Claim Missing Document
Check
Articles

MENINGKATKAN KEMAMPUAN SISWA DALAM BERPIKIR KRITIS MELALUI MODEL PROBLEM BASED LEARNING (PBL) Ipah Budi Minarti; Atip Nurwahyunani; Robi'atul Bashoriyah
ENTINAS: Jurnal Pendidikan dan Teknologi Pembelajaran Vol. 1 No. 2 (2023): JULI-DESEMBER
Publisher : CV. ADIBA AISHA AMIRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode pembelajaran Problem Based Learning (PBL). Teknik pengmpulan data menggunakan dokumentasi, dengan menelusuri jurnal yang relevan dengan topic ini melalui Google Scholar dengan periode 9 tahun terakhir dari 2014-2023. Berdasarkan hasil analisi artikel bahwa didapatkan informasi; 1) penerapan model Problem Based Learning member efek positif terhadap siswa, 2) model Problem Based Learning (PBL) di temukan pada bidang ilmu sains yang sering diterapkan di sekolah dengan presetase 77% dan pada bidang studi matematika dengan presentase 31%, 3) dampak model Problem Based Learning dalam pembelajaran dapat meningkatkan minat belajar, kemampuan pemecahan masalah, moytivasi belajar, dan berpikir kritis. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa metode Problem Based Learning dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN SDL MELALUI PENERAPAN ARGUMENTATIVE ASSESSMENT DAN CRITICAL THINKING Ipah Budi Minarti; Atip Nurwahyunani; Sasha Amalia; Devi Oktaviani Safitri; Eka Maya Putri Anggraeni; Muhammad Ilham Sagaf; Imarotul Umamah; Rizky Amalia Putri
JIP: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 1 No. 1 (2023): Juni
Publisher : CV. Adiba Aisha Amira

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (473.953 KB)

Abstract

Model pembelajaran berbasis Self-Directed Learning (SDL) telah mendapatkan perhatian yang signifikan dalam upaya meningkatkan kemampuan belajar mandiri dan keterampilan berpikir kritis pada siswa. Self-Directed Learning merupakan model belajar mandiri yang memberikan kebebasan bagi siswa untuk mengidentifikasi kebutuhan belajar mereka, menetapkan tujuan pembelajaran, menemukan sumber belajar, memilih dan menggunakan strategi pembelajaran, dan mengevaluasi hasil belajar mereka. Dalam artikel ini menunjukkan bahwa model pembelajaran SDL yang diperkaya dengan evaluasi argumentatif dan berpikir kritis memiliki pengaruh positif yang signifikan terhadap siswa. Penerapan penilaian argumentatif membantu siswa mengembangkan keterampilan analisis, penalaran logis, dan kemampuan membangun dan mempertahankan argumen secara efektif. Sementara itu, pengembangan berpikir kritis melalui pembelajaran SDL memungkinkan siswa untuk mengambil inisiatif dalam mengidentifikasi, merencanakan, dan mengevaluasi pembelajaran mereka sendiri. Pentingnya mengadopsi pendekatan pembelajaran yang mendorong siswa untuk mengambil inisiatif dalam proses belajar mereka sendiri dan secara aktif menerapkan keterampilan berpikir kritis dalam belajar
The Relationship Between Learning Interest and Cognitive Learning Outcomes of SMP N 21 Semarang Students: - Ipah Budi Minarti; Nuke Hawarizqi; Roch Mayang Mekar
Jurnal Scientia Vol. 12 No. 03 (2023): Education, Sosial science and Planning technique, 2023 (June-August)
Publisher : Sean Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58471/scientia.v12i03.1571

Abstract

Abstract Learning interest has a very big influence on learning outcomes because if the subjects studied are not by students' interests, students will not study well because they feel not interested. Interest in learning has a positive and significant effect on learning outcomes. The purpose of this study is to determine the relationship between students' interest in learning and the cognitive learning outcomes of students at SMP N 21 Semarang. Data collection on learning interest and cognitive learning outcomes of students was taken from class VIII G. The method used was purposive sampling area and the data collection method used was observation and questionnaire. The result is that student's interest in learning in class VIII G is in the high category with an average of 76.76%. While the cognitive learning outcomes of students in class VIII G on the human respiratory system material are also included in the high category of 75.72% because they have fulfilled the KKM. Based on these results it can be concluded that there is a relationship between learning interest and cognitive learning outcomes of students at SMP N 21 Semarang.
Analisis kemampuan berpikir kritis melalui jawaban LKPD praktikum materi sistem peredaran darah Muchamad Abdul Sakban; Ipah Budi Minarti; Sa’diyah Sa’diyah
Cendikia : Media Jurnal Ilmiah Pendidikan Vol 13 No 6 (2023): July: Education Science
Publisher : Institute of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/cendikia.v13i6.3784

Abstract

Berpikir kritis yang masih rendah karena peserta didik belum memahami konsep materi yang diajarkan dan lebih suka akan menghafal materi pembelajaran, cenderung fokus pada apa yang disampaikan guru bukan menganalisis, mengkritik atau mengevaluasinya. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kemampuan berpikir kritis peserta didik kelas VIII H di SMP Negeri 21 Semarang. Penelitian ini menggunakan deskriptif kuantitatif dengan teknik convenience sampling yang dilakukan pada bulan November tahun 2023. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini dari lembar analisis kemampuan berpikir kritis beserta rubriknya dari jawaban LKPD materi sistem peredaran darah berupa uraian. Hasil dari penilitan ini kemampuan berpikir kritis peserta didik kelas VIII H termasuk dalam kategori sedang dengan rata-rata 67% dalam menjawab kurang lengkap. Aspek indikator kemampuan berpikir kritis terendah pada aspek membangun keterampilan dasar sebesar 46% dikarenakan kesalahan dalam pemahaman konsep. Aspek tertinggi pada aspek membuat penjelasan lanjut sebesar 81% karena ini peserta didik sudah terlatih dalam mengidentifikasi suatu permasalahan yang diberikan oleh guru. Pembelajaran berbasis praktikum pada materi sistem peredaran darah dapat mengembangkan kemampuan berpikir kritis karena peserta didik belajar untuk mengkonstruksikan pemahaman.
Profile of critical thinking skills of SMPN 37 Semarang students in learning science material on the human respiratory system Salsabilla Zahirotul Maghfiroh; Ipah Budi Minarti; Eko Retno Mulyaningrum; Jamali Jamali
Cendikia : Media Jurnal Ilmiah Pendidikan Vol 13 No 6 (2023): July: Education Science
Publisher : Institute of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/cendikia.v13i6.3897

Abstract

Students' critical thinking skills are one of the competencies that must be trained in the 21st century. Through this competency, students are expected to be able to be rational, not only in science learning but also in solving problems. This study aims to obtain a description of the critical thinking skills of students in each aspect of critical thinking skills in human respiratory system material. This research method is descriptive quantitative. This research aims to provide an accurate description of the characteristics of a situation or a phenomenon. This research used random sampling technique. This research instrument is in the form of HOTS-based Daily Test essay questions on human respiratory system material adapted to the Problem Based Learning model. The data of the research was taken from the results of students' answers are analyzed using a rubric that is adjusted to the aspects of critical thinking skills indicators. Based on the results of this research, the average percentage of critical thinking skills is 56.59% which is classified in the low category. The highest percentage is the interpretation aspect, the result is 68.80%, categorized as moderate. The lowest percentage is the inference. The result is 33.35% and classified as very low.
Analisis Kesiapan Guru Dalam Implementasi Kurikulum Merdeka Pada Pembelajaran Biologi SMA Di Sekolah Penggerak Kabupaten Demak Ipah Budi Minarti; Lussana Rossita Dewi; Indah Ika Setiyaningsih
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 4 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v3i4.4341

Abstract

Menteri pendidikan dan kebudayaan riset dan teknologi RI Nadiem Anwar Makarim secara resmi telah meluncurkan nama baru dari kurikulum prototipe yang saat ini diubah menjadi Kurikulum Merdeka. Kurikulum ini menekankan keleluasaan kepada peserta didik maupun guru dalam melaksanakan pembelajaran. Kurikulum merdeka merupakan kurikulum baru yang akan dilaksanakan pada satuan pendidikan di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesiapan guru Biologi SMA di Sekolah Penggerak Kabupaten Demak dalam melaksanakan pembelajaran kurikulum merdeka. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Subjek adalah semua guru Biologi SMA di Sekolah Penggerak Kabupaten Demak. Objek penelitian ini berupa bentuk kesiapan dalam melaksanakan pembelajaran kurikulum merdeka. Teknik dalam pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian bahwa kesiapan guru dalam implementasi Kurikulum Merdeka pada pembelajaran Biologi SMA di Sekolah Penggerak Kabupaten Demak berada pada kategori siap, hal ini dilihat dari indikator kesiapan yang menunjukkan kepemahaman tentang sturuktur dan materi biologi Kurikulum Merdeka, siap dalam penggunaan buku Kurikulum Merdeka, siap dalam perencanaan pembelajaran, siap dalam manajemen pembelajaran, siap dalam proses pembelajaran, dan siap dalam proses penilaian. Kendala-kendala yang dihadapi guru dalam implementasi Kurikulum Merdeka pada pembelajaran Biologi SMA di Sekolah Penggerak Kabupaten Demak yaitu materi biologi yang banyak dengan waktu yang singkat, keterbatasan waktu dalam diskusi oleh siswa, guru mengalami kendala dalam melaksanakan pembelajaran berdiferensiasi dikarenakan jumlah siswa yang melebihi kapasitas, dan sarana prasarana yang belum optimal.
ANALISIS PENERAPAN ASESMEN KOMPETENSI MINIMUM PADA PEMBELAJARAN BIOLOGI KURIKULUM MERDEKA DI SMA NEGERI KABUPATEN BREBES Ipah Budi Minarti; Lussana Rossita Dewi; Eslihatul Kasanah
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran (JRPP) Vol. 6 No. 2 (2023): Volume 6 No. 2 Tahun 2023
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v6i2.18469

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi dengan pemahaman guru mengenai AKM yang masih rendah dan guru belum dapat mendesain pembelajaran yang selaras dengan AKM sehingga pengimplementasian AKM dalam pembelajaran belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan AKM pada pembelajaran Biologi Kurikulum Merdeka, serta mengetahui kendala dan solusi dalam implementasinya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Teknik sampling yang digunakan berupa purposive sampling. Teknis analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam penerapan Asesmen Kompetensi Minimum pada pembelajaran biologi aspek perencanaan pelaksanaan AKM, guru dan siswa telah mendapatkan sosialisasi serta sebagian besar guru sudah merubah RPP berorientasi AKM. Aspek implementasi AKM dalam pembelajaran, rata-rata guru telah menerapkan pembelajaran dengan pendekatan AKM. Aspek penilaian dan evaluasi capaian hasil belajar, rata-rata siswa sudah mencapai kompetensi baik literasi maupun numerasi. Aspek sarana dan prasarana pendukung AKM menunjukkan bahwa pelaksanaan AKM sudah optimal karena sarana dan prasarana yang memadai. Aspek teknis pelaksanaan AKM, rata-rata guru memiliki buku panduan dan menerapkan pembelajaran sesuai dengan buku panduan. Dan aspek kendala pelaksanaan AKM menunjukkan guru merasa terkendala karena kurangnya literasi guru dan siswa, pemilihan media dan model pembelajaran yang kurang tepat, pemahaman siswa yang berbeda-beda, serta rendahnya motivasi belajar pada siswa.
Profile of Students' Cognitive Learning Outcome Completeness in Biotechnology Learning Through Kahoot-Assisted Game Tournament Teams Radif Nur R.A; Ipah Budi Minarti; Eny Hartadiyati W.H; Risno Setiyono
JURNAL PAJAR (Pendidikan dan Pengajaran) Vol 7, No 5 (2023)
Publisher : Laboratorium Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33578/pjr.v7i5.9541

Abstract

Biotechnology material is closely related to the use of biological sciences to support everyday life so the learning process should be implemented in a fun teaching and learning method to enhance students' understanding. The Teams Game Tournament learning model is an appropriate model to create a fun teaching and learning atmosphere for students because based on its implementation the learning is set in the form of a tournament among the students. In terms of its implementation, the Teams Game Tournament that is assisted by Kahoot will further enhance the learning attractiveness. The purpose of the study was to find out the profile of students' cognitive learning outcome completeness in biotechnology learning through the Kahoot-assisted Teams Game Tournament. The research type was a pre-experimental design with a one-shot case study research design. The research subjects involved 36 students of class XII IPA 3 of SMA Islam Sultan Agung 1 Semarang. The research results indicate that students complete biotechnology learning using the Kahoot-assisted Teams Game Tournament model. It is seen from the average score of 84.4, which is above the KKM score of 77. In addition, it is corroborated by data analysis, which indicates that the value of Sig. (2-tailed) is 0.002 <0.05 = α, and tcount > ttable.
Implementasi Asesmen Autentik Pembelajaran Biologi Pada Kurikulum Merdeka Di SMA Negeri Se-Kabupaten Batang Ipah Budi Minarti; Lussana Rossita Dewi; Anggita Kurniawati
Journal on Education Vol 5 No 4 (2023): Journal on Education: Volume 5 Nomor 4 Mei-Agustus 2023
Publisher : Departement of Mathematics Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joe.v5i4.4291

Abstract

The authentic assessment of Biology learning in the Merdeka Curriculum is a relatively new assessment. Authentic assessment in the Merdeka curriculum has three domains, namely cognitive, affective and psychomotor. Authentic assessment of Biology learning in the Merdeka Curriculum has been implemented in Public High Schools throughout Batang Regency, but this has not been implemented optimally. This is due to the teacher's lack of understanding of the assessment that is being carried out. Research aims; 1) to find out the implementation of authentic Biology learning assessments in the Merdeka Curriculum in Public High Schools throughout Batang Regency. 2) to find out the obstacles that occur when implementing authentic Biology learning assessments in the Merdeka Curriculum in Public High Schools throughout Batang Regency. The method used is qualitative with descriptive analysis. The sampling technique is a purposive sampling technique. The subjects of the research were Biology teachers in State Senior High Schools in Batang Regency totaling 6 teachers through questionnaires and interviews while students took questionnaires. Data analysis used descriptive analysis consisting of reduction, data display, and verification. This research resulted in the finding that the implementation of authentic assessments in public high schools throughout Batang Regency received a very good category. In addition, the obstacles that occur when implementing authentic assessments of Biology learning in the Merdeka Curriculum in Public High Schools throughout Batang Regency are the many aspects that must be assessed together with learning, inadequate infrastructure in schools, and the heterogeneous conditions of students from various aspects.
Efektivitas Pembelajaran Berbasis Masalah terhadap Hasil Belajar Kognitif Siswa SMP Materi Sistem Sirkulasi Shiliya Lana Nadhifah; Rivanna Citraning Rahmawati; Ipah Budi Minarti; Budiastuti Budiastuti
Journal on Teacher Education Vol. 5 No. 1 (2023): Journal on Teacher Education
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jote.v5i1.15380

Abstract

Materi sistem sirkulasi merupakan materi IPA yang dianggap cukup sulit bagi peserta didik karena harus mengaitkan antara komponen, fungsi, serta mekanisme sirkulasi. Peserta didik belajar materi ini dengan cara menghafal sehingga tidak terjadi pemahaman bermakna. Model pembelajaran PBL dapat membantu peserta didik dalam mengkonstruk sendiri pemahaman dengan memecahkan permasalahan secara konstekstual. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas pembelajaran berbasis masalah (PBL) terhadap hasil belajar kognitif siswa SMP materi sistem sirkulasi. Penelitian dilaksanakan pada bulan November 2022 di SMP N 6 Semarang. Metode penelitian ini adalah penelitian pre-experimental dengan desain penelitian one-shot case study. Hasil analisis data menunjukkan rerata hasil belajar kognitif sebesar 82 dan Nilai sig. (2-tailed)=0,000<0,05=?. Sehingga dapat disimpulkan bahwa penggunaan PBL efektif terhadap hasil belajar kognitif siswa SMP pada materi sistem sirkulasi.
Co-Authors Aftakhul Rizkyana Meilani Ainin Tusamma Salsabila Aliya Munasyifa Amalia Rizki Septi Utami Amalia, Noor Fitri Angelica Tricia Wijaya Anggi Septia Pramaista Anggita Kurniawati Ardian, Via Valenta Kafita Arneta, Chindy Atip Nurwahyunani, Atip Azizul Ghofar Candra Wicaksono, Azizul Ghofar Candra Azuhro, Vionika Bagas Prio Saputro Budiastuti Budiastuti Budiastuti, Budiastuti Danu Handrian Firdaus Devanny Kurniawan Widodo Devi Oktaviani Safitri Dewi Purichasari Dina Alfiyana Dina Prasetyowati Dyah Ayu Widyastuti Dyah Ayu Widyastuti Eka Maya Putri Anggraeni Eka Nunik Suharjanti Eko Retno Mulyaningrum Eko Retno Mulyaningrum Eko Retno Mulyaningrum Endah Rita Sulistya Dewi Endang Sularni Eny Hartadiyati W.H Eny Hartadiyati W.H Eslihatul Kasanah Fahmi Dwi Septiani Fahrurozi, Muhammad Taufiq Fenny Roshayanti Fibria Kaswinarni Fibria Kaswinarni Fivi Amelia Amelia Hartadiyati WH, Eny Ilmi Maehanifa Imarotul Umamah Indah Ika Setiyaningsih Jamali Jamali Jian Tikasari Joko Siswanto Kaswinarni , Fibria Kusumaningrum, Mira Esti Laili Fatrotul Munawaroh Laili Nur Hanifah Latifa Nur Anisa Lia Novita Sari Lissa Lissa Lissa Lissa Lussana Rosita Dewi Lussana Rossita Dewi M Anas Dzakiy M. Anas Dzakiy Maria Ulfah . Mei Sulistyoningsih -, Mei Sulistyoningsih Mifta Ramandhani Pujiningtyas Mira Esti Kusumaningrum Mochammad Wachidi Riyanto Muchamad Abdul Sakban Muhammad Amiruddin Muhammad Ilham Sagaf Muhammad Wisnu Khoriyan Mutiara Sabila Najwa Aulia Novanto Eka Wahyu Nuke Hawarizqi Nur Kayati Nur Subkhi Nurafifah, Diah Ayu Nurusshofaniyatil Ula Oktafia Dewi Putri Pujiningtyas, Mifta Ramandhani Radif Nur R.A Rasiman Rasiman Renita Mustika Dewi Revita Chandra Kusumaningtyas Rima Handayani Riska Ayu Nabila Risno Setiyono Rivanna Citraning R Rivanna Citraning Rachmawati, Rivanna Citraning Rivanna Citraning Rahmawati Riza Ainun Nisa Rizky Amalia Putri Robi'atul Bashoriyah Roch Mayang Mekar Rohmah, Sofia Hidayatur Sa’diyah Sa’diyah Safira Asanu Lestari Salsabilla Zahirotul Maghfiroh Sasha Amalia Sa’diyah Sa’diyah Sa’diyah, Sa’diyah Shafira Rahma Nurhanifah Shiliya Lana Nadhifah Silvi Aifiyyatul Fajriyah Sinta Nurdianawati Siskadewi, Diana Siti - Muthoharoh Siti Dzakiyatus Sholekhah Sofia Sofia Solihah, Riyadhotus Steffy Amelia Savitri Sudaryati Sudaryati Sutarso, Taat Syafina Nurussalma Via Valenta Kafita Ardian Winda Aulia