Claim Missing Document
Check
Articles

Implications of Language Politeness in Efforts to Prevent Westernization Behavior and Horizontal Conflict Pratikno, Heru; Wulansari, Atsani; Purwanto, Kokok Dj
Wanastra: Jurnal Bahasa dan Sastra Vol. 17 No. 1 (2025): March
Publisher : LPPM Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/wanastra.v17i1.11891

Abstract

The purpose of this study is to find out the influence of foreign culture on the use of regional and national languages. In addition, this study was conducted to determine the role of language in preventing the horizontal conflicts in society that are emerging today. Data collection was carried out using the listening and note-taking method, the data was taken from documentation studies in online mass media. In analyzing the data, this study used a qualitative descriptive method. The results of the study show that it is so easy for the influence of Western culture and extreme understanding to enter the younger generation. The consistent use of polite language is a challenge for the younger generation to apply when interacting, both in society and on social media. For this reason, the role of family and community is very important in preventing Westernization and horizontal conflict, namely by prioritizing the use of good language.
Aplikasi Media Sosial Dapat Mengubah Pola Komunikasi Remaja Media Sosial Di Desa Cimanggu Adawiyah, Milah; Pratikno, Heru
Kompetensi : Jurnal Pendidikan dan Humaniora Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan UNIBA Vol 19 No 1 (2026): Kompetensi
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/kompetensi.v19i1.433

Abstract

Teknologi dan media sosial telah berkembang sangat pesat membawa perubahan terhadap pola komunikasi masyarakat, terutama remaja. TikTok sebagai bagian platform populer turut memengaruhi cara remaja berinteraksi melalui penggunaan bahasa yang unik dan dinamis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan pola komunikasi remaja akibat penggunaan bahasa TikTok serta mengkaji dampak positif dan negatifnya terhadap kemampuan berbahasa. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif melalui teknik pengumpulan data seperti melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap remaja di Desa Cimanggu Subang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahasa yang digunakan remaja cenderung berupa slang, singkatan, serta menggunakan Bahasa campur kode antara bahasa Indonesia, daerah, dan asing. Bahasa tersebut bersifat santai, ekspresif, dan tidak formal. Di satu sisi, fenomena ini mencerminkan kreativitas berbahasa dan memperkuat identitas sosial remaja. Namun, di sisi lain, terdapat dampak negatif berupa penurunan penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar serta munculnya kebiasaan penggunaan bahasa kurang sopan. Dengan demikian, diperlukan peran lingkungan dalam membimbing penggunaan bahasa secara bijak.
Pendampingan Orang Tua dalam Menangani Anak Usia 5-6 Tahun yang Mengalami Keterlambatan Bicara Choirunnisa Agustin; Huriah Rachmah; Heru Pratikno
Bandung Conference Series: Early Childhood Teacher Education 51-58
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsecte.v5i2.18691

Abstract

Abstract. This study aims to analyze the role of parents in handling children aged 5-6 years who experience delays in speech development. Specifically, this study explores the factors that cause speech delays, the handling carried out by parents, support for therapy activities, and obstacles faced in the process of assisting children. The approach used is qualitative with a case study method, with data collection techniques through observation, interviews, and documentation. The results of the study indicate that speech delays in children are caused by lack of environmental stimulation, excessive use of gadgets, minimal verbal interaction, and psychological burdens in the family. Parents play a central role through emotional support, providing verbal stimulation at home, and cooperation with therapists. Despite facing challenges such as limited time, energy, and costs, parents continue to show commitment in carrying out therapy on an ongoing basis. This study implies that the success of therapy does not only depend on professional staff, but is also determined by active involvement, emotional readiness, and full support from parents and family in the child's daily life. Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran orang tua dalam menangani anak usia 5–6 tahun yang mengalami keterlambatan dalam perkembangan bicara. Secara khusus, penelitian ini mengeksplorasi faktor penyebab keterlambatan bicara, penanganan yang dilakukan orang tua, dukungan terhadap kegiatan terapi, serta hambatan yang dihadapi dalam proses pendampingan anak. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan metode studi kasus, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlambatan bicara pada anak disebabkan olehkurangnya stimulasi lingkungan, penggunaan gadget yang berlebihan, minimnya interaksi verbal, dan beban psikologis dalam keluarga. Orang tua memainkan peran sentral melalui dukungan emosional, pemberian stimulasi verbal di rumah, serta kerja sama dengan terapis. Kendala menghadapi tantangan seperti keterbatasan waktu, tenaga, dan biaya, orang tua tetap menunjukkan komitmen dalam menjalankan terapi secara berkelanjutan. Penelitian ini mengimplikasikan bahwa keberhasilan terapi tidak hanya bergantung pada tenaga profesional, melainkan juga sangat ditentukan oleh keterlibatan aktif, kesiapan emosional, dan dukungan penuh dari orang tua dan keluarga dalam kehidupan sehari-hari anak.