Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Humaniora

Morfem Tindakan Bahasa Jawa dalam Perbandingan dengan Bahasa Indonesia dan Bahasa Daerah yang Lain Marsono Marsono
Humaniora Vol 10, No 1 (1998)
Publisher : Faculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1152.933 KB) | DOI: 10.22146/jh.612

Abstract

Keadaan kebahasaan di Indonesia, di samping bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional, terdapat tidak kurang dari 418 bahasa Daerah (Ahmad Banta, 1972:7). Bahasa-bahasa itu serumpun (Kementrian Pengadjaran Pendidikan dan Keboedajaan, 1946:88-102). Dalam bahasa-bahasa itu banyak morfem, leksem, dan kosa kata yang bentuknya mirip atau bahkan sama. Morfem, leksem, dan kosa kata yang mirip atau sama itu, di antaranya ialah morfem, leksem, atau kosa kata yang menyatakan tindakan, keadaan, hal, pelaku, tempat, kala-aspek, dan yang menyatakan bilangan (Marsono, 1989). Seberapa jauh kaitan kemiripan atau kesamaan morfem, leksem, dan kosa kata dalam bahasa-bahasa itu belum banyak diamati oleh para ahli.
FONEM VOKAL BAHASA JAWA KUNA DAN ALOFON-ALOFONNYA Marsono Marsono
Humaniora Vol 11, No 1 (1999)
Publisher : Faculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1240.694 KB) | DOI: 10.22146/jh.625

Abstract

Bahasa Jawa Kuna seperti bahasa yang lain mempunyai sistem bunyi dan fonem sendiri. Fonem vokalnya berjumlah 10 buah, yaitu: A, i, u, u, e, 6, 6, o, a, a/ Kesepu/uh fonem vokal itu dapat berdistribusi pada awal, tengah, dan akhir kata. Alofon sebagai realisasi fonem, perwujudannya ditentukan oleh distribusi lingkungannya. Dalam distribusi suku kata terbuka dengan suku kata tertutup kadangkadang alofonnya sexing tidak sama.
Teori Linguistik Tradisional Jawa dan Masalahnya Marsono Marsono
Humaniora No 8 (1998)
Publisher : Faculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (945.672 KB) | DOI: 10.22146/jh.2065

Abstract

Banyak istilah kebahasaan dalam teori linguistik tradisional behasa Jawa yang jika istilah itu diterapkan untuk menganalisa suatu objek kebahasaan akan menimbulkan banyak permasalahan. Istilah yang merupakan seperangkat teori yang semestinya dapat dipakai untuk menganalisis data bahasa atau dapat diterapkan untuk membantu dalam pengajaran babasa marah menyulitkan bagi pemakainya. lstilah-istilah itu sudah tidak sesuai dengan perkembangan linguistik dewasa ini.Kerangka teori dengan seperangkat istilah-istilahnya akan memberikan arah dalam pelaksanaan penelitian. Teori akanmenentukan suatu hasil penelitian. Dengan teori yangberbeda, hasil penelitian akan berbeda. Dalam banyak buku tata bahasa tradisional bahasa Jawa terdapat istilah morfemisyang bila diterapkan untuk menganalisis kata justru membingungkan dan banyak menimbulkan masalah.