Claim Missing Document
Check
Articles

Hubungan Kepatuhan Terapi Obat Anti-Tuberkulosis Kombinasi Dosis Tetap (OAT-KDT) dengan Kesembuhan Pasien Tuberkulosis Paru Dewasa di Puskesmas Patokebeusi Subang Riki Yudiana; Zulmansyah Zulmansyah; Herry Garna
Jurnal Integrasi Kesehatan dan Sains Vol 4, No 1 (2022): Jurnal Integrasi Kesehatan dan Sains
Publisher : Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jiks.v4i1.9334

Abstract

Tuberkulosis adalah penyakit infeksi kronis  menular yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis sebagai penyakit 10 teratas penyebab kematian.  Obat untuk menanggulagi penyakit tuberkulosis, yaitu 0bat Anti-Tuberkulosis (OAT) Kombinasi Dosis Tetap (KDT). Ketidakpatuhan dalam menjalani pengobatan akan menyebabkan pasien mengalami resistensi terhadap OAT-KDT. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan kepatuhan meminum OAT-KDT dengan kesembuhan pasien TB paru di Puskesmas Patokbeusi Subang dan dilakukan pada Februari–Juni 2021. Jenis penelitian kuantitatif dengan metode observasional analisis pendekatan cross-sectional dan dianalisis juga faktor lain yang mungkin memengaruhi kepatuhan (jenis kelamin, usia, status gizi, dan status pekerjaan). Data diperoleh dari rekam medik periode Januari 2020–Januari 2021. Analisis data menggunakan uji chi-square. Jika terdapat sel <5 maka digunakan uji  Fisher exact test. Jumlah sampel 68 orang. Pengolahan data menggunakan aplikasi statistika SPSS 25.00 for Mac dengan derajat kemaknaan p<0,005. Hasil penelitian pasien patuh dinyatakan sembuh 61 orang (90%) pasien patuh dinyatakan tidak sembuh 3 orang (4%), sedangkan pasien tidak patuh dinyatakan tidak sembuh 4 orang (6%). Terdapat hubungan bermakna kepatuhan meminum obat dengan kesembuhan (p=0,001). Faktor jenis kelamin (p=0,664), usia (p=0,291), status gizi (p=0,342), dan status pekerjaan (p=0,599) tidak memengaruhi kepatuhan minum obat. Kesimpulan, terdapat hubungan kepatuhan pengobatan dengan kesembuhan pasien TB paru di Puskesmas Patokbeusi Subang.
Pengaruh Fraksi Air Buah Lemon (Citrus limon) terhadap Kadar Glukosa Darah Mencit Tua yang Diberi Pakan Tinggi Lemak Rina Permatasari; Yuke Andriane; Herry Garna; Oky Haribudiman; R.A. Retno Ekowati
Jurnal Integrasi Kesehatan dan Sains Vol 1, No 1 (2019): Jurnal Integrasi Kesehatan dan Sains
Publisher : Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jiks.v1i1.4322

Abstract

Diabetes melitus merupakan salah satu penyakit yang menjadi masalah terbesar pada abad 21. Obesitas (terutama obesitas viseral) dan resistensi insulin sering disertai dengan sekelompok kelainan yang disebut sindrom metabolik yang mencakup intoleransi glukosa, trigliserida tinggi, kolesterol HDL rendah, dan hipertensi. Lemon mengandung flavonoid yang dipercaya mempunyai aktivitas menurunkan kadar glukosa darah. Tujuan penelitian ini mengetahui perubahan kadar glukosa darah pada mencit tua yang diberi pakan tinggi lemak setelah pemberian fraksi air buah lemon (Citrus limon). Penelitian dilakukan di Laboratorium Hewan Gedung Farmasi ITB dan Laboratorium Hewan Fakultas Kedokteran Universitas Islam Bandung pada bulan April−Juni 2018. Metode penelitian ini adalah eksperimental laboratorium murni in vivo dengan desain penelitian rancangan acak lengkap terhadap 28 mencit tua jantan galur DDY yang terbagi dalam lima kelompok, yakni kontrol normal, kontrol negatif, konsentrasi 20,6 mg/20 gBB, 41,2 mg/20 gBB, dan 82,4 mg/20 gBB. Pengukuran glukosa darah puasa dilakukan setelah masa adaptasi, saat perlakuan (hari ke-15), dan setelah perlakuan menggunakan glukosameter. Analisis data menggunakan Uji Kruskall-Wallis dan Uji Friedman. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan median GDP1 antarkelompok yang signifikan (p=0,05), perbedaan median GDP2 yang tidak signifikan (p=0,08), dan perbedaan median GDP3 yang tidak signifikan (p=0,66). Terdapat perbedaan median GDP1−3 yang signifikan antara kelompok konsentrasi fraksi air buah lemon (p=0,04). Simpulan, fraksi air buah lemon memiliki efek menurunkan glukosa darah. EFFECT OF WATER FRACTION OF LEMON (CITRUS LIMON) ON BLOOD GLUCOSE LEVEL OF OLD MICE GIVEN HIGH-FAT DIETDiabetes mellitus is one of the biggest problems of the 21st century. Obesity (especially visceral obesity) and insulin resistance often present with a group of disorders commonly called metabolic syndrome including glucose intolerance, high triglycerides, low HDL cholesterol, and hypertension. Flavonoid compounds in lemon is believed to have blood glucose lowering activity. The purpose of this study was to determine changes in blood glucose level in old mice given a high-fat diet after administration of water fraction of lemon (Citrus limon). This study was held at Animal Laboratory of Pharmacy ITB and Animal Laboratory of Faculty of Medicine Bandung Islamic University in April to June 2018. The method of this study was pure in vivo laboratory experiment with a completely randomized design to 28 old male DDY strain mices divided into five groups; normal control, negative control, concentration 20.6 mg/20 gBW, 41.2 mg/20 gBW, and 82.4 mg/20 gBW. Fasting blood glucose measurements were performed after adaptation, ongoing treatment (day 15), and after treatment using glucosemeter. Data analysis used Kruskall-Wallis test and Friedman test. The results showed that there was a significant GDP1 median difference of each groups (p=0.05), a nonsignificant GDP2 median difference (p=0.08), and GDP3 median difference were not significantly different (p=0.66). There was a statistically significant difference between median GDP1−3 between each water fraction of lemon concentration groups (p=0.04). Conclusion, the water fraction of lemon has the effect of lowering blood glucose.
Hubungan Stunting dengan Kerentanan Penyakit pada Anak Usia 1–5 Tahun di Desa Panyirapan Kecamatan Soreang Kabupaten Bandung Nisa Lathifah Rohmatika; Buti Azfiani Azhali; Herry Garna
Jurnal Integrasi Kesehatan dan Sains Vol 2, No 1 (2020): Jurnal Integrasi Kesehatan dan Sains
Publisher : Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jiks.v2i1.5578

Abstract

Stunting adalah kondisi balita yang memiliki panjang atau tinggi badan yang kurang jika dibanding dengan usia. Kondisi ini diukur dengan panjang atau tinggi badan yang memiliki nilai z-score <-2SD median standar pertumbuhan anak dari World Health Organization (WHO) MGRS (Multicentre Growth Reference Study). Indonesia termasuk ke dalam negara ketiga dengan prevalensi tertinggi di regional Asia Tenggara tahun 2013 sebanyak 36,40%. Namun, hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018 menunjukkan prevalensinya menurun menjadi 30,8%. Salah satu dampak dalam jangka panjang adalah kekebalan tubuh menurun sehingga mudah sakit dan risiko tinggi terjadi penyakit. Hal tersebut mendorong peneliti melakukan penelitian mengenai hubungan stunting dengan kerentanan penyakit pada anak usia 1–5 tahun di Desa Panyirapan Kecamatan Soreang Kabupaten Bandung Provinsi Jawa Barat periode Agustus–November 2019. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling, sedangkan pengambilan sampel kontrol diambil sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Penelitian ini dilakukan untuk membedakan tingkat kerentanan penyakit (dilihat dari frekuensi dan durasi sakit) pada anak stunting dengan anak tidak stunting usia 1–5 tahun. Rancangan penelitian ini adalah kualitatif dengan menggunakan metode observasional analitik melalui desain studi kohort (cohort). Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat hubungan bermakna antara stunting dan kerentanan penyakit pada anak usia 1–5 tahun (p=0,600) dan memiliki  faktor risiko 1,333 kali lebih rentan terkena penyakit dibanding dengan balita yang tidak stunting (RR=1,333; IK 95%: 0,648–2,744). Simpulan, tidak terdapat hubungan antara stunting dan kerentanan penyakit pada anak usia 1–5 tahun. THE CORRELATION BETWEEN STUNTING AND DISEASE VULNERABILITY IN CHILDREN AGED 1–5 YEARS IN PANYIRAPAN VILLAGE, SOREANG DISTRICT, BANDUNG CITYStunting is a condition of a toddler who has less length or height when compared to age. This condition is measured by the length or height that has a z-score <-2SD median child growth standard from the World Health Organization (WHO) MGRS (Multicentre Growth Reference Study). Indonesia was included in the third country with the highest prevalence in the Southeast Asian region in 2013 at 36.40%. However, the results of the Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) in 2018 showed the prevalence decreased to 30.8%. One of the impacts in the long term is decreased immunity so that it is easy to get sick and a high risk of disease. This prompted researcher to conduct research on the relationship between stunting and disease susceptibility at the age of 1–5 years in Panyirapan Village, Soreang District, Bandung City, West Java Province in the period August–November 2019. The sampling technique used a purposive sampling method, while the control sampling was taken in accordance with the criteria inclusion and exclusion. This study was conducted to distinguish the level of disease susceptibility (seen from the frequency and duration of illness) in stunting children with non-stunting children aged 1–5 years. The design of this study was qualitative using analytic observational methods through a cohort study design (cohort). The results showed no significant relationship between stunting and susceptibility to disease in children aged 1–5 years (p=0.600) and had a risk factor of 1.333 times more susceptible to disease compared to toddlers who were not stunting (RR=1.333; 95%CI: 0.648–2,744). Conclusion there is no relationship between stunting and disease susceptibility in children aged 1–5 years.
Pengaruh Kebiasaan Buang Air Besar (BAB) terhadap Kejadian Demam Tifoid di RSUD Al-Ihsan Bandung Periode Maret–Mei Tahun 2018 Melvi Imelia Risa; Ismawati Ismawati; Budiman Budiman; Hana Sofia; Herry Garna
Jurnal Integrasi Kesehatan dan Sains Vol 1, No 1 (2019): Jurnal Integrasi Kesehatan dan Sains
Publisher : Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jiks.v1i1.4214

Abstract

Demam tifoid adalah penyakit endemik yang banyak terjadi di negara berkembang yang disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi. Faktor risiko demam tifoid di antaranya usia, jenis kelamin, pendidikan, status sosial ekonomi, kebiasaan cuci tangan, serta kebiasaan buang air besar (BAB) di jamban. Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung mencatat bahwa masyarakat Baleendah masih belum memiliki dukungan infrastruktur sanitasi yang baik seperti jamban serta kesadaran masyarakat yang rendah untuk melakukan pola hidup bersih yang berperan terhadap kejadian demam tifoid. Tujuan penelitian mengetahui hubungan kebiasaan cuci tangan dan buang air besar (BAB) dengan kejadian demam tifoid di RSUD Al-Ihsan periode Maret–Mei tahun 2018. Penelitian yang digunakan merupakan penelitian observasional analitik dengan menggunakan desain kasus kontrol dan pendekatan kuantitatif. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan purposive sampling, yaitu peneliti mengambil 50 sampel kasus dan kontrol yang dipilih sesuai dengan kriteria inklusi (anak usia ≥6 tahun terdiagnosis probable demam tifoid) dan tidak termasuk kriteria eksklusi (anak dengan komplikasi berat). Data yang diperoleh menggunakan uji chi-square. Berdasar atas hasil perhitungan risk estimate kebiasaan buang air besar (BAB) diperoleh OR 4,55 (OR>1) nilai p <0,001 (IK 95%:  1,69–12,79) serta nilai p cuci tangan 0,06 (IK 95%: 0,82–11,13) dengan risk estimate 2,82. Simpulan terdapat pengaruh kebiasaan buang air besar (BAB) terhadap kejadian demam tifoid. IMPACT OF DEFECATION HABITS ON THE INCIDENCE TYPHOID FEVER AT AL-IHSAN GENERAL HOSPITAL BANDUNG FROM MARCH–MAY 2018Typhoid fever is a common endemic disease in developing countries caused by Salmonella typhi bacteria. Risk factors of typhoid fever include age, sex, education, socioeconomic status, hand washing habits, and bowel habits in the toilet. Bandung District Health Office noted that Baleendah people still do not have the support of good sanitation infrastructure such as latrines and low awareness of the community to perform a clean lifestyle that plays a role against the incidence of typhoid fever. The objective of the study was to know the relationship between handwashing and defecation habit with the occurrence of typhoid fever in Al-Ihsan Hospital period March–May 2018. This research was an observational analytic study using case control design and quantitative approach. The sampling technique was done by purposive sampling, that is the researcher took 50 cases and control samples selected according to the inclusion criteria (age ≥6 years and probable typhoid fever) and exclusion criteria (severe complications). The data obtained using chi-square test. Based on the result of calculation of risk estimate of bowel habit obtained OR 4.55 (OR> 1) p value <0.001 (CI 95%: 1.69–12.79) and hand washing p value 0.06 (CI 95%: 0.82–11.13) with risk estimate 2.82. In conclusion there is an impact of defecation on with the incidence of typhoid fever.
Perbedaan Kemampuan Menghafal Al-Quran berdasar atas Nilai Z-Score Status Gizi pada Santri Sekolah Dasar Usia 6−12 Tahun di Pondok Pesantren Al-Quran Babussalam Kabupaten Bandung Nur Maulida Najwa Rahima; Ike Rahmawaty Alie; Herry Garna
Jurnal Integrasi Kesehatan dan Sains Vol 3, No 1 (2021): Jurnal Integrasi Kesehatan dan Sains
Publisher : Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jiks.v3i1.7366

Abstract

Malnutrisi dengan status gizi kurang masih menjadi masalah global. Status gizi pada anak dapat memengaruhi tumbuh kembang dan terkait dengan fungsi otak terutama fungsi kognitif (memori). Pondok Pesantren Al-Quran Babussalam Kabupaten Bandung adalah salah satu institusi pendidikan yang mewajibkan para santri menghafal Al-Quran. Penelitian ini bertujuan menganalisis perbedaan kemampuan menghafal Al-Quran berdasar atas nilai z-score status gizi pada santri sekolah dasar usia 6–12 tahun di Pondok Pesantren Al Quran Babussalam. Jenis penelitian kuantitatif dengan metode observasional analitik dan rancangan pendekatan cross sectional selama periode September–November 2020. Penilaian status gizi dengan indikator tinggi badan/usia menggunakan microtoise, kemudian diinterpretasi pada kurva pertumbuhan WHO. Status gizi semua santri adalah normal berdasar atas kriteria WHO. Nilai z-score dikelompokkan menjadi kelompok nilai z-score di atas nol (0), nol (0), dan di bawah nol (0), yaitu s.d. -2. Penilaian kemampuan menghafal Al-Quran menggunakan data sekunder hafalan surat Al-Quran dari wali kelas tiap-tiap tingkat. Jumlah hafalan surat Al-Quran direrata dan dikelompokkan menjadi baik (≥rerata) dan tidak baik (<rerata) berdasar atas kelompok usia. Analisis data menggunakan Uji Mann-Whitney dengan hasil nilai p=0,029. Simpulan, terdapat perbedaan kemampuan menghafal Al-Quran berdasar atas nilai z-score status gizi normal pada santri sekolah dasar usia 6−12 tahun di Pondok Pesantren Al-Quran Babussalam Kabupaten Bandung. Differences in the Ability of Memorizing Al-Quran based on the Z-Score of Nutritional Status in Elementary School Students Aged 6−12 Years at the Babussalam Al-Quran Islamic Boarding School, Bandung RegencyMalnutrition with poor nutrition status is a global problem nutritional status in children can affect growth and development and is related to brain function, especially cognitive function (memory). Pondok Pesantren Al-Quran Babussalam, Bandung Regency, is one of the educational institutions that requires students to memorize the Al-Quran. This study aims to analyze the differences in the ability to memorize Al-Quran based on the z-score of nutritional status in elementary school students aged 6–12 years at the Al Quran Babussalam Islamic Boarding School. This type of quantitative research used analytical observational methods and cross sectional approach design during the period September–November 2020. The nutritional status assessment with height/age indicators using microtoise was then interpreted on the WHO growth curve. The nutritional status of all students is normal based on WHO criteria. The z-score values are grouped into groups of z-score values above zero (0), zero (0), and below zero (0), namely up to -2. Assessment of the ability to memorize Al-Quran using secondary data from the memorization of the Al-Quran letter from the homeroom teacher of each level. The number of memorized letters of the Al-Quran is averaged and grouped into good (≥ average) and bad (<average) based on age groups. Data analysis used the Mann-Whitney test with the result value p=0.029). In conclusion, there are differences in the ability to memorize Al-Quran based on the z-score of normal nutritional status in elementary school students aged 6–12 years at the Babussalam Al-Quran Islamic Boarding School, Bandung Regency.
Hubungan Riwayat Bayi Berat Lahir Rendah dan Jumlah Anak dalam Keluarga dengan Kejadian Stunting Usia 12–59 Bulan di Desa Panyirapan Kabupaten Bandung Annisa Kusumawardhani; Waya Nurruhyuliawati; Herry Garna
Jurnal Integrasi Kesehatan dan Sains Vol 2, No 1 (2020): Jurnal Integrasi Kesehatan dan Sains
Publisher : Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jiks.v2i1.5582

Abstract

Stunting merupakan permasalahan global yang sedang marak belakangan ini. Hal ini mengindikasikan terdapat berbagai faktor yang dapat menyebabkan stunting. Berat badan lahir rendah merupakan faktor prenatal yang mungkin berhubungan dengan pertumbuhan anak di kemudian hari. Faktor sosial-ekonomi seperti jumlah anak dalam keluarga juga dapat memengaruhi pertumbuhan anak. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis hubungan riwayat berat badan lahir rendah dan jumlah anak dalam keluarga dengan kejadian stunting di Desa Panyirapan Kabupaten Bandung periode Maret–Agustus 2019. Subjek penelitian adalah anak usia 12–59 bulan. Penelitian menggunakan rancangan kualitatif metode analitik komparatif dengan pendekatan case control. Uji statistik menggunakan uji chi-square dan Eksak Fisher. Jumlah responden pada penelitian ini adalah 49 anak stunting dan 43 anak tidak stunting. Anak stunting dengan riwayat berat badan lahir rendah sebanyak 5 anak (10%) dan tidak terdapat hubungan bermakna (p=0,209). Anak stunting dengan jumlah anak >2 sebanyak 17 anak (35%) dan terdapat hubungan bermakna (p=0,008; OR=5.18). Simpulan, tidak terdapat hubungan antara berat badan lahir rendah dan kejadian stunting, tetapi terdapat hubungan jumlah anak dalam keluarga dengan kejadian stunting anak usia 12–59 bulan di Desa Panyirapan Kabupaten Bandung. THE RELATIONSHIP BETWEEN LOW BIRTH WEIGHT AND NUMBER OF CHILDREN WITH STUNTING IN CHILDREN AGED 12–59 MONTHS IN PANYIRAPAN VILLAGE, BANDUNG REGENCYStunting is a global problem that become a trending these days. This indicates there are factors that can cause stunting. Low birth weight is a prenatal factor that may relate with children development in the future. Social-economic factor such as number of children may also affect the growth of children. The purpose of this study was to analyze the relationship between low birth weight and number of children with stunting in Panyirapan Village, Bandung Regency in March–August 2019. Subjects were children aged 12–59 months. This study used qualitative comparative method using case control. Statistical test using chi-square and Fisher’s exact test. Total sample for this study were 49 stunting children and 43 non-stunting children. Stunting children with low birth weight history were 5 children (10%), and after being tested there was no significant relationship (p-score=0.209). Stunting children with number of children >2 were 17 children (35%), and after being tested there was significant relationship (p-score=0.008; OR=5.18). In conclusion, there is no relationship between low birth weight and stunting, but there is a relationship between number of children and stunting in children aged 12–59 months in Panyirapan Village, Bandung Regency.
Pengaruh Pengetahuan, Ketersediaan Sarana Prasarana, dan Supervisi-monitoring terhadap Penatalaksanaan Imunisasi oleh Bidan Fathia Rizki; Herry Garna; Adjat Sedjati Rasyad
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 10, No 4 (2020): November 2020
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/2trik10404

Abstract

Immunization activities in the health care unit are mostly carried out by the midwife so that the midwife is not only an injection officer but also responsible for planning, transportation, storage and usage of vaccine. This study aims to determine the effect of knowledge midwife about vaccine management, availability of infrastructure, and supervision of immunization management by midwives in West Bandung District. A total of 38 self-employed midwives who met the inclusion criteria were taken from West Bandung District during July 2017 to February 2018. This research was an observational analytical research with cross sectional design. Analysis of bivariate using correlation regression test and multivariate correlation using multiple linear regression. The result showed that midwife knowledge about vaccine management influenced 33.3% (p=0.0001), infrastructure influenced 54.2% (p=0.010), and the supervision influenced 34.65% (p=0.010) to the management of immunization. The linear regression test between the variables shows the result determinant factor in the management of immunization availability of facilities (coefficient Beta=0.615). In conclusion there is effect of midwife knowledge, infrastructure facilities and supervision on immunization management by midwife in West Bandung District Keywords: immunization; infrastructure and facilities; knowledge; supervision-monitoring ABSTRAK Kegiatan imunisasi di unit pelayanan kesehatan sebagian besar dilaksanakan oleh bidan sehingga bidan tidak hanya sebagai petugas penyuntikan, tetapi bertanggung jawab dari mulai perencanaan, transportasi, penyimpanan hingga memberikan vaksin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pengetahuan bidan, ketersediaan sarana prasarana, dan supervisi-monitoring terhadap penatalaksanaan imunisasi oleh bidan. Sebanyak 38 orang bidan praktik mandiri yang memenuhi kriteria inklusi diambil dari wilayah Kabupaten Bandung Barat selama bulan Juli 2017 sampai dengan Februari 2018. Penelitian ini adalah penelitian analitik observatif dengan desain cross sectional. Analisis data bivariat menggunakan korelasi regresi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki pendidikan terakhir DIII Kebidanan dan belum mengikuti pelatihan cold chain. Selain itu, 19 dari 38 bidan memiliki pengetahuan yang baik mengenai pengelolaan vaksin, lebih dari setengah responden tidak memiliki sarana rantai dingin vaksin, dan hanya 5 dari 38 orang bidan praktik mandiri yang menyatakan pernah disupervisi-monitoring. Penatalaksanaan imunisasi pada tahap penyimpanan setengahnya dari responden belum melakukannya sesuai prosedur. Hasil analisis didapat pengetahuan bidan mengenai pengelolaan vaksin berpengaruh 33,3% (p=0,0001), sarana prasarana berpengaruh 54,2% (p=0,001), dan supervisi-monitoring berpengaruh 34,6% (p=0,010) terhadap penatalaksanaan imunisasi. Simpulan, terdapat pengaruh pengetahuan bidan, ketersediaan sarana prasarana, dan supervisi-monitoring terhadap penatalaksanaan imunisasi oleh bidan di Kabupaten Bandung Barat Kata kunci: imunisasi; pengetahuan; sarana prasarana; supervisi-monitoring.
Hubungan Faktor Risiko Kegawatdaruratan Obstetri Menurut Rochjati dengan Pelaksanaan Rujukan oleh Bidan di RSUD Gambiran Kediri Fauzia Laili; Herry Garna; Gaga Irawan; Farid Husin; Firman F. Wirakusumah; Deni K. Sunjaya; Hadi Susiarno
Jurnal Pendidikan dan Pelayanan Kebidanan Indonesia (Indonesian Journal of Education and Midwifery Care Vol 2, No 2 (2015): Juni
Publisher : Program Studi Magister Kebidanan FK UNPAD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (75.63 KB) | DOI: 10.24198/ijemc.v2i2.11

Abstract

Kegawatdaruratan obstetri merupakan penyebab utama kematian maternal dan perinatal. Kegawatdaruratan obstetri menurut Rochjati terbagi menjadi 3 kelompok faktor risiko, yaitu APGO (Ada Potensi Gawat Obstetri), AGO (Ada Gawat Obstetri), dan AGDO (Ada Gawat Darurat Obstetri). Berbagai penelitian menyatakan salah satu upaya penatalaksanaan yang efektif pada kegawatdaruratan obstetri dengan pelaksanaan rujukan. Rujukan yang tepat dan terencana dapat menyelamatkan ibu dan bayi baru lahir. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan faktor risiko kegawatdaruratan obstetri (APGO, AGO, dan AGDO) dengan pelaksanaan rujukan oleh bidan di RSUD Gambiran Kediri. Desain penelitian secara kuantitatif dengan pendekatan potong silang dilaksanakan pada Januari–Februari  2014 dengan jumlah sampel sebesar 150. Pengambilan sampel dilakukan dengan cara consecutive sampling. Pengumpulan data sekunder berdasarkan laporan ruang bersalin dan rekam medik rumah sakit periode Januari–Desember 2011. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat perbedaan bermakna faktor risiko kegawatdaruratan obstetri pada variabel APGO dan AGO antara rujukan terencana dan rujukan terlambat (p>0,05), namun terdapat perbedaan bermakna pada variabel AGDO antara rujukan terencana dan rujukan terlambat. Meningkatnya faktor risiko kegawatdaruratan obstetri akan meningkatkan pelaksanaan rujukan terencana lebih dari 6 kali (OR=6,12). Simpulan penelitian ini adalah  faktor risiko kegawatdaruratan obstetri pada AGDO berhubungan dengan pelaksanaan rujukan dan peningkatan faktor risiko kegawatdaruratan obstetri akan meningkatkan pelaksanaan rujukan oleh bidan
PENGARUH KEPEMILIKAN SMARTPHONE OLEH ANAK USIA DINI TERHADAP PERKEMBANGAN BAHASA DAN PSIKOSOSIAL DI TAMAN KANAK-KANAK Sandriani Sandriani; Herry Garna; Atie Rachmiatie
JURNAL KESEHATAN : JURNAL ILMU- ILMU KEPERAWATAN, KEBIDANAN, FARMASI DAN ANALIS KESEHATAN, SEKOLAH TINGGI KESEHATAN MUHAMMADIYAH CIAMIS Vol. 5 No. 2 (2018): Oktober 2018
Publisher : LPPM STIKes Muhammadiyah Ciamis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52221/jurkes.v5i2.39

Abstract

Pertumbuhan anak perlu perhatian serius dengan mendapatkan gizi yang baik, stimulasi memadai yang terjangkau oleh layanan kesehatan yang berkualitas, serta deteksi intervensi dini penyimpangan tumbuh kembang khususnya anak balita. Saat ini penggunaan teknologi digital bukan saja di kalangan dewasa dan remaja, tetapi banyak anak usia dini seperti anak prasekolah atau anak Taman Kanak-kanak sudah menggunakan gadget karena faktor orangtua yang sibuk bekerja dan harga gadget yang semakin murah akibat persaingan di pasaran. Bermain smartphone terlalu sering maka anak akan banyak menghabiskan waktu untuk dirinya sendiri dan menjadi pribadi individualis sehingga tumbuh sikap tidak perduli terhadap sesamanya maupun terhadap orang lain. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh kepemilikan smartphone oleh anak usia dini di taman kanak-kanak terhadap perkembangan bahasa dan perkembangan psikososial di Taman Kanak-kanak Al-Munumi dan taman kanak-kanak Ajar Sukaresik tahun ajaran 2017 sampai 2018 usia 4 sampai 6 tahun yang berada di Wilayah Kabupaten Ciamis. Penelitian analitik observatif dengan desain cross sectional dengan munggunakan teknik proporsional random sampling. Uji chi-square menunjukkan hasil nilai p 0,005. pada penggunaan smartphone milik sendiri sebanyak 63%, untuk perkembangan bahasa hampir sama antara yang sesuai dan tidak sesuai masing masing-masing 52% dan 48%, dan untuk perkembangan psikosoial yang sesuai 37% dan yang tidak sesuai sebanyak 63%.Nilai ini menyatakan bahwa ada pengaruh kepemilikan smartphone oleh anak usia dini terhadap perkembangan bahasa dan perkembangan psikososial di taman kanak-kanak. Terdapat pengaruh kepemilikan smartphone terhadap perkembangan bahasa dan perkembangan psikososial anak usia dini dalam upaya menuju kesehatan keluarga. Penggunaan smartphone oleh anak harus dibatasi oleh orang tua.
PENGARUH APLIKASI FE-MNHY TERHADAP KEBERHASILAN PEMANTAUAN, PENGETAHUAN DAN SIKAP MENGONSUMSI TABLET FE PADA IBU HAMIL DI PUSKESMAS CIAMIS KABUPATEN CIAMIS PERIODE 2021 Metty Nurherliyany; Herry Garna; Hidayat Wijayanegara Hidayat
Bina Generasi : Jurnal Kesehatan Vol 14 No 1 (2022): Bina Generasi : Jurnal Kesehatan
Publisher : LPPM STIKES BINA GENERASI POLEWALI MANDAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (307.428 KB) | DOI: 10.35907/bgjk.v14i1.238

Abstract

Salah satu peran tenaga kesehatan dalam Kelas Ibu Hamil di antaranya membantu meningkatkan kesadaran dan ketaatan ibu hamil untuk mengonsumsi tablet Fe yang dibantu dengan orang-orang terdekat ibu hamil seperti suami, orangtua, keluarga, dan kader kesehatan. Tablet Fe dikenal di masyarakat terutama ibu hamil adalah tablet tambah darah (TTD), dengan kata lain bahwa tablet Fe sama dengan tablet penambah darah. Pelaksanaan Kelas Ibu Hamil di Puskesmas Ciamis Kabupaten Ciamis sudah dilaksanakan sesuai dengan jadwal yang direncanakan, namun belum ada proses monitoring dan evaluasi mengenai pelaksanaan, efektivitas, dan hasil yang dicapai dari program tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan aplikasi Fe-MNHY dapat memengaruhi keberhasilan pemantauan, pengetahuan dan sikap mengonsumsi obat Fe pada masa Anc di Puskesmas Ciamis Kabupaten Ciamis periode tahun 2021. Quasi experiment adalah metode yang digunakan dalam penelitian dengan bentuk one group pretest and postest desing. Penelitian yang dilakukan pada bulan Juli-Agustus 2021 di Puskesmas Ciamis Kabupaten Ciamis terhadap ibu hamil trimester II. Pengambilan sampel penelitian memakai purposive sampling dengan sampel 48 orang yang sesuai kriteria inklusi. Analisis pada data digunakan uji wilcoxon dan mann whiteney. Hasil dari penelitian diperoleh Aplikasi Fe-MNHY memengaruhi keberhasilan pemantauan mengonsumsi tablet Fe, adanya peningkatan rerata pengetahuan 6,21 menjadi 7,35 atau meningkat sebesar 35% sehingga penggunaan aplikasi Fe-MNHY memengaruhi pengetahuan untuk mengonsumsi tablet Fe, dan adanya peningkatan sikap positif 56% menjadi 94% menunjukkan penggunaan aplikasi Fe-MNHY memengaruhi sikap untuk memakan obat penambah darah pada ibu hamil di Puskesmas Ciamis Kabupaten Ciamis periode tahun 2021.
Co-Authors Aam Maryamah Achmad Suardi Achmad Surjono Adjat Sedjati Rasyad Adjat Sedjati Rasyad Adjat Sedjati Rasyad Adjat Sedjati Rasyad Agnes Rengga Indrati Agung Firmansyah Sumantri Ahmad Suardi Alamsyah Aziz Alex Chairulfatah Alex Chairulfatah Alma Tanzia Nasa Alma Yulistia Fadhilah Alma Yulistia Fadhilah Andi Rinaldi Andika Ilham Rahmadi Prianza Andre van der Venn Andriane, Yuke Ani Melani Maskoen Aniceto Cardoso Barreto Anita Deborah Anwar Annesya Atma Battya Annisa Kusumawardhani Annisa Rahmah Furqaani Ardini Saptaningsih Raksanagara Ardini Saptaningsih Raksanagara Ardini Saptaningsih Raksanagara, Ardini Saptaningsih Ari indra Susanti Arief Guntara Atia Mansoorah Atie Rachmiatie Aulia Fitri Swity Azhali M. S. Bachti Alisjahbana Batara, Triando Budi Setiabudiawan Budi Setiabudiawan BUDI SETIABUDIAWAN Budiman , Budiman Buti Azfiani Buti Azfiani Azhali Cherawaty, Aneu Cissy B. Kartasasmita Citra Kartika Dadang Hudaya Dadang Hudaya S Deborah Anwar, Anita Dedi Rachmadi Delfian Rahmat Aditia Delia Oktaviani Solihat Deni K. Sunjaya Dessy Afrianti Dida A. Gurnida Dida Akhmad Gurnida Dika Rifky Fernanda Dilla Latul Anjaniah Dina Garniasih Djatnika Setiabudi Donissa Aurel Titania Dwi Prasetyo Dyana Eka Hadiati Dzulfikar D. Lukmanul Hakim Eddy Fadlyana Eka Hendryanny Eka Nurhayati Endah Pujiastuti Endang Widajanti Eva Rianti Indrasari Fajarini Putri Hidayat Farah Talitha Nawiryasa Farid Husin Fathia Salsabila Fakhira Fauzia Laili Fina Meilyana Finda Wijayanti Firman Fuad Wirakusumah Fiva A Kadi Gaga Irawan Gartika Sapartini Gibran Bramasta Dirgavansya Gilang Mutiara Giyawati Yulilania Okinarum Hadi Susiarno Halimatus Saidah Hana Sofia Hana Sopia Rachman Harefa, Umy Darni Harry Iskandar Heda Melinda D. Nataprawira Heni Nurakilah Henne Giyantini Henri Setiawan Herawati, Yanti Herri S. Sastramihardja Herry Herman Herry Sastramihardja, Herry Heru Haerudin Hidayat Wijayanegara Hinta Meijerink Ida Parwati Indri Budiarti Ingrid Rita Sitomorang Irvan Afriandi Ismawati Ismayanty, Devie Iwin Sumarman Iwin Suwarman Jernihati Krisniat Harefa Jujun Junia Julistio Djais Julistio Djais Julistio T. B. Djais Julistio T.B. Djais Khairunnisa, Dini Pajriani Kharisma Firda Amalia Komalaningsih , Sri Kusnandi Rusmil Lelly Yuniarti Leri Septiani Lestari, Meti Widya Lina Herlina Linda Marlina Lisa Adhia Garina Lony Novita M.S. Azhali Ma&#039;mun Sutisna Ma&#039;mun Sutisna Ma&#039;mun Sutisna Maulya Listrianti Maya Tejasari Ma’mun Sutisna Melati Yuliandari Melvi Imelia Risa Metty Nurherliyany Mohamad Yanuar Anggara Muhammad Kasrial Myrna Soepriadi Nadiyah Oktaviani Nanan Sekarwana nashriva, Ita Naufal Khairunnisa Syahira Sulung Nenden Ismawaty Nisa Lathifah Rohmatika Novila Sjafri Bachtiar Novilia Sjafri Bachtiar Novita Ayu Indraswati Nur Maulida Najwa Rahima Nur Melani Sari Nurlatifah, Teni Nurul Auliya Kamila Oky Haribudiman Ponpon Idjradinata Ponpon Idjradinata Ponpon S Idjradinata R. Ayu Wulandari Sekarini R.M Ryadi Fadil Rahayu, Bintari Dwi Rahmat Budi Rahmawaty Alie, Ike Ratna Damailia Reinout van Crevel Reni Ghrahani Reni Ghrahani Retno Ekowati Retno Saraswati Revan Muhammad Rhena Alma Ramadianti Rika Nilapsari Riki Yudiana Riki Yudiana Rina Permatasari Rizki, Fathia Rowawi, Roni RR. Ella Evrita Hestiandari Ryandini, Gessyla Safana Edisa Samsudin Surialaga Sandriani Shafira Nefananda Kariza Silfian, Silfian Siti Sugih Sjarif Hidajat Soenarjati Soedigo Adi Soenarjati Soedigo Adi Sri Endah Rahayuningsih Sri Hennyati Amiruddin Sri Komalaningsih Suardi, Achmad Sugih H, Siti Sugih, Siti Suminar, Ratna Suryani Soepardan Susiarno, Hadi Sutisna , Ma'mun Sutisna, Ma’mun Tania Novi Tina Ramayanthi Tisnasari Hafsah Titik Respati Tono Djuwantono Waya Nurruhyuliawati, Siti Aminah, Uni Gamayani, Eddy Fadlyana Wedi Iskandar Wiwin Winiar Yani Dewi Suryani Zulmansyah Zulmansyah , Zulmansyah