Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH MODEL PBL BERBANTUAN GOOGLE SITES TERHADAP KEMAMPUAN KOLABORASI DAN HASIL BELAJAR PENDIDIKAN PANCASILA Nurhidayati Nurhidayati; Syafruddin Syafruddin; Lalu Sumardi
Daiwi Widya Vol 13, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37637/dw.v13i1.2896

Abstract

Rendahnya kemampuan kolaborasi dan hasil belajar Pendidikan Pancasila siswa sekolah dasar menjadi permasalahan mendesak di era pendidikan abad ke-21. Penelitian ini bertujuan menguji pengaruh model Problem Based Learning (PBL) berbantuan media Google Sites terhadap kemampuan kolaborasi dan hasil belajar Pendidikan Pancasila siswa kelas V SDIT Anak Sholeh 2 Mataram. Desain penelitian menggunakan quasi-experiment dengan pola pretest-posttest control group design. Sampel berjumlah 58 siswa yang terbagi atas kelas eksperimen (n=29) dan kelas kontrol (n=29). Data kemampuan kolaborasi dikumpulkan melalui lembar observasi berbasis indikator Johnson & Johnson (2009), sedangkan hasil belajar diukur menggunakan tes pilihan ganda berorientasi Higher Order Thinking Skills (HOTS) level C4–C6. Analisis data menggunakan ANCOVA dan MANCOVA berbantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Model Problem Based Learning berbantuan Google Sites berpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan kolaborasi, dengan selisih rerata posttest kelas eksperimen (86,63) dan kontrol (64,64) sebesar 22,00 poin; (2) Model Problem Based Learning berbantuan Google Sites berpengaruh secara signifikan terhadap hasil belajar Pendidikan Pancasila, dengan selisih rerata posttest kelas eksperimen (82,03) dan kontrol (71,72) sebesar 10,31 poin; dan (3) terdapat pengaruh yang sangat signifikan secara simultan terhadap kedua variabel tersebut. Integrasi PBL dengan media berbasis web terbukti efektif meningkatkan kompetensi afektif dan kognitif siswa sekolah dasar secara holistik.
Gaya Kepemimpinan Kepala Sekolah Dalam Membangun Budaya Kerja Guru Sekolah Dasar Akreditasi Unggul di Lombok Timur Muhammad Wisnu Alfan Hadi; Lalu Sumardi; Mansur Hakim; Asrin; Abdul Kadir Jaelani
(JPAP) Jurnal Praktisi Administrasi Pendidikan Vol. 9 No. 2 (2025): JULI
Publisher : Postgraduate University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpap.v9i2.1051

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis gaya kepemimpinan kepala sekolah dalam membangun budaya kerja guru di sekolah dasar berakreditasi unggul di Kabupaten Lombok Timur. Fokus utama penelitian ini mencakup bagaimana gaya kepemimpinan kepala sekolah diterapkan serta faktor-faktor pendukung dan penghambat yang memengaruhinya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus yang dilaksanakan di SD Negeri 3 Pancor, sebagai sekolah inti di gugus Kecamatan Selong. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala sekolah menerapkan gaya kepemimpinan transformasional dan situasional yang mendorong kolaborasi, tanggung jawab, inovasi, dan disiplin kerja guru. Faktor pendukung dalam membangun budaya kerja mencakup lingkungan kerja yang religius, hubungan harmonis antar guru, serta dukungan dari pengawas dan komite sekolah. Sementara itu, faktor penghambat mencakup beban administrasi guru, kesenjangan generasi, dan keterbatasan pelatihan profesional. Kesimpulannya, keberhasilan budaya kerja guru di sekolah dasar unggul sangat bergantung pada kepemimpinan kepala sekolah yang mampu menyesuaikan gaya kepemimpinan dengan konteks dan dinamika sekolah. Temuan ini diharapkan dapat menjadi rujukan bagi pengembangan kepemimpinan pendidikan dan perumusan kebijakan yang berorientasi pada peningkatan mutu sekolah.
Manajemen Pengembangan Kompetensi Guru Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan Pada Kelompok Kerja Guru Olahraga di Kecamatan Praya Nurul Isnaini; Lalu Sumardi
(JPAP) Jurnal Praktisi Administrasi Pendidikan Vol. 9 No. 2 (2025): JULI
Publisher : Postgraduate University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpap.v9i2.1093

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi program pengembangan kompetensi guru Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan (PJOK) melalui Kelompok Kerja Guru Olahraga (KKGO) di Kecamatan Praya. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan program pengembangan kompetensi guru PJOK dilakukan secara sistematis dan terstruktur melalui empat fungsi manajemen: perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, serta evaluasi dan pengendalian. Perencanaan dilakukan berdasarkan identifikasi kebutuhan guru secara partisipatif dan dituangkan dalam program kerja tahunan. Pengorganisasian mencakup struktur kepengurusan yang jelas serta pengelolaan sumber daya manusia dan finansial yang transparan. Pelaksanaan program meliputi kegiatan rutin dan pengembangan kompetensi seperti workshop, pelatihan media pembelajaran, lesson study, dan klinik olahraga. Evaluasi dilakukan secara berkala menggunakan instrumen online dan forum refleksi yang ditindaklanjuti dalam bentuk perbaikan program. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program KKGO telah memberikan dampak nyata terhadap peningkatan profesionalisme guru PJOK dan mutu pembelajaran jasmani di sekolah dasar. Evaluasi yang bersifat berkelanjutan dan partisipatif menjadi kunci utama dalam menjamin efektivitas dan keberlanjutan program.
Manajemen Model MEKAR Pada Pendampingan Pelatihan Guru Dalam Meningkatkan Kompetensi Literasi Peserta Didik di Kecamatan Labuapi Suartini Iklima; Fahruddin; Lalu Sumardi; Asrin; Mansur Hakim
(JPAP) Jurnal Praktisi Administrasi Pendidikan Vol. 9 No. 2 (2025): JULI
Publisher : Postgraduate University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpap.v9i2.1097

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manajemen model MEKAR dalam pendampingan pelatihan guru guna meningkatkan kompetensi literasi peserta didik di SDN 1 Bajur dan SDN 3 Merembu, Kecamatan Labuapi, Lombok Barat. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, penelitian ini menggambarkan secara mendalam proses perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengendalian pelatihan literasi. Data dikumpulkan melalui observasi non-partisipatif, wawancara semi-terstruktur, dan studi dokumentasi, lalu dianalisis secara induktif melalui pengkodean, kategorisasi, dan identifikasi tema, dengan triangulasi sumber dan teknik untuk meningkatkan validitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan pelatihan didasarkan pada data Rapor Pendidikan dan asesmen awal, menghasilkan materi pelatihan yang kontekstual dan relevan. Pengorganisasian dilakukan melalui tim pelaksana yang melibatkan kepala sekolah, koordinator literasi, guru kelas, dan fasilitator eksternal, sehingga koordinasi dan kolaborasi berjalan efektif. Tahap pelaksanaan menunjukkan perubahan signifikan dari pelatihan teoritis menjadi praktik langsung, seperti pengembangan sudut baca, penggunaan teks multimodal, dan strategi literasi berbasis proyek yang meningkatkan partisipasi siswa dan membentuk lingkungan belajar yang kaya teks. Pengendalian dilakukan melalui supervisi dan refleksi rutin yang memperkuat keterlibatan guru dan berdampak positif pada hasil literasi siswa. Meskipun menghadapi kendala seperti keterbatasan waktu dan variasi kompetensi guru, model MEKAR terbukti efektif membangun budaya literasi berkelanjutan di sekolah dasar, ditunjang oleh kepemimpinan partisipatif, pendampingan profesional, dan manajemen pelatihan yang adaptif terhadap kebutuhan kontekstual.
Manajemen Pembinaan Karakter Santri Berbasis Nilai Relegius di Pondok Pesantren Babussalam Lombok Utara Senan; Muhammad Makki; Lalu Sumardi
(JPAP) Jurnal Praktisi Administrasi Pendidikan Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI
Publisher : Postgraduate University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpap.v10i1.1503

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk; (1) mendeskripsikan keadaan karakter santri Pondok Pesantren Babussalam Kecamatan Gangga Kabupaten Lombok Utara, (2) menganalisis manajemen pembinaan karakter religius santri, (3) mengidentifikasi faktor penghambat pembinaan karakter religius. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakter santri secara umum telah mencerminkan nilai religius, namun masih ditemukan perilaku kurang disiplin dalam ibadah, kejujuran, dan adab. Manajemen pembinaan karakter religius dilaksanakan melalui empat fungsi: perencanaan program, pengorganisasian tugas kepengurusan, pelaksanaan melalui pembiasaan ibadah dan penegakan disiplin, serta pengawasan berjenjang. Faktor penghambat meliputi kurangnya kerja sama dengan keluarga, pengaruh pergaulan, perbedaan latar belakang santri, dan tantangan lingkungan digital. Penelitian menyimpulkan bahwa manajemen pembinaan karakter religius di Pondok Pesantren Babussalam telah berjalan cukup efektif, namun tetap memerlukan penguatan kolaborasi dan strategi pembinaan yang lebih komprehensif.
TRANSFORMASI ISTILAH KEPEMIMPINAN: DARI TUMENGGUNG KE PEMANGKU ADAT PADA SUKU ANAK DALAM DI DUSUN SEKALADI DESA PELEMPANG, JAMBI Tohap Pandapotan Simaremare; Rina Oktaviana Sihotang; Anisa Indriyati; Lalu Sumardi; Andiopenta Purba; Intan Indah Megasari; Parlaungan Gabriel Siahaan; Adriana Kolo
JURNAL PEKAN : Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol 11, No 1 (2026): JURNAL PEKAN
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpk.v11i1.6443

Abstract

Suku Anak Dalam merupakan komunitas masyarakat adat yang berasal dari Provinsi Jambi, yang bermukim di kawasan hutan dan tersebar di beberapa wilayah seperti Kabupaten Batanghari, Merangin, Sarolangun, Muaro Jambi, dan lainnya. Salah satu kelompok Suku Anak Dalam berada di Desa Pelempang, Kecamatan Mestong, Kabupaten Muaro Jambi. Penelitian ini didasarkan pada pernyataan Datok Rahman, selaku Pemangku Adat Suku Anak Dalam di Desa Pelempang, yang menyatakan bahwa setelah kemerdekaan Indonesia, istilah “Tumenggung” diganti menjadi “Pemangku Adat.” Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, dengan pengumpulan data melalui wawancara langsung dengan para Pemangku Adat Suku Anak Dalam di Desa Pelempang. Penelitian ini berfokus pada kepemimpinan para Pemangku Adat dalam komunitas Suku Anak Dalam di Desa Pelempang, serta mengkaji apakah terdapat perubahan dalam tugas dan wewenang mereka setelah istilah kepemimpinan tertinggi berubah dari Tumenggung menjadi Pemangku Adat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa yang berubah hanya istilahnya, sedangkan tugas dan wewenang Pemangku Adat tetap sama seperti Tumenggung pada masa sebelumnya. Dengan kata lain, Pemangku Adat tetap memegang posisi kepemimpinan tertinggi dalam komunitas Suku Anak Dalam di Desa Pelempang. Pemilihan Pemangku Adat didasarkan pada garis keturunan, kemauan, serta kemampuan calon penerus, dan juga persetujuan dari masyarakat. Peran dan tanggung jawab Pemangku Adat dapat berbeda-beda di setiap komunitas dan kebudayaan.Kata kunci: Tumenggung, Pemangku Adat, Suku Anak Dalam
Manajemen Model Mekar Pada Pendampingan Pelatihan Guru Dalam Meningkatkan Kompetensi Literasi Peserta Didik Di Kecamatan Labuapi Suartini Iklima; Fahrudin Fahrudin; Lalu Sumardi; Asrin; Mansur Hakim
Jurnal Profesi Dan Manajemen Pendidikan Vol. 1 No. 1 (2026): February
Publisher : Lembaga Einstein

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63987/jpmp.v1i1.305

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manajemen model MEKAR dalam pendampingan pelatihan guru guna meningkatkan kompetensi literasi peserta didik di SDN 1 Bajur dan SDN 3 Merembu, Kecamatan Labuapi, Lombok Barat. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, penelitian ini menggambarkan secara mendalam proses perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengendalian pelatihan literasi. Data dikumpulkan melalui observasi non-partisipatif, wawancara semi terstruktur, dan studi dokumentasi, lalu dianalisis secara induktif melalui pengkodean, kategorisasi, dan identifikasi tema, dengan triangulasi sumber dan teknik untuk meningkatkan validitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan pelatihan didasarkan pada data Rapor Pendidikan dan asesmen awal, menghasilkan materi pelatihan yang kontekstual dan relevan. Pengorganisasian dilakukan melalui tim pelaksana yang melibatkan kepala sekolah, koordinator literasi, guru kelas, dan fasilitator eksternal, sehingga koordinasi dan kolaborasi berjalan efektif. Tahap pelaksanaan menunjukkan perubahan signifikan dari pelatihan teoritis menjadi praktik langsung, seperti pengembangan sudut baca, penggunaan teks multimodal, dan strategi literasi berbasis proyek yang meningkatkan partisipasi peserta didik dan membentuk lingkungan belajar yang kaya teks. Pengendalian dilakukan melalui supervisi dan refleksi rutin yang memperkuat keterlibatan guru dan berdampak positif pada hasil literasi peserta didik. Meskipun menghadapi kendala seperti keterbatasan waktu dan variasi kompetensi guru, model MEKAR terbukti efektif membangun budaya literasi berkelanjutan di sekolah dasar, ditunjang oleh kepemimpinan partisipatif, pendampingan profesional, dan manajemen pelatihan yang adaptif terhadap kebutuhan kontekstual
The Effect of Information Technology on Learning (A Study on Civic and Pancasila Education Students at Mataram University) Lalu Sumardi; Rispawati; M. Ismail
JPP (Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran) Vol. 24 No. 2 (2017)
Publisher : Lembaga Pengembangan Pendidikan dan Pembelajaran, Universitas Negeri Malang in Collaboration with Asosiasi Pendidik dan Pengembang Pendidikan Indonesia (APPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The aim of this research was to know how students completed their academic assignments, the reason why they completed the assignment the way they did, the effects from their choice of approach, and how to solve them. Data collection was done by using documentation, think aloud technique, and focus group discussion. The data analysis was done by using Glaser and Strauss model. The results showed that 91.1% of Civic and Pancasila Education students completed their academic assignments by copying from the Internet. Internal factors consisted of laziness, hedonistic attitude, the tendency to get everything instantly, and lack of awareness about the importance of developing positive mentality and noble character. Meanwhile, external factors consisted of the availability of information on the Internet and the type of task assigned. The effect of such tendency could be categorized into two kinds: short-term and long-term effect. The short-term effect was that the mastery of students’ knowledge was only on the level of “knowing” (C1) and slightly shifted to the level of “understanding” (C2), incomplete and undetailed information about the materials, the materials were not stored in the long term memory, and the students’ way of thinking was not systematic and linear. The long-term effect included the students’ cognitive structure as well as their character which would not be well developed. There were two solutions to address the issue, namely instrumental and mental solution. Instrumental solution included the provision of textbooks, reference books, and the courses’ list of reference books, while mental solution included developing students’ awareness about the importance of scientific way of thinking, building a good attitude and character in everyday’s life, including in the learning process.
ANALISIS FAKTOR PENYEBAB TINGGINYA CERAI GUGAT DI PENGADILAN AGAMA MATARAM KELAS 1A Andilia Santika; Anjeun Renyta Agatin; Baiq Nunung; Dila Aprillia; Lina Fitriani; Lalu Sumardi; Nirwan Samsul Rijal
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 03 (2026): Volume 12 No. 3, September 2026 Publish
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i03.17344

Abstract

Divorce remains one of the major issues in family law in Indonesia due to its significant impact on family resilience, children's well-being, and social stability. In recent years, divorce petitions filed by wives (cerai gugat) have constituted the majority of divorce cases handled by the Religious Courts, including the Mataram Class IA Religious Court. This study aims to analyze the factors contributing to the high number of cerai gugat cases at the Mataram Class IA Religious Court. This research employed a qualitative method with a case study approach and was conducted as an empirical legal study. Data were collected through interviews with judges and court clerks, direct observations during the researcher's internship, documentation, and literature review. The collected data were analyzed using descriptive qualitative analysis. The findings indicate that the high number of cerai gugat cases is influenced by several interrelated factors, including continuous marital disputes and conflicts, economic problems, infidelity, domestic violence, and the husband's failure to fulfill his responsibilities toward his wife and children. Among these factors, continuous marital disputes and conflicts emerged as the most dominant reason for filing divorce petitions. However, these disputes generally resulted from underlying problems, particularly financial difficulties, infidelity, and the husband's neglect of his legal and moral obligations within the family. Therefore, efforts to reduce the number of cerai gugat cases should focus on strengthening family resilience, improving ommunication between spouses, optimizing mediation services in the Religious Courts, and increasing public awareness of the rights and obligations of husbands and wives in marriage
Nilai-nilai Sosial dalam Tradisi Kapanca pada Sistem Pernikahan Adat Suku Mbojo: Studi di Kelurahan Rontu, Kecamatan Raba, Kota Bima Maistarah Putri Nurdianisa; Lalu Sumardi; M.Samsul Hadi; Muh Zubair
Transformasi : Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Non Formal Informal Vol. 12 No. 2 (2026): September
Publisher : Program Studi Pendidikan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jtni.v12i2.19402

Abstract

Abstract: The Kapanca tradition is an important sequence in the customary marriage system of the Mbojo ethnic group and is still practiced by the community of Rontu Village, Raba District, Bima City. This article analyzes the implementation process of Kapanca and the social values embedded in it. The study employed a qualitative approach with an ethnographic case-study design. Data were collected through observation, interviews with traditional leaders, community leaders, families involved in the ceremony, and local residents, as well as documentation of customary activities. The data were analyzed through condensation, presentation, and conclusion drawing, while credibility was strengthened through source, technique, and time triangulation. The findings show that Kapanca is implemented through preparation, opening, core ritual, and closing stages. The ceremony does not merely mark the readiness of the bride-to-be to enter married life; it also functions as a space for reproducing social values. The main values identified include mutual cooperation, kinship, respect for customs and ancestors, religiosity, collective responsibility, and social solidarity. These values are reflected in family deliberation, role sharing, preparation of ritual equipment, application of henna, collective prayer, moral advice, and community participation in completing the event. The findings indicate that Kapanca functions as a mechanism for cultural preservation, social education, and the strengthening of social cohesion within the Mbojo community amid contemporary social change. Abstrak: Tradisi Kapanca merupakan salah satu rangkaian penting dalam pernikahan adat Suku Mbojo yang masih dipraktikkan oleh masyarakat Kelurahan Rontu, Kecamatan Raba, Kota Bima. Artikel ini bertujuan menganalisis prosesi pelaksanaan Kapanca dan nilai-nilai sosial yang terkandung di dalamnya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus-etnografis. Data diperoleh melalui observasi, wawancara dengan tokoh adat, tokoh masyarakat, keluarga pelaksana, dan warga, serta dokumentasi kegiatan adat. Analisis dilakukan melalui kondensasi data, penyajian data, dan penarikan simpulan, sedangkan keabsahan data diperkuat melalui triangulasi sumber, teknik, dan waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kapanca dilaksanakan melalui tahap persiapan, pembukaan, pelaksanaan inti, dan penutup. Prosesi ini tidak hanya berfungsi sebagai penanda kesiapan calon pengantin perempuan memasuki kehidupan rumah tangga, tetapi juga sebagai ruang reproduksi nilai sosial. Nilai-nilai utama yang ditemukan meliputi gotong royong, kekeluargaan, penghormatan terhadap adat dan leluhur, religiusitas, tanggung jawab kolektif, dan solidaritas sosial. Nilai-nilai tersebut tampak dalam musyawarah keluarga, pembagian peran masyarakat, penyiapan perlengkapan adat, pemasangan inai, doa bersama, pemberian nasihat, serta partisipasi warga dalam menyelesaikan rangkaian acara. Temuan ini memperlihatkan bahwa Kapanca berperan sebagai mekanisme pelestarian budaya, pendidikan sosial, dan penguatan kohesi komunitas Mbojo di tengah perubahan sosial kontemporer.
Co-Authors Abdul Kadir Jaelani Achban Achban Adriana Kolo Afnan Nizan Albi Eka Daud Alfina Alfina Andilia Santika Andiopenta Purba Andriyazmi Urfaupratiwi Anisa Indriyati Anjeun Renyta Agatin Annisa Aulia Asmiati Asmiati Asrin Bagdawansyah Alqadri Baik Halimatussakdiah Baiq Fina Maulidiya Baiq Nunung Basariah Basariah Basariah Dahlan Dahlan Dewi Maskiana Dian Anggraeni Dila Aprillia Dina Aulia Dwi Wahyudiati Edy Herianto Edy Kurniawansyah Edy Kurniawansyah Edy Kurniawansyah Ely Aulia Safitri Fahrizal M Ismail Fahruddin Fahrudin Fahrudin Fauzan, Ahmad Hassa Noviana Hesty Febrian Widyana Humamurrizqi Humamurrizqi Igha Fattiyani Rodiatun Imam Tanthowi Ina Septayana Indah Ayuni Indah Febriani Intan Indah Megasari Ira Madiana Ismaini Ismaini Khopipah Khopipah Laelatul Alya Istiana Lalu Habib Lalu Muhaimi Lazizatul Ubadah Leila Asparini Lina Fitriani M Zubair M. Andre P. Endyaswara M. Ismail M. Zainul Farhan M. Zubair M.Samsul Hadi Madani Putri Maistarah Putri Nurdianisa Mansur Hakim Maria Grace Putri Edi May Dinda Hasdonian Mohamad Mustari Mohammad Mustari Muh Zubair Muh. Zubair Muh.Zubair Muhammad Isra Muhammad Makki Muhammad Mustari Muhammad Wisnu alfan Hadi Muhammad Zubair Nada Hadianti Nirwan Samsul Rijal Nur Gita Suciyati Nurhidayati Nurhidayati Nurjumiati Nurjumiati Nurul Isnaini Oktavia Putri Aulia Parlaungan Gabriel Siahaan Putri Nur Fauziah Reza Apriandi Rina Oktaviana Sihotang Rispawati Rispawati Rispawati Saprizal Hadisaputra Sawaludin Sawaludin Sawaludin Senan Sheila Briliana Fakhrunnisak Suartini Iklima Sukardin Sukardin Susi Astika Syafruddin Syafruddin Syahrul Naim Tri Saputri Yulia Kartika Yanti Yuliatin Yuliatin Yuliatin Zemi Azrin