Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

PENDEKATAN INTERPRETASI VISUAL DAN DIGITAL CITRA PLEIADES UNTUK KLASIFIKASI PENUTUP LAHAN Utami, Westi; Rahman, Azimur; Sutaryono, Sutaryono
GEOGRAPHY : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol 10, No 1 (2022): APRIL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/geography.v10i1.7028

Abstract

Abstrak: Citra Pleiades sebagai citra resolusi tinggi mampu menyediakan ketersediaan  data penggunaan lahan secara lengkap, efektif, efisien, dan akurat. Dalam hal ini, pemilihan pendekatan interpretasi menjadi bagian penting karena berpengaruh pada kualitas data yang dihasilkan. Kajian ini bertujuan membandingkan kualitas data hasil interpretasi citra secara digital dengan interpretasi visual. Pendekatan interpretasi digital dilakukan melalui klasifikasi supervised maximum likelihood sementara interpretasi visual melalui 9 kunci interpretasi. Analisis hasil interpretasi selanjutnya dilakukan perbandingan terhadap kualitas data meliputi aspek kelengkapan data, keakuratan data melalui confusion matrix, konsistensi data, dan ketepatan waktu. Hasil analisis menunjukkan pendekatan interpretasi citra secara visual menghasilkan data penggunaan lahan yang lebih baik dari aspek kelengkapan data dan keakuratan data  hingga mencapai 97,83 %, sementara pada analisis digital tingkat akurasi hanya 70,65 %. Dari hasil analisis ini maka interpretasi visual  lebih tepat digunakan pada wilayah sempit karena memiliki akurasi lebih tinggi serta kelengkapan data dan ketelitian perhitungan luas lebih baik, sedangkan interpretasi citra secara digital dinilai lebih baik dari segi konsistensi data dan ketepatan waktu sehingga lebih baik digunakan pada wilayah yang luas untuk penyusunan peta skala menengah dengan lingkup kabupaten/provinsi. Abstract:  Pleiades image as a high-resolution image is able to provide complete, effective, efficient, and accurate land use data availability. In this case, the choice of interpretation method becomes an important part because it affects the quality of the data produced. This study aims to compare the quality of data resulting from digital image interpretation with visual interpretation. The digital interpretation method is carried out through the supervised maximum likelihood classification while visual interpretation is carried out through 9 interpretation keys. Analysis of the results of interpretation is then performed to compare the quality of the data including aspects of data completeness, data accuracy through a confusion matrix, data consistency, and timeliness. The results of the analysis show that the visual image interpretation method produces better land use data in terms of data completeness and data accuracy up to 97.83%, while in digital analysis the accuracy rate is only 70.65%. From the results of this analysis, visual interpretation is more appropriate to use in narrow areas, while digital image interpretation is considered better in terms of data consistency and timeliness so that it is better used in large areas for medium-scale map preparation with district / provincial scope.
Peningkatan Pengetahuan Keselamatan dan Kesehatan Kerja melalui Pendekatan Focus Group Discussion pada Jamaah Tani Muhammadiyah (Jatam) Sutaryono, Sutaryono; Syahputri, Rezyana Budi
Jurnal Implementasi Pengabdian Masyarakat Kesehatan (JIPMK) Vol 7, No 2 (2025): Jurnal Implementasi Pengabdian Masyarakat Kesehatan
Publisher : Universitas Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33660/jipmk.v7i2.178

Abstract

Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di sektor pertanian masih sering terabaikan, padahal petani menghadapi risiko tinggi kecelakaan dan penyakit akibat kerja. Jamaah Tani Muhammadiyah (Jatam) Kabupaten Klaten merupakan komunitas petani yang berperan dalam pemberdayaan sekaligus penguatan kapasitas kesehatan kerja. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan petani mengenai K3 melalui pendekatan Focus Group Discussion (FGD). Kegiatan ini diikuti 30 orang yang terdiri dari pengurus dan anggota Jatam serta perwakilan Majelis Lingkungan Hidup. Kegiatan FGD terdiri pembahasan program kerja dan penyampaian materi K3 yang meliputi pentingnya K3, jenis penyakit akibat kerja, bahaya pestisida, penggunaan alat pelindung diri (APD), serta upaya pencegahan. Hasil kegiatan menghasilkan program kerja dan peningkatan pengetahuan dan kesadaran peserta terhadap penerapan K3, khususnya penggunaan APD dan pencegahan paparan pestisida. Pendekatan FGD efektif karena mendorong partisipasi aktif petani dalam berbagi pengalaman dan solusi. Program ini diharapkan berlanjut yaitu perlu menyusun aturan internal atau SOP terkait cara bertani yang baik serta pentingnya penggunaan APD.
Implementasi dan Pengembangan Program Unggulan Kampung Iklim (Proklim) di Desa Kertonatan Susanti, Ayu Annisa; Antika, Arum Asma; Pratama, Rizky; Pradana, Fajar Gemilang; Handayani, Sri; Sutaryono, Sutaryono
Buletin KKN Pendidikan Vol. 4, No. 1, Juni 2022
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bkkndik.v4i1.19183

Abstract

Perubahan iklim merupakan kondisi berubahnya suhu temperatur dan distribusi curah air hujan yang membawa dampak secara luas terhadap berbagai sektor kehidupan manusia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pelaksanaan Program Kampung Iklim di Kalitan RW 05 Desa Kertonatan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data yaitu observasi dan wawancara. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik Purposive Sampling. Uji keabsahan data dilakukan dengan metode triangulasi. Analisis data dilakukan dengan cara reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan Program Kampung Iklim di Kalitan RW 05 sudah berjalan cukup optimal. Beberapa program kerja yang dilakukan dalam mengembangkan Adaptasi perubahan iklim berupa peresapan air, pemanenan air hujan, penanaman vegetasi, pemanfaatkan pekarangan rumah, penanaman tanaman obat. Selain itu dilakukan kegiatan yaitu Implementasi Mitigasi perubahan iklim berupa pewadahan sampah, zero waste family, pengelolaan limbah air, pencegahan timbulnya penyakit.
Penyelenggaraan perizinan kesesuaian kegiatan pemanfaatan ruang pada sektor berusaha di kabupaten Pati Jawa Tengah Adiningsih, Dyah Fitriani; Sutaryono, Sutaryono; Wahyuni, Wahyuni
Tunas Agraria Vol. 6 No. 1 (2023): Tunas Agraria
Publisher : Diploma IV Pertanahan Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31292/jta.v6i1.198

Abstract

The Online Single Submission Risk Basic Approach (OSS RBA) is an instrument owned by the government in realizing the ease of doing business, especially licensing. One of the licensing classifications referred to is the (Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang) (KKPR). The implementation of KKPR licensing experienced many obstacles. This paper aims to find out the OSS RBA work system in implementing business licensing through (Persetujuan Kesesuaian Pemanfaatan Ruang) (PKKPR) scheme that applies and compares the Spatial Planning instrument (RTR) as the sole reference used. This study uses a qualitative descriptive analytical method based on observation with a case study approach. The results of this study indicate that: (1) The implementation of PKKPR services through the OSS RBA system in Pati Regency has been running according to public service standards; (2) Obstacles encountered in Land Technical Considerations in PKKPR services for business at the Pati Regency Land Office are the occurrence of an asynchronous upload data at OSS RBA with the data required for PTP services; (3) PTP services are still carried out manually and separately from the KKPR system. Online Single Submission Risk Basic Approach (OSS RBA) merupakan instrumen yang dimiliki pemerintah dalam mewujudkan kemudahan berusaha khususnya pengurusan perizinan. Salah satu klasifikasi perizinan yang dimaksud adalah Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (KKPR). Pelaksanaan perizinan KKPR mengalami banyak kendala. Naskah ini bertujuan untuk mengetahui sistem kerja OSS RBA dalam pelaksanaan perizinan berusaha melalui skema Persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (PKKPR) Berusaha serta membandingkan instrumen Rencana Tata Ruang (RTR) sebagai acuan tunggal yang digunakan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif bersifat deskriptif analitis berdasarkan observasi dengan pendekatan studi kasus. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Pelaksanaan Pelayanan PKKPR Berusaha melalui sistem OSS RBA di Kabupaten Pati sudah berjalan sesuai standar pelayanan publik; (2) Kendala yang dihadapi pada Pertimbangan Teknis Pertanahan dalam Pelayanan PKKPR Berusaha di Kantor Pertanahan Kabupaten Pati adalah terjadi ketidaksinkronan antara data upload di OSS RBA dengan data yang dibutuhkan pada pelayanan PTP; (3) Pelayanan PTP masih dilakukan secara manual dan terpisah dari sistem KKPR.
Evaluasi Perubahan Penggunaan Tanah dengan Pendekatan Sistem Informasi Geografis Bagian Wilayah Perkotaan Diwek, Kabupaten Jombang Maharani, Lala Putri; Sutaryono, Sutaryono; Martanto, Rochmat
Tunas Agraria Vol. 7 No. 2 (2024): Tunas Agraria
Publisher : Diploma IV Pertanahan Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31292/jta.v7i2.254

Abstract

Population growth and regional development continue to increase, but land availability is limited, requiring harmony between land use and spatial planning policies to avoid conflicts of interest. The purpose of this study was to determine the suitability of changes in land use to the Detailed Spatial Planning Plan (RDTR) and to carry out analysis related to potential changes in land use during the 2017–2037 RDTR for the Diwek Urban Area. A survey research method employs a descriptive approach. The survey method is carried out during a ground check of actual land use. Apart from that, interviews were also conducted with related parties. A descriptive approach is used in order to display a real picture of the object under study. The analysis model in this study uses an overlay technique to use Geographic Information System (GIS) technology. The results of the first analysis show that there are three classifications of suitability of land use changes to the RDTR, namely suitable (882.05 ha), not suitable (272.56 ha), and not suitable (38 ha). Second, the potential for changes in land use during the Diwek BWP RDTR is divided into three classifications: potential to change according to the RDTR (272.56 ha), change not according to the RDTR (38 ha), and no potential to change according to the RDTR (882.05   Pertumbuhan penduduk dan pembangunan wilayah yang terus meningkat, namun ketersediaan tanah yang terbatas, memerlukan keselarasan antara penggunaan tanah dan kebijakan penataan ruang supaya tidak terjadi benturan kepentingan. Tujuan kajian ini dilakukan adalah untuk mengetahui kesesuaian perubahan penggunaan tanah terhadap Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) serta melakukan analisis terkait dengan potensi perubahan penggunaan tanah selama RDTR Bagian Wilayah Perkotaan Diwek 2017-2037 berlaku. Metode yang digunakan adalah metode penelitian survei dengan pendekatan deskriptif. Metode survei dilakukan pada saat ground check penggunaan tanah aktual. Selain itu dilakukan pula wawancara dengan para pihak terkait. Pendekatan deskriptif digunakan agar dapat menampilkan gambaran nyata dari objek yang diteliti. Model analisis pada penelitian ini menggunakan teknologi Sistem Informasi Geografis (SIG) dengan melakukan teknik tumpang susun (overlay). Hasil analisis yang pertama menunjukkan terdapat tiga klasifikasi kesesuaian perubahan penggunaan tanah terhadap RDTR yaitu sesuai (882,05 ha), belum sesuai (272,56 ha), dan tidak sesuai (38 ha). Kedua, potensi perubahan penggunaan tanah selama RDTR BWP Diwek berlaku dibuat dalam tiga klasifikasi yaitu berpotensi berubah sesuai RDTR (272,56 ha), berubah tidak sesuai RDTR (38 ha), dan tidak berpotensi berubah sesuai RDTR (882,05 ha).
FOCUS GROUP DISCUSSION (FGD) MENGUKUR KEPUASAN PENGGUNA PORTAL AKADEMIK PERGURUAN TINGGI DI TANGERANG SELATAN DENGAN METODE PIECES Azzahra, Sitti Aliyah; Saefullah, Aep; Tafsiruddin, M.; Saksana, Joned Ceilendra; Nurrahman, Syafran; Tohiroh, Tohiroh; Suharmanto, Suharmanto; Sutaryono, Sutaryono; Suhermanto, Suhermanto; Jayaun, Jayaun; Putera, Alifi Restu; Nurhayati, Nurhayati; Nurhidayat, M.; Salima, Rianti
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): Volume 6 No. 1 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i1.40303

Abstract

Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat kepuasan pengguna portal akademik di perguruan tinggi di Kota Tangerang Selatan dengan menggunakan metode PIECES (Performance, Information, Economics, Control, Efficiency, dan Service). Kegiatan ini dilaksanakan pada 21 September 2024 mulai pukul 08.30 WIB hingga 15.00 WIB di Aula Meeting Restoran Taman APSG, Ciputat Timur, dengan diikuti oleh 30 peserta yang terdiri dari dosen, mahasiswa, pengelola portal akademik, dan praktisi dari empat perguruan tinggi. Metode yang digunakan adalah Diskusi Kelompok Terarah (Focus Group Discussion/FGD) dan survei kepuasan pengguna. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa aspek performa sistem dan layanan merupakan keluhan utama yang dirasakan oleh pengguna portal akademik. Temuan ini memberikan rekomendasi strategis berupa peningkatan infrastruktur teknologi dan pelatihan bagi pengelola portal untuk memperbaiki kualitas layanan dan pengalaman pengguna. Kegiatan ini juga menggarisbawahi pentingnya evaluasi berkala menggunakan metode PIECES untuk mengidentifikasi kekurangan dan meningkatkan kepuasan pengguna dalam penggunaan portal akademik. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah bahwa metode PIECES dapat digunakan sebagai alat evaluasi yang komprehensif untuk meningkatkan kualitas layanan portal akademik berbasis teknologi informasi. Implikasi dari kegiatan ini diharapkan mampu mendorong perguruan tinggi untuk terus berinovasi dalam pengelolaan sistem akademik yang efisien dan efektif.
Pengembangan Ekowisata Bahari Pulau Hinako Berbasis Data Penguasaan, Pemilikan, Penggunaan dan Pemanfaatan Tanah Ulfah, Uli Nadiya; Sutaryono, Sutaryono
Jurnal Pertanahan Vol 15 No 1 (2025): Jurnal Pertanahan
Publisher : Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53686/jp.v15i1.268

Abstract

This study integrates P4T data for marine ecotourism planning on Hinako Island. Previously, P4T data on Hinako Island was only used for land management purposes, serving as basic data for planning legalization and land asset management through land redistribution or island consolidation programs. Asset management was followed by community empowerment activities to create new economic resources for the island community to support the development of marine ecotourism. A snapshot of the past economic prosperity of the Hinako Island community, which was once prosperous during the development of the coconut oil processing industry, suggests that the natural resources of naturally growing coconut plantations can be utilized optimally and sustainably. The data collected in this study, especially regarding the availability and number of social and public facilities, can support the development of key infrastructure for ecotourism on Hinako Island. Penelitian ini mengintegrasikan data P4T untuk perencanaan ekowisata bahari di Pulau Hinako. Data P4T Pulau Hinako sebelumnya baru dimanfaatkan dalam bidang pertanahan yaitu menjadi salah satu data dasar dalam perencanaan kegiatan legalisasi dan penataan aset pertanahan melalui program redistribusi tanah atau konsolidasi pulau. Penataan aset dilanjutkan dengan kegiatan pemberdayaan masyarakat untuk menciptakan sumber-sumber ekonomi baru bagi masyarakat pulau dalam mendukung pengembangan ekowisata bahari. Gambaran masa lalu ekonomi masyarakat Pulau Hinako yang pernah berjaya pada saat dibangun industri pengolahan minyak kelapa memberikan pandangan bahwa sumber daya alam perkebunan kelapa yang tumbuh secara alami dapat dimanfaatkan secara optimal dan berkesinambungan. Hasil pendataan dalam penelitian ini khususnya ketersediaan dan jumlah fasilitas sosial dan fasilitas umum yang disajikan pada penelitian ini dapat menjadi data pendukung dalam membangun infrastruktur utama dalam pengembangan ekowisata di Pulau Hinako.