Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Sosialisasi Pencegahan Stunting Di Kelurahan Tanjung Rhu Brillian Dini Ma. Iballa; Irfan Syaifully; Sherina Ayuni; Fatiha Ulfa; Dhea Amalia Asri; Innifia Anisa Pradini; Fikri Haikal; Sandra Putri Yulita; Sulistiani; Putri Nimi Usti; M. Agung Fadillah; Elpidayanti; Andres Juansah; M. Wahyu Pradana
JDISTIRA - Jurnal Pengabdian Inovasi dan Teknologi Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2023)
Publisher : Yayasan Rahmatan Fidunya Wal Akhirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58794/jdt.v3i2.537

Abstract

Tanjung Rhu merupakan salah satu kelurahan yang ada di Kecamatan Lima Puluh kota Pekanbaru. Secara geografis Kelurahan Tanjung Rhu terletak di Jl, Hijrah No. 44 dan Luas Wilayah Kelurahan Tanjung Rhu 1.62 KM2. Wilayah ini memiliki jumlah penduduk sebanyak 13.544 jiwa pada tahun 2022. Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru pada tahun 2022, menyebutkan persentase kasus balita stunting tertinggi terdapat di Kecamatan Lima Puluh sebanyak 76 kasus. Dari data tersebut, terlihat Kelurahan Tanjung Rhu Kecamatan Lima Puluh yang memiliki kasus balita penderita stunting tertinggi yakni terdapat 33 kasus. Stunting merupakan suatu kondisi yang menggambarkan status gizi anak yang mengalami kekurangan pertumbuhan dan perkembangan secara kronis sejak usia dini. Kurangnya pengetahuan warga mengenai stunting menyebabkan angka stunting sulit menurun. Melalui kegiatan Pengabdian Masyarakat bersama Mahasiswa KKN Universitas Abdurrab, dilakukan penyuluhan bersama kader-kader stunting di Kelurahan Tanjung Rhu. Penyuluhan ini membahas mengenai bahaya stunting dan cara mencegah stunting. Melalui kegiatan ini para kader-kader stunting ini mampu menyalurkan pengetahuannya kepada warga terutama ibu-ibu yang berada di kelurahan Tanjung Rhu.
Pembelajaran Berdiferensiasi Berbantuan LKPD Bermuatan STEM pada Materi Energi Alternatif untuk Meningkatkan Keterampilan Proses Sains dan Creative Problem Solving Sulistiani; Suyatna, Agus; Rosidin, Undang
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 10 No 1 (2024): January
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v10i1.5253

Abstract

The aim of this research is to develop a differentiated learning program assisted by student worksheets containing STEM on Alternative Energy material to improve Science Process Skills and Creative Problem Solving. The method used is research design and development using the ADDIE model stages which consist of five stages, namely analysis, design, development, implementation and evaluation. The instruments used were needs analysis questionnaires, program validation, CPS tests. Data sources for program analysis and design are students and Physics teachers from high schools in Lampung Province. Validators are experts and practitioners of physics education. Questionnaire data were analyzed using percentage techniques. CPS test results data were analyzed statistically using paired sample t-test and one way anova. The results of the research show that a high school physics learning program is needed in schools that can accommodate the different needs of students which include students' initial abilities and learning styles. The product developed, namely a differentiated learning program in the form of teaching modules and student worksheets containing STEM on Alternative Energy material, is valid and effective in increasing CPS. Differentiated learning programs include differentiation of content, processes, products. The learning process and teaching materials are adapted to students' learning styles. Students' learning readiness is accommodated by intensifying student assistance in groups.
Meningkatkan Kemampuan Kognitif Dengan Penerapan Metode Pembelajaran Berbasis Proyek Kegiatan Mengelompokkan Buah Jeruk Sulistiani; Nurina
Jurnal Pendidikan Tuntas Vol. 1 No. 4 (2023): Edisi Desember 2023
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/jpt.v1i4.249

Abstract

The learning proses in kindergarten is still very conventional in nature, This is shown is teaching an learning activites in kindergarden Taman Kanak kanak Bersemi kepenuhan jaya Rokan Hulu.in traducing the number of teacher skill using the lecture method and memorizing.To count number children still write in the book given by their teacher.The research is currenty doing is to improve numeracy skill in children aged 5-6 year with interesting activities for children by providing learning methods need for children .This research method uses classroom action research..The research subjects were 13 student.corsiiting 0f 5 bays and 8 girls.The data method can improve numeracy skill.Pre cycle of 55 % with is in the ceritena of not Developing.in the first cycle the action taken trough the project based learning (PJBL) method tho 65 % in the criretia of developing in accordanc with ecpectatino , and increased in the second cycle to 85 % on criteria ocorrding to expextation an very good development.Based on the results of this study ,it show that on increase in numeracy the skill of children aged 5-6 years with PJBL methods. Keywords: Cognitive Skills, Classifying citrus fruits, Classroom Action Research
PENGEMBANGAN KOMPETENSI JURI TARI UNTUK MENINGKATKAN OBJEKTIVITAS DAN TRANSPARANSI PENJURIAN DALAM KOMPETISI SENI TARI DI JAKARTA Nursilah; Leny Suryani; Sulistiani; Rines Onyxi Tampubolon
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kompetisi seni tari di Jakarta seringkali dihadapkan pada tantangan terkait objektivitas dan transparansi dalam penilaian, disebabkan oleh keragaman latar belakang juri dan kurangnya standar penilaian yang baku. Program pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi juri tari melalui pelatihan terstruktur, dengan fokus pada peningkatan objektivitas dan transparansi dalam sistem penjurian. Pelatihan ini mencakup pengenalan teori penilaian tari berbasis validitas dan reliabilitas, serta penerapan metode penjurian yang objektif dan terstandarisasi. Selain itu, program ini juga menghasilkan modul pelatihan yang dapat dijadikan panduan oleh juri dalam kompetisi tari di tingkat pelajar. Pelatihan ini diikuti oleh juri dari beragam latar belakang, termasuk akademisi, praktisi tari, dan pelatih sanggar. Hasil dari program ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman juri mengenai pentingnya penilaian yang sistematis dan transparan, serta mengurangi ketidakpuasan peserta dan penyelenggara yang sering timbul akibat ketidakjelasan dalam sistem penjurian. Program ini juga menghasilkan pedoman penilaian yang dapat diterapkan dalam kompetisi tari di Jakarta dan memanfaatkan teknologi digital untuk meningkatkan transparansi hasil penjurian. Secara keseluruhan, program ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas kompetisi seni tari di Jakarta dan mendukung pengembangan bakat seni pelajar melalui sistem penjurian yang lebih kredibel dan objektif. Abstract  Dance competitions in Jakarta often face challenges related to objectivity and transparency in judging, caused by the diverse backgrounds of the judges and the lack of standardized evaluation criteria. This community service program aims to enhance the competence of dance judges through structured training, with a focus on improving objectivity and transparency in the judging system. The training includes an introduction to dance evaluation theory based on validity and reliability, as well as the implementation of objective and standardized judging methods. Additionally, the program produces a training module that can serve as a guide for judges in student-level dance competitions. The training is attended by judges from various backgrounds, including academics, dance practitioners, and studio coaches. The results of this program are expected to improve judges' understanding of the importance of systematic and transparent evaluation, as well as reduce participant and organizer dissatisfaction that often arises from unclear judging systems. This program also produces an evaluation guideline that can be applied in dance competitions in Jakarta and utilizes digital technology to enhance the transparency of the judging results. Overall, this program aims to improve the quality of dance competitions in Jakarta and support the development of student artistic talent through a more credible and objective judging system.
Hubungan Pengelolaan Higiene Sanitasi Makanan dengan Kejadian Diare pada Balita di Wilayah Kerja Posyandu Balong Lor Kelurahan Potorono Sulistiani; Triani Rahmadewi; Kustiningsih
Galen: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2026): Galen: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan
Publisher : PT Pustaka Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71417/galen.v2i1.122

Abstract

Diare merupakan salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas pada balita di Indonesia. Salah satu faktor yang berkontribusi terhadap kejadian diare adalah rendahnya penerapan higiene dan sanitasi makanan di tingkat rumah tangga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengelolaan higiene sanitasi makanan dengan kejadian diare pada balita di Posyandu Balong Lor, Kelurahan Potorono. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain cross sectional. Sampel berjumlah 45 responden yang dipilih menggunakan teknik consecutive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki pengelolaan higiene sanitasi makanan yang buruk (60%), dan sebagian besar balita mengalami diare dalam enam bulan terakhir (62,2%). Uji statistik menunjukkan adanya hubungan signifikan antara pengelolaan higiene sanitasi makanan dengan kejadian diare pada balita (p = 0,045, p < 0,05). Dapat disimpulkan bahwa semakin baik pengelolaan higiene sanitasi makanan, maka semakin rendah risiko balita mengalami diare.