Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

PEMILIHAN METODE AKUNTANSI PERSEDIAAN DAN PENGARUHNYA PADA EARNING PRICE RATIO (STUDI EMPIRIS PERUSAHAAN YANG TERDAFTAR DALAM JAKARTA ISLAMIC INDEX (JII) TAHUN 2016-2018) Muhammad Junaidi; Abdul Wahid Mahsuni; Junaidi Junaidi
e_Jurnal Ilmiah Riset Akuntansi Vol 9, No 02 (2020): e_Jurnal Ilmiah Riset Akuntansi Agustus 2020
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (861.936 KB)

Abstract

ABSTRACTEarning Price Ratio (PER) is a ratio related to earnings per share and the price is assessed by the coefficient of variation and earnings per share value on the price of common shares. PER is used by various parties or investors to determine or choose which stocks are suitable for investment. Therefore, this research seeks to learn about the selection of inventory accounting methods that can affect the income price ratio. This study analyzes companies listed in the Jakarta Islamic Index (JII) 2016-2018. The variables in this study are FIFO and AVERAGE. The sample in this study were 18 companies. Based on the test results, it shows that the simultaneous accounting method (FIFO and AVERAGE) affects the income price ratio. Partial testing shows that the FIFO variable has no significant effect on the Earning Price Ratio and the AVARAGE variable has a significant effect on the Earning Price Ratio.Keywords: FIFO, AVERAGE, and Earning Price Ratio
Pertumbuhan dan konsumsi pakan ikan lele (Clarias sp.) yang diberi pakan berbahan baku lokal Zaenal Abidin; Muhammad Junaidi; Paryono .; Nunik Cokrowati; Salnida Yuniarti
Depik Vol 4, No 1 (2015): APRIL 2015
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (513.84 KB) | DOI: 10.13170/depik.1.1.2360

Abstract

Abstract. Fish meal, corn, and rice bran are feed ingredient which easily obtained. Different of quality and amount of each ingredients in fish feed result a various respons on fish.  The aim of this study were to determine respon of growth and feed consumption of walking cat fish (Clarias sp.) which fed feed made of fish meal, rice bran, and corn. The experimental diets containing fish meal, corn meal, and rice bran meal, respectively A. 70;10:19,5.; B. 60;25;14,5 C=60,19,75:19,75; D=60:9,5:30, and the other diets, E and F, were commersial diets. Daily growth rate, feed consumption, feed eficiency, and feed conversion ratio showed significant differences (p0,05) among the treatments. In general, feed consumption rate, daily growth rate, feed efficiency, and feed conversion rate were best obtained on commercial feed, while feed made from local ingredients showed lower performance than commercial feed. The low quality of feed local ingredients were caused by used low quality of local ingredients which caused the level minimum of fibre and ash were high in 17,9% and 23,5%, respectively. The utilization of Local fish meal 60-70%, corn meal 9,5-19,75%, and rice bran meal 14,5-30% in fish diet did not result better growth performance than commercial diet, however the best formulation for local ingredients of fish meal, corn meal, rice bran meal were 60%; 19,75%; 19,75% and 60%; 9,5%;30 % respectively Keywords : Corn meal; diets; feed consumption; fish meal; growth; rice bran; walking catfish (Clarias sp.)Abstrak.  Tepung ikan, jagung dan dedak padi adalah merupakan bahan baku yang mudah diperoleh dan dapat digunakan sebagai bahan baku pakan ikan, meskipun demikian perbedaan kualitas setiap jenis bahan baku dan jumlah pengggunaan setiap bahan baku dalam pakan dapat menghasilkan respon yang berbeda terhadap ikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon pertumbuhan dan konsumsi pakan ikan lele (Clarias sp.) yang diberikan pakan berbahan tepung ikan, tepung dedak padi, dan tepung jagung. Pakan uji yang dicobakan adalah pakan dengan komposisi tepung ikan: tepung jagung, dan: tepung dedak yang berbeda yaitu masing-masing A=70:10:19,5; B=60:25:14,5; C=60:19,75:19,75; D=60:9,5:30, serta dua pakan komersial yaitu E dan F Hasil penelitian menunjukkan bahwa pakan dengan komposisi bahan baku yang berbeda berpengaruh (p0,05) terhadap laju pertumbuhan harian, tingkat konsumsi pakan, efisiensi pakan dan rasio konversi pakan. Tingkat konsumsi pakan, laju pertumbuhan harian, efisiensi pakan dan rasio konversi pakan yang terbaik diperoleh pada pakan komersial sedangkan pakan yang berbahan baku lokal menunjukkan tampilan yang lebih rendah dibandingkan pakan komersial. Rendahnya kualitas pakan berbahan baku lokal diduga disebabkan oleh bahan baku lokal  yang digunakan memiliki kualitas yang rendah sehingga menghasilkan pakan dengan kandungan serat kasar dan abu yang tinggi masing-masing minimal 17,9% dan 23,5%. Penggunaan bahan baku local yaitu tepung ikan 60-70%, tepung jagung 9,5-19,75% dan dedak 14,5 – 30% belum dapat menghasilkan tampilan pertumbuhan yang lebih baik dibandingkan dengan pakan komersial, meskipun demikian formulasi terbaik  pakan berbahan baku lokal diperolah pada komposisi tepung ikan; jagung; dedak adalah 60%; 19,75%; 19,75% dan 60%; 9,5%;30 %.Kata kunci    : Ikan lele (Clarias sp.); konsumsi pakan; pakan; pertumbuhan; tepung dedak; tepung ikan; tepung jagung
Pertumbuhan dan konsumsi pakan ikan lele (Clarias sp.) yang diberi pakan berbahan baku lokal Zaenal Abidin; Muhammad Junaidi; Paryono .; Nunik Cokrowati; Salnida Yuniarti
Depik Vol 4, No 1 (2015): APRIL 2015
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13170/depik.1.1.2360

Abstract

Abstract. Fish meal, corn, and rice bran are feed ingredient which easily obtained. Different of quality and amount of each ingredients in fish feed result a various respons on fish.  The aim of this study were to determine respon of growth and feed consumption of walking cat fish (Clarias sp.) which fed feed made of fish meal, rice bran, and corn. The experimental diets containing fish meal, corn meal, and rice bran meal, respectively A. 70;10:19,5.; B. 60;25;14,5 C=60,19,75:19,75; D=60:9,5:30, and the other diets, E and F, were commersial diets. Daily growth rate, feed consumption, feed eficiency, and feed conversion ratio showed significant differences (p0,05) among the treatments. In general, feed consumption rate, daily growth rate, feed efficiency, and feed conversion rate were best obtained on commercial feed, while feed made from local ingredients showed lower performance than commercial feed. The low quality of feed local ingredients were caused by used low quality of local ingredients which caused the level minimum of fibre and ash were high in 17,9% and 23,5%, respectively. The utilization of Local fish meal 60-70%, corn meal 9,5-19,75%, and rice bran meal 14,5-30% in fish diet did not result better growth performance than commercial diet, however the best formulation for local ingredients of fish meal, corn meal, rice bran meal were 60%; 19,75%; 19,75% and 60%; 9,5%;30 % respectively Keywords : Corn meal; diets; feed consumption; fish meal; growth; rice bran; walking catfish (Clarias sp.)Abstrak.  Tepung ikan, jagung dan dedak padi adalah merupakan bahan baku yang mudah diperoleh dan dapat digunakan sebagai bahan baku pakan ikan, meskipun demikian perbedaan kualitas setiap jenis bahan baku dan jumlah pengggunaan setiap bahan baku dalam pakan dapat menghasilkan respon yang berbeda terhadap ikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon pertumbuhan dan konsumsi pakan ikan lele (Clarias sp.) yang diberikan pakan berbahan tepung ikan, tepung dedak padi, dan tepung jagung. Pakan uji yang dicobakan adalah pakan dengan komposisi tepung ikan: tepung jagung, dan: tepung dedak yang berbeda yaitu masing-masing A=70:10:19,5; B=60:25:14,5; C=60:19,75:19,75; D=60:9,5:30, serta dua pakan komersial yaitu E dan F Hasil penelitian menunjukkan bahwa pakan dengan komposisi bahan baku yang berbeda berpengaruh (p0,05) terhadap laju pertumbuhan harian, tingkat konsumsi pakan, efisiensi pakan dan rasio konversi pakan. Tingkat konsumsi pakan, laju pertumbuhan harian, efisiensi pakan dan rasio konversi pakan yang terbaik diperoleh pada pakan komersial sedangkan pakan yang berbahan baku lokal menunjukkan tampilan yang lebih rendah dibandingkan pakan komersial. Rendahnya kualitas pakan berbahan baku lokal diduga disebabkan oleh bahan baku lokal  yang digunakan memiliki kualitas yang rendah sehingga menghasilkan pakan dengan kandungan serat kasar dan abu yang tinggi masing-masing minimal 17,9% dan 23,5%. Penggunaan bahan baku local yaitu tepung ikan 60-70%, tepung jagung 9,5-19,75% dan dedak 14,5 – 30% belum dapat menghasilkan tampilan pertumbuhan yang lebih baik dibandingkan dengan pakan komersial, meskipun demikian formulasi terbaik  pakan berbahan baku lokal diperolah pada komposisi tepung ikan; jagung; dedak adalah 60%; 19,75%; 19,75% dan 60%; 9,5%;30 %.Kata kunci    : Ikan lele (Clarias sp.); konsumsi pakan; pakan; pertumbuhan; tepung dedak; tepung ikan; tepung jagung
PENGEMBANGAN SISTEM JARINGAN RT RW NET MENGGUNAKAN DUA KONSEP SSID BERBEDA PADA SATU ROUTER CLIENT Muhammad Junaidi; Nurul Hidayah; Suryo Nugroho
Jurnal Teknik Industri, Sistem Informasi dan Teknik Informatika Vol. 1 No. 1 (2022): Jurnal Teknik Informatika, Sistem Infomasi dan Teknik Industri
Publisher : Universitas Bakti Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Internet bagi semua kalangan masyarakatmerupakan media yang sangat vital untuk mendukungkemajuan / perkembangan dan menjadi media untukmendapatkan informasi dan sebagai saranakomunikasi yang paling cepat, tepat, dan efektif.Sejalan dengan kondisi tersebut, pada saat inipemerintah telah menggalakan pemanfaatan internetdalam menunjang aktifitas kegiatannya demiterwujudnya pemerataan jaringan internet. Dengankondisi yang belum stabil nya jaringan internet, makademi memudahkan tercapai kemudahan konektifitasantar warga, maka Pengembangan Sistem JaringanRt Rw Net Menggunakan Dua Konsep Ssid BerbedaPada Router Client merupakan hal yang perlu untuksegera diimplementasikan di beberapa tempat yangmemiliki keterbatasan akses internet, dengan adanyapengmbangan jaringan RT RW Net di tengahkalangan masyarakat diharapkan dapat memberikanpeningkatkan produktifitas dalam belajar, bekerja dansarana yang lebih efisien dalam dalam berkomunikasi.
Pertumbuhan dan konsumsi pakan ikan lele (Clarias sp.) yang diberi pakan berbahan baku lokal Zaenal Abidin; Muhammad Junaidi; Paryono .; Nunik Cokrowati; Salnida Yuniarti
Depik Vol 4, No 1 (2015): APRIL 2015
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13170/depik.1.1.2360

Abstract

Abstract. Fish meal, corn, and rice bran are feed ingredient which easily obtained. Different of quality and amount of each ingredients in fish feed result a various respons on fish.  The aim of this study were to determine respon of growth and feed consumption of walking cat fish (Clarias sp.) which fed feed made of fish meal, rice bran, and corn. The experimental diets containing fish meal, corn meal, and rice bran meal, respectively A. 70;10:19,5.; B. 60;25;14,5 C=60,19,75:19,75; D=60:9,5:30, and the other diets, E and F, were commersial diets. Daily growth rate, feed consumption, feed eficiency, and feed conversion ratio showed significant differences (p0,05) among the treatments. In general, feed consumption rate, daily growth rate, feed efficiency, and feed conversion rate were best obtained on commercial feed, while feed made from local ingredients showed lower performance than commercial feed. The low quality of feed local ingredients were caused by used low quality of local ingredients which caused the level minimum of fibre and ash were high in 17,9% and 23,5%, respectively. The utilization of Local fish meal 60-70%, corn meal 9,5-19,75%, and rice bran meal 14,5-30% in fish diet did not result better growth performance than commercial diet, however the best formulation for local ingredients of fish meal, corn meal, rice bran meal were 60%; 19,75%; 19,75% and 60%; 9,5%;30 % respectively Keywords : Corn meal; diets; feed consumption; fish meal; growth; rice bran; walking catfish (Clarias sp.)Abstrak.  Tepung ikan, jagung dan dedak padi adalah merupakan bahan baku yang mudah diperoleh dan dapat digunakan sebagai bahan baku pakan ikan, meskipun demikian perbedaan kualitas setiap jenis bahan baku dan jumlah pengggunaan setiap bahan baku dalam pakan dapat menghasilkan respon yang berbeda terhadap ikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon pertumbuhan dan konsumsi pakan ikan lele (Clarias sp.) yang diberikan pakan berbahan tepung ikan, tepung dedak padi, dan tepung jagung. Pakan uji yang dicobakan adalah pakan dengan komposisi tepung ikan: tepung jagung, dan: tepung dedak yang berbeda yaitu masing-masing A=70:10:19,5; B=60:25:14,5; C=60:19,75:19,75; D=60:9,5:30, serta dua pakan komersial yaitu E dan F Hasil penelitian menunjukkan bahwa pakan dengan komposisi bahan baku yang berbeda berpengaruh (p0,05) terhadap laju pertumbuhan harian, tingkat konsumsi pakan, efisiensi pakan dan rasio konversi pakan. Tingkat konsumsi pakan, laju pertumbuhan harian, efisiensi pakan dan rasio konversi pakan yang terbaik diperoleh pada pakan komersial sedangkan pakan yang berbahan baku lokal menunjukkan tampilan yang lebih rendah dibandingkan pakan komersial. Rendahnya kualitas pakan berbahan baku lokal diduga disebabkan oleh bahan baku lokal  yang digunakan memiliki kualitas yang rendah sehingga menghasilkan pakan dengan kandungan serat kasar dan abu yang tinggi masing-masing minimal 17,9% dan 23,5%. Penggunaan bahan baku local yaitu tepung ikan 60-70%, tepung jagung 9,5-19,75% dan dedak 14,5 – 30% belum dapat menghasilkan tampilan pertumbuhan yang lebih baik dibandingkan dengan pakan komersial, meskipun demikian formulasi terbaik  pakan berbahan baku lokal diperolah pada komposisi tepung ikan; jagung; dedak adalah 60%; 19,75%; 19,75% dan 60%; 9,5%;30 %.Kata kunci    : Ikan lele (Clarias sp.); konsumsi pakan; pakan; pertumbuhan; tepung dedak; tepung ikan; tepung jagung
Pola Komunikasi Dan Proses Adaptasi Mahasiswa Asing Dengan Civitas Academica Di Uin Sulthan Thaha Saifuddin Jambi Herri Novealdi; Adrian Putra; Muhammad Junaidi
MAUIZOH: Jurnal Ilmu Dakwah dan Komunikasi Vol 7 No 1 (2022): Juni
Publisher : Fakultas Dakwah UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30631/mauizoh.v7i1.55

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh Provinsi Jambi yang terdiri dari berbagai daerah kabupaten/kota yang memiliki dialek bahasa dan gaya berkomunikasi yang berbeda-beda. Hal ini berdampak pada sulitnya mahasiswa asing asal Malaysia bisa membawakan keseluruhan dialek komunikasi yang berbeda di Provinsi Jambi. Tujuan Penelitian ini ialah untuk mendeskripsikan pola komunikasi serta hambatan serta faktor pendukung mahasiswa asing dalam beradaptasi di UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang memang banyak digunakan dalam penelitian sosial. Pendekatan kualitatif ialah pendekatan yang didalam usulan penelitian, proses hipotesis, turun ke lapangan, analisis data dan kesimpulan data, sampai dengan  penulisannya mempergunakan aspek-aspek kecenderungan, non numeric, situasional deskriptif, interview mendalam,analisisisi,bolasaljudanstori.     Hasilnya penulis menemukan bahwa: Pertama, mahasiswa asing dalam berkomunikasi di UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi menggunakan 5 pola komunikasi dari 2 teori, Pertama teori Deddy Mulyana meliputi intrapersonal, interpersonal, dan komunikasi kelompok. Selanjutnya Teori Hafied Canggara meliputi Komunikasi Primier dan Sekunder kedua, Dalam berkomunikasi, mahasiswa asing yang berasal dari Malaysia menemukan kendala-kendala atau hambatan, akan tetapi hambatan tersebut dapat diatasi dengan beragam faktor-faktor pendukung.
Mobile Web-Based Information System As Information For Searching For Boarding Houses For Students Marlia Sari; Lusia Septia ER; Muhammad Junaidi
Inspiration: Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi Vol. 14 No. 1 (2024): Inspiration: Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer AKBA Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35585/inspir.v14i1.77

Abstract

Boarding houses or often called boarding houses are a necessity for the community, especially students and pupils, who are looking for a temporary place to live for those who are completing their education. Information about boarding houses usually comes from word of mouth and people don't yet know complete information about the boarding house. To overcome the problems that occur, this mobile web-based boarding house information system is useful for helping students and pupils in finding boarding house information that suits their wishes and making it easier for owners to market boarding houses. The method used to build a boarding house information system is to use the SDLC (System Development Life Cycle) method with the MySQL programming language as a database on XAMPP. This system is also supported by Google Maps which makes it easier for searchers to find the location of the desired boarding house. The final result of designing and building a mobile web-based boarding house information system can make it easier for students and students to find boarding houses.
IMPLEMENTASI PENGAWASAN UJI KOMPETENSI AKUNTANSI DI SMK SATU NUSA LAMPUNG : TANTANGAN, PROSFEK MASA DEPAN Muhammad Junaidi; Marlia Sari; Ketut Partayasa; Muhammad Rasid
MUHKAL Vol 2 No 1 (2024)
Publisher : STIE Muhammadiyah Kalianda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52655/muhkal.v2i1.20

Abstract

Supervision of competency exams in vocational high schools (SMK) has a crucial role in maintaining the integrity of education and ensuring that the student evaluation process takes place fairly and accurately. This study aims to explore the practice of supervising competency exams at SMK Satu Nusa Lampung, as well as to understand the perceptions and challenges faced by relevant stakeholders. The research method used is a qualitative study with data collection through in-depth interviews with teachers, students and school administration staff, as well as direct observation of the exam supervision process. The results show that exam proctoring practices involve a variety of methods, including supervision by supervising teachers, the use of surveillance cameras, and anti-plagiarism software. The main challenges in exam supervision include limited resources and students' lack of compliance with supervision rules. Based on these findings, it is recommended to increase training for supervisory teachers, allocate greater funds for supervision technology, and integrate character and ethics education into the school curriculum to increase students' awareness of academic integrity.
Pengenalan Administrasi Kelompok Tani-Nelayan “Pasir Putih” di Desa Ekas Buana Lombok Timur Tajidan; Muhammad Junaidi; Salnida Yuniarti Lumbessy
Jurnal SIAR ILMUWAN TANI Vol. 4 No. 2 (2023): Jurnal Siar Ilmuwan Tani
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jsit.v4i2.115

Abstract

Administrasi adalah proses penyediaan dokumen yang penting dalam melaksanakan fungsi manajemen, keberadaannya sangat bermanfaat dalam membantu pengurus dalam menggerakkan organisasi. Manfaat administrasi begitu banyak, namun kurang disadari pentingnya karena kurangnya pengetahuan dan kurangnya pemahaman akan pemanfaatannya. Masalah tersebut diatasi melalui pengenalan kelengkapan administrasi dengan tujuan agar pengurus dan anggota dapat menyelenggarakan kegiatan administrasi untuk mendukung perkembangan dan kemajuan Kelompok Tani-Nelayan (KTN). Pengenalan dilaksanakan dengan melakukan pelatihan menggunakan metode ceramah, diskusi, dan menampilkan contoh. Alat bantu yang digunakan adalah proyektor, slide powerpoint, notebook, layar, video recorder, kamera, dan handphone. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa ada 4 (empat) jenis kelengkapan administrasi yang diperkenalkan kepada pengurus dan anggota KTN “Pasir Putih” yaitu buku tamu, buku kas, buku simpan pinjam, dan notulen rapat, di antaranya mulai diterapkan buku tamu, buku kas, dan notulen rapat atau 150% dari target dua jenis.
PENGARUH PEMBERIAN VITAMIN E TERHADAP FERTILITAS, DAYA TETAS, KELANGSUNGAN HIDUP DAN LAJU PERTUMBUHAN LARVA IKAN CUPANG (Betta splendens) Muhammad Junaidi; Muhammad Supriyadin; Nunik Cokrowati
Jurnal Perikanan Unram Vol 1 No 1 (2012): Jurnal Perikanan Unram
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v1i1.17

Abstract

Ikan cupang (Betta splendens) merupakan ikan yang memiliki banyak bentuk. Ekor yang bertepi mahkota (crown tail), ekor penuh (full tail), bertipe slayer dan separuh bulan, dengan sirip panjang dan berwana-warni. Menurut Yustina (2003) jenis ikan cupang jantan memiliki nilai komersial tinggi sehingga banyak diminati. Namun menurut Yustina (2003) salah satu kendala budidaya Betta splendens adalah mendapatkan ikan jantan cenderung lebih sukar, karena jumlah benih jantan yang diperoleh setiap pemijahan sangat rendah dan kualitasnya tidak sesuai dengan yang diinginkan. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 15 Juli 2010 sampai tanggal 19 Agustus 2010 di Laboratorium Budidaya Perairan Program Studi Budidaya Perairan Fakultas Pertanian Universitas Mataram. Metode yang digunakan adalah metode eksperimental dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan faktor tunggal yaitu vitamin E yang terdiri atas lima perlakuan vitamin E yaitu : 0.00 mg/gram pakan, 0.01 mg/gram pakan, 0.02 mg/gram pakan, 0.03 mg/gram pakan, 0.04 mg/gram pakan dan 0.05 mg/gram pakan dan satu control (0.00 mg/gram pakan). Parameter yang diamati adalah (1) fertilitas, (2) daya tetas, (3) kelangsungan hidup larva, (4) pertumbuhan panjang spesifik. Hasil analisis faktor tunggal pengaruh pemberian vitamin E dosis 0.01 mg/gram pakan, 0.02 mg/gram pakan, 0.03 mg/gram pakan, 0.04 mg/gram pakan dan 0.05 mg/gram pakan berpengaruh terhadap fertilitas, tidak terhadap daya tetas. Dosis vitamin E yang memberikan fertilitas tertinggi diperoleh pada dosis 0.01 mg/gram pakan, 0.02 mg/gram pakan, 0.03 mg/gram pakan.