Claim Missing Document
Check
Articles

HUBUNGAN KARAKTERISTIK IBU DAN TINGKAT SOSIAL EKONOMI KELUARGA TERHADAP KASUS GIZI BURUK PADA BALITA DI KELURAHAN TANDANG KECAMATAN TEMBALANG Wulandari Meikawati; Wikanastri Hersoelistyorini
PROSIDING SEMINAR NASIONAL & INTERNASIONAL 2008: CONTINUING MEDICAL AND HEALTH EDUCATION (CMHE) | Peran Biomolekuler dalam Penegakan Diagnosis
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (59.953 KB)

Abstract

Latar Belakang : Rendahnya Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Indonesia sangat dipengaruhi oleh rendahnya status gizi dan kesehatan penduduk. Menurut Depkes (2004) pada tahun 2003 terdapat sekitar 27,5% (5 juta) balita kurang gizi, dimana 3,5 juta anak (19,2%) dalam tingkat gizi kurang dan 1,5 juta (8,3%) anak gizi buruk. Data dari Dinas Kesehatan Kota semarang tahun 2005 menyebutkan tercatat 776 anak balita yang kurang gizi.Metode : Merupakan penelitian eksplanatori karena menjelaskan hubungan antar variabel, dengan metode survei dan pendekatan secara cross sectional. Penelitian dilaksanakan di Kelurahan Tandang kecamatan Tembalang Semarang. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh balita di kelurahanTandang yang berjumlah 148 balita. Variabel bebas adalah umur ibu, tingkat pendidikan, pekerjaan, tingkat pengetahuan gizi ibu dan tingkat sosial ekonomi keluarga. Variabel terikat adalah status gizi balita. Analisa data menggunakan uji Chi Square.Hasil : Status gizi balita sebagian besar termasuk gizi kurang dan buruk (52%). Tidak ada hubungan umur ibu, tingkat pendidikan, pekerjaan, tingkat pengetahuan gizi ibu dan tingkat sosial ekonomi keluarga dengan status gizi balita.Kesimpulan : Tidak ada hubungan umur ibu, tingkat pendidikan, pekerjaan, tingkat pengetahuan gizi ibu dan tingkat sosial ekonomi keluarga dengan status gizi balita.Kata kunci : karakteristik ibu, tingkat sosial ekonomi keluarga, status gizi balita.
HUBUNGAN KONSUMSI KALSIUM DALAM MAKANAN DAN MINUMAN DENGAN KEPARAHAN KARIES GIGI PADA MURID KELAS IV DAN V SDN MLATI KIDUL 1 DAN 2 KUDUS Wulandari Meikawati; Sayono -; Ulfa Nurullita
PROSIDING SEMINAR NASIONAL & INTERNASIONAL 2004: PROSIDING SEMINAR NASIONAL HASIL-HASIL PENELITIAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (6129.676 KB)

Abstract

Kesehatan gigi dan mulut merupakan salah satu masalah kesehatan  masyarakat yang memerlukan penanganan secara komprehensif  dikarenakan latar belakangnya yang berdimensi luas. Kekurangan kalsium  akan menghanbat proses kalsifikasi gigi dan memperlambat kematangan  gigi. Kualitas gigi mempengaruhi keluatan gigi sehingga dapat memudahkan terjadinya karies gigi bila kualitas jelek. Kalsium merupakan mineral terbanyak dalam tubuh. Unsur kalsium hanya dapat diperoleh dari makanan  dan kekurangan unsur kalsium dalam cadangan  tubuh dapat menimbulkan  karies gigi/kerusakan  gigi.Jenis panelitian adalah explanatory research dengan metode survei dan  pendekatan cross sectional. Jumlah responden seluruhnya adalah  100  siswa yang terdiri dari kelas IV dan V. Variabel yang diteliti meliputi Konsumsi kalsium selama 3 x 24 jam, frekuensi makan makanan kalsium  tinggi, frekuensi makan maknanan kariogenik frekuensi menggosok gigi dan keparahan karies  gigi.Hasil penelitian menunjukkan tingkat kecukupan kalsium sangat kurang  dimana seluruh siswa tergolong  defisil (97 % tingkat  berat, 1% sedang  dan 2% ringan), sebagian  besar  (40%) tingkat  keparahan karies gigi  siswa tergolong rendah, Hasil uji  Rank Spearman menunjukkan tidak  ada hubungan antara konsumsi kalsium dalam makanan dan minuman  dengan tingkat keparahan karies gigi (p=0,185>0,05), tidak ada  hubungon antara frekuensi makan makanan berkalsium tinggi dengan tingkat keparahan karies gigi (p=0,527>0,05), tidak ada hubunganantara frekuensi  makan makanan kariogenik dengan tingkat keparahan karies  gigi (p:0,932>0,05)  dan tidak ada hubungan antara frekuensi menggosok gigi dengan tingkat keparahan karies gigi (p:49  5> 0,05)
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KADAR TRIGLISERIDA DALAM DARAH (Studi Pada Penderita Diabetes Mellitus Di Rumah Sakit Bhakti Wira Tamtama Semarang) Raden Roro Dwi Irawati; Wulandari Meikawati; Rahayu Astuti
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Volume 8. No. 1. Tahun 2013
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (238.035 KB) | DOI: 10.26714/jkmi.8.1.2013.36-46

Abstract

Latar Belakang: Diabetes Millitus (DM) telah menjadi penyebab kematian terbesar keempat di dunia. Banyak faktor yang disebut sebagai pencetus timbulnya Penyaki Jantung Kronik (PJK) pada penderita diabetes salah satunya yaitu lemak darah yang abnormal. Faktor yang berpengaruh antara lain umur, jenis kelamin, status gizi, kebiasaan konsumsi makanan tinggi karbohidrat, aktivitas fisik, riwayat keluarga. Tujuan: Mengetahui hubungan antara umur, jenis kelamin, status gizi, kebiasaan konsumsi makanan tinggi karbohidrat, aktivitas fisik, riwayat keluarga dengan kadar trigliserida dalam darah pada penderita DM. Metode: Jenis penelitian adalah explanatory research dengan metode penelitian pendekatan cross sectional. Sampel sebanyak 50 orang. Variabel bebas adalah umur, jenis kelamin, status gizi, kebiasaan konsumsi makanan tinggi karbohidrat, aktivitas fisik, riwayat keluarga sedangkan variabel terikatnya adalah kadar trigliserida dalam darah. Data umur, jenis kelamin, aktivitas fisik, riwayat keluarga diperoleh melalui wawancara, status gizi dihitung berdasarkan Index Masa Tubuh (IMT) dan konsumsi makanan tinggi karbohidrat menggunakan Food Frequency Quesstionnairre (FFQ). Kadar Trigliserida dalam darah diukur menggunakan Rayto Auto analyser. Analisis data menggunakan Pearson Product Momen, dan Chi Square. Hasil: Status gizi 27 subjek (54%) tergolong normal. Sebagian besar subjek (78%) tidak memiliki riwayat hipertrigliseridemia pada keluarga. Sebanyak 34 subjek (68%) melakukan aktivitas fisik berupa olahraga. Tidak terdapat hubungan antara umur, jenis kelamin, status gizi, kebiasaan konsumsi makanan tinggi karbohidrat, riwayat keluarga dengan kadar trigliserida. Ada hubungan antara aktivitas fisik dengan kadar trigliserida. Kesimpulan: tidak ada hubungan antara umur, jenis kelamin, status gizi, kebiasaan konsumsi makanan tinggi karbohidrat, riwayat keluarga dengan kadar trigliserida. Ada hubungan antara aktivitas fisik dengan kadar trigliserida.Kata Kunci: Diabetes Mellitus, Trigliserida
ANALISIS HUBUNGAN LAMANYA DIARE DENGAN TINGKAT DEHIDRASI DAN PENURUNAN BERAT BADAN PADA ANAK BALITA DI RSUD TUGUREJO SEMARANG Diena Gustiana; Sri Hartini M.A; Wulandari Meikawati
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 2, No 1 (2014): Desember 2014
Publisher : Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (941.988 KB)

Abstract

Salah satu penyebab tingginya angka mortalitas dan morbiditas diare karena kurangnya antisipasi dalam penatalaksanaan diare sebelum dehidrasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara lamanya diare dengan tingkat dehidrasi dan penurunan berat badan pada anak balita. Desain penelitian ini adalah Cross sectional dengan jumlah sampel 20 anak balita yang mengalami diare, untuk metode pengumpulan data dengan data primer yaitu lembar observasi dan data sekunder yang didapat dari medical record RSUD. Tugurejo Semarang. Variabel independen pada penelitian ini adalah lamanya diare, sedangkan variabel dependen yaitu tingkat dehidrasi dan penurunan berat badan dengan menggunakan uji Chi Square. Hasil analisis antara lamanya diare dengan tingkat dehidrasi diperoleh balita yang mengalami diare akut dengan tingkat dehidrasi ringan lebih banyak yaitu 14 anak (93.3%), hasil uji statistik diperoleh nilai p = 0,554 yang berarti (p > 0,05) maka dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan antara lamanya diare dengan tingkat dehidrasi pada anak balita. Hasil analisis antara lamanya diare dengan penurunan berat badan diperoleh balita yang mengalami diare akut dengan berat badan naik atau tetap lebih banyak yaitu 12 anak (80%), hasil uji statistik diperoleh nilai p = 0,278 yang berarti (p > 0,05) maka dapat disimpulkan tidak ada hubungan antara lamanya diare dengan penurunan berat badan pada anak balita.Kata Kunci : Lamanya diare, tingkat dehidrasi, dan penurunan berat badan.
BERAT BADAN LAHIR RENDAH DAN ANEMIA IBU SEBAGAI PREDIKTOR STUNTING PADA ANAK USIA 12–24 BULAN DI WILAYAH PUSKESMAS GENUK KOTA SEMARANG Wulandari Meikawati; Dian Pertiwi Kisdi Rahayu; Indri Astuti Purwanti
Media Gizi Mikro Indonesia Vol 13 No 1 (2021): Media Gizi Mikro Indonesia Edisi Desember 2021
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/mgmi.v13i1.5207

Abstract

Latar Belakang. Stunting adalah salah satu masalah kekurangan gizi kronis yang terjadi karena kekurangan asupan gizi terutama pada 1000 hari pertama kehidupan. Anak yang mengalami stunting lebih rentan menderita sakit dan berisiko menderita penyakit degeneratif serta penurunan kemampuan dan kapasitas kerja. Salah satu penyebab terjadinya stunting adalah rendahnya status gizi ibu sebelum, selama, dan setelah kehamilan yang berdampak pada berat dan panjang badan lahir. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan riwayat pemberian ASI eksklusif, status gizi ibu (tinggi badan, kurang energi kronis (KEK), dan anemia) serta berat dan panjang badan lahir dengan kejadian stunting pada anak usia 12–24 bulan. Metode. Penelitian ini merupakan penelitian cross-sectional yang dilakukan di wilayah Puskesmas Genuk Kota Semarang. Sampel berjumlah 63 anak usia 12–24 bulan yang dipilih secara purposive sampling. Data stunting diperoleh dengan melakukan pengukuran panjang badan anak saat kegiatan posyandu bulan Agustus 2020. Data anak (usia, jenis kelamin, berat dan panjang badan lahir) dan data ibu (karakteristik ibu, riwayat pemberian ASI eksklusif, status KEK, dan anemia) diperoleh melalui buku catatan kelahiran di Puskesmas Genuk Kota Semarang. Data dianalisis dengan uji chi square dan uji regresi logistik berganda. Hasil. Sebagian besar anak mengalami stunting (52,4%). Sebanyak 20,6 persen anak memiliki riwayat berat badan lahir rendah (BBLR) dan 23,8 persen memiliki riwayat panjang badan lahir pendek. Sebagian besar ibu (57,1%) tidak memberikan ASI eksklusif. Sebanyak 6,3 persen ibu memiliki tinggi badan berisiko, 22,2 persen ibu kategori KEK, dan 33,3 persen mengalami anemia saat hamil. Dominasi kejadian stunting terjadi pada anak perempuan. Riwayat BBLR (p=0,047), panjang badan lahir (p=0,000), dan status anemia ibu (p=0,032) berhubungan signifikan dengan kejadian stunting. Riwayat BBLR (p=0,004) dan status anemia ibu saat hamil (p=0,001) paling berisiko menjadi stunting. Kesimpulan. Anak dengan riwayat BBLR berisiko 18,6 kali lebih besar menjadi stunting dan anak dengan riwayat ibu anemia saat hamil berisiko 17 kali lebih besar menjadi stunting.
Gambaran Paparan Gas Buang Kendaraan (Pb) dengan Kadar Hemoglobin dan Eritrosit Berdasarkan Lama Kerja Pada Petugas Operator Wanita SPBU Mifbakhuddin Mifbakhuddin; Puji Mumpuni; Wulandari Meikawati
Sanitasi: Jurnal Kesehatan Lingkungan Vol. 3 No. 2 (2011): Februari
Publisher : Poltekkes Kemenkes Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (233.358 KB)

Abstract

The growing number of vehicles in Semarang city has great potentiality toward air pollution that will affecting people’s health. The health impact of lead ex-posure may in the forms of hypertension, anaemia, brain function degradation, and red cell formation inhibition. The study was aimed to understand the correlation between lead level in blood and haemoglobin and erythrocytes based on working time duration among female operators of gas stations located in South Semarang. The study employed cross sectional design and consisted of 30 sample. The independent variables are blood lead concen-tration and working time duration, while the dependent variables are haemo-globin and erythrocytes. Pearson Correlation Product Moment was used as the statistical test. Descriptively, the results showed that most of the operators had been worked just for 5 months, had blood lead exceeding the threshold of 20 µg/dl, and had normal haemoglobin and erythrocites. However, the study found that there was no significant correlation between working time duration and blood lead (r = -0.202, p = 0.283), and there was no correlation between blood lead and working time duration with hemoglobin and erythrocytes.
Sosialisasi Kebiasaan Cuci Tangan Sebagai Upaya Pencegahan Penularan Covid-19 Di Kelurahan Bulusan Kota Semarang Ulfa Nurullita; Mugram Rashid Samual; Fiki Imania; Wulandari Meikawati
JURNAL INOVASI DAN PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 1 No 2 (2022): April
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (545.683 KB) | DOI: 10.26714/jipmi.v1i2.2

Abstract

Latar belakang: COVID -19 menular melalui  droplets yang keluar saat seseorang yang terinfeksi berbicara, bersin atau batuk. Di RT 5 RW 3 Timoho Timur Kelurahan Bulusan Kecamatan Tembalang Kota Semarang, pada  awal September 2020 telah tercatat 1 kasus Covid-19. Upaya pencegahan yang  dapat  dilakukan dengan mudah adalah mencuci tangan menggunakan sabun atau handsanitizer, tidak menyentuh area wajah dan menggunakan masker dengan baik. Tujuan: mencegah penularan COVID-19 di wilayah tersebut dengan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, khususnya kebiasaan mencuci tangan yang baik dan benar. Metode: sosialisasi praktek cuci tangan yang baik dan benar dengan pemberian leaflet, pemasangan poster dan pemberian fasilitas cuci tangan di tempat yang strategis. Hasil: Hasil pengabdian masyarakat ini adalah disampaikannya sosialisasi cuci tangan yang benar kepada ketua RT, penyerahan leaflet kepada ketua RT, distribusi media sosialisasi berupa leaflet oleh ketua RT, pemasangan poster di tempat yang strategis, dan penyediaan fasilitas cuci tangan untuk warga. Leaflet telah diterima oleh tiap kepala keluarga, dan warga telah memanfaatkan fasilitas cuci tangan sebelum dan sesudah beraktifitas. Kesimpulan: Pemberian sosialisasi dan fasilitas sarana prasarana dapat meningkatkan pengetahuan dan mendorong perubahan perilaku masyarakat. Kata kunci: sosialisasi, kebiasaan cuci tangan, pencegahan, penularan covid-19 ___________________________________________________________________________________________ Abstract Background: COVID -19 is transmitted through droplets that come out when an infected person talks, sneezes, or coughs. In RT 5 RW 3 East Timoho, Bulusan Village, Tembalang District, Semarang City, at the beginning of September 2020, 1 Covid-19 case was recorded. Prevention efforts that can be done easily are washing hands using soap or hand sanitizer, not touching the face area, and using masks properly. Objective: prevent the transmission of COVID-19 in the area by implementing clean and healthy living behaviors, especially proper and correct habits of washing hands. Methods: socialization/education on proper and correct handwashing practices by giving leaflets, placing posters, and providing hand-washing facilities in strategic places. Results: The results of this community service are the delivery of proper handwashing socialization to the local neighborhood chair, the handover of leaflets to the local neighborhood chair, the distribution of leaflets by the local neighborhood chair, poster installation in strategic places, and the provision of hand washing facilities for residents. Leaflets have been received by each family head, and residents have used the hand-washing facilities before and after activities. Conclusion: The provision of socialization and infrastructure facilities can increase knowledge and encourage changes in community behavior. Keywords: Socialization, hand washing habits,  preventive, covid-19 transmission
Edukasi Manfaat Konsumsi Tablet Tambah Darah untuk Pencegahan Anemia pada Remaja Putri di Pondok Pesantren KH Sahlan Rosjidi UNIMUS Wulandari Meikawati; Siti Aminah; Trixie Salawati; Ulfa Nurullita
JURNAL INOVASI DAN PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 1 No 3 (2022): Juli
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (647.053 KB) | DOI: 10.26714/jipmi.v1i3.31

Abstract

Latar belakang: Anemia adalah suatu kondisi dimana kadar hemoglobin dalam darah lebih rendah dari normal. Remaja putri lebih mudah terkena anemia karena mereka memasuki masa pubertas dimana mengalami pertumbuhan yang pesat sehingga kebutuhan zat besi juga meningkat. Upaya mengatasi anemia pada remaja putri agar tidak berlanjut ketika hamil, salah satunya dengan mengonsumsi suplemen Tablet Tambah Darah (TTD). Tujuan: meningkatkan pengetahuan dan praktik remaja putri dalam mengkonsumsi tablet tambah darah untuk pencegahan anemia. Metode: Edukasi manfaat konsumsi Tablet Tambah Darah untuk pencegahan anemia dengan menggunakan media video. Sasaran program adalah remaja putri yang tinggal di pondok pesantren Sahlan Rosjidi Unimus. Evaluasi hasil berupa pertanyaan sebelum dan sesudah pemberian edukasi. Video edukasi dan evaluasi hasil disampaikan melalui google form. Hasil: Sebelum edukasi sebagian besar remaja putri (60,5%) mempunyai pengetahuan dengan kategori cukup, sedangkan sesudah edukasi mayoritas (86,9%) mempunyai pengetahuan dengan kategori baik. Kesimpulan: Pengetahuan remaja putri tentang manfaat konsumsi tablet tambah darah untuk pencegahan anemia meningkat sesudah pemberian edukasi. Kata kunci: anemia, remaja putri, tablet tambah darah ______________________________________________________________________________________ Abstract Background: Anemia is a condition where the hemoglobin level in the blood is lower than normal. Adolescent girls are more prone to anemia because they enter puberty where they experience rapid growth so that the need for iron also increases. Efforts to overcome anemia in adolescent girls so that it does not continue when pregnant, one of them is by taking blood-supplementing tablets (TTD). Objective: to increase the knowledge and practice of adolescent girls in consuming blood-added tablets for the prevention of anemia. Methods: Educate the benefits of consuming Blood Add Tablets for the prevention of anemia by using video media. The target of the program is young women who live in the Islamic boarding school Sahlan Rosjidi Unimus. Evaluation of the results in the form of questions before and after giving education. Educational videos and evaluation of results are submitted via google form. Results: Before education, most of the adolescent gilrs (60.5%) had sufficient knowledge, while after education the majority (86.9%) had good knowledge. Conclusion: Knowledge of adolescent girls about the benefits of consuming blood-supplementing tablets for the prevention of anemia increased after providing education. Keywords: anemia, adolescent girls, blood supplement tablets
Gambaran Hematologi Remaja Santri Putra dan Putri (Studi di Pondok Pesantren At Taqwa dan Darussalam Semarang) Rahayu Astuti; Wulandari Meikawati; Nur Hidajah
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 10th University Research Colloquium 2019: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (183.752 KB)

Abstract

Masa remaja adalah masa pertumbuhan, sehingga dibutuhkan asupan gizi yang sesuai dengan kebutuhan, diantaranya asupan zat besi. Kekurangan zat besi dapat menyebabkan terjadinya anemia yang berdampak pada prestasi dan daya tahan tubuh. Remaja yang merupakan santri di pondok pesantren adalah kelompok rawan defisiensi zat gizi karena kurangnya pengawasan pada pola konsumsi sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran hematologi yang meliputi kadar leukosit, eritrosit, hemoglobin, hematrokit dan trombosit,serta analisis MCV, MCH dan MCHC pada remaja yang tinggal di pondok pesantren. Responden dalam penelitian ini adalah santri putra dan putri di pondok pesantren At taqwa dan Darussalam Kota Semarang sebanyak 130 orang yang dipilih secara purposive sampling berdasar kriteria inklusi dan eksklusi. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner, alkohol swab, torniquet, dan vaccutainer untuk pengambilan darah dan dianalisis dengan Hematology Analyzer. Hasil penelitian menunjukkan rerata jumlah leukosit (7,372x1000/μL), eritrosit (4,9141x106/μL), hemoglobin (12,403x1000/μL), hematokrit (38,005%) dam trombosit (273,42 x1000/μL) berada pada kisaran normal atau mendekati normal. Analisis MCV dan MCH kurang dari batas normal (77,578 fL dan 25,225g/dL)namun MCHC berada dalam batas normal 32,536 /dL. Nilai yang belum memenuhi batas normal dimungkinkan karena rpola konsumsi yang rendah zat besi. Hal ini berdampak pada terjadniya anemia defiseiensi zat besi.
Total fenolik dan aktivitas antioksidan formula susu kecambah kedelai dan ekstrak beras hitam terenkapsulasi dengan variasi jenis penyalut Siti Aminah; Wikanastri Hersoelistyorini; Agus Suyanto; Nurrahman Nurrahman; Ali Rosidi; Wulandari Meikawati; Diode Yonata
AGROINTEK Vol 16, No 4 (2022)
Publisher : Agroindustrial Technology, University of Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agrointek.v16i4.13432

Abstract

Soybean sprouts and black rice have bioactive components that are beneficial for health. Both of these ingredients can be developed as functional drink ingredients. Encapsulation is one method to maintain bioactive components. This study aims to determine the total phenol content and antioxidant activity of the formula of soy sprouted milk (SKK): encapsulated black rice extract (EBH) (F1: SKK 100 %: EBH 0 %; F2: SKK 75 %: EBH 25 %; F3: SKK 50 %: EBH 50 %; F4: SKK 25 %: EBH 75 %; F4: SKK 0 %: EBH 100 %), with various coating materials: maltodextrin (MDE), Arabic gum (GA) and a mixture of MDE:GA (MGA). The results showed that the highest total phenol was obtained at F5, of all coatings: MDE (85.06 mg GAE/kg); GA (84.27 mg GAE/kg); MGA (82.49 mg GAE/kg). The highest antioxidant activity was obtained in the F3 treatment, with GA coating (58.009 % RSA). It is known that there is a tendency to increase total phenolic, in the formulation of higher concentrations of EBH. In general, MGA combined coating materials produced higher mean total phenols than MDE and GA alone. There was no tendency to increase antioxidant activity in either the formula or the type of coating
Co-Authors - Muntiaroh - Sugiyarti Abdulloh, Muhammad Andi Yoga Fikananta Afitaria Qulsum Agus Suyanto Ali Rosidi Amalia, Naila Amalia, Navisyah Dwi Ana Suryawati Andika, Rama Andreas Endarto Anestesia Wulandari Anissa Dyah Dyah S Aprilina Nurhayati Fuad Avista Ayu Sulistyawati Damayanti, Nadila Ayu Dian Pertiwi Kisdi Rahayu Didik Sumanto Diena Gustiana Diena Gustiana, Diena Dilla Fitri Ayu Lestari, Dilla Fitri Diode Yonata Dwi Andik Santoso Dwi Widarti, Dwi Enjela, Ririn Eny Hidayati Erly Rambu Bita Dopi Fathurrahman, Ridho Ferdina Fitriana Mayasari Fiki Imania Hanik Atiqoh Hari Mukti Sehati Hidajah, Nur Indah Nurhayati Indri Astuti Purwanti Indri Astuti Purwanti Ismonah - Khoirunnisa, Risma Aulina Khotimah, Ani Khusnul Kumala, Erma Kusumaningrum, Manik Laksono Trisnantoro Maria Suryani Maulina, Tia Ayu Meika Wafiq Wikansari Mifbakhuddin M Mifbakhuddin Mifbakhuddin, Mifbakhuddin Mifbakhuddin Mifbakhudin Mugram Rashid Samual Muhammad Suherly Nadzira, Kaila Afif Naim Fachruli Novita Kumalasari Nugroho, Fadhila Rahman Nunik Mey Liza, Nunik Nur Hidajah Nurina Dyah Larasaty, Nurina Dyah Nurjanah, Salisah Nurrahman Nurrahman Octarini, Deasy Lia Pradana, Muhammad Daffa Lintang Puji Mumpuni Putra, W. Muhammad Surya Putri, Tamara Kusuma Putri, Vita Amelia Raden Roro Dwi Irawati Rahayu Astuti Rahayu Astuti Rahayu Astuti Rahmawati, Dewi Alfina Rana Hamidah Rani Sonia Ratih Sari Wardani Ratih Sari Wardani Riausah Anjani Rizki Amalia Rizky Wahyudi Rokhani Salsabela Ratna Duhita Alri Sayono Sayono Shalihat Afifah Dhaningtyas Siti Aminah Siti Aminah Sofia Ulyana Sri Hartini Sri Hartini M.A Sri Hartini M.A, Sri Hartini Sri Haryani S, Sri Haryani Sri Haryani Saraswati Sri Wulandari Tri Dewi Kristini Tri Murti Tri Yuli Finasari, Tri Triamanda, Rona Zulfa Trixie Salawati Tuzzaroh, Delasta Putri Ika Ulfa Nurullita Wahidah, Latifatul Wahyu Handoyo, Wahyu Wikanastri Hersoelistyorini Wikanastri Hersoelistyorini Wiwi Yuliyana Wulandari w Zulfiana, Anggitia Rahma