Claim Missing Document
Check
Articles

Sosialisasi Higiene dan Sanitasi pada Produsen Makanan Industri Rumah Tangga di Desa Wisata Wonolopo Kecamatan Mijen Wulandari Meikawati
JURNAL INOVASI DAN PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 1 No 4 (2022): Oktober
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jipmi.v1i4.57

Abstract

Latar belakang: Makanan merupakan salah satu kebutuhan pokok manusia yang dibutuhkan setiap saat dan harus dikelola dengan baik dan benar agar dapat memberikan manfaat bagi tubuh. Makanan yang dikonsumsi hendaknya layak untuk dimakan dan tidak menimbulkan penyakit. Makanan harus murni dan utuh dalam arti tidak mengandung bahan pencemar serta harus hygiene. Penjamah makanan memiliki peran penting dalam memastikan keamanan makanan untuk mencegah terjadinya keracunan makanan. Higiene penjamah makanan dan sanitasi merupakan kunci keberhasilan dalam pengolahan makanan yang aman dan sehat. Tujuan: meningkatkan pengetahuan dan praktik produsen makanan Industri Rumah Tangga tentang prinsip-prinsip hygiene dan sanitasi makanan. Metode: Sosialisasi higiene dan sanitasi pengolahan makanan dengan menggunakan metode ceramah. Sasaran program adalah produsen makanan Industri Rumah Tangga yang ada di Desa Wisata Wonolopo Kecamatan Mijen.  Evaluasi hasil berupa pertanyaan sebelum dan sesudah pemberian sosialisasi.  Hasil: Sebelum sosialisasi  mayoritas (80 %) mempunyai pengetahuan dengan kategori cukup,  sedangkan sesudah sosialisasi mayoritas (86,7 %) mempunyai pengetahuan dengan kategori baik. Kesimpulan: Pengetahuan produsen makanan tentang prinsip-prinsip hygiene dan sanitasi dalam pengolahan makanan meningkat setelah pemberian sosialisasi. Kata Kunci : higiene, produsen makanan, sanitasi ___________________________________________________________________________________________ Abstract Background: Food is one of the basic human needs at all times and must be managed properly and correctly to provide benefits to the body. Food that is fit to eat and does not cause disease. Food must be pure and whole in the sense that it does not contain contaminants and must be hygienic. Food handlers have an essential role in ensuring food safety to prevent food poisoning. Hygiene and sanitation of food handlers is the key to the success of safe and healthy food processing. Objective: to increase knowledge and practice of food producers' home industries on the principles of food hygiene and sanitation. Methods: Socialization of food hygiene and sanitation using the lecture method. The target of this program is home industry food producers in Wonolopo Tourism Village, Mijen District. The evaluation results are in the form of questions before and before giving out socialization. Results: Before socialization, the majority (80%) had sufficient knowledge, and before socialization (86.7%) had good knowledge. Conclusion: Knowledge of food producers about the principles of hygiene and sanitation in post-socialization food improvement. Keywords: hygiene, food producers, sanitation
Kejadian Carpal Tunnel Syndrome pada Pekerja dengan Gerakan Menekan dan Berulang Ulfa Nurullita; Rizky Wahyudi; Wulandari Meikawati
Jurnal Kesehatan Vokasional Vol 8, No 1 (2023): February
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkesvo.69159

Abstract

Latar Belakang: Carpal Tunnel Syndrome (CTS) terjadi karena gerakan berulang yang menekan saraf median terowongan karpal, dengan gejala berupa nyeri yang berlanjut menjadi mati rasa. Pekerjaan membuka buah kapuk membutuhkan gerakan menekan dan berulang. Terdapat keluhan nyeri dan kesemutan pada sebagian pekerja dan sebagian lain mengeluhkan tremor pada tangannya. Keluhan ini sangat dirasakan saat malam hari.Tujuan: Menganalisis faktor risiko kejadian CTS pada pekerja pembuka buah kapuk.Metode: Penelitian cross-sectional ini melibatkan 34 pekerja pembuka buah kapuk. Variabel usia, jenis kelamin, masa kerja, dan riwayat arthritis reumathoid dikumpulkan melalui wawancara, status gizi dihitung berdasarkan berat badan dan tinggi badan, frekuensi gerakan berulang diobservasi. Kejadian CTS diidentifikasi melalui tes Phalen.Hasil: Umur pekerja berkisar 35‒80 tahun, mayoritas perempuan (88,2%), masa kerja 1‒8 tahun, 23,5% pekerja terdapat riwayat arthritis reumathoid, status gizi tidak normal 64,7%, 61,8% melakukan gerakan berulang, dan kejadian CTS sebesar 32,3%. Kejadian CTS berhubungan dengan masa kerja (p= 0,000), riwayat arthritis reumathoid (p=0,000), dan frekuensi gerakan berulang (p=0,001).Kesimpulan: Kejadian CTS yang cukup tinggi perlu ditindaklanjuti dengan pengendalian faktor masa kerja, riwayat arthritis reumathoid, dan frekuensi gerakan berulang. 
Faktor Yang Berhubungan Dengan Anemia Pada Ibu Hamil Trimester III di Puskesmas X Kabupaten Brebes Rani Sonia; Rahayu Astuti; Wulandari Meikawati
Prosiding Seminar Nasional Unimus Vol 5 (2022): Inovasi Riset dan Pengabdian Masyarakat Guna Menunjang Pencapaian Sustainable Developm
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anemia pada ibu hamil adalah kondisi ibu hamil dengan kadar hemoglobin di dalam darah kurang dari 11gr/dL. Berdasarkan data Riskesdas Tahun 2018 anemia pada ibu hamil sebanyak 48,9% sedangkan pada di Puskesmas X Kabupaten Brebes sebesar 84,2% pada kehamilan Trisemester III tahun 2020. Tujuan: Menganalisis faktor yang berhubungan dengan anemia pada ibu hamil Trimester III di Puskesmas X Kabupaten Brebes. Metode: Jenis penelitian Deskriptif analitik menggunakan datasekunder dan survei melalui wawancara menggunakan kuisioner serta form Food recall 3x24 jam. Populasi adalah semua ibu hamil  Trimester III di wilayah kerja Puskesmas X. Besar sampel  90 ibu hamil diambil secara Purposive Sampling. Variabel bebas umur, pendidikan, jarak kehamilan, paritas, tingkat konsumsi energi, tingkat konsumsi protein, tingkat konsumsi zat besi, tingkat konsumsi vitamin A dan variabel terikat anemia. Uji statistik digunakan Chi square. Hasil : sebanyak 56,7% ibu hamilmemiliki umur yang tidak berisiko, tingkat pendidikan SD dan SMP 54,4%, sebanyak 42,2% umur kehamilan 8 bulan, jarak kehamilan ideal (24-48 bulan) hanya 32,2% dan paritas ibu hamil lebih dari 3 sebesar 40%. Pada analisis bivariat terdapat hubungan umur, pendidikan, tingkat konsumsi protein, zat besi dan vitamin A dengan anemia ibu hamil.  Tidak ada hubungan  jarak   kehamilan, paritas dan tingkat konsumsi energi dengan anemia ibu hamil. Kesimpulan : Faktor yang berhubungan dengananemia pada ibu hamil di Puskesmas X Kabupaten Brebes adalah umur ibu, tingkat pendidikan, tingkat konsumsi protein, zat besi dan vitamin A Kata Kunci : anemia, ibu hamil, tingkat konsumsi
Produksi Poster Edukasi Pandemi, Aksi Mahasiswa Berbagi Untuk Negeri Salawati, Trixie; Triamanda, Rona Zulfa; Maulina, Tia Ayu; Nurhayati, Indah; Kusumaningrum, Manik; Larasaty, Nurina Dyah; Nurullita, Ulfa; Meikawati, Wulandari; Sumanto, Didik
JURNAL INOVASI DAN PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 1 No Suplemen HKN (2022): Desember
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jipmi.v1iHKN.102

Abstract

Latar belakang:   Edukasi kesehatan bagi masyarakat di saat pandemi Covid-19 sangat diperlukan. Pemerintah saja tidak akan mungkin mengatasi pandemi tanpa melibatkan masyarakat. Setiap warga negara memiliki kewajiban untuk ikut andil didasarkan panggilan hati untuk berbakti bagi negeri. Masyarakat dari kalangan terdidik seperti mahasiswa juga perlu mengambil bagian dalam pengabdian pada Negara ini. Salah satu bentuk pengabdian yang dapat dilakukan dengan biaya minimal adalah dengan merancang media edukasi online seputar pandemi Covid-19 bagi masyarakt luas.   Tujuan:  Menghasilkan berbagai produk desain poster kesehatan untuk kegiatan edukasi masyarakat secara online. Metode: Metode yang dilaksanakan diawali dengan diskusi kelompok, brainstorming gagasan, perancangan desain, review narasi, review desain dan finalisasi desain. Edukasi masyarakat melalui aplikasi perpesanan WhatsApp. Hasil:  Dihasilkan desain poster edukasi kesehatan dengan topik seputar pandemi Covid-19 dalam berbagai bentuk dan kajian sudut pandang. Poster disusun sesuai target sasaran edukasi, baik dalam kata-kata, ilustrasi termasuk gambar dan bahasa yang digunakan. Desain poster telah disebarkan ke masyarakat sebagai upaya edukasi online melalui aplikasi perpesanan WhatsApp.  Kesimpulan:  Mahasiswa sebagai kelompok masyarakat terdidik dapat berbuat banyak membantu pengendalian pandemi Covid-19 dengan melakukan edukasi masyarakat melalu perancangan, pembuatan poster kesehatan dan menyebarluaskan ke masyarakat luas. Kata Kunci: aksi mahasiswa, covid-19,  edukasi pandemi, poster __________________________________________________________________________________________ Abstract Background: Health education for the community during the Covid-19 pandemic is very much needed. The government alone will not be able to overcome the pandemic without involving the community. Every citizen has an obligation to contribute based on a calling to serve the country. Educated people such as students also need to take part in serving this country. One form of service that can be carried out at minimal cost is to design online educational media about the Covid-19 pandemic for the wider community. Objective: To produce various health poster design products for online public education activities. Method: The method implemented begins with group discussions, brainstorming ideas, designing designs, reviewing narratives, reviewing designs, and finalizing designs. Community education through the WhatsApp messaging application. Results: Health education poster designs were produced with topics around the Covid-19 pandemic in various forms and study points of view. Posters are arranged according to educational targets, both in words, illustrations including pictures, and the language used. The poster design has been disseminated to the public as an online educational effort through the WhatsApp messaging application. Conclusion: Students as an educated community group can do a lot to help control the Covid-19 pandemic by educating the public by designing, making health posters, and disseminating them to the wider community.   Keywords: student action, covid-19, pandemic education, posters
The Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Anemia Pada Remaja Putri Amalia, Naila; Wulandari Meikawati; Rokhani
Al GIZZAI: PUBLIC HEALTH NUTRITION JOURNAL Vol 4 No 2 (2024)
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/algizzai.v4i2.48278

Abstract

Anemia is a condition where the hemoglobin level in the blood is below normal levels. Adolescent girls are at higher risk of experiencing anemia due to menstruation which has an impact on decreasing academic abilities and in the long term has the potential to increase the risk of maternal death and giving birth to Low Birth Weight (LBW). Based on 2023 data, the incidence of anemia in the UPTD of Godong 1 Community Health Center is still high, namely 176 cases. The aim of this research is to identify factors associated with the incidence of anemia in adolescent girls at Madrasah Tsanawiyah Yatpi Godong in 2024. This type of research is analytical observational with a cross-sectional approach. The population is adolescent girls in grades 7-9 WHO attend Madrasah Tsanawiyah Yatpi Godong with a total of 115 people. The sample was 54 people selected using proportional random sampling technique. The instruments used consisted of a questionnaire (knowledge of anemia, compliance with the consumption of Iron Tablets Supplementation and the menstrual cycle), anthropometric measuring instruments (scales, microtoise and LILA tape) and easy touch Hb (to measure levels Hb). Data were analyzed using the chi-square test. The majority of respondents had anemia as much as (72.2%), low knowledge of anemia (51.9%), thinness (59.3%), chronic energy deficiency (57.4%), and non-compliance with taking Iron Tablets Suplementation (75.9%). It was found that 20.4% of respondents experienced abnormal menstrual cycles. This research shows that there is a correlation between nutritional status, compliance in consuming Iron Tablets Supplementation, and the menstrual cycle with the incidence of anemia. However, there was no significant relationship between knowledge and the incidence of anemia in adolescent girls.
Practices Regarding Iron Supplements and Iron Rich Foods among Adolescent Girls at Islamic Senior High School Meikawati, Wulandari; Handoyo, Wahyu; Astuti, Rahayu; Nurullita, Ulfa; Aminah, Siti
Diversity: Disease Preventive of Research Integrity Volume 4, Issue 1, August 2023
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/diversity.v4i1.40895

Abstract

The primary nutritional concern among adolescent girls is iron-deficiency anemia, which requires prompt attention to prevent complications during pregnancy. One of the strategies for prevention involves the consumption of iron supplements (IS) and high-iron foods. This study aims to delineate the menstrual history, eating patterns, and practice associated with consuming IS and high-iron foods. Employing a descriptive approach, the research was conducted at Islamic Senior High School (MAN 2) Kudus. The sample, comprising 184 individuals, was selected through purposive sampling. The research employed a questionnaire and a Food Frequency Questionnaire (FFQ) as instruments. The findings indicate that only 19.6% of the respondents reported having IS always available at home. The majority (62.0%) had consumed IS at some point. However, only 8.1% consumed IS regularly during menstruation, and 4.3% consumed it regularly when not menstruating. The majority of respondents frequently consumed high-iron foods (1-5 times per week), including chicken/duck (84.8%), eggs (80.4%), fish (76.7%), and meat (60.9%). It is hoped that schools and local healthcare services can enhance educational efforts regarding the benefits of IS consumption for adolescent girls. The practice of consuming IS and high-iron foods from halal sources are a part of maintaining bodily health and constitutes an obligation for every Muslim.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN SIKAP TERHADAP AIR SUSU IBU PERAH (ASIP) DENGAN PRAKTIK PEMBERIAN ASIP PADA IBU BEKERJA DI KELURAHAN TANDANG KECAMATAN TEMBALANG KOTA SEMARANG Wulandari, Anestesia; Meikawati, Wulandari; Kumalasari, Novita
Jurnal Kebidanan Vol 2, No 2 (2013): August 2013
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (59.482 KB) | DOI: 10.26714/jk.2.2.2013.61-65

Abstract

Latar belakang :Pada ibu yang bekerja pemberian ASI terhambat pada waktumenyusui karena intensitas pertemuan antara ibu dan anak yang kurang. Ibu menjadikan alasan pekerjaan sebagai penghambat pemberian ASI. Tidak jarang wanita karir lebih memilih memberikan susu formula pada bayinya dibandingkan dengan ASI. Akibatnya bayi lebih sering mengalami sakit dikarenakan daya tahan tubuhnya kurang baik. Dengan memberikan ASI akan memberikan kekebalan tubuh bagi bayi. Tujuan :untuk mengetahui adanya hubungan pengetahuan dan sikap tentang ASIP dengan praktik pemberian ASIP pada Ibu Bekerja di Kelurahan Tandang Kecamatan Tembalang Kota Semarang. Metode :Jenis penelitian yang digunakan adalahanalitik dengan pendekatan cross sectional. Variabel bebas yaitu pengetahuan dan sikap terhadap ASIP, sedangkan variabel terikatnya adalah praktik pemberian ASIP. Populasi dalam penelitian ini adalah 35 orang ibu bekerja yang memiliki bayi usia 4-9 bulan di Kelurahan Tandang, teknik pengambilan sampling yang digunakan yaitu total sampling. Hasil :Pengumpulan data dengan kuesioner dan uji statistik yang digunakan adalah Fisher Exact. Sebagian besar pengetahuan responden di kategori baik (60%). Sikap ibu bekerja terhadap ASIP sebagian besar positif (60%), dan yang negatif (40%). Responden yang tidak melakukan praktik ASIP (71,4%) dan yang melakukan (28,6%). Simpulan :Hasil uji Fisher Exact ada hubungan antara tingkat pengetahuan ibu dengan praktik pemberian ASIP pada ibu). Ada hubungan antara sikap terhadap ASIP dengan praktik pemberian ASIP pada ibu bekerja.
Penyuluhan Bahaya Kesehatan Akibat Gadget pada Anak dan Remaja di Wilayah Kelurahan Purwosari Kota Semarang Ulfa Nurullita; Ratih Sari Wardani; Wulandari Meikawati; Riausah Anjani; Salsabela Ratna Duhita Alri; Avista Ayu Sulistyawati
Jurnal Abdimas Kesehatan (JAK) Vol 5, No 2 (2023): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Baiturrahim Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36565/jak.v5i2.549

Abstract

A gadget is a small electronic device that has many functions, is designed with high technology, is practical to use, and is constantly undergoing updates. The use of gadgets is growing very quickly in all age groups, especially children and adolescents. The dangers of using gadgets can have an impact on the physical and psychological condition of the child. In 2019 and 2020 there was an increase in the number of children who had to be referred to psychiatric hospitals related to gadget addiction, soit was necessary to socialize about the dangers of gadgets in health. The purpose of this community service is to increase children's knowledge about the health hazards caused by the use of gadgets. Activities in the form of socializationabout gadgets and their dangers to health, with material in the form of understanding, types of gadgets, health impacts caused, and how to control and prevent them.  The methods used are socialization, giving leaflets, and interactive discussions. The subjects targeted were children and adolescents assisted by the Nareswari Thematic Village, Purwosari Village, North Semarang District. The results of community service showed a higher knowledge score after socialization than before counseling.
Peningkatan Pengetahuan Tentang Hipertensi Pada Masyarakat Dengan Penyuluhan Gerakan CERDIK dan Pemeriksaan Kesehatan: Abdulloh, Muhammad Andi Yoga Fikananta; Fathurrahman, Ridho; Khotimah, Ani Khusnul; Rahmawati, Dewi Alfina; Kumala, Erma; Pradana, Muhammad Daffa Lintang; Damayanti, Nadila Ayu; Khoirunnisa, Risma Aulina; Putri, Vita Amelia; Wardani, Ratih Sari; Meikawati, Wulandari
JURNAL INOVASI DAN PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 3 No 2 (2024): April
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jipmi.v3i2.335

Abstract

Latar belakang: Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular (PTM) yang dapat meningkatkan risiko penyakit pada jantung, otak, ginjal, dan penyakit lainnya. Permasalahan kesehatan yang perlu diperhatikan di Dusun Bengkal Desa Bengkal Kecamatan Kranggan Kabupaten Temanggung salah satunnya adalah hipertensi. Tujuan: Untuk melakukan deteksi dini dan upaya preventif penyakit hipertensi melalui gerakan CERDIK. Metode: Edukasi digunakan sebagai metode kegiatan intervensi ini. Evaluasi kegiatan menggunakan pre-test dan post-test yang diberikan sebelum dan sesudah kegiatan edukasi. Hasil: Mayoritas masyarakat Dusun Bengkal yang mengikuti intervensi berusia 46-55 tahun. Sebagian besar tekanan darah masyarakat di Dusun Bengkal yang mengikuti program skrining adalah kategori hipertensi (70.4%) dan sebagian kecil adalah normal (6.8%) sedangkan sebagian besar kadar gula darah termasuk dalam kategori normal (63.6%) dan sebagian kecil termasuk dalam kategori diabetes (11.3%) dan rata-rata nilai pengetahuan tentang hipertensi pada masyarakat Dusun Bengkal mengalami peningkatan setelah mendapatkan penyuluhan, yaitu dari rata-rata nilai 62.69 menjadi 72.02  Kesimpulan: Kegiatan intervensi melalui gerakan CERDIK di Dusun Bengkal, seperti skrining, senam sehat, penyuluhan, dan pemasangan poster dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pencegahan hipertensi. Kata kunci: CERDIK, hipertensi, pencegahan, penyakit tidak menular _____________________________________________________________________________________ Abstract Background: Hypertension is a non-communicable disease (NCD) that can increase the risk of heart, brain, kidney, and other diseases. Hypertension is one health problem that needs attention in Bengkal Hamlet, Bengkal Village, Kranggan District, Temanggung Regency. Objective: To carry out early detection and preventive measures for hypertension through the CERDIK movement. Method: Evaluation of activities using pre-test and post-test given before and after educational activities. Result: Most Bengkal Hamlet residents who participated in the intervention were aged 46-55 years. Most people's blood pressure in Bengkal Hamlet who took part in the screening program was in the hypertension category (70.4%). A small portion was normal (6.8%) while the majority of blood sugar levels were in the normal category (63.6%) a small portion was in the diabetes category (11.3%) and the average value of knowledge about hypertension in the people of Bengkal Hamlet increased after receiving counseling, namely from an average value of 62.69 to 72.02. Conclusion: Intervention activities through the CERDIK movement in Bengkal Hamlet, such as screening, healthy exercise, counseling, and putting up posters can increase public knowledge about preventing hypertension. Keywords: CERDIK, hypertension, non-communicable diseases, prevention
Evaluasi Pelaksanaan Program Pemberian Makanan Tambahan pada Balita Stunting di Posyandu (Studi Kasus di Desa X, Kabupaten Ngawi) Nurjanah, Salisah; Astuti, Rahayu; Meikawati, Wulandari
Prosiding Seminar Nasional Unimus Vol 7 (2024): Transformasi Teknologi Menuju Indonesia Sehat dan Pencapaian Sustainable Development G
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Pemberian Makanan Tambahan adalah kegiatan pemberian kudapan bergizi danaman bagi balita. Kerjasama dilakukan dengan petugas gizi puskesmas dengan memberikanpengarahan yang kemudian diimplementasikan oleh posyandu di lapangan. Program PemberianMakanan Tambahan di X belum memiliki evaluasi terstruktur sehingga dapat menghambatkemampuan mengidentifikasi dan mengatasi masalah atau kekurangan dalam pelaksanaan program.Penelitian ini bertujuan mengevaluasi hasil pelaksanaan program dari aspek input, process, output, danoutcome. Metede: Penelitian ini mengadopsi pendekatan kualitatif melalui wawancara dan observasilapangan. Hasil: aspek Sumber Daya Manusia, Dana, dan Sarana Prasarana yang cukup baik.Perencanaan dan Pelaksanaan program sesuai petunjuk teknis, serta pencatatan dan pelaporandilakukan secara sistematis. Pada pelaksanaannya, kader belum mengidentifikasi penerima MakananTambahan dengan tepat. Output (ketepatan sasaran) Makanan Tambahan untuk usia balita 6-11 bulandikonsumsi oleh orang tua. Outcome (Dampak Edukasi Program Pemberian Makanan Tambahan padaPemahaman Orang Tua), Pemahaman orang tua masih terbatas karena minimnya informasi yangdiberikan kader tentang pelaksanaan Pemberian Makanan Tambahan. Kesimpulan: aspek Input perluoptimalisasi pelatihan Pemberian Makanan Tambahan untuk seluruh kader, aspek Process identifikasipenerima Makanan Tambahan, dan ketepatan sasaran untuk balita perlu diperbaiki. Dampak dariedukasi program belum sepenuhnya tercapai Kata kunci: Balita, Pemberian Makanan Tambahan, Stunting
Co-Authors - Muntiaroh - Sugiyarti Abdulloh, Muhammad Andi Yoga Fikananta Afitaria Qulsum Agus Suyanto Ali Rosidi Amalia, Naila Amalia, Navisyah Dwi Ana Suryawati Andika, Rama Andreas Endarto Anestesia Wulandari Anissa Dyah Dyah S Aprilina Nurhayati Fuad Avista Ayu Sulistyawati Damayanti, Nadila Ayu Dian Pertiwi Kisdi Rahayu Didik Sumanto Diena Gustiana Diena Gustiana, Diena Dilla Fitri Ayu Lestari, Dilla Fitri Diode Yonata Dwi Andik Santoso Dwi Widarti, Dwi Enjela, Ririn Eny Hidayati Erly Rambu Bita Dopi Fathurrahman, Ridho Ferdina Fitriana Mayasari Fiki Imania Hanik Atiqoh Hari Mukti Sehati Hidajah, Nur Indah Nurhayati Indri Astuti Purwanti Indri Astuti Purwanti Ismonah - Khoirunnisa, Risma Aulina Khotimah, Ani Khusnul Kumala, Erma Kusumaningrum, Manik Laksono Trisnantoro Maria Suryani Maulina, Tia Ayu Meika Wafiq Wikansari Mifbakhuddin M Mifbakhuddin Mifbakhuddin, Mifbakhuddin Mifbakhuddin Mifbakhudin Mugram Rashid Samual Muhammad Suherly Nadzira, Kaila Afif Naim Fachruli Novita Kumalasari Nugroho, Fadhila Rahman Nunik Mey Liza, Nunik Nur Hidajah Nurina Dyah Larasaty, Nurina Dyah Nurjanah, Salisah Nurrahman Nurrahman Octarini, Deasy Lia Pradana, Muhammad Daffa Lintang Puji Mumpuni Putra, W. Muhammad Surya Putri, Tamara Kusuma Putri, Vita Amelia Raden Roro Dwi Irawati Rahayu Astuti Rahayu Astuti Rahayu Astuti Rahmawati, Dewi Alfina Rana Hamidah Rani Sonia Ratih Sari Wardani Ratih Sari Wardani Riausah Anjani Rizki Amalia Rizky Wahyudi Rokhani Salsabela Ratna Duhita Alri Sayono Sayono Shalihat Afifah Dhaningtyas Siti Aminah Siti Aminah Sofia Ulyana Sri Hartini Sri Hartini M.A Sri Hartini M.A, Sri Hartini Sri Haryani S, Sri Haryani Sri Haryani Saraswati Sri Wulandari Tri Dewi Kristini Tri Murti Tri Yuli Finasari, Tri Triamanda, Rona Zulfa Trixie Salawati Tuzzaroh, Delasta Putri Ika Ulfa Nurullita Wahidah, Latifatul Wahyu Handoyo, Wahyu Wikanastri Hersoelistyorini Wikanastri Hersoelistyorini Wiwi Yuliyana Wulandari w Zulfiana, Anggitia Rahma