute of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/midwifery.v10i5.1057

Abstract

Discontinuation of contraception represents a very important reproductive health problem and has adverse consequences on women's reproductive health outcomes. Worldwide, a large number of women become at risk of conception after discontinuation of contraception. The purpose of this study was to determine the reasons for discontinuation and the factors that influence the discontinuation of long-term contraceptive methods. The research method used is a literature review with article searches using four databases consisting of Pubmed, Sage, Science Direct and Proquest with a publication range of 2012-2022. The keywords used are associated factor and discontinuation of long acting reversible contraception. The findings indicate that the factors that influence the long-term discontinuation of contraceptive methods are marital status, education, counseling, age, parity, occupation, contraceptive satisfaction, partner support, duration to health facilities, desire to get pregnant again and side effects. The most common reason for discontinuing a long-term contraceptive method is due to health problems or side effects. Therefore, health workers should properly advise women about the common side effects of using long-term contraceptive methods and how to manage these side effects.
Tinjauan Literatur: PENGGUNAAN KONTRASEPSI MODERN PADA WANITA POSTPARTUM Dayu Marista; Mochammad Bagus Qomaruddin; Oedojo Soedirham
Majalah Kesehatan Vol. 10 No. 1 (2023): Majalah Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/majalahkesehatan.2022.010.01.7

Abstract

Kehamilan yang terjadi dalam waktu satu tahun setelah kelahiran memiliki risiko tinggi bagi kesehatan ibu dan anak. Ibu dapat mengalami komplikasi seperti aborsi spontan, perdarahan postpartum dan anemia. Meskipun kebutuhan keluarga berencana setelah melahirkan cukup tinggi, tetapi penggunaan kontrasepsi setelah melahirkan sangat mengecewakan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penggunaan kontrasepsi modern pada wanita postpartum dan faktor-faktor yang mempengaruhi penggunaan kontrasepsi. Penelusuran artikel menggunakan empat database terdiri dari Science Direct, Pubmed, Emerald Insight dan Sage dengan rentang publikasi 2010-2021. Kata kunci yang digunakan adalah contraceptive use, modern contraceptive, postpartum. Kriteria inklusi yang digunakan adalah wanita postpartum 15-49 tahun dan menggunakan desain cross-sectional. Temuan menunjukkan bahwa suntikan merupakan metode kontrasepsi modern yang paling banyak digunakan pada periode postpartum. Penggunaan kontrasepsi modern pada wanita postpartum dipengaruhi oleh usia, pendidikan wanita, pendidikan pasangan, pengetahuan, diskusi dengan pasangan, kembalinya menstruasi, pernah mendengar tentang metode KB modern, menghubungi tenaga kesehatan, tempat tinggal perkotaan, persalinan oleh tenaga terampil, melakukan kunjungan antenatal care (ANC) dan postnatal care PNC, pekerjaan, status ekonomi, jarak fasilitas kesehatan, keputusan memiliki anak, aktivitas seksual, keterkaitan KB pada saat imunisasi, durasi postpartum, keinginan jenis kelamin anak laki-laki, tidak ingin memiliki anak lagi, riwayat penggunaan KB sebelumnya, persetujuan/izin suami, masalah dengan kontrasepsi sebelumnya dan jumlah anak.
Peran Komunikasi Orang Tua terhadap Kesehatan Reproduksi pada Remaja Ana Rizqy Soliha; Wahyu Agung Budi Alamsyah; Nur Mufida Wulan Sari; Mochammad Bagus Qomaruddin
Journal of Telenursing (JOTING) Vol 5 No 1 (2023): Journal of Telenursing (JOTING)
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/joting.v5i1.5250

Abstract

This research aims to determine whether parental communication in adolescent reproductive health services plays a role in encouraging adolescents to utilize reproductive and sexual health services. This research method uses a literature review with a critical appraisal JBI (Joanna Briggs Institute). The search was carried out through the English and Indonesian PubMed, Science Direct, and PlosOne databases 2020-2022 using relevant keywords in different orders: “Sexual Health,” “Parents,” “Family,” “Health Services,” “Reproductive Health,” Sexual Health and Reproduction.” The research results show that the influence of parents in encouraging access to reproductive health services is the lack of parental education, adequate family economics, living with parents, and the lack of facilities provided by the local government. In conclusion, teenagers rarely use sexual and reproductive health in health facilities because parents do not allow it based on culture, which creates lousy stigmatization when visiting health facilities. There is no financial support for teenagers to access reproductive health services in health facilities, so parents play a role in increasing or not increasing the utilization of sexual and reproductive health services by adolescents. Keywords: Family, Reproductive Health, Sexual Health
Analysis of Organizational Factors on Patient Safety Culture at The Nganjuk General District Hospital Djazuly Chalidyanto; Siti Fatonah; Mochammad Bagus Qomaruddin; Thinni Nurul Rochmah
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 7, No 2: June 2022
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (678.481 KB) | DOI: 10.30604/jika.v7i2.966

Abstract

This study aimed to analyse the influence of organizational factors on patient safety culture at the Nganjuk General District Hospital. This was an analytical study with a cross-sectional design conducted from February 15 to March 14, 2020. Primary data were collected using a questionnaire distributed to 276 staff from 22 work units that provided direct services to patients. Secondary data were obtained from the profile and the Quality and Patient Safety Improvement Report of the Nganjuk General District Hospital in 2019. A cross-tabulation table was employed to analyze the influence of independent and dependent variables on patient safety culture with a percentage difference of less than 20%. The results showed that the majority of respondents were women (68.8%), had an associate degree III or equivalent education (57.6%), and had received training on patient safety (97.8%). The results of the cross-tabulation showed that organizational factors had an influence on patient safety culture at the Hospital. It is recommended that the Hospital pay attention to aspects that may affect patient safety culture since several work units still had a poor implementation of patient safety culture. Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengaruh faktor organisasi terhadap budaya keselamatan di Rumah Sakit Umum Daerah Nganjuk. Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan rancang bangun cross sectional pada 15 Februari sampai dengan 14 Maret 2020. Data primer dikumpulkan dengan panduan kuisioner pada 276 staf dari 22unit kerja yang memberikan pelayanan langsung kepada pasien.Data sekunder diperoleh dari profil RSUD Nganjuk dan laporan Komite PMKP RSUD Nganjuk tahun 2019. Analisis pengaruh menggunakan tabel tabulasi silang (cross tabulation) dengan selisih persentase kurang dari 20% antara variabel independen dan dependen.Hasil penelitian didapatkan bahwa mayoritas responden adalah perempuan (68,8%), memiliki pendidikan D3/sederajat (57,6%), dan telah mendapatkan pelatihan tentang keselamatan pasien (97,8%). Hasil tabulasi silang menunjukkan adanya pengaruh antara faktor organisasi terhadap budaya keselamatan pasien di RSUD Nganjuk.Disarankan RSUD Nganjuk kembali memperhatikan aspek-aspek yang dapat mempengaruhi budaya keselamatan pasien, mengingat masih terdapat beberapa unit kerja yang memiliki penilaian kurang terkait dengan aspek yang mempengaruhi budaya keselamatan pasien.
STRATEGI KOPING FOKUS EMOSI MAHASISWA PADA MASA PANDEMI COVID-19 Ihsan, Firman Maulana; Sulistyowati, Muji; Qomaruddin, Mochammad Bagus; Deviatin, Nafiatus Sintya; Nurmala, Ira
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 18 No 4 (2022)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/ikesma.v18i4.34043

Abstract

COVID-19 adalah sebuah pandemi yang mematikan dan menimbulkan banyak kerugian. Salah satu langkah pencegahan oleh pemerintah adalah melakukan lockdown dan menerapkan pembelajaran online untuk anak sekolah dan perkuliahan. Hal ini menimbulkan potensi stres pada remaja. Tujuan dari studi ini adalah mengetahui faktor yang mempengaruhi remaja melakukan koping stres yang terfokus pada emosinya atau Emotion Focused Coping (EFC). Studi ini merupakan studi kuantitatif dengan menggunakan desain penelitian cross sectional dengan uji statistik yang digunakan adalah regresi logistik dengan metode backward. Responden berjumlah 397 mahasiswa aktif jenjang Diploma dan Sarjana di Universitas Airlangga angkatan 2017 hingga 2020. Penelitian ini dilakukan pada bulan April 2020 hingga Februari 2021. Sampel dipilih dengan simple random sampling. Teknik pengumpulan penelitian menggunakan Online Survey menggunakan fitur Google Form. Hasil dari studi ini menunjukkan bahwa faktor causal focus, controlled by self dan controlled by others memiliki korelasi signifikan terhadap EFC, masing-masing bernilai p-value = 0,003, p-value = 0,018 dan p-value = 0,009. Kesimpulan dalam studi ini adalah remaja melakukan Emotion Focused Coping karena menyadari kemampuannya untuk mengatasi potensi stres akibat COVID-19 dari dalam diri sendiri maupun bantuan orang lain dan perilaku menyalahkan diri sendiri. Peneliti selanjutnya diharapkan dapat meneliti mengenai dampak dari remaja yang tidak bisa mengontrol koping fokus emosi terhadap kesehatan mentalnya sebagai mahasiswa di masa pandemi COVID-19.
Risk Factors Associated with Scabies Occurring in Islamic Boarding Schools: Literature Review Aziz Setiawan; Qomaruddin, Mochammad Bagus; Sulistyowati, Muji
Jurnal Promkes: The Indonesian Journal of Health Promotion and Health Education Vol. 12 No. SI1 (2024): Jurnal Promkes: The Indonesian Journal of Health Promotion and Health Educat
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jpk.V12.ISI1.2024.206-218

Abstract

Background: Islamic boarding schools in Indonesia, in particular, have classic health problems. Some diseases that are common in Islamic boarding schools are scabies, shortness of breath, fever, fainting, cough and cold with influenza, gastritis/ulcer, and so on. And the most common health problem in Islamic boarding schools is scabies. It seems that students who live in boarding schools are "obliged" to experience an itchy disease characterized by symptoms of mruntus (pustules), redness, and itching. There is a saying that being a boarding school student is not valid if you don't suffer from itchy skin. Scabies and hut children's diseases are the same. Personal health, knowledge, teacher and peer support are some of the causes. Aims: The purpose of this literature review was to identify some risk factors for scabies in Indonesian Islamic boarding schools. Method: The research was conducted using relevant literature databases, such as google scholar,n SageJournal and PubMed. The keyword used for this literature review was "scabies in Islamic boarding schools". The literature search was limited from 2013 - 2022. There were 11 articles that were relevant and related to scabies that occurred in boarding schools. Results: The results of the 11 articles showed that personal hygiene has a lot to do with and even influences the incidence of scabies in some boarding schools. Conclusion: So improving the personal hygiene of students is one of the important factors in preventing the incidence of scabies in Islamic boarding schools.
Co-Authors A'yun, Lu'lu' Qurrotu Adha, Aziza Zahrotul Ahsanu Bil Husna Alexander, Yoppi Yeremia Alfi Makrifatul Azizah Amer Siddiq Amer Nordin Amir, Eby Ramdhani Ana Rizqy Soliha Anggun Wahyu Widoretno Anisa Anisa Ardiana, Eva Ardianah, Eva Arfah, Muh. Aristanto Prambudi Arlina, Launa Inayati Atik Choirul Hidajah Aziz Setiawan Bahmid, Moh. Bunga Farida Cahyani, Fatimah Dwi Dayu Marista Dayu Marista Deviatin, Nafiatus Sintya Devy, Shimarti Rukmini Dewi, Rika Satya Djazuly Chalidyanto Dwi Ghunayanti Novianda Edi Dwi Riyanto Edi Hermanto Emy Trisna Juwita Eni Purwaningsih Fatah, Mohammad Zainal Fatimah Dwi Cahyani Galuh Mega Kurnia Hanindita, Meta Herdiana Hari Basuki Notobroto HERMANTO, EDI Hermawan, Nuri Husna, Ahsanu Bil Ihsan, Firman Maulana Iitdrie Iitrie, Iitrie Ira Nurmala Ira Nurmala Isma Faridatus Sholihah Ismawantri, Putu Kaima Ishmata Rianti Kairina, Kanita Keya, Rino Tryanto Kuntoro Kuntoro Kurnia, Galuh Mega Kurniawan, Ardhiles Wahyu Kusumastuti, Bektienadila Lastari, Aulia Khofiyan Nida Lukis Gatra Siwi M. Bahmid Maulina, Rifzul Min, Yuliana Purnama Sari Muji sulistyowati Muthmainnah Muthmainnah Noviyanti, Tausyiah Rohmah Nur Aisiyah Widjaja, Nur Aisiyah Nur Alam Fajar Nur Mufida Wulan Sari Oedojo Soedirham Oktavian Denis Hartanto Prambudi, Aristanto Pratama, Erfandi Putri, Anggreni Ade Rachmah Indawati Rachmat Hargono Rahel Violin Kamisorei Rahmadani, Devi Ultima Rahmani, Alinda Ratutama, Smelta Gresa Rena Ratri Anggoro Retananda Ragiliawati Rika Satya Dewi Rino Triyanto Keya Riris Diana Rachmayanti Riris Diana Rachmayanti Roedi Irawan Sa'adah, Dewi Alfiyatus Salma, Erlinda Rasikhah Hadi Santi Martini Shrimarti Rukmini Devy Siti Fatonah Siti Rahayu Nadhiroh Sri Widati Sri Widati Tausyiah Rohmah Noviyanti Thinni Nurul Rochmah Wahyu Agung Budi Alamsyah Widoretno, Anggun Wahyu Widuri, Pamela Dewi Yulia Yunara Yuliana Purnama Sari Min Zahra Fatimah Yuniar Zari, Afina Puspita