Claim Missing Document
Check
Articles

Factors Affecting Chronic Energy Deficiency among Pregnant Women in East Nusa Tenggara Province, Indonesia Rachmi, Rizkia; Marjan, Avliya Quratul; Sufyan, Dian Luthfiana; Wahyuningsih, Utami
Jurnal Gizi dan Pangan Vol. 19 No. Supp.1 (2024)
Publisher : The Food and Nutrition Society of Indonesia in collaboration with the Department of Community Nutrition, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25182/jgp.2024.19.Supp.1.95-104

Abstract

This study aims to investigate the relationship between maternal and household characteristics with the Chronic Energy Deficiency (CED) occurrence among pregnant women in East Nusa Tenggara (ENT). CED was observed through Mid-Upper Arm Circumference (MUAC) measurement of <23.5 cm. Utilizing a cross-sectional design using secondary data from the 2018 Indonesia Basic Health Survey (Riskesdas) involving 387 pregnant women. Bivariate analysis (chi-square test) and multivariate analysis (multiple logistic regression) were conducted. Significant associations with the CED included parity (p=0.002), education level (p=0.018), access to hospital (transportation mode) (p=0.032), and access to primary healthcare facilities (travel time) (p=0.032). Multivariate analysis identified parity as the most influential variable for the CED occurrence among pregnant women (p=0.016; OR=1.868). In conclusion, mothers with a parity of less than two or more than three children had a higher risk of experiencing CED during pregnancy in ENT. To prevent CED and its consequences, it is recommended to emphasize family planning, address parity concerns, and prioritize maternal nutritional status before and during pregnancy.
Anthropometric knowledge and measurement evaluation among female volunteer community health workers in Depok Sufyan, Dian Luthfiana; Arini, Firlia Ayu; Ilmi, Ibnu Malkan Bakhrul; Marjan, Avliya Quratul; Fatmawati, Iin
Jurnal Gizi dan Dietetik Indonesia (Indonesian Journal of Nutrition and Dietetics) VOLUME 12 ISSUE 2, 2024
Publisher : Alma Ata University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/ijnd.2024.12(2).159-164

Abstract

Background: At the community level, assessment for children nutritional status is measured by female volunteer community health workers (FVCHW) through integrated health post (Posyandu). Based  on  initial  observation,  volunteers  have  sufficient  knowledge  of  anthropometric measurement however, to put it into practice, common pitfalls remain found.Refreshment on basic knowledge and practical training on anthropometric assessment is needed.Objectives:  As  part  of  Kampung  Caraka  Project  that  attempts  to  empower  locals  to  be deliberately  aware  of  community  health  and  well-being,  this  particular  study  aims  to  evaluate knowledge of FVCHW as well as their accuracy and precision on anthropometric assessment.Methods: This study is a quasi-experimental study with pre-posttest with control group design. The sample was purposively selected and 54 overweight adolescents were divided into a control group and two intervention groups. Education using healthy snacks quartet was conducted for 21 days  from  September  to  October  2023  in  Makassar  City.  Data  analysis  was  performed  using Wilcoxon singed ranks test.Results:  Results  showed  women  with  good  precision  for  MUAC,  height,  head  circumferences and length measurement were 23.1%, 23.1%, 53.8% and 33.3%, respectively. In contrast, only 7.7% of women had good accuracy on MUAC measurement. There is a significant difference of knowledge score before and after the education given (p-value 0.02, CI 95%).Conclusions:  The  cadre  had  good  precision  yet  poor  accuracy,  implying  the  necessity  of standardized procedure and regular equipment calibration prior to anthropometric measurement. There is a difference in mean scores before and after the education given, yet still denoted as low capacity. Further comprehensive education is highly required.  
Diet quality and body fat percentage before and during ramadan among college students Ramadenadia, Tarysa; Marjan, Avliya Quratul; Imrar, Iin Fatmawati
Jurnal Gizi dan Dietetik Indonesia (Indonesian Journal of Nutrition and Dietetics) VOLUME 13 ISSUE 4, 2025
Publisher : Alma Ata University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/ijnd.2025.13(4).243-251

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang: Obesitas menjadi masalah kesehatan global yang semakin mengkhawatirkan, termasuk di Indonesia. Angka kejadian obesitas pada populasi dewasa yang berusia 18 tahun ke atas terus menunjukkan peningkatan setiap tahunnya yaitu pada tahun 2007 sebesar 10,5%, menjadi 14,8% pada tahun 2013, dan pada tahun 2018 mencapai 21,8%. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan kualitas diet dengan persen lemak tubuh sebelum dan saat puasa Ramadhan pada mahasiswa UPN “Veteran” Jakarta.Metode: Penelitian ini menggunakan desain studi cross sectional dengan pengambilan sampel stratified random sampling. Jumlah sampel sebanyak 103 responden. Data identitas responden dan kualitas diet diambil melalui wawancara dengan panduan kuesioner (Food Recall 24h dan DQI-I). Data antropometri (persen lemak tubuh) diperoleh melalui pengukuran langsung. Analisis data yang digunakan adalah uji chi-square dan t-test.Hasil: Terdapat perbedaan yang signifikan antara kualitas diet sebelum dan saat puasa Ramadhan (p=0,000). Terdapat hubungan yang signifikan antara kualitas diet dengan persen lemak tubuh sebelum dan saat puasa Ramadhan (p=0,005; p=0,000). Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara kualitas diet dengan persen lemak tubuh sebelum dan saat puasa Ramadhan. Mahasiswa disarankan untuk meperhatikan status gizi dan melakukan pengukuran berkala pada persen lemak tubuh diikuti dengan penerapan gaya hidup sehat. KATA KUNCI: kualitas diet; persen lemak tubuh; puasa ramadhan   ABSTRACTBackground: Obesity has become an increasingly concerning global health problem, including in Indonesia. The prevalence of obesity in the adult population aged 18 years and over has continued to increase each year, from 10.5% in 2007 to 14.8% in 2013, and reached 21.8% in 2018. Objectives: To determine the relationship between diet quality and body fat percentage before and during the Ramadan fasting period among college students at UPN "Veteran" Jakarta. Methods: This study used a cross-sectional study design with stratified random sampling. The sample size was 103 respondents. Data on respondent identity and diet quality were obtained through interviews using a questionnaire (24-hour Food Recall and DQI-I). Anthropometric data (body fat percentage) was obtained through direct measurement. Data analysis used the chi-square test and t-test. Results: There was a significant difference in diet quality before and during the Ramadan fasting period (p=0.000). There was a significant relationship between diet quality and body fat percentage before and during the Ramadan fasting period (p=0.005; p=0.000).Conclusions: There is a significant relationship between diet quality and body fat percentage before and during the Ramadan fasting period. Students are advised to pay attention to their nutritional status and conduct regular measurements of body fat percentage, followed by the implementation of a healthy lifestyle. KEYWORD: diet quality; body fat percentage; ramadan fasting
Diet quality index for adolescents scores among 16-18 years old adolescents Hidayat, Zahra Fadhlina; Marjan, Avliya Quratul; Wahyuningsih, Utami
Jurnal Gizi dan Dietetik Indonesia (Indonesian Journal of Nutrition and Dietetics) VOLUME 13 ISSUE 2, 2025
Publisher : Alma Ata University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/ijnd.2025.13(2).132-139

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang: Remaja merupakan kelompok usia dengan kebutuhan gizi yang tinggi untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangannya. Menurut Kementerian Kesehatan saat ini remaja tengah mengalami triple burden of malnutrition. Permasalahan gizi yang terjadi saat remaja dapat berdampak negatif dan terbawa hingga dewasa. Asupan gizi yang tidak seimbang serta kualitas diet yang rendah menjadi salah satu penyebab permasalahan gizi yang dialami remaja.Tujuan: Menganalisis kualitas diet remaja pada SMA Yadika 12 Depok menggunakan Diet Quality Indeks for Adolescents (DQI-A).Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain studi cross sectional. Penelitian dilakukan di SMA Yadika 12 Depok dengan subjek sebanyak 108 siswa berusia 16-18 tahun. Pengambilan data dilakukan pada Februari 2024. Data kualitas diet didapatkan dari konversi form food recall 2x24 jam akhir pekan dan hari kerja dengan Diet Quality Indeks for Adolescents (DQI-A) yang telah dimodifikasi berdasarkan Pedoman Gizi Seimbang 2014. Data yang telah terkumpul di analisis menggunakan uji Mann-Whitney.Hasil: Rata rata skor DQ adalah 7,55%, skor DD adalah 63,89%, dan skor DE adalah 26,91% dan skor kualitas diet (DQI-A) adalah 32,76%. Nilai terendah 13,38% dan tertinggi 58,72%. Berdasarkan nilai rata rata diketahui bahwa 54 responden (50%) memiliki kualitas diet kurang dan 54 responden (50%) memiliki kualitas diet baik. Hasil uji mann-whitney antara kualitas diet akhir pekan dan hari kerja responden (p= >0,05).Kesimpulan: Rata rata kualitas diet responden 32,76%. Tidak terdapat perbedaan kualitas diet remaja pada akhir pekan dan hari kerja. Skor DQ menjadi yang teredah sehingga perlu adanya perhatian lebih terhadap komponen tersebut, dapat dengan melakukan penyuluhan berkala terkait faktor dan dampak dari rendahnya kualitas diet. KATA KUNCI: kualitas diet; diet quality index for adolescents; kualitas pangan; keberagaman pangan; keseimbangan pangan  ABSTRACTBackground: Adolescents have high nutritional needs to support their growth and development. According to the Indonesian Ministry of Health, adolescents are currently experiencing a triple burden of malnutrition. Nutritional problems during adolescence can have negative impacts and persist in adulthood. Unbalanced dietary intake and low diet quality are key contributors to these nutritional issues in adolescents.Objectives: To analyze the diet quality of adolescents at SMA Yadika 12 Depok using the Diet Quality Index for Adolescents (DQI-A).Methods: This study is quantitative research with a cross-sectional design. The research was conducted at SMA Yadika 12 Depok with 108 subjects aged 16-18. Data collection took place in February 2024. Diet quality data were obtained by converting food recall forms (2x24 hours) for weekends and weekdays using the Diet Quality Index for Adolescents (DQI-A) based on the 2014 Indonesian Balanced Nutrition Guidelines. The collected data is analyzed using the Mann-Whitney test.Results: The average DQ score was 7.55%, the DD score was 63.89%, the DE score was 26.91%, and the overall diet quality score (DQI-A) was 32.76%. The lowest score was 13.38% and the highest was 58.72%. Based on the average values, 54 respondents (50%) had poor diet quality and 54 respondents (50%) had good diet quality. The Mann-Whitney test showed no significant difference in diet quality between weekends and weekdays (p > 0.05).Conclusions: The average diet quality of respondents is 32.76%. There is no difference in adolescent diet quality between weekends and weekdays. The DQ score was the lowest, indicating a need for greater attention to this component, potentially through regular counseling on the factors and impacts of poor diet quality. KEYWORD: diet quality; diet quality index for adolescents; dietary quality; dietary diversity; dietary equilibrium Received: 14 Jan 2025; Revised: 30 Dec 2024; Accepted: 26 Jan 2025; Available online: 30 Mar 2025; Published: 30 Mar 2025
PENGOLAHAN SAMPAH ORGANIK SECARA BERKELANJUTAN MELALUI PEMANFAATAN MAGGOT (BLACK SOLDIER FLY) Ilmi, Ibnu Malkan Bakhrul; Marjan, Avliya Quratul; Utami, Kery; Anwar, Khoirul
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 6 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i6.35833

Abstract

Abstrak: Pengelolaan sampah organik masih menjadi tantangan lingkungan yang signifikan, terutama di tengah kondisi Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) yang telah melampaui kapasitas seperti TPA Cipayung Depok. Kegiatan ini bertujuan mendampingi komunitas dalam mengolah sampah sisa makanan dari rumah tangga dan dapur makanan bergizi gratis (MBG) secara berkelanjutan melalui pemanfaatan maggot (Black Soldier Fly/BSF). Pendampingan dilakukan melalui pelatihan langsung (ceramah dan praktik) budidaya maggot dan penyediaan fasilitas penunjang. Program ini merupakan kolaborasi lintas sektor yang melibatkan pemerintah daerah, akademisi, dan pengurus program lingkungan di tingkat komunitas (mitra sasaran) yang beranggotakan 25 warga. Evaluasi dilakukan dengan penimbangan sampah harian dan maggot hasil panen, serta observasi secara langsung dan laporan grup whatsapp (daring), dengan analisis data deskriptif yang berfokus pada volume sampah dan dampak sosial ekonomi. Hasilnya, tim mitra sasaran mampu mengolah 200-300 kg sampah makanan per hari dan menjual minimal 75 kg maggot per bulan. Program ini juga mencakup hilirisasi maggot menjadi pakan pelet ikan secara mandiri. Program ini membuktikan efektivitas metode biokonversi maggot dalam mengurangi volume sampah dan memberikan nilai tambah ekonomi yang berkelanjutan bagi komunitas.Abstract: Organic waste management remains a significant environmental challenge, particularly with Final Processing Sites (TPA) exceeding capacity, such as the Cipayung Depok Landfill. This activity aims to assist communities in processing food waste from households and nutrition meals program kitchen sustainably through the use of maggots (Black Soldier Fly/BSF). The assistance is provided through direct training (lectures and practice) on maggot cultivation and the provision of supporting facilities. This program is a cross-sector collaboration involving local government, academics, and environmental program administrators at the community level (target partners) with 25 members. Evaluation is carried out through daily weighing of waste and harvested maggots, as well as direct observation and online WhatsApp group reports, with descriptive data analysis focusing on waste volume and socio-economic impacts. As a result, the target partner team is able to process 200-300 kg of food waste per day and sell a minimum of 75 kg of maggots per month. This program also includes independent downstream processing of maggots into fish pellet feed. This program demonstrates the effectiveness of the maggot bioconversion method in reducing waste volume and providing sustainable economic added value to the community.
Model Pemberdayaan Kelompok Wanita Tani di Kedaung Depok Sebagai Daerah Urban Melalui Kampung Caraka Ibnu Malkan Bakhrul Ilmi; Avliya Quratul Marjan; Kery Utami; Khoirul Anwar
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.52450

Abstract

Kegiatan urban farming menjadi solusi strategis untuk menghadapi tantangan ketahanan pangan di daerah perkotaan. Kelompok Wanita Tani (KWT) memegang peran sentral sebagai aktor utama, seperti yang diimplementasikan oleh KWT Asri di Kelurahan Kedaung, Kecamatan Sawangan, Kota Depok, yang merupakan wilayah dengan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di bawah rata-rata kota. KWT Asri merupakan bagian dari inisiatif Pemerintah Kota Depok, yaitu program Kampung Cerdas Ramah Keluarga (CARAKA) yang mengintegrasikan berbagai permasalahan, termasuk Pekarangan Pangan Lestari (P2L). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis model pemberdayaan KWT Asri dalam pemenuhan kebutuhan pangan lokal. Riset ini mengadopsi pendekatan kualitatif melalui studi lapangan dengan teknik pengumpulan data triangulasi: wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Analisis menggunakan model CIPOO (Content, Input, Process, Output, dan Outcome). Hasilnya menunjukkan bahwa proses pemberdayaan KWT Asri melibatkan kolaborasi antara Kelurahan Kedaung, Mitra Perguruan Tinggi (UPN Veteran Jakarta dan Universitas Sahid Jakarta), dan anggota KWT sendiri. Input mencakup penyediaan sarana dan prasarana (lahan, rumah pembibitan, kolam ikan, benih), serta pelatihan P2L dan pembuatan pupuk organik. Output yang dihasilkan beragam, seperti kangkung (50 ikat), bayam (15 ikat), terong (12 kg), timun suri (15,2 kg), kacang panjang (75 ikat), cabai (15 kg), dan pepaya (10 kg). Outcome utama kegiatan ini adalah pendistribusian sebagian besar hasil panen kepada keluarga yang memiliki bayi dan balita, sebagai upaya nyata intervensi gizi dan pencegahan stunting. Hasil panen sisanya dijual untuk modal kerja KWT. Dengan demikian, model pemberdayaan ini berhasil meningkatkan ketahanan pangan lokal, ketersediaan pangan segar, dan menciptakan model ekonomi sirkular berbasis komunitas di wilayah urban.
Evolusi Kebijakan Gizi dalam Manajemen Bencana, Studi Kasus Gempa Cianjur Yessi Crosita Octaria; Ibnu Malkan Bakhrul Ilmi; Iin Fatmawati; Nanang Nasrulah; Nur Intania Sofianita; Avliya Quratul Marjan
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.53802

Abstract

Latar Belakang: Integrasi layanan gizi dalam manajemen bencana merupakan komponen penting untuk mencegah peningkatan malnutrisi pada kelompok rentan. Namun di Indonesia, integrasi Nutrition in Emergency (NiE) dalam kebijakan daerah belum optimal. Gempa bumi Cianjur 2022 memberikan konteks penting untuk memberikan gambaran sejauh mana kebijakan terkait bencana di daerah telah mengakomodasi aspek gizi. Metode: Analisis konten dilakukan terhadap 4.816 dokumen Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum (JDIH) Kabupaten Cianjur (2022–2023). Seleksi bertahap menghasilkan 15 dokumen yang relevan. Analisis isi menggunakan lima domain: struktur kelembagaan, mandat fungsi, panduan operasional, integrasi gizi, dan pembiayaan. Data diperkuat dengan temuan lapangan dan wawancara pemangku kepentingan terkait respons gizi pasca-gempa. Hasil: Analisa dokumen menemukan bahwa meskipun terjadi penguatan struktur kelembagaan bencana, tidak ada regulasi yang secara eksplisit mengatur layanan gizi darurat, termasuk Pemberian Makan Bayi dan Anak (PMBA) dalam situasi bencana, maupun manajemen wasting. Dokumen tanggap darurat mengatur logistik dan komando, tetapi tidak memuat standar pelayanan gizi minimum. Implementasi gizi di lapangan berlangsung secara ad-hoc dan bergantung pada inisiatif tenaga kesehatan, bukan sebagai mandat kebijakan formal. Kesimpulan: Evolusi kebijakan kebencanaan di Cianjur belum mengintegrasikan NiE secara sistematis. Diperlukan peraturan daerah yang menetapkan layanan gizi darurat, struktur koordinasi, panduan operasional, dan pembiayaan untuk meningkatkan kesiapsiagaan gizi pada bencana mendatang
Kualitas Diet sebagai Faktor Penentu Status Gizi pada Remaja di SMAN 2 Bogor: Diet Quality as a Key Determinant of Adolescents Nutritional Status at SMAN 2 Bogor Putri, Nabila Alifia; Marjan, Avliya Quratul; Imrar, Iin Fatmawati
Amerta Nutrition Vol. 9 No. 1SP (2025): AMERTA NUTRITION SUPPLEMENTARY EDITION Special 5th Amerta Nutrition Conferenc
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/amnt.v9i1SP.2025.1-7

Abstract

Background: One of the causes of nutritional problems in adolescents is an imbalance in food intake, which can be evaluated by diet quality. Objectives: This study aims to assess the quality of diet as one of the important determinants associated with the nutritional status of adolescents at SMAN 2 Bogor. Methods: This study employed an analytical observational cross-sectional design involving 103 students aged 16-18 years. Dietary quality was assessed using a 2×24-Hour Food Recall and analyzed with the Diet Quality Index for Adolescents (DQI-A), modified based on the 2014 Balanced Nutrition Guidelines. Bivariate analysis employed the Spearman test, and differences in diet quality scores were examined using the Mann-Whitney test. Results: Diet Quality Index (DQI) results indicate that 50.5% of respondents had good dietary quality. The average dietary quality score of the respondents was 37.5%, with a score range of 9.86% to 66.36%. Several respondents exhibited poor diet quality due to high-energy, low-nutrient food intake. Most respondents consumed 4-5 of the 7 recommended food groups and less than the recommended portion sizes. No significant difference was found between diet quality on school days and weekends (p-value>0.05). Diet quality was significantly associated with adolescents' nutritional status at SMAN 2 Bogor with p-value<0.001. Conclusions: This study demonstrates that diet quality is a crucial factor in determining the nutritional status of adolescents. Adolescents should prioritise the quality of their diet in terms of food quality, diversity, and balance.
Risk Factor Analysis for Stroke Incidence in North Sulawesi: Based on the 2018 Indonesia Basic Health Research Lia Mulyani; Avliya Quratul Marjan; Firlia Ayu Arini; Yessi Crosita Octaria
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 15 No. 1 (2024): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (JIKM)
Publisher : Faculty of Public Health, Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26553/jikm.2024.15.1.70-84

Abstract

Stroke is a serious public health issue and the main cause of disability and death after ischemic heart disease. Every year, 12.2 million individuals worldwide suffer from a stroke, which results in 6.5 million deaths. There has been an increasing incidence of stroke in Indonesia, including in North Sulawesi. This study aims to examine the risk factors for stroke incidence in North Sulawesi in a population aged ≥35 years based on the 2018 Indonesia Basic Health Research data. This quantitative research was an analytical observational study with a cross-sectional design. The Chi-square test and multiple logistic regression were performed during data analysis involving 7,111 respondents. The multivariate analysis results showed that hypertension (p=0.000; AOR 8.739; 95% CI 5.758-13.263), physical activity (p=0.000; AOR 2.771; 95% CI 1.944-3.948), gender (p=0.000; AOR 2.047; 95% CI 1.388-3.017), heart disease (p=0.015; AOR 1.919; 95% CI 1.133-3.250), age (p=0.008; AOR 1.669; 95% CI 1.144-2.434), occupation (p=0.008; AOR 1.693; 95% CI 1.145-2.504), and fatty foods consumption (p=0.023; AOR 0.603; 95% CI 0.390-0.932) had a significant correlation with stroke incidence in this study. The main finding of this study shows that hypertension is the most influential risk factor for stroke incidence in a population aged ≥35 years in North Sulawesi. Regular blood pressure screenings are needed as an early hypertension detection effort to prevent stroke incidence.
EDUKASI PROBIOTIK DAN PEMANFAATAN KOMBUCHA SEBAGAI UPAYA PEMBERDAYAAN KELOMPOK WANITA TANI DAN WARGA KELURAHAN KEDAUNG Marjan, Avliya Quratul; Ilmi, Ibnu Malkan Bakhrul; Anwar, Khoirul; Widisantosa, Andrian Maulana Sungsang; Hoeda, Shofeea Aqeela; Mardiyah, Putri
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 2 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i2.37411

Abstract

Abstrak: (1) Probiotik merupakan mikroorganisme menguntungkan yang berperan dalam menjaga keseimbangan mikroflora usus, meningkatkan imunitas, serta mendukung metabolisme tubuh. salah satu upaya untuk mencegah terjadinya diabetes melitus adalah melalui konsumsi probiotik melalui pemanfaatan minuman fermentasi kombucha. Kota Depok menjadi wilayah sasaran karena angka diabetes melitus masih cukup tinggi. (2) Untuk meningkatkan pengetahuan kelompok wanita tani (KWT) dan warga Kelurahan Kedaung mengenai probiotik dan pemanfaatan kombucha melalui edukasi dan praktik sederhana. (3) Kegiatan dilakukan dengan ceramah dan praktik pembuatan kombucha pada anggota Kelompok Wanita Tani dan warga. Sebanyak 16 peserta mengikuti pre-test dan post-test (4) Terdapat peningkatan skor pengetahuan dari 71,25 menjadi 78,75. Mayoritas responden (62,5%) mengalami peningkatan pengetahuan. Sehingga edukasi probiotik dan pelatihan pembuatan kombucha efektif meningkatkan pengetahuan peserta serta mendukung pemanfaatan minuman fermentasi sebagai upaya pencegahan diabetesAbstract: (1) Probiotics are beneficial microorganisms that maintaining intestinal microflora balance, boosting immunity, and supporting the body's metabolism. one of the ways to prevent diabetes mellitus is through the consumption of probiotics by utilizing kombucha fermented drinks. Kedaung, Depok City, is the target area because the rate of diabetes mellitus is still quite high. (2) To increase the knowledge of the women farmers group (KWT) and residents of Kedaung Village about probiotics and the use of kombucha through education and simple practices. (3) The activity was conducted through lectures and kombucha-making practices for members of the KWT and residents of Kedaung. A total of 16 participants took the pre-test and post-test. (4) There was an increase in knowledge scores from 71.25 to 78.75. The majority of respondents (62.5%) experienced an increase in knowledge. Thus, probiotic education and kombucha-making training effectively increased participants' knowledge and supported the use of fermented beverages as a diabetes prevention measure.
Co-Authors A'immatul Fauziyah Adinda Maharani Aisyah, Yonita Laty Alvia, Ovie Rifdha Al’zazilla, Sarah Amelia Luthfiyah Mulyadewi Antania Hermada Aprilia Anugerah, Yehezkiel Firman Arief Wahyudi Jadmiko Arini, Firlia Ayu Arrahman, Risma Fitri Ayu Atikah Ulfa Avrilian, Putri Aria Ayu Made Adyani, Sang Azmi, Haikal Rizky Azwar Azwar A’immatul Fauziyah Bahrul Ilmi, Ibnu Malkan Baskara, Shelfia Chakarita Bintang Fachri Elnady Bunga, Bunga Chika Nur Fikriana Darmuin, Darmuin Dina Setya Rahmah Kelrey Dina Sugiyanti, Dina Dwi Cahya Rahmadiyah Ega Anggie Pratama Erna Harfiani Fatmawati, Iin Firlia Ayu Arini Ganar Rajni Fathariq Gita Suryani Habieb, Salsabila Firdausiyah Nur Hafizs Nasirun Hardiansyah, Angga Hidayat, Zahra Fadhlina Hidayat, Zahra Fadhlina Hilmy Mumtaz Hoeda, Shofeea Aqeela Ikeu Ekayanti Ilmi, Ibnu Malkan Bakhrul Inas Shabrina, Wemona Obelia Indra Kusuma Ismu Wahid Ramadhani Kadek Ayu Dessyana Kamila, Cahya Karamoy, Fernando Gabriel Karmila, Nisa Khairunnisa, Najwa Khodijah Khodijah Khoirul Anwar Khoirul Anwar Kineisha, Phoebe Laila, Indah Mutiara Sab'a Laksita Barbara Lende, Lizbeth Maureen Regina Lia Mulyani Lia Mulyani, Lia Luailiya, Nikmatul M. Abdul Hamid Zubair1 Maharani, Adinda Mardiyah, Putri Mega Hasanul Huda Muhajirin, Rahmah Nadea Fitriyani Muhammad Abhista Hakim Muhammad Nur Hasan Syah Naila Maziya Labiba Nanang Nasrulah Nasrulloh, Nanang Naufal, Fandra Raditya Nazhira, Fidyatul Nisa, Tessa Chairun Noor, Sutamara Lasurdi Noviana, Virnanda Rahma Nur Hayati Nur Intania Sofianita Nurbaiti, Krisanti Nurul Mustika Octaria, Yessi Crosita Puspareni, Luh Desi Putri Ramadhani, Syafhara Putri, Destianti Ardyana Putri, Devia Amanda Putri, Nabila Alifia Putri, Salsabila Athirah Rachmi, Rizkia Radiansyah Badrani Nursalam Rahma, Farah Fitri Rahmah Nadea Fitriyani Muhajirin Ralitsa Putri Alfasari Ramadenadia, Tarysa Ramadenadia, Tarysa Rica Ervienia Sukianto Risa Kusuma Anggraeni Ruri Firliani Darmadi Salsabila Firdausiyah Nur Habieb Sintha Fransiske Simanungkalit Siska Fransiske Simanungkalit Soe, Le Thandar Sri Anna Marliyati Sufyan, Dian Luthfiana Sufyan, Dian Luthfiana Suryani, Gita TATI NURHAYATI Taufik Maryusman Tessa Chairun Nisa Tri Irawati, Tri Ulfa, Atikah Utami Wahyuningsih Utami Wahyuningsih Utami, Kery Wahyudi Jadmiko, Arief Wahyudi, Chandra Tri Wahyuningsih, Utami Widisantosa, Andrian Maulana Sungsang Wirayudha, Gibran Yasmin, Salwa