Nurbaity Bustamam
Program Studi Bimbingan Dan Konseling, Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan, Universitas Syiah Kuala

Published : 47 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

UPAYA BADAN NARKOTIKA NASIONAL PROVINSI ACEH DALAM MENCEGAH PENYALAHGUNAAN NARKOBA DI ACEH Widya Anggraini; Martunis Yahya; Nurbaity Bustamam
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 4, No 2 (2019): Juni 2019
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Narcotics is a substance derived from synthetic or natural, which is very dangerous if consumed by the body. Narcotics consist of various kinds with very diverse hazards. The National Narcotics Agency is a non-governmental institution that has the duty and authority to carry out prevention, eradication of drug abuse and illicit trafficking (P4GN). This study aims to see what efforts are carried out by the Aceh Province BNN in preventing narcotics abuse in Aceh. This research was conducted with a qualitative descriptive approach and using interview and documentation techniques. The subject of this study was a staff member of BNN Aceh Province. Research subjects were selected through snowball techniques, namely the number of subjects will increase as long as the data obtained is insufficient. The results showed that prevention efforts carried out by the Aceh Province BNN namely, first advocating with the police and other agencies, secondly disseminating electronic and non-electronic information as well as counseling and socialization and finally providing rehabilitation services in the form of outpatient care free of charge or free . The implementation of prevention efforts is carried out routinely by the BNNP. In the implementation of these prevention efforts, there are several obstacles experienced. These constraints include limited budget or lack of funds for program implementation. There are no inpatient facilities for rehabilitation services. As well as a lack of support from the community to be directly involved in efforts to avoid narcotics. Prevention efforts will have a large impact if all parties are involved in the effort. Because in this prevention, it cannot only rely on one-sided efforts. But it must cover the whole in the form of government, agencies and society. Keywords : Narcotics, Prevention, National Narcotics Agency.Abstrak: Narkotika merupakan suatu zat yang berasal dari sintetis maupun alami, yang sangat berbahaya apabila dikonsumsi oleh tubuh. Narkotika terdiri dari bermacam-macam dengan bahaya yang sangat beragam. Badan Narkotika Nasional adalah lembaga non keperintahan yang bertugas dan berwenang dalam menjalankan pencegahan, pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba (P4GN). Penelitian ini bertujuan untuk melihat upaya apa saja yang dilakukan BNN Provinsi Aceh dalam mencegah penyalahgunaan narkotika di Aceh. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan deskriptif kualitatif serta menggunakan teknik wawancara dan dokumentasi. Subjek penelitian ini merupakan staf anggota BNN Provinsi Aceh. Subjek penelitian dipilih melalui teknik snowball, yaitu jumlah subjek akan bertambah selama data yang diperoleh belum mencukupi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya pencegahan yang dilakukan oleh BNN Provinsi Aceh yaitu, pertama melakukan advokasi dengan pihak kepolisian dan instansi lainnya, kedua melakukan diseminasi informasi elektronik maupun non elektronik serta penyuluhan maupun sosialisasi dan terakhir yaitu memberikan pelayanan rehabilitasi berupa rawat jalan tanpa dikenai biaya atau gratis. Pelaksanaan upaya pencegahan dilakukan rutin oleh pihak BNNP. Pada pelaksanaan upaya pencegahan tersebut, terdapat beberapa kendala yang dialami. Kendala tersebut berupa terbatasnya anggaran atau minimnya dana untuk pelaksanaan program. Tidak terdapatnya fasilitas rawat inap pada pelayanan rehabilitasi. Serta kurangnya dukungan dari masyarakat untuk ikut terlibat secara langsung dalam upaya menjauhi narkotika. Upaya pencegahan akan menghasilkan dampak yang besar apabila seluruh pihak ikut terlibat dalam upaya tersebut. Karena dalam pencegahan ini, tidak dapat hanya mengandalkan upaya sebelah pihak saja. Tetapi harus mencakup keseluruhan berupa pemerintahan, instansi-instansi dan masyarakat. Kata Kunci : Narkotika, Pencegahan, Badan Narkotika Nasional
EFIKASI DIRI GURU BIMBINGAN DAN KONSELING TERHADAP KOMPETENSINYA Syaiful Bahri; Nurbaity; Mutiara Sari Tobing
PENCERAHAN Vol. 13 No. 2 (2019): PENCERAHAN
Publisher : Majelis Pendidikan Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Self-efficacy is an aspect of knowledge about oneself or an attitude of feeling confident about one's own abilities in carrying out a task, which can develop self-awareness, positive thinking and to achieve goals including in facing all obstacles. This study aims to seek the self-efficacy of Guidance and Counseling teachers on their competencies. Subjects in this study were 105 Guidance and Counseling teachers in Aceh who were willing to respond and fill out questionnaires. 75.2% of the respondens had counseling and 25% had non-counseling educational background; 25% are male and 75.2% are female. The data collected through questionnaires with a scale of 11 for level dimension and a scale of 5 for of strength and generality dimension. Data analysis techniques used descriptive statistics. The results showed that guidance and counseling teachers in Aceh have predominantly considered the difficulty level of guidance and counseling competencies in easy category. Respondents are also dominantly convinced that they are capable of implementing guidance and counseling competence. Among the four sub-competencies, professional competence in general considered more difficult, weaker and smaller coverage of self-efficacy compared with other competencies such as pedagogic competence, personal and social.
Peningkatan Kepercayaan Diri Siswa SMA Melalui Teknik Cognitive Restructuring Yuni Surveyni; Nurbaity Nurbaity; Zahra Nelissa
EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol 4, No 3 (2022): June Pages 3201-5000
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/edukatif.v4i3.2644

Abstract

Kepercayaan diri adalah karakteristik pribadi seseorang yang di dalamnya terdapat keyakinan akan kemampuan diri yang mampu mengembangkan serta mengolah dirinya sebagai pribadi yang mampu menanggulangi suatu masalah dengan situasi terbaik. Rendahnya kepercayaan diri akan mempersulit siswa dalam proses kegiatan belajar, sehingga Teknik Cognitive Restructuring merupakan salah satu langkah kuratif yang disarankan untuk meningkatkan kepercayaan diri siswa. Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan modul Teknik Cognitive Restructuring yang dapat digunakan oleh guru untuk meningkatkan rasa percaya diri siswa SMA Kota Banda Aceh. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan metode penelitian pengembangan research and development (R&D) maka fokus penelitian adalah pembuatan produk berupa modul untuk meningkatkan kepercayaan diri siswa. Modul Teknik Konseling Cognitive Restructuring dalam penelitian ini  telah divalidasi oleh Ahli Materi, Ahli Media dan Praktisi dan dinyatakan “Sangat Layak” digunakan sebagai panduan oleh guru BK untuk meningkatkan Kepercayaan diri Siswa dengan skor rata-rata kelayakan modul adalah 88,06 dan 80. Berdasarkan data yang telah peneliti olah di aplikasi SPSS diperoleh nilai analisis korelasi adalah  0.685 menunjukkan bahwa terdapat korelasi yang positif artinya ada pengaruh antara isi materi dan media di dalam modul. Artinya semakin bagus isi materi dan desain modul maka semakin baik  dan tepat modul yang telah dikembangkan untuk digunakan.
ANALISIS KOMUNIKASI KELUARGA SISWA PELAKU BULLY DI MTSN 2 ACEH BESAR Putri Adyanur; Martunis Martunis; Nurbaity Bustamam
Jurnal Al-Taujih : Bingkai Bimbingan dan Konseling Islami Vol 7, No 2 (2021): Juli- Desember 2021
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/atj.v7i2.3160

Abstract

Perilaku bullying yang ditampilkan oleh siswa di sekolah salah satu penyebabnya adalah komuniksi keluarga yang kurang hangat dan kurang efektif. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui bagaimana komunikasi keluarga siswa pelaku bully. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Penelitian ini dilakukan pada siswa/i MTsN 2 Aceh Besar kelas VIII yang berjumlah 5 subjek, yaitu RM, IA, AA, DR, dan NR. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu dengan wawancara dan observasi. Teknik analisis data yang dilakukan adalah teknik analisis konten (content analysis) dengan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan menarik kesimpulan. Pelaksanaan penelitian dilakukan secara langsung. Adapun hasil penelitian yang diperoleh dari 5 responden dapat digambarkan bahwa komunikasi keluarga yang terjalin antara anak dan orang tua masih kurang hangat dan kurang efektif. Hal ini dapat dilihat dari komunikasi yang terjadi antara anak dan orang tua hanya sebatas berbicara atau bertanya hal yang penting saja, tindakan orang tua yang tidak mendiskusikan keputusan dengan anaknya terlebih dahulu, orang tua dominan mencari kesalahan dan kurang fokus pada solusi, dan bahkan anak merasa orang tua masih kurang optimal dalam menghargai dan mendengarkan anak.
EFEKTIVITAS CINEMA THERAPY BERBASIS ANIMASI DALAM MENINGKATKAN EMPATI SISWA KELAS VII-A SMP MUHAMMADIYAH KAMPUNG PISANG Syaiful Bahri; Nurbaity Nurbaity; RAMADHIAN ARIFAH
Jurnal Al-Taujih : Bingkai Bimbingan dan Konseling Islami Vol 8, No 2 (2022): Juli- Desember 2022
Publisher : UIN Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/atj.v8i2.4660

Abstract

Empati adalah sebuah bentuk perhatian yang melibatkan hubungan emosi dalam memahami perasaan orang lain. Namun masih banyak remaja yang belum dapat mengeskplorasi empati mereka, sehingga perlu ditingkatkan. Salah satu cara untuk meningkatkan empati adalah menggunakan teknik cinema therapy berbasis animasi. Cinema Therapy sebagai metode konseling yang menggunakan film untuk memberikan efek positif pada konseli. Animasi yang digunakan dalam treatment ini ialah yang mengandung nilai empati. Tujuan penelitian untuk menganalisis keefektifan peningkatan empati siswa SMP Muhammadiyah Kampung Pisang melalui cinema therapy berbasis animasi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif metode pre-experimental design jenis one-group pretest-posttest untuk melihat pengaruh cinema therapy untuk meningkatkan empati. Penelitian ini melibatkan 8 siswa kelas VII-A SMP Muhammadiyah Kampung Pisang yang memiliki skor pre-test empati rendah. Data diperoleh melalui skala empati yang kemudian dianalisis dengan bantuan SPSS versi 20 menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cinema therapy berbasis animasi efektif untuk meningkatkan empati siswa SMP Muhammadiyah Kampung Pisang.
Pengembangan Media Book Planner Self-Management Untuk Mengurangi Prokrastinasi Akademik Siswa SMA Andhika Sing Wicaksana; Nurbaity Nurbaity; Evi Rahmiyati
Jurnal Bikotetik (Bimbingan dan Konseling: Teori dan Praktik) Vol. 6 No. 2 (2022): Volume 6 Number 2, November 2022
Publisher : Jurusan Bimbingan dan Konseling

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/bikotetik.v6n2.p111-116

Abstract

Prokrastinasi akademik merupakan perilaku menunda-nunda suatu perkerjaan oleh siswa secara sadar. Prokrastinasi akademik berdampak negatif terhadap perkembangan akademik siswa, seperti berkurangnya waktu, menurunkan harga diri, bahkan menurunnya prestasi belajar. Salah satu upaya mengurangi prokrastinasi akademik yaitu dengan meningkatkan kemampuan self management. Penelitian ini dilaksanakan guna mengembangkan media book planner self-management. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengambarkan proses pengembangan media book planner self-management dalam mengurangi perilaku prokrastinasi akademik pada siswa SMA. Penelitian ini menggunakan metode penelitian pengembangan (Research and Development) dengan menggunakan model PPE (Planning, Production, and Evaluation). Subjek dalam penelitian ini yaitu ahli media, ahli materi dan praktisi atau dalam hal ini yaitu guru bimbingan dan konseling. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa hasil uji validasi oleh ahli materi sebesar 88% dengan kategori sangat layak, oleh ahli media sebesar 93,5% dengan kategori sangat layak dan hasil dari tanggapan praktisi berdasarkan aspek keindahan media sebesar 92,4% dan berdasarkan kualitas isi media yaitu sebesar 90,4% dengan kategori sangat layak. Hasil dari penilaian tanggapan guru bimbingan dan konseling yang dilakukan kepada lima orang guru menghasilkan kesimpulan bahwa media book planner self-management sudah sangat layak untuk digunakan oleh guru bimbingan dan konseling untuk dijadikan pedoman guru dalam mengurangi perilaku prokrastinasi akademik siswa di SMA.
Comparative Analysis of Resilience and Life Values Among Muslim Higher Education Students: The Influence of Traumatic Experiences, Gender, and Living Area Bahrun Bahrun; Nurbaity Bustamam; Abu Bakar; Hetti Zuliani; Dara Rosita; Saminan Saminan; Amiruddin Amiruddin
Islamic Guidance and Counseling Journal Vol. 6 No. 2 (2023): Islamic Guidance and Counseling Journal
Publisher : Institut Agama Islam Ma'arif NU (IAIMNU) Metro Lampung in collaboration with Asosiasi Bimbingan dan Konseling Indonesia (ABKIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25217/0020236376100

Abstract

This study wanted to see how resilience and life values might be different in Muslim college students based on their past experiences with trauma, their gender, and whether they live in a city or the countryside. We asked students from Aceh, Indonesia, to take part in our study. This area has seen a lot of trauma from a big tsunami and a civil war. We used two tools, the Brief Resilience Scale and the Life Values Inventory, to measure resilience and life values. Our results showed that students who had experienced trauma were more resilient. But we didn't find any differences in resilience or life values based on gender or where the students lived. We did find that students who were more resilient also had stronger life values. This tells us that we need to think about past trauma and life values when we're trying to understand resilience in Muslim college students. In the future, we need to keep studying these things and come up with ways to help these students be more resilient and have strong life values.
Penerapan teknik seni berpikir kreatif teratai mekar untuk meningkatkan kreativitas mahasiswa Cut Nurul Wazna; Said Nurdin; Nurbaity Bustamam
Jurnal Suloh Vol 2, No 2 (2017): Desember 2017
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/suloh.v2i2.14098

Abstract

Abstract: Every person had different creativity, but creativity is not purely innate it can be fostered one of them by Lotus Blossom Technique. The research aims to determine the ratio of creativity in finding the idea as a research theme between the groups given Lotus Blossom Technique treatment and the un treatment group. The method used is quasi experimental research with pre-test and post-test group design. Data collection techniques in this research in the form of a questionnaire scale. Data analysis technique with sign test. Its population is students 6th semester in FKIP Guidance and Counseling program of Syiah Kuala University. A total of 20 students were selected randomly to be sampled and distributed into two different groups, they are the treatment group and the comparison group. Based on the result of research, it can be concluded that there is difference of score between treatment group and comparison group. The treatment group experienced an increase in mean value (mean) is greater than the comparison group, which is 64.9 ≥ 49.1. By looking at the binominal table n = 10 and p = 0.05, the probability for X≥10 is 0,000. Since 0.000 is less than 0.05 and W = 58, it can be concluded that there is a significant creativity difference between groups using Lotus Blossom Technique versus groups that do not use the Lotus Blossom Technique.Keywords: Creativity, Idea, Lotus Blossom Technique Abstrak: Kreativitas individu berbeda-beda, namun kreativitas bukanlah murni sifat bawaan dalam diri melainkan dapat dipupuk salah satunya dengan teknik seni berpikir Teratai Mekar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan kreativitas  dalam menemukan ide sebagai tema penelitian antara kelompok yang diberikan treatment Teratai Mekar dan kelompok yang tidak diberi treatment. Metode yang digunakan adalah quasi experimental research dengan pre-test dan  post-test group design. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini berupa angket berskala. Teknik analisis data dengan sign test. Populasinya adalah  semester 6 di program studi Bimbingan dan Konseling FKIP Universitas Syiah Kuala. Sebanyak 20 mahasiswa dipilih secara random untuk dijadikan sampel dan dibagikan ke dalam dua kelompok berbeda, yakni kelompok perlakuan dan kelompok pembanding. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kesimpulan bahwa terdapat perbedaan skor antara kelompok perlakuan dengan kelompok pembanding. Kelompok perlakuan mengalami peningkatan nilai rata-rata (mean) lebih besar dibandingkan kelompok pembanding, yaitu 64.9≥ 49.1. Dengan melihat tabel binominal n=10 dan p=0.05, probabilitas untuk X≥10 adalah 0.000. Karena 0.000 lebih kecil dari 0.05 dan W=58, dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan kreativitas yang signifikan antara kelompok yang menggunakan teknik seni berpikir Teratai Mekar dibandingkan  kelompok yang tidak menggunakan teknik seni berpikir Teratai Mekar.Kata Kunci: Kreativitas, Ide, Teknik Seni Berpikir Teratai Mekar
Kepercayaan diri anak berkebutuhan khusus dalam mengikuti pendidikan inklusi Muzakkir Muzakkir; Nurhasanah Nurhasanah; Fajriani Fajriani; Nurbaity Bustamam
Jurnal Suloh Vol 5, No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/suloh.v5i2.20660

Abstract

Percaya diri merupakan kemampuan individu untuk dapat memahami dan meyakini seluruh potensinya agar dapat dipergunakan dalam menghadapi penyesuaian diri dengan lingkungan hidupnya. Adapun yang menjadi tujuan dalam penelitian ini yaitu untuk mengetahui tingkat kepercayaan diri siswa berkebutuhan khusus dalam mengikuti pendidikan inklusi di SMP Negeri 18 Kota Banda Aceh. Jenis pendekatan dalam penelitian ini yaitu kuantitatif deskriptif. Adapun subjek pada penelitian ini adalah 12 siswa berkebutuhan khusus. Metode pengumpulan data mengunakan skala kepercayaan diri dalam bentuk skala Likert. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan secara umum siswa ABK memiliki kepercayaan diri yang cukup baik dalam menjalani pendidikannya di sekolah inklusi. Hanya ada beberapa pernyataan berkaitan dengan interaksi dengan teman dan guru serta keyakinan untuk menyelesaikan masalah sendiri dan menjawab soal yang dilaporkan oleh lebih banyak siswa dengan indikasi kepercayaan diri rendah.
KETERAMPILAN DASAR KONSELING: LAPORAN TES DAN LANGKAH BERIKUTNYA Nurbaity Bustamam
Jurnal Suloh Vol 1, No 1 (2016): SULOH Desember 2016
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/suloh.v1i1.8259

Abstract

ABSTRAK Keterampilan dasar konseling adalah modal awal bagi mahasiswa calon konselor untuk dapat mengembangkan kemampuan kerjanya terutama dalam layanan konseling baik konseling individu maupun konseling kelompok secara berkelanjutan. Oleh karena itu penguasaan keterampilan ini merupakan salah satu tujuan inti dalam program pendidikan sarjana bimbingan dan konseling selain penguasaan berbagai teori dalam konseling dan praktis penyelenggaraan layanan bimbingan dan konseling dalam seting sekolah dan luar sekolah.  Artikel ini melaporkan hasil pengukuran aspek kognitif keterampilan dasar konseling dari 205 mahasiswa dan alumni Program Studi Bimbingan dan Konseling di Aceh. Temuan-temuan positif dan negatif dijabarkan secara hati-hati. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penguasaan konsep attending, questioning, observing dan responding masih belum memuaskan. Masih banyak poin-poin konsep yang hanya dipahami oleh sejumlah kecil peserta tes. Hal ini menunjukkan bahwa pengajar dalam mata kuliah yang mengajarkan kemampuan ini harus lebih memberikan penekanan terhadap pemahaman konseptual daripada hanya langkah-langkah prosedural saja.   Pengajar juga diajak untuk memeriksa kembali konsep awal pelatihan keterampilan dasar konseling agar dapat digunakan di dalam pembelajaran mata kuliah yang terkait dengan pengembangan keterampilan dasar konseling ini. Kata Kunci: Keterampilan dasar konseling, tes aspek kognitif