Alis Triena Permanasari
Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Published : 41 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Model Problem Based Learning terhadap Pemahaman Unsur Tari Kreasi Pada Siswa di Kelas IX SMP Negeri 3 Cinangka Aulia, Reifa; Permanasari, Alis Triena; Lestari, Dwi Junianti
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan siswa dalam kegiatan pembelajaran serta pemahaman mengenai materi unsur tari kreasi di kelas IX SMP Negeri 3 Cinangka. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui proses pembelajaran dengan menggunakan model Problem Based Learning dan pengaruhnya terhadap pemahaman unsur tari kreasi pada siswa di kelas IX SMP Negeri 3 Cinangka. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen semu (quasi experiment) dengan desain nonequivalent control group design. Hasil penelitian didapati nilai rata-rata pada kelas eksperimen sebesar 28,13 dan nilai rata-rata pada kelas kontrol sebesar 27,25. Kemudian untuk mengetahui pengaruh dari penggunaan model Problem Based Learning dilakukan pengujian hipotesis degan menggunakan uji t dua sampel, maka didapati hasil t hitung sebesar 1,68 dan t tabel sebesar 1,67 dengan taraf signifikasi 5%. Dengan demikian, maka disimpulkan bahwa penggunaan model Problem Based Learning berpengaruh terhadap pemahaman unsur tari kreasi.
Upaya Peningkatan Pemahaman Materi Tari Kreasi melalui Student Teams Achievement Division (STAD) Pada Siswa Kelas IX SMPN 3 Teluknaga Tania, Dina Rizki; Permanasari, Alis Triena; Roekmana, Giri Mustika
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dengan tujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa dalam pelajaran materi Tari Kreasi melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD. Subjek dari penelitian adalah siswa kelas IXC SMPN 3 Teluknaga yang berjumlah 38 siswa, sedangkan objek dari penelitian ini adalah hasil belajar materi tari kreasi. Data hasil belajar dikumpulkan dengan tes selanjutnya dianalisis berdasarkan pemahaman dan ketuntasan belajar. Indikator keberhasilan dalam penelitian ini adalah pemahaman siswa yang meningkat mencapai dengan ketuntasan belajar ≥75%. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus dan memberikan hasil yang sangat memuaskan. Pada siklus I pemahaman materi yang dicapai siswa 70,43% dan pada siklus II pemahaman yang dicapai siswa 85,36%. Dari hasil tersebut dapat diketahui ada peningkatan pemahaman dari hasil belajar siswa selisih rata-rata nilai dari 42,29% hingga 21,19%. Berdasarkan hasil yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dapat meningkatkan pemahaman hasil belajar materi tari kreasi siswa kelas IXC SMPN 3 Teluknaga Tahun Pelajaran 2024/2025.
Transformasi Fungsi Tari Rampak Bedug di Sanggar Harum Sari Pandeglang Banten Kartika, Prita; Permanasari, Alis Triena; Roekmana, Giri Mustika
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Transformasi fungsi dalam seni tari merupakan strategi pelestarian agar karya tetap eksis di tengah dinamika sosial budaya. Tari kreasi Rampak Bedug sebagai warisan budaya Banten mengalami transformasi fungsi yang menarik untuk diteliti. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses transformasi fungsi Tari Rampak Bedug di Sanggar Harum Sari serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhinya. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap lima narasumber. Data dianalisis melalui triangulasi untuk menguji keabsahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transformasi fungsi berlangsung melalui tiga tahap, yaitu invensi, difusi, dan konsekuensi. Pada awalnya, tari ini berfungsi sebagai media dakwah dan sarana keagamaan. Selanjutnya, fungsi bergeser menjadi hiburan, interaksi sosial, identitas budaya, media pendidikan, hingga komoditas komersial. Perubahan ini didukung oleh dinamika sosial budaya dan perkembangan teknologi. Kesimpulannya, transformasi fungsi menjaga keberlanjutan Tari Rampak Bedug sekaligus memperkuat identitas budaya Banten.
IMPLEMENTASI METODE SAS (STRUKTUR, ANALITIS, DAN SINTESIS) DALAM PEMBELAJARAN TARI JATI LARAS DI SANGGAR RSTUDIO KOTA CILEGON BANTEN Putri, Vivi Anggita; Permanasari, Alis Triena; Lestari, Dwi Junianti
Gesture: Jurnal Seni Tari Vol. 12 No. 2 (2023): Gesture: Jurnal Seni Tari (October)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gjst.v12i2.48425

Abstract

Sanggar adalah sarana atau tempat pelatihan guna melakukan sebuah kegiatan yang dimanfaatkan suatu kelompok ataupun komunitas dan merupakan pendidikan yang masuk ke dalam jenis nonformal. Misalnya sanggar tari yang menawarkan pelatihan dan pendidikan tari, serta mengembangkan kesenian tari. Sanggar tari yang melakukan pelatihan dan pendidikan kesenian tari mendalami dan mengeksplorasi tari-tarian yang sudah ada, mulai berwujud tari klasik, tari modern, hingga tari kreasi. Salah satu sanggar yang unik dalam metode pembelajarannya yaitu sanggar RStudio. Sanggar ini memiliki prestasi yang cukup baik dan dalam pembelajarannya menggunakan metode SAS (Struktur, Analitis, dan Sintesis) Tari Jati laras merupakan tarian yang beberapa sumbernya mengambil dari gerakan silat. Penenlitian ini menggunakan Metode SAS dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Data didapatkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil menunjukkan Proses pembelajaran Tari Jati Laras di Sanggar RStudio menerapkan metode SAS (Struktur, Analitis, dan Sintesis) yang membagi pelaksanaan pembelajaran menjadi 3 bagian yaitu: kegiatan awal, kegiatan inti, dan kegiatan penutup. Terdapat beberapa faktor pendukung dalam proses pembelajaran tari yaitu dalam pembelajaran siswa guru menjalankan perannya sehingga pelaksanaan dapat berjalan secara optimal, siswa dan guru akan berkerjasama dalam menjalin interaksi pada proses pembelajaran, metode yang digunakan oleh guru juga menjadi faktor pendukung dalam proses pembelajaran agar tercapai tujuan pembelajaran. adapun faktor penghambat dari pembelajaran yaitu keterampilan gerak dan daya ingat siswa yang berbeda-beda dan fasilitas ruangan yang diperlukan kurang memadai.
POLA PEWARISAN TARI COKEK SIPATMO DI KAMPUNG WISATA BUDAYA TEHYAN KOTA TANGERANG Toyibah, Lala Halalan; Permanasari, Alis Triena; Hadiyatno, Hadiyatno
Gesture: Jurnal Seni Tari Vol. 13 No. 1 (2024): Gesture: Jurnal Seni Tari (April)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gjst.v13i1.55518

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi Tarian Cokek Sipatmo yang merupakan hasil dari akulturasi budaya Betawi dan Tionghoa yang didukung oleh pola pewarisan dalam proses perkembanganya. Adapun  tujuan penelitian diantaranya adalah untuk menggali informasi mengenai pola pewarisan Tari Cokek Sipatmo dan faktor yang mempengaruhi pola pewarisan Tari Cokek Sipatmo. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, serta analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data, dan menginterpretasikan informasi yang diperoleh. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa Tari Cokek Sipatmo melalui pola pewarisan diagonal dengan melibatkan dukungan pewarisan dari lingkungan sosial di Kampung Wisata Budaya Tehyan dan Lembaga Pendidikan yang diterapkan sebagai materi pada ekstrakulikuler di SMK Kristen Gracia. Adapun faktor yang mempengaruhi pola pewarisan meliputi motivasi prestasi, motivasi afiliasi, motivasi kompetensi, motivasi kekuasaan dan dukungan dari lingkungan sekitar Kampung Wisata Budaya Tehyan, kebijakan pemerintah serta aspek sosial budaya dan ekonomi, sehingga Tari Cokek Sipatmo tetap berkembang sampai saat ini
FUNGSI DAN NILAI TARI COKEK SIPATMO DI KAMPUNG WISATA BUDAYA TEHYAN KOTA TANGERANG Permatasari, Intan; Permanasari, Alis Triena; Hadiyatno, Hadiyatno
Gesture: Jurnal Seni Tari Vol. 13 No. 1 (2024): Gesture: Jurnal Seni Tari (April)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gjst.v13i1.56000

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh Tari Cokek Sipatmo di Kampung Wisata Budaya Tehyan yang mempunyai fungsi dan nilai dalam pertunjukannya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan fungsi dan nilai pada Tari Cokek Sipatmo di Kampung Wisata Budaya Tehyan kota Tangerang. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode penelitian kualitatif, dengan teknik pengumpulan data yang dilakukan berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif kualitatif yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan display data, dan uji keabsahan data menggunakan metode triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukan bahwa Tari Cokek Sipatmo memiliki fungsi sebagai sarana pertunjukan dan sarana Pendidikan. Dikatakan sebagai sarana pertunjukan, karena tarian ini ditampilkan dalam berbagai acara seperti kegiatan Kampung Wisata Budaya Tehyan, penyambutan tamu, festival-festival seni, dan hari-hari besar nasional lainnya. Fungsi sebagai sarana Pendidikan diterapkan menjadi materi dalam ekstrakulkuler di SMK Kristen Gracia dan edukasi kepada masyarakat Kampung Wisata Budaya Tehyan. Nilai-nilai yang terkandung dalam tari cokek sipatmo yaitu nilai estetika dan nilai etika. Nilai estetika meliputi wiraga, wirasa dan wirama, sedangkan nilai etika ditunjukan dari gerak-gerak yang menggambarkan kesopanan dan menjaga prilaku dalam pergaulan. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa Tari Cokek Sipatmo perlu dilestarikan dengan mempertahankan fungsi dan nilai yang terkandung di dalamnya.
SISTEM PEWARISAN KESENIAN RAMPAK BEDUG DI SANGGAR HARUM SARI PANDEGLANG BANTEN Alfira, Rina; Lestari, Dwi Junianti; Permanasari, Alis Triena
Gesture: Jurnal Seni Tari Vol. 13 No. 2 (2024): Gesture: Jurnal Seni Tari (October)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gjst.v13i2.64623

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi belum adanya kajian tentang proses sistem pewarisan Gerak Tari RamPak Bedug. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses sistem pewarisan dan faktor yang mempengaruhi proses sistem pewarisan gerak tari rampak bedug di Sanggar Harum Sari Pandeglang Banten. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi di Sanggar Harum Sari. Hasil penelitian yang didapatkan bahwa sistem proses pewarisan Gerak Tari Rampak Bedug yakni vertical transmission yang berarti sistem pewarisan yang memiliki hubungan darah yang diturunkan secara turun-temurun dari generasi tua ke generasi muda. Ada beberapa upaya yang dilakukan oleh ahli waris saat ini diantaranya praktik meliputi latihan anggota sanggar dan ekstrakurikuler di sekolah, serta melalui workshop, pertunjukan, dan media sosial. Pada faktor pewarisan meliputi faktor internal seperti minat, bakat, dan motivasi pelaku seni, serta faktor eksternal seperti dukungan masyarakat dan pemerintah. Pewarisan ini penting untuk mempertahankan identitas budaya dan mengembangkan kesenian yakni menjaga nilai-nilai kebudayaan dari masa lalu, untuk dilestarikan agar tidak punah.
PERAN PEREMPUAN DALAM MELESTARIKAN KESENIAN RAMPAK BEDUG DI KABUPATEN PANDEGLANG Permanasari, Alis Triena; Rizal, Syamsul
PANGGUNG Vol 33 No 3 (2023): Resiliensi Budaya sebagai Ketahanan dalam Menjaga Tradisi hingga Ekonomi Kreatif
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/panggung.v33i3.2740

Abstract

Perempuan dalam Kesenian Rampak Bedug menjadi sebuah simbol. Rampak Bedug yang ada di Kabupaten Pandeglang hampir rata-rata menghadirkan perempuan dalam pertunjukannya. Selain itu, peran perempuan dalam eksistensinya menjadi ciri khas dalam kesenian tersebut. Tujuan penelitian ini untuk membahas dampak peran perempuan dalam upaya keberlangsungan Kesenian Rampak Bedug di Kabupaten Pandeglang. Mengingat sosok perempuan dalam kesenian ini menjadi sorotan bagi masyarakat umum. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Objek penelitian ini yakni sanggar Pamanah Rasa Kabupaten Pandeglang. Subjek dalam penelitian ini adalah perempuan yang sedang menuntut ilmu di pendidikan non-formal (sanggar seni) atau pelaku seni di sanggar Pamanah Rasa. Pengumpulan data menggunakan observasi langsung, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan kajian wanita dan kajian seni. Hasil penelitian dalam upaya pelestarian rampak bedug melalui keterlibatan secara aktif di sanggar, peningkatan apresiasi kepada masyarakat umum, dan terlibat dalam pengembangan dan pengemasan Kesenian Rampak Bedug. Kata Kunci: perempuan, rampak bedug, budaya lokal
Peningkatan Pemahaman terhadap Unsur Pendukung Tari Melalui Model Team Games Tournament (TGT) Pada Siswa Kelas 7 di SMP Negeri 1 Cilegon Zanubiya, Sanada; Permanasari, Alis Triena; Tiyas, Wahyuning
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi unsur pendukung tari melalui penerapan model pembelajaran Team Games Tournament (TGT). Penelitian dilakukan di SMP Negeri 1 Cilegon dengan subjek 32 siswa kelas VII F semester genap tahun pelajaran 2024/2025. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dalam dua siklus, masing-masing terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman siswa. Ketuntasan belajar dilihat berdasarkan rata-rata nilai kelas meningkat dari 72,16 pada pra-siklus, menjadi 76,56 pada siklus I, dan mencapai 83,59 pada siklus II. Selain itu, partisipasi siswa juga meningkat melalui kegiatan turnamen yang menggabungkan unsur kompetisi dan kerja sama. Dengan demikian, model pembelajaran Team Games Tournament (TGT) efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa serta menciptakan suasana belajar yang aktif, menyenangkan, dan kolaboratif.
Implementasi Metode Discovery Learning dalam Proses Penciptaan Tari Kreasi Siswa Kelas XI MAN 1 Pandeglang Wulandari, Dinda Esti; Permanasari, Alis Triena; Hadiyatno, Hadiyatno
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan penerapan Discovery Learning dalam proses penciptaan tari kreasi serta faktor-faktor yang memengaruhinya. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa enam tahapan Discovery Learning yaitu stimulation, problem statement, data collection, data processing, verification, dan generalization berjalan efektif dalam mendorong kreativitas, keberanian bereksperimen, dan kemandirian siswa. Faktor internal seperti motivasi, minat, dan imajinasi berperan penting, sedangkan faktor eksternal meliputi peran guru, dukungan orang tua, serta kesempatan tampil dari sekolah. Kendala berupa keterbatasan ruang, fasilitas, dan kepercayaan diri siswa dapat diatasi melalui strategi pembelajaran yang adaptif. Secara keseluruhan, metode Discovery Learning terbukti relevan dan efektif dalam pembelajaran tari kreasi.