Claim Missing Document
Check
Articles

Penyuluhan Budidaya Kacang Tanah Di Desa Kinali Kecamatan Kuantan Mudik Kabupaten Kuantan Singingi Chairil Ezward; Elfi Indrawanis; Tri Nopsagiarti; Seprido Seprido; Wahyudi Wahyudi; Haitami Haitami; Desta Andriani; Pebra Heriansyah; Gusti Marlina
BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Vol. 1 No. 1 (2021): BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Juni 2021
Publisher : LPPM UNIKS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36378/bhakti_nagori.v1i1.1163

Abstract

Tujuan dari kegiatan PKM ini adalah diharapkan Kelompok Wanita Tani (KWT) mampu melakukan budidaya tanaman yang dapat menghasilkan produksi tinggi namun ramah lingkungan, seperti melakukan pengolahan tanah maksimum telage, menggunakan Varietas Unggul, menggunakan tehnik budidaya yang bervariasi seperti rotasi tanaman dan tumpangsari, melakukan pemeliharaan yang intensif seperti penyiangan dan pemupukan yang tepat, menggunakan pupuk dalam budidaya sesuai dengan tepat jenis, dosis, wakyu, tempat dan tepat cara, melakukan panen tepat waktu serta melakukan pengelolaan limbah yang tepat (dapat diolah menjadi pupuk kompos atau pakan ternak). Tahapan kegiatan yaitu Pra kegiatan PKM, meninjau pengetahuan dan keterampilan dari kelompok tani dalam melakukan budidaya tanaman kacang tanah dengan prinsip pertanian berkelanjutan dengan cara mewawancara penyuluh dan anggota kelompok wanita tani purnama. Informasi ini sangat penting untuk mengambil langkah kegiatan berikutnya. Kegiatan PKM, melakukan penyuluhan dan diskusi kepada anggota kelompok wanita tani purnama untuk pengetahuan dan keterampilan dari kelompok tani dalam melakukan budidaya tanaman kacang tanah dengan prinsip pertanian berkelanjutan. Hasil dari kegiatan PKM bertambahnya pengetahuan dan keterampilan anggota KWT Purnama bertambah dan langsung mengaplikasikan.
PELATIHAN PEMBUATAN KOMPOS DI DESA SEBERANG TALUK KECAMATAN KUANTAN TENGAH KABUPATEN KUANTAN SINGINGI Deno Okalia; Elfi Indrawanis; Tri Nopsagiarti; Wahyudi Wahyudi; Chairil Ezward; A Haitami; Seprido Seprido; Pebra Heriansyah; Gusti Marlina; Desta Andriani
BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Vol. 2 No. 1 (2022): BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Juni 2022
Publisher : LPPM UNIKS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36378/bhakti_nagori.v2i1.2236

Abstract

Salah satu Desa yang berada Kuantan tengah yang memiliki potensi dikembangkan disegala aspek selain letaknya strategis adalah Desa Seberang Taluk. Kegiatan desa Seberang taluk di tahun 2021 dikembangkan kearah pemberdayaan dan peningkatan produktifitas pemuda Desa dalam berwira usaha pertanian dimasa pandemi covid 19. Salah satunya meningkatkan keahlian pemuda dalam pembuatan pupuk organik agar bisa menjadi sumber penghasilan bagi penduduk. Masyarakat seberang Taluk umumnya memiliki mata pencaharian sebagai peternak sapi dan petani yang tentunya dapat diintegrasikan, dimana kotoran ternak yang banyak dihasilkan dapat dibuat pupuk kompos dan dapat dimanfatkan dalam budidaya tanaman. Metode pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat ini adalah dengan memberikan penyuluhan, pelatihan dan pendampingan kepada masyarakat Desa seberang taluk. Memberikan pelatihan pembuatan kompos sehingga dapat diusahakan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat. Hasil kegiatan monev PKM ini dapat disimpulkan bahwa pemuda Seberang taluk sudah dapat membuat kompos sendiri namun belum skala industri. Semua respon 100% menginginkan pelatihan dan pendampingan lanjutan untuk pembuatan kompos dalam rangka meningktakan nilai tambah limbah kotoran ternak dan meningkatkan perekonomian desa dengan dihasilkannya produk pupuk kompos yang bisa diperjual belikan.
PELATIHAN PENGOLAHAN MINYAK GORENG BERBAHAN BAKU KELAPA PADA KELOMPK IBU PKK DESA PULAU BUSUK KECAMATAN INUMAN Tri Nopsagiarti; Elfi Indrawanis; Wahyudi Wahyudi; Deno Okalia; Chairil Ezward; A Haitami; Seprido Seprido; Pebra Heriansyah; Gusti Marlina; Desta Andriani
BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Vol. 2 No. 2 (2022): BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Desember 2022
Publisher : LPPM UNIKS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36378/bhakti_nagori.v2i2.2739

Abstract

Minyak goreng merupakan kebutuhan pokok manusia sebagai bahan dalam pengolahan berbagai jenis makanan. Memasuki Februari 2022 terjadi fenomena dikalangan ibu rumah tangga yang mengeluhkan tingginya harga minyak goreng, tidak hanya harganya yang tinggi namun juga semakin sulitnya untuk didapat dipasaran. Mencermati hal tersebut maka diperlukan solusi lain untuk mengatasi kelangkaan minyak sehingga kebutuhan masyarakat dapat dipenuhi, salah satunya dengan mengganti minyak goreng berbahan sawit dengan minyak berbahan baku kelapa. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PkM) dilaksanakan di Desa pulau Busuk Kecamatan Inuman, Kabupaten Kuantan Singingi. Waktu pelaksanaan PkM dari bulan Juni hingga Agustus 2022. Kegiatan terdiri dari survei lokasi, kegiatan penyuluhan dan pelatihan, dan pada akhir kegiatan akan dilaksanakan monitoring dan keberlanjutan program. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa seluruh peserta (100%) sangat antusias dalam mengikuti kegiatan penyuluhan, Hasil kegiatan pelatihan pengolahan minyak kelapa yang dilakuan kepada ibu PKK menunjukkan bahwa teknologi pengolahan sederhana minyak kelapa dapat diterima dengan mudah oleh peserta (92%). Semua peserta membutuhkan pelatihan pengolahan minyak (100%), sebanyak 100% peserta setelah pelatihan memahami cara pengolahan minyak kelapa dengan teknologi sederhana.
PELATIHAN DAN PENYULUHAN TEKNIK PENGENDALIAN GULMA PADA PERKEBUNAN SAWIT RAKYAT DESA SIBEROBAH KABUPATEN KUANTAN SINGINGI Desta Andriani; Seprido; Elfi Indrawanis; Tri Nopsagiarti; Chairil Ezward; A. Haitami; Wahyudi; Gusti Marlina
BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Vol. 4 No. 2 (2024): BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Desember 2024
Publisher : LPPM UNIKS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36378/bhakti_nagori.v4i2.3955

Abstract

Tanaman kelapa sawit ( Eleis guineesis jacq ) merupakan tanaman perkebunan yang memiliki arti penting bagi pembangunan nasional,selain mampu menyediakan lapangan kerja, hasil dari tanaman ini juga merupakan sumber devisa Negara. Kendala yang dihadapi para petani adalah perawatan yang masih kurang optimal diantaranya dalam hal pengendalian gulma pada tanaman belum menghasilkan. Kegiatan pengabdian ini menggunakan metode penyuluhan dan pelatihan yang diawali dengan identifikasi permasalahan dengan melakukan survey dan diskusi dengan pengumpulan materi kegiatan penyuluhan yang berkenaan dengan pengendalian gulma pada tanaman kelapa sawit; penyebaran pretest kuesioner materi pelatihan disampaikan dalam konsep ceramah; dan diskusi serta dilakukan kegiatan pelatihan pengendalian Gulma serta pada akhir kegiatan dilakukan evaluasi kegiatan. Peserta secara keseluruhan berpastisipasi secara aktif dalam mengikuti pelaksanaan kegiatan mulai dari penyajian materi, diskusi, pengisian kuisioner, dan praktek. 100% peserta hadir dalam kegiatan ini, memahami materi yang disampaikan, dan setuju dengan daur ulang sampah anorganik. Pelatihan dan penyuluhan teknik pengendalian gulma pada tanaman kelapa sawit di desa siberobah dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat yang tergabung dalam kelompok tadi perkebunan terlihat pada hasil evaluasi kegiatan PkM bahwa telah terjadi peningkatan pengetahuan peserta.
PENERAPAN TEKNOLOGI BENIH DAN MANAJEMEN PEMUPUKAN PADA PEMBIBITAN TANAMAN KELAPA SAWIT DI DESA KINALI: PKM Chairil Ezward; A Haitami; Desta Andriani; Seprido Seprido; Elfi Indrawanis; Tri Nopsagiarti; Wahyudi Wahyudi; Gusti Marlina; Pebra Heriansyah; Budi Santoso
BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Vol. 5 No. 1 (2025): BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Juni 2025
Publisher : LPPM UNIKS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36378/bhakti_nagori.v5i1.4363

Abstract

Masyarakat Desa Kinali saat ini mulai melakukan budidaya tanaman kelapa sawit. Karena dengan menanam kelapa sawit dapat membantu perekonomian masyarakat. Diketahui masyarakat ada yang menanam kelapa sawit disekitar pekarangan rumah maupun dilahan yang luasnya rata-rata 2 hektar. Diketahui juga terdapat masyarakat yang membuat pembibitan sendiri dan ada juga yang membeli bibit di PT. Udaya Lohjinawi. Namun masih terdapat masyarakat yang belum paham tentang bibit yang berasal dari biji sapuan dan varietas unggul bersertifikat. Sehingga masyarakat masih membibitkan kelapa sawit menggunakan biji sapuan. Oleh karena hal tersebut, perlu diberikan penyuluhan dan pelatihan kepada masyarakat mengenai teknologi pembenihan dan manajemen pemupukan di pembibitan kelapa sawit. Metode yang digunakan yaitu identifikasi masalah dengan cara berdialog, kemudian memberikan penyuluhan dan pelatihan teknologi pembenihan dan manajemen pemupukan pada pembibitan. Tingkat kepuasan diukur dengan cara menyebarkan kuisioner. Hasil dari kegiatan PkM, masyarakat puas (91,67%) dengan penyuluhan dan pelatihan teknologi pembenihan dan manajemen pemupukan pada pembibitan tanaman kelapa sawit. Kegiatan ini penting untuk dilakukan agar masyarakat dapat merubah pola pikir dan pemberdayaan kepada masyarakat terhadap pemilihan benih, kecambah maupun bibit untuk tanaman kelapa sawit yang akan ditanam oleh masyarakat.
EDUKASI DAN PELATIHAN PEMBUATAN MOL SEBAGAI BIOAKTIVATOR DALAM PEMBUATAN PUPUK ORGANIK PADA KELOMPOK TANI SUKA MAJU DESA BANJAR NAN TIGO KECAMATAN INUMAN Tri Nopsagiarti; Desta Andriani; Pebra Heriansyah; Chairil Ezward; A. Haitami; Elfi Indrawanis; Seprido Seprido; Wahyudi Wahyudi; Gusti Marlina; Gusparia Gusparia
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9, No 8 (2026): MARTABE : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v9i8.%p

Abstract

Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat di kelompok tani Suka maju desa Banjar Nantigo Kecamatan Inuman adalah untuk melakukan edukasi dan pelatihan pembuatan MOL sebagai bioaktivator pembuatan kompos, serta pengelolaan limbah organik. Kegiatan dilaksanakan dengan beberapa tahapan yaitu: sosialisasi, penyuluhan, pelatihan, pendampingan, evaluasi dan keberlajutan program. Hasil dari kegiatan pengabdian ini adalah sebanyak 62,5% petani memiliki pengetahuan dan keterampilan dengan kategori rendah dalam pengelolaan sampah organik, sebanyak 30% masuk kategori sedang dan 7,5% dengan kategori rendah. Terjadi peningkatan pengetahuan dan keterampilan petani setelah dilakukannnya pelatihan, dimana sebanyak  90% peserta pelatihan sangat paham dengan materi yang diberikan, dan 10% dengan kriteria paham. Hasil evaluasi materi dan instruktur diperoleh angka 85% dengan kategori sangat sesuai, dan 15% dengan kriteria sesuai.
Improving Farmer Group Skills in Making Rice Straw Compost Using Bamboo Little Mol in Pauh Angit Hulu Village: Peningkatan Keterampilan Kelompok Tani Dalam Pembuatan Pupuk Kompos Jerami Padi Menggunakan Mol Serasah Bambu di Desa Pauh Angit Hulu Chairil Ezward; Elfi Indrawanis; Fitrianto Fitrianto; A. Haitami; Rizki Prima; Vicky Ivansky; Imelda Melani; Yolanda Amelia S
Dinamisia : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 10 No. 4 (2026): Dinamisia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/dinamisia.v10i4.34579

Abstract

Pauh Angit Hulu Village possesses resources specifically 370 hectares of rice fields, a population of 510 buffalo, and bamboo that can be utilized to produce compost. The objective of this community service initiative was to enhance the skills of the "Seiya Sekata" farmer group in compost production. The methods employed included interactive outreach, dialogue, lectures, and hands-on practice. The outreach results showed an increase in understanding regarding the potential and benefits of rice straw waste, rising from 36.36% to 90.91% (categorized as "understanding"). Training and practical sessions yielded measurable results, with skill proficiency in the rice straw composting process reaching 67.86% (categorized as "satisfactory"). This activity is significant for reducing environmental pollution and improving welfare by managing and optimizing agricultural and livestock waste into compost.