Alis Triena Permanasari
Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Published : 44 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

BENTUK DAN MAKNA TARI RAMPAK TERBANG CIOLANG DI SANGGAR WANDA BANTEN Muhayaroh, Muhayaroh; Permanasari, Alis Triena; Lestari, Dwi Junianti
Boting Langi: Jurnal Seni Pertunjukan Vol 4, No 4 (2025): Oktober-Desember
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/bl.v4i4.82086

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk dan makna Tari Rampak Terbang Ciolang yang berkembang di Sanggar Wanda Banten. Tari ini merupakan bagian dari kesenian tradisional yang kaya akan nilai budaya dan spiritual masyarakat Banten. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis dilakukan melalui teori semiotika Ferdinand de Saussure yang membedakan antara penanda (gerakan fisik tari) dan petanda (makna simbolik).Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap gerakan dalam tari ini mengandung sistem tanda budaya yang merefleksikan nilai religius, sosial, dan emosional masyarakat. Gerakan awal seperti Napok Rebana dan Jangkung Ilo melambangkan keseimbangan dan harapan. Gerakan inti seperti Rebana Tanjeb dan Gembrung menggambarkan semangat kolektif dan kekuatan spiritual. Sementara gerakan akhir seperti Sholawat dan Silat Panakol menyiratkan rasa syukur dan keteguhan menghadapi tantangan.Keseluruhan gerak tari Rampak Terbang Ciolang bukan sekadar ekspresi estetika, tetapi juga berfungsi sebagai media pelestarian identitas budaya lokal yang sarat makna. Dengan demikian, tari ini menjadi simbol penting dalam menjaga warisan budaya masyarakat Banten.
Kesenian Gendreh di Kampung Bojong Rangkasbitung: Kajian Tentang Bentuk Pertunjukan dan Respon Estetis Pola Tabuh Alu dan Lisung Alis Triena Permanasari; Dadang Dwi Septiyan; Syamsul Rizal
Musikolastika: Jurnal Pertunjukan dan Pendidikan Musik Vol. 2 No. 2 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Musik FBS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/musikolastika.v2i2.41

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon estetis pola tabuh alu dan lisung serta bentuk pertunjukan kesenian gendreh. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan desain studi kasus. Analisis data menggunakan konsep bentuk dan fungsi pertunjukan. Sasaran penelitian ini adalah kesenian gendreh di Kampung Bojong Rangkasbitung. Hasil penelitian membuktikan bahwa kesenian gendreh Kampung Bojong Rangkasbitung merupakan kesenian tradisional yang lahir dan berkembang di Kampung Bojong Rangkasbitung. Penyajian kesenian gendreh memiliki beberapa komponen atau elemen-elemen, yaitu doa pambuka, gerak, desain lantai, pola tabuh, lagu/tembang dan tempat pertunjukan. Pola tabuh alu dan lisung dalam kesenian gendreh Kampung Bojong Rangkasbitung menimbulkan reaksi hingga respon estetis dari pelaku dan apresiator. Bentuk respon dari pelaku kesenian gendreh adalah secara spontan pelaku menarikan gerakan-gerakan pencak silat mengikuti pola tabuh alu dan lisung yang dimainkan oleh pemain yang terdiri dari ibu-ibu. Pemain alu dan lisung yang terdiri dari ibu-ibu juga merespon pola tabuh yang sedang dimainkannya. Respon estetis tersebut berbentuk tarian-tarian kecil seperti menggerakkan tangan dan kaki.
Peningkatan Teknik Dasar Pemeranan melalui Model Pembelajaran Project Based Learning Pada Siswa Kelas VIII A MTs At-Taqwa Yastu Pandeglang Hasanah, Aan Uswatun; Roekmana, Giri Mustika; Permanasari, Alis Triena
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i1.38031

Abstract

Penelitian ini bertujuan meningkatkan teknik dasar pemeranan siswa kelas VIII A MTs At-Taqwa Yastu Pandeglang melalui model pembelajaran Project Based Learning (PjBL). Latar belakang penelitian ini adalah rendahnya penguasaan teknik dasar pemeranan siswa, di mana hanya 20% siswa yang mencapai standar kompetensi minimum. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan dua siklus, melibatkan 22 siswa sebagai subjek penelitian. Pengumpulan data dilakukan melalui tes praktik dan lembar observasi yang mencakup tiga aspek, yaitu olah tubuh, olah vokal, dan olah rasa. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan: pra-siklus sebesar 29%, siklus I meningkat menjadi 62%, dan siklus II mencapai 89%, dengan total peningkatan sebesar 60%. Disimpulkan bahwa model Project Based Learning efektif dan direkomendasikan sebagai alternatif pembelajaran inovatif dalam pendidikan seni teater.
PERAN KOMUNITAS SANGGAR GURIANG TUJUH INDONESIA SEBAGAI RUANG TUMBUH ALTERNATIF BERMAIN ANAK Nur Fajri Diantara; Dwi Junianti Lestari; Alis triena permanasari; A Dede Majid
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i3.10660

Abstract

ABSTRACT Childhood is an important phase in the development of children’s cognitive, social, emotional, motor, and creative abilities. However, limited play spaces, increasing gadget use, and changes in social interaction patterns have reduced children’s opportunities to engage in active and interactive play. This study aims to analyze the role of the Guriang Tujuh Indonesia Art Community as an alternative growth space based on arts and culture for children’s development. The study employed a descriptive qualitative approach, with data collected through participatory observation, semi-structured interviews, and documentation. The research subjects included community managers, participating children, and parents. Data analysis was conducted through the stages of data reduction, data presentation, and thematic conclusion drawing to obtain an in-depth understanding of the research phenomenon. The findings indicate that the Guriang Tujuh Indonesia Art Community functions as a non-formal educational medium that supports children’s holistic development through dance, music, theater, and traditional games. Learning based on learning by doing through exploration, imitation, and improvisation methods was found to improve creativity, motor skills, social interaction, self-confidence, and children’s cultural understanding. Therefore, the community serves as a creative, educational, social, and cultural space that adaptively supports children’s development amid the limitations of play spaces in modern environments. ABSTRAK Masa kanak-kanak merupakan fase penting dalam perkembangan kognitif, sosial, emosional, motorik, dan kreativitas anak. Namun, keterbatasan ruang bermain, meningkatnya penggunaan gawai, serta perubahan pola interaksi sosial menyebabkan kesempatan anak untuk bermain secara aktif dan interaktif semakin berkurang. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran Komunitas Sanggar Guriang Tujuh Indonesia sebagai ruang tumbuh alternatif berbasis seni dan budaya bagi perkembangan anak. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi partisipatif, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi. Subjek penelitian meliputi pengelola sanggar, anak-anak peserta kegiatan, dan orang tua. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan secara tematik untuk memperoleh pemaknaan yang mendalam terhadap fenomena penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sanggar Guriang Tujuh Indonesia berperan sebagai media pendidikan nonformal yang mendukung perkembangan anak secara holistik melalui kegiatan seni tari, musik, teater, dan permainan tradisional. Pembelajaran berbasis learning by doing melalui metode eksplorasi, imitasi, dan improvisasi mampu meningkatkan kreativitas, kemampuan motorik, interaksi sosial, rasa percaya diri, serta pemahaman budaya anak. Dengan demikian, sanggar berfungsi sebagai ruang kreatif, edukatif, sosial, dan kultural yang adaptif dalam mendukung tumbuh kembang anak di tengah keterbatasan ruang bermain pada lingkungan modern.