Claim Missing Document
Check
Articles

Model Pemberdayaan Kelompok Wanita Tani di Kedaung Depok Sebagai Daerah Urban Melalui Kampung Caraka Ibnu Malkan Bakhrul Ilmi; Avliya Quratul Marjan; Kery Utami; Khoirul Anwar
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.52450

Abstract

Kegiatan urban farming menjadi solusi strategis untuk menghadapi tantangan ketahanan pangan di daerah perkotaan. Kelompok Wanita Tani (KWT) memegang peran sentral sebagai aktor utama, seperti yang diimplementasikan oleh KWT Asri di Kelurahan Kedaung, Kecamatan Sawangan, Kota Depok, yang merupakan wilayah dengan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di bawah rata-rata kota. KWT Asri merupakan bagian dari inisiatif Pemerintah Kota Depok, yaitu program Kampung Cerdas Ramah Keluarga (CARAKA) yang mengintegrasikan berbagai permasalahan, termasuk Pekarangan Pangan Lestari (P2L). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis model pemberdayaan KWT Asri dalam pemenuhan kebutuhan pangan lokal. Riset ini mengadopsi pendekatan kualitatif melalui studi lapangan dengan teknik pengumpulan data triangulasi: wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Analisis menggunakan model CIPOO (Content, Input, Process, Output, dan Outcome). Hasilnya menunjukkan bahwa proses pemberdayaan KWT Asri melibatkan kolaborasi antara Kelurahan Kedaung, Mitra Perguruan Tinggi (UPN Veteran Jakarta dan Universitas Sahid Jakarta), dan anggota KWT sendiri. Input mencakup penyediaan sarana dan prasarana (lahan, rumah pembibitan, kolam ikan, benih), serta pelatihan P2L dan pembuatan pupuk organik. Output yang dihasilkan beragam, seperti kangkung (50 ikat), bayam (15 ikat), terong (12 kg), timun suri (15,2 kg), kacang panjang (75 ikat), cabai (15 kg), dan pepaya (10 kg). Outcome utama kegiatan ini adalah pendistribusian sebagian besar hasil panen kepada keluarga yang memiliki bayi dan balita, sebagai upaya nyata intervensi gizi dan pencegahan stunting. Hasil panen sisanya dijual untuk modal kerja KWT. Dengan demikian, model pemberdayaan ini berhasil meningkatkan ketahanan pangan lokal, ketersediaan pangan segar, dan menciptakan model ekonomi sirkular berbasis komunitas di wilayah urban.
Evolusi Kebijakan Gizi dalam Manajemen Bencana, Studi Kasus Gempa Cianjur Yessi Crosita Octaria; Ibnu Malkan Bakhrul Ilmi; Iin Fatmawati; Nanang Nasrulah; Nur Intania Sofianita; Avliya Quratul Marjan
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.53802

Abstract

Latar Belakang: Integrasi layanan gizi dalam manajemen bencana merupakan komponen penting untuk mencegah peningkatan malnutrisi pada kelompok rentan. Namun di Indonesia, integrasi Nutrition in Emergency (NiE) dalam kebijakan daerah belum optimal. Gempa bumi Cianjur 2022 memberikan konteks penting untuk memberikan gambaran sejauh mana kebijakan terkait bencana di daerah telah mengakomodasi aspek gizi. Metode: Analisis konten dilakukan terhadap 4.816 dokumen Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum (JDIH) Kabupaten Cianjur (2022–2023). Seleksi bertahap menghasilkan 15 dokumen yang relevan. Analisis isi menggunakan lima domain: struktur kelembagaan, mandat fungsi, panduan operasional, integrasi gizi, dan pembiayaan. Data diperkuat dengan temuan lapangan dan wawancara pemangku kepentingan terkait respons gizi pasca-gempa. Hasil: Analisa dokumen menemukan bahwa meskipun terjadi penguatan struktur kelembagaan bencana, tidak ada regulasi yang secara eksplisit mengatur layanan gizi darurat, termasuk Pemberian Makan Bayi dan Anak (PMBA) dalam situasi bencana, maupun manajemen wasting. Dokumen tanggap darurat mengatur logistik dan komando, tetapi tidak memuat standar pelayanan gizi minimum. Implementasi gizi di lapangan berlangsung secara ad-hoc dan bergantung pada inisiatif tenaga kesehatan, bukan sebagai mandat kebijakan formal. Kesimpulan: Evolusi kebijakan kebencanaan di Cianjur belum mengintegrasikan NiE secara sistematis. Diperlukan peraturan daerah yang menetapkan layanan gizi darurat, struktur koordinasi, panduan operasional, dan pembiayaan untuk meningkatkan kesiapsiagaan gizi pada bencana mendatang
Potensi Kefir Susu Kambing dengan Penambahan Madu Randu dalam Mencegah Stress Oksidatif pada Tikus Diabetes : Potential of Randu Honey Kefir to Prevent Oxidative Stress in Diabetic Rats Ilmi, Ibnu Malkan Bakhrul; Marjan, Avliya Quratul; Harfiani, Erna; Kusuma, Indra; Wahyuningsih, Utami; Fikriana, Chika Nur; Mulyadewi, Amelia Luthfiyah
Amerta Nutrition Vol. 9 No. 1SP (2025): AMERTA NUTRITION SUPPLEMENTARY EDITION Special 5th Amerta Nutrition Conferenc
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/amnt.v9i1SP.2025.31-40

Abstract

Background: More than 90% of adults with type 2 diabetes are overweight or obese. This condition is known to increase oxidative stress, which contributes to cellular damage and disease complications. As a functional food, kefir has long been recognized for its various health benefits, including anti-inflammatory, antioxidant, and antidiabetic properties. Objectives: This study aimed to analyze the potential of randu honey kefir in preventing oxidative stress in diabetic rats. Methods: This study employed a randomized block design with a 21-day intervention period. A total of 42 male Sprague Dawley rats aged 6–8 weeks were divided into six groups: KS (standard), KN (negative control), K1 (quercetin), K2 (metformin), P1 (randu honey kefir 1.8 mL/200g BW), and P2 (preventive group). Diabetes was induced using streptozotocin at 40 mg/kgBW combined with a high-fat diet. Malondialdehyde (MDA) levels were analyzed using spectrophotometry, while interleukin-6 (IL-6) and tumor necrosis factor-alpha (TNF-α) levels were measured using ELISA kits. Results: Significant differences (p-value<0.05) were observed in MDA, TNF-α, and IL-6 levels between the P1 and P2 groups compared with the KN group. Randu honey kefir groups showed mean oxidative stress marker levels comparable to those of quercetin and metformin treatments, including MDA (P1: 32.9 ± 29.35 nmol/mL; P2: 23.77 ± 11.63 nmol/mL), TNF-α (P1: 45.37 ± 31.25 pg/mL; P2: 37.81 ± 27.00 pg/mL), and IL-6 (P1: 64.81 ± 21.35 pg/mL; P2: 59.23 ± 14.95 pg/mL). Conclusions: Randu honey kefir intervention demonstrates potential in suppressing oxidative stress in diabetic rats.
Kualitas Diet sebagai Faktor Penentu Status Gizi pada Remaja di SMAN 2 Bogor: Diet Quality as a Key Determinant of Adolescents Nutritional Status at SMAN 2 Bogor Putri, Nabila Alifia; Marjan, Avliya Quratul; Imrar, Iin Fatmawati
Amerta Nutrition Vol. 9 No. 1SP (2025): AMERTA NUTRITION SUPPLEMENTARY EDITION Special 5th Amerta Nutrition Conferenc
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/amnt.v9i1SP.2025.1-7

Abstract

Background: One of the causes of nutritional problems in adolescents is an imbalance in food intake, which can be evaluated by diet quality. Objectives: This study aims to assess the quality of diet as one of the important determinants associated with the nutritional status of adolescents at SMAN 2 Bogor. Methods: This study employed an analytical observational cross-sectional design involving 103 students aged 16-18 years. Dietary quality was assessed using a 2×24-Hour Food Recall and analyzed with the Diet Quality Index for Adolescents (DQI-A), modified based on the 2014 Balanced Nutrition Guidelines. Bivariate analysis employed the Spearman test, and differences in diet quality scores were examined using the Mann-Whitney test. Results: Diet Quality Index (DQI) results indicate that 50.5% of respondents had good dietary quality. The average dietary quality score of the respondents was 37.5%, with a score range of 9.86% to 66.36%. Several respondents exhibited poor diet quality due to high-energy, low-nutrient food intake. Most respondents consumed 4-5 of the 7 recommended food groups and less than the recommended portion sizes. No significant difference was found between diet quality on school days and weekends (p-value>0.05). Diet quality was significantly associated with adolescents' nutritional status at SMAN 2 Bogor with p-value<0.001. Conclusions: This study demonstrates that diet quality is a crucial factor in determining the nutritional status of adolescents. Adolescents should prioritise the quality of their diet in terms of food quality, diversity, and balance.
Co-Authors A'immatul Fauziyah Adinda Maharani Aisyah, Yonita Laty Alvia, Ovie Rifdha Anggraeni, Risa Kusuma Antania Hermada Aprilia Arief Wahyudi Jadmiko Arrahman, Risma Fitri Ayu Atikah Ulfa Avrilian, Putri Aria Azmi, Haikal Rizky A’immatul Fauziyah Bahrul Ilmi, Ibnu Malkan Baskara, Shelfia Chakarita Bunga, Bunga Darmadi, Ruri Firliani Darmuin, Darmuin Dina Sugiyanti, Dina Erna Harfiani Fatmawati, Iin Fikriana, Chika Nur Firlia Ayu Arini Gita Suryani Habieb, Salsabila Firdausiyah Nur Hardiansyah, Angga Hidayat, Zahra Fadhlina Ikeu Ekayanti Ilmi, Ibnu Malkan Bakhrul Indra Kusuma Ismu Wahid Ramadhani Kadek Ayu Dessyana Karamoy, Fernando Gabriel Karmila, Nisa Khairunnisa, Najwa Khodijah Khodijah Khoirul Anwar Khoirul Anwar Kineisha, Phoebe Laila, Indah Mutiara Sab'a Lende, Lizbeth Maureen Regina Lia Mulyani, Lia Luailiya, Nikmatul Maharani, Adinda Muhajirin, Rahmah Nadea Fitriyani Mulyadewi, Amelia Luthfiyah Naila Maziya Labiba Nanang Nasrulah Nasrulloh, Nanang Naufal, Fandra Raditya Nazhira, Fidyatul Nisa, Tessa Chairun Noor, Sutamara Lasurdi Noviana, Virnanda Rahma Nur Hayati Nur Intania Sofianita Nurbaiti, Krisanti Nurul Mustika Octaria, Yessi Crosita Puspareni, Luh Desi Putri, Destianti Ardyana Putri, Devia Amanda Putri, Nabila Alifia Putri, Salsabila Athirah Rachmi, Rizkia Radiansyah Badrani Nursalam Rahma, Farah Fitri Rahmah Nadea Fitriyani Muhajirin Ramadenadia, Tarysa Rica Ervienia Sukianto Salsabila Firdausiyah Nur Habieb Sintha Fransiske Simanungkalit Soe, Le Thandar Sri Anna Marliyati Sufyan, Dian Luthfiana Suryani, Gita Syah, Muh Nur Hasan TATI NURHAYATI Taufik Maryusman Tessa Chairun Nisa Tri Irawati, Tri Ulfa, Atikah Utami Wahyuningsih Utami, Kery Wahyudi, Chandra Tri Wirayudha, Gibran Yasmin, Salwa Yessi Crosita Octaria