Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH PENGGUNAAN METODE PEMBELAJARAN TERPROGRAM DALAM PEMBENTUKAN MINAT BELAJAR SISWA Erlangga Andalas Sakti; Maskun Maskun; Suparman Arif
PESAGI (Jurnal Pendidikan dan Penelitian Sejarah) Vol 4, No 1 (2016): PESAGI (Jurnal Pendidikan dan Penelitian Sejarah)
Publisher : FKIP UNIVERSITAS LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (197.509 KB)

Abstract

The purpose of this study was to determine the extent of the effect of the application of learning methods programmed in the formation of student interest Class VII SMPN 23 Bandar Lampung. This study used an experimental research design. Based on data analysis it can be concluded that programmed learning has a significant and positive influence on the interest of learning in social studies integrated with test value of t count t table ie 12 316 1,658. It means that programmed learning method is a way to do the learning process in order to obtain optimal results, so if the quality of the programmed learning is improved, the student interest in social studies Integrated will also improve.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana pengaruh penerapan metode pembelajaran terprogram dalam pembentukan minat belajar siswa Kelas VII SMP Negeri 23 Bandar Lampung. Penelitian ini menggunakan desain penelitian eksperimen. Berdasarkan analisis data dapat disimpulkan bahwa pembelajaran terprogram berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap minat belajar pada mata pelajaran IPS Terpadu dengan nilai uji thitung ttabel yaitu 12.316 1.658. Artinya metode pembelajaran terprogram merupakan suatu cara yang harus dilakukan dalam proses pembelajaran sehingga dapat diperoleh hasil yang optimal, sehingga apabila kualitas pembelajaran terprogram ditingkatkan maka minat belajar siswa pada mata pelajaran IPS Terpadu juga akan mengalami peningkatan.Kata kunci: metode pembelajaran terprogram, minat belajar, siswa
TRADISI BULANGEKH DALAM MASA KEHAMILAN PADA MASYARAKAT LAMPUNG SAIBATIN Yuresti Yuresti; Ali Imron Ali; Maskun Maskun
PESAGI (Jurnal Pendidikan dan Penelitian Sejarah) Vol 2, No 1 (2014): PESAGI (Jurnal Pendidikan dan Penelitian Sejarah)
Publisher : FKIP UNIVERSITAS LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (195.291 KB)

Abstract

The purpose this research to know the proces of Bulangekh in pregnan period of Lampung Saibatin society in Pekon Sumber Agung, District of Ngambur, Sub-province of Pesisir Barat. The method that used in this research is Descriptive method. The data collecting technique are Participant Observation Technique, Interview, Documentation and Literature. The data analysis technique of this research is Data Analysis Qualitative. Based on the result of the research, Bulangekh implemented through three steps, those are (1) Preparation step were, time allocation, place, announcement to family and shaman and prepare the equipment that is used in the proces of Bulangekh. (2) Implementation steps, Reading the incantation and pray in the proces of bath until giving direction and advice by the shaman to expectant mother. (3) Closing steps, gratitude to shaman and pray together by inviting the neighbors and family. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Proses pelaksanaan Bulangekh dalam masa kehamilan pada masyarakat Lampung Saibatin di Pekon Sumber Agung Kecamatan Ngambur Kabupaten Pesisir Barat.Metode yang digunakan adalah metode deskriptif. Teknik pengumpulan datanya adalah teknik observasi partisipan, wawancara, dokumentasi dan studi pustaka. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis data kualitatif. Berdasarkan hasil peneleitian. Pelaksanaan Bulangekh dilaksanakan melalui tiga tahap yaitu (1) Tahap persiapan yaitu penentuan waktu, tempat, memberitahukan kepada keluarga dan dukun,serta mempersiapkan peralatan yang digunakan dalam proses Bulangekh.(2) Tahap pelaksanaan,yaitu pembacaan mantera dan do’a dalam proses pemandiannya hingga pemberian petunjuk dan nasehat oleh dukun untuk ibu hamil. (3) Tahap penutup, yaitu ucapan terimakasih kepada dukun dan syukuran/do’a dengan mengundang tetangga dan sanak keluarga. Kata kunci: bulangekh, masyarakat lampung, tata cara
KEHIDUPAN MASYARAKAT NELAYAN DUSUN KAPURAN KELURAHAN PASAR MADANG KECAMATAN KOTAAGUNG KABUPATEN TANGGAMUS Raisa Ayuningtyas; Ali Imron; Maskun Maskun
PESAGI (Jurnal Pendidikan dan Penelitian Sejarah) Vol 3, No 3 (2015): PESAGI (Jurnal Pendidikan dan Penelitian Sejarah)
Publisher : FKIP UNIVERSITAS LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (116.191 KB)

Abstract

This research was aimed to describe the cultural characteristics of fishermen society at Kapuran village, Pasar Madang in Kotaagung, Tanggamus. This research used descriptive qualitatif method while the technique of collecting data were observation, interview, documentation, and literature. From the result of this research, it can be concluded that fishermen society in Kapuran village have cultural characteristics, except leadership pattern which was orientated by social responsibility through resigning. The life of fishermen society in Kapuran village, can be seen by activities in their daily life, tradition and religion that they believe.Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan karakteristik kebudayaan masyarakat nelayan di Dusun Kapuran Kelurahan Pasar Madang Kecamatan Kotaagung Kabupaten Tanggamus. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan kepustakaan. Hasil penelitian ialah masyarakat nelayan di Dusun Kapuran memiliki karakteristik kebudayaan kecuali, pola kepemimpinan berorientasi pada tanggung jawab sosial dengan mengundurkan diri. Kehidupan masyarakat nelayan di Dusun Kapuran tampak dari aktivitas sehari-hari, tradisi yang berkaitan dengan daur hidup, agama dan kepercayaan.Kata kunci: karakteristik kebudayaan, masyarakat, nelayan
TINJAUAN HISTORIS SEKALA BEKHAK SEBAGAI MUASAL KEBERADAAN KERATUAN ADAT LAMPUNG Okta Viyanti Subing; Maskun Maskun; Muhammad Basri
PESAGI (Jurnal Pendidikan dan Penelitian Sejarah) Vol 1, No 2 (2013): PESAGI (Jurnal Pendidikan dan Penelitian Sejarah)
Publisher : FKIP UNIVERSITAS LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (159.195 KB)

Abstract

The purpose of this study was to determine the origin of the existence of Sekala Bekhak as Lampung Coastal Indigenous Keratuan. The method used in this study is due to the historical method of research that takes an object of the past in general using the historical method. Data collection techniques using library research techniques and documentation techniques, while the data analysis techniques using qualitative data techniques. Results of this study showed that the Sekala Bekhak is a large ancient peradaban. History of the existence of Mr. Sekala Bekhak Paksi closely associated with the founding of Highways or Latin culture both in the area of West Lampung and in other areas in the province of Lampung. In addition, in Sekala Bekhak Takit Pesagi ago, Kedatuan or Indigenous Keratuan has a characteristic rather than the formation of the township itself is taking every different direction. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui proses Sekala Bekhak sebagai muasal keberadaan Keratuan Adat Lampung Pesisir. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode historis karena penelitian ini mengambil obyek masa lampau. Tekhnik pengumpulan data menggunakan tekhnik studi kepustakaan dan dokumentasi. Tekhnik analisis datanya menggunakan tekhnik data kualitatif. Dari penelitian ini diperoleh hasil bahwa Sekala Bekhak merupakan sebuah Peradaban kuno. Sejarah berdirinya keberadaan paksi Pak Sekala Bekhak erat kaitannya dengan berdirinya marga atau budaya lain di Lampung Barat Takit Pesagi. Terdapat perkampungan atau tiyuh yang masing-masing di dirikan oleh kedatuan atau Keratuan yang mempunyai cirri khas dari setiap arah yang berbeda. Kata kunci: keberadaan, keratuan lampung, sekala bekhak
UPAYA PENYELAMATAN KARESIDENAN LAMPUNG DARI AGRESI MILITER BELANDA Lian Pratama; Maskun Maskun; Muhammad Basri
PESAGI (Jurnal Pendidikan dan Penelitian Sejarah) Vol 1, No 6 (2013): PESAGI (Jurnal Pendidikan dan Penelitian Sejarah)
Publisher : FKIP UNIVERSITAS LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (86.608 KB)

Abstract

Based on the formulation, so that this study aimed for rescue efforts Lampung Residency of military aggression II 1949 in politics and military. This study used the historical method with the literature’s and the documentation’s data collection techniques, while the data analysis is the qualitative data analysis. The result showed that the rescue efforts Residency Lampung by the public and goverrment Lampung, this is show in the field of political and military to make emergency rule on the move and guerrilla for the new dutch attack. In Lampung second military aggression (Clash II) new start Januari 1, 1949, Netherlands entrance to the bay Lampung through Kalianda towards the port Panjang. Berdasarkan uraian di atas, maka tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui upaya penyelamatan Karesidenan Lampung dari Ageresi Militer Belanda II tahun 1949 dalam bidang politik dan militer. Metode yang digunakan adalah metode historis. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik kepustakaan dan teknik dokumentasi, sedangkan untuk menganalisis data menggunakan analisis data kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya upaya penyelamatan Karesidenan Lampung oleh masyarakat dan pemerintahan Lampung, ini ditunjukkan pada bidang politik dan militer yaitu dengan membuat pemerintahan darurat yang berpindah-pindah dan gerilya untuk menghadapi serangan Belanda. Di Lampung agresi  militer kedua (Clash II) baru dimulai tanggal 1 Januari 1949, Belanda masuk ke Teluk Lampung melalui Kalianda menuju Pelabuhan Panjang. Kata kunci: agresi militer II, belanda, karesidenan lampung
PENGARUH PEMBELAJARAN SEJARAH TERHADAP PATRIOTISME SISWA KELAS XII SMAN 2 BUAY BAHUGA Tabligh Setiawan; Maskun Maskun; Suparman Arif
PESAGI (Jurnal Pendidikan dan Penelitian Sejarah) Vol 3, No 2 (2015): PESAGI (Jurnal Pendidikan dan Penelitian Sejarah)
Publisher : FKIP UNIVERSITAS LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (179.188 KB)

Abstract

The objective of the research could be formulated as follow: to determine the influence of significant learning history of the events surrounding the proclamation of 17 August 1945 and the formation of Indonesian Government to students patriotism of twelfth class at SMAN 2 Buay Bahuga. This research was quantitative research with experimental methods. Techniques in data collection used questionnaires, field notes, literature and documentation. The results showed the influence of teaching history about the events surrounding the proclamation of 17 Agustus 1945 and Indonesian Government formation to the students patriotism of 0,327 which means have a moderate effect.Tujuan penelitian yang ingin dicapai adalah untuk mengetahui pengaruh yang signifikan pembelajaran sejarah tentang peristiwa sekitar proklamasi 17 Agustus 1945 dan pembentukan pemerintah Indonesia terhadap patriotisme siswa kelas XII IPS di SMA Negeri 2 Buay Bahuga. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode eksperimen. Teknik dalam pengumpulan data menggunakan angket, catatan lapangan, studi literature, studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan adanya pengaruh pembelajaran sejarah tentang peristiwa sekitar proklamasi 17 Agustus 1945 dan pembentukan pemerintahan Indonesia terhadap patriotisme siswa sebesar 0,327 yang berarti memiliki pengaruh yang moderat. Kata kunci : patriotisme, pengaruh, pembelajaran sejarah
TINJAUAN HISTORIS TENTANG DAULAT ABBASIYAH PADA MASA KEPEMIMPINAN KHALIFAH HARUN AL-RASYID (786-809 M) Dian Amalia Chasanah; Maskun Maskun; Syaiful M
PESAGI (Jurnal Pendidikan dan Penelitian Sejarah) Vol 1, No 2 (2013): PESAGI (Jurnal Pendidikan dan Penelitian Sejarah)
Publisher : FKIP UNIVERSITAS LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (174.74 KB)

Abstract

Daulat Abbasiyah standing after the collaps of Daulat Umayah, achieving the triumph in the leadership of the Caliph Harun Al-Rasyid. Therefore, this study aimed to find out the efforts made Caliph Harun al-Rasyid in achieving the triumph of Daulat Abbasiyah governor. The method used in this study is the historical method. Data collection technique is the technique of literature and documentation techniques, while the data analysis technique is a qualitative data analysis technique. From analysing that has been conducted by the author obtained results that efforts Caliph Harun al-Rasyid Abbasiyah Rule in achieving greatness in the leadership is to retain a vast territory, which is achieved by building fortified cities, a relationship with King Charlemagne, lifting Governors from the military, and sending spies. Caliph also seeks to strengthen the Rule of the Abbasiyah army to increase the number of military forces, forming a line specific health, as well as establishing an office supply or called Diiwan Al'Ardhi. As well as trying to improve the economy Caliph Abbasiyah Rule by establishing cooperative relationship with China, intensified the translation of the foreign literature, as well as applying tax and zakat payment.Keywords: Abbasiyah, Caliph Harun al-Rasyid, Effort
KONFLIK ANTARA PENJAGA KEAMANAN RAKYAT DAN RAKYAT MELAWAN JEPANG DI TALANG PADANG 1945 Edi Hartono; Maskun Maskun; Suparman Arif
PESAGI (Jurnal Pendidikan dan Penelitian Sejarah) Vol 2, No 5 (2014): PESAGI (Jurnal Pendidikan dan Penelitian Sejarah)
Publisher : FKIP UNIVERSITAS LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (290.863 KB)

Abstract

The purposeofthis research is to find out what were the factors causing conflict between PKR and people which fighting Japanese to happen in Talang Padang, 17th November 1945. Data collection techniques are usinginterviewtechniques, literatureandtechnicaldocumentation, whereasto analyzedata is usingqualitativedata analysis.Based on research result, it shows that factors causing conflict between PKR and people which fighting Japanese to happen in Talang Padang, 17th November 1945, were: 1) disarmament which done by PKR in the early time of Indonesia independece. The bigwigs in Lampung established military organization which later did the disarmament. 2) people antiphaty demeanor to Japanese army which were devastation of worship places, youngster homicides in Talang Padang and plunder of vegetable which belonging to merchant in gisting made people hated Japanese army more.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apasajakah faktor penyebab terjadinya konflik antara Penjaga Keamanan Rakyat (PKR) dan rakyat melawan Jepang di Talang Padang 17 November 1945. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, kepustakaan dan teknik dokumentasi, sedangkan untuk menganalisis data menggunakan analisis data kualitatif.Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa faktor penyebab terjadinya konflik antara Penjaga Keamanan Rakyat (PKR) dan rakyat melawan Jepang di Talang Padang pada 17 November 1945 disebabakan karena 1) pelucutan senjata yang dilakukan oleh PKR. Ketika awal kemerdekaan Indonesia tokoh-tokoh di Lampung adalah membentuk organisasi militer kemudian melakukan pelucutan senjata milik Jepang 2) Sikap antipati rakyat terhadap Tentara Jepang yaitu pengrusakan tempat-tempat ibadah, pembunuhan pemuda Talang Padang dan perampasan sayuran milik pedagang di Gisting membuat rakyat semakin membenciTentara Jepang.Kata kunci : keamanan, talang padang, tentara
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN WHATSAPP DALAM PEMBELAJARAN SEJARAH PADA KELAS XI IPS 1 DI SMA NEGERI 1 PURBOLINGGO TAHUN AJARAN 2020/2021 Resti Apriana; Maskun Maskun; Nur Indah Lestari
PESAGI (Jurnal Pendidikan dan Penelitian Sejarah) Vol 9, No 2 (2021): PESAGI (Jurnal Pendidikan dan Penelitian Sejarah)
Publisher : FKIP UNIVERSITAS LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (81.331 KB)

Abstract

Efektivitas Penggunaan WhatsApp Dalam Pembelajaran Sejarah Pada Kelas IPS 1 Di SMA Negeri 1 Purbolinggo Tahun Ajaran 2020/2021. Penelitian ini dilatar belakangi penggunaan whatsApp grup dalam pembelajaran sejarah pada kelas XI IPS 1 di SMA Negeri 1 Purbolinggo. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui tingkat pemahaman siswa terhadap materi sejarah yang disampaikan melalui whatsApp grup. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan analisis data deskriptif. Informan dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI IPS 1 dan guru sejarah di SMA Negeri 1 Purbolinggo. Hasil Penelitian bahwa tingkat pemahaman siswa terhadap materi sejarah berdasarkan perhitungan menggunakan rumus presentase diperoleh hasil 44% dalam kategori rendah. Berdasarkan  hasil perhitungan menunjukan bahwa penggunaan whatsApp grup dalam pembelajaran sejarah tidak efektiv. Kata Kunci : WhatsApp Grup, Pembelajaran Sejarah
BEGAWAI DALAM PERKAWINAN SUKU REJANG RAWAS DESA MUARA KUIS Ferdiana Haryani; Iskandar Syah; Maskun Maskun
PESAGI (Jurnal Pendidikan dan Penelitian Sejarah) Vol 1, No 3 (2013): PESAGI (Jurnal Pendidikan dan Penelitian Sejarah)
Publisher : FKIP UNIVERSITAS LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (259.417 KB)

Abstract

One of the results of culture that is still handed down by society is the marriage ceremony. Formulation of the problem in this research is how the procedures of begawai in marriage clan Rejang Rawas Village Muara Kuis? The objective is to determine how the implementation procedure begawai in marriage clan Rejang Rawas Village Muara Kuis. This research uses descriptive methods, data collection techniques literature, documentation technique, interviews, and data analysis techniques. Results of the study are Begawai before the agreement consists of prasanan, pengetanan, pengantar suku/pengantar adat, tandang. Begawai when agreement ; ask for permission, tegak tenda, bekurban, mengesok, hantaran, marriage ceremony, lelangan. Begawai after agreement ; returning borrowed tools, bridal showers, do’a syukuran, flush the graves and visiting. Salah satu hasil budaya yang masih diwariskan oleh masyarakat adalah upacara perkawinan. Perumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana tata cara pelaksanaan begawai dalam perkawinan suku Rejang Rawas Desa Muara Kuis? Tujuannya adalah untuk menentukan bagaimana tata cara pelaksanaan begawai dalam pernikahan suku Rejang Rawas Desa Muara Kuis. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif, teknik pengumpulan data kepustakaan, teknik dokumentasi, wawancara, dan teknik analisis data. Hasil dari penelitian ini adalah Begawai sebelum perjanjian terdiri dari prasanan, pengetanan, pengantar suku / pengantar adat, Tandang. Begawai ketika perjanjian; meminta izin, tegak tenda, bekurban, mengesok, hantaran, akad nikah, lelangan. Begawai setelah perjanjian; mengembalikan alat-alat yang dipinjam, mandi pengantin, do'a syukuran, menyiram kuburan dan berkunjung. Kata kunci: begawai, suku rejang rawas, tata cara
Co-Authors Abdul Rahman As Syakir Achmad Didik Khoirudin Adi Wiranata Afida Afianingsih Afni Afni Agnes Titis Endarliani Agus Mastrianto Ainun Masyrifah Algazali Harris Ali Imron Ali Imron Ali Alidiya Mei Rini Alpina Damayanti Ambika Luhitadati Amelia Putri Amerza Fransiska Andi Nur Shabranah Anggun Puspawati Anita Resianty Anni Azizah Antonius Joko Wardoyo Aprilia Tri Aristina Arif Rahman Muhayat Asep Junairi Asmawati Elindriani Ayoe Diah Sukmawati Ayu Lukita Tiana Azizah Apriyani Beni Apriantoro Carlos Hendrawan Cheri Saputra Dany Lapeba Deka Satriya Imanda Desri Juliandri Dian Amalia Chasanah Dian Nur Pertiwi Dora Arcella Dwi Gesti Jayanti Dwi Oktavia Eben Ezer Simamora Eddy Purnomo Edi Hartono Edi Makmur Efi Yulia Emilda Rani Eni Samiasih Erlangga Andalas Sakti Ferdiana Haryani Fifi Noviasari Ganira Octa Maria Amru Gustian Agung Indrawan Hendri Wianingsih Herlina Herlina Hesty Sapitry Ida Nuryani Ika Surya Widya Astuti Ina Novianti Indah Nina Yusti Indah Sri Lestari Indrawanto Indrawanto Iskandar Syah Khairiah Khairiah Khairul Afandi Lia Ratnawati Lian Pratama Lilis Suryana Lusia Dwi Indriati Lusiana Lusiana Maretha Ghassani Mega Lestari Megi Trihandini Melisa Rifaie Miftahussa'adah Miftahussa'adah Mudinillah, Adam Muhammad Aji Wira Wardhana Muhammad Arif Rizka Muhammad Aswan Muhammad Basri Myristica Imanita Nandar Setya Nugraha ni nyoman trisna utariyani Nina Indayana Nita Noviani Nofria Yuliyanti Nova Indahyani Nur Indah Lestari Nur Maimunah Okta Darma Yudha Okta Viyanti Subing Pargito Pargito Pramudia Prastika Prihatanti Prihatanti Putri Chairia Putu Mariyanto Raisa Ayuningtyas Reki Fahlevi Rena Prasesti Resti Apriana Reza Andesta Riantimala Riantimala Rika Warda Julianti Risma M Sinaga Risma Margaretha Sinaga Ryan cahya saputra Sepka Kurnia Wahyuningsih Sevia Andriliani Sisca Devita Aprilia Siti Sopiah Arafah Sri Nurmayani Sri Sudiro Harsuno Suparman Arif Surya Pratiwi Susi Susanti Syaiful M Sylvia Farantika Tabligh Setiawan Tila Paulina Valensy Rachmedita Vivi Hardiana Wakidi Wakidi Widi Indah Yesi Yuana Putri Yoga Prima Shawalda Yuliza Sushanty Yuniar Wike Wulandari Yunita Susilawati Yuresti Yuresti Yustina Sri Ekwandari Zafran Febriadi Zahra Qurrotu’aini Zulkifli Aspan