Nurbaity Bustamam
Program Studi Bimbingan Dan Konseling, Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan, Universitas Syiah Kuala

Published : 47 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Penerapan sosiodrama untuk meningkatkan kemampuan penyesuaian sosial siswa sekolah menengah pertama Nurma Ningsih Syahfitri; Nurhasanah Nurhasanah; Nurbaity Bustamam
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 4, No 2 (2019): Juni 2019
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Social adjustment is a person's ability to adjust to all demands in the surrounding environment, so that the individual can be accepted, fulfillment of all needs, and obtain satisfaction from the social relationships that are established, and have good sympathy for other people, both friends and strangers. This study aims to see an overview of students' social adjustment abilities before and after being given sociodrama techniques. The research method used is a mixed method or a combination of quantitative and qualitative methods with the form of one group pretest-posttest design and data analysis techniques using the test Wilcoxon. The study sample consisted of 20 students who experienced isolated conditions. Determination of the subject using sociometry and observation. Data collection in this study uses a social adjustment scale that has a reliability of 0.881 which means it has high reliability. The average ability of social adjustment of students before being given treatment is 76.95 with an average percentage of 55.32% and after being given treatment it becomes 98.75 with an average percentage of 70.54%. From the comparison of the average data pretest and posttest, there was a significant change in the form of an increase in students' social adjustment abilities with an average increase of 15.21%. The Wilcoxon test results also show that the comparison of significance obtained is 0.000 0.05, then Ha is accepted and Ho is rejected, meaning that the students' social adjustment ability increases after being given treatment using sociodrama techniques.Keywords: Sociodrama, Students' Social Adjustment CapabilityAbstrak: Penyesuaian sosial merupakan kemampuan seseorang untuk menyesuaikan diri dengan segala tuntutan di lingkungan sekitarnya, sehingga individu tersebut dapat diterima, terpenuhinya segala kebutuhan, dan memperoleh kepuasan dari hubungan sosial yang dijalinnya, serta memiliki simpati yang baik terhadap orang lain, baik teman maupun orang yang tak dikenal. Penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran kemampuan penyesuaian sosial siswa sebelum dan sesudah diberikan teknik sosiodrama. Metode penelitian yang digunakan yaitu mixed methodhs atau gabungan antara metode kuantitatif dan kualitatif dengan bentuk one group pretest-postest design dan teknik analisis data menggunakan uji Wilcoxon. Sampel penelitian terdiri dari 20 orang siswa yang mengalami kondisi terisolir. Penentuan subjek dengan menggunakan sosiometri dan observasi. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan skala penyesuaian sosial yang memiliki reliabilitas sebesar 0,881 artinya memiliki reliabilitas tinggi. Rata-rata kemampuan penyesuaian sosial siswa sebelum diberikan treatment sebesar 76.95 dengan rata-rata persentase sebesar 55.32 % dan setelah diberikan treatment menjadi 98.75 dengan rata-rata persentase sebesar 70.54 %. Dari perbandingan data rata-rata pretest dan posttest tersebut, terdapat perubahan yang signifikan berupa kenaikan kemampuan penyesuaian sosial siswa dengan rata-rata peningkatan sebesar 15.21 %.  Hasil uji Wilcoxon juga menunjukkan bahwa perbandingan signifikansi yang diperoleh sebesar 0.000 0.05, maka Ha diterima dan Ho ditolak, artinya kemampuan penyesuaian sosial siswa mengalami peningkatan setelah diberikan treatment dengan menggunakan teknik sosiodrama. Kata Kunci: Sosiodrama, Kemampuan Penyesuaian Sosial Siswa
Hubungan kemandirian berfikir dan kemampuan pengembangan diri pada mahasiswa BK FKIP Unsyiah Arival Hakimi; Martunis Yahya; Nurbaity Bustamam
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 4, No 1 (2019): Maret 2019
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (396.938 KB)

Abstract

Abstract: Independence of thought greatly affects the lives of individuals, especially for the ability to self-develop. This study aimed to describe independent thingking and ability to self-develop while seeking the relationship between the two in students of Guidance and Counseling Depatrment of Syiah Kuala University. This study uses a quantitative descriptive approach. The samples in this study were 89 Unsyiah counseling students. Data collection is done using two psychological scales. The results showed that most (75.3%) counseling students had the independence to think in a fairly independent category. While for more than half (55.1%) of them have sufficient self-development skills. The correlation coefficient of independence thinking and the ability of self-development obtained was 0.440 which is significant at level 0.05. Therefore, in connection with the implementation of this research, it is expected that Unsyiah Counseling students will continue to develop independent thinking so that they do not have obstacles in improving their important personal development skills to become professionals in the future. Keywords: Independent thingking, self-develop, Counseling students Abstrak: Kemandirian berfikir sangat mempengaruhi kehidupan individu, terutama terhadap kemampuan individu untuk mengembangkan diri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kemandirian berfikir dan kemampuan pengembangan diri sekaligus melihat hubungan keduanya pada mahasiswa Bimbingan dan Konseling Universitas Syiah Kuala. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif. Sampel dalam penelitian ini adalah mahasiswa bimbingan konseling Unsyiah sebanyak 89 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan skala pengukuran psikologis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebanyakan (75.3%) mahasiswa BK memiliki kemandirian berfikir pada kategori cukup mandiri. Sedangkan lebih dari setengah (55.1%) mahasiswa BK cukup memiliki kemampuan pengembangan diri. Koefisien hubungan kemandirian berfikir dan kemampuan pengembangan diri yang diperoleh adalah sebesar 0.440 yang signifikan pada level 0.05. Oleh karena itu sehubungan dengan pelaksanaan penelitian ini diharapkan mahasiswa Bimbingan dan Konseling Unsyiah agar terus mengembangkan kemandirian berfikir agar kurang memiliki hambatan dalam meningkatkan kemampuan pengembangan diri yang penting untuk menjadi profesional di masa yang akan datang. Kata kunci: Kemandirian Berfikir, Kemampuan Pengembangan Diri, Mahasiswa BK
ANALISIS KERJASAMA GURU BIMBINGAN KONSELING (BK) DENGAN GURU BIDANG STUDI DALAM MENGATASI KESULITAN BELAJAR PADA SISWA DI SMP KOTA BANDA ACEH Muspida Rahmawati; M. Husen; Nurbaity Bustamam
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 3, No 3 (2018): September 2018
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (46.741 KB)

Abstract

Problem that often occur in teaching learning processes is the trable of learning. Trouble of learning not only in academic. But, also in non-academic, therefore need to handling cooperation between guidance counseling teacher and the study teacher, so the aim of the stdy to know cooperation between guidance counseling teacher and the study teacher in addressing the trouble of learning on student in SMP Negeri Kota Banda Aceh. The approach research methodologhy conduched in this research are qualitative approach with descriptive method accompanying the tecniques of data collection the writer use interview and documentation. Techniques of processing and analysis the data were applyed descriptive qualitative analysys. The result of this research showed that cooperation of guidace counseling teacher with the study teacher to superintend the trobles of learning is quite interwined, but not overall, cooperation that occur in the session of data collection, both sides exchanged give the data about the state of student, both the data is writen and the data is verbal about the student, data presentation, the valve of raport, the valve of UTS (the middle test of semester), behavior attandance, although visit their house according the situation and conditions, cooperation between guidance counseling with the study teacher that unable to overcome by guidance counseling teacher and the study teacher. So, it need to involve the other party as trustee of the class, although the parent of student aceording tothe research above we can take the conclution that cooperation between guidance counseling teacher with the study teacher to addressing the trouble of learning not always interwined, but it is hanging with the problem of students when the session of data collecition.
Penerapan Layanan Informasi Menggunakan Media Video Untuk Meningkatkan Pemahaman Karir siswa SMAN 1 Bandar Baru, Pidie Jaya Sri Rahmatia; Dahliana Abd; Nurbaity Bustamam
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 3, No 3 (2018): September 2018
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Research entitled "Application of information services Using Video Media to improve the understanding of students' Career" aims to find out the success of information services using video media in improving the understanding of the student's career.This research is a pre-experimental research conducted at SMAN 1 Bandar BaruPidie Jaya with one group pretest-posttest research design. The sample involved in this research were 20 students taken from 69 students by using purposive sampling technique.Experiment conducted by as much as 8 times meeting. The collection of data in this study using scale questionnaireof understanding career which consists of scale 4. Data analysis techniques used in this research was quantitative analysis in the form of statistic sign test with large sample using the Z-score formula.From the results of the analysis of the data showed that the price thitungttabel was 4.47 5 significant level on 0.05, then Ho research was rejected and Ha was accepted. From the results of the analysis of the data showed that understanding the student's career before the given treatment with an average score of 89.5 and after being given treatment 132.1 of the score can be seen that after given treatment has increased from category low become high. Thus it can be concluded that the information services using video media can improve understanding of students’ career.Keywords: Information Services, Video Media, Career Understanding ABSTRAK Penelitian berjudul  “Penerapan Layanan Informasi Menggunakan Media Video untuk meningkatkan Pemahaman Karir Siswa” ini bertujuan untuk mengetahui keberhasilan layanan informasi menggunakan media video dalam meningkatkan pemahaman karir siswa. Penelitian ini merupakan penelitian pra-eksperimen yang di laksanakan di SMAN 1 Bandar Baru Pidie Jaya dengan desain penelitian one grup pretest-posttest. Sampel yang terlibat dalam penelitian ini adalah 20 orang siswa yang diambil dari 69 siswa dengan menggunakan teknik purposive sampling. Eksperimen dilakukan sebanyak 8 kali pertemuan. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan skala angket pemahaman karir yang terdiri dari 4 skala. Teknik analisa data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis kuantitatif berupa ststistik sign-test dengan sampel besar menggunakan rumus Z-score. Dari hasil analisis data menunjukan bahwa harga thitung  ttabel yaitu 4,47  5 pada taraf signifikan 0,05, maka HO penelitian ditolak dan Ha diterima. Dari hasil analisis data menunjukkan bahwa pemahaman karir siswa sebelum diberikan treatment dengan skor rata-rata 89,5 dan setelah diberikan treatment 132,1 dari skor tersebut dapat dilihat bahwa setelah diberikan treatmen mengalami peningkatan dari kategori rendah menjadi tinggi. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa layanan informasi menggunakan media video dapat meningkatkan pemahaman karir siswa.
Meningkatkan Keterampilan Komunikasi Siswa SMP Negeri 4 Banda Aceh Melalui Bimbingan Kelompok Dengan Teknik Bermain Peran Angga Nugraha; Martunis Yahya; Nurbaity Bustamam
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 3, No 4 (2018): Desember 2018
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 The research entitled "Improving Communication Skills of Junior High School 4 Banda Aceh Students through Group Guidance with Role Play Techniques" aimed at looking at improving communication skills of SMPN 4 Banda Aceh students before and after role playing techniques. This research uses Mixed Method approach with action research type. Subjects in this study amounted to 30 people who have low communication skill level. Data collection using closed questionnaire method with scale 1-5 and observation. Research data then analyzed by paired sample t-test. The result of data analysis showed that students' communication skill level improved after being given group guidance by role playing technique with t value equal to 19.385 and sig value. (2-tailed) 0.000 0,05 in cycle 1, then data on cycle II found t value equal to 14.067 and sig value. (2-tailed) of 0.000 0.05 it can be concluded that there is a change in the improvement of students' communication skills when before and after the given action and hypothesis accepted. That is, group guidance with role playing techniques can improve students' communication skills. Based on the observation data shows the improvement of the communication skills of students before and after the action is given, the students have started to appreciate the opinions of others, understand the conversation, issue ideas well, and able to solve the problems that exist when communicating. 
Fenomena drop out tingkat SMA se-kota Banda Aceh Rizki Surya Ananda; Dahliana Abd; Nurbaity Bustamam
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 4, No 2 (2019): Juni 2019
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Drop outs are forced out of school before completing the overall learning. Descriptive research method with a qualitative approach. The research subjects consisted of 4 principals, 1 vice principal, 1 student field and 8 BK teachers in nine high school level throughout Banda Aceh. Data collection techniques using interview methods and documentation. Data analysis using qualitative descriptive. The results showed the number of students dropping out during the last 3 years reached 44 students. Caused by internal factors, namely not going up to class, low interest in learning, students not attending school, feeling inferior and violating school rules. Like smoking and jumping fences, fighting teachers, leaving school without permission and taking the rights of others (stealing). The external factors are fighting, the circulation of immoral videos, dating and watching immoral videos in schools and being involved in drug use. While the handling procedures are preventive measures, including the principal's policy. Like meetings with student guardians and make observations on teacher performance. Handling from BK counselors such as individual and group counseling, as well as providing case notebooks and student pocket books. The guidance step is in the form of handlers from study teachers, homeroom teachers, BK teachers, student fields and principals. As well as follow-up steps, namely the existence of a special meeting of principals with homeroom teachers, BK teachers, student fields and guardians of students to make decisions and recommend secondary schools. It is expected that the school will work together in following up on each problem in accordance with the established procedures. For the next researcher, they can do more in-depth research about the phenomenon of drop outKeywords: Drop out phenomenon, cause of drop out, drop out handling procedure.Abstrak: Drop out adalah dikeluarkan dari sekolah secara terpaksa sebelum menyelesaikan pembelajaran secara keseluruhan. Metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian terdiri dari 4 orang kepala sekolah, 1 wakil kepala sekolah, 1 bidang kesiswaan dan 8 guru BK di sembilan  sekolah tingkat SMA Se-kota Banda Aceh. Teknik pengumpulan data menggunakan metode wawancara dan dokumentasi. Analisis data menggunakan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan jumlah siswa drop out selama 3 tahun terakhir mencapai 44 orang siswa. Disebabkan oleh faktor internal yaitu tidak naik kelas, minat belajar rendah, siswa tidak hadir ke sekolah, rasa minder dan melanggar peraturan sekolah. Seperti merokok dan lompat pagar, melawan guru, keluar sekolah tanpa izin serta mengambil hak orang lain (mencuri). Adapun faktor eksternal yaitu perkelahian, beredarnya video asusila, berpacaran dan menonton video asusila di sekolah serta terlibat pemakaian obat terlarang (narkoba). Sedangkan prosedur penanganannya yaitu langkah preventif meliputi, kebijakan kepala sekolah. Seperti rapat dengan wali murid dan melakukan observasi terhadap kinerja guru. Penanganan dari guru BK seperti, konseling individual dan kelompok, serta menyediakan buku catatan kasus dan buku saku siswa. Langkah pembinaan berupa penangan dari guru bidang studi, wali kelas, guru BK, bidang kesiswaan dan kepala sekolah. Serta langkah tindak lanjut yaitu adanya rapat khusus kepala sekolah dengan wali kelas, guru BK, bidang kesiswaan dan wali murid untuk mengambil keputusan serta merekomendasi sekolah lanjutan. Diharapkan kepada pihak sekolah untuk saling berkerja sama dalam menindak lanjuti setiap masalah sesuai dengan prosedur yang ditetapkan. Bagi peneliti selanjutnya dapat melakukan penelitian lebih mendalam mengenai fenomena drop outKata kunci: Fenomena Drop Out, Penyebab Drop Out, Prosedur Penangan Drop 0ut.
Pengembangan Modul Pemahaman Diri tentang Karir Untuk Siswa SMA Yuliana Rizki; M. Husen; Nurbaity Bustamam
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 3, No 3 (2018): September 2018
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (72.468 KB)

Abstract

Adolescence is a time for individuals to prepare themselves into adulthood, there are many developmental tasks that must be passed by teenagers one of them adalan choose and set career direction. At this time many teenagers often have problems related to understanding, planning and establishing themselves with regard to career, The problem makes many students who are confused in choosing majors in college. These problems also occur due to the absence of regular guidance and counseling hours so that services provided to students, especially those related to careers are very limited. Therefore, it takes a medium that students can use independently in planning their career. This study aims to develop the media in the form of a self-understanding module on a career that is worth using both independently and as a medium in providing career guidance services. The method used in this research is research and development method. This research data is sourced from material experts, media experts, teachers and students, this research data obtained from the questionnaire. The results of this research validate the product with the material expert to conclude that the module is in good category while validari with the media expert to produce conclusion that the module is in very good category. Materials experts and media experts also provide suggestions for module improvements. The user trials of counseling and student counseling teachers after the revised module are in the good category according to the teacher and are excellent according to the students. Continuing trial use where students are given tests before the module is given, after which the students are given one week to read the module and then given the same test again. In the paired sample t-test, it is found that there is an increase in students' understanding before and after reading self-understanding module about career.
PELAKSANAAN LAYANAN INFORMASI OLEH GURU BK DI SMA NEGERI KOTA BANDA ACEH Afra Nabila; Nurbaity Bustamam; Jamilah Aini Nasution
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 6, No 1 (2021): Maret 2021
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Layanan informasi berfungsi memberikan pemahaman kepada seorang atau sekelompok peserta didik berkaitan dengan berbagai informasi yang dibutuhkan dalam bidang kehidupan pribadi, hubungan sosial, keterampilan belajar ataupun keputusan karir. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pelaksanaan layanan informasi yang dilakukan oleh Guru BK di SMA Negeri Banda Aceh. Jenis penelitian adalah kualitatif, dengan menggunakan pendekatan deskriptif. Subyek penelitian berjumlah 3 (tiga) orang Guru BK. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara. Hasil penelitian melalui wawancara menunjukkan bahwa (1) Guru BK melakukan perencanaan layanan informasi dengan cara mengidentifikasi kebutuhan peserta didik menggunakan asesmen yang berupa angket, (2) Keterlibatan personil sekolah dalam pelaksanaan layanan informasi sudah dapat dikatakan bagus, (3) Guru BK melakukan penilaian dengan memantau sikap atau respon peserta didik pada saat memberikan layanan, (4) Guru BK melakukan tindak lanjut dengan cara memberikan kembali bimbingan kepada peserta didik yang kurang memahami informasi yang telah diberikan. Rencana tindak lanjut di sampaikan kepada kepala sekolah. Laporan layanan informasi dibuat sekaligus dengan RPLBK. Sebaiknya di lakukan penelitian lebih lanjut dalam pelaksanaan layanan informasi. Kata kunci: Pelaksanaan Layanan Informasi oleh Guru BK
PELAKSANAAN LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK UNTUK MENGEMBANGKAN EMPATI SISWA MELALUI TEKNIK PSIKODRAMA (Suatu Penelitian Pra-Eksperimen Di SMP Negeri 6 Banda Aceh) Saufa Niara; M. Husen; Nurbaity Bustamam
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 3, No 2 (2018): Juni 2018
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (614.476 KB)

Abstract

 Penelitian yang berjudul pelaksanaan layanan bimbingan kelompok untuk mengembangkan empati siswa melalui teknik psikodrama, akan membantu siswa dalam mengembangkan empatinya. Tujuan penelitian ini yaitu untuk melihat pengaruh pemberian layanan bimbingan kelompok melalui teknik psikodrama dalam mengembangkan empati siswa. Metode penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian pra-eksperimen one group pre-post test design. Populasi penelitian ini adalah siswa yang memiliki empati rendah, sedangkan sampel penelitian ini berjumlah 10 siswa yang dipilih secara purposive sampling. Teknik pengumpulan data adalah angket. Teknik analisis data menggunakan paired sample sign-test menggunakan uji Z. Hasil penelitian menunjukkan bahwa post-test lebih besar dari pada pre-test yaitu 89,9 ≥ 66,2 dan dengan hasil uji Z yaitu 3,16 lebih besar dari harga kritiknya yang bernilai 1 dengan nilai α 0,05. Artinya terdapat perbedaan yang positif dan signifikan sebelum dan setelah diberikannya layanan bimbingan kelompok melalui teknik psikodrama dalam mengembangkan empati siswa. Melalui teknik psikodrama juga membuat siswa menjadi mampu memahami kondisi dan menghargai pendapat orang lain dalam layanan bimbingan kelompok. Dengan demikian hipotesis yang menyatakan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan terhadap empati siswa setelah mengikuti layanan bimbingan kelompok melalui teknik psikodrama dapat diterima.Kata Kunci : Empati, Bimbingan Kelompok, Teknik Psikodrama 
EFEKTIVITAS PENDEKATAN GESTALT DENGAN TEKNIK PARADOXICAL INTERVENTION UNTUK MENINGKATKAN RASA PERCAYA DIRI SISWA Euis Mayangsari; Nurhasanah Nurhasanah; Nurbaity Bustamam
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 4, No 2 (2019): Juni 2019
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Percaya Diri merupakan suatu sikap atau perasaan yakin atas kemampuan diri sendiri, dapat mengembangkan kesadaran diri, berpikir positif, memiliki kemandirian, dan mempunyai kemampuan untuk memiliki serta mencapai sesuatu yang diinginkan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh teknik paradoxical intervention dalam meningkatkan rasa percaya diri siswa. Pendekatan penelitian yang digunakan yaitu kuantitatif Pre-Eksperiment dengan bentuk One Group Pretest-Postest. Objek dalam penelitian ini yaitu siswa yang memiliki percaya diri yang rendah. Adapun subjek dalam penelitian terdiri dari 10 orang siswa, dimana penentuan subjek berdasarkan hasil observasi peneliti di lapangan dan juga direkomendasi oleh guru bimbingan dan konseling. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan skala kepercayaan diri dengan reliabilitas sebesar 0,881 artinya memiliki reliabilitas yang tinggi. Teknik analisis data menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah diberikan perlakuan pada siswa rata-rata peningkatan mencapai 80%. Dengan demikian terdapat perbedaan yang signifikan antara data sebelum dan sesudah treatment.