Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH MODEL PROJECT BASED LEARNING TERHADAP HASIL BELAJAR IPS SISWA Lusia Dwi Indriati; Maskun Maskun; Suparman Arif
PESAGI (Jurnal Pendidikan dan Penelitian Sejarah) Vol 4, No 1 (2016): PESAGI (Jurnal Pendidikan dan Penelitian Sejarah)
Publisher : FKIP UNIVERSITAS LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (276.758 KB)

Abstract

The purpose of this study was to determine whether there is a significant effect of Project Based Learning model on the cognitive learning achievement of class VII SMP Negeri 7 Blambangan Umpu Way Kanan in Academic Year 2014/2015. The research used experimental method with pretest-posttest control group design. Based on the analysis of quantitative data, it can be concluded that there is a significant influence of the effect of the application of the model with the significance level of Project Based Learning is at 11,82.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh yang signifikansi pengaruh model Project Based Learning terhadap hasil belajar kognitif siswa pada mata pelajaran IPS kelas VII di SMP Negeri 7 Blambangan Umpu Way Kanan Tahun Ajaran 2014/2015. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan desain penelitian pretest-posttest control group design. Berdasarkan analisis data secara kuantitatif dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh yang signifikan pengaruh model Project Based Learning adalah sebesar 11,82.Kata kunci: hasil belajar, kognitif, project based learning
TRADISI NGUMBAI SABAH ULUN LAMPUNG SAIBATIN PEKON BIHA KABUPATEN PESISIR BARAT Nina Indayana; Iskandar Syah; Maskun Maskun
PESAGI (Jurnal Pendidikan dan Penelitian Sejarah) Vol 4, No 1 (2016): PESAGI (Jurnal Pendidikan dan Penelitian Sejarah)
Publisher : FKIP UNIVERSITAS LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (127.746 KB)

Abstract

This study aimed to determine the procedures of Sabah Ngumbai Ulun Lampung Saibatin Pekon Biha Kecamatan Pesisir Selatan Kabupaten Pesisir Barat. The method of used in this research was descriptive method with qualitative approach. The results showed that procedure of Ngumbai Sabah has three phases the preparation phase consisted of: deliberation societies in the mosque, the result of deliberation, slaughtering sacrificial animals. The implementation phase consisted of mosque public gatherings, events penayuhan/ praying, eating foods, distribution of cendana water. Closing stages consisted of: the public come to the location of paddy, plugging palm shoots, cendana water flush around the location of the fields.Penelitian bertujuan untuk mengetahui Tata Cara Ngumbai Sabah Ulun Lampung Saibatin Pekon Biha Kecamatan Pesisir Selatan Kabupaten Pesisir Barat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tata cara Ngumbai Sabah mempunyai 3 (tiga) tahap yaitu tahap persiapan terdiri dari: musyawarah masyarakat di masjid, hasil musyawarah, menyembelih hewan kurban. Tahap Pelaksanaan terdiri dari: kumpul masyarakat di masjid, acara penayuhan/pembacaan doa, menyantap hidangan, pembagian air cendana. Tahap penutupan terdiri dari: masyarakat menuju ke lokasi sawah, menancapkan pucuk aren, menyiram air cendana ke sekeliling sawah.Kata kunci: ngumbai sabah, tata cara, tradisi
PELAKSANAAN ADAT PERKAWINAN SUNDA DI DESA NAMBAH REJO KECAMATAN KOTA GAJAH Azizah Apriyani; Maskun Maskun; Suparman Arif
PESAGI (Jurnal Pendidikan dan Penelitian Sejarah) Vol 1, No 5 (2013): PESAGI (Jurnal Pendidikan dan Penelitian Sejarah)
Publisher : FKIP UNIVERSITAS LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (221.662 KB)

Abstract

The objectives were to determine whether a change in the implementation of Sundanese traditional wedding in the  Nambah Rejo village. This study uses qualitative data collection, observation techniques, interviewing techniques, technical documentation, and data analysis techniques. The results of this study are in line with the times, lamaran and seserahan  performed in conjunction with the intention of charge marriage savings and further shorten the time, then the siraman event  is done only by the bride alone women, the groom residence only events yasinan and event ngunduh mantu is only performed if the groom is able, otherwise it is not mandatory event ngunduh mantu. Tujuan yang ingin dicapai adalah untuk mengetahui apakah terjadi perubahan pelaksanan adat perkawinan Sunda di Desa Nambah Rejo. Penelitian ini menggunakan pengumpulan data kualitatif, teknik observasi, teknik wawancara, teknik dokumentasi, serta teknik analisis data. Hasil penelitian ini sejalan dengan perkembangan zaman, lamaran dan seserahan dilakukan bersamaan dengan tujuan penghematan biaya pernikahan dan lebih mempersingkat waktu, maka acara siraman dilakukan hanya oleh pengantin wanita saja, kediaman pengantin pria hanya acara yasinan dan acara ngunduh mantu hanya dilakukan jika pengantin pria mampu, jika tidak maka tidak wajib acara ngunduh mantu. Kata kunci : adat, perkawinan, sunda
Begawi Cakak Pepadun Sebagai Proses Memperoleh Adek pada Buay Nunyai di Desa Mulang Maya Maretha Ghassani; Maskun Maskun; Syaiful M
PESAGI (Jurnal Pendidikan dan Penelitian Sejarah) Vol 7, No 3 (2019): PESAGI (Jurnal Pendidikan dan Penelitian Sejarah)
Publisher : FKIP UNIVERSITAS LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (135.792 KB)

Abstract

This study aims to describe the process of implementing Begawi Cakak Pepadun in obtaining Adek in Mulang Maya Village, Kota Bumi Selatan District, North Lampung Regency. The method used is a qualitative method with a descriptive approach. Techniques for collecting data by means of interviews, observation, documentation, and literature. The results of this study indicate that in the implementation of Cakak Pepadun the Preparatory stage of Begawi Cakak Pepadun experienced an initial change in the change in the way to invite Punyimbang, customary deliberations in preparing the time, place, committee, and facilities for public facilities. Core activities: Manjau, Malam Cangget, Turun Mandei, and Cakak Pepadun are still being implemented according to customary provisions, but the implementation of the mediation is no longer implemented. The closing stage of establishing customary titles is still realized according to customary provisions, but the reading of the pepaccur has not been recited so that it has not been realized. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pelaksanaan Begawi Cakak Pepadun dalam memperoleh Adek di Desa Mulang Maya Kecamatan Kota Bumi Selatan Kabupaten Lampung Utara. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriftif. Tehnik pengumpulan data dengan cara wawancara, observasi, dokumentasi, dan kepustakaan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa dalam pelaksanaan Cakak Pepadun tahap Persiapan Begawi Cakak Pepadun mengalami perubahan semula adanya perubahan cara mengundang Punyimbang, musyawarah adat dalam mempersiapkan waktu, tempat, panitia, dan sarana prasarana begawi. Kegiatan Inti: Manjau, Malam Cangget, Turun Mandei, dan Cakak Pepadun masih trealisasi sesuai ketentuan adat hanya pelaksanaan Ngedio sudah tidak terlaksana lagi. Tahap penutup penetapan gelar adat masih terealisasi sesuai ketentuan adat, namun pembacaan pepaccur sudah tidak dibacakan lagi sehingga sudah tidak terealisasi.Kata kunci: adek, begawi, cakak pepadun
PROSES PENGUKUHAN ADOK DALAM ADAT KEPAKSIAN PERNONG PAKSI PAK SEKALA BEGHAK Yuniar Wike Wulandari; Ali Imron; Maskun Maskun
PESAGI (Jurnal Pendidikan dan Penelitian Sejarah) Vol 3, No 3 (2015): PESAGI (Jurnal Pendidikan dan Penelitian Sejarah)
Publisher : FKIP UNIVERSITAS LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (112.36 KB)

Abstract

This research is aimed to the Inauguration Process of Adok in Kepaksian Pernong Paksi Pak Sekala Beghak in Batu Brak, West Lampung. This research used descriptive method while the technique of analyzing data using qualitative and the technique of colecting data were interview, documentation, literature and observation. From the results of this research, can be concluded that adok consists of adok lulus kawai dan cakak adok. The inauguration process of Adok have two stages, filing of customary title/adok and penettahan adok procession.Tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui Proses Pengukuhan Adok dalam Adat Kepaksian Pernong Paksi Pak Sekala Beghak Kecamatan Batu Brak Kabupaten Lampung Barat. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui teknik wawancara, kepustakaan dan teknik dokumentasi sedangkan analisis data yang digunakan adalah analisis data kualitatif. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa adok terdiri dari adok lulus kawai dan cakak adok. Proses pengukuhan adok melalui dua tahapan yaitu tahapan pengajuan gelar adat/adok dan pelaksanaan prosesi penettahan adok.Kata kunci : adok, kepaksian pernong, pernong
HUBUNGAN AKTIVITAS PADA MODEL TEAMS GAMES TOURNAMENT (TGT) TERHADAP MOTIVASI BELAJAR SEJARAH Okta Darma Yudha; Maskun Maskun; Muhammad Basri
PESAGI (Jurnal Pendidikan dan Penelitian Sejarah) Vol 5, No 1 (2017): PESAGI (Jurnal Pendidikan dan Penelitian Sejarah)
Publisher : FKIP UNIVERSITAS LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (571.958 KB)

Abstract

This research aimed to determine whether there was any connection mental activities in Teams Games Tournament (TGT) model to learn motivation history of XI IPS 2 students at SMA Negeri 8 Bandar Lampung in academic year of 2015/2016. This research used experiment with the type of one shot case study. Based on the analysis of quantitative data using Spearman Correlation, it could be concluded that there was connection activity in Teams Games Tournament (TGT) model to learn motivation history.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya hubungan mental activities pada model pembelajaran Teams Games Tournament (TGT) terhadap motivasi belajar Sejarah siswa kelas XI IPS 2 di SMA Negeri 8 Bandar Lampung tahun ajaran 2015/2016. Penelitian ini menggunakan metode Eksperimen dengan tipe One Shot Case Study. Berdasarkan analisis data secara kuantitatif dengan menggunakan uji Korelasi Spearman dapat disimpulkan bahwa ada hubungan mental activities pada model pembelajaran Teams Gams Tournament (TGT) terhadap motivasi belajar Sejarah.Kata kunci: aktivitas belajar, motivasi belajar siswa, teams games tournament.
PENGARUH PENGGUNAAN MODEL LC7E TERHADAP PENINGKATAN PEMAHAMAN SISWA DALAM MATERI PEMBELAJARAN SEJARAH Sylvia Farantika; Iskandar Syah; Maskun Maskun
PESAGI (Jurnal Pendidikan dan Penelitian Sejarah) Vol 2, No 4 (2014): PESAGI (Jurnal Pendidikan dan Penelitian Sejarah)
Publisher : FKIP UNIVERSITAS LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (113.765 KB)

Abstract

The purpose of this study was to determine whether the use of learning models learning cycle 7e has a significant effect in improving students' understanding of history learning materials in Trisukses Natar high school class X. The study design was a pretest-posttest control group design. The study population was students of class X 2013/2014 school year, amounting to 205 people. Samples were taken by using purposive sampling technique. Based on the research, it was concluded that there is a significant effect of the use of models of learning cycle 7e on students' understanding of history learning materials in class X SMA Trisukses Natar.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah penggunaan model pembelajaran Learning Cycle 7E berpengaruh signifikan terhadap peningkatan pemahaman siswa dalam materi pembelajaran sejarah kelas X di SMA Trisukses Natar. Desain penelitian adalah pretest-postest control group design. Populasi penelitian adalah siswa kelas X tahun ajaran 2013/2014 berjumlah 205 orang. Sampel diambil menggunakan teknik sampling purposive. Berdasarkan penelitian disimpulkan ada pengaruh yang signifikan dari penggunaan model learning cycle 7e terhadap pemahaman siswa dalam materi Pembelajaran Sejarah kelas X SMA Trisukses Natar.Kata kunci : learning cycle 7e, pemahaman materi, pembelajaran sejarah.
EFEKTIVITAS STRATEGI PEMBELAJARAN AKTIF TIPE TEAM QUIZ PADA PEMBELAJARAN SEJARAH KELAS X Rika Warda Julianti; Maskun Maskun; Muhammad Basri
PESAGI (Jurnal Pendidikan dan Penelitian Sejarah) Vol 3, No 6 (2015): PESAGI (Jurnal Pendidikan dan Penelitian Sejarah)
Publisher : FKIP UNIVERSITAS LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (117.299 KB)

Abstract

The purpose of this research was to determine how big the effectivity of active learning strategy type of team quiz on history learning at the tenth grade students of SMA Negeri 5 Bandar Lampung in academic year 2014/2015. This research used was descriptive method with analysis technique of quantitative data. The result of this research were the effectivity of active learning strategy type of team quiz on history learning at the tenth grade student of SMA Negeri 5 Bandar Lampung in academic year 2014/2015 was strong/effective, based on the questionnaire result of 77,8% and the observation result of 76,7%.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui besarnya efektivitas strategi pembelajaran aktif tipe team quiz pada pembelajaran sejarah siswa kelas X SMA Negeri 5 Bandar Lampung Tahun Pelajaran 2014/2015. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan teknik analisis data kuantitatif. Hasil dari peneitian ini adalah efektivitas strategi pembelajaran aktif tipe team quiz pada pembelajaran sejarah siswa kelas X SMA Negeri 5 Bandar Lampung Tahun Pelajaran 2014/2015 adalah kuat/efektif, dengan berdasarkan hasil kuesioner sebesar 77,8% dan hasil observasi sebesar 76,7%.Kata kunci: efektivitas, strategi pembelajaran aktif, team quiz
MODEL PEMBELAJARAN GROUP INVESTIGATION DALAM PEMBELAJARAN SEJARAH MA DARUL AMAL METRO Pramudia Prastika; Maskun Maskun; Wakidi Wakidi
PESAGI (Jurnal Pendidikan dan Penelitian Sejarah) Vol 2, No 6 (2014): PESAGI (Jurnal Pendidikan dan Penelitian Sejarah)
Publisher : FKIP UNIVERSITAS LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (208.387 KB)

Abstract

The purpose of this research was to determine the effectiveness of cooperative learning model Group Investigation in learning history at class XI IPA 2 MA Darul A'mal Metro academic year 2014/2015. The method used is descriptive with data collection through questionnaires, observation and documentation. Data analysis used the quantitative descriptive data analysis techniques.The results showed that the effectiviness of using cooperative learning model Group Investigation in history teaching is based on the percentage of questionnaires reached 78.8%, which is interpreted into the strong category, and the data acquisition observation sheet reached the percentage of 77.8% which is interpreted into the strong category. The meaning of strong efficacy in this study is the exact learning model which is used in the process of history teaching.Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas model pembelajaran Group Investigation dalam pembelajaran sejarah siswa kelas XI IPA 2 MA Darul Amal Metro Tahun Pelajaran 2014/2015. Metode yang digunakan adalah deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui kuesioner, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan yakni teknik analisis data deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas penggunaan model pembelajaran Group Investigation dalam pembelajaran sejarah berdasarkan kuesioner mencapai persentase 78,8% yang diinterpretasikan masuk dalam kategori kuat, dan perolehan data lembar observasi mencapai persentase 77,8% yang diinterpretasikan masuk dalam kategori kuat. Makna efektivitas kuat dalam penelitian ini yakni model pembelajaran ini tepat digunakan dalam proses pembelajaran sejarah.Kata kunci : efektivitas, group investigation, model pembelajaran
TINJAUAN DESKRIPTIF CAGAR BUDAYA GUA NAPALICIN KABUPATEN MUSI RAWAS SUMATERA SELATAN Nur Maimunah; Maskun Maskun; Syaiful M
PESAGI (Jurnal Pendidikan dan Penelitian Sejarah) Vol 1, No 3 (2013): PESAGI (Jurnal Pendidikan dan Penelitian Sejarah)
Publisher : FKIP UNIVERSITAS LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (247.797 KB)

Abstract

Cultural Heritage Cave Napalicin in Musi Rawas Regency Of South Sumatera. There are efforts Musi Rawas District Governments in the preservation of cultural heritage. Purpose of this research is to find out what are the Musi Rawas Regency Government efforts in the preservation of Cultural Heritage Cave Napalicin. This research used descriptive method with data collection trough observation, interviews, documentation and literature as well as analyzing the data with qualitative data analysis techniques. The results of this study suggest that efforts Musi Rawas Regency Government in the preservation of Cultural Heritage Cave Napalicin by doing some activities there are, publication, protection and restoration. Cagar Budaya Gua Napalicinterletak di Kabupaten Musi Rawas Sumatera Selatan. Terdapat upaya Pemerintah Daerah Kabupaten Musi Rawas dalam pelestarian cagar budaya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apa sajakah upaya Pemerintah Daerah Kabupaten Musi Rawas dalam pelestarian Cagar Budaya Gua Napalicin.Penelitian ini menggunakan metode deskripsif dengan teknik pengumpulan data melalui teknik observasi, wawancara, dokumentasi, kepustakaan sertateknik analisis data kualitatif. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa upaya Pemerintah Daerah dalam pelestarian Cagar Budaya Gua Napalicin dengan melakukan beberapa kegiatan yaitu pemanfaatan, pempublikasian, perlindungan dan pemugaran.                    Kata kunci: pelestarian cagar budaya, pemerintah, upaya
Co-Authors Abdul Rahman As Syakir Achmad Didik Khoirudin Adi Wiranata Afida Afianingsih Afni Afni Agnes Titis Endarliani Agus Mastrianto Ainun Masyrifah Algazali Harris Ali Imron Ali Imron Ali Alidiya Mei Rini Alpina Damayanti Ambika Luhitadati Amelia Putri Amerza Fransiska Andi Nur Shabranah Anggun Puspawati Anita Resianty Anni Azizah Antonius Joko Wardoyo Aprilia Tri Aristina Arif Rahman Muhayat Asep Junairi Asmawati Elindriani Ayoe Diah Sukmawati Ayu Lukita Tiana Azizah Apriyani Beni Apriantoro Carlos Hendrawan Cheri Saputra Dany Lapeba Deka Satriya Imanda Desri Juliandri Dian Amalia Chasanah Dian Nur Pertiwi Dora Arcella Dwi Gesti Jayanti Dwi Oktavia Eben Ezer Simamora Eddy Purnomo Edi Hartono Edi Makmur Efi Yulia Emilda Rani Eni Samiasih Erlangga Andalas Sakti Ferdiana Haryani Fifi Noviasari Ganira Octa Maria Amru Gustian Agung Indrawan Hendri Wianingsih Herlina Herlina Hesty Sapitry Ida Nuryani Ika Surya Widya Astuti Ina Novianti Indah Nina Yusti Indah Sri Lestari Indrawanto Indrawanto Iskandar Syah Khairiah Khairiah Khairul Afandi Lia Ratnawati Lian Pratama Lilis Suryana Lusia Dwi Indriati Lusiana Lusiana Maretha Ghassani Mega Lestari Megi Trihandini Melisa Rifaie Miftahussa'adah Miftahussa'adah Mudinillah, Adam Muhammad Aji Wira Wardhana Muhammad Arif Rizka Muhammad Aswan Muhammad Basri Myristica Imanita Nandar Setya Nugraha ni nyoman trisna utariyani Nina Indayana Nita Noviani Nofria Yuliyanti Nova Indahyani Nur Indah Lestari Nur Maimunah Okta Darma Yudha Okta Viyanti Subing Pargito Pargito Pramudia Prastika Prihatanti Prihatanti Putri Chairia Putu Mariyanto Raisa Ayuningtyas Reki Fahlevi Rena Prasesti Resti Apriana Reza Andesta Riantimala Riantimala Rika Warda Julianti Risma M Sinaga Risma Margaretha Sinaga Ryan cahya saputra Sepka Kurnia Wahyuningsih Sevia Andriliani Sisca Devita Aprilia Siti Sopiah Arafah Sri Nurmayani Sri Sudiro Harsuno Suparman Arif Surya Pratiwi Susi Susanti Syaiful M Sylvia Farantika Tabligh Setiawan Tila Paulina Valensy Rachmedita Vivi Hardiana Wakidi Wakidi Widi Indah Yesi Yuana Putri Yoga Prima Shawalda Yuliza Sushanty Yuniar Wike Wulandari Yunita Susilawati Yuresti Yuresti Yustina Sri Ekwandari Zafran Febriadi Zahra Qurrotu’aini Zulkifli Aspan