Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS PENGARUH CORPORATE GOVERNANCE DAN KARAKTERISTIK PERUSAHAAN TERHADAP TINGKAT PENGUNGKAPAN RISIKO KEUANGAN DALAM INTERIM REPORT Devi Febina Christie; Marsono Marsono
Diponegoro Journal of Accounting Volume 3, Nomor 3, Tahun 2014
Publisher : Diponegoro Journal of Accounting

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aims to get empirical proof about the factors which are influence financial risk disclosure in interim reports of manufacture firms. Corporate characteristic used in this research are board size, board composition, audit committee size, concentration of ownership, profitability, leverage, and financial reporting risk. This research uses purposive sampling to carry out sample selection. There are 105 interim financial reports from manufacture firms which are listed in BEI (Bursa Efek Indonesia) period of June 30 from 2011 until 2013 become the sample in this research. Agency theory and Stakeholder theory are used to explain relationship inter variable. Statistic method that used for examining the hypothesis is multiple regression analysis. The result of this research showed that profitability and leverage degree are positive related significant with corporate risk disclosure. Concentration of ownership is negatively significant with corporate risk disclosure, while board size board composition, audit committee size, and financial reporting risk are not significant with corporate risk disclosure.
DIVERSIFIKASI PERUSAHAAN DAN MANAJEMEN LABA Dewi Lupitasari; Marsono Marsono
Diponegoro Journal of Accounting Volume 2, Nomor 4, Tahun 2013
Publisher : Diponegoro Journal of Accounting

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (130.861 KB)

Abstract

This study examines the association between corporate diversification and earning management.This study making an explicit distinction between operational and geographicdiversification. Based on a sample of 124 mining and banking companies that listed on theIndonesian Stock Exchange in the period 2010-2011, The result of this study indicates thatoperation diversification did not have significant influence to earning management onmining and banking companies. Higher geographic diversification decrease earningmanagement on mining company. The more the banking company has geographicsegments, the higher the company perfoms earning management. Samples were selected bypurposive sampling method and Data were analyzedusing multiple regression analysis model.
ANALISIS FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI INTELLECTUAL CAPITAL DISCLOSURE DAN PENGARUHNYA TERHADAP COST OF EQUITY CAPITAL (Studi Empiris pada Perusahaan Real Estate dan Properti yang Terdaftar di BEI Tahun 2009-2011) Maharani Dian Cempaka; Marsono Marsono
Diponegoro Journal of Accounting Volume 2, Nomor 4, Tahun 2013
Publisher : Diponegoro Journal of Accounting

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (236.556 KB)

Abstract

Intellectual capital becomes an important capital for the company in developing its business. The purposes of this study are to examine the effect of the firm size, leverage, and auditor type on intellectual capital disclosure and examine the effect of intellectual capital disclosure on cost of equity capital. The research used a population of real estate and property listed from BEI. The research used secondary data from annual report of 2009-2011 and IDX Fact book 2010-2012. The analysis method used is multiple linear regression and simple linear regression. The results showed that simultaneously firm size, leverage, and auditor type has significant on intellectual capital disclosure of 30,8%. Individually testing showed firm size has positive effect and significant on intellectual capital disclosure. Leverage and auditor type has no effect on intellectual capital disclosure. Intellectual capital disclosure has a negative effect and significant on cost of equity capital. This proves that large companies tend to have high capital costs can decreased cost of equity capital through increased intellectual capital disclosure.
Pandangan Penutur Bahasa Jawa terhadap Cacar: Kajian Etnolinguistik Ari Wulandari; Marsono Marsono; Suhandono Suhandono
MOZAIK HUMANIORA Vol. 18 No. 1 (2018): MOZAIK HUMANIORA VOL. 18 NO. 1
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (635.453 KB) | DOI: 10.20473/mozaik.v18i1.9883

Abstract

Cacar merupakan salah satu penyakit dalam kehidupan orang Jawa. Cacar dianggap sebagaipenyakit alamiah. Penderita diisolasi selama pengobatan dan diberikan obat-obatan sesuai denganramuan untuk obat cacar. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan klasifikasi penyakit cacar danpengobatan tradisionalnya. Berdasarkan klasifikasi dan pengobatan tradisional terhadap cacar akandiketahui cara pandang orang Jawa. Penelitian ini menggunakan pendekatan etnolinguistik denganrancangan penelitian kualitatif. Istilah cacar yang dibahas sangat tergantung konteks cacar dalambahasa Jawa. Pengumpulan data dengan cara partisipasi observasi dan wawancara. Bahasa Jawamemiliki setidaknya 13 leksikon cacar. Klasifikasi cacar dalam bahasa Jawa terdiri dari level 0 UniqueBeginner, level 1 Life Form, level 2 Generic, level 3 Specific, dan level 4 Varietal. Klasifikasi danpengobatan tradisional cacar oleh orang Jawa berasal dari pemikiran dan pandangannya. Orang Jawamemandang cacar berhubungan dengan kehidupan dan kematian seseorang, menganggap cacarsebagai masalah semua kalangan, nama cacar sesuai dengan cirinya agar mudah diingat, sakit bukanhal yang perlu dikeluhkan, dan setiap penyakit selalu ada obatnya. Hal itu disebabkan oleh karakterorang Jawa yang prêmati „teliti‟, tanggon „teguh‟, wêgig „mampu mengatasi masalah‟, mugên„berkonsentrasi‟, mumpuni „menguasai berbagai hal‟, dan adaptif atau terbuka terhadap hal-hal baru.
IMPLEMANTASI PROYEK OPERASI NASIONAL AGRARIA ( PRONA ) PADA KANTOR BADAN PERTANAHAN NASIONAL KOTA SAMARINDA Marsono Marsono
ADMINISTRASI PUBLIK Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : ADMINISTRASI PUBLIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (81.174 KB)

Abstract

Kantor Pertanahan Kota Samarinda sebagai salah satu Kantor Pertanahan di Provinsi Kalimantan Timur telah melaksanakan penyelesaian Sertifikat Tanah secara masal melalui program Prona, pelaksanaan program melibatkan berbagai pihak yaitu Pemerintah Kota Samarinda, Kantor Pertanahan Kota Samarinda, Camat dan Lurah terkait serta pemilik hak atas tanah sebagai peserta prgram PRONA tersebut dimana banyak permasalan yang dihadapi dalam pelaksanaan.Permasalahan yang dihadapi Kantor Pertanahan Kota Samarinda perlu mendapat solusi karena sukses atau tidaknya program PRONA pada suatu periode akan membawa dampak terhadap pelaksaan kegiatan di Tahun Anggaran berikutnya, sehingga menentukan apakah program PRONA masih akan dilangsungkan atau tidak.Penelitia ini menggunakan jenis metode deskriptif kualitatif yang dimaksudkan mendiskripsikan untuk memperoleh gambaran sejauhmana Proyek Operasi Nasional Agraria dilaksanakan oleh Kantor Pertanahan Kota Samarinda. Dari penelitian ini disimpulkan bahwa pelaksanaan program Prona dilakukan berdasarkan 9 tahap yang telah disusun oleh Kantor Pertanahan Kota Samarinda dari tahap persiapan sampai tahap penyerahan Sertifikat Hak Atas Tanah. Permasalan yang dihadapi Kantor Pertanahan dalam melaksakan program Prona terdiri dari masalah eksternal (dari masyarakat dan instansi terkait) dan Internal (dari kantor Pertanahan Kota Samarinda)
Analysis of 5S Work Culture to Prepare Modeling Design and Building Information Students' Competency in Industry Anita Nastitisari; Yoto Yoto; Marsono Marsono
Belantika Pendidikan Vol 4, No 2 (2021)
Publisher : Kayon Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47213/bp.v4i2.116

Abstract

Vocational High Schools have a great responsibility in preparing a competent, skilled, creative, disciplined, and professional workforce to enter the labor market. Students' abilities can be developed through education and internships, both in the classroom and workplace. Work quality and productivity can be improved by adopting the 5S culture (Seiri, Seiton, Seiso, Seiketsu, and Shitsuke). Students' performance in modeling design and building information (MDBI) competencies will be evaluated in their ability to apply the principles of the 5S work culture in the workplace. The research was conducted at the Department of Housing and Settlement Areas and the construction company CV. Cahaya Mandiri. However, due to a lack of structure and SOPs, implementing the 5S work culture in the two locations was not consistent with the accredited 5S concept. As internship students, they will give the industry the experience of habituation it needs, but this depends on their motivation and discipline.
PROGRAM PENGEMBANGAN KEPROFESIAN BERKELANJUTAN MELALUI PELATIHAN PENULISAN ARIKEL ILMIAH BAGI GURU SMK yoto yoto; marsono marsono; agus suyetno; riana nurmalasari
Jurnal Pengabdian Pendidikan dan Teknologi (JP2T) Vol 2, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um080v2i22021p56-67

Abstract

Menulis karya ilmiah merupakan tugas wajib pengembangan profesi bagi guru dan tenaga kependidikan lain, Hal ini merupakan perwujudan dari upaya peningkatan kualitas pendidikan dan pembelajaran. Bukti tertulis tersebut merupakan syarat mutlak untuk memperoleh angka kredit sebagai penghargaan atas pengembangan profesinya. Meskipun menjadi tugas wajib, tampaknya belum semua guru dapat melakukannya dengan lancar dan baik. Sering tersendatnya kenaikan jabatan/pangkat guru semakin menguatkan fenomena tersebut. Oleh karena itu perlu adanya pelatihan bagi para guru SMK yang mayoritas disibukkan dengan kegiatan praktik di bengkel/laboratorium. Hasil pelatihan penulisan karya ilmiah artikel dalam Jurnal nasional bagi guru di SMKN 3 Boyolangu Tulungagung menunjukkan bahwa pemahaman menulis artikel ilmiah  bagi guru sebelum dilaksanakan pelatihan adalah sebesar 67,21 persen (kategori cukup memahami), setelah dilaksanakan pelatihan pemahaman meningkat menjadi 86,60 persen (kategori sangat memahami). pemahaman menulis artikel ilmiah  bagi guru sebelum dan sesudah pelatihan terdapat kanaikan sebesar 19,39 persen. Diharapkan pasca pelatihan guru mampu menulis artikel hasil penelitian dan artikel non hasil penelitian yang layak dimuat dalam jurnal nasional ber-ISSN.
PENINGKATAN KEMAMPUAN MANAJEMEN BENGKEL BAGI GURU SMK DI KOTA MALANG MELALUI PELATIHAN TATA KELOLA BENGKEL marsono marsono
Jurnal Pengabdian Pendidikan dan Teknologi (JP2T) Vol 1, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (398.671 KB) | DOI: 10.17977/um080v1i12020p29-35

Abstract

Abstrak: Sekolah Menengah Kejuruan  di wilayah Kota Malang, saat ini belum semuanya menerapkan penggunaan sistem tata kelola bengkel yang  terstandar pada kegiatan belajar mengajar. Di sisi lain, bagi yang sudah menerapkan model sistem tata kelola bengkel dalam pembelajaran, masih belum didukung dengan kemampuan dan keterampilan guru dalam penerapan di bengkel/laboratorium SMK.  Tujuan kegiatan ini adalah melakukan identifikasi dan analisis tentang tata kelola bengkel yang ada di bengkel/laboratorium  di SMK, memberikan pelatihan tentang tata kelola bengkel kepada guru  SMK, dan memberikan kemampuan dan  keterampilan tentang tata kelola bengkel  bagi guru pengampu mata pelajaran bidang produktif. Model kegiatan  yang digunakan adalah melalui kegiatan pendidikan dan pelatihan (Diklat).  Adapun metode pembelajaran yang digunakan adalah melalui: ceramah, tanya jawab, diskusi, dan demonstrasi. Peserta pelatihan adalah guru-guru SMKN 11 Kota Malang yang mengampu mata pelajaran bidang produktif. Materi yang diberikan pada kegiatan ini meliputi:  (1) pemahaman   tentang Pencahayaan dan penghawaan pada bengkel, (2) penjelasan penataan lay out mesin/peralatan pada bengkel/laboratorium, (3) penjelasan penataan alat-alat pelindung diri (APD), (4) penjelasan tentang bahan-bahan (kimia) berbahaya di bengkel, dan (5) Penjelasan tentang  keselamatan dan kesehatan kerja di bengkel/laboratorium. Hasil analisis setelah pelatihan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman manajemen bengkel/laboratorium bagi para guru SMK, diharapkan kegiatan pembelajaran dibengkel/laboratorium dapat berjalan lebih baik dan dapat meningkatkan prestasi siswa baik dari dimensi pengetahuan, keterampilan dan sikap untuk menghadapi dunia kerja. Kata kunci: pelatihan, guru, tata kelola, bengkel, SMK 
RINTISAN PENDIRIAN BENGKEL SEPEDA MOTOR BAGI KARANG TARUNA abdul qolik; marsono marsono; yoto yoto; agus suyetno; riana nurmalasari
Jurnal Pengabdian Pendidikan dan Teknologi (JP2T) Vol 2, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um080v2i22021p42-48

Abstract

Semakin banyak masyarakat memiliki sepeda motor, tentu membuka peluang terhadap berbagai usaha khususnya di bidang perbengkelan. Hal ini dikarenakan sepeda motor memerlukan perawatan rutin dan secara berkala. Peluang ini tentu jika dimanfaatkan maka dapat menjadi solusi untuk mengentaskan kemiskinan dan masalah pengangguran khususnya bagi pemuda Desa. Tujuannya Rintisan Pendirian Bengkel Sepeda Motor bagi Karang Taruna Desa Bangoan Kecamatan Kedungwaru Kabupaten Tulungagung adalah memberikan keterampilan dan pemahaman bidang pengelolaan bengkel sepeda motor dan sekaligus memberikan peluang kepada para pemuda karang taruna untuk mengembangkan wirausaha baru untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga dan ekonomi desa. Hasil pendirian bengkel sepeda motor menunjukkan bahwa bengkel dapat berjalan dengan baik dan cukup banyak pelanggan. Hal ini ditunjukkan bahwa setiap hari rata-rata terdapat pelanggan sebanyak (5-8) pelanggan. Kalau  rata-rata setiap kendaraan memberikan pemasukan sebesar Rp. 40.000,- belum termasuk pembelian speare part (suku cadang), maka jika dihitung per hari 6 kendaraan akan mendapatkan keuntungan sebesar = 6 x Rp 40.000,- = Rp 240.000,- belum termasuk keuntungan penjualan suku cadang. Ini menunjukkan bahwa rintisan dari Tim-PKM UM berhasil dalam kegiatan yang dilakukan.
PELATIHAN IMPLEMENTASI CREATIVE WALL CLASS LEARNING (CWCL) SEBAGAI UPAYA PENGEMBANGAN INOVASI PEMBELAJARAN BAGI GURU SMK DI MALANG marsono marsono; yoto yoto; riana nurmalasari
Jurnal Pengabdian Pendidikan dan Teknologi (JP2T) Vol 2, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um080v2i22021p83-89

Abstract

Kebijakan peningkatan mutu pendidikan SMK melalui pemantapan proses belajar mengajar yang inovatif dan kreatif di sekolah telah menjadi komitmen nasional. Beberapa bentuk wujud upaya pelaksanaan kebijakan peningkatan mutu pendidikan SMK antara lain: penyempurnaan kurikulum, silabus, pengadaan sarana dan prasarana, dll.  Tanpa terkecuali pengembangan kemampuan guru dalam menciptakan inovasi pembelajaran. Salah satu aspek dalam inovasi pembelajaran yaitu penggunaan metode pembelajaran yang inovatif dan interaktif. Selanjutnya, salah satu model pembelajaran yang dapat diterapkan dalam pelatihan yaitu creative wall class learning. Creative wall class learning merupakan salah satu inovasi model pembelajaran yang secara konsep menekankan pada kreatifitas siswa untuk menciptakan suasana kelas seperti layaknya pameran karya. Inovasi ini berkaitan erat dengan kemampuan siswa memaksimalkan aspek dalam dirinya untuk mendapatkan pengalaman belajar dengan cara yang menyenangkan. Berdasarkan hasil output SPSS diketahui bahwa diperoleh nilai R 0,851 yang berarti bahwa korelasi antar variabel persepsi dan motivasi guru terhadap inovasi pembelajaran sebesar 0,851. Selanjutnya nilai R2 sebesar 0,725 berarti bahwa presentase sumbangan pengaruh variabel persepsi dan motivasi terhadap inovasi pembelajaran yaitu 72,5 persen sisanya dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak dimasukkan dalam penelitian ini. Nilai signifikansi diperoleh 0,000 yang berarti bahwa kurang dari 0,05 dan ini artinya ada pengaruh secara bersama-sama antara persepsi dan motivasi terhadap inovasi pembelajaran.