Claim Missing Document
Check
Articles

EFEKTIFITAS KOMUNIKASI TERAPEUTIK PERAWAT TERHADAP TINGKAT KECEMASAN ORANG TUA ANAK PRE OPERASI DI RSUD TUGUREJO SEMARANG Mey Liza, Nunik; Suryani, Maria; Meikawati, Wulandari
Karya Ilmiah S.1 Ilmu Keperawatan Tahun 2014
Publisher : STIKES Telogorejo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecemasan merupakan perasaan takut yang tidak jelas, adanya perasaan gelisah atau kehilangan kendali akibat penilaian subjektif dari komunikasi interpersonal. Untuk dapat menurunkan kecemasan pada pasien preoperasi salah satunya diperlukan komunikasi yang efektif terutama komunikasi terapeutik. Hal ini perlu mendapat perhatian serius dari perawat karena perawat merupakan petugas kesehatan yang terdekat dan terlama dengan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas komunikasi terapeutik terhadap tingkat kecemasan klien. Desain penelitian ini adalah quasi eksperimen. Jumlah sampel 20 orang dengan teknik  pemilihan sampel dengan cara convenience sampling. Data dikumpulkan dari klien dengan menggunakan kuesioner tingkat kecemasan yang diadopsi dari Numerik Rating Scale of Anxiety(NRS-A)..Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 65% responden mengalami skor kecemasan berat (7-9) dan 5% mengalami skor kecemasan panik yaitu 10 sebelum pelaksanaan komunikasi terapeutik. Setelah pelaksanaan komunikasi terapeutik 80% pasien preoperasi tingkat kecemasannya menjadi sedang (4-6) dan hanya 10% yang tingkat kecemasannya masih berat, dan sudah tidak ada yang mengalami tingkat panik. Penelitian ini dengan menggunakan uji statistik Wilcoxon menunjukkan bahwa komunikasi terapeutik mempunyai pengaruh yang signifikan dalam menurunkan kecemasanklien (p < 0,001; α= 0,05). Rekomendasi dari hasil penelitian ini adalah ditujukan pada perawat ruangan agar dapat menerapkan komunikasi terapeutik yang efektif dalam menurunkan kecemasan klien preoperasi.   Kata kunci : Komunikasi terapeutik, Cemas pre operasi
PERBEDAAN TERAPI MUSIK KLASIK DAN MUSIK YANG DISUKAI TERHADAP TEKANAN DARAH PADA PASIEN HIPERTENSI DI RSUD DR. H. SOEWONDO KENDAL Yuli Finasari, Tri; Setyawan, Dody; Meikawati, Wulandari
Karya Ilmiah S.1 Ilmu Keperawatan Tahun 2014
Publisher : STIKES Telogorejo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit kardiovaskuler, khususnya hipertensi adalah penyakit yang disebabkan oleh tekanan darah yang melewati tekanan darah (TD) normal (TD sistolik ≥ 140 mmHg dan TD diastolik ≥ 90 mmHg).Terapi musik adalah salah satu terapi alternatif untuk menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan terapi musik untuk menurunkan tekanan darah pada pasien dengan hipertensi.Penelitian ini menggunakan metode penelitian eksperimen semu (Quasi Experiment) dengan menggunakan rancangan Pretest – Post Test Design.Metode pengambilan sampel dengan menggunakan puposive sampling yang melibatkan 34 responden. Hasil uji perbedaan rerata tekanan sistolik akhir dan tekanan darah diastolik akhir dengan uji Mann Whitney pada terapi musik klasik dan musik yang disukai didapatkan p value 0.014 (<0.05) untuk sitolik dan p value 0.032 (<0.05) untuk diastolik, untuk diastolik, maka Ho ditolak dan Ha diterima yang artinya ada perbedaan penurunan tekanan darah sistolik dan diastolik pada pasien hipertensi, akan tetapi penggunaan terapi musik klasik lebih efektif dalam menurunkan tekanan darah dibandingkan dengan terapi musik yang disukai. Hasil penelitian ini dapat menjadi masukan sebagai terapi alternatif untuk menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi.   Kata kunci: hipertensi, tekanan darah, terapi musik klasik, terapi musik yang disukai
PENGARUH OPERAN DENGAN METODE SBAR TERHADAP PENDOKUMENTASIAN IMPLEMENTASI DAN EVALUASI ASUHAN KEPERAWATANDI RUANG FLAMBOYAN II RSUD KOTA SALATIGA Ayu Lestari, Dilla Fitri; Suryani, Maria; Meikawati, Wulandari
Karya Ilmiah S.1 Ilmu Keperawatan Tahun 2014
Publisher : STIKES Telogorejo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

SBAR merupakan metode komunikasi yang digunakan dalam operan mencakup semua informasi tentang asuhan keperawatan yang diberikan kepada klien dengan menggunakan dokumentasi sebagai sumber informasi. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh operan dengan metode SBAR terhadap pendokumentasian implementasi dan evaluasi asuhan keperawatan. Penelitian ini menggunakan metode quasi experimentalone group pre-post test. Pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan jumlah sampel sebanyak 12 perawat. Uji yang digunakan menggunakan Marginal Homogeneity. Hasil uji menunjukan bahwa tidak ada pengaruh operan dengan metode SBAR terhadap kelengkapan pendokumentasian implementasi asuhan keperawatan(ρ value 1,000), tidak ada pengaruh operan dengan metode SBAR terhadap ketepatan pendokumentasian implementasi asuhan keperawatan (ρ value 0,157), ada pengaruh operan dengan metode SBAR terhadap kelengkapan pendokumentasian evaluasi asuhan keperawatan (ρ value 0,046), dan tidak ada pengaruh operan dengan metode SBAR terhadap ketepatan pendokumentasian evaluasi asuhan keperawatan (ρ value 0,083). Untuk mendukung pencapaian dokumentasi yang baik, operan hendaknya menjadi suatu hal yang diperhatikan karena merupakan komunikasi antar shift yang sangat penting. Kata kunci : operan, SBAR, dokumentasi, implementasi, evaluasi
PERAN FAKTOR LINGKUNGAN FISIK DAN SIKAP KERJA TERHADAP PERUBAHAN TINGKAT KELELAHAN SISWA SD NEGERI SOMPOK IV SEMARANG Nurullita, Ulfa; Meikawati, Wulandari
PROSIDING SEMINAR NASIONAL & INTERNASIONAL 2008: CONTINUING MEDICAL AND HEALTH EDUCATION (CMHE) | Peran Biomolekuler dalam Penegakan Diagnosis
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (74.848 KB)

Abstract

Latar belakang: Tingkat keberhasilan siswa dipengaruhi oleh banyak faktor,  salah satunya adalah tingkat kelelahan. Seseorang yang mengalami kelelahan akan menurun kemampuannya untuk berkonsentrasi sehingga kemampuan menangkap pelajaran juga akan menurun. Faktor yang menyebabkan kelelahan yaitu beban kerja,beban tambahan akibat lingkungan, intensitas dan lama kerja fisik dan mental, keadaan monoton, keadaan psikologis, status gizi, penyakit dan sikap kerja. Metode: Jenis penelitian adalah eksperiment semu dengan rancangan one group pre and post test design. Jumlah sampel 153 siswa (kelas 4-6 program reguler dan akselerasi). Intensitas cahaya diukur dengan luxmeter, intensitas suara dengan soundlevelmeter, suhu/tekanan panas dan kelembaban dengan Questemp 10, ventilasi dengan meteran, beban kerja dengan menghitung denyut nadi, antropometri dengan meteran, kecepatan waktu reaksi diukur sebelum dan sesudah belajar dengan alat Rection Timer 77. Hasil: intensitas kerja/lama waktu belajar ada 2 macam yaitu 5 jam 15 menit dan 2 jam 55 menit. 51 siswa (33,3%) tidak merasakan keluhan kelelahan, terbesar kedua adalah keluhan pegal di tangan yaitu 42 siswa (27,5%). Intensitas cahaya minimum adalah 90,56 lux, maksimum 712,5 lux, ada 4 lokai yang di bawah standar. Untuk waktu kerja 5,5 jam intensitas suaraminimum 79,843 dBA, maksimum 93,768 dBA, ada 4 lokasi yang melebihi NAB. Tekanan panas minimum 32°C , maksimum 39°C, semua lokasi melebihi NAB. Untuk waktu kerja 3 jam intensitas suara minimum 78,64 dBA, maksimum 93,33 dBA, ada 1 lokasi yang melebihi NAB, tekanan panas minimum 31°C , maksimum 38°C, ada 3 lokasiyang melebihi NAB. Kelembaban minimal 38%, maksimal 57%, ada 1 lokasi yang sesuai persyaratan. Semua lokasi belum memenuhi syarat luas ventilasi. Beban kerja sebelum belajar terbesar katagori ringan 122 siswa (79,7%), sesudah belajar terbesar katagori sedang (111 anak=72,6%). Sikap kerja/ukuran antropometri 126 siswa (82,4%) tidaksesuai dengan ukuran alat kerja (meja dan kursi belajar). Sebelum belajar 98 siswa (64,1%) sudah mengalami tingkat kelelahan ringan, sesudah bekerja 129 siswa (84,3%) termasuk katagori ringan. Hasil uji t, nilai p= 0,000, berarti ada perbedaan secara signifikan antara tingkat kelelahan sebelum belajar dan sesudah belajar. Uji RankSpearman terhadap perubahan tingkat kelelahan didapatkan nilai p=0,234 (intensitas pencahayaan), p=0,534 (intensitas suara), p=0,714 (suhu), p=0,058 (kelembaban), p=0,134 (sikap kerja). Simpulan: ada perbedaan tingkat kelelahan antara sebelum dan sesudah bekerja, tidak ada hubungan yang signifikan antara intensitas pencahayaan, intensitas suara, suhu, kelembaban, dan sikap kerja dengan perubahan tingkat kelelahan siswa.
ANALISIS HUBUNGAN LAMANYA DIARE DENGAN TINGKAT DEHIDRASI DAN PENURUNAN BERAT BADAN PADA ANAK BALITA DI RSUD TUGUREJO SEMARANG Gustiana, Diena; M.A, Sri Hartini; Meikawati, Wulandari
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 6, No 2 (2014): Desember 2014
Publisher : Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu penyebab tingginya angka mortalitas dan morbiditas diare karena kurangnya antisipasi dalam penatalaksanaan diare sebelum dehidrasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara lamanya diare dengan tingkat dehidrasi dan penurunan berat badan pada anak balita. Desain penelitian ini adalah Cross sectional dengan jumlah sampel 20 anak balita yang mengalami diare, untuk metode pengumpulan data dengan data primer yaitu lembar observasi dan data sekunder yang didapat dari medical record RSUD. Tugurejo Semarang. Variabel independen pada penelitian ini adalah lamanya diare, sedangkan variabel dependen yaitu tingkat dehidrasi dan penurunan berat badan dengan menggunakan uji Chi Square. Hasil analisis antara lamanya diare dengan tingkat dehidrasi diperoleh balita yang mengalami diare akut dengan tingkat dehidrasi ringan lebih banyak yaitu 14 anak (93.3%), hasil uji statistik diperoleh nilai p = 0,554 yang berarti (p 0,05) maka dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan antara lamanya diare dengan tingkat dehidrasi pada anak balita. Hasil analisis antara lamanya diare dengan penurunan berat badan diperoleh balita yang mengalami diare akut dengan berat badan naik atau tetap lebih banyak yaitu 12 anak (80%), hasil uji statistik diperoleh nilai p = 0,278 yang berarti (p 0,05) maka dapat disimpulkan tidak ada hubungan antara lamanya diare dengan penurunan berat badan pada anak balita.Kata Kunci : Lamanya diare, tingkat dehidrasi, dan penurunan berat badan.
GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN KELUARGA TENTANG SKIZOFRENIA DAN DUKUNGAN KELUARGA PADA KLIEN SKIZOFRENIA DI RUMAH SAKIT JIWA DAERAH DR AMINO GONDOHUTOMO SEMARANG - Muntiaroh; Eny Hidayati; Wulandari Meikawati
PROSIDING SEMINAR NASIONAL & INTERNASIONAL 2013: PROSIDING KONFERENSI NASIONAL PPNI JAWA TENGAH
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (214.257 KB)

Abstract

Keluarga merupakan sistem  pendukung utama yang member perawatan langsung pada setiap keadaan (sehatsakit) klien. Umumnya, keluargameminta tenaga kesehatan jika mereka tidak sanggup merawatnya. Olehkarena itu asuhan keperawatan yang berfokus pada keluarga bukan hanya untuk memulihkan keadaan klien tetapi bertujuan untuk mengembangkan dan meningkatkan kemampuan keluarga dalam mengatasi masalah kesehatan dalam keluarga tersebut. Sampel penelitian ini adalah keluarga klien skizofrenia yang ditetapkan secaracross sectional. Penelitian ini dilaksanakan di rumah sakit jiwa Dr. Amino gondohutomo semarang. Penelitian dilakukan pada tanggal 01-18 juli 2012. Hasil penelitian menunjukan bahwa sebagian besarresponden keluarga skizofrenia sebanyak 40 responden (51,9%) dan sebagian kecil mempunyai pengetahuan yang baik sebanyak 17 responden (22,1%). Hasil penelitian menunjukkan  42 (54,5%) responden memiliki sikap  mendukung dan 35 (45,5%) responden tidak mendukung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besarkeluarga mempunyai pengetahuan yang cukup tentang skizofrenia,walaupun hanya sebatas pengetahuan skizofrenia dalam bahasa keluarga dan penelitian juga menunjukkan bahwa sebagian besar anggota keluarga mendukung klien skizofrenia dalam melakukan pengobatan di rumah sakit jiwa.Kata kunci: tingkat pengetahuan, dukungan keluarga
HUBUNGAN KETAATAN DIET DAN KEBIASAAN OLAHRAGA DENGAN KADAR GULA DARAH PADA PASIEN DIABETES MELLITUS YANG BEROBAT DI PUSKESMAS NGEMBAL KULON KABUPATEN KUDUS - Sugiyarti; Wulandari Meikawati; Trixie Salawati
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Volume 7. No. 1. Tahun 2011
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (127.294 KB) | DOI: 10.26714/jkmi.7.1.2011.%p

Abstract

ABSTRACT Background : Base on the attention of epidemiologi which is applied in Indonesia until now there are 1,5-2,3 % diabetes frequency in 1994. The estimated DM is about 2,5 million people, while in 2000 about 4 million people, From the paient’s visit result in Ngembal Kulon Public Health Centre District of Kudus 2005 DM patient’s are 2,4 % and 3,2 % in 2006. Purpose : To know the correlation between diet obedient and sport habit with paient’s blood sugar rate of diabetes mellitus who take medicine to Ngembal Kulon Public Health Centre District of Kudus. Research Method : The used research type is explanatory research and the research method is survey with interview technique with approach of cross sectional. Sample in this reseach is all DM patient’s (32 people) from January – April 2007 who visit to Ngembal Kulon Public Health Centre. Independent variable is diet obedient and sport habit, dependent variable is DM patient’s blood sugar rate. The used statistical test is chi square to know the correlation of diet obedient and sport habit with DM patient’s blood sugar rate. Result : From 32 respondent got result that the most respondent are discipline to do diet, 30 people (93,8 %) and respondents not discipline are 2 people (6,2 %). Respondent do sport with bad category are 15 people (46,9 %), respondent having bad blood sugar rate are 24 people (75 %) and respondents having medium blood sugar rate are 8 people (25 %). Conclusion : There is no correlation between diet obedient with DM patient’s blood sugar rate ( p = 1,000 < α ). There is correlation between sport habit with DM patient’sblood sugar rate ( p = 0,041 < α ). Keyword : Diet obedient, sport, blood sugar rate of DM patient. ABSTRAK Latar belakang: Diperkirakan jumlah DM pada tahun 1994 sebanyak 2,5 juta orang, sedangkan pada tahun 2000 diperkirakan sebanyak 4 juta orang. Dari hasil rekapitulasi kunjungan pasien di Puskesmas Ngembal Kulon Kabupaten Kudus pada tahun 2005 penderita DM sebesar 2,4 % dan pada tahun 2006 menjadi 3,2 %. Ketaatan bagi penderita diabetes terhadap prinsip gizi, perencanaan makan dan olah raga merupakan komponen utama, keberhasilan pelaksanaan pengobatan bagi penderita diabetes. Tujuan : Mengetahui hubungan antara ketaatan diit dan kebiasaan olah raga dengan kadar gula darah pasien DM yang berobat di Puskesmas Ngembal Kulon Kabupaten Kudus. Metode penelitian : Jenis penelitian yang digunakan adalah explanatory research dan menggunakan metode survey dengan tekhnik wawancara dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini semua penderita DM mulai bulan Januari-April 2007 yang berkunjung ke Puskesmas Ngembal Kulon sebanyak 32 orang.Variabel bebas adalah ketaatan diit dan kebiasaan olah raga, variabel terikat adalah kadar gula darah pasien DM. Uji statistik yang digunakan adalah Uji Chi Square untuk mengetahui hubungan ketaatan diit dan kebiasaan olah raga dengan kadar gula darah pasien DM. Hasil : Dari 32 responden diperoleh hasil bahwa sebagian besar responden taat melakukan diit yaitu 30 orang (93,8 %) dan responden yang tidak taat melakukan diit sebanyak 2 orang (6,2 %), responden yang biasa berolah raga dengan kategori benar sebanyak 17 orang (53,1 %) dan responden yang biasa berolah raga dengan kategori salah sebanyak 15 orang (46,9%), responden yang memiliki kadar gula darah buruk  sebanyak 24 orang (75 %) dan yang memiliki kadar gula darah sedang sebanyak 8 orang (25%). Kesimpulan : Tidak ada hubungan antara ketaatan diit dengan kadar gula darah pasien DM (p= 1,000 < α). Ada hubungan antara kebiasaan olah raga dengan kadar gula darah pasien DM (p= 0,041 < α). Kata kunci : Ketaatan diit, olah raga, kadar gula darah penderita DM
HUBUNGAN PENGETAHUAN TENTANG BAHAYA PESTISIDA, PENDIDIKAN DAN SIKAP DENGAN PRAKTIK PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI (APD) PADA PETANI BAWANG MERAH Wiwi Yuliyana; Wulandari Meikawati
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Volume 10. No. 2. Tahun 2015
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (180.128 KB) | DOI: 10.26714/jkmi.v10i2.2387

Abstract

Background: Pesticides can cause negative or positive to the human health and the environment. The using pesticides will give negative effects to the human health and the environment either directly or indirectly. Red onion farmer is a profession whose high risk the using of pesticides, but most of them are rarely applied self protection. In order to protect human and environment from negative effects, the effort of complete self protection (APD) is very needed. Objective: Know the correlation of knowledge, education, attitude with practice of the use self protection (APD) on onion farmers. Methods: The typeof research used is observational analytic with the approach Cross sectional freevariables is the knowledge about the dangers of pesticides, education, attitude and practice is variable use of self protection (APD). The sample of this research is citizen who worked as farmers with simple random sampling technique with a large sample of 41 respondents. Using the Chi-square analysis. Results: Based on 41 respondents, 24 (58.5%) knowledgeable about the dangers of pesticides. Education respondents, 39 (95.2%) of respondents is low educated. There are 22 respondents (53.7%) does not support the use of the personal protection attitude of complete. The practice of the use self protection (APD), 39 reponden (95,1%) not use of complete self protection (APD). Conclusion: There is no correlation between knowledge about the dangers of pesticides with the practice of the use of personal protection (p=0.512), there is no correlation between education with the practice of the use of personal protection (p=1.000), there is no correlation between attitude with practice of the use of personal protection (p=1.000).
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN ANEMIA IBU HAMIL TRIMESTER III DI PUSKESMAS PUWERI KABUPATEN SUMBA BARAT Erly Rambu Bita Dopi; Wulandari Meikawati; Trixie Salawati
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Volume 8. No. 2. Tahun 2013
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (308.374 KB) | DOI: 10.26714/jkmi.8.2.2013.35-44

Abstract

Latar Belakang : Anemia dalam kehamilan adalah kondisi ibu dengan kadar Hemoglobin (Hb) dalam darah lebih rendah dari 11 gr/dl. Angka anemia dalam kehamilan di Indonesia 63,5 % sedangkan di Kabupaten Sumba Barat anemia dalam kehamilan trimester III tahun 2010 (23,1%). Tujuan : Mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian anemia ibu hamil di Wilayah Puskesmas Puweri. Metode : Jenis penelitian ini deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional menggunakan metode survei melalui wawancara dengan menggunakan kuesioner. Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu hamil trimester III di Wilayah Puskesmas Puweri yang berjumlah 40 orang. Variabel bebas adalah pengetahuan tentang anemia, status gizi, umur, jumlah anak, jarak kehamilan dan variabel terikat kejadian anemia pada ibu hamil. Uji yang digunakan Chi Square. Hasil : Sebagian besar (72,5 %) responden berpengetahuan kurang, sebagian besar (75,0 %) responden termasuk dalam kategori Kurang Energi Kronik (KEK) sebagian besar umur responden masih produktif 77,5 %, sebagian besar responden mempunyai jumlah anak lebih dari empat dan termasuk kategori berisiko 50,0 %, sebagian besar responden memiliki jarak kehamilan yang berisiko 55,0 %. Tidak ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan kejadian anemia dengan nilai P=0,233 (> 0,05). Ada hubungan yang signifikan antara status gizi dengan kejadian anemia diperoleh nilai P = 0,012 (< 0,05). Tidak ada hubungan yang signifikan antar umur ibu hamil dengan kejadian anemia diperoleh nilai P = 0,545 (>0,05). Tidak ada hubungan yang signifikan antara jumlah anak dengan kejadian anemia diperoleh nilai p = 1,000 (> 0,05). Tidak ada hubungan yang signifikan antara jarak kelahiran dengan kejadian anemia diperoleh nilai P = 0,579 (>0,05). Kesimpulan : Ada hubungan antara status gizi dengan kejadian anemia, semakin rendah status gizi semakin tinggi kejadian anemia Kata kunci : Anemia, ibu hamil
PERBEDAAN KADAR TIMBAL (Pb) DI UDARA BADAN JALAN BERDASARKAN KERAPATAN TANAMAN PENGHIJAUAN DAN DENSITAS KENDARAAN BERMOTOR DI KOTA SEMARANG Naim Fachruli; Mifbakhuddin M; Wulandari Meikawati
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Volume 8. No. 1. Tahun 2013
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (444.189 KB) | DOI: 10.26714/jkmi.8.1.2013.18-25

Abstract

Latar Belakang: Timbal (Pb) merupakan salah satu pencemar udara yang bersumber dari buangan asap kendaraan bermotor. Logam ini merupakan sisa sisa pembakaran bahan bakar minyak. Dampak dari pencemaran udara jenis Pb dapat menyebabkan penurunan kualitas udara, yang berdampak negatif terhadap kesehatan manusia. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengurangi polutan lalu lintas terutama oleh emisi asap kendaraan bermotor adalah dengan menggunakan tumbuhan, seperti tanaman peneduh jalan, karena dapat membersihkan lingkungan dari pencemaran dan dapat berfungsi sebagai paru paru kota. Tujuan: Untuk mengetahui perbedaan kadar Pb di udara badan jalan berdasarkan kerapatan tanaman. Metode: Jenis penelitian yang dilakukan adalah explanatory research dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah udara di jalan Kartini dengan kerapatan tanaman peneduh yang tinggi dan jalan Kaligarang yang kerapatan tanaman peneduhnya rendah. Variable bebas: Tingkat kerapatan tanaman, variabel terikat: Kandungan Pb di udara, variabel kontrol: Jumlah kendaraan yang lewat. Analisis data dengan uji t independent. Hasil: Rerata kadar Pb di jalan Kartini adalah 0,025000 ?g/m3, sedangkan rerata kadar Pb di jalan Kaligarang adalah 0,055 ?g/m3. Melalui uji t independent diperoleh nilai p=0,021. Kesimpulan: Ada perbedaan yang bermakna antara kerapatan tanaman dan kepadatan kendaraan terhadap kadar Pb udara di badan jalan.Kata Kunci: Kadar Pb, Tanaman Penghijauan
Co-Authors - Muntiaroh - Sugiyarti Abdulloh, Muhammad Andi Yoga Fikananta Afitaria Qulsum Agus Suyanto Ali Rosidi Amalia, Naila Amalia, Navisyah Dwi Ana Suryawati Andika, Rama Andreas Endarto Anestesia Wulandari Anissa Dyah Dyah S Aprilina Nurhayati Fuad Avista Ayu Sulistyawati Damayanti, Nadila Ayu Dian Pertiwi Kisdi Rahayu Didik Sumanto Diena Gustiana Diena Gustiana, Diena Dilla Fitri Ayu Lestari, Dilla Fitri Diode Yonata Dwi Andik Santoso Dwi Widarti, Dwi Enjela, Ririn Eny Hidayati Erly Rambu Bita Dopi Fathurrahman, Ridho Ferdina Fitriana Mayasari Fiki Imania Hanik Atiqoh Hari Mukti Sehati Hidajah, Nur Indah Nurhayati Indri Astuti Purwanti Indri Astuti Purwanti Ismonah - Khoirunnisa, Risma Aulina Khotimah, Ani Khusnul Kumala, Erma Kusumaningrum, Manik Laksono Trisnantoro Maria Suryani Maulina, Tia Ayu Meika Wafiq Wikansari Mifbakhuddin M Mifbakhuddin Mifbakhuddin, Mifbakhuddin Mifbakhuddin Mifbakhudin Mugram Rashid Samual Muhammad Suherly Nadzira, Kaila Afif Naim Fachruli Novita Kumalasari Nugroho, Fadhila Rahman Nunik Mey Liza, Nunik Nur Hidajah Nurina Dyah Larasaty, Nurina Dyah Nurjanah, Salisah Nurrahman Nurrahman Octarini, Deasy Lia Pradana, Muhammad Daffa Lintang Puji Mumpuni Putra, W. Muhammad Surya Putri, Tamara Kusuma Putri, Vita Amelia Raden Roro Dwi Irawati Rahayu Astuti Rahayu Astuti Rahayu Astuti Rahmawati, Dewi Alfina Rana Hamidah Rani Sonia Ratih Sari Wardani Ratih Sari Wardani Riausah Anjani Rizki Amalia Rizky Wahyudi Rokhani Salsabela Ratna Duhita Alri Sayono Sayono Shalihat Afifah Dhaningtyas Siti Aminah Siti Aminah Sofia Ulyana Sri Hartini Sri Hartini M.A Sri Hartini M.A, Sri Hartini Sri Haryani S, Sri Haryani Sri Haryani Saraswati Sri Wulandari Tri Dewi Kristini Tri Murti Tri Yuli Finasari, Tri Triamanda, Rona Zulfa Trixie Salawati Tuzzaroh, Delasta Putri Ika Ulfa Nurullita Wahidah, Latifatul Wahyu Handoyo, Wahyu Wikanastri Hersoelistyorini Wikanastri Hersoelistyorini Wiwi Yuliyana Wulandari w Zulfiana, Anggitia Rahma